(One Shot) It’s Okay, But You Still Punished

 a

Author                  : Dordor

Main Cast            : Bae Suzy Miss a

                                  Kim myungso Infinite

                                Member INFINITE

                                  And other

Lenght                  :–

Genre                   :  Romance dll

Ini adalah ff paling iseng dan abal2 yg pernah aku buat. Entah kenapa aku pengen bikin cerita begini. Gara-gara gemas ama rumor gak jelas itu, aku coba ber imajinasi sendiri, biar Myung terbebas dr bayang2 si KDY di otakku dan ini terlintas begitu aja. Hehehe. Ini murni hsl imajinasiku, dan soal wkt dll aku ngarang…hahahaha(aku soale gak tahu jadwal pst Suzy n INFINET pas kejadian). Hehehehe

Maaf klaneh dan  flat alias datar jg maaf kl boring dan g da feel, plus typo bertebaran dimana-mana.

==================================================================

 

[RUMOR] L INFINITE DAN ‘ULZZANG’ KIM DO YEON TENGAH BERKENCAN?

 

Dunia hiburan Korea saat ini sedang dipenuhi dengan skandal dan rumor kencan.

Menambah daftar artis yang tersandung rumor kencan, L INFINITE dirumorkan pacaran dengan author geevy ulzzang Kim Do Yeon yang dikenal atas pernyataannya tentang makan 1,2 ton cokelat selama 6 tahun terakhir di tvN ‘Martian Virus’.

Cewek tersebut baru-baru ini men-tweet,

. 보고있나 이상 난쟁이 아닌 !

없어져도 언제나 옆에 있어 줄거

  변하지 않을거니까 항상 순수한 너라

티나 클럽 같은 싫어해서 갔다오면

시키고 다른 친구랑 놀면 질투도 하지만

명이 때까진 우린 이어져 있을거

. 어제처럼 다신 싸우지 말자. 사랑해

 보고파 명수야

 

“Apakah kau melihat? Kau tak lagi orang kecil! Meski kau tidak bukan siapa-siapa lagi, aku akan selalu berada di sampingmu dan selagi aku tak akan berubah, aku akan meminta penjelasan jika kau, innocent seperti biasa, pergi ke salah satu klub itu atau pesta yang tak kau sukai dan aku akan iri jika kau bermain dengan teman lain. Namun, kita akan selalu bersama sampai akhir hidup kita. Ayo jangan berantem lagi seperti kemarin. Aku mencintaimu.“

Pesan tersembunyi dalam twitter-nya tersebut jika kalian mengambil satu huruf depan tiap baris, “(L) 보고파 명수야” dimana berarti “L, Aku kangen kamu, Myungsoo” (Myungsoo adalah nama asli L). Sembari tweet-nya ini menarik banyak perhatian, Kim Do Yeon menjelaskan, “Aku bicara pada seorang teman,” dan kemudian menghapus pesan tersebut. Namun, telah ada yang meng-capture tweet-nya dan telah tersebar di internet.

Seperti biasa, mata elang netizen telah menemukan foto untuk mendukung kemungkinan bahwa mereka memang sedang menjalin hubungan, seperti mereka mengenakan T-Shirt dan jam tangan yang sama. Dan juga di album INFINITE bagian ‘Thanks To,’ L memasukkan nama ‘Do Yeon’ di daftar orang-orang yang ingin ia ucapkan terima kasih.

Tentu semua spekulasi ini mungkin hanya kebetulan, kita tunggu saja kelanjutan dari rumor kencan ini!

Cr: Korean Indo

ʚ

Bangkok, Thailan

“Yak! Kim Myungsoo!!!” teriak sunggyu kesal pada myungso yang malah enak-enakan tidur sementara managernya sedang sibuk mengoceh padanya karena ulah Myungso. “Yak! Kim Myungso irronna palli!!!”

“Yak!! Hyung aku sedang lelah, nanti aku akan latihan! Tidak bisakah kamu membiarkanku sebentar!” omel Myungso yang terpaksa akhirnya bungun setelah Sunggy menarik hidungnya dengan tidak berperasaan. Sepertinya balas dendam karena di omeli managernya.

“Yak! Bocah cepat bangun. Ini bukan masalah latihan. Tapi ini masalah yang lebih besar,” ujar Sunggyu buru-buru sebelum Myungso kembali tidur. Dan myungso langsung tersadar dan menatap Sunggyu tajam. “Kali ini mati kau Kim Myungso.”

“Wae. Memang aku melakukan kesalahan apa?” tanya Myungso bingung. Entah kenapa perasaannya jadi was-was.

“Ck! Bukan salah mu juga sebenarnya,” kata sunggyu. “Ani… ini salahmu juga karena tidak hati-hati.” Myungso menatap Sunggyu semakin curiga, takut-takut jika Hyung tertuanya ini sedang mengerjainya. Member Infinite memang suka iseng semua.

“Hyung memang apa yang terjadi. Mukamu aneh sekali.”

“Makanya kamu jangan tidur terus. Gara-gara ulahmu ini yang ceroboh, semua member kena omel oleh manager hyung. Dan sekarang juga dia sedang marah-marah di kamarku,” kata Sunggyu masih kesal.

Dia memang menempati kamar hotel yang berbeda dengan Myungso dan yang membuatnya paling jengkel adalah Myungso yang membuat ulah managernya itu malah masuk ke kamarnya dan mengomelinya bukannya mengomeli Myungso. Belum lagi kupingnya yang pengang gara-gara mendapat telpon dari CEO mereka dari Korea via telepon, dan lagi-lagi lewat ponselnya. Mentang-mentang dia Leader jadi dia bisa jadi sasaran empuk begitu.

“Hyung dari tadi kamu berbicara ceroboh terus, memang apa yang aku lakukan?” kata Myungso kesal karena Sunggyu dari tadi berbicara tidak jelas.

“Makanya cepat bangun dan ke kamarku. Manager Hyung sedang mengomel dan marah-marah menunggumu. Kamu akan tahu nanti, aku malas kalau harus menjelaskan juga,” ujar Suggyu sambil menarik paksa Myungo. Dan perkataan Sunggyu berikutnya mampu membuat Myungso mengkeret ketakutan.

“Karena ulahmu kali ini kamu akan mati Kim Myungso. Kalau tidak di tangan manager hyung atau Sajangnim ya di tangan Suzy!!!”

ʚ

“Hyung otthokhae!!!” teriak Myungso frustasi.

“Apa yang harus aku lakukan!”

“Otthokhae!!”

“Yak! Kenapa kalian diam saja. Beri aku solusi!” umpat Myungso kesal karena semua membernya sedang sibuk sendiri di kamar hotel Sunggyu dan Dongwoo tanpa mau peduli sedikitpun dengan kegalauan hati myungso.

“Urus saja urusanmu sendiri,” sahut Sunggyu cuek yang sedang asik nonton sinteron di tv(?) bersama Sunggyeol dan Sungjong.

“Yak! Hyung kenapa kamu tega sekali padaku.” Rengek Myungso.

“Kami sudah cukup mendapat ceramahan gratis dari manager Hyung. Kami tidak mau lagi mendapat ceramah gratis lain,” kali ini Woohyun yang menimpali sambil masih asik dengan ponselnya.

“Ck, kalian memang menyebalkan.” Kata Myungso kesal masih sambil berusaha mengubungi sebuah nomor lewat ponselnya. “Yak! Hoyon, kamu beri aku saran. Jangan hanya sibuk berkaca ria, wajahmu tidak akan lebih tampan dariku.” Ujar Myungso pada hoya yang sibuk mengamati wajahnya di kaca untuk mencari apakah ada setitik kesalahan di wajah tampannya itu.

“Kenapa aku harus memberimu saran. Aku malah berharap kamu segera putus dengan Suzy, dengan begitu aku ada kesempata,” ujarnya cuek yang langsung mendapat lemparan sandal hotel yang di pake Myungso, yeah meskipun meleset. Dan hal itu membuat Hoya semakin semangat menggoda Myungso. “Sebentar lagi kan suzy akan jomblo, jadi aku harus terlihat sempurna.” Kali ini bukan sandal yang di lempar Myungso tapi bantal yang sedang di pake Dongwon tidur-tiduran sambil membaca majalah. Membuat namja itu mendesis kesal.

“Yak! Jangan bicara sembarangan. Kami tidak akan putus, aku tidak akan pernah melepaskannya,” ujar Myungso dongkol.

“Kalau Suzy yang memintanya bagaimana?” ujar Hoya membuat Myungso semakin naik darah.

“Ya, kenapa kamu dari tadi marah-marah terus sih. Memang Suzy bilang apa?” sela Dongwoon sebelum Myungso melempar vas bunga di dekatnya ke arah Hoya. Myungsokan bisa sangat sadis bila menyangkut yeoja cingunya itu dan Hoya sama sekali tidak peka.

“Dia tidak mengangkat teleponnya hyung. Otthokhae, Suzy pasti sangat marah padaku,” ujar Myungso panik. Hal yang paling dia takuti adalah ketika Suzy sedang marah dan mengacuhkannya. Meskipun Suzy sangat mengerikan dan sadis saat marah tapi saat Suzy diam dan mengacuhkannya jauh lebih menakutkan.

“Itu salahmu sendiri kenapa kamu ceroboh dan tidak hati-hati,” tinpal Woohyun.

“Yak! Apa maksudmu ceroboh dan tidak hati-hati,” ujar Myungso. “Kalian juga ada di kejadian saat foto-foto itu di ambil dan kenapa hanya aku yang kena skandal.”

“Itu apesmu aja hyung. Lagi pula kenapa juga kamu memberi dia harapan,” sahut Sungjong.

“Yak! Bocah, kamu jangan ikut membuatku semakin kesal. Siapa yang memberi harapan, kalian tahu sendirikan aku selalu menolaknya. Dan ke super market itu juga aku tidak bisa menolak karena ayahnya yang menyuruh kita. Kalian juga ikut di situ.”

“Lalu kenapa ada barang-barang couple kalian,” tambah Sungjong masih belum puas dengan pengakuan Myungso. Padahal diakan bukan pacar Myungso kenapa dia yang heboh meminta penjelasan Myungso.

“Mana aku tahu kalau gadis rubah itu juga memiliki barang-barang seperti itu. Sebagian besar barang-barang itukan pemberian fans.” Ujar Myungso masih sambil berusaha menghubungi Suzy yang tak kunjung di angkat.

“Lalu kenapa dia bisa bikin tweet begitu, kalau bukan kamu yang memberi harapan,” kejar Sungjong lagi membuat yang lain heran melihatnya.

“Yak! Kenapa kamu yang repot. Memang kamu pacarnya?” tanya Woohyun curiga.

“Aku hanya penasaran Hyung,” ujar Sungjong tidak terima. “Lagipula kasihan uri Suzy punya namja yang hanya bisa buat dia sakit hati.”

“Yak! Uri Suzy! Sejak kapan Suzyku jadi Suzymu,” kata Myungso tidak terima. Sikap posesifnya selalu keluar kalau menyangkut yeojanya.

“Sudahlah, kenapa kalian jadi ribut,” ujar Sunggyu yang kesal karena acara menontonya terganggu. “Lebih baik kamu menyelesaikan masalahmu sendiri. Kamu tahu Suzy itu sangat mengerikan kalau cemburu,” Ujar Sunggyu yang di amini oleh semua member. Mereka ber enam masih ingat dengan jelas saat lawan main Myungso Bo Reum memposting foto selca mereka di twitternya, sampai-sampai mereka semua harus memohon gadis itu menghapus fotonya dari twitternya.

“Dia yeojaku hyung, kamu tidak boleh menyebutnya mengerikan.”

“Bukannya kamu juga sering menyebutnya begitu bahkan hal-hal jelek lainnya.”

“Justru itu. Hanya aku yang boleh menyebutnya begitu,” sahut Myungso lalu keluar dari kamar Sunggyu sebelum rasa kesalnya meledak.

“Ya… kamu mau kemana? Jangan keluyuran, besok pagi kita harus gladiresik sebelum tampail,” tanya Sunggyu sebelum Myungso benar-benar menghilang.

“Mau cari ketenangan. Di sini membuatku semakin kesal dan ingin memakan seseorang!” ujar myungso sadis membuat semua member begrgidik ngeri.

“Aiss… dia itu mengerikan sekali kalau sedang kesal,” ujar Sunggyeol yang dari tadi hanya diam. “Aku heran bagaimana Suzy betah pacaran sama dia.”

 “Ia, bahkan saat manager hyung memarahinya dia santai saja dan malah sibuk menelepon Suzy.”

“Suzy juga tidak kalah mengerikan dengannya,” timpal Woohyun. . “lagi pula dia hanya mengerikan begitu jika menyangkut Suzy.”

 “Mereka memang pasangan yang aneh.”

“aku berharap mereka putus.” Hoya langsung mendapat lemparan bantal dan pelototan dari semua member minus Myungso dan dirinya, karena di saat genting begini bisa-bisanya dia berbicara seperti itu.

Dan para kemudian member infinitepun berkerumun menggosipi sang visual mereka dengan sang magnae Miss A dan mulai menebak-nebak, kira-kira apa apalagi yang jadi korban pertengkaran berikutnya.

“Hyung! lebih baik malam ini kami tidur disini saja ne,” ujar Sungjong dan Sunggyoel ngeri mendengar cerita mereka. mereka berdua memang mendapat jatah kamar yang sama dengan Myungso.

“Andwe!! Kalian itu berisik, nanti aku tidak bisa tidur!” tolak Sunggyu mentah-mentah.

“Yak! Kalian mau kami tinggal nama? Besok kita harus manggung,” sahut Sungjong.

Sunggyu tampak berfikir. Benar juga mereka besok harus manggung dan dia tidak mau dalam satu hari grupnya membuat dua skandal. ‘GARA-GARA KESAL DENGAN SKANDAL YANG BEREDAR DAN MENGENCAM HUBUNGAN ASMARANYA L INFINET MEMAKAN DUA TEMAN SATU GRUPNYA!’

“Ah benar juga. Kalau begitu kalian tidur di kamarnya Woohyun dan hoyon aja.”

“Yak! Kenapa harus kamar kami. Di sini kan lebih besar!” protes hoya.

“Tidak usah protes. Aku leadernya, jadi aku yang mengatur!” Woohyun dan Hoya hanya mendengus sebal. Lagi-lagi mereka kena getahnya. Sementara Sunggyeol dan Sungjong menghembuskan nafas lega karena masih bisa selamat.

ʚ

“Hyung aku boleh pulang duluan kan?” tanya myungso pada managernya begitu konser selesai. Sebelumnya dia sudah meminta persetujuan dari member yang lain. Dan kata Sunggyu mereka sudah tidak punya jadwal lagi di Thailan, sementara mereka baru pulang ke korea dua hari lagi karena dapat jatah liburan dua hari di Thailan.

“’Waeyo?” tanya managernya bingung. “Kalau masalah scandal itu lebih baik kamu tidak muncul dulu. Perusahaan yang akan mengatasinya.”

“Tapi aku harus memberiskan namku hyung. Aku tidak memiliki hubungan apa-apa dengan yeoja itu,” ujar Myungso jengkel. Dari kemari rasa jengkelnya belum berkurang karena Suzy belum mengangkat ponselnya.

“Yak, Kim Myungso, kamu tidak boleh berbuat ceroboh. Kamu tahu ayah gadis itu yang mengurus masalh foto bookmu itu.”

“Aku tidak peduli hyung soal itu. Ak…”

“Kamu tidak boleh hanya memikirkan dirimu saja, kamu juga harus memikirkan perusahaan dan member lain,” ujar managernya memperingatkan membuat myungso semakin kesal. Dia ingin sekali menyelesaikan masalah ini secepatnya agar Suzy tidak marah lagi padanya. Dan satu-satunya yang mampu mengaduk-aduk emosi Myungso hanyalah Bae Suzy, yeoja cingunya selama dua tahun ini dan sekarang yeoja itu tidak mau mengangkat teleponnya.

“Arrasso hyung, aku tidak akan melakukan apa-apa. Tapi bisakah aku kembali ke Korea sekarang?” ujar Myungso mengalah. Dia memang harus menerima semua ini sebagai konsekuensi pekerjaanya. “Aku mau bertemu dengan Suzy. Kalau aku tidak bisa menjelaskan ke publik paling tidak aku bisa menjelaskan padanya kan?”

“Oh, Suzy. Ah… dia pati sangat mara kan? Kamu…”

“Kamu jangan menyalahkanku lagi hyung, sudah kukatakan aku tidak bisa berbuat apa-apa. Dan kalian juga ada di situ, tapi entah kenapa aku sangat sial.” Sungutnya karena managernya itu sepertinya ingin menyalahkannya lagi. “Dan sbagai ganti rugi tutup mulut, aku ingin tiket tercepat malam ini ke Korea… ani maksudku ke Gwangju.”

“Ke Gwangju?”

“Ne, ke Gwangju. Suzy sedang pulang ke rumah orangtuanya, dan dia menolak teleponku.” Ujar Myungso frustasi.

“Arsoo… arraso, aku akan cari penerbangan yang paling cepat. Dia pasti sangat marah denganmu, dan kamu akan sangat menyebalkan kalau Suzy mengacuhkanmu.” Ujar managernya berlalu sebelum Myungso mengocehinya lagi. Semua orang yang dekat dengan Myungso sudah tahu kalau Myungso lebih baik di hindari jika sedang ribut dengan Suzy.

ʚ

Gwangju

Suzy menghempaskan badannya di sofa rumahnya karena lelah. Namun lelah kali ini berbeda dari biasanya karena dia juga merasa senang dan lega. Setelah tiga tahun menjadi selebritis di tambah aktifitasnya yang semakin menggudang belakangan ini membuat dia lelah fisik dan fisikis. Belum lagi kalau dia mendengar pendapat-pendapat negatif dan kritikan pedas tentanganya. Oh ayolah dia juga manusia yang juga sakit hati kalau mendapat kritikan dan hinaan, tapi untung dia punya fans yang selalu mendukungnya dan juga orang-orang yang mencintainya.

Orang-orang yang mencintainya? Termasuk namja cingunya kan?

Suzy jadi teringat namjanya itu yang sudah dua hari ini tak di ketahui kabarnya. Terakhir dia dengar namja itu dengan grupnya akan mengadakan konser di bangkok malam ini.

Karena terlalu senang akhirnya dapat libur dan bisa menghabiskan waktu dengan sahabat-sahabatnya di Gwangju, Suzy lupa membawa ponselnya padahal dia dan teman-temannya sedang mengadakan camping. Karena badanya masih capek dan ini sudah malam, dia memutuskan bersantai sofa dulu.

“Lagi pula ini sudah malam, dia pasti sudah tidur,” guma Suzy sambil menyandarkan keplanya di bahu sofa. “Jadi besok saja aku menghubunginya.”

Suzy merasa baru sebentar menutup matanya namun bel rumahnya sudah berbunyi. Dia ingin mengabikan bel yang terus berbunyi itu jika tidak ingat kalau sekarang sudah hampir pagi dan semua anggota keluarganya sudah tidur nyenyak.

Suzy melirik jam tangannya sebentar. Jam 6 pagi! Kok sudah pagi, padahal kan dia merasa baru menutup mata sepuluh menit, seharusnya sekarang setengah satu pagi bukannya jam 6 pagi.

“Aiss… siapasih jam segini bertamu? Mengganggu saja.” Gumannya pelan dan menyalakan camera intercom karena bel itu terus berbunyi dan keluarganya belum ada yang bangun.  Dia mengintip lewat intercome, takut-takut kalau itu sasaeng fans atau lebih buruk lagi penjahat. “Nuguseo?” ujarnya malas masih sambil terpejam.

“Yak! Nuguseo?” ujar Suzy kesal karena tak ada jawaban. Suzy hampir memutar tubuhnya jika suara familiar itu tak menghentikannya.

“Suzy-ah… ini aku.”

Suzy kemudian mengamati layar intrcomenya dan melihat seseorang dengan pakaian hitam-hitam. Topi hitam , kaca mata hitam dan pake masker, percuma dia melihat intercome jika dia tak melihat wajahnya. “Nugu?” tanya Suzy memastikan. Meski suara itu familiar tapi karena kesadarannya belum terkumpul penuh otaknya jadi agak sulit berfikir.

Barulah saat orang itu melepas kaca matanya Suzy tersadar. Mata itu, mata yang yang sangat di rindukannya. Mata yang sudah tidak dilihatnya selama beberapa hari karena kesibukan mereka.

Dan dengan gugup ia menekan tombol open pada intercomenya dan membiarkan pria serba hitam itu masuk kerumahnya.

“Apa yang kamu lakukan disini jam segini?” ujarnya sedikit jutek seperti biasa. Suzy selalu bertanya-tanya, kenapa dia selalu bersikap jual mahal begitu pada Myungso padahal dia sangat merindukan namja itu.

“Mianhae…” ujar Myungs merasa bersalah. Dia menganggap sikap jutek yeoja itu adalah efek kemarahannya.

Suzy mengerutkan dahi mendengar nada suara Myungso. Bukan hal biasa namjanya itu meminta maaf begitu jika tidak terjadi sesuatu. Biasanya namja itu akan ikut sedikit menyebalkan atau bersikap manja. Lagi pula yang seharusnya yang minta maafkan dia karena tidak  menghubunginya beberapa hari ini, kenapa jadi namja ini yang minta maaf?

“Mianheyo… jongmal mianheyo,” ujar namja itu lagi saat melihat Suzy hanya diam dan memandanganya. Dia lalu melihat pakaian myungso dan baru menyadari jika namjanya itu masih belum menghapus make-up di wajahnya. Dia menyimpulkan Myungso langsung datang ke rumahnya begitu konser selesai tadi malam.

Mwo?! Dari Thailan ke sini?

Pekik suzy dalam hati. Yang benar saja!

“Itu semua tidak benar. Aku memang mengenalnya tapi kami tidak menjalin hubungan. Aku gak tahu kenapa dia men tweet seperti itu. Dan soal foto itu, kami tidak hanya berdua. Disana ada juga ada member infinite…” Myungso terus saja mencerocos tentang pembelaannya, namun Suzy masih diam mematung karena tak mengerti. Apa masalah si Han Bo Reum itu lagi? Bukannya itu sudah selesai. Pikir Suzy. Dua hari ini dia memang pergi ke daerah pedesaan bersama teman-temannya untuk camping dan ponselnya tertinggal. Dia membiarkan saja karena dia juga ingin menikmati waktu bebas tanpa memikirkan tentang apapun termasuk ponsel.

Apa dua hari ini terjadi sesuatu yang besar hingga membuat Kim Myungso langsung berlari dari bangkok ke Gwangju? Seolah Bangkok-Gwangju itu hanya terpaut jarak 10 meter.

“Kamu bisa marah padaku, memukulku atau apapun asalakan kamu tidak mendiamkan dan mengacuhkanku.” Cerocos Myungso lagi. “Kamu tahu, cukup saat di ISAC itu saja kamu menghindariku dan mengacuhkanku. Itu sangat menyiksa tahu.”

“Waeyo? Kamu tidur di dorm GB mana lagi sekarang? Kenapa tingkahmu aneh sekal,” ujar Suzy tidak tahan lagi berkomentar. “Oh atau kamu berfoto mesra dengan yeoja mana lagi?”

“Aniyo aku tidak melakukannya…” ujar Myungso cepat. “Apa kamu belum tahu?” lanjutnya lagi.

“Tahu apa?”

Myungso menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Bingung harus menjelaskan atau tidak.

“Lalu kenapa kamu mengacuhkan teleponku kalau kamu belum tahu beritanya?”

“Aku sedang camping bersama teman-temanku dan ponselku tertinggal. Sudah cepat jelaskan…”

“I..itu. itu tentang rumorku kencan dengan Ulzang itu…” ujar Myungso hati-hati. Takut Suzy mengamuk dan mencakarnya.

“Ohh… tentang itu…. MWO!!! Ada rumur baru lagi?! Yak! Kenapa kamu tidak bisa hidup dengan bernafas tenang sebentar saja sih?” pekik Suzy kesal. Aiss.. dia baru saja melepaskan strees, kenapa sudah stress lagi sih.

“Mianhae Chagiya… Aku tahu aku yang salah, seharusnya aku bisa lebih tegas lagi padanya. Jong…”

“Sudahlah, biarkan saja,” ujar Suzy masuk keruang tv dan duduk di sofa. Myungso mengikutinya dengan heran. Tidak biasanya Suzy membiarkannya, biasanya yeoja cingunya itu akan mengamuk dan marah-marah padanya.

“Oh, jadi yeoja ini,” ujar Suzy pada tablet yang dia pegang. Tadi dia melihat tablet Sangmon adiknya tergeletak, jadi dia menserch berita tentang myungso. “Cih… terlihat sekali dia terobsesi padamu,” ujar Suzy masih sibuk mengamati tabletnya. Sibuk membaca-baca tanggapan fans Myungso. “Lihat pamormu semakin turun dan fansmu banyak yang meninggalkanmu,” ujar Suzy sambil tertawa.

“Kamu tidak marah?” tanya Myungso hati-hati melihat Suzy malah tertawa.

“Marah? Untuk yeoja seperti ini?” ujarnya tapi tidak mengalihkan tatapannya. “Yang benar saja! Di mataku dia hanya yoja murahan yang terobsesi padamu. Lihat saja barang-barang couple kalian, itukan pemberian fansmu…” Suzy mulai sibuk mengomentari penampilan yeoja itu. “Cih… yeoja seperti ini mah bukan levelku.”

“Jadi kamu benar-benar tidak marah? Tidak cemburu?” Myungso meyakinkan.

“Hm, tentu saja. Buat apa marah, aku sudah capek marah-marah terus.” Jawab Suzy santai. “Yoja plastis beginimah apa yang aku cemburui? Lihat-lihat mata dan dagunya, bentuknya tidak alami sama sekali,” ujar Suzy memberi komentar sambil terkekeh membuat Myungso semakin heran dan was-was. Suzy tidak biasanya bersikap begitu dan jika yeoja itu bersikap tidak biasanya maka dia patut di waspadai. Suzy tidak bisa di tebak. “Lihat, dia bilang menghabiskan coklat sebanyak itu tapi badannya tetap krempeng begitu. Cih, yang benar saja. Dia pasti sibuk sedot sana-sini bagian tubuhnya. Orangtuanyakan kaya,” tambah Suzy penuh semangat menjelek-jelekan yeoja itu. “Bahkan dia juga pernah melkukan hal seperti ini sama artis lain. Ckckckckckck…”

“Jadi kamu benar-benar tidaka marah?!”

Suzy mengalihkan matanya dari tablet dan menatap Myungso tajam. “Waeyo, kamu lebih suka aku marah!”

“Ani… aniyo. Hanya saja tidak seperti kamu. Biasanya kamu akan marah-marah. Bahkan aku hanya foto sama Boreum saja kamu marah-marah dan menghancurkan dorm kami…”

“Kamu itu,  aku marah kamu kesal, aku tidak marah kamu protes. Aku marah begitu karena balas dendan karena saat aku adegan mesra dengan Seunggi oppa, kamu memngomeliku habis-habisan. Lagipula aku sudah capek marah-marah. Kita sama-sama kerja di dunia yang sama dan berita seperti ini akan sering kita alami dan aku akan cepat tua kalau marah-marah terus. Aku memutuskan untuk mempercayaimu saja,” jawab Suzy kembali sibuk dengan tabletnya. “Melihatmu langsung berlari dari Bangkok kesini saja, sudah cukup meyakinkanku kalau kamu hanya mencintaiku,” Suzy kembali menatap Myungso.

“Ne, chagi hanya kamu yang ada di hatiku.”

“Kamu pasti lelah ya.” Myunsoo langsung mengangguk dan memasang wajah memelasnya. “Kamu ingin makan?” tanya Suzy dengan manis sambil mengelus pipi Myungso. Namja itu kembali mengangguk.

“Tapi sebelumnya aku mau popo, biar energiku terkumpul lagi,” ujar Myungso sambil memajukan bibirnya. Suzy tersenyum manis dan tangannya yang tadi mengelus pipi myungso kini mencubit pipi namjanya itu sekuat yang dia mampu.

YaKKK!!! APPOOO!!!

Pekik Myungso kencang membuat semua keluarga Suzy terbangun dan menghampiri mereka dengan panik.

“Wae… waeyo!!! Apa yang terjadi, siapa yang berteriak!” ujar appa Suzy panik.

“Aniyo appa, itu hanya suara Myungso oppa, tidak terjadi sesuatu,” ujar Suzy tersenyum manis.

“Anyeong haseyo Abonim, eomonim, adik ipar… maaf datang pagi-pagi,” ujar Myungso sopan mengabaikan rasa panas di pipinya akibat cubitan Suzy. Dia memang memanggil begitu pada keluarga Suzy, katanya ‘itu hanya soal waktu, pada akhirnya aku akan memanggilnya begitu jadi tidak masalah aku membiasakan diri mulai sekarang’ ketika Suzy memprotes panggilan namja itu pada keluarganya.

“Oh, Myungso-ya kamu di sini. Tumben pagi-pagi sekali datang ke sini, dan bukannya kamu sedang teour dunia ya? Kenapa ada di Gwangju?” tanya ibu Suzy heran.

“Ne, eomoni… Ada sesuatu yang harus aku jelaskan pada Suzy secepatnya,” Ujar Myungso sambil menyengir bodoh.

“Oh masalah itu ya hyung,” ujar Sangmon adik Suzy dan langsung menghampiri Suzy dan menarik pakas tabletnya dari tangan kakaknya.

“Yak! Aku masih memakainya!”

“Mianhae noona, ini masih baru dan aku butuh perjuangan besar biar appa mau membelikannya untukku. Jadi aku tidak mau ini rusak,” ujar Sangmoon dan langsung berlalu ke kamaranya. “Aku mau siap-siap sekolah dulu.”

Belum sempat Suzy membantah adiknya kedua orang tuanya sudah melakukan hal yang sama.

“Appa juga tidak mau souvenir kesayangan appa pecah. Ini sangat langka,” ujar appanya mengambil hiasan berbagai macan mobil-mobil kuno di meja samping Suzy. “Appa juga mau mandi dulu.”

“Eomma juga tidak mau Vas ini rusak. Ini eomma beli dari teman eomma yang di cina dan harganya sangat mahal,” ujar ibunya mengambil vas bunga yang ada di meja depan Suzy dan Myungso.

“Chakkama,” ujar Suzy sebelum ibunya berlalu.

“Memang kenapa semua barang-barang itu bisa rusak?” tanya Suzy bingung.

“Kaliankan kalau sudah berantam sangat mengerikan dan suka melampiaskan pada barang-barang di sekitar kalian,” ujar ibu Suzy yang sudah mengerti kebiasaan anaknya itu dengan baik jika sedang bertengkar dengan pacarnya.

“Yak! Memang kalian pikir kami semengerikan itu!” ujar Suzy kesal, sementara Myungso hanya duduk diam di samping Suzy karena malu.

Ibu Suzy hanya mengangkat bahu lalu berlalu, “Aku mau menyiapkan sarapan dulu.”

“Omma Chakkama.” Kata Suzy lagi sebelum eommanya berlalu. “Eomma istirahat saja hari ini. Myungso oppa yang akan menyiapkan sarapan dan membersihkan rumah,” ujar Suzy sambil tersenyum manis.

“Mwo!” pekik Myungso dan Ibu Suzy bersamaan.

“Waeyo, Myungso oppa tidak keberatankok,” ujar Suzy sambil menatap Myungso galak, membuat namja itu mengkeret ketakutan.

“Ne, eomoni… aku ingin melakukan itu. Eomoni istirahat saja,” ujar Myungso pasrah.

“Baiklah terserah kalian saja,” ujar ibu Suzy dan berlalu ke kamaranya bersama vas kesayangannya.

“Apa yang kamu lakukan? Kenapa masih duduk, aku lapar,” ujar Suzy galak saat ibunya sudah pergi.

“Yak! Kenapa aku harus melakukan itu,” protes Myungso kesal. Dia masih capek dan masih harus mempersiapkan sarapan dan bersih-bersih rumah Suzy. Oh God! Dia itu Kim Myungo, L Infinite yang tersohor, kenapa harus melakukan pekerjaan rumah.

“Aku memang tidak marah, tapi bukan berarti kamu tidak mendapatkan hukuman,” ujar Suzy sadis. “Siapa suruh kamu selalu tebar pesona.”

“Yak! Aku tidak pernah tebar pesona!”

“Kalau kamu tidak tebar pesona, tidak mungkin yeoja-yeoja itu mengaku-ngaku jadi pacarmu!”

“Yak! Chagi…”

“Kamu ingin aku marah dan mendiamkanmu?” ancam Suzy.

Myungso menggeleng.

“Kalau begitu kamu mau menurutiku kan?”

Myungsoo mengangguk.

“Jadi kamu membuat sarapan dan membersihkan rumahkan.”

Myungso mengangguk dengan pasrah.

“Dan terakhir, tidak ada skin ship selama sebulan penuh! Itu hukuman biar kamu kapok.”

“Mwoya! Kenapa harus ada yang seperti itu juga!”

“Kamu ingin aku marah.”

Myungso menggeleng. “Tapi kan… Arrasso.” Ujarnya akhirnya melihat tatapan tajam Suzy.

“Anak pintar,” ujar Suzy sambil menepuk-nepuk kepala Myungso, seolah namja itu anak anjing yang menggemaskan.

“Nah sekarang kenapa kamu masih duduk, cepat siapkan sarapan!”

CUP!

Myungso mencium Suzy cepat sebelum berlari ke dapur rumah Suzy. Suzy yang tersadar dari rasa syoknya, tersenyum kecil sebelum berteriak mengejar Myungso.

“Yak! Kim Myungso, berani-beraninya kamu. Kamu mau hukumanmu di tambah!”

END

Hahahahahaha (tertawa setan)…

Ff ini sengaja aku bikin cm scen MyungZy aja tanpa ada KDY… rencananya aku pengen bikin lanjutannya Suzy sama si KDY itu bertemu, tp msh blm tau mau nulis apa..hehehehe

Btw ini hasil pemikiran singkat bgt, cm 2 jam ngetiknya dan hasilnya cm begini, so pasti banyak juga kekurangannya dan aku gak punya bky wkt mikir…hehehehe tp meski begitu masih berharap ada yang suka dan menikmatinya. ^^

Sengaja aku post cepat2 soale takutnya minggu ini dan minggu depan aku gak bs post ff, soale minggu depan aku sudah mulai UTS.

Terakhir thx da mau mampir dan meluangkan waktu baca ff abal-abalku ini.

 

Advertisements

30 thoughts on “(One Shot) It’s Okay, But You Still Punished

  1. wkwkwk myungzyy nyaa hadeuhh…
    i hope this real….
    aaa kerenn daebak thorrr,love is hard nya di tunggu…

  2. bener bener ngakak sama karakter hoya..kk
    bener jg y thor suzy nya tenang tenang aja tuh d gwangju, lg seneng pulkam..kk
    kalo bkin sekuelnya suzy ktmu kdy sekalian aja bwt suzy nyakar kdy kalo perlu hahaha..

  3. myung prlu dkasih plajaran……hahahaha
    hoya ganjen bgt….member infinite mmng kocak….
    keren…..obat galau

  4. Daebak onnie jadi nggak galau lgi gra2 brita myungpa…. oh y suzy onnie lg d gwangju y soalnya dia foto d cafe ortunya…….. dan dan yang paling penting dan ini juga pasti ini jga doa smua myungzy shiper… Semoga cerita ini jdi kenyataan AAAAAAAMMMMMIIIINNNN

  5. Wkwkwkwkkwk ternyata myungsoo takut juga y ama suzy….ceritany lucu thor bikin ngakak kekekekekekk 😀

  6. Keren!!!
    Dsar si hoya ga peka sama sekali..
    Myungpa terbang dri bangkok ke gwangju cuma demi suzy, so sweet..
    Pkoknya myungzy is real..
    D tunggu sekuelnya min..

  7. ditunggu sequelnya thor…klw bisa secepetnya sih hehe
    kayaknya author dendam bgt ya sm KDY aku sampe ngakak baca dialog suzy yg bilangin KDY itu oplas dimana”…itu beneran kata”nya ngena banget haha
    senyum” sendiri baca ffnya beneran berasa real aaahhh jiwa myungzy shipper kumat lg ini 😀

  8. huakakakak gokil thor..

    eh busyet uri suzy klo marah bisa ngamuk ya…mpe barang2 kesayangan keluarganya diamanin begitu wkwkwk

    good job thor..menghibur bnget hehe

  9. Sumpahh LUCU KOCAK PLUS DAEBAK!! haha.. Itu ice princenya ilang kemana?

    pasangan yang unik sama aneh.. haha *Ketawa mulu gara baca ff ini..

    MyungZy Jjang!!
    ditunggu next’y.. 🙂

  10. aigoo bener2 cuple yg aneh, bener kata member infinite dan ortu+sangmoon. suzy kalo marah mengerikan
    poor myung, jafi pembantu 1 hari ga papa kan hahahaha
    suzy itu mah sama aja marah >.<

  11. haha ngakak aku bacanya..
    aduh mereka itu bner nner couple yang pas, kasian sekali myungsoo baru aja datang udah di suruh beres2..

    keren ceritannya, di tunggu ff lainnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s