LOVE is HARD part 10

new-3aaa

 

Author                  : Ririn

Main Cast            : Bae Suzy Miss a

Kim myungso Infinite

Park jiyeon T-Ara

And other

Lenght                  :–

Genre                   :  Romance, Family, school, sad, dll

Cerita adalah hasil pemikiran otakku yang sangat sesuatu ini, tapi untuk castnya aku meminjam nama mereka. cerita ini sangat flat alias datar jd maaf kl boring dan g da feel, plus typo bertebaran dimana-mana.

=======================================================================

Part 10

 

“Karena aku menyukaimu. Karena aku mencintaimu…” ujar Jong-in sambil menatap Suzy.

“…Sejak pertama bertemu….”

Suzy menatap Jong-in dengan serius. Mencoba mencari tahu apakah namja di saminya itu sedang mengerjainya atau dia yang seang berhalusinasi. Tapi tatapan Jong-in yang tajam dan terlihat serius meyakinkan Suzy bhwa pendengarannya masih normal dan namja itu juga terlihat serius.

Suzy tidak tahu harus berbuat apa, karena sejujurnya dia belum pernah mengalami hal sepertini. Dekat dengan seorang namja selain Kim Myungso saja dia belum pernah, apalagi ada seorang namja yang menyukainya.

“Eng…Itu,” guman Suzy bingung. Dia bingung harus bersikap bagaimana. Apa dia harus senang karena ada namja yang menyukainya, atau dia harus menangis terharu. Oh atau perlukah dia bersorak gembira. “Hehehe…kamu memang suka bercanda,” ujar Suzy pada akhirnya.

Tangan Suzy yang ada di dalam genggaman tangan Jong-in menyadarkan Suzy bahwa namja itu benar-benar terlihat serius. “Aku belum pernah seserius ini sebelumnya,” ujar Jong-in. “Aku sungguh…sungguh menyukaimu tidak perdulu seperti apa latar belakangmu.”

Suzy menundukkan kepalanya. Menebak perasaannya saat ini. Apakah dia juga menyukai Kim Jong-in? Apakah hatinya sudah bisa melupaka Kim Myungso yang sepertinya selalu menggantung hidupnya. Apakah dia sudah siap dengan hati baru?

Mungkin karena terlalu terkejut dengan pernyataan tiba-tiba Jong-in, Suzy jadi sulit menebak perasaannya. Seolah-olah setiap sel tubuhnya ikut mematng dan tidak bisa memberi respon.

“Ta…Tapi aku tidak…”

“Stop!” potong Jong-in cepat. “Jangan katakan apapun sekarang. Aku tidak perlu jawabanmu sekarang ini. aku tahu kamu terkejut dan tidak siap. Jadi jangan membuat keputusan sekarang,” ujar Jong-in sambil meremas tangan Suzy lembut. “Aku ingin kamu memikirkan baik-baik tentang perasaanmu. Setelah kamu yakin kamu bisa memberiku jawaban.”

Suzy mendongak dan menatap Jong-in dengan perasaan bersalah. “Kim Jong-insi…” gumannya pelan.

“Ya, jangan memasang tampang begitu,” katanya sambil mengacak lebut rambut Suzy. “Aku hanya menagatkan perasaanku yang sejujurnya tidak meminta apa-apa darimu,” suzy merasa kikuk dengan perlakuan Jong-in yang tiba-tiba itu. “Tapi meski begitu aku tidak bisa berbohong kalau aku juga ingin mendengar jawabanmu.”

“Aku tidak bi…”

“Sudah kubilang jangan di jawab,” potong Jong-in lagi. “Aku tahu pikiranmu masih kacau dan kamu masih bingung. Aku belum siap kalau harus di tolak sekarang, jadi pikirkanlah baik-baik. dan untuk sekarang kita ja;ani seperti biasa saja. Otte?”

Suzy membalas senyum Jong-in lalu mengangguk. Benar yang di butuhkannya sekarang adalah berfikir dengan jernih. Dia tidak boleh membuat keputusan yang akan di sesalinya nanti. Jadi dia harus berfikir masak-masak.

“Bagus…sekarang kita masuk,” ajak Jong-in pada Suzy, lalu namja itu keluar dari mobil dan di ikuti oleh Suzy.

……….

“Ada apa? Kenapa tampangmu kusut sekali?” tanya Sulli begitu melihat ekspresi Suzy yang memasuki salonnya. Biasanya sahabatnya itu akan datang dengan wajah dingin dan datar, tapi kali ini tumben sekali dia ber ekspresi—meskipun ekspresinya kusut.

“Apa kamu belum tutp? Masih ada pelanggan?” tanya Suzy mendekati Sulli yang sibuk dengan peralatannya di dekat cermin.

“Sudah tutup, aku hanya sedang beres-beres. Tumben kamu sudah pulang jam segini dan malah mampir ke sini bukannya pulang.”

“Sini aku bantu,” ujar Suzy ikut membereskan beberapa majalah yang berserakan. “Aku tidak bisa konsntrasi bekerja, jadi aku pulang lebih dulu. Berhubung Sooyeon sedang bersama Myungsoo oppa aku malas pulang.”

Sulli menatap Suzy kagum. Ini pertama dalam sejarah Suzy mengeluh dan…malas bekerja? Belum lagi dia berbicara panjang.

“Woahh…apa kamu benar Bae Suzy sahabatku?” Suzy menatap Sulli heran. Memang kenapa dengannya? “Kamu malas bekerja dan mengeluh. Suzy yang kukenal tidak pernah mengeluha dan malas bekerja. Wahh Daebakk.”

Suzy tampak berfikir dan merenungi perkataan Sulli. Sebnarnya dia tidak malas bekerja dan pekerjaannya juga menumpuk. Tapi sejak pernyataan Jong-in siang tadi, dia merasa kikuk dan jadi tidak nyaman setiap melihat Jong-in. Jadi dari pada tidak bisa fokus bekerja, dia lebih memilih pulang.

“Aku juga manusia yang bisa mengeluh dan malas,” sungut Suzy.

Sulli terkekeh, “Ah…matta. Aku samapi lupa kalau kamu juga manusia. Biasanya kan kamu seperti robot yang tidak punya rasa.” Suzy hanya tersenyum dan tidak memperdulikan ledekan Sulli dan lebih memilih fokus merapikan beberapa sisir Sulli. “Apa kamu tidak menjemput Sooyeon?”

“Hmmm…aku akan menjemputnya nanti malam.”

Sulli berhenti dan menatap Suzy, menimbang-nimbang apakah dia akan bertanya atau tidak. “Apa kamu menghindarinya karena kejadian tadi siang?” suzy tidak menjawab dan malah sibuk merapikan peralatan Sulli. “Apa dia meminta kalian kembali rujuk?”

Suzy berhenti sebentar dan kembali melanjutakn aktifitasnya tpi tidakkunjung menjawab. Tapi bukan Coi Sulli namanya kalau menyerah begitu saja. “Jadi benar dia meminta kalian kembali. Lalu apa jawabanmu? Bagaimana dengan Jong-in.”

Suzy menegakkan badannya dan berbalik menatap Sulli yang berada di sisi kanannya. “Yak! Kenapa kamu bawel sekali. Cepat bereskan salonmu dan kita makan. Aku lapar.”

“Hah!” sulli menatap Suzy kaget. Sejak kapan seorang Bae Suzy jadi cerewet dan jutek. Sepertinya terlalu banyak bergaul dengan Soojung tidak baik bagi kesehatan jiwa Suzy. “Arraso…akukan hanya bertanya,” jawab Sulli sambil mengerucutkan bibirnya membuat Suzy tidak bisa menahan senyum gelinya.

“Apa Soojung belum pulang jam segini?” tanya Suzy.

“Soojung? Hmm..biasanya dia sudah pulang. Kalau dia terlambat biasanya dia menunggu Minho menjemputnya. Wae?”

Kalau ada Soojung lebih seru. Kalau hanya kamu kan sangat bawel..”

“Yak!! Aku itu tidak bawel tapi ceria dan periang.” Sungut Sulli kesal.

*****

 

Myungso duduk di ranjang hotel yang dia sewa sementara Sooyeon sibuk bermain games dengan Tabnya. Awalnya mereka main berdua—karena Sooyen tidak mengerti dan Myungsoo mengajari—tapi lama kelamaan Sooyen sibuk sendiri dan juga Myungso tidak tertarik dengan permaina masak-masak itu. Semnatar gadis kecil itu sibuk dengan permainan itu di samping Myungso, namja itu lebih memilih menyibukkan diri pada fikirannya dari pada mengamati gadis cantik yang sedang membawakan berita di Tv yang menyala.

Myungso kembali teringat kejadian tadi siang katika Suzy menyinggung tentang Jiyeon. Ya, bagaimana dengan yeoja itu? Kenapa dia bisa lupa sama sekali dan pikirannya hanya penuh dengan Bae Suzy. Memang sepertinya ada yang salah dengan otaknya.

“Apa aku benar-benar jatuh cinta pada Suzy? tapi itu tidak mungkin…”fikirnya. “Tapi kalau aku tidak menyukainya kenapa aku tidak suka Suzy terlalu dekat dengan namja lain termasuk bosnya itu. Kalau aku menyukainya bagaimana dengan Jiyeon? Bukankah aku menyukainya.”

“Aku tidak mungkin menyukai dua orang sekaligus kan?” gumannya tanpa sadar.

“Ne? Menyukai dua orang sekaligus?” tanya Sooyeon yang mendengar gumanan Myungsoo. “Apa appa benar-benar menyukai aku dan eomma. Dua sekaligus?” tanya Sooyeon ceria.

Myungso menoleh dan menatap wajah ceria Sooyen yang menatapnya penuh harap. Myungso bisa melihat wajahnya pada putrinya itu dan mata Jiyon pada pada mata gadis kecil itu. Tapi entah kenapa dia merasa Sooyeon lebih mirip Suzy dari pada dirinya dan Jiyeon. Mulai dari cara tersenyum, cara berbicara, cara berpakaian dan hal-hal kecil lain di contoh Sooyeon dari Suzy membuat Myungso terkadang berfikir Sooyeon itu lebih cocok jadi anaknya Suzy dari pada Jiyeon.

Myungso mengacak rambut putrinya itu gemas dan tersenyum. “Hmm…apa menyukai kalain berdua. Dua sekaligus,” jawabnya yakin. Dan entah kenapa saat mengatakan itu hati Myungso juga ikut merasa tenang. ‘mungkinkah dia benar-benar menyukai Suzy?’

“Jeongmal?” tanya Sooyeon antusias. “Appa menyukai kami?” Myungso kembali mengangguk. “Seberapa besar? apa sebesar ini? tanya Sooyeon sambil menggerakkan kedua tangannya melewati kepala membentuk lingkaran yang sangat besar.

“Ne segini,” ujar Myungso mengikuti gerakan Sooyen. “lalu Sooyeon, apa juga menyukai appa?”

“Ne…mani Chuayeo. Segini,” jawabnya dan kembali menggerakkan tangannya membentuk lingkaran besar. Myungso terkekeh melihat tingkah lucu putrinya itu.

“Apa Sooyeon mau kalau eomma, appa dan Sooyeon kembali tinggal bersama seperti dulu?” tanya Myungso. Entah kenap saat mengatak dia menyukai Suzy rasanya paru-parunya seperti terlepas dari ikatan, dan melihat senyum penuh harap Sooyeon Myungso memantapkan hatinya. Dia akan memperbaiki hubungannya dengan Suzy—bukan lagi sebagai sahabat, tapi sebagai suami—lalu memulai semuanya dari awal. Hanya mereka bertiga, Dia, Sooyeon dan Suzy.

Jiyeon?

Dia harus meminta maaf pada yeoja itu, karena saat yeoja itu meninggalkannya sepertinya Park Jiyeon juga membawa pergi cinta yang ada di hatinya, dan setelah lama kosong dan tertutup akhirnya Suzy yang selalu menunggu di depan pintu hati Suzy akhirnya bisa masuk dan menjadi pemilik hatinya.

“Ne,,,ne,,ne..”jawab Sooyeon semangat.

“Kalau begitu, kamu mau bantu appa kan?” tawar Myungsoo sambil tersenyum pnuh makna. “Kalau Sooyeon mau bantu appa, maka kita akan tinggal bersama seperti dululagi.” Sooyeon yang sebenarnya tidak terlalu mengerti maksud Mungso hanya mengangguk patuh. Yang tahu Cuma ingin tinggal bersama kedua orang tuanya lagi. “Bagus…ini baru putri appa,” ujar Myungso lalu meraih Sooyeon kedalam pelukannya.

 

*****

Myungso tersenyum puas. Bagaimana tidak, dengan memanfaatkan Sooyeon dia berhasil memaksa Suzy untuk makan malam dengannya. Belum lagi ketika dia berhasil menyogok Sooyeon untuk mengajak Sulli pergi agar meninggalkan dia dan Suzy berdua. Untung Sulli langsung mengerti begitu mendapat pelototan dari Myungso.

“Apa kamu tidak lapar? Kenapa tidak makan?” tanya Myungso yang melihat Suzy hanya menatap makanannya kosong. “Apa aku perlu menyuapimu?”

Suzy mendongak dan langsung menggeleng. Dengan buru-buru dia menyendokkan makannya ke mulutnya. Myungsoo hanya terkekeh melihat tingkah Suzy. Ahh kenapa dia tidak menyadari ternyata Suzy juga bisa bertingkah lucu dan menggemaskan seperti itu.

“Makannya pelan-pelan saja, nanti kamu tersedak,” ujar Myungsoo mengingatkan. Suzy tidak mengubris dan sibuk dengan makanannya. “Aku senang akhirnya kita bisa makan berdua.”

Suzy berhenti mengunyah dan menatap Myungsoo sesaat lalu kembali menguyah makanannya. “Mulai sekarang kita akan sering-sering makan berdua dan juga bersama Sooyeon.”

Suzy menghela nafas dalam dan membuka suaranya, “Oppa berhentilah bersikap seperti ini. Kamu membuatku bingung. Saat aku berharap padamu kamu mebangun tembok tinggi di anatar kita dan saat aku mulai menyerah kamu seolah menarik tangaku kuat dan tak mau melepasnya. Berhentilah mempersulitku..”

“Mianhae atas semua sikapku selama ini,” jawab Myungsoo. “Tapi aku memang bereniat menarik tangamu dan tidak akan pernah melepasmu.”

Suzy menatap tajam Myungsoo, “Tapi tidak mungkin kamu bisa menggenggamku dengan kuat kalau tangan yang lain kamu gunakan menggenggam tangan lain. Kamu harus melepaskan satu tangan agar kita semua tidak jatu bersama.”

“Aku sudah melepasnya dan memilih mempertahankan tanganmu,” ujar Myungso. “Sekarang kedua tangaku menggemgang tanganmu. Apakah  kamu meyerhkan dirimu agar aku bisa menarikmu atau kamu tidak percaa pada gemgamanku dan melepaskanku.”

“Oppa…”

“Aku sudah memutuskan hatiku memilihmu…”

“Tapi Jiyeon, bagaimana dengannya?”

“Saat dia pergi melepaskan hatiku, dia sudah melepaskan tanganku dan terjatuh terlalu jauh dan tidak mungkin aku raih lagi,” jawab Myungso meraih tangan Suzy. “Selama ini aku terlalu larut dalam kesedihanku saat dia memutuskan melepaskan tangaku dan terjatuh sehingga aku lupa masih ada satu tangan yang terus memegang tanganku.”

“Maaf terlalu lama menyadari bahwa kamu terus menungguku untuk menarikmu. Tapi sekarang aku sudah sadar, dan kamu belum melepas genggamanmu kan?”

*****

Soojung mendengarkan cerita Sulli dengan antusias. Dia bahkan harus membelikan beberpa makanan dan minuman kesukaan Sulli agar sahabatnya yang sangat suka memeras orang itu mau mebuka mulutnya dan bercerita lengkap-selengkapnya. Sebenarnya Soojung tidak perlu melakukan itu karena pada dasarnya Sulli ang cerewet pasti akan langsung bercerita tanpa di minta. Tapi karena rasa penasaran Soojung yang tinggi dan agar Sulli ceritanya langsung ke inti tanpa berputar-putar tentang betapa dia sangat merindukan Taemin kekasihnya terpaksa dia menyogoknya dengan makanan.

“Lalu..” tanya Soojung tidak sabaran saat sulli menyeruput vaila lattenya. Sulli mentapnya kesal karena Soojung bahkan tidak membiarkannya bernafas sebentar. Tapi toh dia melanjutkan ceritanya.

“Lalu di menggenggam tangan Suzy dan berkata jika sudah melepaskan tangan Suzy dan tidak akan melepaskannya lagi karena dia sudah melepas tangan yang lain.”

“Jeongmal?” Tanya Soojung nyaris histeris. “Kim Myungso mengatakan itu pada Suzy? lalu apa kata Suzy?”

“Menurutmu apa yang akan di katakan Suzy?! tentu saja dia kaget,” ujar Sulli penuh semangat. Dia paling suka saat-saat seperti saat dimana dia paling tahu segala-sesuatunya. “Kamu harus melihat bagaimana ekpresi Suzy dan bagaimana dia mentap Kim Myungsoo dan tidak tahu harus berbuat apa-apa. Bagai mana Kim Myungso meraih tangan Suzy lalu berdiri dam memeluknya dengan lembut sementara Suzy hanya diam mematung. Kamu seharusnya ada di sana bukannya sibuk pacaran!”

Soojung hanya meringis. Dia tahu pasti Sulli masih kesal karena Taaemin yang tiba-tiba ada urusan kerja dan tidak bisa bertemu untuk beberapa hari kedepan sementara dia dan Minho bebas pacaran.

“Lalu apa Suzy menereimanya?”

“Molla, sepertinya dia masih bingung.”

“Bingung? Kenapa?

“Apa aku belum bercerita?” tanya Sulli dengan kalimat Khasnya. Soojung menggeleng. “Kalau Jong-in juga menyatakan perasaannya pada Suzy tadi siang.”

“Mwo! KAI? Menyatakan perasaannya pada Suzy?” kaget Soojung. “Dari mana kamu tahu?”

“Dia yang mengatakannya padaku. Dia ada tanda-tanda Suzy akan mebalas perasaannya,” ujar Sulli sedih. “Aku lebih suka Suzy berhubungan dengan Jong-in, tapi sepertinya Suzy masih mencintai Kim Myungso. Huh! Jong-in yang malang. Seklainya jatuh cinta harus begini.”

“Cie…aku tidak menyangka si plaboy aneh itu benar-benar menyukai Suzy. biasnya dia hanya main-main aja. Tapi kalau dia sampai bertanya begitu berarti kepercayaan dirinya kurang. Huh! Sorang playboy tidak percaya diri mendekati yeoja.”

“Huh, Jong-in yang malang. Aku harap Suzy mau menerimanya,” ujar Sulli sdih.

“Huh, kamu begitu padanya karena dia sering memberimu produk gratiskan?” Sulli hanya terkekeh. “Lalu sekarang Sooyeon kemana?”

“Eoh, tadi begitu mereka selesai bicara, mereka membawa Sooyeon pulang,” jawab Sulli. “gadis kecil itu tidak bisa menyembunyikan senyumnya saat dia tah akan pulang bersama ayah dan ibunya. Bagaimana kalau dia tahu Suzy sebenarnya bukanlah ibu kandungnya?”

“Tutup mulutmu! Kalau ada yang dengar Suzy akan sedih kamu mengatakan Sooyeon bukan anaknya,” ujar Soojung memeperingatkan. Sulli yang menyadari ketelderonnya langsung memukul mulutnya pelan. “Sampai kapanpun Sooyon adalah anaknya Suzy. jiyeon sudah membuangnya,” ujar Soojung keras.

“Tapikan Jiyeon tidak…”

“Meski dia di bohongi, harusnya dia bisa merasakan anaknya masih hidup bukannya langsung menghilang begitu tanpa mau mencari bukti terlebih dahulu,” potong Soojung.  “Seharusnya dia sudah tahu apa yang akan dia hadapi ketika berhubungan dengan Myungsoo sunbae, bukan menyerah di tengah jalan. Kalau Suzy tidak bersedia merawat Sooyeon gadis itu sudah mati karena ulah orang tuanga dan kakek neneknya. Jadi Suzy yang memberinya kehidupan jadi Suzylah ibunya.”

“Aku hanya kasihan pada Jiyeon. Biar bagaimanapun keadaan juga yang memaksanya begitu.”

“Aku juga kasihan padanya, tapi aku juga tidak bisa membantunya karena dia juga memilih kita jadi musuhnya.”

Sulli mengangguk. Dia juga teringat saat Jiyeon marah pada Suzy dan Sulli dan Soojung mencoba mnjadi penengah, yeoja itu malah marah pada mereka dan berkata mereka lebih membela Suzy karena yeoja itu anak orang kaya dan Jiyeon hanyalah anak orang miskin. Sejak saat itu hubungan mereka dengan Jiyeon benar-benar kandas.

“Apa yang akan terjadi pada Suzy kalau jiyeon benar-benar melakukan niatnya.”

“Molla,” jawab Soojung. “Tapi apapun yang akan di lakukan Jiyeon, Suzy tidak sendirian dan masih ada kita.”

*****

Jiyeon menarik kopernya dan melangkah dengan yakin begitu turun dari bandara. Dia berhenti sejenak dan mentap langit kota Seoul dengan tatapan tajam.

“Aku akan mencoba peruntungaku lagi. Meski aku tak menyukaimu tapi hanya di sini aku bisa mencari ebahagiaanku,” ujarnya pda langit yang sudah mulai gelap ini. kali ini aku benar-benar akan menggunakan semua kekuatanku unk mengambil kembali apa yang seharusnya aku miliki.”

Setelah berkata begitu dia kembali melangkah dengan keyakinan penuh ke arah taksi yang sedag berjejer menunggu penumpang. Tanpa meminta persetujuan dari sopir taksi dia melangkah dan langsung masuk kesalah satu taksi yang paling dekat dengannya.

“Kita Ke Seoul pak. Ke K & B corp,” ujarnya pada supir taksi itu lalu menyebutkan alamat kantor Myungso itu. “Oppa tunggu aku. Kamu pasti merindukanku juga kan?”

*****

Suzy mentap Myungso yang akan kembali ke mobilnya setelah mengantar dirinya dan Sooyeon pulang. Yeoja itu menatap punggung Myungso dengan tatapan yang sulit di artikan. Dia tidak tahu apa yang terjadi padnya. Apakah dia sedang bermimpi ataukah Tuhan benar-benar akan mengbulkan doanya agar dia bisa kembali tersenyum seperti saat dia masih kecil. Tapi apapun itu dia tidak berani berharap. Dan tiba-tiba myungso berbalik menghap Suzy membuat yeoja itu terlonjak.

Myungso menatap Suzy. dia berusaha menatap bola mata gadis itu mencari jawaban dari perasaan Suzy yang sebenarnya, tapi yeoja itu tersu saja menolak memandangnya

“Suzy…”ujar Myungso berharap yeoja itu mau menatapnya. Tapi suzy hanya mengguman tanpa mau menatapnya. “Kenapa kamu belum memberi jawaban?”

Suzy menunduk, “Jawaban apa?” tanyanya pelan.

Myungso mengehela nafas berat. Menyerah untuk berharap agar Suzy mau menatapnya. “Tentang pertanyaanku tadi. Apakah kamu bersedia menggemgam tanganku terus dan tidak akan melepaskannya?”

Suzy masih terdiam. Ibuk memandangi tanha yang sedang dia injak. Berharap tanah itu muncul sesuatu yang sangat menarik sehingga dia bisa berseru dan menyuruh Myungso juga melihatnya sehingga namja itu melupakan pertannyaanya. Namun ialnya tidak ada apa-apa yang menarik disana. Yang ada hanya debu dan tanah yang terlihat mebosankan.

“Seperti aku,”  batin Suzy.

“Suzy! kenapa kamu hanya diam?!” tanya Myungso lagi sambil memegang tangan Suzy lembut berharap perhatian yeoja itu.

“Engg…itu. Ani.”

“Aku masih menunggu jawabanmu.”

Suzy menghela nafasnya berat. Dia mengangkat wajahnya, menatap mata Myungso dalam. Dia perlu memastikan sendiri lewat matanya tentang kejujuran namja itu.

“Apa kalau aku meraih tanganmu dan menggenggamnya dan mempercayakan hatiku pada genggamanu oppa yakin tidak akan lepaskanku?” tanya Suzy yakin.

Myungsoo mengangguk. “Tidak aan pernah!”

“Selama ini hanya aku yang menggemgamu dan kamu menggenggam yang lain. Aku sudah lelah dan berniat berhenti berharap kamu akan menarikku dan melepaskanmu tapi tiba-tiba kamu meraih tanganku lagi. Ini adalah kesempatan terakhirku, apa oppa benar-benar tidak akan melepaskanku?”

Myungso kembali mengangguk.

“Bagaimana kalau tangan yang sudah terlepas itu ternyata tidak terjatuh jauh dan dia kembali merangkak dan mengulurkan tangannya agar kamu meraihnya apa kamu akan melepaskan tanganku dan meraihnya lagi?” ini baru pertama kali suzy berbicara sepenjang itu dengan Myungso.

“Tidak! Aku tidak akan melepaskan tanganmu dan meraihnya karena seluruh hidupku juga sudah kuserahkan di tanganmu. Aku juga akan mati jika aku melepaskanmu.”

“Oppa kamu sudah berjanji dan tidak boleh mengingkarinya,” ujar Suzy dengan air mata yang sudah mengali di pipinya. “Karena kalu kamu mengingkarinya, aku akan mati saat itu juga.”

“Jadi apa kamu menerimaku kembali?” tanya Myungso kaget lalu menghapus air mata Suzy. Suzy mengangguk. “Jeongmal!” tanya Myungso lagi dan ji jawab anggukan Suzy. Tanpa menunggu lagi Myungso langsung meraih Suzy kedalam pelukannya dan memeluk istrinya itu dengan erat, seolah itu adalha hal yang paling benar untuk di lakukan saat ini. “Mianhae sudah membuatmu menderita selama ini. aku berjanji mulai saat ini aku akan mebahagiakanmu. Kita kan hidup bahagia. Kamu, aku dan Sooyeon.”

Suzy membalas pelikan Myungso. Sudah sangat lama dia menunggu hal ini. sudah bertahun-tahun dia berharap suasana seperti ini. sudah begitu banyak air mata dan luka  yang ia habiskan untuk momen ini. Dan bagi Suzy ini terasa benar dan seharusnya inilah yang terjadi selama ini.  Air matanya mengalisr semakin deras ketika perasaan lega itu datang. Tapi dia tidak akan menyesali semua yang dia lewati selam bertahun-tahun ini jika memang pada akhirnya dia akan mengalami kejadiann ini. kalau ternyata kebahagiaan seperti ini yang akan dia terima sebagai hadiah kesabarannya selama ini. bagi ini Suzy ini sudah cukup dan tidak akn meminta apa-apa lagi.

Dia berusaha mengeratkan pelukannya lagi pada Myungso menyakinkan dirinya kalau ini bukan mimpi. Kalau namja yang sedang memeluknya dan di peluknya ini benar-benar Kim Myungso, nmja yang sudah Suzy selama bertahun-tahun agar mau melihat ke arahnya.  Tapi meski merasa leda dan bahagia, tapi ketakutan itu tetap ada di hati suzy. Dia tetap taku kalau semua ini hanya mimpi.

Suzy sudah takut bermimpi karena mimpi selalu memberi akhir yang buruk pada Suzy. Dia takut ternyata dia tanpa sadar hanya bermimpi dan saat membuka mata rasa sakit itu akan kembali muncul. Karena mimpi tidak pernah berpihak padanya. Tapi kalaua ternyata ini hanya mimpi, untuk kali ini Suzy tidakkeberatan. Karena rasa bahagia yang di rasakannya sekarang sudah cukup baginya.

“Oppa aku sedang bermimpi,” guman Suzy pelan.

Myungso melepaskan pelukannya dan merai tangan Suzy dan meletakkan di kedua pipinya.

“Apa menurutmu ini mimpi?”

Suzy mengangguk. “Karena bagi kebahagiaan itu hanya ada di dalam mimpi,” ujarnya dan tanpa sadar air atanya mengalir. “Mian..tiba-tiba aku jadi cengeng.”

Myungso tersenyum dan menghapus air mata Suzy. “Gwenchana, kamu bisa menangis sepuasmu. Sudah terlalu banyak air mata yang kamu tahan, mereka psti ingin keluar,” ujarnya lalu memeluk Suzy lagi.

Cukup lama merak terdiam sambil berpelukan begitu. Menikmati momen yang belum pernah mereka lalui. Menikmati ketenangan malam yang menenangkan dan debaran jantung mereka yang begitu menyenangkan.

“Kapan kamu kembali ke Seoul? Pekerjaanmu pasti menumpuk di sana?” ujar Suzy membuka pembcaraan. “Kamu harus cepat kembali.”

“Aku akan pulang kalau kamu dan Sooyeon kembali.”

“Oppa pulanglah dulu. Aku akan di sini sampai Sooyeon lulus sekolah, karena dia pasti bingngu kalau dia pindah-pindah terus,” ucap Suzy. “Kami pasti akan menyusul secepatnya.”

“Oh..itu baru dua bulan lagi,” ujar Myungso melepaskan pelukannya dan menatap suzy kesal. “Apa kamu sengaja ingin berlama-lama di sini karena bosmu itu?”

“Kim Jong-in?” ujar suzy.

“Ne…si kulit hitam dan bibir tebal itu. Aku tidak suka kamu dekat-dekat dengannya. Dia menyebalkan,” ujar Myungso kesal. “Dia ingin menggodamu.”

Suzy tersenyum. “Kim Myungsoo oppaku sudah kembali,” gumannya pelan. “Oppa tahu aku menunggu sangat lama agar oppa bisa kembali menjadi oppaku yang dulu.”

Myungsoo terdiam dan menatap Suzy dalam. Sejak dia berpacaran dengan Jiyeon dia memang jadi berubah dan melupakan Suzy. padahal saay nenek yeoja itu meninggal dia sudah berjanji akan selalu menghiburnya dan membuatnya terseyum.

“Mianhae…aku melupakan janjiku untuk selalu membuatmu tersenyum.”

Suzy mengangguk. “Ini sudah malam, lebih baik oppa pulang sekarang.”

“Kau mengusirku..”

“Hmmm.”

“Yakk!! Kamu merusa suasana aja,” kesal Myungso sementara Suzy hanya tersenyum. Melihat Senyum Suzy ceria yang sudah sangat  lama di lihatnya membuat hati Myungso tergetar. “Kamu dan Sooyeon tidak ingin ikut aku ke hotel saja?”

“Ani…Aku akan tetap di sini.”

“Tapi kitakan suami istri…”

“Tapi kita sudah hampir bercerai…”

“Tapi aku sudah membuang surat dan tidak menyutujinya.”

“Tapi aku belum membatalkan tuntutanku!”

“Yak! Kim Suzy kenapa kamu jadi menyebalkan.”

Suzy tersenyum. Wajahnya memerah mendengar Myungso memanggil namnya dengan marga namja itu. “Lebih baik oppa kembali sekarang, ini sudah malam. nanti aku dan Sooyeon akan ke tempat oppa setelah pamit pada Soojung dan Sulli.”

“Arraso..arraso…kamu memang menyebalkan karena dari tadi mengusirku terus.” Ujar Myungso kesal. “jangan merajuk nanti kalau kamu merindukanku.”

Suzy hanya tertawa melihat tingkah konyol Myungso. Dia senang Kim Myungsoo yang dia kenal saat dia liburan Ke Seoul sudah kembali. Kim Myungso yang selalu tersenyum padanya.

Tapi tanpa mereka berdua sadari dari tadi ada sosok yang berdiri tidak terlalu jauh mengamati mereka dalam diam. Sosok itu sudah cukup lama berdiri untuk melihat adengan yang cukup melukai hatinya itu. Tangannya terkepal kuat saat melihat kedua sosok yang dia amati itu tertawa bahagia.

 

TBC

MyungZy or KaiZy??

Awalnya pengen ending Myungszy, tp seiring berjalannya wktu pengen KaiZy. Tp skrg aku jg bingung pilih mana (Auhtor g jelas)hehehehe…

Jd utk endingnya di tunggu aja n  berdoa aja spy Mood saya sesuai yg kalian harapkan.

MyungZy or KaiZy or cople Zy lain…hehehe

Part depannya terakhir, tp blm tau kpn di post krn aku juga blm ngetik. Ini aku lanjutin krn byk yg nanya. Jadi maaf ya kl eritanya tidak memuaskan dan aneh juga terkesan di paksakan. Terlalu lama tdk menyentu ff ini feelnya ikut ilang juga.

Advertisements

91 thoughts on “LOVE is HARD part 10

  1. Akhirnya post juga ini part lamanya 🙂
    Hee myung ternyata bisa bermanja juga sama suzy….siapa nanti yang sama suzy happy end tapi pengennya myungzy biar perasaan dan perjuangan suzy ada hasilnya 😀 next partnya

  2. aku suka ff ini, pengennya endingnya KaiZy tapi gak masalah sih endingnya ama siapa yg penting jangan sad ending aja. ayo thor fighting!

  3. lhoooo kok uda baikan ?!!!
    spa tuh yg ngliat??!! jgn kaiii…. kasiannnn..

    milih kaizy ahhh… trus myung jombloooo atauuu ama aku…. wkwkwkwkkkk
    msih sbel q ama myung,,, msak d ksh enk trus…. bkin skit ati aja sma kyak suzy dlu…..bkin myung nyesel beratttt…..

  4. wah daebak thor ….
    myung kyeopta….!!!!

    aku harap sih endingnya myungzy
    tpi nanti kasihan kai…
    aku jadi bingung jga…

    di tunggu lanjutannya figthing!!!!

    myungzy.. jjang!!!

  5. Akhirnya dipost jg. Akhirnya juga myungzy bersatu, tp jiyeon blik lg ke korea >< siapa tuh yg ngliatin Myungzy? Jongin kah? Next part ditunggu 🙂

  6. Sebelumnya mian krn g ninggalin jejak di part2 yg lain..coz q belom lm tau nih ff hhhhh
    Tp kereennnnn ffnya…
    Myungzy ja chingu..lebih kerasa endingnya xD..
    Aq juga suka kaizy..but..untuk cerita ini..lebih baik myungzy deh…xD
    Sekali mian br comment hohoh

  7. pasty kai yang melihat ..
    aq milih KAIZY aja thorr ..
    biar myungyeon bisa bersatu . kesian tu ama jiyeon walaupun sbnarbya dia udah jhat ama suzy …
    Aq dukung KAIZY !!!!!

    • sory br balas…
      kemarin2 aku agak sibuk blm smpt cek2 coment…
      hp ku abis ilang (aku itu langganan bgt ilang) jd utk sementar aku cm pegang hp lama yg da gak d pake (g ada androidnya)…hehehe

  8. Ah aku juga ikut bingung thor , pingin endingnya myungzy atau kaizy .
    Kalo endingnya myungzy , kasian kai nya . Huhu

  9. Pasti jiyeon tu yg ngintip myung n suzy,.
    aigoo knp suzy jd tukang malak gitu,.
    enak bngt jd dia dpt gratisan mulu gegara ngasih infox suzy hehehehe,.
    langsung lompat next chap ne thor,.

  10. Cie myung dah balikan sm Suzy..ehh nyatain cinta dehh akhirnya sadar juga.. walau kasihan sm Kai, tp kasihan juga sm Suzy krn sebenrnya hatinya Suzy kan sm Myung..hehehe.. yg terbaik aja y thor

  11. uwwaaa—so ramantic myung ah….. gitu dooong…. MyungZy bertingkah konyol satu sama lain itu baru moment MyungZy….

  12. aku myungzy shipper cmn karena myung udh sampe punya anak sm jiyeon aku prefer kaizy aja T.T masa suzy gadis dapet bekas 😦 btw thor jebaaaal aku minta pw part 11 & 12 . gapunya fb sm twitter aku thor TT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s