Sehun Michigetda Part 2

HunZy

Author : Ririn

Genre : Romance-Comedy

Leght : Chaptered

PG    : 13+

Cast : Oh Sehun

Bae Suzy

Kim Jong-in

Lee Taemin

And Others

Ini ff GJ, dan Cuma iseng2 nyolong idenya sesorang. Maaf ya kl aneh bin ajaib, maklum ini Genre yg pernah aku coba, mudah-mudahan ada yang suka. Ohh Typo bertebaran dimana-mana…

==============================================================================

part 2

Author POV

 

Taemin menatap Sehun dengan pandangan yang sulit di jelaskan. Antara kaget, syok, frustasi. Tapi sepertinya frustasi yang lebih cocok menggambarkan perasaannya sekarang.

Bagaimana tidak, begitu Sehun meneleponnya dan mengatakan dia sudah tiba di depan rumah sakitnya—rumah sakit jiwa—dan meminta bantuan Taemin untuk membawa barang-barangnya, namja itu langsung bergegas meski agak sedikit bingung dan begitu melihat Sehun dia langsung syok berat. Bayangkan saja Sehun datang dengan pakaian yang sangat heboh, dia menggunakan celana  jeans dan baju merah yang di bungkus jaket warna hijau—mengingatkan Taemin pada puhon natal, uh di tambah rambut pirangnya yang kuning—sepatu warna putih, kaca mata dengan bingkai putih dan topi merah. Bukan hanya itu namja itu datang dengan dua koper besar warna kuning—warna kesukaan Sehun—membuat penampilannya semakin meriah. Oh sepertinya Sehun sudah mengkonsep penampilannya hanya ada warna merah, hijau dan kuning.

“Kamu mau kemana?” tanya Taemin heran.

“Tentu saja masuk ke tempat ini,” ujar Sehun dengan gaya angkuhnya, merasa paling keran.

“Ini rumha sakit jiwa, bukan tempat liburan.”

“Aku tahu,” sahut sehun sambil memebenarkan kaca matanya. “Tapi fashion itu sangat penting.”

“Fashion?” tanya taemin heran.

“Tentu saja. Penampilan itu paling utama untuk menarik perhatian. Seperti aku ini,” jawab Sehun sambil berputar seperti anak kecil yang sedang latihan balet. “Lihat penampilanku, sangat fashionable kan?” tanyannya dengan bangga.

“Apanya yang fasionable. Di mataku itu sangat norak!” ujar Taemin membuat senyum manis Sehun menghilang seketika.

“Lee Taemin. Ini fashion yang lagi ngetren, masa kamu tidak pernah melihat Tv. Boyban-boyband kan menggunakan pakaian seperti ini,” omel Sehun. “Makanya jangan hanya menghabiskan waktu dengan orang-orang stress. Sekali-sekali bergaulah biar kamu tidak kuno. Lihat penampilanmu sangat tidak modis.”

Taemin melihat penampilannya dan merasa tidak ada yang salah. Hem warna kremnya di padukan dengan celan kainnya yang warna hitam di tambah sepatu pantovelnya yang sangat mengkilap karena terlalu sering di semir ibunya terlihat baik-baik saja. Malah jauh lebih baik dari pada penampilan Sehun yang menurut Taemin seperti badut.

“Ah, terserah kamu saja,” jawab Taemin. Dia malas berdebat dengan Sehun karena namja itu sangat keras kepala. “Lalu apa itu semua?” tunjuk Taemin pada dua koper sehun yang sangat besar dan berwarna kuning norak.

“Yang ini khusus pakaian dan yang ini khusus akseoris dan sepatu.”

“Sebanyak itu?” Tanya Taemin semakin sakit kepala. “kamu akan di kasih pakain pasien tidak ada waktu menggunakan itu.”

“Benarkah? Tapi aku harus terlihat keren agar dokter cantikku tertarik padaku, masa aku tidak boleh menggunakan ini,” ujar Sehun sedih.

“Lagipula kamu akan tinggal berdua dalam satu kamar dan kamu hanya di beri lemari kecil. Tidak ada tempat untuk itu.”

“Haruskah aku menyuruh orang membawa lemariku dari rumah? Lemariku sangat besar lo.” Ujar Sehun penuh semangat dan menatap Taemin dengan agyonya yang sangat menggemaskan itu membuat Taemin mengerang frustasi.

Sepertinya memasukkan Oh Sehun ke rumah sakit jiwa adalah pilihan yang tepat,” batin Taemin kesal.

*****

“Nanti kamu akan satu kamar dengan namja yang bernama Kim Jong-in. Dia depresi setelah kekasih meninggal karena kecalakaan dua hari sebelum pernikahan meraka. Dia itu kerjaannya hanya diam saja seperti patung tapi sekali-sekali dia akan mengamuk,” jelas Taemin sambil membawa Sehun ke kamar rawatnya. Oh tentu saja setelah perdebatan panjang kalau Sehun tidak boleh membawa kopernya dan tentu saja Sehun yang menang. Dan sekarang sibuk mendorong dua koper besar itu karena Taemin menolak membantu.

“Kenapa aku harus sekamar dengan namja aneh itu? Apa aku tidak bisa dapat kamar sendiri?” ujar Sehun membenarkan kacamatanya yang sedari tadi selalu melorot. Uh Sehun benar-benar sangat repot—dia harus mendorong dua koper besar, mendengarkan Taemin dan masih harus memebenarkan kaca matanya yang selalu melorot.

“Ck! Aku sudah berusaha memasukkanmu jangan banyak protes!” ujar Taemin kesal karena Sehun yang sangat bawel. “Apa kamu mau sekamar dengan nyonya Han?”

Sehun menggeleng cepat.

“Aku hanya bertanya, kenapa kamu sensitif sekali,” jawab Sehun sambil menyeret kopernya sekuat tenanga. Maklum mereka harus menaiki tangga.

“Nah kita sudah tiba,” ujar Taemi begitu mereka tiba di ruangan 109. “Kamu tidur di ranjang yang ini,” tunjuk Taemin lagi pada ranjang yang ada di sisi kiri ruangan. “Sepertinya Kim Jong-in sedang melakukan terapi dengan Suzy makanya dia tidak ada di ruangan ini,” ujar Taemin karena tidak menemukan Jong-in.

“Benarkah? Kenapa dia harus bersama dokter cantikku?”

“Dia pasien Suzy. Makanya suzy menyuruhmu satu ruangan dengan Jong-in.”

“Jincha?! Bukankah itu berarti aku juga pasien dokter cantik?” pekik Sehun gembira.

“Ne, aku meminta Suzy secara khusus merawatmu. Kamu harus berterimakasih denganku,” yang langsung dapat pelukan dan ciuman di kening dari Sehun. “Yak! Apa yang kamu lakukan?!” pekik Taemin kesal. Oh berhadapan denga Sehun yang lebih sinting dari penghuni rumah sakit jiwa saja sudah menyebalkan. Dan sekarang dia mendapat ciumannya.

“Itu caraku berterimakasih,” ujar Sehun dengan riang membuat Taemin cengo.

Sehun dan Taemin adalah sepupu karena ibu mereka kakak adik sehingga mereka selalu satu sekolah dari Tk hingga SMA dan membuat kedua sepupu itu jadi dekat, tapi saat kuliah Sehun lebih memilih sekolah di luar negri sementara Taemin tetap di Korea. Seingat Taemi Sehun adalah namja yang lucu dan menyenangkan tapi dia noramal-normal saja. Tapi sejak pulang dari Jepang, perilaku kekanakan dan aneh Sehun jadi semakin parah.

“Yak kamu sudah gila! mana ada namja yang memberi ciuman untuk berterima kasih, apalagi di kening!”

“Tentu saja aku gila, kalau tidak untuk apa aku ada di rumah sakit jiwa. Eh tapi apa kamu mau aku memberimu ciuman di bibir saja?”

Oh dasar Oh Sehun menyebalkan. Ternyata dia hanya mengerjai Taein, lihat saja senyum kemenangannya.

“Kau menjijikkan Oh Sehun,” ujar Taemin kesal. “Oh, sebelum aku lupa, penyakit gilamu adalah Gamomania, tapi kadang-kadang suka mengamuk juga.”

“Apa itu? Ga..Gamonim?!”

“Gamomania, pabo. Bukan Gamonim,” ujar Taemin. “Itu penyakit yang suka mengajak orang menikah di saat yang bersamaan. Jadi beraktinglah yang bagus ne..ujar Taemin dan mengelus kepala Sehun, seolah Sehun adalah bocah lima tahun. “Lebih baik kau beresi barang-barangmu, aku masih banyak pasien.”

“Mwoo…obsesi apa?” ujar Sehun. “Yak! Aku datang kesini untuk menggoda dokter cantikku, kenapa kamu berikan penyakit aneh itu. Bagaimana dia mau menerima perasaanku, kalau aku saja punya gangguan yang suka mengajak menikah orang. Yak LEE TAEMIN KEMANA KAU!” pekik Sehun pada Taemin yang sudah meninggalkan ruangan itu.

“Ck, ternyata benar kata dokter Lee. Ternyata pasien baru itu juga punya tempramen yang buruk seperti pasien Kim,” bisik beberapa perawat yang kebetulan lewat depan ruangan Sehun begitu mendengar teriakan marah Sehun tadi.

“Aigoo, kasihan dokter Bae harus mendapat pasien yang bertempramen buruk terus. Pasien Kim saja sudah sulit, sekarang malah tambah satu,” jawab perawat yang lainnya.

Sehun yang tidak sengaja mendengar hanya bisa merenggut kesal. Dasar Lee Taemin sialah! Makinya dalam hati. Hari pertama masuk saja sudah memberi kesan buruk.

*****

Sehun sudah selesai menata barangnya yang sangat bejibu itu dengan usaha dan pemikiran yang keras. Maklum ruangan itu tidak terlalu luas dan tidak banyak tempat. Dia melirik jam tangannya yang berwarna kuning dan melihat sudah jam empat sore.

“Kemana yang jadi teman sekamarku itu? Kok belum datang sih?” ujarnya tidak sabaran. Jangan salah sangka. Dia sudah tidak sabaran bertemu Dokter cantiknya. Kan dokter cantiknya sedang melakukan terapi bersamanya. “Aku bosan sendirian, tapi kata Taemin aku jangan kelaur sendirian kalau masih ingin hidup,” gerutunya sambil membaringkan badannya.

Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka mebuat Sehun kaget karena terlalu bosan Sehun jadi mengantuk. Mata Sehun yang tadinya sangat berat langsung terbuka lebar begitu melihat Suzy ang memasuki kamarnya sendirian dengan baju terusan warna merah di tutup dengan jas dokternya dan rambut panjangnya yang terurai membuat Suzy seperti malaikat yang turun ke bumi.

“Dok..dokter Suzy…”ujar Sehun dengan wajah bodohnya karena terlalu senang.

“Anyeong, kamu yang namanya Oh Sehun ya?” tanya Suzy dengan senyum manisnya.

“Ne..ne…”

“Kamu mimisan lagi,” kata Suzy lalu mengeluarkan tissu dari sakunya dan langsung mengusap darah yang keluar dari hidung Sehun. “Kamu lucu sekali.”

“Ne?” ujar Sehun yang tiba-tiba gugup. “Oh, dokter cantik bisa aja.”

“Kamu sudah tiba dari tadi ya? Maafkan aku baru datang sekarang, tadi aku harus menemani Kim Jong-in terapi,” Ujar Suzy masih membersihkan mimisan Sehun. “Apa kamu menungguku lama?”

“Aniyo, aku baru tiba kok. Tidak lama sama sekali.”

“Jincha? Baguslah, aku lega mendengarnya,” ujar Suzy. “Kamu tahu aku sangat cemas padamu. Dari tadi aku sudah menunggu-nunggu kedatanganu tapi karena harus menemani Jong-in terpakasa aku tidak bisa menunggumu.”

“Benarkah? Dokter cantik menunggu dan mencemaskanku?” pekik Sehun tidak percaya. Oh, Tuhan Dokter pujaannya mencemaskanmu.

“Ne, Taemin bilang kamu punya penyakit yang aneh tapi aku tidak percaya.” Kali ini Suzy duduk di samping Sehun di ranjangnya. “Kelihatannya kamu baik-baik saja.”

“Ohh..itu…sebenarnya. hmmm…” Kata Sehun menggaruk tengkuknya bingung.

“Waeyo? Kamu tidak benar-benar sakit gamomania kan? Di mataku kamu terlihat baik-baik saja.”

“Sebenarnya yang di katakan Taemin itu….”

“Sssttt!” ujar Suzy langsung meletakkan jari manisnya di bibir Sehun membuat Sehun terpaku. Oh My God! Dokter cantiknya menyentuh bibirnya! “Jangan katakan itu benar, karena sejak awal melihatmu aku sudah mencintaimu. Kalau kamu mengatakannya, kamu akan membuatku kecewa,” kata Suzy dengan pandangan memelas.

“Apa? Dokter cantik juga menyukaiku?” tanya Sehun Syok. Ternyata perasaannya tidak bertepuk sebelah tangan.

Suzy mengangguk.

“Sejak pertama melihatmu, waktu kamu mengantar barang dokter Lee.”

“Jeongmalyeo? Kamu tidak berbohong?”

“Tentu saja, kalau kamu tidak percaya kamu bisa merasakan debaran jantungku,” kata Suzy meraih tangan Sehun dan meletakkannya di dadanya.

Sehun menatap Suzy tidak percaya. Rasa bahagia begitu memenuhi hatinya sekarang. Ternyata tanpa melakukan apa-apa Suzy juga menyukainya.

“Sebenarnya..,” ujar Sehun gugup. Dia akan menyatakan perasaannya sekarang. Dia tidak perlu menyamar jadi orang gila lagi karena Suzy juga ternyata menyukainya. “Aku tidak gila.”

“…A..aku..aku pura-pura gila karena aku ingin mencintaimu dan merebut hatimu,”ujar Sehun malu-malu. “Aku ingin dekat denganmu.”

Suzy meraih wajah Sehun yang tiba-tiba menunduk, “Benarkah? Kamu melakukan ini semua untukku?”

Sehun mengangguk.

“Kamu tahu, ini adaah hal paling indah yang pernah aku alami. Belum pernah ada seorangpun yang melakuakn hal seperti ini padaku sebelumnya. ini sungguh manis sekali,” ujar Suzy senang dan langsung mencium Sehun. Sehun yang awalnya syok secara perlahan sadar dan mulai menutup matanya dan membalas ciuman Suzy. semakin lama ciuman mereka semakin dalam dan sekarang Suzy memindahakan bibirnya ke leher Sehun membuat namja itu sedikt bergidik dann…..

Tunggu dulu…

Kenapa rasanya bibir dokter cantik agak kasar dan kering. Dan kenapa baunya seperti bau ikan asin. Masa Dokter cantiknya tidak gosok gigi. Dan kenapa sekarang lehernya—daerah yang di cium Suzy—rasanya sakit seperti di gigit sangat kuat. Ada yang aneh.

Sehun lalu membuka matanya dan…yang pertama di lihata adalah…..

ARRGGGGGGHHHHHH

Sehun menjerit sekuat-kuatnya saat melihat ada seorang wanita muda dengan kulit gelap dan rambut kribo sedang berusaha menggitu lehernya.

“APA YANG KAMU LAKUKAN!” teriak Sehun bagun dari tidaurnya pada wanita yang tertawa sambil bertepuk tangan.

“Chagiya…chagiaya…lagi…lagi. aku suka gigit..gigit lehermu.” Ujar Wanita itu mengejar Sehun yang sekarang berlari-lari mengejar Sehun.

“Yak! Menjauh dariku wanita gila!”

“Chagiya..aku juga senang lari-lari…aku akan mengejarmu…”

“Neo menjauh dariku.”

“Horee….hore…”

“Bagai mana kamu bisa masuk ke sini….”

“Chagiya…chagiya…aku senang lari-lari…ayo terus lari..”

Sehun semakin frustasi, karena apapun yang dia katakan wanita itu tidak mau berhenti dan malah terus mengejar Sehun dengan kegembiraan yang berlebihan. Sudah setengah jam mereka lari-lari dan Sehun sudah lelah. Setiap dia berhenti, wanita itu akan menariknya dan mendorong-dorongnya seperti mendorong binatang agar Sehun kembali berlari.

“Jebal, siapapun tolong aku, aku sudah lelah.”

“Ji-he, apa yang kamu lakukan di sini?” suara itu langsung terdengar begitu Sehun selesai menggumankan permohonannnya. “Tempatmu bukan di sini.”

Sehun masih berlari-lari karena wanita gila itu masih mengjarnya. Dia tidak mau tertipu lagi seperti kejadian nyonya Han itu.

“Ji-he senang lari-lari. Ji-he senang disini karena chagiya bilang dia mencintai Ji-he,” Sahut wanita itu masih berlari mengejar Sehun. Sehun memukul kepalanya frustasi. Bagaiamana bisa dia bermimpi dokter cantiknya dan malah membayangkan orang yang datang ke sebelahnya malah masuk ke mimpinya sebagai wujud dokter cantiknya. Dan parahnya orang itu wanita gila.

“Ji-he baerhenti. Oppanya sudah lelah, ayo kembali ke ruanganmu,” kalimat itu langsung menghentikan Ji-he, membuat Sehun bisa ikut berhenti dan menatap siapa dewi penolongnya sekrang.

“Tapi dokter cantik, aku masih mau main dengan oppa chagiya.”

Dan senyum Sehun langsung mengembang karena ternyata penyelamaynya adalah dokter cantiknya.

“Oppa Jong-in mau istirahat, nanti dia marah kalau Ji-he di sini. Ji-he mau di marahi oppa Jong-in lagi?” tanya Suzy.

“Aniyo, kalau begitu Ji-he pergi dulu. Oppa Chagiya Ji-he pergi dulu, nanti kita main lagi dan gigit leher oppa lagi Ne?” ujar Ji-he riang dan langsung meningglkan ruangan Sehun. Sementara Sehun langsun syok jantung dan bulu kuduknya juga ikut tegang semua.

“Maafkan Ji-he ya. Dia pasienku juga,” ujar Suzy menyadarkan Sehun. “Dia sebenarnya anak yang baik dan biasanya dia datang ke sini untuk menemuiku dan mengajak bermain, tapi ternyata terapinya Jong-in lebih lama dari biasanya. Dia hanya seperti anak yang selalu berfikir dia masih anak-anak terus dan seka mengajak bermain. Dia juga suka mengigit leher orang karena terpengaruh film vampir yang dia tonton. Apa dia juga menggigitmua?” tanya Suzy mendekati Sehun.

Sehun hanya diam saja. Dia masih syok akibat kejadian barusan dan belum lagi dia juga terlalu terpesona dengan Suzy.

“Anyeong Aku Bae Suzy, dokter yang akan merawatmu. Kamu yang bernama Oh Sehun kan?” tanya Suzy ramah.

Sehun hanya mengangguk dengan mulut terbuka lebar dan mata yang berbinar-binar.

“Maaf aku tidak bisa menjemputmu dan harus di anatar oleh dokter Lee, tadi aku masih melakukan terapi,”ujar Suzy lagi karena Sehun tak kunjung menjawab. “Berhungung Jong-in masih melakukan terapi dengan perawat lai, aku kesini untuk melakukan pemeriksaan lanjut untukmu. Apa kamu keberatan aku mengajakmu ke ruang praktekku?”

Sehun menggeleng tapi masih dengan ekspresi yang sama.

“Baiklah, mari ikut saya,”ajak Suzy.  Sehun yang masih terbengong-bengong akhirnya tersadar saat Suzy meraih tangannya dengan lembut. “Kajja.” Dan senyum Sehun semakin melebar saat merasakan tangan haus Suzy menyentuhnya. Mungkin kalau Suzy sedang tidak menyentuhnya Sehun akan selamanya menjadi patung sangkin bahagianya.

“Jadi kamu menderita Gamomania akut?” tanya Suzy begitu mereka tiba di ruang prakteknya. “Memang seberapa sering kamu mengajak orang menikah dalam satu hari?”

“Ehh..itu…”Ujar Sehun bingung. “Aku tidak sadar saat melakukannya, jadi aku tidak tahu.”

“Benarkah? Kalau waktunya kamu tahu? Maksudku sejakkapan kamu menderita?”

Sehun kembali menggeleng.

Dalam hati dia berjanji akan memasukkan taemin keruangan nyonya Han, karena dia memberi penyakit aneh itu terlalu mendadak sehingga dia tidak siap sama sekali. Apa si Taemin jelek itu tidak bisa memberikan penyakit yang lebih elit lain? Misalnya gila karena sulit mengucapkan cinta?

“Taemin yang mengatur semuanya. Aku tidak tahu apa-apa,” ujar Sehun berapi-api. “Oh, maksudku saat ada orang-orang yang datang mengeluh padaku aku meminta bantuan taemin dan dia mengatakan aku menderita Gamonim dan harus di rawat di rumah sakit…”

“Karena ini benar-benar sangat parah…”tambah Sehun menyakinkan.

Suzy mengangguk mengarti dan tersenyum.

“Beanarkah?”

“Tentu saja!”ujar Sehun penuh semangat. “Aku sendiri saja tidak yakin aku sakit itu. Aku merasa aku lebih cocok sakit jiwa karena cinta sepihak atau cinta tak berbalas atau cinta diam-diam…” tambah Sehun.

“Sepertinya juga begitu. Sudah sepuluh menit kita bertemu kamu belum menawariku menikah.”

Sehun gelagapan. “Oh…itu…anu…” apa yang harus di katakannya. Berbicara pada Suzy saja dia gugup setengah mati, apalagi mengajak menikah. Tapi dia harus punya kelainan untuk tetap tinggal di sini. “Mungkin karena aku sedang dalam keadaan sadar…biasanya penyakit itu muncul saat kesadaranku mulai hilang…”

“Hmm baiklah, aku mengerti. Nanti lebih lanjut aku akan bertanya dengan dokter Lee,” ujar Suzy sambil menulis beberapa catatan. “Tapi kenapa kamu tidak di rawat dokter Lee saja? Kamu kan sudah mengenalnya dan dia sepertinya lebih mengerti kamu.”

“Andwe!! Aku tidak mau di rawat Taemin!” pekik Sehun membuat uzy yang tadi menulis langsung menatapnya heran. “Dia sangat menyebalkan dan bawel. Lagi pula penyakitku ini hanya akan sembuh jika dokter cantik yang mengobati?”

“Dokter cantik?”

“Ne.. dokter Suzykan dokter cantik…”jawab Sehun malu-malu. “Sejak melihat dokter cantik, aku merasa bahwa aka hanya akan sembuh jika di tangani olehmu.” Jawab Suhun yakin penih aegyo.

Suzy tertawa mendengar jawaban Sehun. “Arraso, aku mengerti,”ujarnya. “Kamu juga sangat lucu dan manis.”

Mendengar pujian Suzy, Sehun kembali mimisan, “Ne? Aku lucu dan manis?” jawabnya sambil melap darah yang mengalir dari hidungnya.

“Tapi dari semua pertanyaan yang aku ajukan, kamu bisa mengerti dan memahami dengan baik. Dan sepertinya kamu juga tidak terlalu berbahaya, kenapa kamu mau di rawat di ruamah sakit jiwa? Aku rasa tidak masalah kalau kamu di rumah saja.”

“Andwe!! Aku sangat berbahaya!” ujar Sehun penuh keyakinan dan menatap Suzy dengan tajam, tapi bukannya ngeri suzy malah ingin tertawa. “Aku ini sangat berbahaya. Aku bisa membunuh jika aku marah. Aku harus di rawat dan menjadi pasien rumah sakit jiwa.”

Suzy kembali mengerutkan keningnya. Baru kali ini ada orang yang sangat ingin masuk rumah sakit jiwa. Bahkan mengatai dirinya sendiri gila, padahal bagi orang notmal rumah sakit jiwa tidak ubahnya dengan penjara. Sama-sama menakutkan. Ah tapi bukankah Oh Sehun bukan manusia normal?

“Baiklah, aku mengerti…” ujar Suzy lagi. “Kamu sudah tahukan kamu akan sekamar dengan Jong-in dan bagaimana perilakunya?”

“Ne…Taemin sudah mengatakannya. Katanya dia sangat gampang mengamuk.”

“Ne,,,dia memang agak sensitif. Jadi aku mohon kamu jangan menyinggung-nyinggung soal pernikahan. Tidak percaya dan kecelakaan di depannya. Kalau tidak nanti dia kan mengamuk dan membahayakanmu.”

“Aku mengerti, asalkan dokter cantik sering-sering mengunjungiku..”

“Tentu saja, aku akan sering-sering mengunjungi kalian, tapi bisakah kamu jangan memanggilku dengan sebuatan itu?”

“Wae…wae..wae?”

“Aku sedikit tidak nyaman, rasanya terlalu berlebihan…”

“Andwe…andwee…andwee,” ujar Sehun menggeleng keras. “Aku suka memanggilmu begitu. Itu panggilan khusus dariku untukmu.”

“Baiklah, terserah kamu saja,” jawab suzy melihat tingka Sehun yang ke kanakan.

………………..

Senyum senyum-senyum sendiri di ruang rawatnya sambil tidur-tiduran di ranjangnya. Rasanya sangat menyenangkal tinggal di rumah sakit jiwa. Huh, siapa bilang RSJ menakutkan, lihat saja Sehun yang tidak mau keluar dari tempat itu.

Senyum Sehun semakin lebar saat dia ingat Suzy melakukan pemeriksaan terhadapnya. Suzy tadi memang melakukan beberapa tes pada Sehun termasuk ters listrik untuk mengetahui kondisi sehun yang sebenarnya. Dokter itu mengatakan tidak ada masalah serius pada Sehun dan namja itu sebenarnya bisa pulang—tidak harus dirawat di RSJ—tapi karena Sehun tidak mau bahkan samapi merengek agar bisa tetap tinggal Suzy akhirnya mengijinkan. Suzy juga berjanji akan selalu mengunjunginya dan menemaninya makan.

Ohh…Sehun benar-bemar sangat bahagia.

Dia mulai membayangkan Saat Suzy akan memgang tangannya lagi, lalu mengajaknya makan, menyuapinya. Dan Sehun akan berpura-pura makan belepotan agar Suzy memebrsihkan bibirnya dengan jarinya yang sangat lembut itu. Oh.. apa dia perlu ber[ura-pura pingsan agar Suzy memberinya nafas buatan?

Sehun kembali terkikik membayangkan rencananya untuk mendekat Suzy. dan tiba-tiba…

BRUKK!!!

“Aduh punggungku…” keluh Sehun saat dia terjatuh dari tempat tidur. “Kuarang ajar siapa yang mendorongku!” umaptanya dengan garang dan langsung berdiri. “Neo…kamu siapa?” ujaranya takut-takut saat melihat namja berbadan kekar. Berkulita agak gelap menatapnya garang.

“Oh, apa kamu Kim Jong-in? Aku Oh Sehun, aku akan sekamar denganmu,” ujar Sehun ramah meski dia ketakutan. Jong-in masih belum bereaksi dan masih menatap Sehun garang. “Hehehehe…kenapa kamu menatapku seerti itu? Kamu tidak percaya….AUUUU!!!” jerit Sehun lagi saat Jong-in kembali mendorongnya hingga dia terjatuh.

“Yak! Apa salahku? Kenapa kamu mendorongku?”

“PERGI DARI SINI!!! AKU TIDAK BUTUH SIAPA-SIAPA!! SEMUA ORANG TIDAK PERCAYA PADAKU…!!!”

Mendengar teriakan Jong-in, sontak Sehun langsung ketakutan. Apalagi saat ini Jong-n menarik kerah bajunya dan bersiap mendorongnya kembali ke dinding…

“KIM JONG-IN BERHENTII!!!” teriak para perawat yang berhamburan begitu mendengar teriakan Jong-in. Sepertinya para perawat sudah siap sedia berjaga di dekat ruangan jong-in. “Panggilak dokter Suzy…cepat panggilkan dokter Suzy,” teriak salah satu perawat sambil berusaha menarik Jong-in dari Sehun.

Setelah beberapa menit para perawat itu masih berusaha mengikat Jong-in di ranjang barulah Suzy datang dengan wajah panik. Sehun yang awalnya ketakutan dan panik langsung tersenyum bersiap mengadu pada Suzy. tapi dokter itu tidak menatapnya dan malah berlari kearah Jong-in dan berusaha menenangkan namja itu sambil memeluknya.

“Kai-ah..ini aku Suzy,” ujar Suzy lembut. “Sudah tenang, ada aku di sini…aku percaya padamu…aku percaya padamu…”

Kai yang awalnya masih marah mulai melunak dan lemas. Suzy memberi intruksi agar perat menyiapkan obat penenang untuk Jong-in tanpa suara.

“jangan marah lagi ne…aku percaya padamu. masih ada kau yang percaya padamu…”ujar Suzy lembut saat Jong-in mulai tertidur akibat obat penenang yag di suntikkan Suzy.

Dan saat itulah Sehun melihat mata Suzy yang penuh kesedihan. Sehun bisa melihat jika Suzy merasa terluka melihat Jong-in yang seperti itu. Dan entah kenap Sehun merasa kalau Suzy dan Jong-in seperti sudah saling mengenal sebelumnya dan hubungan mereka sepertinya sangat dekat.

Lihat saja, hanya mendengar nama Suzy, Jong-in langsung tenang dan menurut. Dan tatapan Suzy pada Jong-in, Sehun tidak bisa mengartikan secara pasti tapi Sehun yakin itu bukan tatapan seorang dokter pada pasien. Itu lebih dari itu.

“Apa mereka terlibat dalam suatu hubungan sebelumnya?” ujar Sehun pelan.  Dia menggeleng keras. “Ani…ani…itu hanya perasaanku saja, itu tatapan yang wajar antara dokter terhadap pasien.” Tapi meski Sehun berusaha menyakinkan hatinya, hatinya tetap tidak tenang.

 

 

 

TBC

Aku agak berat sebenarnya nulis ff ini. bukan krn genrenya yg—meski aku akui itu juga sangat sulit—jarang aku tulis, tapi karena aku harus membuat suamiku—kkamjong—jadi org gila. huh, itu sgt berat. Tp krn ini requst bu Eka, terpaksa deh aku buatin (apa yg jd gila g bs d ganti yg lain? Misalnya SUHOlang kaya, abang CHENkok, AbangTAObat atau bang KRISdayati ato siapa deh—nawar bu eka—hehehe).

Oke, krn aku br nyoba2 nulis genre ini, jd kl garing maaf ya. Dan buat yg request kudu komen, kl gak ntar dek Sehun aku kawinin.hehehe

Sory update lama, soale papaku lg sakit, jd konsentrasiku agak terganggu…plz doain papaku cepat sembuh ya (paling gak sampai dia bs liat aku wisuda)…

Advertisements

41 thoughts on “Sehun Michigetda Part 2

  1. Kyaknya Sehun udah nggak normal deh..hahaha
    Brarti td Sehun d cium sma orang gla bneran y..
    Next nya d tnggu.

  2. ngakak bacanya 😀 ,udah thor relain aja kkamjong jadi orgil :p ,ne aku doain moga papanya author cpt sembuh ,fighting thor !

  3. Sehun parah dan kaysknya emng benetan gila krn cinta wkwkekwk
    Ais thor yg diawal itu qw kira suzy bneran eh tetnyt hahahahs poor sehun 😀
    Suzy ada hub ma kai? Kai ngeri juga ya
    Next thor

  4. kayany sehun udh bener2 gila deh… hahaha *peace
    gk kebatang sehun dicium sama orang gila… wakksss
    suzy punya hub special sama kai??
    d’tnggu lanjutanny…

  5. Kkkomjong biar jdi orng gila kn ttap kece :P.
    Aku doain smga papanya author cpat smbuh, segala cobaan psti ada hikmahnya. Dan sory klo lagi-lagi aku nanya kpan LIH nya di post udh kburu jamur tmbuh di belakang rumah #apa hubungannya coba.

  6. Akhirnya ff ini di post jg, sehun kocak bgt…perjuangany itu loh daebak hehe
    Iyanih ada something gitu antara kai sm suzy, ap meninggalny tunangan kai itu msh ad hubungany sm suzy ._. Ah molla yg penting next partny ditunggu bgt author ^^
    Papa author skt? Semoga lekas sembuh ya thor…biar authorny gak pusing hehe, fighting

  7. Makin seruuu lucu ceritanya
    Next partnya jgn lama2 ne author
    sama ditunggu ff LIH kelanjutannya
    semoga papanya author cpt sembuh y aminnn 🙂

  8. Sumpah ngakak pas sehun ngira kalo yg nyium dia itu suzy padahal orgil kkkkk~
    Kasian tehun sini aku peluk *plak ._.v
    Aku jga sbnrnya ga rela tapi tenang aja thor kan depresi jdi ga trllu aneh keke~
    Penasaran deh sma suzy & jong in. Apa betul yg dipikirin sehun?
    Next part ditunggu and gws yaa buat papanya author ^^

  9. makin seru…
    sehun gila, tapi tetep kyeopta
    next part,, ditunggu^^

    #moga papa author cepet sembuh
    .amiin.

  10. wah acungin jempol deh bwt sehun.
    Waduh it bnr gk sih ap yg d rasakan sehun?
    Endingnya hunzy ap kaizy y..?

  11. poor sehun..
    ngakak terus bacanya…
    smoga papanya cepat sembuh ya thorr…
    ditunggu next partnya..

  12. Huakakakak apes bener sehun di ff ini..ciuman ma orgil..

    Suzy ada sesuatukah dg kai?
    Next chapt ditunggu ya
    Semoga papa author cepet sembuh

  13. wah lucu nya tingkah sehun
    o iya lanjutinnya jg lama2 ya…
    sama love is hurtnya…

    o iya semoga papanya author cepet sembuh

  14. Curiga sama Suzy-Kai nih XD uri Sehun daebak hahaha lol lucu banget si Sehun thor bawaannya pengen ngakak mulu baca tingkah lakunya Sehun hihihi ditunggu lanjutannya thor 🙂 Semoga ayahnya cepet sembuh thor^o^

  15. Hahahahaaha Sehun ada2 aja deh, dia bersikeras banget buat masuk RSJ x_x
    Pnasaran sama hubungan Kai ma Suzy sebelumnya
    Dtnggu next partnya

  16. sehun in kelewat polos ato gimana..
    masa mau dirawat di RS jiwa siih.. hahaha
    jongi suzy hubungan apa hayoo ?

    Semoga ayahnya cepet sembuh ya thor 🙂

  17. Wah,,mkn seru!!!
    Sehun cemburu sma kai,,
    Tpi knp kai bsa tnang klo udh ada suzy,,?!!
    Ditunggu next part nya 🙂

  18. Kkamjong..pranny kli ni bda..biasany bad boy gtu…
    skrg ruz jd org gila krn depresi..gmn sehun ntar..plgi 1kmr breng kai..

  19. Omo omo baru hari pertama aja sehun udah “berkenalan” dengan pasien lain .
    Gimana besok besok ya ? Next authoooor

  20. kya’a sehun mh emang udh gk wras bnran dh haha.. yg bca jd ikutan jg
    klo aq di suruh mlih antara sehun/kai aq mlih taemin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s