HAPPY TOGETHER part 6

         cats                                                                                                          

 

Author                  : Dordor

Main Cast            : Bae Suzy Miss a

                                  Kim myungso Infinite

                                  Lee ji eun

                                 Jang Wooyoung 2PM

                                Park jiyeon T-Ara

                                  And other

Genre                   :  Romance, Family, school, friendship, dll

 

Oke, ini au benar2 gak edit, jd pasti Typo bertebaran. Dan ini hasil pekerjaan singkat yang Cuma beberapa jam, jd wajar kl aneh dan singkat. Gak ada feel, plus alurnya kata-katanya berantakan..

 ====================================================================

Part 6

 

Author POV All

 

Suzy duduk di halte dekat sekolahnya dengan perasaan campur aduk. Marah, benci, terhianati, kecewa, sedih dan sangatttt sedikit merasa bahagia—hanya sedikit—menjalari setiap sel tubuhnya membuat kepalanya rasanya ingin meledak mengeluarkan semua perasaan tak terkendali itu. Dan saat-saat begini dia sangat merindukan ibunya, karena hanya ibunyalah yang dia butuhkan dan dia percaya saat ini. dan mengingat ibunya kembali membuat perasaan sakit karena kehilangan yang sudah memudar akhir-akhir kembali terasa sangat menyakitkan. Dan perasaan sebetang kara itu kembali muncul. Saat sedang merenungi nasipnya tiba-tiba dia melihat lapu ponsel yang diapegang menyala dan bersamaan dengan lagu Hero milik Mariah carey—lagu kesukaan ibunya—berdendag dari ponselnya.

“Yeoboseo Jieun-ah,” jawab Suzy saat menerima telepon dari Jieun.

“Suzy kamu di mana?kenapa tiba-tiba menhilang?tadi Park ajhusi menemui kami dan bilang kamu sedang ke permisi ke toilet tapi gak kembali-kembali.” Ujar Jieun khawatir.

“Mianhae Jieun-ah. Perutku tadi tiba-tiba sakit banget dan aku langsung pergi mencari apotik sampai lupa pamit,” bohong Suzy.

lalu bagaimana kamu sekarang? Nan gwenchana?”

Suzy tersenyum mendengar nada panik sepupunya itu apalagi dia juga mendengar suara Wooyoung yang ikut panik mendengar pertanyaan Jieun takut sesuatu terjadi pada Suzy. Kedua sepupunya itu memang mudah panik.

“Tanyakan dia di mana sekarang? Biar kita jemput.” Suzy masih bisa mendengar suara Wooyoung.

“Kamu dimana? Biar kami susul, dan namja bawel ini terus merecokiku, jadi cepat katakan kamu dimana?” ujar Jieun.

“Aku masih di skitar kampur. Gogjongma, tadi Myungso oppa meneleponku dan berjanji menjemputku. Kalian pulang saja.”

“Aishh…kamu itu masih sempat-sempat saja berkencan,” goda Jieun. “Ya sudah kalau begitu kami akan pulang duluan, tapi jangan lupa menciritakan semuanya nanti, kalau tidak aku akan melapor ke kakek kalau kamu kabur dari sekolah untuk berkencan.”

“Ne…tapi Jieunah…” ujar Suzy ragu.

“Waeyo? Apa terjadi sesuatu padamu? kena nada suaramu aneh?”

“Aniya..aku hanya ingin menanyakan Park ajhusi. Apa dia ma…”

“Oh, begitu tau kamu baik-baik saja, dia langsung pamit pulang karena ada urusan di kantor katanya. Ada apa sebenarnya kenapa raut wajahnya panik dan aneh sekali?”

“Tidak terjadi apa-apa..Gogjongma. mungkin dia hanya panik saat aku tidak kembali-kembali dari toilet. Ya sudah, aku tutp dulu ya..aku mau menelepon seseorang.”

“Kamu pasti mau menelepon Myungso oppa ya? Ya sudah aku tutup ya.” Ujar mengakhiri sambungan telepon. Begitu sambungan telepon itu berakhir, Suzy kembali mencri kontak di ponselnya dan sat menemukannya dia langsung mendialnya.

“Mr. Will Dialed.”

Suzy tahu ini sudah jam sebelas malam lewat di Amerika karen dia sempat melihat jam di ponselnya yang menunjukkan jam 11 siang dan mungkin Mrs. Will sudah tidur, tapi toh dia coba juga. Wanita gemuk berkulit hitam itu sudah dia anggap sebagai ibunya dan hanya pada wanita itu Suzy bisa merasa nyaman berbagi bebannya. Suzy hampir menyerah dan berfikir Mrs. Will sudah tidur saat dering kesembiln tak kunjung di angkat, berutung di dering ke sepuluh wanita ramah itu mengangkatnya.

“Hell, Mrs. Will speaking?” ujar Mrs. Will dengan nada ramah seperti biasanya membuat Suzy semakin merindukan wanita itu.

“Mrs. Will ini Suzy,” ujar berusa terdengar ceria. Tentu saja dalam bahasa inggris.

“Oh my dear! Suzy!! Benarkah ini Suzy gadis kecilku yang manis!” pekik wanita itu histeris karena Suzy meneleponnya. Memang Suzy sudah lama tidak menelepon, terakhir kali saat dia tiba di Korea dan biasanya mereka bertukar kabar hanya lewt email.

“Yes mam! Ini Suzy gadis tercantik di Broklyn—tempat suzy di NY—dan juga gadis paling menarik,” jawab Suzy dengan kata-kata Mrs. Will yag di berikan pada Suzy saat Suzy dulu agak minder denga teman-teman sekolahnya yang sangat cantik-cantik dan seksi.

“Oh, Dear kenapa kamu baru menelepon sekarang? Apa kamu tidak tahu aku sangat merindukanmu. Si kebal Will junior juga tiap hari menanyakanmu.”

“Aku juga merindukan kalian semua.” Akunya jujur. “Oh ini sudah malam pasti di sana, apa aku mengganggu jam tidurmu?”

“Oh, tentu saja tidak. Aku baru menutup restoran. Dan bagaimana kabarmu? bagaimana dengan Korea. Apa semua oke?”

Suzy terdiam sebentar mendengar pertanyaan Mrs. Will. Korea baik-baik saja, tapi dirinya sedang tidak baik.

“Semuanya oke.”

“Oh.. ada apa dengan nada suara itu? Kedengarannya buka seperti gadis kecilku. Apa  kamu di siksa disana? Apa mereka memperlakukanmu buruk. Katakan saja, aku akan membuat tulang-tulang mereka menjadi Soup.” Suzy terkekeh mendengar nada bicara Mrs. Will. Wanita itu memang selalu berbicara dengan nada lucu.

“Tidak, mereka memperlakukanku dengan baik. aku kan sudah mencerikan padamu lewat email. Apa kamu tidak membacanya?”

“Tentu saja membacanya, hanya saja aku ingin mendengar sendiri dari mulutu bukan hanya membaca emailmu yang membuat matku sakit. Kau tahu aku paling beci dengan benda kotak yang terlalu canggih itu.” Suzy kembali tersenyum, Mrs. Will sagat membenci komputer dan biasanya kalau dia menerima email yang membacakan untuknya adalah Suzy atau anaknya dan Sharon cerita hanya karena ingin membaca email-email yang di kirim Suzy Mrs. Will sampai belajar tentang komputer. “Tapi kamu tidak bisa berbohong padaku. Aku ini lebih dekat padamu dari pada ibumu, jadi aku sangat mengenalmu. Jadi katakan sekarang sebelum aku menyusulmu kekorea dan menyeretmu kembali kesini. Oh tentu saja aku harus menghajar mereka semua dulu karena berani membuat gadis kecilku sedih. ”

“Aku sudah bertemu ayah kandungku.”

Suzy bisa mendengar keheningan. Wanita di seberang sana pasti Syok mendengar pengakuannya.

OH, demi perawan Maria dan anaknya Yesus yang kudus! Kamu sedang tidak bergurau!”

“Hmm…aku bertemu dengannya tadi. Dan dia berkata dia adalah suami Mom sebelum mom menghilang.” Suzy hampir menangis saat menceritakannya. Dia bisa membayangkannya kalau Mrs. Wll ada disini wanita itu pasti akan memeluknya dan ikut menangis bersamanya.

“Oh..dear. apa yang terjadi? Kenapa kamu sedih, bukankah seharusnya kamu senang karena itu salah satu tujuamu ke Korea?”

“Aku tidak tahu Mrs. Will. Seharusnya aku mendengarkan Mom. Seharusnya aku tidak usah mencari tahu tenyang keluargaku. Seharusnya aku percaya Mom, kalau kami berdua sudah cukup. Kami tidak perlu siapa-siapa lagi,” kata Suzy sambil menatap langsit dari atas halte tempat dia duduk.

“Apa yang terjadi? Apakah ada sesuatu yang buruk? Apakah ayahmu bukan orang yang baik?”

“Aku tidak tahu, hanya saja dia adalah ayah dari teman satu sekolahku yang paling menyebalkan.”

“Oh yang suka berkelahi dengan sepupumu itu?” ujar Mrs. Will yang di jawab anggukan oleh Suzy meski tidak bisa di lihat Mrs. Will. “Well, itu memang buruk punya saudara menyebalkan. Tapi aku pikir itu bukan alasan yang bagus untuk menyesal telah mengenal ayahmu.”

“Bukan itu alasannya Mrs. Will.”

“Lalu?”

“Ternyata yang membuat mereka bercerai karena kakekku. Kakekku dan orangtua ayahku adalah saingan bisnis dan ada ayah sudah di jodohkan dengan wanita lain—ibunya Jiyeon. Meski akhirnya kakek merestui pernikahan mereka krena Mom memaksa dan Mom anak paling di sayang kakek terpaksa pernikahan mereka di restui. Tapi kakek secara diam-diam bekerja sama dengan wanita yang dijohkan itu untuk menjebak ayah agar bercerai dari Mom. Dan entah bagaimana wanita itu tiba-tiba menemui Mom dan mengaku dia hamil anaknya ayahku, dan mendengar itu Mom langsung kabur dan karena malu dengan kakek karena tidak mendengarkan perkataan kakek untuk tidak menikah—karena Mom tidak tahu kalu kakek terlibat—dia pergi meninggalkan Korea begitu saja tanpa kabar. Itu yang di katakan Pria itu dan Mom sempat meninggalkan surat sebelum dia pergi dan aku sudah melihat surat itu karena pria itu selalu membawa surat Mom di dompetnya dan benar itu tulisan Mom. Tapi Mom tidak menceritakan kalau dia hamil. Pantas saat melihat matanya aku merasa familiar, ternyata mata kami sama.”

“Oh, aku ikut sedih, nak” ujar Mrs. Will sedih. “Aku bisa mengerti kenapa ibumu sangat menghindari korea. Dia memiliki luka dan trauma yang sangat dalam rupanya. Aku sangat membenci wanita itu, kalau aku melihatnya aku akan memotong habis kepalanya dan menjadika kepalnya Pie. Ini juga pasti berat untukmu nak. Oh seandainya aku disana bersamamu.”

“Lalu apa yang harus aku lakukan Mrs. Will. Aku sudah menyayangi kakek akhir-akhir ini dan mendengar ini tiba-tiba aku membancinya. Dia yang membuat aku sebatang kara dan membuat Mom menderita. Aku ingin kembali kesana dan tinggal bersamu saja Mrs. Will.”

“Tentu saja kamu bisa kembali ke sini? Kalau kamu menderita tinggal di sana, kamu di sini saja. Ada aku keluargaku dan juga Sharon yang akan menemani dan mengiburmu. Nanti akan aku buatkan Jambalaya (Masakan Khas Louisiana-AS yg berasal dr spanyol warna oranye kemerahan. Bahan-bahannya terbuat dari nasi, seafood, tomat, rempah dan diberi irisan sosis beraroma asap hmm… lezat menggoyang lidah) terbaikku untukmu. Jangan bersedih lagi.”

“Terimaksih Mrs. Will, kamu memang yag terbaik. Dan jambalaya buatanmu adalah jambalaya terbaik di dunia. Aku jadi merindukan masakanmu.”

“Tentu saja. Karena itu jangan sedih lagi. Nanti gadis kecilku yang cantik akan terlihat jelek dan tidak ada yang menaksirnya. Oh ya bagaimana dengan pria yang kamu taksir itu.” Suzy tersenyum saat Mrs. Will menyinggung Myungso.

“Baik Mrs. Will, ini aku menelepon kamu sambil menunggunya. Tadi katanya dia masih ada kelas jadi aku di suruh menunggu satu jam, aku pikir sepuluh menit lagi akan muncul.”

“apa kalian mau berkencan?”

“Ehh…i..sepertinya tidak. aku hanya ingin menenangkan pikiran dulu sebelum kembali ke rumah makanya aku mengajaknya jalan-jalan.

“Ohh Sweeet heart itu juga di sebut berkencan sayang. Wah gadis kecilku benar-benar sudah besar, dia sudah memilki teman kencan. Padahal aku merasa kemarin kamu masih menangis karena gigimu tanggal.”

“Ahh, Mrs. Will kamu jangan mnegingat-ingat itu. Itu sangat memalukan,” gerutu Suzy mengingat tampangnya saat tiga gigi depannya tanggal karena jatuh dari ayunan bersama Sharon. Untung giginya masih bisa tumbuh.

……………..

“Oppa kamu akan membawaku kemana?” tanya Suzy begitu dia ada di mobil Myungso dan namja itu membawanya meninggalkan Seoul dan memasukki daerah Incheon.

“ke pantai.”

“Ne? Ke pantai. Aku masih pakai baju seragam oppa.”

“Gwenchana. Siang-siang gini di pantai banyak anak sekolah juga. Lagi pula nanti kita bisa beli baju ganti disana.” Jawab Myungso santai.

“Tapi kenapa harus ke pantai? Pantaikan jauh?”

“Hanya butuh dua jam dari sini k incheon. Bukan kamu bilang kamu ingin melepas stress? Tempat paling cocok itu pantai.”

“Tapi Wooyong oppa akan memarahiku kalau aku pulang ke sorean tapan ganti baju dulu, kamu tau sendirikan dia itu terkadang sangat cerewet.”

“Gogjongma, aku sudah minta ijin padanya. Katanya asakan aku membawamu pulang dan selamat dan sebelum tengah malam dia mengijinkan.”

“Hah, tumben sekali. Biasanya aku habis pulang di antar olehmu dia selalu memberiku kuliah gratis.” Myungso tertawa. Dia bisamenebak Wooyong memang sangat protektif pada kedua sepupunya itu.mungkin karena kedua sepupunya itu sudah yatim piatu dan kakeknya seang sakit jadi temannya itu seperti mengambil alih tanggung jawan untuk menjaga sepupu-sepunya.

“Apa kamu belum tau kalau Wooyoung sudah memberiku lampu hijau sebagai adik ipar?”

“Ne?” taya Suzy merasa aneh mendengar kalimat Myungso.

“Wooyoung sudah memberiku ijin menjadi adikiparnya dengan menjadi kekasihmu. Tinggal adiknya wooyoung apakah dia mamu meberiku ijin menjadi kekasihnya.” Ujar Myungso antai sambil menyetir sementara jantung dan wajah Suzy sama-sama panik karena kekurangan oksigen. Suzy hanya diam karena bingung membari tanggapan apa. Takut dia hanya salah dengar.

“Jadi bagai mana?” tanya Myungso begitu mobilnya berhenti karena mereka sudah tiba di pantai. Mobil Myungso berhenti tepat di bibir pantai yang kebetulan tidak terlalu ramai, karena panati itu memang harang di kunjungi. Karena panatai Incheon yang ramai sebenarnya ada di sisi lain.

“Ne, bagaimana apanya?” tanya Suzy gugup.

“Tentu saja ijinnya. Apa aku dapat ijin?”

“Ta..tapi…”

Myungso meraih tangan Suzy ke dalam gemgamannya dan bisa merasakan tangan gadis itu sedikit tegang karena gugup. Dan pandangan Suzy yang tadinya menatap pantai beralih menatap Myungso ketika namja itu menggemgam tangannya.

“Aku menyukaimu Bae Suzy sejak pertama kali bertemu. Aku mencintaimu. Aku belum pernah begini sebelumnya pada yeoja dan untuk pertama kalinya aku mau mendekati bahkan harus bersedia menerima omelan dan ceramah-ceramah Wooyoung tentang bagaimana aku harus memperlakukan dongsaeng tercintanya dan apa yang kan aku terima jika aku membuatmu sedih. maukah kamu menjadi yeoja cinguku?” ujar Myungso mengakhiri kalimatnya. Sesungguhnya dia bukanlah namja romatis seperti namja impian para gadis dan karena ini pertama kalinya menyatakan cinta pada yeoja dia tidak tahu harus berbuat apa. Bagi Myungso kalau dia memperlakukan suzy sebagai kekasihnya itu sudah cukup—karena dia tidak pernah begitu pada yeoja—tanpa  perlu ada pernyataan tapi mengingat ceramah Wooyoung dia kahirnya melakukannya juga.

“Hmm…kenpa oppa tiba-tiba menyatakan cinta?” tanya Suzy seanga dan malu-malu, tentu saja sedikit heran. Karena meski Myungso meperlakukannya seperti kekasihnya Myungso belum pernah menyatakan perasaannya.

“Wooyoung yang memintanya,” jawab Myungsoo membuat raut wajah Suzy berubah kecewa karena ternyata ini karena paksaan Wooyoung. Dan menyadari itu Myungsoo buru-buru menambahkan. “Jangan kecewa, aku benar-benar menyukaimu. Aku pikir kamu sudah menjadi yeojaku tapa perlu pernyataan begini, tapi wooyoung bilang yeoja butuh kepastian. Tapi aku sungguh-sunggu memintamu menjadi kekasihku. Jadi bagaimana? Apa kamu mau.”

Suzy tidak tahu harus menjawap apa lagi selain mengangguk karena ini uga yang dia inginkan, mendapat kejelasan hubunganna dengan Myungso. Siapa yang menolak jika orang yang kamu taksir memintamu menjadi kekasihnya.

“Jincha kamu mau!” pekik Myungso girang dan meremas tanga Suzy pelan.

“Ne. Aku juga menyukai oppa.” Jawab Suzy yang langsung di peluk Myungso. “Oppa kamu memelukku terlalu erat dan memeluk dengan posisi begini benar-benar tidak nyaman,” ujar Suzy karena mereka memang masih duduk di mobil.

“Ah, mian. Aku terlalu senang,” jawab Myungso melepas pelukannya. “Kalau begitu kaaj kaluar, kita main di pantai, bukannya kamu bilang kamu melepas stress?”

“Karena oppa aku sudah tidak stress lagi. Tapi aku tidak akan menolak main di pantai,” ujar Suzy keluar dari mobil Myungsoo yang di ikuti namja itu.

Dan bagi Suzy hari ini adalah hari paling bersejarah dalam hidupnya karena dua pengakuan besar besar terjadi hari ini. Pertama akhirnya dia tahu siapa ayah kandungnya dan bagaimana bisa ibunya pergi meninggalkan Korea dan itu membuat sedih. Lalu kemudian dia mendapat pengakuan akan status hubungnnya dengan Kim Myungso yang membuat dia mampu melupakan pengakuan pertama sebelum dia kembali ke rumah. Dan untuk saat ini dia akan menikmati pengakuan pertama dulu.

…………………

“Oppa gomawo. Hari ini sangat menyenangkan,” ujar Suzy begitu mobil Myungso berhenti di rumahnya.

“Ne, cheonma. Aku senang bisa membuatmu senang. Dan kalau kamu sedih lagi kamu hubungi aku saja, jangan yang lain arra!”

“Ne, Arrasoo. Kalau begitu aku turun dulu, apa oppa mau mampir?” tawar Suzy.

“Aniyo lain kali saja, ini sudah malam,” ujar Myungso karena ini memang sudah jam sebilan malam. “Aku tidak mau di pelototi oppa dan kakekmu.”

Suzy terkekeh, “Baiklah kalau begitu aku turun dulu.” Suzy sudah hendak membuka mobi Myungso saat dia merasakan tangan Myungsoo menhan tangannya. “Oppa Wayo?” tanya Suzy heran melihat tatapan Myungsopadanya.

“Ya..kamu tidak berniat pergi tanpa salam perpisahan an?” suzy tersenyum karena mengerti maksud Myungso.

“Arraso,” ujar Suzy lalu mencium pipi Myungsoo cepat, membuat namja itu sedikit kaget.

“Dengan seharian yang aku lakukan untuku masa aku hanya dapat di pipi,” sungut Myungso kesal. “Masa…” omongan Myungso langsung di potong suzy.

“Eis oppa kau perhitungan sekali,” ujar Suzy pura-pura kesal tapi toh dia mencim bibir Myungso sekilas. Saat Suzy mencim pipi Myungso jantung keduanya sudah tidak karuan dan saat bibir mereka bertemu listrik jutaan volt itu langsung menyengat membuat keduanya canggung. Begitu suzy melepas ciuman 2 detik itu dan berniat turun dari mobil Myungso karena malu, Myngso langsung menarik tengkuk Suzy dan melumat bibirnya.

Ini ciuman pertama bagi keduanya, tapi menurut Suzy, Myungso sangat ahli berciuman karena mampu membuatnya seperti mabuk dan ketagihan, dan saat Suzy membalas ciuman Myungso menuruti kemauan namja itu saat lidah namja itu meminta bibirnya membuka percikan api itu semkin panas. Suzy sudah sering mendengar teman-temannya di NY yang menciritakan bagaimana menyenangkannya berciuman apalagi frenckiss tapi Suzy belum pernah mengalaminya dan saat Myungso menciumnya rasanya jauh lebih memabukkan dari cerita teman-temannya. Tapi dia tahu meski ciuman Myungso bisa di bilang panas, ciuman ini hanya sebagai gambaran perasaan namja itu yang sulit dia utarakan dengan kata-kata, tidak ada napsu sama sekali.

Setelah lebih dari 5 menit mereka akhirnya saling melepas diri, Suzy lamgsung menyentuh bibirnya dan menatap Myungso malu.

“Selamat malam,” ujar Myungso mencairkan kekakuan menyenangkan itu sambil tersenyum sangat manis yang entah bagaimana  membuat Suzy tergoda dan ingin kembali melumat bibir namja itu. Untung dia ingat kalu sekarang dia gadis korea yang tidak boleh agresif seperti gadis-gadis amerika.

“Ne. Selamat malam. aku masuk dulu,” ujar Suzy kikuk lalu turun dari mobil. Kali ini Myungso tidak menahannya lagi meski dia ingin menahan Suzy di mobilnya dan mengahabiskan malam ini dengan mencim bibir Suzy yang menurutnya sangat manis dan menggoda.

Sial! Gadis ini benar-benar sangat menggoda!

Umpat Myungso dalam hati saat melihat Suzy turun dari mobilnya dan berjalan ke arah pagar rumahnya. Setelah menekan intercome, suzy kembali berbalik menatap Myungso.

“Oppa aku masu dulu. Hati-hati ne. Dan gomawo untuk hari ini, aku benar-benar sangat senang,” ujar Suzy.

Myungso tersenyum dan mengangguk. “Ne masuklah, aku akan pulang beitu kamu masuk,” ujar Myungso saat melhat Suzy masih berdiri menunggunya pergi. “Dan jangan lupa aku akan meneleponmu begitu aku tiba di rumah.”

“Ne. Kalau begitu aku masuk dulu,” ujar Suzy lagi enggan. Sejujurnya dia tidak ingin masuk, dia masih ingin menghabisakan waktunya bersama Myungso lebih lama. Myungso hanya terkekeh melihat tingkah Suzy yang tak kunjung masuk ke rumahnya, dia tahu alasannya karena sejujurnya dia juga masih ingin mengahabiskan waktu dengan yeojanya itu berduaan. Tapi ini sudah malam, dan dia tidak mau merusak kepercayaan yang di berikan Wooyoung padanya. Dia tidak mau Wooyoung dan kakeknya akan menentang hubungan mereka, karena Myungsoo tahu kedua pria itu sangat menjaga Suzy.

“Sudah masuk sana.” Ujar Myungso lagi. “Nanti oppa dan kakekmu akan memarahimu kalau pulang terlalu lama.”

Karena tidak menemukan alasan untuk berdiri lagi di situ denga terpakas Suzy masuk juga dan begitu dia menutup pagar Myungso belumpergi juga padahal Suzy ingin mengintip kepergian namjaitu. Dia baru melihat mobil Myungso pergi saat dia sudah masuk ke rumah dan mengintip lewat jendela kaca besar di samping pintu.

“Suzy-ah kamu baru pulang?” ujar Jieun saat melihat Suzy masuk. “Keman saja kamu satu harian? Apa jalan-jalanmu menyenangkan?” tanya Jieun lagi mengikuti Suzy ke kamarnya.

“Ne. Sangat menyenangkan. Aku pergi ke pantai bersama Myungsoo oppa.”

“Jincha? Wahh daebak…lalu apa yang kamu lakukan,” suzy langsung tersenyum malu saat Jieun bertanya begitu. Entah bagaimana ciuman mereka yang tadi langsung  muncul di otaknya.

“Kenapa wajahmu merah begitu? Apa seseuatu yang menyenangkan terjadi?” Suzy tidak menjawan tapi Jieun bisa melihat kulit putih sepupunyaitu semakin merah. “Wahh..sepertinya benar-benar terjadi sesuatu. Apakah dia emintamu jdi yeoja cingunya?” dan melihat Suzy yang menghentikan langkahnya dengan toba-tiba dan menatapnya kaget Jieun langsung ikut-ikutan meotot.

“Jongmalyo? Myungsoo oppa menyatakan perasaannya? Jadi kalian sudah resmi pacaran?”

“Ne, bagaimana kamu bisa tau?” tanya Suzy.

“Wahhini baru berita hebat. Aku harus menceritaknn semuanya padaku,” ujar Jieun menarik tangan Suzy ke kamarnya. “Nah ceritakan semuanya.” Pinta Jieun begitu mereka duduk di ranjang Suzy.

Dengan sedikit malu-malu tapi sangat bahagis Suzy mencritakan bagaimana Myungso menyatakan perasaannya. Lalu bagimana menreka menghabiskan waktu di pantai sambil bermain air dan Myungso yang tidak berhenti memegang tangannya. Bagai mana mereka duduk di pasir sambil melihat laut dan Suzy yang mendarkan kepalnya di bahu Myungso. Dan entah mendapat semangat dari mana Suzy begitu bersemangat bercerita semuanya pada Jieun tapi tentu saja bagian dia berciuman di loncati Suzy. Di tidak mau berbagi itu dengan orang lain.

“Wahh pantas saja ponselmu tidak di angkat, ternyata kamu terlalu asik menghabiskan dengan namjacingumu itu,” goda Jieun. “Apa kamu tidak tahu kalau oppa dan haraboji meneleponimu terus?”

Suzy mengerutkan dahinya, “Waeyo? Apa terjadi sesuatu?” tanya Suzy.

“Aku tidak tahu, oppa dan haraboji tidak mau menceritakannya padaku. Tapi sejak Park ajhusi ayahnya Park Jiyeon datang ekprsi haraboji dan oppa langsung berubah aneh. Aku tidak tahu apa yang di bicarakan ereka bertiga di ruang kerja haraboji.”

“Jongmalyo? Dia datang kesini?” tanya Suzy tak percaya.

“Ne. Wajah ajhsi itu yang juga biasanya ramah juga terlihat aneh. Senyunya kaku. Memang apa yang terjadi? Sebelumnya kamu juga berbicarakan dengannya?”

“Oh…Ne.”

Belum sempat Suzy menjawab pertanyaan Jieun saat pintu kamarnya terbuka membuat mereka berdua menoleh dan di sana Wooyoung berdiri.

“Suzy, kamu sudah pulang ya? Kamu sudah makan” ujar Wooyoung basa-basi dan sedikit kaku tidak seperti biasanya. Dan sikap Suzy yang tiba-tiba kaku membuat Jieun heran. Ada apa dengan penghuni rumahnya hari ini. kenapa semua orang jadi aneh/

“Ne, oppa.”

“Cepatlah ganti baju dan turun ke bawah, keruang kerja haraboji. Dia ingin bicara denganmu.”

“Oh, ne. Aku akan kesana,” ujar Suzy kaku. Jantungnya berdegup kencang, tapi kali ini berbeda dari yang tadi saat dia bersama Myungso. Yang ini membuatnya sedikit tidak nyaman.

“Baiklah. Aku ttunggu ne. Jieun-ah, sebaiknya kamu belajar. Jangan hanya melakukan hala yang tak berguna,” ujar Wooyuong saat melihat Jieun yang menatap mereka heran. “Ya sudah aku ke bawah dudulu.”

“Sebenarnya apa yang terjadi kenapa kalian bersikap aneh dan sepertinya hanya aku yang tidak tahu,” ujar Jieun pada Suzy yang sekarang berdiri di depan lemari mengambil baju gantinya.

“Hmmm… Aku takut aku akan membanci haraboji,” aku Suzy jujur. “Aku sudah menyayangisnya, tapi aku takut saat melihatnya aku jadi membenciny.”

“Apa maksudmu? Kenpa kamu takut membeci haraboji?” tanya Jieun.

“Karena dia yang membuatku sebatang kara begini. Karena dia yang membuat ayah-ibuku berpisah dan membuat Mom harus memimiliki traumda dan terluka dan juga membuat Mom membenci negara ini.”

“Ne?”

“Aku dan Park Jiyeon adalah saudara.”

“Mwo?!”

“Kami memiliki ayah yag sama. Park ajhusi sepertinya ayah kandungku dan karena haraboji tidak menyukai ayahku, haraboji berusaha membuat mereka terpisah.” Jieun terdiam, tidak tahu harus berkomentar apa. Selama ini dia tahu kakenya adalah orang galak, tapi dia tidak berfikir kakenya bisa melakukan begitu. Karena kakeknya meski galak sejujurnya adalah orang yang baik. Tapi mengingat bagaimana reaksi kakeknya saat bertemu ayah Park Jiyeon perkataan Suzy ada benarnya. Suzy berbalik dan menatap Jieun. Jieun bisa melihat mata Suzy yang memerh menahan tangis.

“Aku tidak mau membanci harboji. Tapi mendengar apa yang dia lakukan kakek pada keluargaku rasanya aku sangat marah! Benar-benar sangat marah. Dan yang paling ku benci kenapa orang yang aku syangi justru yang menghancurkan kelargaku? Kenapa bukan orang lin saja?”

“Seharusnya aku menuruti kata-kata Mom! Seharusnya aku mendengarkannya, kami berdua saja di dunia ini sudah cukup, kami tidak perlu orang lain. Seharusnya aku tidak perlu berhubungan dengan korea..”

TBC

 

 

Aku sengaja ngebut buat post ff mumpung bs OL gratisan alias numpang (dasar manuasia g tau malu ^^). Ini aku post krn td malam aku baca comet yang bilang minta di lanjut HT, pdhal aku msh blm mood buat lanjt ff ini. krn aku author yg baik hati dan rajin menabung  😛 aku kabulkan deh…tp maaf ya kl feelnya g dapet sama sekali, soale emang aku sdh g py feel sama ff ini.

Gamsahamida…..

Advertisements

39 thoughts on “HAPPY TOGETHER part 6

  1. Duch sedih jg yaaa jd suzy… Tp psti ada alasannya kenapa haraboji Ɠªªќ setuju ama tuan park???? Next…. Thor ff lainnya ∂ï lanjutin ╫єサєサє╫‎​​​​є

  2. wah,, asik,, iya mih nunggu ff nih ^^
    satu kenyataan telah terungkap,, bagaimana masa lalu ibu suzy,, kedua myungsoo menyatakan perasaannya pd suzy^^
    next part^

  3. Jiiaaaahhh…akhirny myung nembak suzy jg…mg yg tjd ma eomma suzy..ga tjd ma suzy..mg myung sllu d smping suzy…
    bnrkah park ahjusi ayah kndung suzy??
    Next thor…

  4. Akhirnya ke post jga..
    Wuaah kasian suzy..
    Tpi liat myungzy bahagia..
    Uda seneng lgi..
    Next part fightiiing..

  5. Kyaaaaaaaa… MyungZy momentnya sweeetttttttttt banget.
    I Like it…
    Kisseunya juga lumayan panaassss. kkekekeee
    Tapi kasian suzy harus saudaraan sama si yeoja eyeliner. Eommanya si jiyeon jahat banget sih??? Nyebelin…
    Feelnya tetep dapet kok thor walaupun masih ada typo. Aku maklum kok, kan ngetiknya pake sistem kebut-kebutan. Jangan-jangan juga kebut-kebutannya barengan supir angkot ngejar setoran. Dan author yg nyampai finish duluan. Plaaaaaaakkkk… kok malah lari ke angkot???
    Tapi serius thor… FFnya jangan diberhentiin ya??? Aku suka ff ney. Smua ff di wp ini ngefeel banget. Ntar biar aku bacain mantra biar moodnya comeback. #Emang BB/GB pake comeback sgala?# wkwkwkkk
    Hwiting thor. 🙂

  6. Kyaaaaaaaa… MyungZy momentnya sweeetttttttttt banget.
    I Like it…
    Kisseunya juga lumayan panaassss. kkekekeee
    Tapi kasian suzy harus saudaraan sama si yeoja eyeliner. Eommanya si jiyeon jahat banget sih??? Nyebelin…
    Feelnya tetep dapet kok thor walaupun masih ada typo. Aku maklum kok, kan ngetiknya pake sistem kebut-kebutan. Jangan-jangan juga kebut-kebutannya barengan supir angkot ngejar setoran. Dan author yg nyampai finish duluan. Plaaaaaaakkkk… kok malah lari ke angkot???
    Tapi serius thor… FFnya jangan diberhentiin ya??? Aku suka ff ney. Smua ff di wp ini ngefeel banget. Ntar biar aku bacain mantra biar moodnya comeback. #Emang BB/GB pake comeback sgala?# wkwkwkkk
    Hwiting thor. 🙂

  7. 😥 ternyta itu alasan eommo suzy ga mau nyangkutin berbau koreea setelah dia hidup di america, tapi apa hanya itu alasan kakek suzy. jdi pingen tau dr sudut pandang kakek suzy, woo oppa tau dong???
    chukhae suzy, akhirnya ga galau lagic 🙂
    next thor

  8. kasian jg suzy…
    suzy sodaraan sma jiyeon….
    haaahhh moga suzy gk benci kakekny…
    yeahhhh myung udh ngaku…. myungzy myungzy…..
    myung, fikiranmu kenpa begitu??
    omaigot… #TutupMat
    sadar, masih banyak waktu.. kkk
    d’tnggu next chap’ny..

  9. Akhirnya di update juga stlh sekian lama aku nunggu hhe 😀
    Jdi smkin penasaran sma kakeknya suzy ttg alasan knpa ga stuju sama ortu nya suzy.
    Moment myungzynya so sweet bgt bgt bgt ~
    Next part ditunggu ya thor 😉

  10. Waduuh jangan benci kakek suzy aaah..
    kalo kmu ga ke korea ga bisa ketemu myung..

    myung good job ! Gitu donk 😀

  11. wah akhirnya di posh juga..
    wah kakekx suzy jahat juga..
    wah akhirx myungzy jadian juga
    jadi penasaran sama cerita selanjutnya.
    ditunggu next part berikutx

  12. Ahhh senangnya main cast suzy sama myungsoo…thor next partnya masi blom ya?penasaran nie thor..ditunggu ya…

  13. Authoooor ini kapan nih mau dilanjuut huhu baguuus ceritanyaaa apalagi myungzy udah jadian:( semangat yaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s