Sehun Michigetda part 5

HunZy

Author : Ririn

Genre : Romance-Comedy

Leght : Chaptered

PG    : 13+

Cast : Oh Sehun

Bae Suzy

Kim Jong-in

Lee Taemin

And Others

Ini ff GJ, dan Cuma iseng2 nyolong idenya sesorang. Maaf ya kl aneh bin ajaib, maklum ini Genre yg pernah aku coba, mudah-mudahan ada yang suka. Ohh Typo bertebaran dimana-mana…

========================================================================

Part 5

Author POV

“Aku mau pesan Greentea bubble with pudding,” kata Sehun pada pelayan yang menulis pesanannya. “Hmmm…sama Choco lava pancake,” tambahnya lalu tersenyum manis pada yeoja manis yang jadi malu-malu saat Sehun memberikan senyum terbaiknya.

“Aku pesan Strawberry Yakult Smoothies dan Sandwich” ujar Suzy begitu sang pelayan itu bertanya padanya. “Kamu sering datang ke sini ya?” tanya Suzy lembut pada Sehun begitu sang pelayan berlalu.

Sehun mengangguk bersemangat.

“Kalau aku ada waktu aku pasti ke sini.”

“Kalau begitu kamu pasti sangat menyukai Bubble tea ya,” ujar Suzy.

“Tentu saja…,”Jawab Shun. “Tapi aku lebih menyukai dokter dari pada Bubble Tea,” tambahnya malu-malu.

Suzy tersenyum geli melihat ekpresi malu-malu Sehun. Kalau di lihat sekilas orang-orang akan mengira Suzy sedang jalan dengan adiknya karena melihat wajah imut dan kekanakan Sehun meski tubuh Sehun menjulang, tapi mereka sebenarnya semuran.

Obrolan mereka sedikit tertahan sebentar karena pelayan yang tadi kembali datang mengantar pesanan mereka.

“Ini Greentea bubble with pudding dan Choco lava pancakenya. Saya memberi anda lebih banyak puddingnya,” ujar pelayan wanita yang Suzy tebak masih sekolah dengan sedikit genit pada Sehun. Suzy hanya geleng-geleng saat yeoja manis itu meletakkan pesanan Suzy begitu saja dan tersenyum ramah pada Sehun. “Ini nomer ponselku kalau kamu membutuhkan yang lain,” tambah yeoja itu meyelipkan sebuah kertas di bawah piring pancake Sehun.

Sehun yang sibuk memandang Suzy mengabaikan pelan itu.

“Gomawo,” Suzy yang akhirnya menjawab. Karena tidaka ada alasan untuk berlama-lama di situ, pelayan itu akhirnya kembali ke tempatnya. “yeoja itu manis. Apa kamu tidak menyukainya?” goda Suzy pada Sehun.

“Aniyo…Mataku sudah buta melihat wanita lain, karena di mataku hanya ada satu wanita yang terlihat,” jawab Sehun berusaha puitis.

“Benarkah? Dia pasti yeoja yang sangat beruntung,” jawab Suzy santai. “Setelah ini kita akan kemana lagi,” lanjutnya berusaha mengalihkan pembicaraan. Dia sudah melihat gelagat Sehun yang akan mengeluarkan puisi-puisinya yang aneh, jadi Suzy harus cepat mengalihkannya.

“Hari inikan kita kan jalan-jalan sebagai permintaan maafku. Jadi kita akan jalan-jalan ke tempat yang kamu suka.”

“Jincha? Hari ini kita pergi ke tempat yang aku suka?”

Suzy kembali mengangguk.

Lalu Sehun terdiam. Memiringkan sedikit kepalanya, lalu menggembungkan pipnya dan meletakkan telunjuk kanannya di pipinya seolah menahan kepalanya yang miring agar tidak terjatuh. Pupil matanya menatap keatas seolah sedang berfikir keras.

Suzy tersenyum melihat gaya Sehun yang berfikir keras tapi terlihat imut. Dengan susah paya dia menahan diri untuk tidak mencubit pipi Sehun yg sdang menggembung.

“Apa kamu sudah tahu tujuan kita berikutnya?” tanya Suzy mengalihkan pikirannya dari ingin mencubit pipi Sehun yang menggemaskan itu.

Sehun tampak berfikir lagi dan kali ini telunjuknya berpindah ke bibirnya, “Hmm….” gumannya pelan. “Karena aku sudah lama meninggalkan Seoul aku ingin main ke Lotte world.”

Suzy mengerutkan keninganya. Sebenarnuya dia sudah bisa menebak kemana pilihan Sehun. Menilik sifatnya yang kekanakan sudah pasti tidak jauh-jauh dari permaina anak-anak, dan Lotte World masuk tempat yang wajib di kunjungi anak-anak. Tapi buka itu yang membuatnya heran…

“Sudah lama meninggalkan Seoul? Memang kamu sebelumnya dimana?”

Sehun menegakkan kepalanya dan tersenyum. Dia lalu menyeruput Bubble teanya buru-buru karena begitu bersemangat ingin bercerita dengan Suzy.

“Begitu Lulus SMA, aku ikut orang tuaku ke Jepang,” kata Sehun memulai ceritanya dengan riang. Dia mulai bercerita bagaimana awalnya dia sulit menyesuaikan diri di Jepang karena bahasa jepannya yang payah. Dia juga bercerita betapa sulitnya dia mendapatkan teman pada awalnya. Dia merindukan Taemin dan memaksa sepupunya itu untuk ikut pindah ke Jepang aja. “Tapi Taemin tidak mau. Katanya dia lebih suka di Korea,” ujar Sehun sedih.

Suzy mendengarkan denga serius, memasang wajah tertarik dengan cerita Sehun. Dia suka melihat Sehun berbicara. Menikmati saat namja itu memasang wajah kesal, senang, dan berfikir keras tapi bisa tetap terlihat imut. Seperti anjing kecil, pikir Suzy.

“Lalu,” ujar Suzy memberi sedikit tanggapan.

“Aku sempat kesal pada Taemin. Karena dari kecil aku terbiasa berteman dengannya jadi aku sulit mencari teman,” jawab Sehun dengan wajah kesalnya. Dia kemudian sibuk bercerita tentang rasa kesalnya pada Taemin hingga tiba-tiba ceritanya meloncat ke warana rambutnya. “Dulu warna rambutku ini hitam, tapi karena di Jepang para remaja sangat sukai mewarnai rambutnya. Aku jadi ikut-ikutan,” ujarnya bersemangat.

“Jadi karena itu kamu mewarnai rambutmu”

“Iya…”jawab Sehun malu-malu. “Aku dulu pernah mewarnai rabutku warna oraye, merah, pink, hijau, biru bahkan warna-warni. Tapi sepertinya warna pirang dan coklat yang paling cocok.”

“Aku setuju,” aku Suzy geli membayangkan Sehun dengan warna Hijau.

“Tapi sebenarnya aku menyukai waran hijau. Aku terlihat cocok,” ujarnya sambil menyuapkan pancakenya kemulutnya. Suzy sedikit mengernyit, Oh Sehun memang selalu tidak terduga.

“Lalu kenapa kamu tidak menggunakan warna hijau?”

“Aiss…burung-burung selalu berfikir kepalaku pohon. Jadi mereka se enak jidadnya suka bertengger dan buang kotorang di kepalaku.”

Suzy terbahak. Dia merasa lucu membyangkan Sehun yang sedang duduk di taman dan tiba-tiba se ekor burung hinggap di kepanya dan buang kotoran.

Sehun masih kesal mengingat kejadian itu karena dia harus keramas hingga sepuluh kali agar baunya hilang. Tapi meski begitu dia rela melakukan itu lagi asalkan dia bisa melihat tawa cantik Suzy.

“Lalu kenapa kamu datang ke Korea kalau orangtuamu masih di Jepang?” tanya suzy begitu pembicaraan mereka beralih ke keluarga Sehun.

“Aku merindukan Taemin dan ingin mengunjunginya,” jawab sehun. “Dia tidak mau di suruh ke Jepang jadi aku yang datang mengunjunginya.” Suzy mengangguk mengerti mebuat Sehun terus saja mengoceh tentang kisa hidupnya. “Aku hanya liburan di sini, karena baru lulus kuliah. Orang tuaku mengijinkanku main-main sampai aku siap masuk ke perusahaan.”

“Jadi setelah semua ini selesai? Kamu akan kembali ke Jepang?”

Sehun terdiam. Dia mencoba berfikir keras mencari jawaban yang paling tepat. “Sepertinya aku berubah pikiran. Aku ingin tetap tinggal di sini,” jawab Sehun menatap Suzy dalam. “Aku ingin selalu di dekat seseorang, jadi aku akan tetap di sini.”

“Tapi orang tuamu?”

“Aku yakin mereka akn mengerti. Toh mereka tidak akan bisa memaksaku. Aku ini orang yang keras kepala, kau tahu?” ujar Sehun dengan nada menggoda. Suzy mengangguk setuju. “Aku akan memulai bisnisku sendiri.”

“Hmm…setelah kamu sembuh dari penyakitmu aku yakin kamu pasti akan sukses dengan bisnismu. Dan kamu sepertinya sudah sembuh.”

Sehun tersentak!

Hampir saja dia menelan bubble teanya lewat lubang tenggorokannya bukan ke pencernaanya membuat dia batuk-batuk.

“Gwenchana?” tanya Suzy khawatir. Sehun mengangguk.

Dasar Oh Sehun bodoh!

Bagaimana dengan santainya dia bercerita pada Suzy tentang hidpnya dengan biasa dan melupakan kenyataan dia sedang berpura-pura punya penyakit kelainan.

“Ah..ani, aku…”

“Sudah, tidak usah bicara, minum dulu aja,” ujar Suzy menawarkan air mineral yang selalu tersedia di tasnya. Sehun menerimanya dengan senang hati. Tapi setelah itu dia hanya diam dan tersenyum kaku.

“Apa kamu tidak punya kekasih di Jepang sehingga kamu tidak mau kembali ke sana?” suzy kembali membuka pembicaraan saat melihat Sehun hanya diam aja.

“Aniyo…aku tidak pernah punya pacar,” jawabnya cepat.

“Jeongmalyo? Mana mungkin namja setampan dan se lucu kamu tidak punya pacar.”

Sehun kembali tersipu dengan pujian Suzy. Dengan malu-malu dia menjawab, “Aku tipe setia. Kalau sudah menyukai seseorang aku akan setia dan selal ini aku belum menemukannya hingga aku kembali ke Korea,”

“Jadi sekarang kamu sudah menemukan wanita pujaanmu?”

Sehun mengangguk malu-malu dan menatap Suzy. “Dia sekarang ada di depanku,” cicitnya dengan wajah merah padam. Melihat ekpresi menggemasakan Sehun Suzy hanya bisa tertawa membuat Sehun mengerutkan bibirnya. Memangnya apa yang lucu, batinnya.

Atau jangan-jangan Suzy hanya menganggap pernyataan Sehun efek dari gangguan jiwa yang dia alamai.

Gamonema!

Sehun mengutuk keras Taemin yang memberika penyakit aneh itu padanya. Kalau begini caranya dia akan sulit meyakinkan Suzy. Atu jangan-jangan karena Suzy sudah…

“Apa dokter sudah punya kekasih?” tanya Sehun khawatir.

“Belum..” Sehun langsung tersenyum lega mendengar jawaban itu. “Tapi aku punya seseorang yang sedang aku suka.”

Wajah merona Sehun langsung hilang begitu saja. Napsunya untuk menyeruput tegukan terakhir bubble tea kesukaannya juga hilang begitu aja. “Seseorang? Nugu? Apa aku mengenalnya…”

“Hmmm…seseorang yang sangat dekat tapi dia tidak menyadari perasaanku. Dia terlalu sibuk degan dunianya dan rencana-rencannya sehingga tidak menyadari perhatianku padanya.”

Sehun  langsung lemas. Entah kenapa dia langsung teringat Kim Jong-in. Apa namja itu yang di maksud Suzy? Apa benar hubungan mereka memang lebih dari sekedar dokter dan pasien? Dan jangan-jangan yang membuat salah paham antara Kim Jong-in dan calon istrinya adalah…

Tidak! Tidak! Tidak!

Sehun tidak mau memikirkan itu. Dia tidak siap patah hati sekarang. Kalau orang itu belum menyadarai perasaan dokter Suzy berarti masih ada harapan untuk Sehun. Dia harus bekerja lebih keras membuat dokter Suzy lebih menyukainya sebelum orang itu menyadarainya.

“Dia itu adalah…”

STOP!

Pekik Sehun tiba-tiba.

“Wae?” tanya Suzy heran melihat tingkah Sehun yang tiba-tiba aneh.

“Aku tidak mau dengar lagi. Aku tidak peduli siapa orang itu.”

Suzy tersenyum. “Benarkah kamu tidak ingin tahu. Kamu mengenalnya lo…”

“Andwe! Andwe! Andwe!” tolak Sehun mentah-mentah. “Aku tidak mau tahu siapapun dia. Aku menyukai dokter Suzy dan aku akan membuat dokter melihatkun dan melupakan orang itu….”ujarnya berapi-api membuat Suzy kaget. Dia belum pernah melihat sosok Sehun yang begitu serius dan kesal.

“Aku tidak peduli siapapun dia dan apa kehebatnnya dia. Selama belum ada ikat Suci aku akan berusaha merebut dokter dan membuat dokter menyukaiku. Aku akan melakukan segala cara,” lanjutnya berapi-api. “Aku sudah selesai makan. Hari inikan kita melakukan kencan sesuai yang aku suka, sekarang kita pergi ketempat berikutnya.”

Begitu berkata begitu, Sehun langsung merogoh dompetnya dan meninggalkan beberapa lembar uang di meja untuk membayar makanan mereka. Suzy yang masih kaget hanya terpaku menatap Sehun yang sudah berdiri meninggalkannya begitu aja.

………

Sehun dan Suyz hanya dia sepanjang perjalanan ke lotte world. Sejak kejadian di cafe tadi, suasana di antar mereka memang canggung. Sehun merasa bersalah karena berbicara agak keras pada Suzy dan juga mengira yeoja itu marah padanya. Sementara Suzy mengira Sehun masih kesal padanya sehingga dia hanya diam saja.

“Mianhae…”ujar Suzy akhirnya setelah cukup lama mereka berdiam diri. Dia merasa tidak nyaman karena mereka hanya berkeliling dengan diam tanpa mencoba wahan apapun. “Oh…Sehun aku sudah minta maaf, kenap belum bicara juga,” kata Suzy lagi sambil mencolek lengen Sehun.

Sehun yang pada dasarnya memang tidak marah malah pura-pura merajuk. Sebenarnya dia dalam hati berteriak geringan. Tapi ini kesempatannya.

“Sehunah…”bujuk Suzy lagi. “Apa kamu benar-benar marah?” sehun masih saja diam. “Arrasso…kalau kamu masih marah lebih baik aku pulang aja, mungkin kamu sedang tidak mau melihatku.”

Suzy lalu berbalik bersiap-siap meninggalkan Sehun yang masih merajuk.

“Andwe! Kamu tidak boleh pulang, kita bahkan belum memcoba permainan apapun,” ucap Sehun buru-buru menahan langkah Suzy. suzy tersenyum sesaat lalu dia memasang wajah sedihnya dan menatap Sehun.

“Kamukan sedang marah denganku. Jadi aku pulang aja.”

“Aniyo…aniyo…aku tidak marah. Aku hanya merasa malu karena sudah berbicara keras pada dokter,” jawab Sehun akhirnya. “Mianhae…” ucap Sehun tertunduk.

Suzy mana mungkin bisa marah melihat Sehun yang ke kanakan. Semua tingkah namja di depannya ini benar-benar sangat menggemaskan.

“Aku tidak marah…hanya aku tidak suka kamu mengacuhkanku. Rasanya jadi tidak nyaman…” Sehun mengangguk patuh. “Nah sekarang kamu ingin mencoba permainan apa?”

“Aku mau kembang gula,” jawabnya cepat begitu melihat anak kecil melintas di hadapannya membawa kembang kula.

“Cieh…dasar kekanakan,” guman Suzy. “Arraso…kajja,” ajaknya lalu menggandeng tangan sehun ke arah penjual kembang gula. Wajah Sehun kembali bersemu merah.

Mereka lalu mengahbiskan mencoba beberapa permainan di sana. Dan semua permaina yang di pilih sehun adalah permainan anak-anak seperti naik kuda-kudaan dan lain-lain. Suzy sudah beberapa kali mengajak Sehun mencoba beberapa wahana ekstrim tapi namja itu malah berteriak histeris melebihi orang melahirkan. Dari pada malu jadi sumber tontonan orang-orang Suzy menyerah mengajak Sehun mencoba wahana ekstrim lain.

“Ayo kita naik bianglala,”rengek Sehun untuk ke sekian kalinya pada Suzy. “Aku pernah nonton drama yang mereka naik bianglala. Mereka terlihat romantis…”

“Arraso…arrasoo,” jawab Suzy tdk tahan dgn rengekan Sehun.

“Baiklah, aku yang antri tiketnya dokter pergi carikan aku minum, aku haus,” ujar Sehun manja pada Suzy. “Aku mau minuman yang manis.”

Suzy mengangguk mengerti dan mulai melangkahkan kakinya mencari minuman yang sesuai kemauan Sehun. Menganal Sehun dalam waktu singkat ini sudah cukup bagi Suzy untukmengenal namja itu dengan baik. oh Sehu terlalu polos dan apa adanya. Dia seperti buku yang terbuka sehingga sangat mudah menebaknya.

“Sudah selesai ngatrinya?” tanya Suzy begitu dia mengahpiri Sehun yang sedang menunggunya. Dia lalu memberikan Coklat flute yang dia beli pada Sehun.

“Sudah…ini tiketnya,” jawabnya. “Setelah ini giliran kita…kajja,” Sehun menarik tangan Suzy ke arah pintu masuk bianglala itu.

“Chakkama…aku ada telepon,” ujar Suzy menghentikan langkahnya saat mendengar ponselnya berdering. “Yeoboseo?” ujarnya agak keras karena sekitarnya agak ramai.

“Ne? Kai mengamuk lagi!” pekik Suzy kaget. “Kenapa bisa bukankah beberapa hari ini dia sudah tenang?”

Suzy sedikit terdiam saat mendengarkan telepon di seberang. “Arraso…Gwenchana…aku sedang tidak sibuk. Aku bisa ke sana sekarang,” jawab Suzy cepat memetikn teleponnya dan menatap Sehun penuh rasa bersalah.

“Mianhae…sepertinya kita harus pulang…”

“Apa karena Kim Jong-in lagi?” tanya Sehun kesal.

“Ia…dia mengamuk lagi dan tidak ada yang bisa menenangkannya. Aku…”

“Hari ini kamu libur…Disankan ada begitu bayak dokter.”

“Ia…tapi kamu tahu sendirikan Kai hanya mau menurut padaku? Lagi pula aku yang menyuruh rumah sakit menghubungiku jika terjadi sesuatu pada Kai,” ujar Suzy lemah. Sehun bisa melihat kepanikan di mata Suzy. Dan dia tidak suka melihat itu,“Dia sudah beberapa hari ini membaik…kenapa tiba-tiba dia kambuh lagi…”

“Kenap harus kamu? Dia tidak bisa bergantung terus padamu Suzy!” ujar Sehun tegas membuat Suzy menatapnya. Baru kali ini dia melihat aura Sehun yang berbeda. Dan baru kali ini Sehun memanggil namanya begitu.

“Karena…karena dia orang yang sangat penting untukku. Dia selalu ada saat aku membutuhkannya, dan selalu menjagaku. Jadi aku juga harus selalu ada untukknya…saat dia membutuhkannya,” jawab Suzy cepat. “Mianhae…aku akan menebus hari ini lain kali tapi tidak hari ini. Kita harus kembali.”

“Tidak!” jawab Sehun keras kepala. “Aku tidak mau kembali. Kamu sudah berjanji hari ini akan melakukan semua yang aku inginkan. Aku tidak mau kembali.”

“Oh Sehun aku mohon. Berhentilah bersifat kekanakan,” mohon Suzy.

“Ke kanakan?”

“Bukan begitu maksudku. Aku seorang dokter yang harus selalu ada untuk pasienku. Sama seperti apa yang aku lakukan untukmu.” Jelas Suzy. “Dan kebetulan Kai bukan hanya seorang pasien bagiku, makanya aku memberi perhatian lebih padanya. Dia juga…”

“Jadi kamu hanya menganggapku pasien,” ujar Sehun sedih. seharusnya dia sudah tahu itu dari awal. Semua yang dia lakukan hanya dipandang sebagai lelucon bagi Suzy. dia sadar bagi Suzy dia hanyalah namja yang punya kelainan jiwa yang membutuhkan pertolongannya agar sembuh,makanya yeoja itu tidak marah dan berusaha menjadi sahabatnya. Tapi kata-kata itu keluar langsung dari mulut Suzy rasanya lebih menyakitkan. Seperti di tolak mentah-mentah.

“oke…nanti saja memarahiku. Lebih baik kita kembali sekarang,” ujar Suzy menarik tangan Sehun. Tapi naja itu menghentakkan tanganya dari genggaman Sehun. “Oh …Sehun.”

“Aku bilang aku tidak mau kembali. Kamu sudah berjanji hari ini hanya bersamaku tanpa Kim Jong-in.”

Suzy menghela nafasnya.

“Kalau itu memang maumu, aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku harus kembali ke rumah sakit sekarang sebelum Kai melukai dirinya dan orang lain.” Jawab Suzy. “Aku yakin kamu bisa pulang sendiri. Atau kamu harus menunggu Taemin…aku aka menghubunginya.”

“Jangan pergi…”cicit Sehun.

“Mianhae…” jawab Suzy lalu pergi dari tempat itu dan berlari ke arah pintu keluar taman bermain itu.

“Jangan pergi…”ulang Sehun lagi dengan mata berkaca-kaca. “Jangan pergi…”

Meski Sehun mengulang-ulang kalimatnya hingga seratus kali dan Taemin datang untuk menjemputnya, Suzy tetap tidak datang.

“Ayo…pulang ini sudah sore,” ajak Taemin begitu melihat Sehun.

Tadi dia dapat telepon dari Suzy kalau dia harus kembali ke rumah sakit dan Sehun tidak mau pulang. Dia menghawatirkan Sehun sehingga meminta Taemin menjemputnya. Dan saat Teamin menjemput Sehun, namja itu berdiri tepat dimana Suzy meninggalkannya.

“Dia meninggalkanku!”

“Seorang dokter memang harus begitu. Dia harus siap kapanpun saat di hubungi rumah sakit,” ujar taemin berusaha menghibur.

“Tapi dia bilang Kim Jong-in sangat berarti dan meleihi seorang pasien baginya. Namja itu lebih penting baginya,” jawab Sehun.

“Sudahlah…toh memang Kim Jong-in sedang membutuhkan Suzy.”

“Tapi dia hanya memandang Jong-in. Dia tahunya aku juga punya gangguan jiwa, bagaimana dia bisa meninggalkanku di sini sendirian dan berlari ke arah Jong-in.”

“Sehunah…”

“Apa aku menyerah saja?” jawab Sehun. “Apa aku lebih baik kembali ke Jepang aja? Tidak ada yang menginginkan aku di sini.”

Taemin hanya bisa menghela nafas dan menepuk bahu sehun yang sedang terisak. Dia juga harus menahan malu karena orang-orang memandang mereka sambil berbisik-bisisk. Tapi melihat Sehun dia tidak tega juga menggangu sepupunya itu.

“Apa mereka sepesang kekasih yang sedang bertengkar?” nisik beberapa gadis remaja yang melewati mereka. “sayang sekali, padahal ke dua oppa itu sangat tampan. tapi kenapa jeruk-makan jeruk.”

Wajah Taemin langsung memerah mendengar bisiskan itu. Dia lngsung menyeret Sehun dengan paksa ke mobilnya. Yang benar saja orang-orang mengira mereka pasangan homo.

“Berhenti menangis seperti anak perempuan. Lebih baik kita pulang sekarang.”

TBC

Advertisements

49 thoughts on “Sehun Michigetda part 5

  1. sehun hampir aja ketauan.. hahaha
    yahhh suzyny pergi…
    sehun jangan nyerah dong, tp siapa yg suzy suka?? sehun motong omonganny sih… siapa tw aja sehun.. wkwkwk
    d’tnggu lanjutanny…

  2. Apa hub suzy dgn kai?sapa org yg d suka suzy?kekny sehun y?sehun jgn nyrah nanti nyesal lho..next thor..

  3. Sehun-ah uljimma ne ? Dipart ini Sehun kasian amat thor, poor Oh Sehun 😦 Mungkin dengan Sehun kembali ke Jepang dia ngga sakit hati, jadi ke Jepang aja kkk ditunggu Fall sama lanjutannya ya thor, fighting~

  4. Hahaha….
    Sehun makin ngegemesin aja. 🙂
    Penasaran hub suzy ma Kai yg sebenarnya kyk apa.
    Ditunggu next part nya Thor. Fighting 🙂

  5. Yah,,sehun nyuruh suzy gk ngelanjutin kata2nya jdinya gk ketahuan deh siapa yg disuka suzy -___-”
    ♈ª ampun sehun kasian bgt di tinggalin smppe nangis gituh,, 😦
    Next nya jgn lama2 thor 🙂

  6. Ngakak guling2 deh baca part ini. Comedinya sllu dpt bgt di ff ini.
    Oh iya, penasaran sama hbgn kai+suzy. Trus yg mau dibilang suzy itu kai atau sehun yaa?
    Next part ditunggu ~

  7. sehun bener2 blak blakan and polos banget hahahhaahha lucu
    sebenernya siapa kai? suzy suka kai ya?
    poor sehun, kagak tega qw bayangin dia dengan semua usahanya 😦
    sehun jgn nyerah!!!
    tpi mungkin aja klo sehun keluar dr RSJ itu apa mungkin suzy bkl merasa kehilangan?
    next thor!! 🙂

  8. Aigo… kasian tetem xD…
    sehun-ah… fighting…
    sebenernya namja yg mau di sebutin suzy tadi siapa.. *kepo

    lanjut thor…
    daebak…

  9. wahhh seru…kasian ya sehun…
    kai kok kambuh sih…gangguin aja…
    wah lucu taemin ama sehun dikirain jeruk mkn jeruk hahaha…

    sehun fighting!!!! untuk dapetin suzy…ok…

    author fighting!!!!untuk lanjutin ff nya jgn lama” ya. . ….

  10. Omoo makin penasaran sbenernya ada hubungan apa antara suzy kai
    Next partnya jangan lama2 ne thor fighting2
    fallnya juga sngat2 ditunggu nih hehe

  11. Buahaahaaaa… sehun sama tetem dikira gak normal. Omooonaaaaa… parah nih.
    Ada aja yg bikin ketawa. Apalagi pas sehun warnainrambutnya hijau sampai burung hinggap di kepalanya trus ditaiin. wkwkwk… poor sehun.
    Tapi kira2 siapa yg disukai suzy??? Orang yg dikenal sehun? Apa taemin???

  12. Kliatnny suzy dah tau..klo sehun cm pura“ skit..kkk
    waahh..taemin jd tercmar d kira gay..kkk
    sehun bnr“..bkin snyum“ gje..

  13. Hwhhh diakhirny SEDIIH bngtt .. Sampe meneteskan air mata .. Tapi awal awal nya lucu .. Huhu kayak gado gadi tapi sangaatt lezat aliat seruuu bngtt … Ditunggu yaaa kelanjutanyaa thro .. Kasih kiss buat author :* hehe .. Semangaaatt

  14. Wkwkwkwk! Jeruk makan jeruk! Ngakak pas baca bagian itu thor…wkwkwk xD
    Tapi Sehun kasian bangeettt! Knapa sih si kkamjong ganggu hunzy moment terus..aarrgghh *jambak kai* *dibakar fans* #abaikan
    Jgn2 namja yg disukai suzy emang bneran kai lagi…hmmm..
    keep writing and fighting ne^^

  15. Sehun-Suzy lucu banget jadi gemes apalagi Sehun kyaa~ pengin nyubit tapi terakhirnya sedih sampe nangis pas sehun bilang jangan pergi dan ketawa pas ada yang bilang jeruk makan jeruk lol
    nextnya dong aku suka banget ni ff

  16. sehun sama aq aja 😥
    kasian sehun!!
    thor kok ff’a gk di lnjut lg 😦
    sehun pulang aja ke jpang klo gk ke indo jmput aq

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s