Sehun Michigetda Part 3

HunZy

Author : Ririn

Genre : Romance-Comedy

Leght : Chaptered

PG    : 13+

Cast : Oh Sehun

Bae Suzy

Kim Jong-in

Lee Taemin

And Others

Ini ff GJ, dan Cuma iseng2 nyolong idenya sesorang. Maaf ya kl aneh bin ajaib, maklum ini Genre yg pernah aku coba, mudah-mudahan ada yang suka. Ohh Typo bertebaran dimana-mana…

==========================================================================================

part 3

author POV

Udara siang ini cukup hangat dan menyenangkan. Matahari bersinar cerah namun tidak terlalu panas karena banyaknya pohon dan tanaman yang menghiasi taman sebuah rumah sakit kejiwaan di pinggiran kota Seoul. Banyak orang yang menghabiskan waktunya di taman itu menikmati matahari yang sedang bahagia yang juga menularkan keceriaannya pada setiap orang yang ingin menikmatinya. setiap orang di taman itu terlihat bahagia tidak peduli menggunakan pakaian pasien atau pakaian perawat semuanya terlihat menikmati udara siang itu. Ada yang tertawa, ada yang berbicara bahkan ada yang tidur-tiduran.

Tapi…kalau kalian mengedarkan pandangan lebih jauh lagi. jauh ke ujung taman yang jarang di kunjungi orang-orang karena di sana terlalu banyak pohon-pohon besar dan letaknya yang juga ada agak sedikit di belakang rumah sakit itu. Disana hanya ada satu orang namja berambut pirang dan baju serba merah. Bertolak belakang dengan suasana matahari yang sedang ceria, suasana hati naja itu sepertinya sedang tidak dalam keadaan baik. Lihat saja tatapan matanya yang berkaca-kaca memandang ke arah air mancur yang rusak itu. Dia sedang tidak meratapi nasip air mancur itu tapi dia sedang meratapi hal lain.

“Ani…aniya. tidak ada hubungan spesial di antar mereka. Itu hanya hubungan dokter dan pasien,” gumannya sambil menatap air mancur rusak itu. “Huaa…tapi kenapa mereka dekat sekali.”

Orang itu kembali sbuk dengan pikrannya, menerka-nerka sesuatu dalam otaknya. Sebentar-sebentar tersenyum, sebentar-sebentar merenggut dan menggeleng keras.

“ARGGHHH…Aku bisa gila!” pekiknya kencang.

“Kalau ternyata memang memiliki hubungan spesial, lalu bagaimana nasibku?” ujarnya lagi. “Apa aku harus menyerah…” dia kembali berfikir. “Andew…aku tidak boleh kalah sebelum berperang. Aplagi pada namja gila dan hitam seperti dia.” Dia kembali tersenyum penuh tekad, namun beberapa detik kemudian senyum itu langsung hilang di gantikan dengan senyum kecut.

“Tapi bagai mana kalau mereka benar-benar menjali hubungan? Bukankah pacarnya mati karena dia ketahuan selingkuh? Apa jangan-jangan dokter cantik adalah…”Sehun membulatkan matanya atas pemikirannya. “Ani…ani…itu tidak mungkin.” Dia kembali menggeleng cepat.

“Kalau itu benar, apa aku menyerah aja…”

“Menyerah? Menyerah untuk apa?”

Sehun membulatkan matanya begitu mendengar suara halus itu. Dengan cepat dia menoleh ke belakang membuat lehernya samapi sakit dengan gerakan terlalu tiba-tiba itu.

“Dok..dokter cantikk..”ujarnya gugup. Gugup karena takut ketahuan memikirkan yeoja ang kini semakin mendekat kearahnya.

“Apa yang kamu lakukan disini sendirian? Apa kamu tidak takut? Kabarnya di sini angker, para perawat sering mendengar suara tangis disini,” ujar Suzy sambil mengambil posisi duduk di saping Sehun dan ikut bersandar pada pohon besar itu seperti Oh Sehun. “Apalagi di situ. Tukang kebun di sini sering melihat sorang yeoja duduk di situ malam-mala,” lanjut Suzy menunjuk air mancur yang rusak itu.

“Ne…angker?” tanya Sehun. Dia menatap sekeliling. Pantas saja tidak ada di sekitar sini, padahal tempat ini tidak kalah rindang dari tempat yang lain.

Suzy mengangguk. “Wae? Kamu takut?”

Sehun menaikkan dagunya dengan angkuh dan membusungkan dadanya seperti seorang pria sejati. “Takut? Aku Oh Sehun tidak kenal dengan yang namanya takut,” ujarnya bohong agar terlihat keren di depan Suzy. padahal bulu kuduknya sudah berdiri semua.

Suzy tersenyum melihat tingkah Sehun. Dari wajahnya saja Suzy sudah tahu namja di depannya ini sedang ketakutan, belum lagi bola matanya yang berputar-putar kesana kemari memastikan tidak ada sesuatu yang aneh. Oh Sehun benar-benar tidak pintar berbohong.

“Cih…Terserah kamu saja,” ujar Suzy. “Lalu kenapa kamu duduk di sini sendirian? Aku mencari dari tadi.”

“Ne?!” tanya Sehun kaget dan langsung menatap Suzy terharu. Dokter cantiknya mencarinya dari tadi. “Dokter cantik mencariku?”

“Ne..aku bahkan berkeliling gedung rumah sakit untuk mencarimu. Aku juga bertanya pada dokter Lee, tapi dia bilang tidak melihatmu lagi setelah dia mengantarmu ke kamarmu,” jawab Suzy dengan senyum manisnya. Melihat senyum Suzy, Sehun langsung melupakan ke galauan hatinya. “Aku menghawatirkanmu.”

“Jincha?!” pekik Sehun girang dan langsung berdiri dan loncat-loncat. “Hahaha…dokter cantik menghawatirkanku…” ucapnya girang.

Suzy mendongak dan menatap Sehun geli. Ada-ada saja kelakuan pasien-pasiennya yang membuat dia selalu tertawa geli.

“Apa kamu tidak pusing berputar-putar begitu? Aku yang melihatnya aja pusing. Lebih baik kamu duduk,” kata Suzy yang langsung di turuti Sehun. “Anak manis,” ujar Suzy begitu Sehun kembali duduk di sebelahnya dengan manis.

Sehun tersipu malu mendengar pujian Suzy padanya. Dia tertunduk malu dan langsung bersikap seperti ajing manis yang penurut.

“Sini tanganmu kulihat,” kata Suzy sambil menadahkan tangannya. Sehun mengangkat kepalanya dan menatap Suzy dengan mata kembali membulat. “Tangamu,” ulang Suzy karena Sehun yang mematung. “Aduh kamu kenapa suka sekali mimisan tiba-tiba begini,”kata Suzy melihat Sehun yang mimisan karena yeoja itu meraih tangan kanan Sehun karena namja itu tak kunjung bergerak.”Untung aku selalu sedia tisu.”

Sehun terus saja menatap Suzy yang sedang sibuk menutup salah satu lubang hidungnya dengan tisu agar mimisannya  tidak terus keluar.

“Sekarang kita obati tanganmu,” ujar Suzy kembali meraih tangan Sehun setelah selesai berkutat dengan lubang hidung namja imut itu. “Tadi saat menenangkan Kai, aku melihat tanganmu terluka. Apa ini sakit?” tanya Suzy menunjuk luka lecet di siku Sehun dengan darah yang sudah mengering.

“Oh…aku tidak menyadarinya,” ujar Sehun setelah tersadar dan menatap luka yang cukup lebar itu.

“Ini tidak terlalu dalam tapi lumayan lebar. Kalau tidak di bersihkan ini bisa infeksi,” kata Suzy mulai mengeluarkan peralatannya dari kotak yang sedari tadi di panku Suzy. mungkin karena terlalu sibuk dengan wajah Suzy, Sehun sampai tidak sadar Suzy membawa kotak itu. “Dulu sebelum mengambil spesialis kejiwaan aku juga belajar dokter umum, jadi aku bisa mengobati luka dengan baik,” kata Suzy sambil membersihkan luka Sehun. “jadi kalau agak perih, di tahan sedikit ne.”

Sehun hanya mengangguk. Dia terlalu syok dengan skinship yang di lakukan Suzy hingga suaranya hilang entah kemana. Otaknya juga macet karena Suzy ternyata memeprhatikannya hingga sedetail itu samapai dia tidak tahu harus berbuat apa selain menurut seperti anjing bodoh manis.

.

.

.

Sehun kembali kekamarnya dengan Senyum manis yang menghiasi bibir tipisnya. Dia sibuk membayangkan kejadian di taman barusan saat dia berbicara dengan Suzy, apalagi saat mengingat Suzy membersihkan mimisan dan lukanya. Dengan senyum malu-malu Sehun meraba hidung dan kemudian beralih pada perban kecil yang ada di siku tangannya.

“Kalau begini aku rela terluka terus, kekeke” ujarnya sambil malu-malu.

“Yak Oh Sehun! Kenapa kamu senyum-senyum sendiri seperti orang gila?” teriak Taemin yang heran melihat Sehun. “Ah..kamukan memang gila…bagaimana aku bisa lupa?”

Sehun yang lagi berjalan sontak berhenti dan menatap Taemin kesal. “Yak! Kenapa kamu tiba-tiba muncul? Kamu mengganggu imajinasiku saja,” kesalnya.

“Ya..ya..ini rumah sakit tempatku bekerja, jadi aku bebas muncul di mana saja,” ujar Taemin. “kamu yang seharusnya ada di kamarmu dan jangan berkeliaran. Kamu ini pasien!”

“Ck…”

“Kamu dari mana?” tanya Taemin lagi.

Senyum Sehun kambali mengembang. Dia langsung teringat kejadian di taman barusan.

“Aku habis dari taman…”ujarnya riang. “Dan kamu tahu aku bersama siapa di sana?” Taemin menggeleng. “Yak…kamu tidak seru sekali. Harusnya kamu menebak.”

“Kamu pikir aku paranormal yang bisa menebak. lagipula aku bukan anak kecil lagi yang suka tebak-tebakan.”

Sehun mendesis. Tapi karena dia sedang senang dia tidak menghiraukan ledekan Taemin. “Aku bersama Dokter cantik. Dia membersihkan mimisanku dan mengobati lukaku.”

Taemin geleng-geleng. Sebenarnya dia sudah bisa menebak. apa lagi yang bisa membuat oh Sehun tersenyum bodoh begitu kalau bukan Bae Suzy.

“Kamu terluka? Kenapa?” ujar Taemin sambil berjalan ke arah ruangannya dan memberi isyarat agar Sehun mengikutinya.

“Eoh…pasin yang satu kamar denganku itu mengamuk dan mendorongku. Dan tanganku tergores,”ujar Sehun riang, seolah dia bukannya terluka tapi mendapat lotre. “Dan kamu tahu Tetemah… dokter cantik melihatnya dan menghawatirkanku.”

“Tentu saja dia khawatir denganmu. Kamukan pasiennya,”ujar Taemin membuat Sehun kesal.

“Ya…apa kamu tidak bisa melihatku senang. kamu selalu menghalangi kebahagiaanku.”

Taemin tidak menanggapi dan malah sibuk membuka ruang kerjannya. “Suzy memang dokter yang baik. semua pasiennya di perhatikan dengan baik.”

Sehun terdiam dan langsung teringat dengan kejadian saat Jong-in mengamuk dan di tenagkan Suzy. hatinya kembali resah. Dia takut kekhawatirannya akan menjadi kenyataan.

“Tetemah..apa aku boleh bertanya?”

“Hmm…”guman Taemin mengangguk tanpa menoleh ke Sehun yang duduk di kursi depan mejanya karena dia sedang sibuk mencari-cari sesuatu di tumpukan berkesnya.

“Apa Kim Jong-in dan Suzy sebelumnya saling mengenal? Sepertinya mereka sangat dekat.”

“Molla,” jawab taemin acuh tak acuh. “Memang kenapa?”

“Aku merasa seperti ada yang aneh pada mereka. sepertinya meraka sudah saling mengenal sebelumnya. Apa mungkin…” Sehun tidak melanjutkan kalimatnya. Dia takut membayangkan itu.

Taemin menatapnya sekilas dan meras iba pada sepupu sekaligus sahabatnya itu.

“Sebelum Jong-in di rawat di sini dia pasien Suzy sebelumnya. Keluarga Kim Jong-in juga sudah mengenal Suzy dan percaya padanya. Mungkin karena itu mereka jadi dekat,” ujar Taemin menghibur Sehun. Sejujurnya dia juga merasa aneh dengan hubungan Suzy dan Kim Jong-in yang sangat dekat. Kim Jong-in juga hanya mau menurut pada Suzy dan perhatian Suzy juga pada namja itu agak berbeda. Suzy memang selalu memperhatikan pasiennya dengan sangat baik, tapi Taemin juga merasa perhatian Suzy pada Jong-in agak berbeda, seperti ada perasaan yang terlibat di sana.

“Jincha,” ujar Sehun kembali ceria. “Jadi begitu,”katanya mengangguk. “Gomawo Tetemah..kamu memang yang terbaik.”

“Eihhh…berhetilah memasang tampang seperti itu. Ingat usiamu,” ujar Taemin bergidik melihat Aegyo taemin yang seperti anak bayi.

“Hehehe…kalau begitu aku semangat lagi mengejar cintaku,” ujar Ssehun riang. “Karena aku kalah start dengan namja gelap itu, berarti aku harus lebih agresif.”

Taemin hanya menatap Sehun prihatin. Apa semua orang yang jatuh cinta akan jadih aneh seperti Oh Sehun? Kalau ia, dia tidak mau jatuh cinta. dan dalam hati Taemi prihatin pada Suzy karena harus di sukai oleh Oh Sehun.

“Baiklah Lee Taemin cantik…kalau begitu aku menemui dokter cantikku dulu. Tadi dia berjanji akan menamaniku makan malam,” ujar Sehun sambil mengedip-ngedipkan matanya manja.

“Astaga!” pekik Temin ngeri. Lee taemin cantik? Mowya…

ʚ

Senyum manis yang tadi menghiasi wajah tamapan sekrang sudah tidak terlihat lagi. tadi begitu meninggalkan ruangan Taemin, dengan penuh semangat Sehun berlari mencari keberadaan Suzy. setelah berkeliling kesana-kemari dan bertanya kesan-kesini—termasuk harus rela di kejar-kejar pesien yang gemas melihat Sehun—akhirnya dia bisa menemukan Suzy di ruang olahraga sedang melakukan terapi pada seorang paien wanita yang di bantu beberapa perawat. Dengan riang Sehun menyapa Suzy yang di balas dengan senyum cantik dari Suzy yang membuat Sehun kembali berbunga-bunga.

“Ada apa? Apa kamu mencari seseorang?” tanya Suzy pada Sehun yang masuk keruangan itu sambil celinguk-celinguk. Sehun mengangguk. “Siapa? Apa dokter Lee.” Sehun menggeleng.

“Aku mencari dokter,” ujar Sehun sambil menunjuk Suzy malu-malu.

“Aku? Memangnya ada apa?” tanya Suzy heran tapi tidak mengalihkan matanya dari pasien yang sedang melakukan gerakan senam . “Apa kamu menyukainya Ae-Raya?” tanya Suzy pada pasien yang sepertinya sangat menikmati olah raga itu. Pasien itu mengangguk semangat tanpa menoleh ke Suzy karena terlalu semangat mengamati instrukturnya. Suzy ternyum melihat pasiennya itu.

“Kamu mau ikut senam juga?” tawar Suzy pada Sehun yang langsung di jawab gelengan Sehun.

“Aniyo…aku tidak suka senam,” jawab Sehun cepat.

“Lalu kenapa kamu mencariku samapai kesini?”

“Ohh..aku sedang bosan,”ujar Sehun gugup. “Kim Jong-in sedang tidaur, Tetem sedang sibuk, makanya aku mencari dokter cantik,” lanjut Sehun semangat. “Apa yang sedang dokter lakukan?”

Suzy mengangguk. “Jam segini Jong-in memang tidur siang,” jawab Suzy melihat jam tangannya. “Aku sedang mengawasi Ae-Ra terapi olah raga. Dia menjadi pasienku sudah dua bulan ini dan keadaannya seduh membaik. Dulu dia hanya diam dan melamu terus. Kalau dia terus membaik seperti itu, sebulan lagi dia mungkin sudah bisa pulang.”

Sehun mengangguk. Bukannya dia mendengarkan cerita Suzy, tapi dia terlalu terpesona pada wajah cantik di sebelahnya itu. “Kamu suka olah raga apa?” tanya Suzy tiba-tiba menoleh dan memergoki Sehun yang sedang menatapnya membuat namja itu salah tingkah.

“Aku?” Sehun mencoba berfikir. “Opso..” jawab Suhun polos.

“Jincha…uwahh sayang sekali. Padahal aku berencana mengajakmu melakukan olah raga yang kamu sukai.”

“Aku suka basket!” ujar Sehun cepat membuat suzy menatapnya heran. “Ia…aku suka basket..”ujar Sehun lagi dengan Senyum bodohnya.

“Jeongmal…Aku juga menyukai basket,” jawab Suzy. “Kapan-kapan kita akan bermain basket bersama…otte?” Sehun lega karena Suzy tidak mempermasalahkan jawabannya yang tiba-tiba berubah itu. Hatinya kembali berbunga-bunga dan melupakan fakta bahwa dia benar-benar payah dalam hala olah raga termasuk basket.

Pembicaraan Suzy dan sehun harus terhenti karena perawat yang tadi menemani Ae-Ra menghampiri Suzy dan berkata terapi yeoja itu sudah selesai hari ini.

“Aku akan mengntar Ae-Ra ke kamarnya, apa kamu ikut?” tanya Suzy pada Sehun yang langsung di beri angguka oleh Sehun dengan semangat. “Kalau begitu kajja,” ajak Suzy.

Senyum riang Sehunmasih setia di bibirnya saat menemni Suzy mengantar Ae-ra ke kamarnya. Beberapa kali mereka bercanda bersama karena ternyata Ae-Ra gadis yang cukup periang dan suka bercanda. Sepertinya gadis itu sudah benar-benar sembuh.

“Dia hanya tinggal perlu terapi sosialisasi,” ujar suzy ketika Sehun bertanya kanap dia belum juga pulang padahal sepertinya dia sudah sembuh. “Dia terlalu menutup diri selama ini dan sedikit takut jika suasana terlalu ramai. Tapi akhir-akhir ini dia sudah mulai terbuka meski masih terkadang gemetaran.”

Sehun kembali mengangguk. Dia terlalu senang mendengar cerita Suzy hingga dia tidak mmbuka suaranya, padahal biasanya dia sangat bawel.

“Selain basket, apalagi yang kamu sukai?”

“Naega? Hmmm. Aku suka fashion…suka minum buble Tea. Suka tertawa…suka bercanda.”

Suzy tersenyum. “Benarkah? Kalau begitu kapan-kapan aku akan mentraktirmu buble tea.”

“Jincha? Jeongmal?!”

“Lalu apa lagi?” tanya Suzy lagi. sehun terlihat berfikir keras. “Apa kamu tidakmenyukaiku?”

Pipi Sehun bersemu merah. Dengan malu-malu di tundukkannya kepalanya sambil merema-remas kausnya dia menjawab, “Chohae…mani choae…”

Suzy mengangguk. “Oh kita sudah sampai,” kat Suzy begitu tiba di ruangan Sehun. “Aku harus membangunkan Kai dan menyuruhnya mandi. Kamu juga harus mandi setelah itu kita makan malam.”

Sehun langsung berlari dengan semangat ke ruangannua dan mengubek-ubek koper kuningnya yang ternyata dia sembunyikan di bawah tempat tidur. senyum manisnya masih terus ada hingga dia duduk bertiga bersama Suzy dan Jong-in di meja kamar mereka. senyum Sehun langsung hilang melihat perhatian Suzy pada Jong-in.

“Kenapa kamu tidak makan? Apa kamu tidak suka menunya?” tanya Suzy melihat Sehun yang tidak menyentuh makanannya.

“Ani…hanya saja…”Sehun ragu melanjutkan kalimatnya melihat Jong-in yang menatapnya garang. Enatah kenapa namja itu sepertinya menyebarkan aura peperangan di antar mereka. “Aku juga mau di suapi seperti dia,” rengek Sehun.

“Oh…kamu juga mau di suapi?” sehun mengangguk.

“Kalau tidak aku tidak mau makan.”

“Arraso, sini piringmu,” ujar Suzy meraih piring Sehun dan bersiap menyuapkan makanan ke mulut Sehun.

“Aaaa….”belum samapi sendok itu ke mulut Sehun, tapi makanan yang ada sendok itu sudah hilang. Sehun dan Suzy menoleh ke arah Jong-in heran. “Yaa!!” pekik Sehun kesal.

“Kamu tidak boleh menyuapinya!!” pekik Jong-in kesal membuat Sehun mengerucut. “Aku tidak menyukainya!”

“Ya…Kim Jong-inah…kamu tidak boleh begitu. Sehun itu cingu…”ujar Suzy lembut.

Jong-in menatap Sehun galak. “Ani, dia bukan cinguku. Aku tidak menyukainya.”

“Wae…wae..waeyo…”tanya Sehun heran.

“Aku benci namja cengeng dan lembek!”

Sehun mendesis, “Ya…aku tidak cengeng dan lembek. Aku ini pria sejati.”

“Kamu cengeng!”

“Aaku tidak cengeng!”

“Kamu cengeng!”

“Kamu galak!” ujra Sehun tidak mau kalah.

“Kamu lebek!”

“Kamu gelap!

“ Suzy hanya boleh merawatku. Dia hanya boleh menjadi dokterku. Aku tidak mengijinkannya di dekatmu!”

“Yaa…mana boleh begitu. Memangnya kamu siapanya. Aku juga pasien…pasien…”

“Sudah…sudah. Kenapa kalian jadi berdebat,” relai Suzy karena sekarang Sehun dan Jong-in Sali pelotot-pelototan.  “Oh Sehun kamu bisa makan sendirikan?” tanya Suzy membuat Sehun mengerucut. Dalam hati dia mengutuk Kim Jong-in yang tersenyum puas karena Suzy lebih memilih menyuapinya.

Shun terus saja menggerutu tidak jelas sambil menatap Jong-in kesal membuat Suzy geleng-geleng. Dia juga merasa senang karena kehadiran Sehun Jong-in yang biasanya pendiam dan menyendiri tiba-tiba berbicara dan menggenggu Sehun. Itu perkembangan yang sangat pesat karena dengan maunya Jong-in membuka diri itu berarti akan semakin memudahkan terapi yang di berikan. Dia harus berterimakasih pada Oh Sehun.

TBC

Semakin datar ya…

Hehehehe, soale penlisan itu di pengaruhu mood tp utk next partya aku bakal perbaiki dehh. Ini tiap partnya bakl g terlalu panjang n rencananya bakal long chapter gitu…mudah2an next partnya unsur comedya da muncul…hehehe

Oh ya krn byk yg tertarik ma FALL, ntar malam aku post part 1nya ya..

Yg LIH beskok malam.

Dan buat yg request ff KrisZy, aku emang ada rencana buat kok n temnnya msh ttg dokter jiwa tp genrenya romance mellow gt(ini jg requestnya sesorg) 😀

Tx for reading…

Advertisements

39 thoughts on “Sehun Michigetda Part 3

  1. Thor judulny salah..lama2 sehun bs jd gila bnrn,keke,penasarn ap hub suzy n kai sbnrny??sahabat??next thor..

  2. hahaaa last scene pd berantem kqkkwwkwkw lucu thorrt hahahaaa
    iyaaa yg fall dong thor tar malem yaa
    ditunggu

  3. Thor itu judulny salah, inikan udh part 3 ^^
    Ya ampun itu sehun bentar lg bakalan jd gila beneran kali yaaaa, kelakuany lucu bgt 😀
    Suzy diperutin sm namja abnormal haha
    Ditunggu bgt next partny, sm LIH dan fall jg

  4. Makin penasaran sama Kai-Suzy thor XD Sehun sini aku suapin nak *abaikan Kasihan juga si Sehun perasaannya bentar seneng bentar sedih bentar lagi jadi gila beneran deh thor lol ditunggu Fallnya ya thor, fighting*O*

  5. Jangan kaizy thor….jebal thor..bikin jadi hunzy kalo perlu tiba tiba muncul luhan terus suzy ama luhan deh…<–maksaa…
    Tapi ffnya aku suka…lanjutkan..semangat…
    Tapi kalo bisa luhan suzy ya…heheheeh
    Luhan tu keliatan baik,manly,dan lebih dewasa…ademm gitu liatnya..hehehehe <– pria idaman

  6. Hahahah sehun n jong in rebutan dokter cantik..
    Masih sulit ditebak endingnya akan bagaimana n suzy sama siapa…
    Fighting thor..lanjutannya ditunggu

  7. tetep bagus kok thor ceritanya meskipun pendek, sehun kai kalian bener2 gemesin manjanya minta ampun sama suzy wkwk
    Ditunggu nih part selanjutnya sama ff fall.nya + LIH nyaaa 🙂
    Fighting fighting author ☆.

  8. jgan suzy benar2 punya hubungan sama kai..
    sehun lama2 benar gila ntar..
    thor mau buat ff kriszy ya..???
    aku suka kriszy ditunggu thorr..

  9. bagus thor,, daebaaaak~
    sehun sama jongin berantem
    kekkeke…
    kaizy kayaknya emang ada hubungan deh
    sehun sampe cemburu
    next part,,ditunggu^^

  10. wah lucu kai ama sehun bacanya ngakak” sendiri…hehehe
    apalagi yg kai bilang “kamu cengeng” trs sehun jwb “aku tidak cengeng”
    itu lucu bgt thor….
    di tunggu lanjutannya ya…

    fighting!!!!!!

  11. Sehun lama” bisa ikutan gila klo disitu tetus kkkkk
    Kai suzy ada hub apa sih? Hhhhh poor sehun. Tpi aneh loh kai lngsung reflek nhelrang suzynyuapin sehun?
    Next thor

  12. Sumpah ngakak! Kkkkk~
    Aigo thehun kkk~
    Masih penasaran pake bgt sama hubungan suzy – jong in dulu. Next part ditunggu^^

  13. Sumpah thor, aku ngakak baca ff ini. Sehun lucu banget. Dapet saingan tuh sama jong in.
    Apalagi pas mereka adu mulut. Aigoooo… ngakak. Masa sehun dibilang lembek??? Hahaaaa

  14. Eh sehun, apa coba maksud lo bilang suami gue tetem cantik ha? Dia kaga cantik, tapi mukanya agak manis dan lembut aja, err… Asal rambutnya pendek dia gk cantik kok… Dia itu MACHO

    Kaitem, cie yang tersaingi xD

  15. buat thornya lanjutin ceritnya fighting…oh ya sekalian promosi boleh yah…^^ aku baru nyoba nyoba bikin fanfic dan kalo bisa mohon sarannya gomawo ^^
    main main ke blog ku yah di paramithaputri3.blogspot.com buat thorya aku suka cerita ceritanya

  16. Waahh seru part ini! wkwkwk
    Kocak juga baca moment sekai yg rebutan disuapin suzy..Tapi suzynya lebih care sama kai..huhuu #poor sehunnie
    Keep writing and fighting ne^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s