I KNOW

new-1q

Main Cast: Bae Suzy

Kim Myungsoo

Park Jiyeon

Genre     : Romance, School life

Lenght    :Viggent

PG          : 13

 

Cast aki pinjam nama, tapi cerita milikku yang terinspirasi dari cerpen yg pernah aku baca. Typo bertebaran. Menurutku ni adalah ff paling gak penting, paling ringan n paling remaja bgtt yg pernah aku buat, biasanya ffkukan agak penuh konflik n sinerton bgt, tp aku berharap ada yg suka.

====================================================================

Suzy POV All

 

Hari ini adalah hari pertama aku naik kelas menjadi kelas 3 SMA sekaligus menjadi tahun terakhir aku menjadi siswa sekolah. Harusnya menyenangkan tapi aku tidak terlalu bersemangat karena aku lagi-lagi harus berpisah dengan sahabat-sahabatku. Aku benci peraturan sekolah yang membeda-bedakan kelas menurut peringkat dan sahabat-sahabatku—Soojung dan Sulli—tidak bisa masuk kelas unggulan tahun ini karena nilai mereka yang menurun, berbeda denganku yang ada di peringkat dua dari seluruh angkatanku. Aku termasuk anak yang pendiam dan tidak menonjol dan paling malas yang namanya harus berkenalan dengan orang baru.

“Namaku Park Jiyeon. Senang berkenalan dengan kalian semua,” aku mengamati gadis cantik yang duduk di sebelahku yang memperkenalakan diri. Siapa yang tidak mengenal Park Jiyeon, gadis yang sangat cantik, modis dan mudah bergaul. Lihat saja rambut bergelombangnya yang sangat halus dan indah, belum lagikulit putihnya yang mulus, matanya yang cantik yang selalu di hiasi eyeliner yang membuat mata indahnya semakin menonjol, belum lagi bodynya yang sangat seksi. Tidak heran dia menjadi seorang model sebuah majalah. Tidak seperti gadis pintar lainnya yang biasanya otaknya kosong, jiyeon termasuk pintar makanya bisa masuk kelas unggulan ini. huh, kalau di bandingkan denganku tidak ada yang bisa di bandingkan. Ah…tidak, aku masih punya senyum cantik. Aku tidak bohong, sulli dan kristal selalu bilang senyumku sangat cantik.

“Annyeonghaseo… namaku Kim Myungsoo. Senang berkenalan dengan kalian.”

Aku langsung menoleh begitu mendengar nama itu. Dan benar saja, dia adalah Kim Myungso yang sudah aku taksir sejak pertama kali masuk sekolah ini. Ah, aku tidak percaya akhirnya aku bisa sekelas dengannya. Meski kecewa tidak bisa sekelas lagi dengan Soojung dan sulli paling tidak aku bisa sekelas dengan namja yang aku suka. Ini adalah kesempatan untukku bisa lebih mengenalnya, karena selama dua tahun ini kami belum pernah berbicara sama sekali. Kim Myungso adalah namja paling tanpan di sekolah ini, dia juga pintar pelajaran—meski peringkatnya masih dibawahku—dan pintar bermain gitar dan juga fotografi. Bahkan Bandnya sering tampil di Hongdae tiap akhir pekan dan sudah punya penggemar tetap. Dan dengan segudang kelebihannya itu dan juga segudang kekurannganku membuatku tidak berani untuk berkenalan dengannya. Tidak seperti yeoja-yeoja pengagumnya yang lain yang berani bergenit-genit padanya.

“Haey, kamu Bae Suzykan?” tanya Jiyeon padaku saat pelajaran selesai favoritku yaitu mati-matika selesai. Aku sangat suka pelajaran ini meskipun yang mengajar adalah Jung Saengsongnim yang terkenal sangat killer.

“Oh, Ne,” ujarku sedikit gugup. Aku tidak menyangka gadis populer seperti Jiyeon mau mengajakku bicara terlebih dahulu.

“Wah, kamu sangat pintar ya dalam mate-matika, buktinya kamu bisa menjawap setiap pertanyaan dari saem. Aku senang bisa sebangku denganmu, kapan-kapan kamu harus mengajariku,” ujarnya ramah dan mulai memasukkan bukunya kedalam laci karena sekarang waktunya istirahat.

“Ah, enggak juga. Pelajaran tadi kebutulan aja aku sudah dapat saat bimbingan,” ujarku sedikit malu. Tentu saja, siapa yang tidak senang di puji.

“Ohh… apa kamu tidak ingn pergi ke kantin?” tawarnya.

“Hmm…tapi aku mau ke perustakaan dulu, ada buku yang mau aku pinjam.”

“Wah… murid teladan sepertimu memang rajin ya. Baru hari pertama masuk sudah pergi ke perpustakaan,” katanya dengan nada bercanda membuatku tersenyum malu. “Ya, sudh kalau begitu aku ke kantin dulu ya,” katanya lalu berdiri dan berjalan ke arah Kim Myungso yang duduknya sejajar denganku tapi di pisahkan satu meja di baris kedua dari depan. Aku mengamati namja yang sedang asik berbicara dengan teman-temannya.

“Kim Myungso!” panggil Jiyeon membuat Myungso menoleh dan menatap Jiyeon. Sebelum menjawap panggilan Jiyeon dia menoleh ke arahku dan menangkap basah aku sedang mengamatinya, dan aku buru-buru langsung mengalihkan tatapanku.

“Waeyo, Jiyeon?” aku kembali mengamati keduanya tentu saja secara iam-diam.

“Apa kamu tidak kekantin” ujar jiyeon santai pada Myungso. Mereka memang sebelumnya satu kelas wajar saja mereka jadi akrab. Aku bisa melihat Jiyeon yang berusaha genit pada Myungso, pasti dia juga naksir dengan Myungso. Enak sekali menjadi yeoja cantik seperti Jiyeon, dia bisa dengan mudah akrab dan bersikap genit pada namja yang dia sukai.

“Tentusaja!” jawab Myungso mulai berdiri.

“Bagaimana kalau kita pergi bersama,” ujar Jiyeon sambil merangkul manja tangan Myungso mebuatku merasa sedikit sakit. Myungso kembali menoleh sekilas padaku, dan aku merasa seperti orang bodoh karena lagi-lagi tertangkap basa sedang mengawasinya, tapi kali ini karena terlalu gugup aku belum sempat mengalihkan tatapanku dan Myungso kembali menatap Jiyeon.

“Tentu saja cantik,” jawab Myungso kemudian berjalan dan tidak menolak rangkulan Jiyeon. Melihat pemandangan itu rasanya hatiku benar-benar sakit dan ingin menangis.

Sadarlah Bae Suzy, yeoja jelek sepertimu tidak akan mungkin di lirik oleh Myungso jika ada begitu banyak yeoja cantik di sekitar Myungso seperti Park Jiyeon. Dengan langkah tidak semangat aku mulai berjalan ke arah perpustakaan.

…………………..

Sejak kejadian empat hari yang lalu aku mulai tidak bersemangat ke sekolah. Setiap melihat Jiyeon yang duduk di sebelahku dan sikap genitnya yang semakin hari semakin menjadi dan Myungso yang juga tidak menolak membuatku tidak ingin ke sekolah dan harus melihat pemandangan itu. Tapi tidak mungkin juga aku bolos sekolah hanya karena hal begituan.

‘Sabar Bae Suzy. Kamu harus semangat. Kamu harus tau diri, tidak mungkin seorang Kim Myungso menyukai yeoja seperti kamu.

Dengan langkah malas aku berjalan ke arah bangkuku dan mulai duduk dan mengabikan teman-temanku yang mulai sibuk menyalin buku PRku. Aku heran, inikan kelas unggulan, kenapa masih ada orang-orang yang malasa mengerjakan tugas. Sedang sibuk meratapi nasipku yang patah hati sebelum memulai aku merasakan ponselku bergetar di saku seragamku. Dengan gerakan lambat aku meraihnya dan melihat ada satu pesan masuk dari nomor yang tidak aku kenal.

Hei kelinci, ngapain kamu bengong begitu? Kamu sedang tidak meratapi gigimu yang semakin besar itukan?

Hah! Siapa mahluk asing ini. kenpa tiba-tiba sms dan langsung menghinaku. Sebenarnya aku malas mengurusi hal beginian, tapi aku penasaran juga.

Kamu siapa?sepertinya kamu salah kirim SMS.

Belum ada satu menit aku mengirim pesan itu, aku mendapat balasan.

Aku tidak salah kirim kok. Aku memang mengirim sms ke kelinci yang sedang melamun sementara teman-temannya sedang sibuk menyalin tugasnya.

Aku mengerutkan dahi. Siapa mahluk asing ini? bukan alien kan? Kenpa dia bisa tau apa yang sedang aku lakukan sekarang. Aku mengamati kelas dengan curiga, tapi anak-anak sedang sibuk menyalin tugas dan sebagian lain sedang sibuk begosip dan tidak ada tanda-tanda sedang memegang ponsel. Sedang sibuk mengamati tiba-tiba aku merasakan ponselku bergetar lagi.

Kamu sedang mencariku ya? Bagaimana kalau besok kita bertemu. Aku akan menunggumu di perpustakaan besok pas jam istirahat.

Bisanya aku tidak pernah mau terlibat dengan hal-hal kekanakan dan sok misterius begini tapi, entah kenapa aku penasaran dengan si mahluk asing ini, jadi aku mengiyakan saja.

………………

Sialan!

Karena keasikan menonton drama aku telat tidur tadi malam dan akhirnya bagun kesiangan. Dan yang bikin makin sial karena eomma dan appa sedang mengunjungi haramoni di Gwangju—tentu saja mereka tidak di rumah kalau tidak mana mungkin aku bisa nonton drama sampai larut—jadi tidak ada yang membangunkanku.

“Huh! Untung tidak telat, kalau tidak aku bisa jadi petugas kebersihan sekolah dadakan,” gumanku begitu aku bisa memasuki gerbang sekolah sesaat sebelum di tutup. “Gomawo Ham Ajhusi!” teriakku pada satpam sekolah yang mengijinkanku masuk.

“Ne, sama-sama Aghasi!” jawab Ham Ajhusi sambil menutup gerbang. “Tumben Suzy aghasi telat, biasanya datang paling awal.”

“Telat bagun Ajhusi,” jawabku. “kalau begitu aku masuk dulu, nanti saengsongnim keburu masuk,”jawabku dan mulai berlari kekelasku.

Huh untung aja Jung Saengsongnim belum masuk. Dan tanpa pikir aku langsung duduk di bangkuku, tepat begiku pantatku menyentuh kursi Kim Saem masuk.

“Selamat pagi semua!” sapa Kim saem begitu duduk di mejanya.

“Pagi Saem!”

“Baiklah. Sebelum kita memulai pelajaran, tugasnya di kumpulkan dulu,” lanjut Jung Saem. Dan seketika wajahku pucat karena sudah telat aku lupa mengganti buku pelajaranku karena isi tasku masih pelajaran yang kemarin dan mati-matika tidak ada.

Mampus!

Jung Saem adalah dosen paling killer di sekolah ini.

“Suzy kenapa kamu beridiri?” tanya ung Saem heran karena aku berdiri tanpa di suruh. Aku bisa merasakan semua mata menatapku.

“Mianheyo Saem…buku tugasku ketinggalan,” ujarku dengan nada menyesal dan menundukkan kepalaku, meski begitu aku bisa merasakan semua kelas menatapku kaget—karena aku berani cari gara-gara dengan Jung Saem—dan juga tatapan tajam Jug Saem.

“Baiklah aku percaya padamu karena kamu adalah murid paling rajin, jadi kali ini aku memaafkanmu tapi tidak lain kali,” aku langsung mengangkat kepalaku dan menatap Jung Saem dengan penuh terimakasih. “Tapi kamu tetap dapat hukuman. Nanti saat jam istirahat temui aku di ruang guru, sekrang kamu duduk.” Huh! Itu namanya tidak di maafkan.

……………

Huh!

Har ini sepertinya hari sialku! Aku kira Jung Saem akan menghukumku apa ternyata membantu dia mengoreksi pekerjaan rumah anak-anak dan itu menyebalkan karena ini tulisan anak-anak banyak lebih jelek dari hasil karya ayam. Dengan tidak bersemangat aku kembali ke kelas begitu selesai membantu Jung Saem dan karena masih mengantuk aku tidur-tiduran di mejaku sambil menunggu bel masuk.

“Jieun-ah kamu mau kemana?” tanya Jiyoung, yeoja manis yang duduk persis di depanku pada Jieun teman sebangkunya. Jieun itu saingat beratku karena dia juara satu kelas dan sekalipun belum pernah aku kalahkan. Tidak heran sih dia itu sangat suka belajar dan hobynya adalah baca buku.

“Aku mau keperpustakaan Jiyoung-ah, aku mau ngembaliin buku trus aku mau pinjam beberapa buku lagi,” jawan Jieun. Tuhkan ke perpustakaan. Meski aku sering ke perpustakaan tapi itu tidak bisa menandingi Jieun yang di pastikan setiap buku sudah ada nama Jieun tercetak sebagai peminjam.

“Eiss…tidak heran kamu juara terus. Kerjaanmu ke perpustakaan terus.”

Eh! Tapi tunggu dulu. Sepertinya ada yang aneh dengan perpustakaan, tapi apa ya?

“Kamu mau ikut tidak?” tawar Jieun pada Jiyoung.

“Kamu sendiri aja, aku mau kekantin. Lumayan ngecengi cowok-cowok cakep,” jawab Jiyoung.

Ah benar! Si mahluk asing. Aku kan janjian bertemu dengannya di perpustakaan pas jam istirahat. Ah…biarlah, aku lagi tidak mood, lebih baik aku tidur-tidur aja. Siapa tahu dia Cuma ngerjain aku.

Argghhh!! Tapi kenapa aku penasaran?

Ya sudah lebih baik aku pergi ke perpustakaan. Kalau dia mengerjai aku, lebih baik aku pura-pura pinjam buku saja.

Aku pun lngsung berjalan kearah perpustakaan dengan jantung yang berpacu cepat. Entah kenapa aku bersemangat sekali bertemu dengan si mahluk asing ini.Begitu tiba di perpustakaan aku mengamati setiap sudt tapi tidak menemukan si mahluk asing itu. Apa dia benar-benar Cuma mengerjaiku ya?

Dengan tidak bersemangat aku mengelilingi perpustakaan dan karena tidak menemukan si mahluk asing, aku berjalan ke sudut yang sepi dan mulai duduk di kursi kosong dan bersiap tidur lagi. Belum sempat aku menutup mata, aku mendengar suara familiar.

“Hey! Kelinci? Lagi ngapain kamu disini?” aku langsung menegakkan punggungku. Dia memanggilku kelinci? Aku menoleh dan tercengan melihat seseorang yang berdiri di belakangku dengan senyum manisnya yang belum pernah aku lihat sebelumnya karena biasanya dia memang jarang tesenyum manis. “Kamu sedang mencari seseorang ya?”

“Ka…kamu mahluk asing…maksudku yang meng sms aku?” tanyaku tidak percaya. Aku tidak tahu apakah aku harus berteriak kegirangan sekarang karena ternyata Kim Myungsolah yang meng sms aku.

“Memang kamu berharap siapa?” tanya Myungso.

“A..ani. aku tidak berharap siapa-siap,” jawabku buru-buru dengan wajah yang memerah.

“Mukamu memerah.Kyopta,” ujarnya membuat wajahku semakin panas. Ah, au tidak tahu ternta di orangnya sedikit jahil. Dari kabar yang aku dengar Kim Myungso adalah namja yang Cool dan tidak terlalu banyak bicara.

“Eng…kenapa kamu meng sms aku dan meminta bertemu disini?” tanyaku masih belum parcaya dengan keberuntunganku.

“Myungso-ah, sedang apa kamu disini?” rasa senang di hatiku langsung lenyap begitu mendengar suara Jiyeon.

“Aku sedang ada urusan dengan Suzy. Waeyo?” tanya Myungso dengan wajah dinginnya seperti biasa.

“Aku ingin bicara hal penting denganmu, bisakah kita bicara?” ujar Jiyon. “Tanpa dia,” ujar Jiyon menatap kearahku. Aku yang sadar diri langsung bersiap meninggalkan mereka tapi saat itu tiba-tiba myungso memegang tanganku dan menahannya.

“Kalau kamu ingin bicara, bicaralah sekarang disini bersama Suzy atau tidak sama sekali,” ujar Myungso tegas membuatku bingung.

“Tapi…” ujar Jiyeon ragu dan menatapku sedikit tidak suka. “Baiklah.” Ujarnya akhirnya. “Aku menyukaimu sejak pertama masuk dan ingin menjadi pacarmu. Kamu maukan jadi pacarku?” ujar Jiyon terus terang. Aku sudah menduga Jiyeon menyukai Myungso juga, tapi aku harus mengagumi keberanian yeoja itu menyatakan perasaannya tidak seperti aku.

“Mianhae jiyeon-ah, aku tidak menyukaimu. Aku hanya menganggapmu sebagi temanku saja,” ujar Myungso tegas membuat aku menatapnya kaget. Dia menolak gadis secantik Park Jiyeon.

“Ta…tapi, bagaimana dengan kebersamaan kita selama dua tahun ini? apa iti tidak ada artinya?”

“Aku hanya menganggapmu teman tidak lebih. Lagipula kamu yang selalu menempel padaku dan bukan aku. Aku tidak suka yeoja agresif sepertimu,” jawab Myungso membuat wajah Jiyeon merah karena marah. “Lagipula aku menyukai yeoja lain.” Aku bisa mersakan gemgaman Myungso di tanganku semakin kuat.

“Neo…kamu tidak menolakku hanya karena yeoja cupu dan kuper seperti dia kan?” ujar Jiyeon marah dan menunjuk kearahku.

“Turunkan tanganmu,” kata Myungso menepis tangan Jiyeon yang menunjuk kearahku. “Kalau aku menyukainya memangnya kenapa? Jadi lebih baik kamu berhenti menggangguku dan pergilah.”

Mungkin karena malu dan kesal akhirnya Jiyeon pergi meninggalkan kami berdua. Sebelum pergi Jiyeon sempat menatapku kesal. Aku bisa mengerti perasaannya, melihat dia dan Myungso dekat saja seminggu yang lalu sudah membuat mood jelek apalagi di tolak.

“Aku menyukaimu dan ingin memintamu menjadi yeojacingku.” Ujar Myungso menatapku dalam begitu Jiyeon pergi.

“Ne!”

Oh GOD!! aku sedang tidak bermimpikan?

“Aku menyukaimu. Aku menyukimu sejak pertama kali melihatmu tapi tidak berani mengajakmu berbicara duluan. Saranghae.”

“Aku juga menyukaimu sejak pertama melihatmu,”jawabku malu-malu.

“Aku tahu.” Kata Myungso lalu memelukku. Untung di tempat ini tidak ada yang melihat, kalau tidak aku pasti akan semakin malu.

Ah ternyata hari ini tidak benar-benar sial, tapi justru sangat indah.

 

END

Ini ff aku buat beberapa hr yang lalu saat lg galau2nya. Ini benar2 terinspirasi dari cerpen yang aku baca tp lupa judul atau n pengarangnya. Bahkan baca dimana aja aku lupa, tp tiba2 aja aku ingat pernah baca cerpen gini krn nonton ftv n pengen buat ff. Awalnya aku g niat buat post, tp krn aku da lama g post ff terpaksa aku post deh.

Beruntunglah aku py Isomia jd aku bs jarah modem tmnku saat dia tidur(otakku memang selalu jalan saat mendapatkan sesuatu dgn gratis…HAHAHAHA). dan knp g kemarin2 dpt ide begini ya? 😀

Advertisements

32 thoughts on “I KNOW

  1. Wuaaaah sama” cinta pandangan pertama wkwk ecieeee myungzy hehe.. ditunggu FF myungzy lainnya thoor ^ ^

  2. hr sial brubah jd hr kberuntungan…..
    cukkae Myungzy…….
    dtunggu Love is hard nya……smoga bnyk myungzy momentnya…

  3. Hahaaa… Singkat tapi bikin puas bacanya. Apalagi pas si jiyeon ditolak myungsoo. Huaaahhh… Langsung diskak sama myung. Hihiiiiiii
    Untungnya myungsoo milih suzy walaupun pas awal-awal ksel banget sama myung, mau2 aja ditempeli si yeoja eyeliner centil itu. Hueeeekkkk
    Oia… Love is hardnya ditunggu ya thor? Dan satu lagi… Author sama kyak aku. Otaknya selalu jalan kalo ada bau-bau gratisan. Kkkekekee

  4. Ceritanya ringan jd bs refreshing setelah menghadapi konflik cerita di love is hard 😀
    Ditunggu ff suzy lainnya thor apalagi kelanjutan LIHnya ^^

  5. So sweet ! Myungsoo trnyta suka sama suzy juga. Ketauan juga sih wktu di kls dia melirik sekilas ke suzy pas jiyeon ngajak ke kantin.
    Next ff ditunggu 😉

  6. keren efefnya thor,,, kayaknya author punyak dendam pribadi dengan matematika, yang jadi mati-matika . …….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s