Sehun Michigetda

HunZy

Author : Ririn

Genre : Romance-Comedy

Leght : Chaptered

PG    : 13+

Cast : Oh Sehun

Bae Suzy

Kim Jong-in

Lee Taemin

And Others

Ini ff GJ, dan Cuma iseng2 nyolong idenya sesorang. Maaf ya kl aneh bin ajaib, maklum ini Genre yg pernah aku coba, mudah-mudahan ada yang suka. Ohh Typo bertebaran dimana-mana…

========================================================================

Part 1

Author POV

 

“Jeball Taemin-ahh…” rengek Sehun pada Lee Taemin yang merupakan sahabat dan juga merangkap sepupunya.

Lee Temin, namja yang terkenal dengan kecantikannya itu mendelik melihat Sehun dengan Aegyonya yang mengalahi Choco anjing kesayangannya.

“Andwe! Sekali tidak. Tetap tidak!!” pekik Taemin berusaha menahan  godaan Aegyo Sehun yang selalu membuat dia lemah terhadap Oh Sehun. “Aku tidak mau terlibat dengan ide gilamu itu.”

“Tuhkan kamu juga sudah mengakui aku gila!” peki Sehun girang membuat Taemin semaki heran. Dimana-mana orang akan tersinggun di bilang gila bukannya malah senang. “Kamu tinggal memasukkan aku ke tempat itu saja!”

“Apa kamu sudah gila?!”

“Ne, aku memang sudah gila, makanya kamu harus membantuku,” Rujuk Sehun lagi semakin memaksimalkan Aegyonya.

“Tapi itu bukan tempat buat main-main. Ini hal serius! apa kata ajhusi kalau tahu kamu masuk ke tempat seperti itu. Kenapa kamu suka sekali mempersulitku!” sembur Taemin frustasi sambil mengacak-acak rambutnya. “Kamu itu masih waras! Masih normal. Kenapa harus masuk ke tempat seperti itu?!” nasehat Taemin berusaha mengembalikan akal sehat sahabatnya itu.

“Aniyo..aku sudah gila. aku sudah tidak normal lagi,” ujar Sehun semangat sambil meraih tangan Taemin dan meletakkan di keningnya lalu kemudian memindahkan tangan namja itu ke pantatnya membuat taemin mendelik.

“Yak! Apa yang kamu lakukam!” pekik Taemin begitu tangannya mendarat di pantat Sehun.

Sehun tesenyum dengan polosnya, “Tuhkan panasnya sama. Aku ini sudah tidak normal,” jawabnya membuat Taemin semakin sakit kepala. “Kamukan juga Dokter disana, jadi kamu bisa membatuku masuk ke tempat itu.”

“Tapi ini bukan rumah sakit biasa Oh Sehun! Ini rumah sakit Jiwa!”

“Arrayo, karena itu aku memintamu memasukkanku kesana. Karena jiwaku sudah sakit karena hanya bisa memandang dokter cantik itu dari jauh,” Ujar Sehun dengan wajah paling memelas yang bisa dia tampilkan membuat Lee Taemin merasa iba. “Aku membuatuhkan dokter cantik itu mengobati jiwaku yang sudah sakit ini.”

Taemin haya geleng-geleng dengan frustasi. Seharusnya dia tidak meminta Sehun mengantarkan barangnya yang ketinggalan ke rumah sakit. Seharusnya dia tidak mengajak Bae Suzy—Dokter jiwa cantik yang sedang di taksir Sehun—mengobrol saat Sehun mengantar barangnya sehingga mereka tidak perlu bertemu dan membuat Sehun merengek padanya untuk memasukkannya ke rumah sakit itu sebagai pasien agar bisa dekat dengan Suzy. Ah, ini memang salahnya.

“Dan aku akan terus merecokimu sampai kamu memasukkan aku ke tempat itu,” ancam sehun membuat taemin menggeleng frustasi.

“Lalu bagaimana kalau keluargamu tahu?”

“Mereka kan ada di luar negri dan mereka tidak akan tahu selama kamu tutup mulut.”

“Tapi…”

“Jebal…”potong Sehun dengan muka paling memelas.

“Baikla..baiklah,” Ujar Temin menyerah. Meski Sehun kekanakan, tapi Taemin tahu kalau namja itu sudah menginginkan sesuatu kepala namja itu bisa lebih keras dari berlian—batu paling keras di dunia—jadi dari pada Taemin di recoki terus oleh Oh Sehun yang kekanakan lebih baik di mengalah. “Dan berhenti memasang wajah kekanakan begitu, usiamu sudah dua puluh empat tahun Oh Sehun.”

“Gomawo tetem-ah..”

*****

Oh Sehun melangkah dengan riang sambil melompat-lompat kecil meninggalkan ruangan Lee Taemin. Hatinya sedang berbung-bunga setelah sahabatnya itu bersedia membantunya untuk pura-pura jadi pasien rumah sakit jiwa. Kedengaran gila memang, tapi bukankah orang yang sedang jatuh cinta memang gila. Gila karena cinta. Kekeke

Citttt!!!

Langkah riang sehun langsung berhenti mendadak saat hendak berbelok dia melihat dokter pujaannya sedang mengobrol dengan dokter lain sambil memegang beberapa kertas putih di ujung koridor yang di yakini Sehun depan ruang resepsionis. Dengan senyum merekah dan mata berbinar-binar Sehun langsung bersembunyi di balik tembok dan menatap Suzy.

“Uhh…kenapa berdirinya jauh sekai sih,” guman Sehun. “Ah aku kan punya ini,”tambahnya penuh semangat sambil meraih ranselnya dan mencari benda di sana denga tidak sabaran. “AH, ini dia,” ujarnya kemudian setelah menemuka teropong warna kuning itu—warna favorit Oh Sehun—dan langsung menempelkan di matanya.

“Dia memang bidadari yang turun dari nirwana..nomu yeoppo!”gumannya penuh cinta. “Ahh, aku sudah tidak sabar mendengar suara merdumu itu.”

Sehun masih bertahan dengan posisinya. Bersembunyi di balik tembok sambil melongokkan kepalanya dan tangannya memegang teropong kuning yang di tempelkan di matanya dengan jaket pink dan celana warna kuning dan ransel warna hijau membuah penampilan Sehun penuh warna. Dan hal itu sepertinya menarik perhatian penghuni tempat itu.

“Pelangi…pelangi..”ujar seorang wanita paru baya dengan pakaian pasien tempat itu dengan rambut yang di kuncir 20 puluh dengan pita warna-warni. “Yeoppo..pelangi..pelangi,”ujar orang itu penuh semangat sambil menarik-narik celan Sehun.

“Yak! Neo apa yang kamu lakukan?” pekik Sehun histeris karena orang itu menarik celananya dengan keras dan hampir melorot.

“Pelanginya bisa bergerak…horeee…pelanginya bicara…hore..”Ujar Orang itu semakin semangat menari celana Sehun.

“Yak! Lepaskan…”

“Yeppo…bonekannya yeppoo!” tiba-tiba yeoja yang sepertinya seumuran Sehun tapi menggunakan baju pasien tiba-tina menarik pipinya sangat keras.

“Emas..aku suka emass,” dan satu lagi muncul pasien yang menarik rambut sehun dengan semangat.

“Yakk!! Lepaskan…ya tolong akuu!!!” teriak Sehun histeris karena tiba-tiba tiga orang wanita gila menarik-narikanya. “Berhentiii…Tolong…tolong akuu!!!”

“Apa yang kalian lakukan!! Yerim, Nari, Serin berhenti!!”

Pekik seorang wanita dengan pakaian dokter—jas putih—membuat ke tiga yang mengeroyok Sehun sontak berhenti membuat Sehun bernafas lega.

“Aku sudah berkata pada kalian untuk tidak nakal, kenapa kalian nakal!” ujar orang itu membuat ketiga orang tadi sedikit takut. “Apa kalain mau di hukum?” ketiga wanita itu langsung menggeleng. “Bagus, kalau begitu minta maaf lalu kembali ke kamar kalian!” ketiga orang itu langsung menurut dan berlari meninggalkan Sehun. Sehun memandang orang itu dengan penuh kagum, karena bisa menyuruh orang gila itu berhenti dengan muda.

Dokter disini memang hebat, batin Sehun.

“Apa kamu tidak apa-apa?” tanya orang itu pada Sehun.

“Ne, aku baik-baik saja. Terimakasih telah menolongku,” ujar Sehun senang. “Kamu hebat sekali menyuruh mereka berheti dengan mudah. Kamu pasti dokter terbaik di sini.”

“Dokter?” ujar orang itu bingung. “Ne, saya dokter di sini. Karena itu aku datang ke sini untuk mengobatimu,” lanjutnya membuat Sehun mendelik.

“Ne? Mengobati? Tapi akukan tidak gila, aku bukan pasien di sini.” Jelas Sehun.

“Kamu tidak perlu ber alasan, aku tahu kamu juga pasien di sini. Kamu tidak perlu takut, aku dokter terbaik di sini,” ujar orang itu engan senyum yang membuat perasaan Sehun tidak nyaman.

“Tapi aku benar-benar bukan pasien di sini. Aku…aku…”

“JANGAN MEMBANTAHKU!!” teriak orang itu membuat Sehun terlonjak. “SUDAH BERAPA KALI AKU BILANG UNTUK TIDAK MEMBANTAHAKU. APA KAMU MAU DI HUKUM!!!” Sehun langsung mengekeret mendengar teriakan membahana itu. Tanpa babi-bu orang itu langsung menyeret sehun keruang periksa.

“Tapi dokter aku sungguh-sungguh tidak gila. Aku…”

“SUDAH KUKATAKAN DIAM!! APA KAMU TIDAK MENGERTI?!” teriak orang itu lagi dan mendorong Sehun ke ranjang pasien. “Sekarang berbaring dan lepaskan celanamu!”

“Ne, melepaskan celana?!” pekik Sehun. “Untuk apa?”

“Tentu saja untuk di sunitk!” kata orang itu mulai mencari sesuatu di lemari ruangan itu.

“Tapi aku tidak sakit,” ujar Sehun ketakutan dan ingin menagis.

“JANGAN CENGENG! PERCUMA KAMU BILANG BEGITU, AKU SUDAH TIDAK PERCAYA PADAMU. KAMU SELALU BILANG BEGITU TAPI MEMBOHONGIKU LAGI! KAMU BILANG KAMU IDAK AKAN SELINGKUH DENGANYA, TAPI APA KENYATAANNYA!!”

Teriakan memekakan itu mampu membuat kesadaran Sehun muncul bersamaan ketakutannya. Dia tahu kalau wanita yang berseragam dokter itu bukan dokter tapi seorang pasien rumah sakit jiwa juga.

“Aku akan menyuntikmu dengan obat..”

“Han Rieun berhenti!!” suara jelek Taemin nan cempreng itu terdengar bagaikan sura dari suraga di telinga Sehun..

……..

HAHAHAHHAHA

Tawa membahana Taemin membuat Sehun semakin mayun. Dia menatap sahabatnya itu dengan tatapan jengkel sambil mengelus tangannya yang di tarik Han Rieun tadi.

“Berhenti tertawa!” kesal Sehun karena Taemin tak kunjung berhenti tertawa. Bukannya berhenti Taemin malah tertawa. “Yak berhenti atau ku sumpel mulutmu itu,” Ancam Taemin kesal. Taemin ini wajahnya aja sangat cantik seperti perempuan tapi lihat kalau tertawa, mengalah-ngalahi kuli bangunan.

“Mian..mian…” ujar Taemin berusaha menahan tawanya membuat perutnya semakin sakit. “Lagi pula kamu mau saja di tarik nyonya Han ke ruangan itu.”

“Mana kutahu kalau dia gila, aku pikir dia dokter. Lagi pula dia sangat kuat,”Gerutu Sehun kesal.

“Dia memang dokter dulu. Tapi dia tidak sengaja memergoki suaminya sedang selingkuh dan secara diam-diam menyuntik mati suaminya, dan dari yang aku dengar rambut suaminya sama berkaratnya seprti rambutmu. Makanya setiap melihat warna rambut sepertinya dia selalu berfikir itu suaminya.”

“Ihh, dasar wanita gila. bagaimana bisa dia menganggap aku suaminya hanya karena warna rambut kami sama.”

“Makanya apa kamu yakin melanjutkan rencanamu?”

Sehun berfikir. Benar juga bisa-bisa dia tidak bisa bertahan hidup hanya dalam sehari jika nyonya Han melihatnya dan berusaha membunuhnya.

“Tidak! Aku tidak akan mengubah keputusanku hanya karena hal kecil begitu!” seru Sehun mantap. Taemin mendengus. Hal kecil katanya? Coba tadi dia sempat mengabadikan wajah putus asa sehun. “Aku hanye perlu mengubah warna rabutku,” tambah Sehun menyentuh rambut kesayangnya dengan sedih. “Padahal ini warana kesukaanku.”

“Ah, sudahlah terserah kamu. Percuma berbicara denganmu,” kesal Taemin atas kekeras kepalaan sehun. “Sekarang kamu pulang, aku masih bayak pekerjaan… apa lagi?” tanya Taemin melihat wajah memelas Sehun.

“Kamu harus mengantarku sampai parkiran. Ne..”

“Arraso! Kajja..”

…….

Dokter Lee!

Taemin langsung menoleh karena merasa dialah yang sedang di panggil. Tenntu saja karena hanay dia yang punya marga Lee di rumah sakit ini.

“Ohh, Suzy ada apa?” tanya Taemin ramah melihat Suzy yang melangkah ke arahnya.

Begitu Suzy berdiri tapet di depan Taemin dia membungkuk sekilas dan tersenyum ramah pada Sehun membuat namja itu bagaikan di langit ke tujuh.

“Tadi aku dengar Nyonya Han berulah lagi ya. Dan aku dengar kali ini yang menjadi korbannya adalah saudara dokter Lee.”

“Oh, ne.”

“Aku hanya ingin meminta maaf. Apa keadaan saudara dokter Lee baik-baik saja?”

“Gwenchana Suzy-ah. Dia hanya sedikit panik saja, tidak terjadi sesuatu yang buruk,” jawab Taemin sambil menunjuk Sehun yang tampangnya semakin bodoh.

“Oh..” ujar Suzy menatap Sehun dan meragukn pernyataan Taemin yang mengatakan Sehun baik-baik saja. Lihat saja mata Sehun yang berbunga-bunga dan mulutnya yang menganga sambil ngences. “Annyenghaseo, nan Bae Suzy immida,” kata Suzy mulai memeperkenalkan diri.

“Oh… Oh Sehun,” jawab Sehun sambil menghapus ilernya sebentar.

“Nyonya Han itu paienku dan karena keteledoranku dia bisa bebas berkeliaran. Sekali lagi aku benar-benar minta maaf tuan Oh.”

Bukannya menjawan Sehun malah tersenyum semakin bodoh dengan mata berbinar-binar bahkan sekarang sudah mulai mimisan.

“Tuan Oh gwenchana? Hidungnya mimisan.”

Taemin yang menyadari tingkah norak Sehun langsung menawab. “Gwencahana Suzy-ah..dia memang mengalami kelainan mental. Hobinya mimisan. Jadi tidak usah di pikirkan.” Lalu tampa pikir panjang Taemin langsung menyeret Sehun yang terlihat semakin seperti idiot saja. “Kami pergi dulu, dia harus segera pulang sebelum dia semakin aneh.”

“Oh, ne.” Jawab Suzy sambil mengangguk bingung.

Begitu tiba di parkiran, Sehun langsung tersadar dari kebodohannya dan buru-buru menyeka darah yang keluar dari hidungnya. “Lee Taemin dia memanggil namaku. Dia tahu namaku,”ujarnya girang sambil memeluk Taemin.

“Yak! Lepaskan bodoh.”

“Dia menyebut namakuuu…” teriak Sehun semakin kenncang.

*****

“Suzy!”

Suzy yang baru keluar hendak menutup ruangannya langsung menoleh dan mendapati Taemin dokter muda yang menjadi idola para suster dan perawat i rumah sakit itu.

“Ne, dokter Lee. Ada apa?” tanya Suzy dengan senyum ramahnya.

“Panggil aku Taemin saja. Kamu memanggilku seperti itu kesannya aku tua sekali.”

“Ne. Ada apa taemin-si.”

“Apa kamu sedang sibuk? Aku ingin bicara sebentar.”

Suzy melihat jamnya dan memandang Taemin ragu. “Apakah sangat penting? Sekarang aku harus memeriksa pasienku. Dan dia agak sulit di tangani, aku takut kalau aku telat sedikit aja dia akan mengamuk.”

“Penting gak penting sih?”

“Ne?”

“Ohh, maksudku penting tapi tidak terlalu mendesak,”jawab Taemin. “Bagaimana kalau kita berbicara sambil aku menemanimu memriksa pasienmu. Kamu bilang pasienu mudah mengamuk kan? Mungkin aku bisa membantu.”

“Baiklah. Kalau egitu kajja.” Jawab Suzy mulai berjalan.

“Ngomong-ngomong siapa pasienmu pagi ini?”

“Namanya Kim Jong-in. Dia baru masuk dua hari yang lalu. Skizoferenia (hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antarpribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra).”

“Oh, namja tampan yang depresi itu?” tanya taemin sambil mengangguk. “Aku dengar dia seperti patung, tapi sanagt mudah mengamuk. Kamu berani juga menangani pasien seperti itu?”

Suzy tersenyum. “Itu sudah menjadi tugas kitakan?” Taemin hanya mengangguk. Dia sebenarnya juga mengagumi Suzy secara diam-diam. Jarang-jarang ada dokter yaoja, masih muda dan cantik seperti Suzy mau mengabdikan dirinya menjadi dokter jiwa. “Dia itu depersi karena merasa bersalah atas kematian kekasihnya dua hari sbelum pernikahan mereka. Meski sehari-hari dia hanya diam seperti patung dia sangat sensitif dan mudah tersinggung.”

“Ohhh…”

“Kita sudah sam…” belum sempat Suzy menyelesaikan kalimatnya dia langsung panik begitu mendengar suara teriakan dari ruang rawat Kim Jong-in.

“KELUAR KALIAANNN!!! AKU BUKAN PEMBUNUH. AKU TIDAK MEMBUNUHNYAA!!!”

Teriakan membahan Jong-in itu mampu membuat semua orang yang di ruangan itu meringkuk ketakutan. Ini bukan pertama kali mereka menangani pasien stres dan muda engamik seperti Kim Jong-in. Tapi namja itu punya aura gelap yang mampu membuat siapa saja bergidik ketakutan.

“Ada apa ini?” tanya Suzy pada suster yang ketakutan ini.

“Dia mengamuk lagi dok,” jawab salah satu suster. “Dia melempar semua barang yang ada di dekatnya.” Suzy langsung mengamati ruangan yang sudah berantakan itu.

“Kenpa dia bisa mengamuk lagi? bukannya dia sudah tenang dari kemarin?” tanya Suzy heran. “Dan kenapa kalian tidak mengikatnya?”

“Saya kurang tahu dok. Tadi yang mengurus dia bagianya suster Jung, tapi tiba-tiba dia berlari ketakutan dan meminta bantuan lalu kami datang kesini. Kami sudah berusa mengikatnya tapi tenaganya sangat kuat.” Jawab seorang perawat namja yang biasanya membantu para dokter dan susuter mengendalikan pasien yang mudah mengamuk.

“Masa lima orang lawan satu tidak bisa!” tanya Taemin gak percaya.

“Tenaganya sangat kuat dokter Lee. Dia berhasil mendorong kami semua,”jawab perawat tadi itu masih Syok.

“Kemana suster Jung? Aku ingin tahu apa yang dia katakan tadi samapi membuatnya mengamuk lagi?” tanya Suzy yang tidak melihat keberadaan suster itu.

“Dia sedikit terluka tadi dok. Dia terkena lempara gelas di keningnya. Jadi kami menyuruhnya mengobati lukanya dulu.”

Suzy menghela nafas berat. Terkadang dia kasih pada para perawat itu. Mereka sangat sering terluka akibat para pasien yang sering mengamuk. “Baiklah, nanti kalau dia sudah mengobati lukanya suruh dia datang ke ruanganku,” ujar Suzy mulai mendekati jong-in yang masih saja berteriak memaki-maki semua orang.

“kamu mau kemana?” tanya Temin.

“Berusaha menenangkan dia.”

“Kamu gila? dia masih mengamuk dan kamu medekatinya dengan tangan kosng?”

Suzy tersenyum menenangkan. “Sebelum dia masuk tempat ini, dia sudah menjadi pasienku selama dua bulan terkahir di tempat praktekku. Aku sudah tahu cara menanganinya.” Jawab Suzy meyakinkan.

“Tapi..”

“Lebih baik kamu bantu aku menyuntikka obat penenang saat aku membuajukanya.” Taemin memandang Suzy ragu awalnya. Tentu saja ragu melihat Suzy yang sepertinya sangat lemah lembut menangani pasien gila yang sedang mengamuk yang mampu melukai 5 orang perawat namja yang sudah berpengalaman. Tapi melihat senyum meyakinkan yeoja itu Tamin hanya mengangguk dan ulain menyiapkan obat-obatnya.

“Jangan mendekat!! Aku akan membunuhmu kalau kamu mendekat!” pekik Jong-in begitu melihat Suzy mendekatinya.

Suzy hanya tersenyum menenangkan pada Jong-in.

“Gwencahan, aku tidaka akan melukaimu. Akukan temanmu, kita cingu,” ujar Suzy menenangkan jong-in sambil mengangkat tangannya meyakinkan Jong-in dia tidak membawa senjata.

“Kamu bohong. Kamu bukan temanku, kamu tidak percaya padaku!”

“Aku temanmu dan aku percaya padamu.”

Jong-in sempat melebutkan suaranya mendengar Suara Suzy.

“Kamu mengingatku kan? Aku ini Suzy, kita adalah teman baik. Kamu percaya padakukan…”

Jong-in masih tetap pada posisinya. Waspada.

“Jang-in ah….”ujar Suzy lembut. “Kim Jong-in…”

Jong-in menyipitkan matnya dan menatap Suzy. “Kamu percaya padaku? Kamu tidak bohong?”

Suzy menganguk dan tersenyum. “Aku selalu percaya padamu.”

…….

“Apa kamu mengenalnya sebelumnya? kenapa dia sepertinya penurut sekali padamu?” tanya Taemin begitu Jong-in sudah tertidur akibat obat penenang yang di suntikkan taemin.

“Kan sudah kubilang, sebelum masuk tempat ini dia sudah pasienu selama dua bulan. Dia selalu datang ke tempat praktteku.”

“Tapi dia penurut sekali padamu?”

Suzy kembali tersenyum. “Pacarnya meninggal karena berfikir dia selingkuh dan tidak mempercai kata-kata Jong-in. Dia jadi depresi dan menganggap semua orang tidak ada yang mau percaya padanya. Jadi selama dua bula ini aku berusaha menjalin persahabatan dengannya. Awalnya keadaanya sudah mulai membaik tapi karena kedua orang tuanya sering bertengkar dia kembali depresi lagi dan dari pada di rumah keadaan jadi semakin buruk orang tuanya memasukkan ke tempat ini. karena kata orang tuanya dia hanya mau berica padaku.”

Taemin mengangguk mengerti. “Ohh begitu rupanya.”

“Lalu apa yang ingin kamu bicarakan?” tanya Suzy.

“Ne?”

“Bukannya kamu bilang ada yang ingin kamu bicarakan padaku?”

“Oh itu, aku hanya ingin meminta pertolonganmu,” jawab Taemin sambil menggaruk tengkuknya ragu.

“Meminta tolong apa?”

“Kamu masih ingat sepupuku yang waktu itu jadi korban nyonya Han?” tanya Temin yang di angguki Suzy. “Dia juga mengalami gangguan mental yang sangat langka yaitu Gamomania (Obsesi untuk mengajak menikah pada beberapa orang sekaligus), jadi jangan heran kalu nanti dia mengganggu dan mengajakmu menikah. Dan saat berobat kesini, dia selalu menyebut namamu.”

Suzy masih serius mendengarkan. “Dia sering mengamuk dan memaksa bertemu denganmu dan semakin hari keadaannya semaki arah. Dia bahkan lebih parah dari Kim Jong-in,” jawab Taemin melebih-lebihkan. “Nah sore ini dia akan di rawat di tempat ini dan menjadi pasien disini.” Suzy masih mendengarkan. “Aku berharap kamu bersedia merawatnya.”

“Oh baiklah.”

“Ne? Kamu setuju?” tanya Taemin senang. dia pikir dia perlu menyiapkan banyak alasan dan berusaha menyakinkan Suzy tapi ternyata yeoja ini sangat mudah setuju.

“Hmm. Aku setuju dan tidak masalah merawatnya. Karena sekarang ini aku sedang fokus dengan Jong-in dan nyonya Han, jadi aku pikir dia bisa masuk satu ruangan dengan Jong-in.”

“Ne?” tanya Taemin kaget. Bagaimana bisa dia mebiarkan Sehun yang polos dan lugu satu kamar denga Kim Jong-in yang seperti kesetanan.

“Agar aku lebih mudah mengontrolnya,” jawab Suzy. “Lagi pula dia sukamengajak menikah kan? Jadi tidak mungkin menyuruhnya satu ruangan dengan nyonya Han kan?” Taemin hanya mengangguk-angguk bodoh dan ikut prihatin dengan Sehun yang malang. “baiklah, sekarang aku harus ke tempat Nyonya Han. Aku yakin kamu tidak akan mau menemaniku ke tempat itu kan?” goda Suzy. Nyonya Han memang selalu menganggap semua namja Suaminya dan ingin membunuh mereka. Bukan hanya karena rambut pirang seperti yang di katakan Taemin pada Sehun.

“Ne. Aku juga masih punya pasien,” ujar Taemin sedikit pucat. Dari ekspresinya percayalah, kalau dia juga pernah jadi korban Nyonya Han.

 

TBC

Ini requestnya seseorang utk silah, tp berhubung dia sdh memberi ijin akhirnya aku yg ngerjain..kekekeke. Buat Eka, maaf ya kl aneh bgt (ntar km tagih lg ke silah deh yg lbh bagus :D), maklum ini baru coba2. Sebenarnya ada byk ff d Laptopku yg blm tak post, jd berhubung aku lagi rajin, aku bakal post beberapa hari ini sebelum mood ilang buat posting sesuatu. thx for reading..

Advertisements

51 thoughts on “Sehun Michigetda

  1. hahaahaha lucuuuu bangettt thorrr kwkwkwkwk
    yg dialog scene terakhir suzy sm taemin kekkeke itu yg gimana kalo sehun yg polos satu ruangan sm jong in yg kesetanan gt ahahaha lucuu thorr ngebayanginnya kekekke
    lanjuttt yaaa thorrr
    gomawo 🙂

  2. Duch… Apa Чğ akan trjadi ama sehun Ƴɑ̤̥̈̊ªª yg 1 kmr ama kai… Cinta emng buta n bs kehilangan akal sehat… Next thor… Oya love is hard n ff lainnya d lanjutin dunk!!!!

  3. aigooo aku ngakak bgt bacanya thor
    suka bgt sm ceritanya ^^ lucu plus konyol tp gak berlebihan 😀
    ditunggu bgt next partnya jgn lama” ya thor ^^ love is hardnya jg ditungguin kelanjutannya hehe

  4. hahahahhah bagus thor, sehun dokter kok malah di kerjain sm pasiennya org gila pul wkwkwkwkw
    wah gmn jadinya klo sehun 1 kamar sm jong in?
    next thor

  5. Wkwkwk lucu bngt thor,.
    Sampe sgitunya sehun suka ma suzy, biasanya orang nggak mau msuk rsj ini mlah ngotot pngen d rawat 😀
    di tunggu next part thor

  6. hhahaha
    lucu lucu…
    ya ampun gk kebayang kalau sehun sma jongin d’satu ruanganin… bakal kaya gmana y… hahaha
    d’tnggu lanjutanny, sehun bener2 jatuh cinta k’suzy..

  7. LOL..,kelakuan sehun bikin ngakak…,,sehun nistaa bnget di ff ini huakakakak
    Next chapt bakalan seru nih…apa yg terjadi dgn sehun klo sekamar dengan jong in

    Ditunggu ff yg lainnya thor..,,LIH manaaa…ud kangen ma ff itu hehehe..

  8. hahaha, seru nih
    gk kebayang nt jong in am sehun satu kamar
    lanjut..
    Yg love is hard mana nih? Udh dtunggu nih smp lumutan..

  9. wah..ceritanya bagussss….thor

    tapi love is hard part 9 nya mana kok gk di post juga
    udah nungguin nih……

  10. Lucunya sehun,demi suzy rela masuk RSJ 😀
    Ksian jonginnya,
    Next2 thor,,,,
    Pngen bngt lht suzy main drama jdi dokter:D
    Hwaiting!!!

  11. wkwkwkwk…
    aq ngakak bacanya
    hehehe…
    apalagi waktu nyonya han mau nyuntik sehun
    kekekkeke
    jarang banget ada ff kayak gini
    lanjuuuuuuutt
    next part,, ditunggu^^

  12. Yaa ampun Sehun smpe segituny gara2 jatuh cinta ma Suzy, penasaran ma kelanjutanny gmna nasib Sehun slanjutny
    Dtnggu next partny

  13. Yuhu~ Im here ^^
    weh keren kok ^^
    uh, taeminku jd dokter, dan sehun, jan mangil taemin dgn tetem, itu panggilan sayang aku ke dia, kamu gk boleh ikutan..
    Rasain lo, hampir jadi korban penyuntikan/? dan style lo hun. Sumpah, lo udah kaya jemuran jalan xD
    Kai, malang engakau..
    Sumpah! Aku ngakak baca penyakit sehun yg dibilang tetem xD serem amat dah..
    Dan kalo kai sehun sekamar, mereka bakal main lempar tangkap xD bakal ada ember, panci, pisau, pedang melayang entar xD
    koplak! Daebak kak ^^ tapi rada kecepetan alurnya 🙂

    • eh ini dek Eka…
      ia, d part 1 emang d buat cepat..tingkah aneh sehun n ajaib Kai d part 2..hehehehe
      ahh lega dehh kl g terlalu mengecewakan..kekeke
      sumpah aku paling deg2an nunggu komenmu,…hehehe

  14. Ngakak sumpah thor apalagi sehun cuma gara”cinta ngaku gila wkwkw lanjut thor pengen tw sehun bisa bertahan gk ya satu ruangan sama jongin

  15. Ngakak sumpah thor apalagi sehun cuma gara”cinta ngaku gila wkwkw lanjut thor pengen tw sehun bisa bertahan gk ya satu ruangan sama jongin.
    Oh ya love is hurt nya kapan lanjut nih

  16. haduhhhh… sehun pengen deket sama suzy aja bela belaan jadi orang gila.. bner2 kocak dehhh… di tunggu kelanjutannya ya..

  17. Aigoooooooo… sehun rempong. Wkwkwkwkkk
    Sampai rela jadi orang gila biar bisa deket ma suzy. hihiiiiiiii
    Sehun hwiting ne buat dapetin dokter cantiknya.
    Suzy kreeennnn eeyyy. Ibu dokter jjang. 🙂
    Kai kasian juga. 😦

  18. Kkkkk~
    Sumpah aku ngakak bacanya ! Komedinya bnr2 dapet thor. Genre nya sukses sih mnrt aku. Tapi romancenya blm ada yaa di part ini?
    Lucu juga jong in jdi org yg depresi berat disini ._. Tapi ttp daebak kok ^^
    Ditunggu next partnya ~

  19. Kerennnn.. ngakak wkwkkwk jdi senyum” senidiri deh *tpi gk gila -__-

    Lnjut thor keren jrang” ada yg bikin ff kya gni
    Hunzy kyaaa couple yg aku suka 😀

  20. OMO ! Seruuuuuuuuuu thor XD semua jadi orang gila aja hahahaha lol Karakter Sehun disini lucu, kyeopta >.< Ditunggu lanjutannya thor, fighting^o^

  21. Wkwkwk! Gokil gila deh nih ff…wkwkwk xD
    oiya kenalim i’m new reader^^
    Lucu bgt waktu bayangin Sehun diserbu 3 yeoja gila..kkk..apalagi style’nya itu lho ya ampuunn kaya lagu anak2 paud aja..pelangi pelangi…wkwkwk
    Aduduh, apalagi tadi? Sehun sekamar ma Jongin??! Ngiiikk, Sekai sekamar..ehheemm…tapiini urusannya beda, sekamarnya gg sebagai member exo tapi penghuni RSJ…Omooo… O_O #PasangMukaCengoD.O
    Gimana ya entar reaksi mereka.. Lebih gila kai atau sehun ntar ya?? ahahaa
    KEEP WRITING AND FIGHTING THOR-NIM^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s