FALL Part 2

FALL

Author : Ririn

Cast:  Bae Suzy

Kim Jong-in/ KAI

Kris EXO

Oh Sehun

Luhan

Chanyeol

Genre: School. Romace. Comedy( a little)

PG: 13+

Leght : chapter

Cerita ini hanya fiktif belaka dan terinspirasi dari drama Korea yang aku tonton. Cerita ini murni hasil pemikiranku(maknya absurd) tapi untuk Castnya cm pinjam nama aja. Maaf jk ceritanya aneh dan byk Typo, krn saya memang masih amatiran.

========================================================================

Part 2

Jika di adakan Survey di SMA Hanyoung saat ini untuk kategori Hot New Star, mungkin Bae Sooji adalah pemenangnya.

Bagai mana tidak? Hanya dalam satu hari, dari yang tidak ada yang menyadarinya, tiba-tiba saja dia menjadi sangat populer di seantro sekolah dan menjadi orang yang paling di cari—paling ingin tahu yang mana orangnya—di sekolah. Tapi karena memang pada dasarnya tidak ada yang mengenal Sooji, gadis itu malah semakin terkenal karena terkesan misterius.

Siapa coba yang tidak penasaran dengan yeoja yang menjadi kekasih Kai, namja yang paling di inginkan di sekolah—sama besarnya dengan si es batu Kris—dan juga yeoja yang berani-beraninya menumpahkan sampah pada seorang Kim Jong-in anggota Wolf. Pasti hanya gadis sinting!

Dari mulai yang anak kelas satu hingga kelas tiga sibuk berkerumun membicarakan Bae Sooji. Mulai yang pintar hingga bodoh, yang tampan hingga jelek. Dan kepopuleran Sooji semakin menanjak cepat kala WAGW—Wife And Girlfrien Wolf—yang terkenal tidak kalah menakutkan dengan Wolf karena siapapun yang berani menggoda para anggota Wolf akan mereka bully, tiba-tiba saja mendatangi yeoja itu dan mengajaknya bergabung.

Memang siapa sih si Bae Sooji itu? Sehebat apa sih dia?

Pertanyan itu terus saja berkumandang di penjuru sekolah sejak tadi pagi saat Sooji tidak sengaja menumpahkan sampah ke Kai. Dan nama Bae Sooji adalah yang paling sering di sebutkan sepanjang hari ini. Lihat saja saat ini saat Kai kembali berteriak dan mencari Sooji.

“DIMANA BAE SOOJI!!”

Sontak semua mata menoleh ke arah pintu kelas Sooji dan melihat genk Wolf yang berdiri di sana dengan Kai yang paling depan menatap ke seluruh ruangan. Kris yang memasang muka bosan, Sehun dan Luhan memasang muka songong menakut-nakuti murid yang lain dan Chanyeol seperti biasa yang selalu tebar pesona.

Kristal, Sulli dan Eunji yang tadi mengeliling Sooji juga ikut menoleh. Dan senyum ceria mereka saat menyambut Sooji semakin lebar ketika melihat pujaan hati mereka, tapi hati berbunga-bunga mereka itu berbanding terbalik dengan suasana hati Sooji yang ketakutan dan mulai meluncur perlahan ke bawah meja berharap Kai tidak menyadarinya.

Tapi terlambat!

Kai sudah melihatnya dan menatapnya garang.

“OPPA!!”

Baru saja Kai hendak melangkah mendekati Sooji, dia sudah di kagetkan oleh teriakan paling menyebalkan baginya. Siapa lagi kalau buka ketiga gadis centil yang mengaku kekasih sahabatnya dan selalu membuntuti mereka kemanapun.

Sehun, Luhan, Chanyeol yang tadi sibuk dengan aksi mereka tidak menyadari kehadiran ketiga yeoja cantik itu langsung menoleh dan memasang wajah paling suntuk yang mereka bisa tampilkan.

“Kenapa ketiga nenek sihir itu di sini? Merekakan jurusan seni bukan jurusan satsra,” bisik Sehun pelan pada ketiga temannya.

“Molla,” jawan Luhan pasrah.

Chanyeol yang tadi sibuk memasang wajah paling kerennya dan paling bersinar ikut muram dan berhenti tebar pesona pada yeoja-yeoja sekitarnya kalau dia tidak mau jadi korban ketajaman kuku Eunji. Dan yang paling buruk, Wajah tampannya yang menjadi sasaran Eunji.

Tidak memperdulikan nasib ketiga temannya yang malang yang sedang berusaha menghindar dari ke tiga wanita itu, Kai melangah mendekatai Sooji yang sedang bersembunyi di bawah kolong meja.

“NOE! BERDIRI!”

Bentak Jong-in membuat jantung Sooji melompat dari tempatnya. Dia menatap Jong-in dan menyegir kuda berharap senyumnya itu dapat meluluhkan hati Jong-in. Tapi sepertinya tidak ada gunanya.

“BERDIRI!”

Bentak Jong-in sambil menendang meja Sooji membuat Yeoja itu mengaduh ketakutan.

“Ehh…Jong-insi mian. Aku sedang mencari bulpenku yang jatuh. Apa ada yang bisa aku bantu..”ujar Sooji manis sambil keluar dari kolong mejanya.

PLETAK1PLETAK! PLETAK!

“Ada apa ini ribut-ribut!” belum sempat Jong-in membuka suaranya, seorang guru memasuki kelas itu sambil memukul pintu dengan penggaris kayu. “Kenapa kalian semua berdiri di sini!”

Sontak para murid yang berkerumun di kelas itu langsung berlari berhamburan ke tempat masing-masing membuat Sooji lega. Seumur Sooji hidup baru kali ini dia sesenang itu melihat seorang guru memasuki kelasnya.

“Kim Jong-in, Kris Wu, Oh Sehun, Xi Luhan, Park Chanyeol, Jung kristal, Jung Eunji dan Coi Sulli kenapa kalin masih di sini? Bukankah kalian dari jurusan seni?” bentak guru itu karena mereka ber delapan yang tak kunjung meninggalkan kelas Sooji.

“Aku tidak peduli siapa orang tua kalian. Aku paling tidak suka…”

“Silahkan lanjutkan mengajarnya. Aku hanya perlu dia,” potong Kai sambil menyeret kerah belakang baju Sooji seperti menyeret hewan.

“KYAA!! Kamu tidak bisa membawa muridku begitu saja!”

Tapi percuma, karena Kai sudah berlalu dari kelas itu sambil menyeret Sooji di ikuti teman-temannya yang masih saja di gandeng para WAGW.

“Lepaskan…aku ada kelas!” ronta Sooji. Berharap tiba-tiba ada malikat yang mampu membuat hati Kia tiba-tiba berubah.

“Diam! Kali ini aku tidak akan melepaskanmu. Akan aku perlihatkan siapa Kim Jong-in yang sebenarnya.”

Kalimat Jong-in yang dia ucapkan dengan nada tajam itu mampu membuat Sooji, terdiam kaku. Dia pikir mimpi buruknya hari ini sudah berakhir tapi sepertinya dia salah.

“Kalau kamu berani berurusan dengan Kim Jong-in, hidupmu tidak akan pernah bisa tenang lagi,” tambah Jong-in membuat bulu kuduk Sooji berdiri tegak karena ketakutannya malah di pertegas Kai.

“Ta…ta…tapi ini sedang pelajaran. Nanti aku kena hukum,” racau Sooji susah payah karena Jong-in masih menyeret kerah bajunya. “Aku tidak seperti kalian yang bisa bolos pelajaran se enaknya.”

“Itu bukan urusanku! Siapa suruh kamu berani-beraninya cari masalah denganku dua kali hari ini!”

“Ne? Du..dua kali?” tanya Sooji heran. Memang apalagi kesalahan yang dia perbuat.

“Ne. Dua kali!” bentak Jong-in dan langsung mendorong Sooji begitu mereka tiba di ruangan wolf. “Berani sekali kamu memberiku baju yeoja! Apa terlihat seperti seorang yeoja?!”

Teriakan Jong-in barusan membuat Sooji melupakan  sakit di pinggulnya akibat Jong-in mendorongnya ke kursi yang ada di ruangan itu.

“Ne? Pakaian yeo…Omo!” pekik Sooji begitu menyadari ke salahannya.

Saat dia pergi ke UKS dia memang tidak melihat baju yang di ambil. Dan dia baru sadar biasanyakan di UKS memang hanya tersedia pakaian yeoja karena itu khusus di sediakan bagi yeoja yang sedang halangan dan tembus sebagai ganti. Biasanya kalau untuk namja harus di beli di koperasi sekolah.

Menyadari kesalahan fatal yang dia buat, Sooji hanya mampu menunduk ketakutan.

Matilah kamu Bae Sooji!

Batinnya dalam hati.

“Omo! Kamu memberikan baju yeoja pada Jong-in?” tanya Eunji semangat. “Wahhh Daebak!”

“Harusnya tadi kami di sini melihatmu memakai pakaian yeoja. Wah Kyopta!” Sulli ikut-ikutan terkikik bersama Eunji.

“Oaahhh,” guman Kristal kagum. “Oppa kenapa kamu tidak mengabadikannya untukku. Beruang afrika menggunakan rok…jincha daebek,” rengek Kristal pada Sehun yang hanya  bisa merenggut karena Kristal terus bergelayut di lengannya.

“Diam kalian!” bentak Jong-in pada ke tiga yeoja yang mengikuti mereka karena mereka tertawa terbahak-bahak. Tapi dasar ke tiga yeoja itu tidak mengenal takut, ekpresi kesal Kai malah membuat mereka semakin terbahak.

“Mianhae….aku benar-benar tidak tahu…”ucap Sooji pelan.

“Cieh…kamu pikir aku akan kasihan melihat ekspresimu itu!” bentak Kai lagi. “Akan aku buat kamu menyesal mengenal Kim Jong-in dan…”

“Ya…Hitam bagai mana bisa kamu memperlakukan pacarmu begitu!” bentak Kristal mengintrupsi Kai yang hendak menarik kerah baju Sooji.

“Berhenti menyebutnya pacarku! Aku bukan pcarnya!” kesal Kai karena dari tadi orang-orang sibuk merecokinya tentang pacar. Apa mereka pikir selera Kai se rendah begitu. Levelnya sangat tinggi.

“Kamu menyebutnya pacarmu di depan umum. Semua orang mendengarnya. Benarkan oppa..” ujar Eunji manja pada Chanyeol.

“Berhenti memanggilku oppa. Kita seumuran,” ujar Chanyeol muram. Wajahnya yang selalu berbinar selalu hilang jika berada di dekata ke tiga yeoja aneh—Kristal, Sulli, dan Eunji—yang selalu menyebut dirinya pacarnya.

“Eiss…”guman Eunji kesal dan langsung mengetek kepala Chanyeol membuat namja itu kembali merenggut.

“Aiss…kalain berisik. Labih baik kalian pergi dari sini. Lee saem akan senang melihat kalian yang mencintai pelajarannya. Ini urusanku dengan dia,” usir Kai.

“Andwe! Kami tidak akan membiarkanmu berduaan saja dengan anggota baru kami. Kami tidak percaya denganmu!” tolak Kristal mentah-mentah.

“Ne! Dia personil baru kami. Dan motto kami adalah “Satu untuk semua dan semua untuk satu’” tambah Sulli yang melipat tangannya di dada dan menatap Kai angkuh.

“Kalau Sooji dalam bahaya, kami juga harus ikut membantu,” Eunji tidak mau kalah.

“Aku tidak ada uruan dengan kalian. Urusanku dengan yeoja ini, jadi lebih baik kalian pergi,” Ujar Kai pusing dan mengibas-ibaskan tangannya.

Dia lalu menatap Sooji kembali, “Hmmm…karena berani membuat masalah denganku. Mulai hari ini kamu akan melakukan apa yang ku perintahkan. Dan yang pertama kamu lakukan berjalan jongkok sambil berkata ‘Aku menyesal telah membuat masalah pada Kai yang tampan dan karis matik dan akan menuruti semua perkataannya sebagai bentuk penyesalanku’ sampai aku berkata berhenti.”

“Mwo?” pekik Sooji mual. Di hukum berjongkok saja dia sudah ngeri, apalagi harus mengucapkan kalimat menjijikan begitu.

“Ueeekkk!”

Kai menatap tajam pada semua teman-temannya yang memasang wajah jijik, kecuali Kris yang sedari tadi hanya duduk mendengarkan musik lewat headphonenya sambil menutu mata.

“Tampan dan karismatik?” bisik Luhan pada Sehun dan Chanyeol dengan jijik. “Yang benar hitam dan bodoh,” tambahnya membuat ke tiganya terkiki geli.

“Apa yang sedang kalian lakukan? Kalian sedang menciumku!” pekik Kai kesal membuat yang lain melongo kaget.

“Najis!” pekik Kristal, Sulli dan Eunji bersamaan. “KKami sedang tertawa bukan menciummu,” gerutu Eunji kesal.

“Maksudnya mencibir, bukan mencium,” ucap Luhan memebenarkan. Memang hanya Luhan dan Kris yang biasanya memahami maksud Kai yang suka salah bicara. Berhubung Kris pelit bicara dan sedang asik dengan dunianya hanya Luhan biasanya yang memebnarkan. “Kalian menegrtilah seperti apa dia.”

Kai memang yang tidak pernah mengakui kesalahnnya tidak memperdulikan mereka dan menatap Sooji tajam.

“Kenapa masih duduk! Atau kamu mau aku mengganti hukumanmu menjadi berjalan jongkok mengelilingi sekolah?!” bentak Kai lagi.

Sooji yang kaget langgsung menggeleng kuat-kuat. Berjalan berjongkok di ruangan ini sudah melelahkan apalagi harus berjalan jongkok mengelilingi sekolah ini. Dia bisa pingsan. Belum lagi sehabis sekolah dia harus bekerja sambilan.

“Yak! Kamu tidak bisa memperlakukan Sooji begitu! Diakan yeoja Cingumu!” protes Kristal kesal.

“Sudah ku bilang itu urusanku! Lebih baik kamu kembali ke kelas, sebelum aku lebih kesal lagi!”

“Andwe! Oppa kenapa kamu diam saja…ayo bantu selamatkan Sooji. Dia bisa pingsan kalau harus berjalan jongkok. Kamu tidak lihat tubuhnya yang kurus dan lemah begitu,” rengek Kristal pada Sehun.

Sehun langsung mendelik.

“Kenapa aku harus membantunya. Dia bukan siapa-siapaku…dan kami sudah bisa melakukan itu pada orang-orang.”

“Tapi dia nggota baru geng kami. Dia sekarang temanku. Teman istrumu!” rengek Kristal lagi.

“Yak! Sejak kapan kamu jadi istriku?!” Protes Sehun ngeri. “Berhenti menyebut dirimu sebagai istriku!”

“Wae? Kitakan sudah di jodohkan dan akan segera menikah saat lulus sekolah.”

“Andwe! Aku menolak keras. Jadi lepaskan tangaku!” ujar Sehun dan berusaha menghindar dari Kristal.

Bukan hanya Kristal yang merengek, tapi Sulli dan Eunji juga melakukan hal yang sama. Tapi para namja itu menolak dan malah sibuk menghindari mereka itu sehingga ruangan itu jadi sangat riuh membuat Kris merasa terganggu.

Sulli dan Kristal memang di jodohkan dengan Luhan dan Sehun. Kedua yeoja itu langsung aja girang mengetahui mereka di jodohkan pada namja pujaannya, tapi tidak dengan kedua namja imut itu. Mereka meresa terganggu dengan tingkah Sulli dan Kristal yang terus membunti mereka dan merecoki hidup mereka. Setiap mereka membentak ke dua yeoja itu agar jangan mendekati mereka maka mereka akan menangis histeris dan melapor pada orang tuanya. Ujung-ujungnya Sehun dan Luhan yang kena marah orang tua mereka. Jadi yang ereka bisa lakukan hanya pasrah pada keadaan.

Berbeda lagi dengan Eunji dan Chanyeol.

Awalnya namja yang suka tebar pesona itu hanya mendekati Eunji untuk membuktikn pesonanya. Tapi siapa yang sangka Eunji akan merespon Chanyeol begitu serius dan langsung mendeklarasikan Chanyeol menjadi kekasihnya. Awalnya Chanyeol tidak ambil pusing karena sudah banyak korbannya yang terlalu terobsesi. Tapi siapa yang menduga di balik tubuh mungil dan lucu Eunji tersimpan kekuatan yang sangat besar, sehingga setiap yeoja yang dia dekati akan berakhir dengan luka akibat ulah Eunji di bantu Sulli dan Kristal—yang memang bersahabat sejak dulu—dan Chanyeol juga sering jadi sasaran Eunji saat dia melakukan hobynya tebar pesona. Jadi Chanyeol sekrang tidak bisa menyalurkan hobbynua dengan leluasa.

“Kris oppa, kamu juga batu aku. Jangan biarakan si hitam itu melukai temanku,” rengek Kristal pada Kris yang hanya menatap mereka bosan. “Si hitam itukan biasanya menurut padamu,” rengeknya lagi sambil menggoncang-goncangkan Kris.

Krsi hanya menatap Kristal malas seolah berkata ‘Itu bukan urusanku dan jangan ganggu aku’ membuat Kristal makin kesal.

“Aku akan melaporkanmu dan kamu pada ajhuma dan ajhusi karena membuatku kesal!” tunjuk Kristal kesal pada Kris dan Kai. “Mereka kan sudah menyuruh kalian untuk menjagaku dan tidak membuatku sedih!” pekik Kristal lagi membuat Kai menatapnya kesal. “Kamu juga akan aku laporkan!” tunjuk Kristal pada Sehun, membuat namja imut itu melototkan matanya.

“Wae? Aku tidak melakukan apa-apa!” Protes Sehun.

Kristal, Kris dan Kai memang sepupu. Ibu mereka bertiga memang kakak adik dan berhubung mereka bertiga anak tunggal dan Kristal satu-satunya yeoja dia sangat di manjakan dan di perlakukan seperti anak kandung oleh ibu Kai dan Kris. Makanya dia yang paling berani pada Kai dan bisa bertingkah semaunya sendiri.

“Kamu akan aku laporkan pada Ajhusi!” Bentak Sulli pada Luhan membuat namja itu mengerucutkan bibirnya dan menatap Sulli kesal.

“Dan kamu juga!” Eunji tidak mau kalah membuat Chanyeol mendelik.

“Laporkan saja memang kamu mengenal orang tuaku!” ucap Chanyeol sambil meleletkan lidahnya pada Eunji.

Eunji tampak berfikir. “Tidak juga. Aku hanya ikut-ikutan mereka saja,” ujarnya polos.

Sooji sedang duduk di kursinya hanya diam melihat kegaduhan itu. Dia sebenarnya sedang bingung dengan apa yang terjadi dan cukup takjub melihat namja-namja yang di luarnya begitu menakutkan dan arogan itu bisa takut dan tunduk pada ketiga yeoja manis dan anggun itu. Tapi apapun itu, dia bersyukur dan berharap mereka terus sibuk berdebat sehingga melupan keberadaannya dan hukumannya.

“Ais…Kai lebih baik, kamu lepaskan yeoja itu. Aku pusing melihat dia,” ujar Luhan akhirnya karena dari tadi Sulli sibuk berteriak-teriak di kupingnya. “Lama-lama aku bisa tuli.”

“Ne…kamu mau sahabatmu yang paling tampan ini berakhir di rumah sakit?” tambah Chanyeol karena dari tadi Eunji sibuk mencakarnya dan menarik rambut Chanyeol yang dengan susah payah di tatanya.

“Kamu mau aku berakhir jadi gelandangan,” timpal Sehun. “Terakhir dia merengek dan Eommaku tahu, eomma mengancamku akan di coret dari daftar keluarga kalau membuatnya kembali kesal,” ujar Suhun dengan muka paling melas.

“Barisik!” pekik Kris akhirnya karena sudah tidak tahan. “Neo…kenapa masih di situ? Sana pergi. Kamu membuat tempat ini jadi seperti pasar. Aku tidak bisa tidur!” Ujar Kris menatap Sooji membuat suasana ruangan itu langsung hening.

“Ne…Aku boleh pergi?” tanya Sooji tidak percaya. “Aku tidak perlu menjalani hukumannya?”

Kris menatapnya tajam membuat Sooji langsung tertunduk takut. Dia takut menjadi batu kalau terus menatap mata dingin Kris. “Apa kamu tuli! Aku tidak suka orang yang banyak tanya! Lebih baik kamu pergi dari sini sekarang sebelum aku berubah pikiran dan malah menghajarmu agar tidak menjadi biang keributan. Kamu menggangguku!”

Sooji langsung menelan ludah begitu mendengar kaliamt Kris. Tanpa berfikir lagi dia langsung berlari meninggalkan ruangan itu. Kai memnag menakutkan dan mengerikan tapi tatapan mata Kris selalu membuat Sooji lebih merinding dan menggigil.

“Ne..gamsahamida.” ucap Sooji dang langsung berlari.

“Ya…Es batu. Dia itu milikku! Kenapa kamu mengusirnya begitu aja, kamu tidak boleh ikut campur,” Kesal Kai karena mengusir tawanannya. Hilang sudah hiburannya hari ini.

“Tapi dia menggangguku dan aku tidak suka, yeoja ini merengek ters,” ujar Kris datar menunjuk Kristal. “Aku mau tidur jangan ada yang berisik!”

“Aiss…Jincha. menyebalkan!” gerutu Kai dan langsung melepar benda yang ada di dekatnya.

“Wwahh…Kris kamu memang sepupuku yang paling baik. Tidak seperti beruang Afrika itu,” ujar Kristal berbunga-bungan sambil memeluk Sehun dan membuat namja itu mendengus kesal.

“Hari ini Es batu itu benar-benar menakjubkan,” komentar Luhan. “Sudah berkali-kali dia berbicara panjang pada orang lain.”

*****

Sooji menghela nafasnya kesal. Begitu bel sekolah berbunyi, dia langsung berlari menggalkan sekolah sebelum Geng Wolf maupun para kekasih mereka menemukannya. Dia merasa hidupnya menjadi begitu berisik dan dia ingin menenangkan diri dulu di apartemennya sebelum dia bekerja sambilan.

“Hah! Membolos kerja di sekali tidak masalah…aku ingin menenangkan pikiran dulu,” guman Sooji pada dirinya begitu dia tiba di apartemennya dan langsung berbaring di temapat tidur tanpa berganti pakaian. Tidak sampai lima menit dia sudah langsung tertidur pulas. Mungkin karena kelelahan. Padahal biasanya dia bisa bekerja sampai jam dua belas malam tapi dia tidak pernah selelah itu.

TING TONG TING TONG!

Sooji terbangun karena mendengar suara bel yang terus saja berbunyi itu. Dia membuka matanya dan melihat jam menunjukkan jam empat Sore.

“Hah! Aku tertidur dua jam tapi kok rasanya baru lima menit ya!”

TING TONG TING TONG!

“Ia…sebentar!” pekik Sooji berusaha mengumpulkan kesadrannya sebelum mendekati pintu. “Siapasih yang bertamu tidak sabaran begitu,” gerutunya. “Apa Soohyun oppa? Tapi bukannya dia masih di rumah sakit jam segini?”

Dengan langkah malas Sooji berjalan ke arah pintu dan membuka pintu.

“Kalian!”

“Annyeong Cinguah” pekik Sulli, Kristal dan Eunji berbarengan dan langsung menerobor apartemen Sooji tanpa ijin.

“Mau apa kalain ke sini? Dari mana kalain tahu rumahku?”

“Kami merindukanmu dan ingin mengajakmu hang-out. Dan kami tahu segalanya tentang kamu,” Jawab Eunji cepat.

“Omo!” pekik ketiganya langsung begitu masuk ke rumah Sooji. Sooji mengerutakan kening melihat apakah ada yang salah dengan apartemennya.

“Apa ini rumahmu?” tanya Eunji takjub.

“Ne…” jawab Sooji ragu.

“kamu tinggal di sini?!”

“Ne…”

“Astaga. Kami sudah tahu kamu miskin. Tapi kami tak menyangka kamu semiskin ini,” ujar Sulli sambil mengamati apartemen kecil Sooji. Sooji hanya mendengus dalam hati. “Apa ini bisa di sebut rumah? Kamaranya bahakan tidak ada.”

“Omo! Apa ini kamar mandinya? Bagaimana kamu bisa mandi di sini,” komentar Kristal entah sejak kapan memaskuki kamar mandi Sooji yang hanya muat satu orang.

“Bahkan kamar mandiku jauh lebih besar dari kamar apartemnmu ini. Apa kamu tidak sesak nafas tinggal di sini? Sofanya bahkan tidak ada.”

Sooji hanya menggerutu dalam hati. Apa ke tiga yeoja ini datang ke mati hanya untuk mengkritik dan melihat seberapa melaratnya dirinya?

“Kami harus duduk di mana? Aku tidak pernah duduk di lantai,” celetuk Kristal yang sudak keluar dari kamar mandi Sooji.

Sooji mendesah pelan. “Apartemen ini sudah sesak tanpa sofa. Jadi kalau aku harus menambahkan sofa, mungkin aku tidak akan muat untuk masuk,” ucap Sooji kesal. Meski dia sadar dia miskin, tapi di kritik terang-terangan di depannya membuat dia kesal juga. “Kalau kalain mau duduk, kalain duduk di situ saja,” tunjuk Sooji pada kasurnya yang tergeletak di lantai tanpa kayu tempat tidur.

Ketiganya hanya bertatapan ngeri dan kembali menatap Sooji tidak yakin. “Kalau kalain tidak mau, lebih baik kalain berdiri saja.”

“Arraso, kami akan duduk,” sahut Sulli yang di ikuti oleh Kristal dan Eunji.

“Ada perlu apa kalain ke sini?” tanya Sooji kemudian duduk di lantai menghadap ke tiga yeoja kelas atas yang duduk berjejer di kasurnya.

“Kami mau mengajakmu jalan-jalan,” ujar Euji. “Kitakan sekarang cingu….jadi kita harus selalu bersama.”

“Mian, aku tidak punya waktu untuk begituan. Satu jam lagi akuharus kerja sambilan dikafe,” Jawab Sooji.

“Aiss…mana bisa begitu. Kamukan sudah resmi masuk ke grup kita, jadi kita harus merayakannya.”

“Miahae…tapi aku tidak bisa masuk grup kalian. Aku harus bekerja, kalau tidak aku tidak akan bisa makan,” ujar Sooji jujur. “Hidupku sudah terlalu rumit tanpa di tambah kalian.”

“Aiss…mana bisa begitu. Kamu sudah resmi masuk dan tidak bisa keluar lagi. Dan kamu ingat motto kita kan?” tanya Sulli.

“Satu untuk semua dan semua untuk satu!” pekik Sulli, Eunji dan Kristal bersamaan.

“Jadi kalau kamu kesusahan kami juga akan membantumu,” tambah Eunji. Sooji hanya dia menunggu kelanjutan cerita mereka. lebih tepatnya karen tidak beri waktu untuk berbicara.

“Karena itu…kami juga akan memutuskan ikut kerja sambilan bersamamu!”Ujar Kristal riang seolah mereka akan melakukan hal yang sangat menyenangkan.“Kami akan ikut bekerja bersamamu dan membantu agar kamu mendapat uang lebih banyak!”

“Mwo?!” pekik sooji.

“Kan besok jumat dan besok hari pertemuan kita. Jadi kami membantumu agar besok kami bisa ijin kerja, tapi gajimu tidak di potong. Makanya kami memutuskan ikut bekerja untuk mengganti besok.”

“Mwo?!”

“Kajja Cinguah…kami sudah tidak sabar  bekerja di kafe. Pasti menyenangkan,” ujar Eujin menari tangan Sooji.

“Kami bahkan berdandan khusus agar bosmu mau menerima kami,” Tambah Sulli.

Sooji mendelik. Mana mungkin mereka bisa bekerja di kafe dengan pakayan seperti mau ke pesta begitu. Mereka bertiga menggunakankan minidres dan juga sepetu High heels—oh Sooji lupa menyuruh mereka melepaskan sepatunya ketika masuk—yang sangat tinggi begitu. Dan yang benar saja, ke tiga tuan putri itu mau menemaninya bekerja. Bukannya membantunya, Sooji yakin dia akan dia akan langsung di pecat seketika.

Arghh hidupku benar-benar sudah berantakan! Pekik Sooji dalam hatinya.

TBC

Advertisements

53 thoughts on “FALL Part 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s