[MYUNGZY] JEONGMAL SARANGGGHAE Part 3-End

Main cast: Bae Suzy

Kim Myungso/L

And Others

Genre: Romance

Rating: 18+

Lenght: 2/3 Chapter

 

 Warning!! Typo brtebaran!!

=====================================================================tumblr_mk290gszXe1s11n58o1_500a

Saaat ini Suzy ingin sekali memukul sesuatu atau menghancurkan apa saja saat melihat mantan kekasih Myungso yang cantik jelita sedang berusaha menarik perhatiannya. Andai saja menyerang orang itu di ijinkan, Suzy pasti sudah melakukannya.

Kejengkelannya semakin meningkat, dadanya memanas dan membakar dengan sangat hebat sehingga ingin rasanya dia menarik Myungsoo dalam pelukannya dan meneriakai gadis itu agar menjauh 100 meter dari Myungsoo. Nyaris saja dia menjambak rambut indah Naeun saat yeoja itu berusaha memegang tangan Myungso dengan lembut.

Tapi yang dia lakukan hanya diam dan mengamati mereka yang berbicara berdua dan mengbaikan dirinya.

Bagus! Aku memang tidak terlihat.

Suzy menatap Myungsoo dan Naeun bergantian. Dia bisa melihat tingkah Naeun yang sepertinya bermanja ria pada Myungsoo, seolah tidak menyadari Suzy yang sudah terbakar di tempatnya.

“Permisi, aku mau menambah minumanku,” ucap Suzy pada pelayan yang berkeliling membawa nampan berisi minuman. Dan seolah tersadar akan keberadaan Suzy, Myungso baru bertanya pada Suzy.

“Apa kamu sangat haus sekali?” tanya Myungsoo karena ini gelas 3 yang Suzy minum. Suzy hanya tersenyum memberi jawaban.

“Jadi sudah berapa lama kalian berkenalan?” tanya Naeun mengamatai Suzy.

“Belum lama?”

“Berapa lama?” tanya Naeun mendesak membuat Suzy semakin tidak menyukainya. Memangnya dia siapa memaksa Myungsoo begitu? Mereka kan sudah putus.

“Belum ada sebulan.”

“Belum ada sebulan dan kalian sudah menjalin hubungan?”

“Iya, dan dia sudah melamarku,” ucap Suzy cepat. Dari tadi mulutnya sudah gatal ingin berbicara. Menunjukkan kepemilikannya atas Myungsoo.

“Apa?”

“Suzy!” ucap Myungsoo dengan nada memperingatkan.

“Kenapa?  Itu memang kenyataankan? Kenapa aku tidak boleh mengatakannya?”

“Ia, memang. Tapi…”

“Apakah itu berarti kalian akan segera bertunangan atau menikah?” tanya Naeun tidak bisa lagi menampilkan wajah tenang dan senyum manisnya.

“Kami baru saling mengenal dan kami masih menjalaninya pelan-pelan.” Suzy hampir saja membuka mulutnya kalau tidak mendengar suara familira yang tiba-tiba memanggilnya.

“Suzy!”

Mereka menoleh dan mendapati Taemin berdiri di depannya menggandeng seorang wanita. Suzy tidak tahu kenapa para mantan mereka tiba-tiba muncul bersamaan, tapi dia tahu ini akan jadi malam yang buruk.

Sekarang mereka ber lima duduk bersama di restoran  hotel tempat ulang tahun Kristal. Suzy tidak ingat kenapa mereka berakhir di tempat ini dalam suasan canggung. Mungkin karena ternyata Taemin dan Myungsoo saling mengenal karena mereka rekan bisnis dan Sulli istri Taemin adalah teman Naeun saat sekolah. Sungguh Suzy merasa tidak nyaman saat ini.

“Kalian pesan apa? Aku mau pesan Steak” tanya Sulli ceria. Sepertinya di antara meraka dialah yang paling nyaman.

“Aku sedang diet jadi aku pesan Salad aja,” jawab Naeun. Dia lalu melirik Myungsoo yang duduk di depannya di sebelah Suzy. “Kamu mau pesan apa Myung?”

“Aku sedang tidak ingin makan, aku pesan minum saja.” Dia lalu menoleh pada Suzy. “Kamu pesan apa?”

“Aku mau Tuna sandwich,”jawab Suzy.

“Aku juga sama denganmu,” jawab Taemin. Dan Myungsoo langsung menatapnya tajam.

“Kalau begitu aku juga pesan sama,”Myungsoo menjawab cepat.

“Bukannya kamu tadi bilang tidak lapar?” Naeun bertanya mendahului Suzy.

Myungsoo mengangkat bahu. “Tiba-tiba aku ingin makan sandwich.”

Setelah mereka memesan makanannya, Sulli kembali orang pertama yang membuka pembicaraan. “Aku baru tahu ternyata hubunganmu dengan Myungsoo sudah berakhir,” ucap Sulli. “Bahkan sekarang Myungsoo sudah memiliki calon istri.” Dia lalu menatap Suzy ramah. “Perkenalkan Aku Sulli istri Taemin,” ucapnya sambil mengulurkan tangannya pada Suzy. Suzy jadi bertanya-tanya, apa Sulli masih akan begitu kalau dia tahu hubungannya dengan Taemin dulu?

“Bae Suzy,”ucap Suzy mnerima uluran tangan itu.

“Jadi kamu dan Taemin oppa adalah teman? Kenapa tidak datang saat pernikahan kami?”

“Eh, itu…saat itu aku ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggal,”ucap Suzy gugup.

“Sepertinya, hubungan kalian dekat sekali,” Naeun berkomentar.

“Uhm, begitulah,”ucap Suzy acuh tak acuh.

“Benarkah?” tanya Sulli antusias. “Berarti kamu tahu banyak tentang Taemin oppa. Bisakah kamu meberitahuku beberapa? Kami di jodohkan dan tidak punya banyak waktu untuk saling mengenal.”

“Uhm, itu…”

“Kenapa kamu tidak bertanya pada suamimu saja,” sahut Myungsoo tidak suka.

“Kenapa kamu jadi sewot?” tanya Sulli kesal.

“Tentu saja. Kamu menyuruh pacarku memberitahukanmu tentang pria lain di depanku?”

“Apa kamu sedang cemburu?” tanya Sulli geli. “Wah, kamu lucu sekali. Suzy kamu beruntung memiliki kekasih yang seperti dia. Masa hanya membicarakan pria lain saja dia cemburu. Protektif tapi cute.”

Aku tidak cute,” dengus Myungsoo kesal. Suzy hanya tersenyum manis melihat tingkah Myungsoo. Cemburu? Benarkah?

“Kamu juga beruntung menikah dengan Taemin oppa. Dia orangnya lembut dan perhatian,” balas Suzy.

“Benarkah?” tanya Sulli kembali antusias. “Kamu spertinya memang tahu banyak. Apakah kamu juga tahu mantan pacarnya sebelum kami menikah?”

“Ne?” tanya Suzy kaget. Dia juga bisa melihat Taemin yang kaget dengan pertanyaan ini.

“Sebelum kami menikah, dia punya pacar dan sampai sekarang dia belum melupakannya aku penasaran dengan wanita itu, hingga sangat di cintai Taemin oppa.”

“Kenapa kamu bertanya hal seperti itu,”protes Taemin tidak nyaman.

“Wae? Akukan hanya penasan.”

“Uhm, dia perempuan biasa aja. Kamu lebih cantik dan lebih dari segala-galanya darinya jadi tak perlu khawatir. Lagipula aku dengar dia akan menikah,” ucap Suzy kaku dan menatap Taemi yang menatapnya dengan tatapan sulit di artikan.

“Benarkah?” tanya Sulli senang. “Kalau begitu aku bisa tenang.”

Suzy mengangguk. “Aku mau ke toilet dulu ya…” ucap Suzy mengakhiri pembicaraan yang tidak nyaman itu. Belum lagi melihat Naeun yang berusaha mencari perhatian Myungsoo dan namja itu tidak menolak membuat hati Suzy makin panas.

“Aku juga mau ke toilt sebentar,” ujar Temin begitu Suzy berlalu membuat ke tiga pasang mata itu menatapnya heran.

………..

Suzy berjalan dengan tergesa menuju toilet. Dia perlu waktu menenangkan diri karena suasana hatinya sangat buruk. Melihat Naeun saja dia sudah kesal setengah mati apalagi bertemu Taemin. Membuat moodnya makin buruk saja. Tinggal beberapa langkah lagi dia memasuki pintu toilet dia merasakan tangannya di tarik paksa ke bagian belakang gedung.

“Ini aku!” Seru Taemin mendengar pekikann Suzy.

“Lepaskan!” ucap Suzy kasar berusaha memberontak.

“Kita harus bicara…”

“Tidak ada yang harus di bicarakan,” ucap Suzy. “Lepaskan Lee Taemin atau aku akan berteriak.”

“Baiklah, tapi aku perlu bicara denganmu,” ucap Taemin menyerah dan melepaskan tangannya. Dia menatap Suzy yang menatapnya kesal sambil mengeluas tangannya yang di tarik Taemin. “Mian. Apa aku menyakitimu?” tanya sambil menatap tangan Suzy bersalah.

“Kamu selalu menyakitiku Lee Taemin,” ucap Suzy sarkastik.

Taemin menatap Suzy menyesal. “Mian… Aku tidak bermaksud menyakitimu. Kamu tahu ini bukan mauku, aku tidak mencintainya. Aku hanya mencintaimu. Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa.”

“Kamu tidak perlu cemas, aku bisa mengerti. Aku tahu kamu pengecut,” ucap Suzy serak. Entah bagai mana dia masih sakit hati melihat Taemin.

“Suzy, aku sudah mencoba tapi eommaku mengancam dan aku tidak ingin dia menyakitimu.”

“Oh ayolah Lee Taemin, kemarin kamu bilang alasannya karena perusahaanmu akan bangkrut dan sekarang karena khawatir denganku. Kamu memang hanya pengcut yang takut hidup susah,” ucap Suzy sinis.

Taemin diam. Dia harus mengakui apa yang di katakan suzy itu benar, tapi dia juga jujur waktu mengatakan dia khatir dan hanya mencintai gadis di depannya itu.

“Dan sekarang kamu sudah menikahi seorang wanita yang cantik dan kelihatannya baik, aku harap kamu tidak menjadi pengecut dan membahagiakannya.”

“Aku sudah mencoba tapi aku masih tetap mencintaimu.” Ucap Taemin lemah.

“Kamu tidak pantas berbicara begitu pada wanita yang bukan istrimu. Lagipula aku akan menikah. Dan aku jamin dia adalah pria yang sangat bertanggung jawab.”

“Apa kamu mencintainya.”

Suzy diam sebentar. “Ya…aku mencintainya,” ucapnya yakin. “Meski baru bertemu tapi aku yakin dia adalah jodohku. Dan sepertinya aku harus berterima kasih pada ibumu. Kalau bukan karena menjodohkanmu aku tidak mungkin bertemu dengannya.”

Taemin tersenyum lemah menatap Suzy. “Tadinya aku berniat menikahi Sulli dan akan menceraikannya begitu aku punya kekuasaan di perusahaan dan akan kembali padamu lagi kalau kamu mau menungguku. Seandainya kamu masih mencintaiku.”

“Jangan lakukan itu karena kamu benar-benar brengsek jika melakukannya. Dan aku juga sudah tidak mencintaimu lagi. Mungkin aku tidak pernah mencintaimu dan hanya terlena dengan janji manismu,” kata Suzy. “Dan sepertinya aku harus kembali karena sudah terlalu lama di toilet. Aku aka kembali duluan.”

Tanpa menunggu iawaban Taemin, Suzy langsung melangkah buru-buru menuju meja mereka. Melupakan toilet. Tapi saat sampai di meja dahinya mengernyit mendapati hanya Sulli yang duduk di sana.

“Myungso mengantar Naeun karena tiba-tiba Naeun tidak enak badan, asmanya kumat,” ucap Sulli melihat ke datangan Suzy. “Naeun memang lemah dan gampang sakit.”

“Mereka pergi tanpa pamit denganku?” tanya Suzy tidak percaya. Hatinya benar-benar sakit karena merasa tidak di anggap keberadaannya. Ini bahkan jauh lebih sakit dari pada saat di campakkan Taemin.

“Tadinya Myungsoo ingin menunggumu tapi keadaan Naeun benar-benar mengkhatirkan membuat Myungsoo panik dan langsung mengantar Naeun,” ucap Sulli prihatin. Dia bisa mengerti perasaan Suzy. Siapasih yang senang melihat calon suamimu mengantar mantan pacarnya tanpa pamit padamu? Sebagai wanita Sulli bisa mengerti. “Tadi aku sudah berjanji mengantarmu pulang setelah selesai makan.”

Suzy menatap Sulli dengan senyum di paksakan. “Kamu keberatan kalau aku tidak jadi makan dan ingin pulang duluan?”

“Apa kamu yakin? Aku rasa Taemin oppa tidak akan keberatan kalau kami mengantarmu dulu.”

Suzy menatap Sulli dan berhenti bertingkah baik-baik saja karena toh pasti menyadari ekspresinya yang aneh. “ Tidak. Aku hanya ingin sendirian.” Dan tanpa menunggu Sulli menjawab, Suzy melangkah meninggalkan restoran itu tepat saat Taemin kembaki dari toilet. Dan suasana hati Suzy membuat dia merasa tidak perlu berpamitan denganb Taemin.

***

Suzy tidak kembali kerumahnya tapi ke apartemen Myungsoo. Perasaannya tidak tenang karena Myungsoo tak kunjung memberikan kabar bahkan pesan singkat sekalipun. Jadi dia akan menunggu Myungsoo pulang dan meminta penjelasan. Dia tidak peduli jika di katakan posesif dan berlebihan. Tapi diakan calon istri Myungsoo dan tidak suka calon suamimu berduaan dengan mantan kekasihnya.

Apalagi dia adalah mantan kekasih yang membuat myungoso sampai mabuk-mabukan yang kemungkinan belum bisa di lupakan.

Setelah menekan bell berkali-kali dan tidak ada yang membuka, Suzy masuk dengan kunci cadangan yang di berikan Myungsoo. Dan benar saja, Myungsoo belum kembali.

 Apa yang mereka lakukan hingga dia belum pulang?

Meski begitu Suzy sudah bertekad akan menunggu Myungsoo hingga pulang dan meminta penjelasan. Dengan langkah gontai dia berjalan ke arah sofa dan menunggu Myungso dengan berbagai macam pikiran. Tapi hingga Suzy tertidur karena kelamaan Myungsoo tak kunjung datang.

…………

Suzy terbangun dengan leher dan pinggang yang kaku. Bagai mana tidak, dia tertidur dengan posisi duduk di sofa ruang tamu Myungsoo.

Ruang tamu Myungsoo

Kesadaran itu membuat Suzy langsung terduduk tegak. Dia menatap sekeliling dan tidak ada tanda-tanda kehadiran seseorang selain dia. Dan pikiran buruk langsung berhamburan di otaknya. Dengan mencoba berfikir positif dia melangkah menuju kamar Myungsoo dan mendapati kamar itu kosong. Air matanya langsung mengalir begitu saja.

Dia tidak pulang! Berarti mereka menghabiskan malam bersama.

Apakah ini akhir segalanya?

Apakah akhirnya mereka berbaikan dan Myungsoo akhirnya memutuskan mencampakkannya juga. Mengakhiri kebodohannya untuk menikahiku?

Dengan perasaan campur aduk, Suzy meraih ponselnya dan menghubungi Myungsoo hingga telepon yang ke 5 tak kunjung di angkat.

Tentu saja tidak di angkat Suzy! Mereka sedang bersenang-senang dan kamu hanya pengganggu tidak penting.

Dan dengan perasaan hancur, Suzy berjalan meninggalkan apartemen Myungsoo.

Sepertinya semua sudah berkhir!

***

“Ada apa denganmu manis?” tanya Fei melihat ekspresi Suzy yang tidak bersemangat. “Apa ada masalah dengan si tampan?”

Suzy mengangkat bahunya acuh. Dia sedang tidak ingun membahas Myungsoo. Membuat dia ingin menangis meratapi nasibnya.

“Wae? Apa kalian bertengkar?” tanya Fei tidak ingin menyerah. Suzy menggeleng. “Lalu kenapa?”

“Sepertinya hubungan kami akan berakhir,” Ujar Suzy menahan tangis. Suzy memang tidak bisa menahan diri untuk tidak cerita jika Fei sudah bertanya.

Wae?” tanya Fei kaget. Perasaan Suzy baru kemarin berbunga-bunga karena di ajak ke ulang tahun pacar barunya. Kenapa sudah mau putus aja. “ Waeyo…” desak Fei.

Eonni..hiks…hiks,”Suzy lalu menceritakannya sambil menangis. “Bahkan hingga sekarang dia tidak berusaha menghubungiku untuk menjelaskan semuanya.”

“Sudah kamu tenang dulu. Jangan berfikiran yang tidak-tidak. Kalian bicarakan dulu, jangan ambil kesimpulan sembarangan,” nasehat Fei lembut. “Eh si bos datang, lebih baik kamu ubah ekspresimu sebelum di pecat.” Suzy menooeh dan benar saja bosnya sudah datang dengan tampang garang membuat Suzy tidak punya waktu memikirkan Kim Myungsoo lagi karena dia sangat sibuk hari ini. Tapi begitu pulang kerja dan tiba di rumah pikirannya kembali kacau. Merasa kesal sendiri dan merasa butuh penjelasan Suzy memutuskan menemui Myungsoo di apartemennya. Kalau memang harus berakhir, Suzy ingin mendengar dari mulut namja itu sendiri.

………

Suzy menekan bel apartemen Myungso berkali-kali, tapi tak kunjung ada yang membuka. Dia hampir menyerah saat tiba-tiba  mendengar suara berat memanggil namanya.

“Suzy…” Suzy menoleh dan mendapati myungsoo berdiri di belakangnya dengn wajah lelah dan penampilan sedikit berantakan—dan Suzy masih sempat berfikir itu sangat seksi—dan pakaian masih sama seperti terakhir mereka bertemu. Jadi dia belum pulang dari kemarin dari rumah yeoja itu dan aku menunggunya seperti orang bodoh. Memikirkan itu hati Suzy bagai di remas kuat dan dia merasa matanya panas. “Ada apa malam-malam datang ke sini? Oh dan kenapa kamu menangis.” Ujar Myungsoo panik melihat mata Suzy merah dan berkaca-kaca.

Suzy memutar tubuhnya dan menengadahkan kepalanya agar air matanya tidak jatuh lalu kembali menatap Myungsoo. “Tidak apa-apa. Aku ingin bicara.”

“Baiklah, kita bicara di dalam saja,” ucap Myungsoo membuka pintu apartemennya dan menuntun Suzy masuk. “Kamu tunggu sebentar, aku ganti baju dulu, dari kemarin aku belum ganti baju,” Suzy mengangguk mengerti.

Sepeningal Myungsoo, Suzy kembali melamun. Membayangkan apakah hatinya kuat menerima jika ia mengakhiri semua ini. Dia mengakui meski singkat dia sudah jatuh cinta pada Myungsoo. Dan putus cinta dua kali dalam waktu berdekatan bukanlah hal menyenangkan.

Kenapa dia dia selalu tidak beruntung dalam percintaan?

“Apa yang ingin kamu bicarakan sepertinya penting sekali,” ucap Myungsoo yang membuyarkan lamunan Suzy. Dia muncul dengan kaus putih lengan pendek dan juga celan pendek warna coklat gelap.

“Penampilan oppa terlihat berantakan.”

“Eh..aku tidak pulang semalam,” jawab Myungsoo mengamati Suzy. Meski tidak tahu apa, tapi Myungsoo merasa apa yang dikatakan Suzy adalah berita buruk.

Oppa kenapa kamu ingin menikah denganku?”

“Kenapa kamu bertanya hal itu lagi. Kamu sudah tahu jawabannya.”

“Apa oppa masih ingin tetap menikah denganku?”

“Kamu kenapa sih, pertanyaanmu aneh.”

“Jawab saja.” Myungsoo menatap heran Suzy tapi dia jawab juga.

“Tentu saja. Aku sudah berjanji untuk bertanggung jawab, jadi aku akan tetap menikahimu.”

Suzy tersenyum miris. Harusnya dia lega Myungsoo bersedia menikahinya, tapi dia merasa kecewa dengan alasannya. Sampai kapan namja itu mau menikahinya? Sampai dia bosan lalu menceraikannya dan itu pasti akan lebih menyakitkan bagi Suzy. Menikah dengan alasan bertanggung jawab untuk hal yang tidak pasti akan akan membuat Myungsoo menyesal pada akhirnya. Toh Suzy belum tentu hamil. Oh ayolah hamil itu tidak segampang itu, sekali langsung jadi. Meski Suzy menghargsi keperawanan, tapi dia juga wanita modren yang tidak terlalu pusing soal itu. Jadi apa yang di pertanggung jawabkan Myungsoo. Kehamilan yang belum pasti atau keperawanan yang tidak terlalu di pikirkannya?

“Oppa tahu oppa tidak perlu menikahiku jika hanya merasa perlu bertanggung jawab. Aku tidak mempermasalahkannya.”

“Kenapa kamu tiba-tiba berkata begitu? Apa kamu tidak ingin menikah denganku?”

“Bukan begitu!” jawab Suzy cepat. “Hanya saja aku tidak mau oppa menyesal karena menikah denganku dan tidak bisa menika dengan orang yang oppa cintai.”

“Apa maksudmu?”

“Nona Son Naun. Dia gadis yang kamu cintai dan membuatmu mabuk saat itu kan?” Myungsoo terdiam dan Suzy menyimpulkan dia benar. “Aku tidak mau setelah menikah dan oppa menyesal dan akhirnya meninggalkanku apalagi setelah tau dia sudah singgle.”

“Kenapa kamu berfikiran begitu?”

“Karena tadi malam aku tersadar aku tidak pernah ada dalam rencana hidupmu.”

“Kenapa kamu berfikiran begitu?” ulang Myungsoo.

“Tadi malam kamu mengantar pulang Naeun tanpa perlu merasa repot untuk bertanya atau sekedar pamit padaku,” wajah Myungsoo langsung keget karena mengerti akar masalahnya. Dia tahu dia salah, tapi malam itu asma Naeun kumat dan harus cepat mengantarnya ke mobilnya karena inhalaer gadis itu tertinggal di mobilnya dan melihat Naeun yang lemas terpaksa dia mengantarnya pulang hingga tidak sempat pamit pada Suzy bahkan Sulli. Dan yang lebih sial ponselnya menghilang entah kemana. Begitu tiba di rumah Naeun dia mencoba bertanya pada Sulli lewat ponsel Naeun berniat kembali ke restoran tapi katanya Suzy pulang duluan. Dan dia berniat menyusul ke rumah gadis itu kalau dia tidak punya masalah dengan desain yang dia buat dan harus mengerjakannya ulang malam itu bersama timnya karena besoknya sudah harus di kirim untuk memenangkanb tander yang sangat penting dengan nasip perusahaannya. “Bahkan kamu tidak pulang semalam dan tidak memberi kabar. Kamu tahu aku menunggumu semalaman disini seperti orang bodoh dan seharian  masih menunggu kabarmu. Sekarang aku sadar hubungan ini pasti tidak berhasil, sebelum terlalu jauh kita akhiri saja sekarang.”

“Suzy apa yang kamu katakan?!” pekik Myungsoo kaget.

“Aku ingin mengakhiri sebelum terlambat. Dan kamu bisa menikah dengannya.” Ucap Suzy terisak.

“Suzy itu tidak seperti apa yang kamu pikirkan,” ujar Myungsoo meraih tangan Suzy. “Aku memang salah karena tidak menghubungimu semalam, tapi tidak terjadi seperti yang kamu pikirkan.” Myungsoo bingung sendiri kenapa dia jadi takut Suzy membatalkan rencana mereka. Belum lagi dia merasa sesak melihat Suzy menangis.

“Apa yang salah? Kalian bermalam dan kamu melupakanku,” ucap Suzy serak. Rasanya lebih menyakitkan dari pada saat di campakkan Taemin. Kalau dulu rasa kecewa dan di permainkan mendominasi. Kalau sekarang dia benar-benar merasa hatinya patah. “Kamu masih mencintainya kan?”

“Tidak!” pukik Myungsoo tegas membuat Suzy menatap Myungsoo kaget. Namja itu melepas tangan Suzy dan meraih wajah cantik itu agar menatapnya. “Dengar ya! Kamu salah paham…”

“Aku memang mengantar Naeun ke mobilnya karena asmanya kumat dan karena dia merasa pusing dan lemas dia memintaku mengantarnya sekalian pulang dan saat menghubungimu ponselku menghilang dan aku berniat menyusulmu kerestoran tapi kata Sulli kamu sudah pulang. Aku berniat ke rumahmu tapi ada masalah di kantor yang memaksaku lembur dan buru pulang tadi. Maaf tidak sempat menghubungimu tapi aku tidak bermalam bersama Naeun dan juga tidak peenah melupakanmu. Kamu bisa menanyakan dengan karyawanku di kantor. Tadi rencanya setelah mandi aku akan kerumahmu. Aku juga sudah tidak mencintainya lagi dan tidak berniat membatalkan pernikahan ini.”

“Kamu tidak mencintainya lagi? Benarkah?” tangis Suzy reda dan perasaan lega langsung menghampirinya.

“Ne. Jadi jangan berfikiran macam-macam.”

“Tapi kalau ponselmu hilang dari mana kamu tahu ada masalah di kantor?”

Myungsoo mengacak rambut Suzy gemas. “Aku menghubungi asistenku untuk mencarikan aku ponsel baru lewat ponsel Naeun dan sebelum aku mengutarakan maksudku dia sudah mengomel tentang masalah di kantor dan telepon yang tak kunjung ku jawab. Dan aku tidak hapal nomormu untuk memberi kabar atau aku tidak mengenal seseorang yang mengenalmu.”

“Tapi aku tetap tidak ingin melanjutkan hubungan ini hanya karena kamu merasa bertanggung jawab. Kamu bisa menghentikannya sekarang,” ucap Suzy mantap meski dia beharap Myungsoo tidak membatalkannya.

“Apa kamu ingin mengakhiri semua?” Suzy menggeleng. “Lalu kenapa kamu berkata begitu?”

“Aku tidak ingin hubungan ini berdasarkan keterpaksaan,” ucap Suzy. “Aku ingin kamu…”

“Siapa bilang aku terpaksa?”

“Kamu tidak terpaksa?”

Myungsoo tersenyum dan mengelus pipi Suzy lembut dan menatap matanya hangat membuat wajah yeoja itu bersemu. “Mungkin awalnya aku menjalin hubungan ini karena merasa perlu bertanggung jawab karena ini yang pertama bagimu, tapi sepertinya alam sadarku berkata begitu karena aku ingin memilikimu. Sejak pertama aku sudah tertarik padamu. Aku menyukaimu…ah tidak aku mencintaimu,” myungsoo mengecup wajah Suzy kilat. “Dan aku benar-benar ingin menjadikanmu milikku. Seutuhnya.”

Wajah Suzy sudah semerah kepiting rebus sekarang dan jantungnya? Jangan tanya kenapa, karena Suzy merasa pikirannya kosong dan tidak bisa merasakan apapun selain sentuhan Myungsoo yang lembut.

Kim Myungsoo mencintaiku! Kim Myungsoo mencintaiku! Kim Myungsoo mencintaiku! Kim Myungsoo mencintaiku! KIM MYUNGSOO MENCINTAIKU!!!

“Tapi bagaimana dengan Naeun?”

Myungso kembali mengcup bibir Suzy membuat yeoja itu sesak nafas. “Aku tidak pernah mencintainya. Mengagumi karena dia memenuhi standar yeoja idealku tapi hanya di situ saja. Aku mabuk bukan karena sakit hati tapi lebih ke marah karena di hianati dan di permainkan. Harga diriku sebagai pria terhormat rusak, bukan seperti seseorang?”

“Apa kamu kecewa tidak akan  menikah dengan yeoja idealmu?” kesal Suzy sambil merenggut.

“Tentu saja tidak, karena kamu adalah wanita yang kubutuhkan untuk melengkapi hidupku. Tulang rusukku,” ucap Myungsoo langsung meraup bibir Suzy dengan lembut.

“Saranghae Bae Suzy. Jeongmal saranghae.”

“Nado. Jeongmal saranghae oppa.”

END

Maaf ya, lama ngepost. Aku lg kena musibah, jd g bs OL sama sekali. Ini ff sdh aku ganti alurnya byk bgt soale adegan dewasa sdh aku hapus krn aku g mau PW soale aku g py wktu buat jawab PW krn tyt repot bgt aku hrs OL TERUS. Sementara 2/3 bln ke depan aku g bs ol.

Dan utk part sebelumnya Pwnya tgl & bln post Pwnya. Jd kalian liat aja tglnya n bolak-balik antara tgl n bln.

Ntar kl keadaanku membaik, aku bakal post yg asli ygvada rating dewasanya.

Jd krn  byk alur yg aku hapus dan ganti mgkin byk kata-kata dan alur yg aneh dan tdk nyabung. Harap ngerti ya…

 

 

Advertisements

65 thoughts on “[MYUNGZY] JEONGMAL SARANGGGHAE Part 3-End

  1. betul khan perasaan aq hehehe pass lht namanya naeun uda ngak enak . . dasar penganggu . .
    ffnya kereenn thort

  2. Aahh pdhal seru loh ini thor klo dibuat jdi NC….
    Tpi gak apa..tetep seru kok….
    Mskipun konfliknya lebih bnyak disini….hahaha joha thor…

  3. Akh,,,,,,,awl’y sesek tp ijung’y manis bmgt,,,.,
    Keren authornim,,,,,
    Q ru nemu blog ni,,,,,
    Langsung bc part 3 jg,,,,,,
    Keren bngt,,,,
    Izin bc ne authornim,,.,

  4. aku kira myung ninggalin suzy karna dy mih ska ma naeun., trnyata ga
    HAPPY ENDIIIING 😀
    DAEBAAAAAAKKKK
    aku blum bca part 1nya n aku pingin bca. jebal ksih aku pwnya aku dh inbox k fb min. jebal bales ne

  5. Kirain, myung bakalan balik lagi sama naeun. Ternyata gak, itu cuman kesalahpahaman. Happy Ending 🙂
    Author jjang
    Myungzy jjang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s