Would You Be My Girlfriend?? Part 8

cats

genre : romance

Author : Ririn

cast : Bae Suzy  ( miss A )

        Cho Kyuhyun (SuJu)

        Kristal f(x)

       Coi Minho (shine)

       Kanng Jiyoung (Kara)

       And Other

Length :–

Semua cast milik mereka sendiri, cerita is mine..

Happy reading deh buat semua ^^

================================================================

Part 8

Kyuhyun bersembunyi di belakang, membahas kasus penting bersama minho –itulah alasan yang dia berikan saat ada yang bertanya, meskipun tidak ada ada yang bertanya. Membahas kasus adalah alasan yang bagus, makanya dia menyuruh minho datang ke sini. Menghindari para wanita –itu adalah alasan sebenarnya. Menurutnya, pengantin pria hanya muncul saat pernikahan dan kyuhyun tidak keberatan tentang hal itu.

Meski ia tidak mau bergabung, tapi dia tidak bisa menahan diri untuk mengintip para wanita itu sesesekali.

Ibunya, dua bibinya, lima sepupunya, kristal dan jiyoung tampak mengelilingi suzy. Mereka mengepungnya dengan rencana pernikahan. Awalnya suzy merasa tidak suka, namun setelah melihat-lihat gaun pengantin di majalah bersama keluarganya, gadis itu tampak santai dan menikmatinya.

Potongan pembicaraan sampai ke dapur saat kyuhyun pura-pura mengambil air minum untuk minho.

“..tidak-tidak sayang, kamu butuh sesuatu yang menonjolkan rambutmu yang indah. Jangan kerudung yang penuh,”omel ibunya.

“Baju merah. Aku selalu merasa terlihat seperti es krim batang raksasa yang merah. Tinggi, kurus dan merah. Huekk.”

“Tidak kurus sayang, tapi langsing. Dan tinggi itu bagus, apalagi bersanding dengan kyuhyun yang tinggi. Dan rambutmu sangat indah…”

Memang, kyuhyun membayangkan.

Dia sangat menyukai rambut suzy yang hitam dan panjang. Ada beberapa rambut nakal yang mencuat semaunya. Ada beberapa rambut nakal suzy yang mencuat ke telinganya saat makan siang dengannya kemarin. Dia ingin meraihnya dan merapikannya lalu mengikatnya dan disaat bersamaan dia ingin melepas ikat rambut yeoja itu dan membiarkan rambut nakal lain bebas.

Kyuhyun memimpikan suzy..memimpikan rambut nakal suzy. Dia memimpikan suzy menunduk di depannya, lalu rambut nakal yeoja itu mengelitik wajahnya. Ia mengulurkan tangannya untuk meraih rambut nakal itu, menarik yeoja tu mendekat. Mengikis jarak diantara mereka, lalu…dia terbangun dan mendapati dirinya sedang memeluk bantal.

Ia meleparkan bantal itu kesembarang arah dan mengahabisakan malam itu dengan terjaga dan gelisah. Saat itulah dia menghawatirkan suzy, sedirian tanpa pengaman. Tidur d atas sofa. Kamar mandi tanpa shower.

Saat fajar mulai menyingsing, ia berusaha mengendalikan diri. Lalu mulai mempermasalahkan cara hidup yeoja itu. Lebih mudah baginya menyalahkan suzy karena cara hidupnya dari pada menghawatirkan mimpinya. Karena memikirkan mimpinya lagi membuat dia tidak nyaman.

Ia baru selesai menuang jus ke gelas, saaat ibunya memanggil, “Kyuhyunie..bisakah kau kemari?”

Kyuhyun hanya mendengus mendengar penggilan ibunya padanya, tapi mendebat ibunya adalah perbuatan sia-sia. Dia mewarisi keahlian berdebat dari ibunya. Lalu dia menghampiri para yeoja itu.

Ruang duduknya berantakan oleh koran dan majalah yang berserakan di lantai. Mengingat komentar suzy tentang kantornya yang berantakan, dia jadi penasaran apa pendapat yeoja itu tentang ruang duduknya yang berantakan. Berantakan karena ulah suzy sendiri.

Kyuhyun tersenyum membayangkan hal itu, “Ne..eomma. waeo?”

“Ini juga pernikahanmu. Kami semua berusaha meyakinkan suzy untuk melakukan yang terbaik untuk pernikahan kalian, tapi dia terus mencoba menghalang-halangi kami.”

“Aku hanya menginginkan pernikahan yang sederhana,”kata suzy. “Aku tidak mau pernikahan yang terlalu mewah dan besar. Cukup pernikahan yang sederhana yang khusuk dan hanya ada teman dekat.”

“Dan keluarga,”tambah Eunkyo sepupu kyuhun.

“Dan keluarga,”tiru suzy.

Meskipun suzy tersenyum, kyuhyun tahu bahwa yeoja itu kekurangan antusiasme dalam ekspresi suzy. Suzy memikirkan biaya yang harus di keluarkan dan mengkhawatirkan pernikahan mereka yang tidak ada unsur romantisme sama sekali.

“Jadi bagimana menurutmu kyuhyunie,”tanya ibunya lagi.

“Menurutku apapun yang suzy inginkan, baik untukku.”

“Aku hanya tidak bisa memikirkan mengahbisakan banyak uang hanya untuk…” suzy buru-buru berhenti bicara..

Ia hampir saja membocorkan pernikahan yang mngandung unsur bisnis itu –ia pasti akan melontarkan masalah itu seandainya tidak ada keluarga kyuhun di situ.

Kyuhyun buru-buru menambahkan. “Untuk upacara yang bersifat begitu pribadi dan khidmat, dua orang yang akan mengarungi hidup bersama, dua orang yang akan saling mengikat janji, saling menyatukan mimpi…” ia menambahkan. “…suzy benar. Sesuatu yang sederhana dan istimewa seperti itulah yang ku inginkan untuk upacara pernikahnan.”

Kyuhyun memandang pada sepupu-sepupu dan bibinya, “Karena itu, dengan menyelenggarakan pernikahan di rumah kita yang sangat indah dan bagus, itu semakin menambah ke intiman dari acara itu.”

“Kyuhyunie,” kata ibunya sambil terisak pelan. “Eomma tidak pernah menyadari betapa… puitisnya dirimu chagi.”

“Aku juga, setidaknya tidak sampai suzy memasuki hidupku.”

“Oh suzy kamu menciptakan keajiban pada uri kyuhyun. Kami sekeluarga sangat mengkhawatirkan ambisi anak ini. Jea Sung –paman kyuhyun, suami Haera bibi kyuhyun,  selalu berkata ambisi itu bagus tapi keluarga…itulah yang membuat hidupmu penuh makna. Saat dia masih muda –jae kyung, dia bekerja begitu keras untuk karirnya, tapi apapun yang terjadi anak-anak adalah nomor satu. Setiap awal bulan, dia mengeluarkan agendanya dan mencatat acara-acara penting anak-anak, acara olah raga, pertemuan orang tua, berbagai upacara dan lain-lain. Dia berusaha membangun hubungan yang baik dengan anak-anak,”kata haera bibi kyuhyun

“Aku tak bisa mengingat hal penting yang pernah appa lewatka,”kata Eunkyo. “Dia selalu hadir. Hampir setiap malam dia pulang tepat waktu untuk membacakan dongeng pada kami.”

“Saat kita sudah besar,”timpal Eunsoo. “Appa akan masuk kekamar dan mendengarkan kita berdua bercerita bersamaan mengenai kejadian hari itu.”

“Itulah yang kami inginkan padamu kyuhyunie,” kata ibunya, suaranya lembut. “Kamu adalah pengacara yang berbakat. Kami hanya ingin sebagian dari bakat dan ambisi itu di salurkan pada sesuatu yang penting –berkrluarga. Kami sangat bahagia karena kamu telah menemukan apa yang penting.” Kyuhyun tidak tahu harus berkata apa, jadi dia hanya diam.

Hening. Keadaan itu begitu nyaman dan akrab.  Semua pembicaraan mengenai emosi dan keluarga ini…ia tak begitu tahu apa yang harus dilakukan.

Suzy meremas tangan kyuhyun, lalu berkata, “Aku tidak ragu kyuhyun adalah pengacar terbaik. Dia sering membantuku. Dan kurasa kalian bisa tenang, bahwa kyuhyun sudah tahu apa yang terpenting –berkeluarga. Sekarang mengenai bunga, kurasa kita bisa menggunakan bunga krisan yang tidak terlalu mahal.”

Kyuhyun menyadari suzy masih menggenggam tangannya saat yeoja itu berusaha mengalihkan topik pembicaraan. Ia meremas tangan yeoja itu sebagai ucapan terimakasih, dan tidak melepaskannya saat dia berusah mengamati apakah keluarganya berhasil dialihkan.

Ibunya selalu menguliahinya tentang…keseimbangan –karir dan keluarga. semua keluarganya menginginkan hal itu. Tapi ke seimbangan adalah sepertinya tidak dimiliki cho kyuhyun. Itulah sebabnya dia menunda keluarga. Dia ingin berada di puncak karir, baru dapat memberikan waktunya bagi keluarga.

Setelah ia mencapai puncak karirnya, apakah ia akan mengurangi waktu kerjanya agar bisa menjalin hubungan, ataukah ia akan terus melangkah maju, selalu mencari prestasi lebih banyak, kekuasaan lebih banyak,uang  lebih banyak, akankah ia pernah merasa cukup?

Akankah ada waktu untuk jenis hubungan yang ia inginkan? Ia tidak tahu.

Tapi dia juga menginkan suatu hubungan seperti paman dan bibinya. Seperti ayah dan ibunya…ah tidak. Dia tidak menginginkan itu, karena itu menyakitkan melihat ibunya yang menderita sendirian.

Kyuhyun mentap suzy. Yeoja itu telah lama menarik perhatiannya jauh sebelum pacaran bohongan itu. Apa yang di miliki suzy yang tidak di miliki gadis lain?

“Kau jadi pendiam kyuhyunie,”kata Yoora sepupu kyuhyun.

“Hanya sedang berfikir,”jawab kyuhyun.

“Tentang apa? Oh jangan di jawab. Aku dapat melihat dari caramu menatap suzy dan aku bisa membayangkan apa yang kau pikirkan tentang suzy,” kata sepupu tertuanya itu. “Percaya atau tidak, aku juga pernah ada di masa-masa itu bersama Dong jun.”

“Aku telah melihat cara oppa menatapmu eonni, dan aku yakin tidak ada yang berubah dari tatapan itu sejak dulu, perasaanlah yang penting. Itulah yang kami semua inginkan dari hubungan. Itulah yang aku usahan dan tampaknya kyuhyun juga menginginkan itu,” kata eunkyo.

“Yak kyuhyun! Kalau kamu berniat membiarkanku berduaan dengan nyamuk seharusnya kamu tidak mengundangku kesini,”omel minho yang tiba-tiba masuk. “Dan katanya kamu mengambil minum, kenapa kamu malah ikut bergosip?”

“Miahae miho-ah..aku tak bisa menghindar,”ujar kyuhyun tanpa rasa bersalah. “Kurasa sudah saatnya aku membiarkan kalian mulai bekerja,” kata kyuhyun mulai berdiri dan melepaskan tangannya dari suzy.

“Bagus kyuhyunie,”kata Jiyoung. “Karena suzylah kami datang kesini. Ah tapi itulah gunanya wanita…untuk memaksa pria bergaul. Apakah aku sudah pernah bercerita tentang pamanku yang bernama Hong Guk? Dia selama tiga tahu tinggal seorang diri di antah berantah untuk bersemedi. Lalu…”

“Jangan mulai lagi dengan salah satu ceritamu. Kita datang ke sini untuk merencanakan pernikahan, bukan membicarakan pamanmu yang bertapa…”kata kristal menghentikan jiyoung dengan galak.

“…Paman Hong Guk hanya menjadi petapa selama bebe…”

“Oh sudahlah,” hardik kristal. “Suzy-ah, kata sulli kau bisa merencanakan pernikahanmu dengan membawa orang-orang merias rambut di salonnya sebelum pernikahan. Oh aku lupa, aku juga meneleponnya tadi, dia bilang dia akan datang setelah haramoninya sudah tidur.”

“Oh sayang,”ujar Sarang sepupu kyuhyun yang duduk di lantai, “Aku punya kutek baru yang luar biasa, kta akan mencat kukumu dan…”

“Bersenang-senanglah,” teriak kyuhyun sebelum meninggalkan ruang duduk dan menyusul minho ke taman belakang yang tenang. Dia sangat yakin tidak akan ada yang kehilangan dirinya.

“Pengecut,” bisik suzy sebelum kyuhyun beranjak dari sampingnya. Suzy kesal karena lagi-lagi di biarkan sendirian menghadapi semuanya.

Kyuhyun berbalik dan mengangguk kecil. Dia sanggup mengahapi hakim dan jaksa, tapi tak mungkin sanggup mengahadapi ruang penuh wanita yang sibuk memikirkan pernikahan.

Suzy tertawa meliahat kyuhyun mengangguk, dan melihat suzy tertawa di kelilingi orang-orang yang tetawa juga di ruang duduknya menimbulkan rasa sesak yang aneh di dada kyuhun.

 

Suzy tidak tertawa dua jam kemudian saat ruangan itu sepi. Ia memunguti karton pizza dan kertas-kertas koran yang berserakan dan bertanya-tanya, bagaimana ia bisa terdampar di sini.

Sementara orang-orang berbicara dan membuat rencana, ia terbawa dalam semangat membuat rencana dan melupakan keadaan sesungguhnya.

Ia memiliki kekasih dan sebentar lagi akan menikah, tinggal bersama seorang namja dan merencanakan pernikahan. Namja yang nyaris tidak di kenal dan di cintainya. Oh, mungkin dia agak terpikat pada namja itu.

Pertama kali bertemu kyuhyun, saat namja itu keluar dari mobilnya yang di parkir di depan tokonya saat ia hendak membuka tokonya…oh suzy langsung terpikat. Tatapan dan senyum formal namja itu memberikan gelombang gairah yang muncul tiba-tiba dan merayap di sekujur tubuhnya, membuat dadanya sesak dan lututnya lemas.

Bagaimana aku bisa berada di sini? Suzy bertanya pada dirinya untuk yang keseratus kali.

“Mereka sudah pergi?” kyuhyun datang bersama minho dari belakang. Kemudian namja bermata belo itu pamit pada suzy.

“Dasar pengecut,”kata suzy setelah minho pulang.

“Bukan pengecut, tepatnya bijak sana.”

“Kau sengaja memanggil minho, agar punya alasan meninggalkanku.”

“Kau tampaknya menikmati semuanya,”kata kyuhyun sambil membantu suzy memunguti kertas karton.

“memang sebagian, lalu aku tiba-tiba ingat semuanya hanya…”

“Kuharap kau berhenti melakukannya.”

Nada jengkel dalam suara kyuhyun membuat suzy menoleh padanya dengan cepat, “Apa?”

“Khawatir menjelasakan bagaimana hubungan kita. Apapun itu. Apapun yang kita inginkan. Mungkin awalnya agak aneh, tapi hubungan ini sah –bukan bohongan.”

“sah sebagai rekan bisnis.”

“Hubungan ini akan berhasil jika kita mengusahakannya,” kata kyuhyun.

“Apakah kau akan mencantumkan itu dalam surat pranikah?hubungan ini akan berhasil, jika kita mengusahakannya? Kau dapat menambahkannya dalam daftar yang terus berkembang. Coba kita lihat, kau memasak, kau membayar semuanya, kau…”

“Hei, kau membeli bahan makanan,” sahut kyuhyun.

“Aku tinggal di rumahmu. Dan aku akan mendekorasi ulang kantormu, juga beberapa pekerjaan potensial lainnya,” suzy berhenti. “Tampaknya aku memperoleh banya keuntungan dari kesepakatan in. Pasti ada hal lain yang kau ingikan,” katanya lemah.

“Karena kau telah menyebutnya, ya ada.”

Berbeda dari biasanya, suara kyuhyun lebih lembut dan dalam.

Suzy merasa sedikit cemas, “Apa? Keluarkan notes kepercayaan yang sering kau coret-coret itu dan tulis di situ. Apa yang kau inginkan sebagai balasannya kyuyuh-shi?”

“Aku ingin membahagiakan eommaku dengan menikah.”

Pasti ada yang lain. Suzy tidak yakin apa, tapi kyuhyun dengan jelas berusaha menutupinya. “Itu kuno. Itu sudah bagian dari kesepakatan. Apa lagi?

“Ini.” namja itu mendekat, begitu dekat sehingga Suzy dapat merasakan panas yang memancar dari kyuhyun.

Suzy tidak tahu apa yang ia harapkan saat namja itu ingin mengatakan keinginannya. Mungkin sesuatu seperti mencuci mobil namja itu, atau pakaian. Ya mencuci pakaian pasti lebih sesuai dengan apa yang ia inginkan.

Tapi bibir namja itu mendekat, seperti slow motion, dan suzy menyadari apa yang di inginka namja itu. Suzy bisa saja menghindar, ia tahu kyuhyun tidak akan marah akan hal itu. Tapi, dia malah mendekatkan tubuhnya dan bibirnya bertemu dengan bibir namja itu.

Tidak ada yang bersentuhan selain bibir mereka, memberikan kesempatan bagi suzy jika ia ingin melarikan diri. Namun yeoja itu tidak melakukan apa-apa.

Suzy menerima ciuman itu…ciuman itu adalah seperti salam perekenalan lembut…hanya sentuhan ringan.

Kyuhyun memutuskan hubungan singkat itu dan berdiri disana menatap suzy, seakan-akan tumbuh hidung baru di sana –atau sesuatu yang aneh lain.

Suzy menyentuhkan jarinya ke bibirnya untuk meyakinkan tidak ada yang berubah dari bibirnya. “Apa sebutan untuk itu?”

“Sebuah ciuman?” kata kyuhyun, dengan nada penuh tanya.

“Bukan,”balas suzy. Ia memusatkan perhatian pada bibir kyuhyun. Bibir itu biasa-biasa saja. Tidak terlalu tebal atau tipis. Bibirnya cukup bagus, pikir suzy. Tapi itu tidak menjelaskan guncangan perasaan saat bibir itu menyentuh bibirnya. Tapi ia tidak akan menyebutnya ciuman. Ciuman itu…lebih dari hanya sebuah sentuhan itu…

“Bibirmu hampir tidak menyetuh bibirku, itu hanya sentuhan ringan. Seandainya itu bukan bibir kita, tapi siku kita…”

“Siku?” tana kyuhyun.

Siku.

Suzy memaksa mengalihkan tatapan dari bibir kyuhyun ke siku namja itu. Sikunya bagus, tapi tidak cukup untuk memeberi getaran seperti yang di lakukan bibirnya.

“Ya.” Kata suzy. “Kalau siku kita bersentuhan begitu lembut, begitu ringan, begitu cepat, kita tidak akan pernah menyadarinya.”

“Aku akan menyadarinya,” kyuhyun meyakinkan suzy.

“Tidak! Kau akan terus berjalan di sampingku ketika siku kita tidak sengaja bersentuhan.”

“Tapi ini bukan siku kita, ini bibir kita. Dan itu bukan tidak di sengaja.”

“Bukan?” tanya suzy, meskipun ia tahu itu. Ia menyadari maksud namja itu, tapi pura-pura tidak tahu.

“Bukan,” kata kyuhyun. “Aku sudah ingin melakukannya sejak lama.”

“Kenapa?” tanya suzy. Dari semua semua alasan yang di berikan kyuhyun untuk melakukan pernikahan, namja itu tidak pernah menyebutkan ciuman.

“kenapa apanya?”

“Kenapa kau…”

“Menciummu?” kyuhyun melanjutkan.

“Tidak! Menyentuh. Kenapa bibirmu menyentuh bibirku dengan sengaja. Ini adalah lelucun dan kita adalah rekan bisnis. Bukankah sudah ada di perjanjian pranikah? Dan apa bibirmu sering menyentuh bibir partner bisnismu dengan sengaja?”

“Ahh..aku belum menjadi partner (Semacam jabatan tertinggi di kantor pengacara. Dia py beberapa pengacara mewakilinya, tp menggunakan namanya)  Di JW Law Firm..hanya rekanan (mirip pengacara yang masih menggunakan nama atasannya, belum namanya sendiri) saja,” kata kyuhyun menggoda suzy.

Apa namja itu bercanda lagi? Saat itu suzy memutuskan tidak menyukai lelucon kyuhyun sama seperti tidak menyukai sentuhan namja itu. “Tapi saat kau menjadi partner dan bukan rekanaan, apakah kamu berencana menyentuh mereka?”

“Kamu membuat kami seperti sekumpulan hewan ternak,”kata kyuhyun.

“Kau menghindari pertanyaanku.”

“Apa pertanyaanmu tadi?”

“Kenapa kau…” suzy tidak ingin mengatakan sentuhan lagi, namja itu benar seperti membicarakan sekelompok sapi, “Memangguk bibirku dengan sengaja?”

“Ah, memanggut, jadi kita bukan sapi, tapi ayam?” tanya kyuhyun.

“Kita bukan hewan ternak. Dan kita tidak akan melakukannya lagi.”

“Kau tidak menyukainya?”

“Tidak.” Baiklah itu bohong, tapi dia tidak mau mengakuinya. Dia tidak mau menarik kata-katanya lagi. Lebih baik kyuhyun mengira ia tidak menyukai apa yang barusan mereka lakukan.

“Lalu kenapa kau tidaka menyukainya?” tanya kyuhyun. Terdengar marah.

“Aku tidak ingin bibirmu menyentuh bibirku dengan sengaja.” Suzy mengambil langkah seribu untuk mundur.

Sudah terucap. Kyuhun sudah tidak bisa meraihnya untuk menyentuhnya lagi. Suzy sudah membuat jarak di antara meraka. Yang perlu dia lakukan adalah menjaga jarak itu agar tidak disentuh namja itu di waktu yang akan datang.

“Bagaimana kalau bibirku menyentuh bibirmu dengan tidak sengaja?”

Demi keamanan suzy kembali mundur sehingga bibir kyuhyun tidak menyentuh bibirnya dengan tidak sengaja… “Tidak. Kau menjauhkan bibirmu dari rekanmu ini, kecuali kau juga berkeliling mencium partner bisnismu yang lain.”

“Rekan. Kita hanya rekanan saat ini?”

“Terserah. Tapi tidak lagi.”

“Kenapa kamu terdengar kesal?” tanya kyuhyun sambil maju mendekati suzy.

“Karena aku memang kesal.” Suzy mengamati jarak antara dirinya dan cho kyuhyun. Tapi ia sadar bukan hanya sekedar jarak yang dia butuhkan sekarang. Ia butuh pintu, ia lalu berlari ke arah pintu kamar. “Aku akan tidur sekarang.”

“Kau perlu dongeng pengantar tidur?” seru kyuhyun. Suaranya yang dekat menunjukkan ia tidak akan tinggal diam. Dia akan terus menggoda suzy.

Suzy berbalik dan melihat namja itu hanya beberapa langkah di belakanganya. “Andewo!”

“Kurasa kau juga tidak mau di temani tidur bukan?”

“Ne!”

“Karena kalu aku mengantarmu tidur aku harus memberika kecupan selamat malam,” kata kyuhyun menjelasakan.

“Selamat malam,” erang suzy, karena tidak tahu apa lagi yang harus di katakan. Bayangan cho kyuhyun yang mendekatkan tubuhnya dan memberikan ciuman selamat malam begitu kuat  sehingga sangat sulit untuk memberikan argumen logis.

Suzy melangkah ke dalam kamarnya dan berseru, “Selamat malam.” lagi.

“Jalja..mimpi indah,” bisik kyuhyun. Namja itu mengikutinya dan cukup dekat untuk berbisik, suaranya parau dan mengundang. Jenis suara yang di inginkan suzy untuk menceritakan dongeng pengantar tidur…yang melibatkan bibir.

Suzy menghela nafas sambil menutup pintu kamarnya, meninggalkan kyuhyun di sisi lain pintu. Suzy menyadari, tidak akan ada mimpi indah malam ini dan malam-malam berikutnya, paling tidak selama ia tinggal dalam mimpi buruk ini.

 

Bagaimana mungkin dia mencium suzy dan menganggu suzy seperti itu?

Baiklah ada dua pertanyaan, kata kyuhyun saat dia duduk di kursi rotan taman belakang memandang langit malam seoul yang tanpa binatang.

Yang pertama –kenapa ia mencium Be suzy?

Karena begitu lama ia ingin melakukan itu. Sejak pertama kali melihat suzy saat dia memarkir mobilnya di depa toko yeoja itu, kalau ia boleh jujur. Saat itu juga menatap suzy yang tersenyum, kyuhyun ingin menarik suzy ke dalam pelukannya dan menciumnya.

Dan selama setahun menatap suzy setiap hari makan siang di taman dari ruangannya, membuat sketsa, atau kadang-kadang duduk bersama kristal dan jiyoung dan tertawa. Baiklah, dia sudah membayangkan mencium Bae Suzy selama itu. Dan itu sebelum ia menganal suzy. Padahal itu hanya wajahnya saja.

Baiklah, sekarang ia tahu suzy memiliki kecantikan dari dalam yang melebihi kecantikan fisiknya yang memang sudah rupawan itu, dan itu membuat suzy semakin memikat. Semakin ingin dicium.

Sekarang ia telah melakukannya.

Ia tidak merencanakannya dan tidak berencana melakukan itu. Dan ia tidak mau membayangkan satu ciuman sudah cukup atau belum. Tidak..tidak. ia tidak puas hanya itu. Dia menginginkannya lagi.

Bagian kedua –kenapa sikapnya begitu buruk?

Ia dapat dengan mudah meminta maaf. Menyalahkan ciuman itu pada anggur yang terlalu banyak ia minum dengan minho, menyalahkan antusiasme mempersiapkan pernikahan.

Tapi ia malah menggoda suzy, mengganggu yeoja itu seperti anak SD. Sudah jelas itu bukan sifatnya, tapi menikahi gadis yang bisa membuatnya tertarik secara sensual juga di luar ke biasaannya.

Tidak ada yang berjalan normal sejak suzy memasuki kehidupannya. Yang tertinggal hanyalah pertanyaan…apakah ia lebih baik saat ini atu sebelumnya.

Kyuhyun merasa tahu jawabannya, tapi tidak yakin menyukai jawaban itu.

 

Sudah satu minggu lebih sejak kejadian ciuman itu, dan sekarang suzy sedang berada di kantor JW Law Firm melakukan tugasnya seperti biasa.

Sekarang suzy sedang mengukur ruangan rekreasi, semacam ruang santai yang di gunakan para karyawannya untuk mengilangkan penat atu sekedar bersantai saat jam makan siang. Seperti biasa Coi minho dan kristal akan mengikutinya.

“Cepatlah..makan siangmu keburu dingin,” ujar miho sambil mengamati suzy bekerja.

“Beri aku waktu beberapa menit,”kata suzy.

“Yang dia maksud kodok, pergilah ke habitatmu,” kata kristal jutek. “Itu setelah kamu memberikan makan siang kami.”

Minho langsung memegang erat makan siang itu, takut-takut kristal merebutnya seperti waktu itu yang berakhir dia tidak mendapat jatah.

“Jangan dengarkan dia manis,”kata minho pada suzy, mengabaikan kristal. “Bagaimana kalau kamu putus saja dari cho kyuhyun yang mengikatmu itu. Biar kutunjukkan padamu yang bisa diberikan pria sejati.”

“Dan siapa pria sejati itu minho-shi?” tanya kristal dengan nada manis. “Selain makan siang, aku tidak melihat kamu memiliki sesuatu yang pantas di berikan pada yeoja.”

“Lagi pula dimana kamu menemukan namja yang lebih baik dari cho kyuhyun,”suzy ikut menimpali. Tentu saja dia harus berakting sangat mencintai cho kyuhyun.

“Kau sedang mentapnya,”kata minho.

Suzy memberi senyum pada namja itu, menyadari ini lebih pada kepentingan kristal daripaada kepentingannya –membuat kristal cemburu, “Oh…Coi miho-shi…”

“Oppa,”namja itu membetulkan.

“Moragow?? Oppa!!” pekik kristal tidak terima.

“Oppa,” kata suzy patuh setelah mengukur kacanya. “Kurasa kamu adalah pria sejati, tapi kyuhyun oppa lebih dulu bertemu denganku. Kurasaj ika aku tidak memiliki kekasih, aku pasti mau deganmu.”

“Itulah yang terjadi di dunia ini. kamu memanfaatkan seorang namja demi makan siang dan kemudian mematahkan harapannya begitu saja,” komentar kristal.

Minho mengulurkan satu kantong makan siang di depannya, “Kurasa  aku terpaksa memuaskan diriku dengan ayam goreng yang lezat ini. ini salah satu favoritku, seperti apapun bentuknya.”

“Benarkah?”

Suzy melangkah dan menuruni tangga,. “Ayo setidaknya izinkan aku menyelamatkanmu dari kejatuhan. Kalau aku tidak bisa memenangkan hatimu, setidaknya puaskanlah aku dengan menyelamatkan lehermu.”

“Ya ampun,” erang kristal.

Suzy baru saja akan meraih tangan Minho saat kyuhyun membentak, “Apa yang kau lakukan!”

“Hai oppa,”kata suzy. Bangga pada dirinya karena bisa mengingat untuk menunjukka sikap yang mesra saat mereka berada di antara teman-teman kyuhun. Ia melihat kyuhyun bergegas memasuki ruangan, “aku baru saja selesai mengukur kaca ini.”

Suzy mengajak kyuhyun makan siang –hanya untuk mempertegas hubungan mereka, suzy berusaha meyakinkan hatinya. Tapi namja itu menolak karena ada janji temu dengan kliennya. Makanya dia menerima tawaran makan siang dari minho.

“Apakah kau berniat mematahkan lehermu?,” bentaknya. “Turun dari tangga suzy.”

“Aku ada disini untuk menangkapnya kalau dia terjatu kyuhyun-ah,” kata miho dengan tangan yang masih terulur.

“Kodok air itu berusaha merayunya,”lapor kristal penuh semangat.

“hanya menawarkan bantuan.”

Kyuhyun menatapnya semakin tajam, “turunkan tanganmu dari calon istriku.”

“cho kyuhyun kamu akhir-akhir ini sering terlihat ceburu,” katanya berusaha mengabaikan kejengkelan kyuhyun. “Si pria es yang cemburuan? Mungkin kami harus mengubah nama panggilanmu.”

Kyuhyun tidak memdulikannya dan menyikut mundur minho lalu mengulurkan tangannya pada suzy. “Suzy turun!”

Suzy mengabaikan tangan kyuhyun dan mulai menurun tangga, “Jangan berbicara padaku seperti pada pegawai rendahan. Aku sangat mampu menaiki tangga.”

“Bukan menaiki yang kutakutakn, tapi jatuhnya. Sudah berapa kali kukatakan untuk tidak menggunakan tangga.” Kyuhyun memegang punggung suzy dan menahan tangannya pada tangga sehingga suzy nyaris tak bisa turun.

“Aku sudah besar oppa. Dan aku sudah bersahabat dengan tangga.”

Suzy akhirnya menapakkan kakinya di lantai dan berbalik mentap kyuhyun. “Aku sudah bersama tangga selama bertahun-tahun dan aku sudah sangat memahaminya.”

“Kau calon istriku, sudah menjadi tugasku menjagamu.”

“Menjagaku? Ini yang kau sebut menjagaku?” kyuhyun bisa saja berakting, tapi suzy tidak. Sikap manusia gua ini memang menyebalkan.

“Ya. Lalu kau sebut apa itu?”

“Suka menguasai sial…”

“Oh,”kata miho.  “kurasa tugasku sudah selesai, sementara masalah mulai muncul. Aku akan meninggalkan ayam milikmu di sini dan menikmati ayam gorengku yang lezat di ruanganku. Tempat perlindungan yang tenang. Disana akau akan membayangkan tentang kehidupan yang ditampilkan balutan tepung yang lembut dan ayamku yang lezat. Dan…”

“Oh..redamkalah keplamu kodok…”kata kristal menghentikan racauan minho yang semakin tidak jela.

“Ikut aku,”kata kyuhyun menarik suzy keruangannya.

“Berhentilah menarik-narikku.”

“kita perlu bicara.”

“Kurasa memang begitu, tapi setelah aku makan siang dulu.” Suzy meraih kantong makanannya. “Aku kelaparan dan kau perlu menenangkan diri. Aku akan makan siang bersama kristal. Dan kau? Kau bisa..”

“Baik, lagi pula aku punya janji temu. Kita bicara malam ini.”

“Baiklah.”

“Dan suzy,” namja itu berkata lembut, sangat lembut.

“Apa?” tanyanya menyadari kristal mendengarkan mereka penuh minat.

“Jauhi Minho.”

“Kau tak bisa mengatur apa yang kulakukan.”

“Aku kekasihmu dan sebentar lagi menjadi suamimu, jadi aku punya hak. Aku tidak mau kamu main mata dengan namja lain.”

“Menurut defenisimu, berbagi makan siang dengan namja lain termasuk main mata?”

“Itu bukan hanya makan siang, dia berniat merayumu.”

“Untuk membuat kristal cemburu.”

“Aku?” pekik kristal. “Coi minho tak akan berusaha membuatku cemburu. Aku sudah mengatakannya padamu. Membuat gila mungkin, tapi tidak membuat cemburu.”

Kyuhyun tertawa dan berbicara tanpa memandang kristal, “Kau pasti bercanda. Mereka tidak saling menyukai.”

“Dengar itu,”kata kristal. “Bahkan Kyuhyun  tahu kami berdua tidak saling menyukai. Tidak mungkin dia membuatku cemburu dengan main mata denganmu.”

“Minho, ingin kamu berfikir begitu –bahwa dia tidak menyukaimu. Kurasa dia terjebak dalam permainan yang dia buat sendiri. Kurasa dengan membuatmu cemburu…kurasa dia sangat menyukaimu.”

“Pokoknya jauhi dia.”sergah kyuhyun. “Kalau kamu ingin ayam goreng akan aku belikan. Aku bahkan bisa membuatka ayam goreng untukmu. Dan setelah memakan ayam goreng buatanku, aku yakin kamu tidak akan mau ayam goreng dari namja manapun.”

“Menurut perjanjian kita..aku tidak akan memakan ayam goreng buatanmu…tidak akan pernah”

“mungkin kamu bisa merasaknnya, kalau kamu memintanya,”kata kyuhyun.

“Tapi aku tidak akan menginginkan ayam gorengmu. Dan takkan pernah mau.” Baikalah itu bohong. Suzy bisa membayangkan ayam goreng tepung buatan kyuhyun pasti sangat enak. Dia yakin itu.

“Cho kyuhyun aku ini bukan barang milikmu, kau tidak bisa memaksaku begitu,” tukas suzy datar. “Dan kau bisa menyimpan ayam goreng tepungmu sendiri.”

“Arraso. Kita lihat saja nanti.”

“Ya kita lihat saja nanti.”

Kyuhyun meninggalkan ruangan itu dan suzy bisa mendengar namja itu berguman tidak jelas sepanjang jalan.

“Ayo kita cari bangku taman untuk makan siang kita, setelah itu kamu harus menjelaskan apa yang tadi itu,” kata kristal dan langsung menyeret suzy ke pintu.

“Kamu tidak bisa meninggalkan meja resepsionismu begitu saja.” Suzy tidak ingin menjelaskan apapun pada kristal karena dia sendiri tidak mengerti.

“Ini jam makan siang. Tidak ada janji temu selama beberap jam ke depan,”ujar kristal masih menyeret suzy.

Mereka menyebrangi jalan. Suzy masih di tarik kristal dengan satu tangan dan tangan satunya memegang makan siang mereka. Dia mengangguk pada bangku taman yang pertama mereka temui.

“Bicara,”tuntut kristal.

“Tidak ada yang perlu di bicarakan. Itu hanya pertengkaran kecil antar kekasih. Dia hanya cemburu pada Coi Minho.”

“Lalu apa maksud dari pembicaraan tentang ayam goreng tepung itu?”

“Makan siang kita.”

“Oh, ayolah Bae suzy, kupikir kita ini teman. Atau setidaknya menjadi teman. Kita makan siang bersama dan berbagi cerita. Kamu tidak pernah membicarakan hubunganmu dengan cho kyuhyun, tapi aku mengerti karena cho kyuhyun adalah namja tertutup. Aku bisa mengerti jika dia memintamu untuk merhasiakannya,aku tidak bisa menyalahkanmu. Tapi ada sesuatu di sini dan aku tidak bodoh.”

Suzy menimbang-nimbang seberapa banyak yang bisa dia katakan pada kristal tanpa merusak perjanjianny pada cho kyuhyun. “Kami punya masalah dalam mejalani hubungan yang sebenarnya. Sepertinya cho kyuhyun melihat dirinya sebagai diktator. Sebagai bos. Dan aku melihat sebagai hubungan yang sejajar, yang di bangun berdasarkan kepercayaan. Oh bagai mana mungkin dia berfikir aku main mata dengan Coi minho? Coi Minho adalah namja yang baik…”

“Mwo!”

“Ne. Tapi dia bukan cho kyuhyun.” Suzy mulai membuka kotak makan siangnya dan mulai memakannya.

“Wow! Akhirnya kau bisa benar-benar merasakannya?” kata kristal sambil ikut menikmati makan siangnya.

“Merasakan apa?”

“Cinta. Kamu jatuh cinta setengah mati pada cho kyuhyun.”

Suzy tersedak nasi.

Yang benar saja. Tapi ia tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya pada kristal, jadi dia hanya mengatakannya. “Mungkin itu kesalahanku. Kesalahanku yang terbesar adalah aku tidak yakin apa yang dia rasakan padaku.”

“Oh ayolah suzy…orang bodohpun bisa melihat perasaan namja itu. Apakah menurutmu dia akan buru-biru menghampirimu seperti tadi kalau ia tidak peduli? dan ini sudah yang kedua kali.”

“Mungkin dia hanya sekedar menjaga kepunyaannya.”

“Atau mungkin dia juga tergila-gila padamu seperti kau tergila-gila padanya.”

Tergil-gila.

Apakah aku seperti itu? Batin suzy.

Suzy tidak yakin. Ia bahkan tidak bisa merasa yakin akan apa pun yang terjadi sejak semua kejadian ini bermula. Saat itu ia berusaha membangun usahanya dan berikutnya dia menjadi kekasih seorang namja yang tidak di cintainya dan tidak mencintainya.

Bagian yang tidak ia cintai rasanya tidak tepat. Bahkan sama sekali salah.

Cinta

Ia tidak mungkin jatuh cinta pada Cho kyuhyun bukan?

Lagipula mereka belum cukup lama saling mengenal.

“Suzy?” kristal bertanya pelan.

“Apa?”

“Kau mencintai cho kyuhyun bukan?”

Cinta? apakah ia mencintai namja itu? Pikirannya berkata tidak tapi hatinya berteriak berkata sebaliknya. Bahkan tidak ada pertentangan. Hatinya menang telak.

“Ya,” kata suzy. Suaranya hanya berupa bisikan. “Rasanya, mencintai cho kyuhyun mengubah segalanya.”

“Ya, cinta melakukan semua itu.”

Bae suzy mencintai cho kyuhyun, dia dalah namja cingunya dan sebentar lagi akan menikahinya.

Dan mencintai namja itu mengubah segalanya.

 

TBC

Next partnya sdh END..jd d tunggu aja ya ^^

Advertisements

12 thoughts on “Would You Be My Girlfriend?? Part 8

  1. kyaaa aku histeris thor saat bibir kyu n suzy bersentuhan…lagi,lagi lagiiiiih
    hahahah
    dibikin ngakak pas mereka debat soal ciuman itu…

    ommo part depan udah end? hiks
    ditunggu endingnya thor…

  2. kata2 minho berlebihan, kok kata2’a beda dari yg lain thor, ini berat, panjang ngomong’a tp masih inti’a aja. Kadang2 ada yg gk aku ngerti,
    d’tunggu next’a

  3. next thor, aku sebenernya udah bca di fb tp tulisannya kepotong-ptong gitu jadi ga ngerti bcanya..
    daebakk thor aku suka ceritanya.

  4. Bagus, thor gak sbar nunggu part selanjutnya akankah suzy dan kyuhyun bener2 saling jatuh cinta dan menikah ^^ gomawo thor 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s