HAPPY TOGETHER part 7

Author                  : ririn

cats

Main Cast            : Bae Suzy Miss a

                                  Kim myungso Infinite

                                  Lee ji eun

                                 Jang Wooyoung 2PM

                                Park jiyeon T-Ara

                                  And other

Genre                   :  Romance, Family, school, friendship, dll

===========================================================================

Part 7

Author POV

Suzy duduk di ruang kerja kakeknya dengan perasaan tidak nyaman. Dia kembali merasakan perasaan canggung dan tidak nyaman seperti pertama kali dia datang kenegara ini. Bedanya kalau dulu dia merasa sedikit takut tidak di terima kali ini dia merasa sedikit marah. Dia menatap pria tua di depannya sedikit marah dan kecewa.

“Mianhae…Aku benar-benar minta maaf…” kakeknya akhirnya terlebih dahulu mengakhiri keheningan tidak nyaman ini.

Suzy masih diam dan menatap lekat kakeknya membuat pria itu semakin resah di tempat duduknya.

“Aku tau perbutanku tak termaafkan. Tapi aku sungguh-sunggu minta maaf…”

“Jadi apa yang di katakan orang itu benar. Bahwa kakek yang membuat keluargaku hancur?”

“Mianhae…Aku tidak terpikir akan berakhir seperti ini. Seandainya saja…aku..aku..”

“Apa permintaan maaf haraboji bisa mengembalikan semuanya?” sentak Suzy kesal. “Apa penyesalan haraboji bisa mengembalikan hidup yang ku jalani tanpa keluarga utuh, tanpa ayah. Mengembalikan mom!

“Sekarang aku mengerti kenapa Mom begitu ingin melupakan negara ini dan bahkan tidak pernah menyinggungnya denganku. Ternyata karena di sini penuh dengan orang-orang mengerikan,” ujar Suzy dengan nada tajam. “Bukankah seharusnya keluarga mendukung kita, bukannya menghancurkan kebahagiaan kita. Aku jadi mempertimbangkan kembali tetang keputusanku menetap di negara ini.”

“Suzy…”

“Kenapa? Bukankah haraboji tega melakukan itu pada Mom, dan tidak menutup kemungkinan akan melakukan hal yang sama padaku kan?”

“Tidak! Aku tidak akan melakukan hal itu lagi,” ucap kakeknya cepat. “Jadi jangan pergi. Biarkan aku menebus kesalahanku padamu dan ibumu.”

Suzy hanya diam menatap kakeknya.

“Aku mohon maafkan aku. Aku sangat menyesal,” suzy masih diam. “Ibu pergi begitu saja tanpa memberi aku kesempatan meminta maaf. Dan jika kamu pergi begitu saja, aku pasti tidak bisa mati dengan tenang.”

Air mata yang tadi  berusaha di tahan Suzy mengalir begitu saja. Dia bisa merasakan kakeknya tulus dengan perkataannya, tapi dia tetap masih kesal. Karena ke egoisan mereka, dia dan ibunya harus menjalani hidup yang sulit.

Dia mendengar dari Mrs. Will saat ibunya pertama datang ke Amerika keadaanya sangat memprihatinkan. Hamil muda dan harus bekerja keras sebagai asisten dapur di restoran sederhana bersama wanita kulit hitam itu. Untung ibunya orang yang cerdas dan ulet hingga setelah 8 tahun di Amerika bisa membuka restoran sendiri, walau bukan restoran mewah tapi cukup ramai. Suzy memang tidak ingat jelas tentang masa kecilnya yang sulit, tapi dia masih ingat samar-samar saat ada festival di sekolah atau ada pentas yang mengharuskan orang tua datang, dia akan berakhir menangis karena tidak punya ayah dan ibunya tidak bisa hadir karena harus bekerja selain itu dia sering jadi korban buly karena badannya yang kurus kering dan wajah asianya. Belum lagi penampiannya yang kumal.

Suzy kecil adalah gadis penakut yang selalu berdiri di pojok belakang sendirian. Dia takut memperlihatkan dirinya karena dia selalu takut akan berakhir jadi bahan cemooh. Gadis miskin, kurus, jelek, pendek, warna kulit beda, mata dan garis wajahnya yang beebeda dari orang umu, tidak punya ayah, ibu yang sibuk bekerja membuat kepercayaan dirinya semakin rapuh. Tidak ada seorangpun yang memperdulikannya, tidak ada yang mengajarinya bagaimana menatap dunia. Ibunya sudah terlalu lelah bekerja untuk menyadari pertumbuhan tidak wajar pada anak gadisnya. Dan saat itu Suzy selalu berandai-andai dia masih punya ayah sehingga dia punya seseorang untuk mengadu dan ibunya tidak perlu bekerja terlalu keras dan punya waktu lebih banyak untuknya. Tapi untunglah Mrs. Will muncul sebelum terlambat dalam kehidupannya. Wanita itu mengajari Suzy menghadapi dunia dan membangun kepercayaan dirinya.dia juga banyak membantu ibunya menangani restoran sehingga ibunya mulai ada sedikit waktu untuknya untuk mengajarinya banyak hal. Sehingga dia bisa tumbuh menjadi remaja yang cantik, berprestasi, cerdas dan populer. Suzy tahu meski di sekolahnya banyak model, artis atau anak selebritis dunia dia tidak kalah populer dengan mereka.

Dan seharusnya dia tidak perlu mengalami itu seandainya kakek yang dia cintai tidak melakukan itu. Dia bisa hidup bergelimang materi, perhatian dan cinta seperti sepupu-sepunya atau seperti Jiyeon. Dan yang paling membuatnya kecewa, kenapa harus kakeknya?

“Aku sudah tua dan sakit-sakitan,” ucap kakeknya. “Aku hanya ingin menebus kesalahanku sebelum aku meninggal. Tapi kalau kamu tidak bisa memaafkanku aku mengerti; sepertinya kematian Ji-hae belem cukup sebagai hukumanku. Aku mengerti kalau kamu membenciku.”

“Haraboji, jangan berkata begitu,” ucap Suzy. Dia tidak suka kakeknya menyebut-nyebut kematian. “Aku memang kecewa pada Haraboji tapi aku tidak membencimu. Aku hanya butuh waktu sedikit untuk menenangkan diri.”

“Haraboji mengerti kalau kamu marah denganku,” ucap kakeknya sedih. “ Tapi terimakasih untuk tidak membenciku. Aku tahu kamu gadis yang baik. Kamu tahu sejak ibumu pergi aku  selalu di hantui rasa bersalah dan setiap hari memohon pada Tuhan agar di beri kesempatan meminta maaf pada ibumu, meski tidak sempat aku bersyukur Tuhan mengirimmu padaku. Kamu sangat mirip ibumu.”

“Banyak yang bilang begitu…” ucap Suzy. “Mengenai pria itu, apa dia benar-benar ayahku?”

“Kamu tidak menuduh ibumu suka bermain pria bukan?”

“Bukan begitu, hanya saja menerima keluarga baru rasanya agak aneh. Saat mendengar aku punya kakek di korea saja aku merasa seperti di permainkan. Apalagi sosok ayah yang selama ini aku inginkan tapi aku berfikir sudah tidak ada rasanya asing.” Suzy menatap kakeknya. Kemarahannya menguap sudah. Dia memang tipe orang yang tidak bisa marah terlalu lama. “Aku memang selalu bermimpi memiliki ayah, tapi aku pikir dia sudah meninggal atau sudah membuangku.”

“Kalau bukan karena aku pasti kamu akan merasakan sosok ayah,” ucap kakeknya sedih.

“Sudahlah haraboji, meski aku kecewa tapi aku mencoba melupakannya. Itu hanya masa lalu, jangan di ingat lagi.”

“Baiklah,” ucap kakeknya. “Tadi siang begitu bertemu denganmu ayahmu menemuiku dan marah besar karena menyembunyikanmu darinya,” ucap kakenya sedi membuat Suzy teringat kata-kata kakeknya yang ingun menghabiskan waktu dengannya tanpa membahas ayahnya saat Suzy bertanya siapa ayahnya. “Dia memaksa akan membawamu bersamanya, bagai mana menurutmu?”

“Ne?” Tanya Suzy kaget. Dia tidak memikirkan hal itu sebelumnya.

“Ayahmu marah karena menyembunyikanmu dan memaksa membawamu dan kakek tidak boleh menghalangi karena dia lebih punya hak padamu dari pada aku katanya. Dia tidak akan lemah lagi seperti dulu pada ibumu, kali ini dia tidak akan menyerah. Tapi aku bilang aku akan bertanya dulu padamu. Jadi bagai mana menurutmu?”

“Aku tidak tahu,” ucap Suzy gamang. Pria itu ayahnya dan ia ingin mengenalnya, tapi tiba-tiba dia teringat Jiyeon yang berarti ada ibu tiri. Dia tidak mau berfikiran buruk soal ibu tiri, tapi mengingat ibu Jiyeon berperan mengusir ibunya berarti wanita itu tidak menyukainya dan mungkin tidak menyukainya juga.

“Dia menunggumu lama tadi di sini, tapi karena kamu tak kunjung pulang kami fikir kamu butuh waktu sendiri dulu jadi dia pulang dulu untuk memberitahukan keberadaanmu pada keluarganya dan kembali lagi besok menemuimu.”

“Aku akan memikirkannya dulu,” ucap Suzy. “Aku tidak suka jika harus berada di tempat asing lagi.”

“Itu bukan tempat asing. Tempatmu memang seharusnya di sana.”

“Apa haraboji lebih suka aku tinggal dengannya?”

“Tidak! Aku lebih suka kamu tinggal disini,” ucap kakeknya tegas. “Hanya, aku ingin kau hidup di tempat yang kamu inginkan. Aku tidak ingin egois lagi seperti dulu.”

Suzy tersenyum, “Hmm..aku akan memikirkannya malam ini dan memutuskannya besok. Aku sendiri masih bingung apa yang ku inginkan.”

“Arraso. Apapun itu aku akan selalu mendukungmu.”

“Gomawo haraboji, kalau begitu aku istirahat dulu. Aku lelah, hari ini sangat panjang. Selamat malam haraboji.”

“Selamat malam.”

“Myungsoo kamu dari mana saja baru pulang jam segini? Ponselmu tidak bisa di hubungi lagi,” omel ayah Myungsoo begitu dia tiba di rumahnya.

Myungsoo menatap ayahnya mala. Mendengar nada suaranya ayahnya pasti sedang marah padanya.

“Kenapa kamu tidak menjab!”

“Yeobo pelankan suaramu. Tidak perlu teriak begitu,” ujar ibu Myungsoo lembut. “Adul-ah, kamu kemana saja? Kenapa tidak bisa di hubungi?” tanya ibunya padanya.

“Aku habis darp pantai bersama temanku,” jawab Myungsoo cuek.

“Pantai?!” pekik ayahnya makin marah. “Kamu tahukan kita ada pertemuan dengan keluarga tuan Park?”

“Arra karena itulah aku pergi ke pantai dan mematikan ponselku.”

“Mwo?! Dasar anak kurang ajar!”

“Yeobo.. tenang, nasehat ibu Myungsoo lagi.

“Aku tahu appa berniat menjodihkanku dengan Jiyeon kan? Sudah berulang kali aku katakan aku tidak mau,” pekik Myungsoo tidak kalah geram, membut ibunya semakin frustasi. Hal yang paling di bencinya saat suami dan anaknya bertengkar.

“Kamu tahu betapa pentingnya hal ini bagi perusahhan kita, Kalau tuan park bersedia menjodohkan anaknya. Jadi kamu tidak bisa menolak.”

“Kenapa ahboji hanya memikirkan perusahaan saja dan tidak memikirkan perasaanku!”

“Kim Myungsoo jaga nada bicaramu saat berbicara dengan ayahmu,” tegur ibunya. “Omma, ahboji yang memulai.”

“Tidak memikirkan perasaanmu? Kamu pikir demi siapa aku melakukan ini. Ini semu demi kamu. Agar kelak hidupmu tinggal enak! Jadi jangan membantah. Untung tadi tuan park yang membatalkan pertemuan terlebih dahulu, jadi aku tidak pelu malu. Pertemuan berikutnya kamu harus datang.”

“Aku tidak mau. Lagi pula aku sudah punya pacar.”

“Aku tidak peduli. Kamu harus mengakhiri cinta konyolmu itu dan melakukan perjodohan dengan anak tuan park. Atau aku menggunakan cara kasar untuk menyeretmu!” titah ayahnya seolah tidak bisa di bantah.

“Aku tidak peduli, silakan lakukan apapun aku tetap pada pendirianku. Dan aku lelah dan ingin istirahat,” ujar Myungsoo lalu berjalan menuju kamarnya meninggalkan ayahnya yang meneriakinya marah dan ibunya yang berusaha menangkan ayahnya.

“Apa yang terjadi? Apa yang di katakan haraboji…” tanya Jieun penasaran yang sedang menunggu Suzy di kamarnya bersama Wooyoung.

Suzy hanya tersenyum menenangkan. “Tidak terjadi apa-apa.”

“Jincha? Haraboji tidak mengatakan apa-apa,” tanya Jieun penasaran.

“Dia hanya berkata, kalau tuan Park akan datang lagi besok menemuiku dan aku bebas memilih tinggal dimana,” ujar Suzy bersikap biasa. Seolah hatinya tidak kacau.

“Jinha? Lalu kamu jawab apa? Apa kamu akan pindah dari sini?”
“Aku tidak tahu,”ucap Suzy jujur. “Satu sisi aku ingin mengenal ayahku. Di sisi lain aku takut dengan reaksi keluarganya. Biar bagaimanapun, bagi mereka aku hanya orang asing yang tiba-tiba muncul.”

Jieun menatap Suzy prihatin dan kasihan. Kalau di lihat secara kasat mata, orang-orang pasti berfikir sepupunya itu yeoja sempurna. Cantik, tubuh bak model, baik, lembut, punya kakek kaya raya, dan pernah tinggal di Amerika, tapi siapa yang menduga hidupnya begitu rumit dan pelik.

“Kalau begitu jangan pindah tetap tinggal di sini aja ne…ne…,” bujuk jieun sedikit merajuk. “Kamu di sini saja bersamaku.”

“Jieun jangan bersikap kekanakan begitu. Biarkan Suzy menentukan pilihannya sendiri, jangan di paksa,” potong wooyoung yang sedaritadi hanya mengamati dan mendengarkan kedua sepupunya itu  dan mengintrupsi Jieun membuat yeoja itu memayunkan bibirnya. “Apa kamu baik-baik saja?” tanya Wooyoung beralih ke Suzy.

Suzy tersenyum menatap Wooyoung. Merasa hatinya hangat dengan perhatian kecil itu, karena rasanya dia akhirnya dia merasakan memiliki saudara yang perhatian. “Hanya sedikit syok. Tapi sejau ini aku baik-baik saja.”

Wooyoung mengangguk mengerti, “Apa kamu masih marah dengan haraboji?” tanyanya lagi. “Aku tahu haraboji keterlaluan dan mengecewakan dan tidak menyangka akan melakukan hal itu, tapi asal kamu tahu, setelah Ji-hae Imo  menghilang haraboji sangat menyesal dan mencari imo kemana-mana. Dia samapai sakit-sakitan memikirkan Imo. Haraboji juga sudah banyak berubah.”

Wooyoung terdiam sebentar mengamati Suzy sebelum melanjutkan, “Sewaktu mendengar berita tentang Imo hampir saja haraboji meninggal kerena serangan jantung. Untung Alex ajhusi membawa kabar bahwa imo punya anak perempuan. Sejak itu haraboji kembali punya semangat hidup karena merasa di beri kesempatan ke dua. Karena itu jika marah pada haraboji jangan lama-lama ya dan jangan membencinya. Aku khatir kesehatan haraboji drop lagi.”

Suzy tersenyum. “Aku mengerti oppa, aku tidak benci kok sama haraboji meski sedikit kecewa dan marah. aku juga menyayangi haraboji dan tidak ingin dia sakit. Aku hanya butuh istirahat dan menenangkan pikiranku, besok semua pasti baik-baik saja.”

‘‘Aku tahu kamu anak baik, dan pemikirannya dewasa. Baiklah kamu istirahat saja, aku dan Jieun akan membiarkanmu berfikir sendiri. Semoga apapun ketusanmu adalah yang terbaik untuk semua,” ujar Wooyoung sambil mengacak rambut Suzy. “Kalau ada apa-apa, aku ada di kamarku. Jieun kajja keluar,” Wooyong kembali menatap Jieun.

“Aku ingin tidur di sini saja menemani Suzy,” jawab Jieun.

“Tidak! Suzy perlu waktu sendiri untuk istirahat dan berfikir, kamu hanya akan mengganggunya.” Suzy menatap Wooyoung penuh terimakasih karena pengertiannya. Saat ini yang di butuhkan Suzy adalah waktu berfikir.

“Aniyo, aku hanya menemanunya, tidak akan mengganngnya,” tapi melihat tatapan tajam Wooyoung Jieun ciut juga. “Arrasoo…arrasso, aku akan kembali ke kamarku dan membiarkan Suzy sendirian untuk istirahat. Suzy-ah aku kembali ke kamarku dulu ne. Kalau kamu butuh teman curhat aku ada di kamar.”

Suzy mengangguk dan membalas pelukan Jieun, “Gomawo sudah menghawatirkanku.”

“Suzy aku juga ada di kamarku kalau kamu butuh sesuatu,” ujar Wooyoung sebelum meninggalkan kamar Suzy bersama Jieun.

”Dan ingat, kita adalah saudara, dan saudara adalah tempat berbagi dan saling membantu, jadi jangan sungkan pada kita.”

“Gomawo…jeongmal gomawo oppa,” ujar Suzy tulus. Wooyoung mengangguk dan meninggalkan kamar Suzy sambil sedikit menyeret Jieun yang belum puas mengintrogasi Suzy.

Dia bersyukur memiliki sepupu seperti Jieun dan Wooyoung yang selalu ada dan perhatian padanya. Meski jika hari biasa Wooyoung terlihat acuh dan cuek, tapi dia dan Jieun tahu Wooyoung sangat perhatian dan sangat menjaga mereka berdua. Dan Jieun, tidak usah di tanya. Dia akan sangat bawel pada Suzy.

Di rumah inilah Suzy benar-benar merasakan seperti apa keluarga itu sebenarnya. Dan apa dia rela meninggalkan rumah ini untuk tinggal bersama ayahnya? Bersama sosok yang belum pernah di rasakan tapi dia impikan. Satu-satunya sosok yang belum pernah dia rasakan kehadirannya. Tapi sangat dia dambakan kehadirannya.

Dan sepertinya malam ini akan sangat panjang baginya. Karena ia yakin dia tidak bisa tidur dan menghabiskannya untuk berfikir. Berfikir tentang keputusan terbaik.

TBC

 

Advertisements

34 thoughts on “HAPPY TOGETHER part 7

  1. Makin seruuu lanjut yaaa…. kl tau suzy keluarga park jg mungkinkah hubungan nya dgn myung di restui? Kehidupan keluarga suzy rumit kasian jg yaa… semangat lanjutin sist…

  2. gumawo updatetanya
         (\∧
       ∧__(_○ ̄)
     zZ/    ヽ_)
      士 ∪ o ∪ 士
       乂____メ

  3. Huuhhh… gak ada moment myungzy di part ini. 😦
    Appanya myungsoo nyebelin banget sih? Pokoknya myungsoo jangan mau dijodohkan dengan si jiyeon itu. Sama skali gak cocok. Myungsoo cuman buat suzy. 🙂
    Juga gak rela suzy saudaraan sama si jiyeon. Si jiyeon tampangnya sangar n judes sedangkan suzy lemah lembut, unyu-unyu, cute, polos gak cocok saudaraan sama si jiyeon. Hahaaaa…
    Suzy nikah aja sama myungsoo trus tinggal berdua biar suzy gak galau lagi n gak harus tinggal sama appanya. Gak suka sama appanya suzy cz nanti dia disiksa sama ibu tirinya yg jahat itu. 😦
    Next thor. Semoga gak lama updatenya. hihiiii

  4. Sekarang permasalahannya hub myungzy
    Lanjut
      / ̄ ̄ヽ_
     /^ヽ ・  ●
    `|##| __ノ
     `―-)=(  / ̄∨ ̄\
      /  二З     |
     c(  ノ \     /
      _」 LL_   \ /
     (__)_)   Y

  5. Rumit rumit, maunya sih suzy ttp aja ma haraboejinya. Cos klo appanya tau sendri ada jiyeon musuhnya suzy and jieun
    Myung gmn klo bneran mo tnangn ma jiyeon ? 😦

  6. Yeay akhirnya ff ini dilanjut jga. Suzy pasti bingung bgt, seandainya jiyeon bkn saudara tirinya mungkin suzy ga akan sebingung ini untuk nentuin pilihannya. Next ditunggu thor, fighting^

  7. sooji jgan pndh keuma ayahnya…
    myungsoo di jdohin sama.keluarga park..
    xlo ayah myungsoo tau sooji ank tuan park
    psti di ijinkan
    ditnggu kelnjutannya

  8. Berharap suzy ttep tinggal sma kakekny..
    Takutnya klo tngl sma jiyeon mlah d jhatin..
    Next part fightiiing..

  9. Mdh2an krna suzy juga bagian dri keluarga park, hbgnnya dg myungsoo direstui *amin hhe 😀
    Next ditunggu~

  10. Wuuaahh..ap suzy bkal pindh n mmlih tnggl ma appany??..no no no
    tp bs jd kek gtu..n bkin konflik ma jiyeon tmbh deh..
    mg appa suzy jdhin myungny dg suzy..amin kkk^^
    Next

  11. Myung kenapa jodohan segala sh..
    suzy akan pilh tinggal dimana ya?,?
    ditrmah appanya kan ada jiyoen!!!!

  12. Myungpa gak blh dijodohin sm jiyeon, kan suzy jg anak tuan park…pasti tuan park setuju suzy sm myungpa
    Tinggal jiyeonya aja yg kalang kabut hehe
    Lbh baik suzy tetep tinggal sm kakek aja yaaa gak kebayang klw hrs serumah sm jiyeon .___.
    Ditunggu lanjutanya thor, lanjutan ff fall jg hehe ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s