Would You Be My Girlfriend?? Part 7

 cats

genre : romance

Author : Ririn

cast : Bae Suzy  ( miss A )

        Cho Kyuhyun (SuJu)

        Kristal f(x)

       Coi Minho (shine)

       Kanng Jiyoung (Kara)

       And Other

Length :–

Semua cast milik mereka sendiri, cerita is mine..typo bertebaran dmn2…

Happy reading deh buat semua ^^

==================================================================

Part 7

Suzy mengamati kamar tamu kyuhyun..ahni sekarang menjadi kamar tidurnya. Meskipun tidak banyak barang –hanya tempat tidur dan lemari, ruangan itu cukup rapi dan terkesan hangat seperti ruangan lain yang ada di rumah kyuhyun. Dengan hati berat dia mulai mengeluarkan barang-barang pribadinya yang tidak terlalu banyak dan mulai menatanya. Dia tidak tahu apa yang terjadi berikutnya, namun yang pasti dia merasa nyaman dan takut di saat bersamaan.

“Kalau sudah selesai membereskan barangmu, temui aku di taman belakang,”ujar kyuhyun yang baru muncul di kamar barunya itu. Suzy hanya mengangguk, malas menjawab. Dia masih sedikit dongkol dengan sikap namja itu yang selalu berhasil memaksnya. “Aku pikir masih banyak yang ingin kita bicarakan,”ujar kyuhyun lalu berlalu begitu saja.

Setelah selesai dengan barang-barangnya, suzy mulai menyusul kyuhyun ke taman belakang rumahnya. Sewaktu menginap tadi malam, suzy hanya sempat melihat bagian belakang rumah ini dan sekarang setelah melihat bagian belakang rumah kyuhyun, suzy merasa paling menyukai taman belakang itu. Taman itu cukup luas, ada beberapa pohon yang masih belum terlalu tinggi dan bermcam-macam bunga yang tertata rapi. Taman belakang itu juga dilengkapi kolam renang berbentuk bulat yang lumayan luas. Di pinggir kolam yang membatasi dengan taman ada kursi rotan besar dengan tenda merah yang bisa di gunakan sebagai tempat santai sambil melihat-lihat bintang di malam hari. Begitu suzy membuka pintu belakang yang terbuat dari kaca trasparan, lantainya berganti kaca transparan yang di bawahnya ada kolam ikan koi. Kolam ikan itu juga memeliki air mancur yang langsung mengalir dai tembok rumah. Intinya suzy merasa taman belakang ini terasa sangat nyaman.

Suzy melihat kyuhyun sedang duduk-duduk di kursi rotan besar itu sambil sebuk dengan berkas-berkasnya dan kaca matanya yang membuat dia terlihat seksi. Terlalu sibuk memikirkan kyuhyun yang terlihat seksi, tiba-tiba suara kyuhyun mengagetkannya.

“Apa yang kamu lakukan disitu?” tanya kyuhyun mentap suzy aneh.

“O..a..ahni..”ujar suzy gugup. “Aku hanya mengagumi taman rumahmu, apalagi kursi rotan ini. Rasanya sangat nyaman.” Kata suzy sambil berjalan ke arah namja itu.

“Oh ini? eommaku yang menatanya sendiri, aku juga paling menyukai kursi ini. Kalau malam, memandang bintang dari sini sangat bagus,” ujar kyuhyun sambil mengamati taman rumahnya.

“Apa yang sedang kamu lakukan?”tanya suzy penasaran.

Kyuhyun melepaskan kaca matanya dan melatakkan di sampingnya bersamaan dengan kertas-kertas yang dia pegang.

“Ahni..hanya sesuatu yang pasti tidak kamu mengerti.”

“Cieh..sombong sekali,”kata suzy mencibir.

“Ngomong-ngomong, apa yang tadi kamu bicarakan dengan jiyoung? Sepertinya kalian berbicara sangat lama..” tanya kyuhyun penasaran.

“Tidak ada…hanya hal-hal tidak penting,” ujar suzy acuh-tak acuh.

“Seperti apa?” tanya kyuhyun tidak puas. Entah kenpa dia meresa sangat ingin tahu semu tentang gadis di depannya.

“Dia bercerita tentang sepupunya yang bernama eun ji.”

“Lalu?”

Suzy mentapa kyuhyun heran, kenapa dia merasa namja di sampingya itu seperti tukang gosip yang ingin tahu segalanya.

“Dia bilang, lebih menaraik melakukan percakapan dengan lobak dari pada dengan sepupunya eun ji.” Suzy mulai mengingat-ingat percakapannya dengan eunji tadi pagi karena kyuhun sepertinya masih menunggunya melanjutkan ceritanya. “Euji punya kekasih yang bernama Gudu yang kehilangan kakinya karena kecelakaan.”

“Dia bernama gudu(sepatu), tapi tidak punya kaki?” tanya kyuhyun heran. Sungguh nama yang sangat menyindir.

“Kalau jiyoung mendengar nada sinismu, dia akan menguliahimu satu harian penuh tentang kebaikan gudu,”kata suzy sambil tersenyum geli membayangkan ekspresi kyuhyun saat jiyoung menguliahinya. Suzy kemudian melanjutkan ceritanya karena kyuhyun kembali menatapnya serius, “Lalu eunji meninggalkan gudu karena takut menghadapi kesulitan pertama, sepertinya akhirnya eunji dapat kekasih yang suka menyiksanya dan gudu malah mendapat harta warisan dan yeoja yang baik. Menurut jiyoung seharusnya eunji tidak meninggalkan Gudu yang kehilangan kakinya. Oh aku mengacaukan cerita jiyoung. Aku rasa tidak seorangpun dapat menceritakan kembali cerita jiyoung dan kandungan makna yang tesimpan di dalamnya.” Ujar suzy sambil menerima  kue yang di berikan kyuhyun entah dari mana datangnya, karena dari tadi dia tidak melihatnya.

“Oh..aku setuju. Jiyoung memang ahlinya membuat cerita-cerita yang sarat akan makna,” ujar kyuhun antar geli dan ngeri.

“Oke, berhentilah membicarakan jiyoung dan mulai membahas tentang batasan-batasan yang akan kita sepakati,”kata suzy kembali pada tujuannya menemui kyuhyun.

“Baiklah,” ujar kyuhyun mengalah. “Batasan-batasan seperti apa yang kau ingin bicarakan.”

“Yang pertama, tidak akan ada hubungan fisik.”

“Ya. Tidak.”jawab kyuhyun mencoba meyakinkan diri karena sudah berapa kali dia menhan godaan untuk menyentuh suzy secara fisik. Mulai dari merapikan rambut-rambut nakal yeoja itu, menyentuh pipi mulusnya dan juga menikmati bibir mungilnya.

“Lalu tentang masalah pengeluaran, aku sudah tinggal di rumahmu jadi aku pikir aku juga akan ambil bagian dalam pengeluaran sehari-hari. Misalkan membayar tagihan dan biaya belanja.”

“Aku masih mampu membayar semua itu, jadi kamu tak perlu ikut campur,”kata kyuhyun sedikit tidak suka.

“Tidak..tidak. aku tidak mau tinggal gratis di rumahmu. Kamu sudah memberikanku tempat tinggal yang sangat nyaman, jadi aku tidak mau menerima semuanya secara gratis. Aku didik begitu.”

“Tapi kamu sudah membantuku, aku berhutang banyak padamu karena kamu sudah mau menjadi istriku.”

“Istri bohongan,”ralat suzy.

“Baik istri bohongan,”kata kyuhyun mengalah.

“Iya, tapi kamu juga membantuku membangun bisnisku. Itu kesepakatan bisnis dan sudah beres,”kata suzy tak mau kalah. “Aku masih ingin membayar untuk tinggal disini paling tidak untuk kebutuhan sehari-hari.”

“Baiklah, kita bisa gantian untuk berbelaja untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar kyuhun mengalah. Suzy sudah terlalu banyak mengalah padanya.

“Tidak aku yang akan berbelanja setiap hari dan juga membayar listrik,” kyuhyun ingin membatah saat suzy kembali menambahkan, “Dengan tambahnya satu orang di rumahmu pasti pengeluaranmu bertambah, jadi aku ingin terlibat. Aku masih mampu kalau Cuma memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kamu cukup memikirkan tagiha-tagihanmu yang lain, seperti pajak dan kartu kredit. Cukup adil kan?”

Kyuhyun tahu, suzy adalah gadis mandiri yang bertanggung jawab. Gadis itu sepertinya didik dengan baik untuk tidak mau berhutang budi pada orang lain dan sebisa mungkin mengurus dirinya sendiri tanpa mau tergantung pada orang lain.

“Baiklah kalau itu maumu.” Kyuhyun berjanji untuk saat ini dia akan menuruti yeoja di depannya ini, karena memang selama ini yeoja itu selalu menuruti ke inginannya. Mulai dari pacaran pura-pura, menikah pura-pura sampai memaksa yeoja itu pindah ke rumahnya padahal itu semua bertentangan dengan prinsipnya. Toh dengan suzy tinggal dirumahnya saja dia sudah cukup senang, dia tidak mau membuat suzy jengkel dan akhirnya memaksa balik ke tokonya. “Tapi kalau aku tidak sibuk, biarkan aku yang memasak.”

“Kamu memasak? memang bisa?” tanya suzy ragu. Bukannya apa, semua orang pasti setuju dengannya, jika cho kyuhyun tidak memiliki sedikitpun tanpang mengenal tempat bernama dapur.

“Jangan meremehkanku,”kata kyuhyun mengeti arti tatapan suzy. “Lihat saja nanti, kamu pasti akan tergila-gila dengan masakanku. Aku ini ahli membuat masakan eropa, dan biasanya orang yang memakan masakanku baru bisa berhenti saat perut mereka mau meledak karena kekenyangan,”jawab kyuhyun bangga.

“Aku ini sudah tinggal sendiri selama beberapa tahun ingat? Lagipula dulu aku mendapat beasisiwa untuk kuliah di jerman, karena hidup sendiri dan menghemat, aku terpaksa memasak sendiri. Ah..bagaimana kalau malam ini aku yang memasak, aku akan membuat steak ala cho kyuhyun. Aku jamin kamu pasti tidak akan mau berhenti,”ujar kyuhyun memberi ide.

“Arraso..Coahae,”ujar suzy setuju.

———–

Kyuhyun tak melebih-lebihkan perkataannya tentang kemampuan memasaknya. Tenderloin steak buatannya memang sangat enak samapai suzy harus menghilangkan gengsinya untuk meminta tambah. Steak buatan kyuhyun tidak kalah dengan buatan koki-koki bintang lima. Hal itu sedikit membuatnya malu sebagai yeoja. Meskipun tidak terlalu buruk dalam memasak, tapi masakan suzy biasa-biasa saja. Tidak istimewa.

“Sudah kubilang kan kamu pasti menyukainya,”ujar kyuhyun bangga. Dia baru memakan separuh dari daging di piringnya karena terlalu asik melihat suzy yang dengan lahap memakan steak buatannya. Ada kepuasan tersendiri dalam dirinya saat suzy mengabiskan potongan terakhir dari piringnya. Melihat kesenangan yang di dapatnya saat suzy menikmati makanannya dia berjanji akan lebih sering memasak untuk yeoja itu.

“Arasso, aku mengakuinya kamu memang hebat dalam segala hal. Aku heran ada yang tak bisa kamu lakukan.”

“Memang tidak ada, aku bisa melakukan semuanya dengan sempurna.”

“CK.” Suzy berdecak sebal akan kenarsisan kyuhyun, tapi harus dia akui, perkataan namja itu memang benar.

“Oh ya aku lupa bertanya tadi, apa yang kamu katakan pada jiyoung tentang hubungan kita?”

“Kau itu penasaran sekali. Jangan-jangan sebanarnya kamu itu suka bergosip ya,”ledek suzy.

“Aku hanya bersiap-siap, jika tiba di kantor. Aku tahu jiyoung itu adalah ratu gosip terbaik di kota ini, jadi aku perlu tahu apa yang kamu katakan, biar aku siap.”

“Cieh, dasar pengacara selalu ingin tahu,” dumelnya. “Apalagi yang aku katakan. Kita adalah sepasang kekasih yang menjalin hubungan tapi sedang tidak pada jalur yang benar makanya kamu datang ke tokoku di mimggu pagi yang cerah.”

“Lalu apa kata jiyoung?”

“Dia lalu menasehatiku tentang tidak boleh menyerah pada kesulitan yang pertama. Kemudian dia menceritakan tentang sepupunya Eunji yang menyesal. Apa kamu mau mendengar cerita tentang sepupu jiyoung dengan kekasihnya yang bernama Gudu itu lagi? Sepertinya aku mulai mengingat ceritanya dengan baik?” goda suzy.

“Tidak perlu.” Ujar kyuhyun cepat. Semua orang di pertokoan mereka tahu tentang seperti apa jiyoung jika bercerita meskipun kyuhyun belum pernah berbicara langsung dengannya. “Lalu kamu menjawab apa?”

“Tidak adak, karena dia langsung pergi begitu saja,” jawab suzy mulai mebereska piring-pirng mereka dan mulai mencuci piring.

*****

Kyuhyun sedang duduk di salah satu ruang pertemuan di kantornya saat dia berbicara dengan nyonya Kim, seorang janda tanpa anak yang sudah tua. Dia adalah klien tetap kyuhyun yang selalu datang setiap dua minggu sekali pada hari senin untuk mengubah ahli warisnya. Biasanya setiap kali dia datang akan selalu membawakan bekal makan siang untuk mereka berdua.

“Aku ingin mengganti ahli warisku. Aku  mau Shunwa di coret dari daftar ahli waris. Ternyata dia sangat licik. Aku mau Hyo sung aja sebagai ahli waris, meskipun dia menyebalkan paling tidak dia tidak licik,” kyuhyun dengan sabar mencoret dan menuliskan nama yang di minta wanita tua itu. Itu bukan hal yang pertama terjadi. Hampir setiap dua minggu seklai miss kim datang mengganti ahli warisnya dan mencoret lalu menuliskan lagi namanya. “Ah tidak Hyo Sung juga kurang baik. kamu ganti dengan Sung gyu saja. Dia memang sedikit penjilat tapi paling tidak dia masih sedikit perhatian.”

Kyuhyun hanya mengangguk. Meskipun terdengar sinis, kyuhyun tahu wanita itu sebenarnya adalah orang yang baik dan sangat peduli dengan keponakannya. Hanya saja dia kesepian, karena sudah tiga puluh tahun lebih menjanda tanpa anak, tapi kebetulan kaya. Makanya dia datang kekantor kyuhyun. Sebarnya dia hanya sedang ingin di temani makan siang. Ngomong-ngomong tentang makan siang, kyuhyun memutar kursinya dan melirik taman pertokoan mereka, namun tidak menemukan sosok suzy. Apa yeoja itu ada urusan hingga makan siang di luar atau dia lupa makan siang?

“Ah tidak..kamu boleh memasukkan nama mereka semua. Tapi Sunggyo dan Soo eun mendapat bagian paling banyak. Biarkan Sunhwa dan Hyo sung mendapat bagian paling sedikit. Dan keponakanku yang lain biarkan mendapat bagian yang sama,” uajr nyonya Kim lagi menyadarkan kyuhyun dari pikirannya tentang suzy. Kyuhyun hanya tersenyum pada wanita itu.

“Aku pikir hanya itu. Kalau ada perubahan lain aku akan menguhubungimu. Ah..ini aku bawakan makan siang, ini resep rahasiaku, sebenarnya aku sudah lama melupakannya dan tak sengaja menemukannya lagi saat sedang bersih-bersih  kemudian memasaknya,” ujar nyonya kim sambil membuka kotak yang berdiri di depannya.

“Udang gorenh tepung?” tanya kyuhyun.

“Ne..dengan saus asam manis. Tapi ini berbeda dari yang lain,”ujar wanita itu sambil menyodorkan pada kyuhyun. Namja itu memakannya.

“Hmm..ini memang sangat enak. Bagai mana kamu membuatnya?” tanya kyuhyun pensaran

Nyonya kim tersenyum senang karena kyuhyun menyukai masakannya, “Ini resep turun-temurun, aku merendam udangnya dengan air nanas terlebuh dahulu. Aku lupa tentang detailnya,” katanya bangga. Kyuhyun tahu, wanita itu suka jika membicarakan topik makanan.

“Bolehkah aku meminta resepnya?” tanya kyuhyun penuh harap.

“Kenapa? Apa kamu ingin memasakannya pada seseorang?” tanya nyonya kim penasaran yang dibalas dengan senyum menggoda oleh kyuhyun. “Ah..jangan-jangan kamu ingin menggodaku agar memasukkanmu dalam surat wasiatku?” tanya nyonya kim curiga. Kyuhyun hanya geleng-geleng, karena kliennya yang satu ini memang sangat curigaan.

“Aku tidak menggodamu, tapi kamu yang menyukaiku.”

“Kapan aku menyukaimu?” tanya nyonya kim sedikit marah.

Kyuhyun terkekeh, “Aku tahu nyonya menyukaiku, makanya setiap minggu datang mengubah-ngubah surat wasiat dan membawakan makan siang. Nyonya pasti menyukaiku kan?”

“Dasar tidak sopan pada orang tua. Ya sudah lebih baik aku pulang dari pada mendengarkanmu berbicara sembarangan,”ujar nyonya kim mulai memberesi kotak makanannya yang sudah selesai mereka makan.

“Baiklah. Saat nyonya datang, tong jangan lupa resepnya ya..”ujar kyuhyun mengingatkan.

*****

“Ya..ngapain kamu di sini? Tidak makan siang dengan pacar-pacarmu?!” ujar kristal ketus saat Minho duduk di tangga depan meja resepsionsnya.

“Itu bukan urusanmu, dan aku sedang tidak berbicara denganmu,”ujar minho tidak kalah ketus.

“Iya tapi kamu mengganggu acara cewek,” ujar kristal kesal. Karena minho ada di situ dia tidak bisa leluasa bertanya pada suzy tentang masalah hubungannya dengan kyuhyun.

“Mengganggu acara cewek yang mana? Kamu itu bukan cewek tapi serigala. Lagi pula aku datang kesini untuk membelikan makan siang si manis ini,” ujar minho menunjuk suzy.

“Si manis? Memang kamu pikir dia kucing. Lagi pula dia sudah punya pacar,” kata krisatal langsung menarik kantung plastik di tangan minho dengan paksa.

“Ya itu bukan untukmu. Tapi untukku dan si manis ini,” ujar minho tidak terima.

Suzy yang sibuk mengukur ruang resepsionis dan dan tangga kantor JW Law Firm hanya terkekeh mendengar pertengkaran dua orang itu. Sudah bukan hal baru jika kristal dan minho tidak akur. Suzy sering mendengar curhat kristal.

“Hei manis, berhentilah sebentar melakukan itu. Bagai mana kalau kita makan siang dulu kasihan cumi itu jika di biarkan menunggu terlalu lama,” kata minho pada suzy. Saat ini suzy memulai pekerjaannya untuk mendesain ulang interior JW Law Firm, dan dia memutuskan untuk memulai dari meja resepsionis.

“Sebentar lagi. Aku tinggal mengukur tembok dan tangga ini,”ujar suzy menunjuk tangga menuju lantai dua dan tembok  di samping tangga sambil menggeser tanggan lipatnya yang langsung di bantu minho.

“Yak..kamu jangan dekat-dekat dengannya. Kalau pacarnya tahu, kamu bisa di makan hidup-hidup,” uajar kristal memperingatkan minho.

“Biarkan saja, dia perlu mengamati pesonaku lebih dekat, agar dia tahu aku jauh lebih mempesona di bandingkan cho kyuhyun yang sok tampan itu,” ujar minho asal.

“Pesona? Memang pesona apa yang kamu miliki? Dan dia tidak sok tampan, tapi dia memang tamapan.”

“Trimakasih,”ujar suzy setelah minho membantunya dan dia mulai menaiki tangga itu.

“Aku heran, apa yang kamu lihat dari namja sok dingin itu. Aku jelas-jelas lebih baik darinya. Andaikan kita bertemu lebih awal, aku yakin kita kan hidup bahagia…hei apa kamu harus menaikinya setinggi itu? Itu sangat berbahaya,”ujar minho memperingatkan suzy yang berdiri di tangga paling atas dan mulai berjinjit.

“Tidak apa-apa. Aku sering melakukan ini,” ujar suzy menenangkan.

“Tapi itu sedikit berbahaya suzy-ah,”krisatal ikut memperingatkan.

“Hei, kamu pegang tangganya, biar aku memegangnya,” ujar minho pada kristal. Karena khawatir kristal langsung menuruti tanpa membantah minho seperti biasanya. Sekarang posisi minho seperti memeluk pinggang suzy di tangan kanannya dan tangan kirinya berpegangan pada tembok dan sialnya saat itu kyuhyun keluar dari ruangannya dan menuruni tangga.

 Suzy sempat kaget akan kedatangan kyuhyun yang tiba-tiba hampir mebuatnya terjatuh. Suzy juga kembali mersa oleng karena minho tiba-tiba melepas tangannya karena di tatap tajam kyuhyun. Suzy harus memuji akting kyuhyun yang benar-benar terlihat seperti sedang cemburu berat.

“Apa yang kamu lakukan, lepaskan tanganmu”ujarnya dingin masih menatap tajam minho.

“Sanati bro, aku hanya membatunya agar tidak jatuh,”jawab minho sedikit gugup di tatap begitu oleh kyuhyun. Meskipun mereka bersahabat, minho tetap saja takut jika di tatap tajam oleh kyuhyun.

“Dan kau apa yang kamu lakukan?” tanya kyuhyun menuruni tangga dan menghampiri mereka.

“Melakukan pekerjaanku. Mendesain ruangan ini,” jawab suzy santai.

“Turun, itu berbahaya,”kata kyuhyun masih dengan nada dingin.

“Aku sudah sering melakukannya. Ini pekerjaanku. Aku bahkan belum pernah tergores sedikitpun,” ujar suzy berusaha tenang. Mendengar nada dingin kyuhyun cukup membuatnya merinding.

“Aku bilang turun!”

Kristan dan minho yang dari tadi berdiri di situ, hanya mampu menatap suzy iba. Gadis polos yang malang, ujar keduanya dalam hati.

“Tapi..baiklah,”kata suzy akhirnya mengalah karena ditatap tajam begitu oleh kyuhyun. Begitu suzy turun, gantian kyuhyun yang naik dan menyelesaikan pekerjaan suzy. Membuat krisatal mentap kyuhyun dengan tatapan memuja. Berbeda dengan minho, dia malah menatap jengkel ekspresi berlebihan kristal.

“Ini hasilnya.”kata kyuhyun sambil menyerahakan kertas hasil pengukurannya tadi. “Apa ada lagi yang mau kau ukur?”

“Ahni..itu yang terakhir.”

“Apa kamu sudah makan siang?”

“Belum. Tapi tadi coi minho-shi membelikanku makan siang dan berniat memakannya bersama setelah pekerjaanku selesai. Aku pikir kami akan makan siang di taman sekarang,” ujar suzy sambil mentap minho yang sekarang sudah kembali memgang kantong plastik yang tadi di rebut kristal. Senyum manis minho untuk suzy tiba-tiba lenyap saat kyuhun kembali mentapnya tajam dan dingin, mebuat kristal terkikik geli.

“Ck..lain kali jangan mengabaikan makan siangmu demi pekerjaan. Lebih baik makan dulu baru lanjutkan, kalau kamu sakit bagai mana?”

“Aniyo..ini yang pertama dan terakhir. Karena terlalu semangat aku ingin menyelesaikannya dengan cepat. Kamu sendiri apa sudah makan siang?”

“Sudah. Sebaiknya kamu makan siang di ruanganku saja, aku akan memesan makan siang dari restoran jiyoung,”kata kyuhyun menarik suzy keruangannya. Dia tidak suka melihat minho yang terus menatap suzy. Sementara yeoja itu tidak ada pilihan selain menurut.

“Wahh dia keren sekali,”ujar kristal memuja sikap posesif kyuhyun.

“Apanya yang keren dari sikap dingin begitu?” ujar minho tidak terima. Menurutnya dia kan jauh lebih keren dari si cho kyuhyun itu.

“Eis..kamu merusak suasana saja. Sana pergi, lebih baik kamu membeli makan siangmu sendiri,”ujar kristal kembali merampas kantung makan siang itu.

“Yak! Gumiho, itu aku yang beli!”

*****

Suzy sedang asik menonton drama di tv saat mendengar bel rumah kyuhyun berbunyi. Dia mentap kyuhyun yang duduk di samping sambil sibuk dengan kertas-kertas kasusnya tidak memperdulikannya.

“Ya..ada tamu yang datang kenapa kamu tidak membuka pintu?” kata suzy sambil menyenggol lengan kyuhyun. Namja itu mendongak dan suzy yang masih belum terbiasa melihat namja itu dari dekat hanya bisa menahan nafas.

“Kamu saja yang membukanya,”kata kyuhyun kembali dengan kertas-kertasnya.

“Tidak mau! Ini rumahmu dan itu pasti tamumu. Aku malas kalau harus mejelaskan segala sesuatu.”

“Biarkan saja kalau begitu, aku sedang malas menerima tamu,”kata kyuhyun cuek.

“Ya..bagaimana kalau itu tamu penting. Kamu gak dengar belnya berbunyi terus, sangat menganggu, aku jadi tak bisa konsen menonton.”

“Arraso…arraso…”ujar kyuhyun akhirnya dan melepas kaca mata bacanya dan berjalan ke arah pintu.

Baru saja suzy memusatkan perhatiannya ke tv dia mendengar kyuhyun sudah menghampirinya lagi dengan tampang yag menurut suzy aneh.

“Wae..siapa yang datang? Kenapa wajahmu begitu?” tanya suzy heran.

“Mereka datang mencarimu.” Kata kyuhyun tak bersemangat. “Kalian bisa bicara disini..biar aku di taman belakang saja,”kata namja itu tak bersemangat, kemudian mengambil kertas-kertas yang tadi di letakkanya di saping suzy.

Suzy mengerutkan dahi mendengar perkataan kyhyun. Mencarinya?

Siapa yang datang mencarinya malam-malam begini? Lagipula setahunya tidak ada satu orangpun yang tahu dia disini. Masih sibuk dengan pikirannya, tiba-tiba suzy mendengar suara ribut yang tidak asing itu.

“Ommoni…ajhuma…”kata suzy kaget melihat kedatangan tamu yang tak diharapkan itu.  Dengan cepat dia langsung berdiri dan memberi hormat, “Annyeong haseo…”

“Sudah kukatakan kan kalau mereka pasti tinggal bersama. Kalian tidak mau mendengarkanku,” ujar Eunkyo sepupu kyuhyu.

“Ia..aku juga sudah bisa menduganya..melihat mereka setiap bertatapan pasti mereka akan memilih tinggal bersama,”ujar sepupu yang lain.

“Berarti menikahkan mereka secepatnya adalah pilihan yang tepat,”kata bibi kyuhyun.

Ya tamu yang datang adalah, ibu kyuhyun, dua bibinya dan lima sepupunya. Mereka sedang sibuk adu mulut sampai tidak menyadari suzy yang menatap mereka dengan heran. Ibu kyuhyun yang pertama sadar.

“Omo suzy-ah..kamu sudah disini ternyata,”ujar wanita itu langsung menghampiri suzy dan memeluk calon menantunya itu.

“Ne..omoni. kata kyuhyun kalian mencariku..ada apa?”tanya suzy penasaran.

“Oh..dimana namja itu?” ujar ibu kyuhyun tersadar saat tak melihat keberadaan anaknya itu.

“Katanya dia duduk di belekanga saja, dia sedang menyelesaikan kasusnya jadi butuh konsentrasi. Lagi pula katanya agar kita berbica lebih leluasa.”

“Dasar anak nakal..memang kasusnya itu lebih penting dari pada pernikahan?” ujar ibu kyuhyun kesal. “Tapi sudalah..hal-hal seperti ini memang sebaiknya yeoja saja yang mengurusnya.” Kata ibunya lalu mengajak suzy duduk.

“Saat aku menikah, jiho juga tidak mau peduli. semuanya aku yang mengurus, dia hanya mau terima jadi saja, sepertinya semua namja seperti itu”ujar salah satu sepupu kyuhyun mengamini perkataan ibu kyuhun.

“Sudahlah..berhubung suzy sudah disini lebih baik kita langsung bertanya padanya,” ujar bibi kyuhyun. Suzy sudah lupa namanya tapi dia tahu itu adalah adik ibu kyuhyun.

“Ne mau bertanya pa?” tanya suzy panas dingin. Dia sedikit was-was, takut-taku jika di kepung lagi seperti waktu itu.

“Tadinya kami datang kesini untuk menanyakan alamatmu, tapi kata kyuhyun kamu tinggal disini. aku sudah bilang pada mereka kalau kalian pasti tinggal bersam tapi mereka tidak percaya. Lihatkan, aku benar,”kata salah satu sepupu kyuhyun yang hamil.

“Baiklah kamu benar. Tapi bisakah kamu diam? Kami ingin berbicara pada suzy,”ujar sepupu yang lain.

“Maaf sepupu, aku sedang bersemangat.”

“Sudah-sudah,”ujar ibu kyuhyun merelai. “Oh ya..kami baru pulang dari memesan tenda. Ternyata ada beberapa warna, kamu suka yang warna apa? Sebenarnya aku menyukai warna oranye, tapi kata mereka itu terlalu terang. Menurut Haera warna hijau lebih bagus, tapi menurut eunkyo warna biru lebih bagus dan kalau yoora katanya waran putih lebih bagus..jadi kami memutuskan lebih baik bertanya denganmu langsung…” tanya ibu kyuhyun.

“Ne warna tenda? Tanya suzy bingung. Dia tidak bernah berfikir tenda memiliki banyak warna.

“Menurutku biru memang lebih bagus, seperti warna langsit…”

“Tidak! hijau lebih bagus, sesuai dengan pohon-pohon kesukaan suzy…”

“Aniyo! Sudah kubilang oranye itu lebih bagus…seperti warna musim gugur, saat daun-dau coklat berguguran..”ujar ibu kyuhyun tidak mau kalah.

“Tapi yang namanya pernikahan itu identik dengan putih. Lambang kesucian, jadi warna putih paling pas!”

Suzy jadi bingung mendengar berdebatan yang sepertinya tak berujung itu. Menurutnya semua warna tenda itu bagus. Yang pentingkan meraka terlindungi.

“Makanya itu chagi..kamu harus memutuskan warna yang kamu suka, kalau tidak sampai tahun depan kami tidak akan berhenti berdebat,”ujar ibunya kyuhyun lembut.

“Eh..menurutku warna apapun bagus…bagaimana kalau kita sesuaikan dulu dengan konsep acarnya baru kita bisa memilih tenda yang sesuai?” ujarnya memberi saran.

“Ah..kamu benar. Kenapa kita tidak memikirkan konsep acaranya. Kamu bilang suka dengan dekorasi pohon-pohon kan?”

Kemudian mereka kembali sibuk membicarakan konsep-konsep acara pernikahan itu. Pembicaraan lebih di dominasi oleh keluarga kyuhyun, suzy hanya berbicara saat di tanya saja. Dia masih sedikit gugup dan takut-takut salah bicara dan membuat mereka kecewa atau malah lebih mejerumuskannya.

“Hei..ladies? karena kalian terlalu sibuk dengan rencana pernikahan musim gugur ini, apa kalian sudah makan?” tanya kyuhyuh yang tiba-tiba muncul dengan sekotak snack di tangannya.

“Hei! seorang namja tak seharusnya menganggu kesenangan cewek!” ujar salah satu sepupu kyuhyun tidak terima, karena mengintrupsi diskusi mereka yang sangat seru.

“Aku hanya bertanya Noona!” kata kyuhyun kesal.

“Kalau kamu tidak mau membantu lebih baik kamu pergi saja. Aku sudah menyuruh kristal dan jiyoung datang membawa pizza,”ujar ibu kyuhyun mengusir anaknya yang menurutnya saat ini tak ada gunanya. Kyuhyun hanya mendengus kesal dan meninggalkan kerumunan itu.

“Kristal dan jiyoung?” tanya suzy kaget.

“Ne..aku menelepon kristal untuk datang membantu kita mempersiapkan pernikahanmu dan dia bersedia dengan senang hati. Katanya dia akan datang bersama jiyoung.”

Oh tidak! Guman suzy dalam hati. Menghadapi keluarga kyuhyun yang terlalu bersemangat sudah membuatnya pusing, jangan di tampah jiyoung dan kristal lagi.

Dan sesaat setelah itu bel berbunyi lagi.

Kyuhyun yang membuka pintu datang bersama kristal, jiyoung dan minho.

“Anyeong suzy-ah..annyeong ajhuma..annyeong semua..”sapa kristal dan jiyoung bersemangat dengan beberapa kotak pizza di tangan mereka.

“Annyeong.. Minho-shi..kamu juga datang?” tanya suzy heran.

“Aku yang memintanya. Rasanya tidak adil, jika hanya aku sendiri namja di rumah ini. Jika kalian melakukan sesuatu, paling tidak aku punya sekutu,”ujar kyuhyun asal.

“Cie..seperti kamu bisa di apa-apakan saja.”

Kyuhyun tidak menanggapi lagi dan langsung mengajak minho ke taman belakang meninggalkan kumpulan perempuan penuh semangat itu.

“Pizza!!” kata kristal penuh semangat dan detik kemudia  sudah berpindah tangan karena di serbu oleh para sepupu kyuhyun.

—–

Saat ini suzy sedang duduk bertiga bersama jiyoung dan kristal, agak menjauh dari kerumunanan keluarga kyuhyun yang menikmati Pizza.

“Ya..sejak kapan kamu berbacaran dengan cho kyuhyun? Kenapa tiba-tiba mau menikah?” tanya kristal penasaran. “Aku bahkan tidak pernah tahu kalian dekat.” Jiyoung hanya mengangguk setuju.

“Ne..kalau aku tidak melihat kyuhyun berdiri di depan tokonya minggu pagi kemari, kita pasti tidak akan tahu jika dia akan menikah,”jiyoung ikut menambahkan.

“Kamu tahulah dia seperti apa. Dia sebenarnya agak takut berhubungan serius. Jadi…” ujar suzy pelan. “…dia tidak ingin hubungan kami di ketahui orang lain dulu, Mianhae..”kata suzy mengarang. Dia sedikit bersalah juga harus berbohong pada kristal.

“Cieh..kalau tak ingat seperti apa sifat cho kyuhyun, aku tidak memaafkanmu karena kamu sudah berbohong padaku,”kata kristal pura-pura galak.

“Karena kalian sudah mau menikah, berarti kalian sudah menyelesaikannya hal-ahal pada jalur yang tidak benar. Aku sangat senang mendengarnya suzy-ah..paling tidak nanti kamu tidak akan menyerah. Oh pakah aku sudah pernah bercerita tentang seseorang yang kukenal yang akhirnya bisa menikah?”

Suzy dan kristal langsung berpandangan. Mereka tahu arah pembicaraan jiyoung. Apalagi kalau bukan cerita panjang khas jiyoung.

“Oh! Berhentilah jiyoung,. Aku sedang tidak ingin mendengar kisah-kisah tak pentingmu itu,”ujar kristal terus terang. Kristal memang orang selalu berterus terang tentang yang di pirannya. Jiyoung hanya mengerucut sebal.

“Oh ya bagaimana hubunganmu dengan minho?” tanya suzy penasaran.

“Hubungan apa maksudmu?!”kata kristal sebal. “Aku tak memiliki hubungan apa-apa dengan namja playboy menyebalkan itu.”

“Oh ya? Aku pikir kalian pacaran. Soalnya minho sepertinya menyukaimu,”kata suzy jujur.

“Jangan berbicara sembarangan. Setiap hari kami hanya bertengkar apanya yang menyukaiku?”

“Tapi sungguh, semua orang yang melihat kalian pasti akan berfikiran begitu. Dia sering bertengkar denganmu sebenarnya hanya untuk mencari perhatianmu.”

“Ne..aku setuju dengan suzy..aku juga merasa minho itu sedang mencari perhatianmu. Dia suka suka sekali meledekmu. Oh aku mau cerita, kalau aku punya sepupu bernama…”

“Jiyoung sudah kubilang aku sedang tidak ingin mendengar ceritamu!” ujar kristal galak. “Lagipula kenapa kita membahas tentangku dan minho. Kita kesinikan untuk membahas pernikahanmu dan cho kyuhyun.”

Suzy memandang kristal dengan muka polos. Gagal sudah dia mengalihkan perhatian kristal yang ingin tahu hubungannya.

“Woii…pengantin perempuan apa yang kamu lakukan di situ? Kita sedang membutuhkan pendapatmu tentang model gaun pengantinnya,”ujar salah satu sepupu kyuhyun. Suzy hanya mendengus. Keluar dari mulut singa, masuk mulut buaya.

TBC

Maaf ya aku br bs post ff yg ini…aku belum ada mood buuat nyelesain ff lain. HT sebenarnya tinggal dikit lg kelar part berikutnya, tp ntah kenpa aku malas bgt buat nyelesaiin…aku benar2 lg g mood buat nyelesaiin satu ffpun..^^

Mianhae..

Advertisements

24 thoughts on “Would You Be My Girlfriend?? Part 7

  1. kyaaa akhirnya part 7nya dipost
    gomawooo thor..

    kyuzy ud tinggal breng tp sweet momentnya blom banyak hehehe
    ommo kayaknya bentar lgi kyuzy nikah nih.,aaarrggh ud ga sabar nih thor

    minho,krystal ma jiyoung pada kocak ya…
    aku suka karakter jiyoung disini..meskipun ceritanya bikin pusing tp sarat makna wkwkwkwk

    ditunggu next chaptnya ya thor..
    ffnya daebak

  2. oke thor aku suka ffmu yg ini, seru juga. Part next’a kyuzy udh nikah kan, banyakin romance’a thor, d’tunggu next’a

  3. Haha tambah seru thor..
    Ayo semangat thor.. (ง’̀⌣’́)ง
    Aq slalu nunggu kelanjutan ffmu loh thor..
    Author semangat..author semangat.. (ง’̀⌣’́)ง

  4. Gak mood bagi seorang penulis mah wajar. Jadi min harus tetep semangat ne.. Dan serius,walau pas kmaren baca fanfic di fb dan kepotong_potong dan bingung karna bacanya di hp tapi giliran baca yg ini bener_bener kerasa fellnya. Uah kyupa aku suka sifat posesifmu,bener” bikin hatiku meleleh :-*

  5. Gak sabar mau liat mereka nikah ^^ berharap kyu cepet” bilang cinta sm suzy, kyu harus sering dibuat cemburu tuh thor biar bs sadar sm perasaanya hehe
    Fighting nulisnya yaaaa thor, klw bs ceritanya sampe mereka punya aegi 😀

  6. kyuppa gentle banget mw naik tangga trus ngukur ini itu.. itu tadi dia cemburu beneran atau akting doang yah??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s