Would You Be My Girlfriend?? Part 6

cats

genre : romance

Author : Ririn

cast : Bae Suzy  ( miss A )

Cho Kyuhyun (SuJu)

Kristal f(x)

Coi Minho (shine)

Kang Jiyoung (Kara)

And Other

Length :–

Semua cast milik mereka sendiri, cerita is mine..

Happy reading deh buat semua ^^

====================================

Part 6

Suzy berhenti meregangkan tubuhnya tiba-tiba. Ada yang salah…

Perlahan-lahan dia membuka matanya. Dia mengamati sekelilingnya. Dia tak berada di sofa bednya. Dia tak berada di ruang kantornya. Dia berada…

Kesadaran itu perlahan-lahan meresap kedalam pikirannya. Dia sedang berada di kamar tamu cho kyuhyun. Tidur di ranjangnya dengan kaus namja itu yang usang dan lembut karena terlalu sering di cuci. Baunya  seperti cho kyuhun. Hangat dan khas, berbeda dengan image yang selama ini di tampilkan namja itu.

Pria Es…adalah julukan untuk seorang cho kyuhyun. Namun namja itu tidak tampak seperti pria yang dingin seperti es sama sekali. Semalam sewaktu suzy mengaku tidur di kantornya…oh baiklah, meskipun sedikit kasar dan memaksa suzy untuk tinggal di rumahnya, namja itu nampak sungguh-sungguh peduli.

Kepeduliannya tampak menyentuh. Dan saat namja itu berhenti memaksa dan hanya memohon, suzy tak bisa menolak. Atau mungkin karena pengaruh dia minum anggur?

Baiklah, suka atau tidak, suzy tak berencana untuk tinggal lebih lama lagi disini. Semalam dia terlalu lelah untuk bertengkar. Dan ia punya banyak hal untuk di pertengkarkan.

Bayangkan saja, cho kyuhyun berniat mengubah pacaran sandiwara ini ini menjadi pernikahan sandiwara.

Suzy memang putus asa, tapi dia belum seputus asa itu.

Suzy memandang kamar kyuhyun sekilas. Dia harus berbicara dengan cho kyuhyun dengan jelas. Ia tak mau terlibat dalam pernikahan sandiwara ini. Dia punya harga diri.

Tapi cho kyuhyun membutuhkan bantuannya. Namja itu bukan jenis orang yang akan mau meminta tolong dan memohon pada orang lain untuk mendapatkan yang dia mau. Dan namja itu melakukan itu padanya.

Tapi bagaimana suzy mengatakannya?

Bagaiman ia bisa menikah dengan pria yang tidak mencintai dan di cintainya?

Suzy tak bisa menjawab pertanyaannya itu. Dia turun dari tempat tidur dan langsung menuju kamar mandi.

Suzy nyaris mengerang akibat kesengangan yang di terimanya ini. Rasanya begitu menyenangkan mandi tanpa harus pergi ke tempat pemandian umum. Suzy menikmati acara mandi yang lama, mewah dan pribadi. Jika saja aku punya pakaian bersih, pasti ini akan semakin menyenangkan, kata suzy dalam hati karena harus kembali menggunakan gaunnya yang semalam.

Suzy menghabisakan beberapa menit untuk menyisir rambutnya dan menggunakan lipbalm yang dia bawa dalam tas kecilnya. Setelah merasa cukup pantas, dia pergi menuju ruang tamu. Dia mencari orang yanga sebentar-lagi-tidak-akan-menjadi-kekasinya-itu.

Cho kyuhyun sedang bersantai di sofa sambil meletakkan kakinya di meja depannya sambil mencoret-coret kertas di pangkuannya. Namja itu tampak lebih mudah di dekati pagi ini. Mungkin karena pakaian santainya.

Rambut namja itu juga tampak berantakan. Ada beberapa rambut yang jatuh berantakan di dahinya. Namja itu tampak serius karena kacamata yang dia gunakan.

Suzy tak pernah tahu  jika namja itu menggunakan kacamata. Dan entah bagaimana, suzy merasa kacamata itu tampak seksi di pakai namja itu. Itu tidak adil. Seharusnya namja itu tidaka tampak lebih seksi menggunakan kacamata, tapi itulah yang terjadi.

Kyuhyun mendongak dan melepas kacamatanya, “maaf aku tak mendengar kamu datang. Apa tidurmu nyenyak?”

Suzy mengangguk, “kau bisa mengantarku pulang sekarang?”

Suzy ingin pulang, kembali pada kehidupannya yang normal. Dia ingin melupakan pacaran sandiwara ini dan juga melupakan pernikahan sandiwara itu. Dan yang paling penting, suzy ingin melupakan cho kyuhyun yang tampak seksi –dengan atau tanpa kaca mata.

“kurasa kita akan keluar untuk sarapan,” kyuhyun meletakkan notes dan kacamatanya di meja dan bangkit berdiri mendekati suzy.

Suzy mundur sedikit untuk memberi jarak di antara mereka, “kurasa tidak. Maksudku kurasa pakaianku tidak cocok untuk sarapan di minggu pagi.”

“Kita bisa mampir ketempatmu, jadi kamu bisa mengganti pakaianmu dulu.”

“Kamsahamida, tapi kurasa ini saatnya aku…”

“Jeball. Aku masih ingin meneruskan percakapan kita tadi malam,” potong kyuhun.

“Cho kyuhyun-shi, mengenai hal itu…”

Kyuhyun mengangkat tangannya untuk menghentikan suzy , seolah tangannya itu dapat mengentikan protes suzy, “Aniya, jangan katakan apapun sampai kamu mendengarkanku.”

“Kurasa itu tidak perlu,” tidak mungkin ia dapat menikah dengan namja yang tidak ia sukai.

“Kajja,” ujar kyuhyun sambil menyambar catatan-catatan yang tadi dia  corat-coret, “Ayo kita pergi.”

Merasa tidak bisa menang dalam perdebatan itu, suzy hanya mengangguk dan mengikuti kyuhyun. Dia akan pergi sarapan dengan cho kyuhun, pura-pura mendengarkan perkataan namja itu dan menolaknya secara halus, kemudia hidup normal lagi.

Perjalanan menuju toko suzy sangat hening. Kyuhun memarkir mobilnya di depan toko suzy. Suzy langsung bergegas membuka pintu dan beseru sebelum turun, “aku akan segera kembali,” lalu dengan buru-buru memasuki tokonya.

Kyuhyun keras kepala dan tidak mengerti maksudanya –jangan mengikutiku ke dalam, kamu tunggu di mobil saja-  malah mengikuti suzy kedalam tokonya.

“Kamu bisa menunggu di luar dan duduk menunggu disini,” ujar suzy menunjuk kursi yang di letakkannya di luar untuk menghias bagian luar tokonya.

Kyuhyun tampaknya tak menghargai tawaran suzy dengan tidak mau duduk di salah satu kursi itu, malah berkata, “Tunjukkan padaku dimana kamu tidur,” dengan gayanya sok memerintah itu.

“Kubilang di kantorku.”

Kyuhyun berjalan mendahului suzy begitu yeoja itu berhasil membuka pintunya dan memasuki bagian dalam kantornya.

“Disitu?” tanya kyuhun mengedikkan kearah sebuah sofa.

“Itu sofabed. Tidak terlalu buruk,” ujar suzy tak mengatakan tonjolan keras di tengahnya. Tidak peduli bagaimana posisi tidur suzy, tonjolan-tonjolan itu akan tetap mengenai tubuhnya dan mengakibatkan badannya sakit ke esokan harinya.

Kyuhyun membuka kamar mandinya, “Tak ada showernya?”

“Dan ada pemaindian umum di dekat sini. Aku bisa kesana sambil berolah raga tiap pagi. Sangat ekonomis dan tentu saja memotivasiku untuk berolah raga setiap hari.”

Kyuhyun menggeleng, “kamu tak bisa terus-terusah hidup seperti ini?”

“Tidak akan lama kok. Itu jika kamu pengacara yang cukup bagus untukku memperoleh uang dari tuan park.”

Itu tantangan…suzy sudah memberikannya tantangan.

Kyuhyun tidak akan ragu-ragu menerima tantangan itu, “Aku pengacara yang bagus, lebih dari kata cukup bagus. Aku sudah mempelajari materi dan kasusmu. Aku pasti memenagkannya, tapi seperti yang sudah kukatakan, itu tetap butuh waktu.”

“Kalau begitu aku hanya perlu bertahan,” ujar suzy enteng dan berusaha menganggap semuanya semuanya tak ada artinya, meskipun dalam hati ia mengerang. Ia tak akan mengakui pada cho kyuhyun, tapi sebenarnya situasi yang dia hadapi tak senyaman yang berusaha ia tunjukkan.

Kemarin di kamar tamu cho kyuhyun, suzy merasakan yang namanya tidur nyenyak untuk pertama kalinya seteleh ia membuka ‘Soo Galery’.

Kyuhyun masih menggeleng, “palli ganti pakainmu, aku punya beberapa gagasan.”

“Cho kyuhyun-shi.”

“Sekarang juga!” katanya tegas dan meninggalkan kantor suzy dan menutup pintu. Gayanya angkuh. Bossy, dan yakin-tahu-apa-yang-tepat, padahal dia tidak-tahu-apa-apa. Akan setimpal rasanya jika suzy membiarkannya kedinginan di luar.

Menyadari kyuhyun berda di balik pintunya, suzy merasa gemetar saat melepas gaunnya dan meraih celana jins serta kaus oblongnya warna abu-abu. Suzy sedang mengancingkan resleting celana jinsnya saat pintu terbuka.

“YAK!”

“Ini hanya aku manis,” ujar wanita  berambut sebahu  itu sambil menatapnya penuh minat. Kang jiyoung pemilik restoran cina yang tepat berda di depan JW Law Firm.

Saat ini suzy sedang tak ingin mendengar ocehan jiyoung yang suka melantur kemana-mana. Saat ini dia hanya ingin ‘putus hubungan’ dari namja bernama cho kyuhyun.

Namun sepertinya jiyoung tak menyadarinya, karena dengan seenaknya, yeoja itu duduk di sofa tanpa di undang. “Aku sedang mengantar pesanan ke nyonya Lee, pemilik salon sebelah. Aku heran kenapa di hari minggu yang cerah begini dia masih saja membuka tokonya, mebuatku tak bisa beristirahat dengan tenang. Kamu kan tahu hari ini hari minggu dan aku berniat istirahat dan tiba-tiba dia menelepon dan memesan makanan, dan terpaksa aku harus kembali ketoko, -ini hanya antara kita berdua saja- aku tidak begitu menyukai nyonya lee, dia sangat bawel..” suzy mendengus mendengar pembicaraan melantur jiyoung lagi. Dia mencibir, jiyoung bahkan jauh lebih cerewet dari pada nyonya lee.“Tapi itu tidak penting,” ujar jiyoung lagi.

“Aku sedang dalam perjalanan ke toko nyonya lee saaat melihat seorang cho kyuhyun duduk dikursi etalase tokomu. Aku bertanya-tanya, ‘apa yang dilakukan seorang cho kyuhun duduk didepan toko bae suzy di minggu pagi?’ dan itu, kau tahu sendiri, aku tak dapat menahan diriku untuk tidak datang kesini dan bertanya dan setelah menemui nyonya lee aku memutuskan menemuimu dan bertanya, jadi aku datang untuk mencari tahu.”

Suzy duduk desebelah jiyoung dan berkata, “Dia..”

Jiyoung memotong, “Dan tolong berhati-hati dengan apa yang akan kau katakan padaku, karena aku menyukai gosip. Kita berdua tahu aku ratu gosip yang  harus menyebarkan gosip ke seluruh penghuni pertokoan ini.”

Suzy berfikir cepat, memutuskan versi seperti apa yang akan dia ceritakan pada jiyoung. Dia juga tahu jiyoung ratu gosip, dan suzy juga tahu ibu kyuhyun cukup dekat dengan beberapa karyawan JW Law Farm termasuk kristal, jadi tidak mungkin dia mengatakan mereka tidak memiliki hubungan, “Kami menjalin hubungan. Yeah semacam begitu.”

“semacam begitu? Aku pernah punya bibi yang berpacaran, ya semacam hamil, dan pernikahan tidak pernah terjadi, tapi kelahiran tetap terjadi. Itulah sepupuku Eun ji. Aku memang berniat memeperlakukannya semacam sepupu..,tapi karena kepribadiannya yang tidak menyenangkan…aku melakukan pembicaraan lebih menarik dengan lobak. Jadi aku membutuhkan  penjelasan lebih menarik dari semacam menjalin hubungan itu.”

“Hmm..kami menjalin hubungan, tapi segala sesuatunya..”suzy memikirkan kisah apapun yang akan di ceritakannya, “..tidak berjalan semesitinya. Itulah sebabnya cho kyuhun ada di sini pagi ini. kami akan pergi sarapan dan membicarakan piliha-pilihan yang ada.”

“Aku bisa saja bertanya bagaimana kamu bisa berkenalan dengan cho kyuhun dan menjalin hubungan tanpa di ketahui kristal, sulli, ji eun, gyuri, minyoung dan Ah young. Seingatku kamu hanya sekali bertemu denganya minggu lalu, tapi aku tak akan bertanya. Yang ingin ku katakan adalah, cinta tidak seharusnya di abaikan hanya karen ‘tidak pada jalur yang lancar.’ Itulah komitmen. Bertahan pasa ‘saat sulit’ dan menunggu ‘saat-saat baik’ muncul.

“Tapi terkadang kamu perlu memperkecil kerugian,” kata suzy.

Suzy setuju dengan ‘saat-saat sulit itu. Tapi ini hanya hubungan sandiwara dan tetap pada waktunya akan berakhir.

“Memperkecil kerugian? Wah kedengaran seperti cara bicara pengacara. Pengacara? Mereka seperti spesies yang bingung. Bingung seperti babi dalam kandang. Itulah sebabnya Tuhan menciptakan seorang wanita. Untuk memberi mereka petunjuk. Dan kurasa kamu bukan yaoja plin-plan yang menyerah saat menemui kesulitan pertama. Apakah aku sudah pernah bercerita tentang sepupuku Eun ji?”

Suzy bisa mendengar awal cerita yang panjang. Cerita-cerita panjang adalah keahlian seorang kang jiyoung. Suzy merasa harus menghentika jiyoung sebelum dia memulai cerita itu mengingat kyuhyun masih menungu di luar, namun karena dia enggan menemui namja itu dia berkata, “Sepertinya kamu pernah berkata dia buka teman bicara yang baik.”

“Ne, aku benar tentang itu. Seperti yang kukatakan lobak lebih menarik di ajak bicara dari pada dia. Tapi beberapa tahun yang lalu dia bertemu dengan seorang pria pesolek bernama ‘Gudu(sepatu)’.”

“Gudu?”

Jiyoung tersinggung, “itu nama yang bagus. Kakeknya yang memberikannya. Kakek Gudu adalah seorang tentara dan namanya di ambil dari nama kakeknya. pokoknya dia kehilangan kakinya.”

“Kakek Gudu kehilangan kakinya saat perang?” tanya suzy.

“Bukan, tapi kaki Gudu.”

“Oh,” ujar suzy prihatin.

“Bisakah kau jangan memotong pembicaraanku? Aku perlu konsentrasi,” ujar jiyoung sebal pada suzy. “Jadi sepupuku eunji ini berpacaran dengan Gudu dan memutuskan untuk menikah. Dia dulu pria pesolek dan aku tidak terlalu menyukainya. Dan sekrang aku menyesal karena bersikap begitu, karena gudu ternyata orang yang menyenangkan. Tapi karena ada banyak dan macam hal, si Gudu kecelakaan dan kehilangan kakinya. Karena hal itu, sepupuku eun ji menjadi bimbang dan dan takut karena hubungannya menemukan kesulitan yang pertama. Lalu sepupuku eunji memutuskan, ah ini membuatku malu menjadi sepupunya, merasa malu dengan keadaan Gudu dan memutuskan hubungan. Setelah satu tahun ternyata si Gudu itu menemukan wanita yang jauh lebih baik dari sepupuku eunji dan tidak malu dengannya. Gudu juga akhirnyaa memiliki kaki palsu yang sangat bagus dan ternyata si gudu mewarisi banyak harta dari kakeknya. lalu sepupuku Eunji akhirnya menyesal dan pada akhirnya dia menikah dengan pria mabuk yang suka memukulinya.” Ujar jiyoung panjang lebar.

“Nah yang ingin aku katakan padamu, kamu jangan seperti sepupuku Euji yang langsung ketakutan begitu menemuka rintanga pertama. Kita tidak tahu apa yang terjadi berikutya. Nanti kamu akan menyesal seperti sepupuku eunji. Jadi kamu harus tetap bertahan meskipun hubungan kalian sedang ‘tidak di jalur yang benar’”

Suzy ingin sekali berkata pada jiyoung, jika dia memang terlibat dalam satu hungan yang sesungguhnya dengan cho kyuhyun dia tidak keberatan tentang ‘bertahan di masa-masa sulit’. Tapi kan?…dia juga tidak mungkin mengatakan yang sesungguhnya dengan jiyoung.

“Kamu tidak mengerti masalahnya,” ujar suzy akhirnya.

“Apapun masalahnya aku berharap kamu tidak menyerah. Baiklah, sebenarnya ada banyak hal yang ingin aku bicarakan denganmu, tapi cho kyuhyun sedang menunggumu di luar. Aku tidak ingin membuat kalian lebih lama lagi menyelesaikan perkara kalian tentang ‘hubungan yang tidak pada jalur yang lancar,” ujar jiyoung sambil berdiri. “Aku juga sudah tidak sabar untuk menyebarkan gosip baru ini pada penghuni pertokoan ini. Apakah aku sudah mengatakan jikaaku ratu gosip?” tanya jiyoung.

“Sudah.”

“Baiklah kalau begitu aku pergi dulu,”kata jiyoung dan langsung berlalu dari kantor suzy.

Suzy merasa lega sekaligus cemas begitu Jiyoung berlalu. Dia lega karena tidak mendengar cerita panjang jiyoung lagi. Dia cemas bukan karena gosip yang akan di sebarkan jiyoung, karena dia tahu cepat atau lambat ibu kyuhun yang akan menyebarkan gosip itu, ia cemas karena sebentar lagi dia akan bertemu cho kyuhyun dan membahas topik yang dia yakini akan sulit dia menangkan. Siapa yang bisa bedebat melawan pengacara?

“Ayo pergi,” ujar suzy menemui kyuhyun di depan tokonya, setelah dia tidak memiliki alasan lagi menunda bertemu kyuhyun.

————-

Kyuhyun membawa mereka makan di restoran jepang saat pertama kali mereka bertemu..ah bukan, tapi berbicara. Suzy memesan nasi dengan daging lada hitam dan juga salad sayur, kyuhyun juga memesan sama dengan suzy.

“Baiklah apa yang ingin kamu katakan?” tanya suzy begitu selesai memesan makanannya.

“Aku pikir, lebih baik kita membicarakannya setelah kita selesai makan. Aku tidak suka mendiskusikan sesuatu dengan perut kosong.” Suzy memutar bola matanya mentap kyuhyun sebal namun tidak berkomentar.

Begitu pesanannya datang, suzy dengan rakus menghabisakan makanannya, selain karena ingin cepat menyelesaikan urusannya dengan kyuhyun, dia juga memang kelaparan.

“Ckck..kamu itu benar-benar rakus sekali. Kamu seperti orang sudah satu minggu tidk makan.” Kyuhyun hanya geleng-geleng kepala melihat cara makan suzy yang tidak ada anggun-anggunnya. Dia hanya mengamati cara makan suzy tanpa menyentuh makanannya sedikitpun. Dia sudah kenyang duluan melihat cara makan suzy. “Makannya pelan-pelan saja,” komentarnya lagi melihat suzy yang sedikit tersedak dan menyodorkan segelas air putih yang di terima yeoja itu dengan senang hati.

“Karena mencari uang itu tidak mudah, aku selalu sangat lahap saat makan. Aku harus mengirit pengeluaranku dan tidak bisa sering-sering makan enak,” ujar suzy tanpa memperhatikan raut wajah kyuhyun yang sudah berubah.

“Ini, punyaku habiskan saja sekalian. Aku tidak berselera,” kata kyuhyun sambil memberika piringnya yang sama seklai belum di sentuhnya pada suzy. “Badanmu itu terlalu kurus, kamu harus lebih memperhatikan makanmu.” Suzy memang yang tidak bisa melihata makanan mengenggur menerima piring kyuhun dengan senang hati.

“Kamsahamida,”katanya.

“Nah sekarang aku sudah selesai makan, sekarang kamu bisa mengatakan gagasanmu,” ujar suzy setelah selelsai minum dari gelas yang di sodorkan kyuhyun.

“aku hanya merasa  ah..bukan aku sangat yakin pernikahan ini akan menguntungkan kita bedua,” ujar kyuhyun memulai. “Setelah aku pikir-pikir, dengan kita menikah akan jauh lebih baik dari pada hanya sekedar menjadi sepasang kekasih. Aku bisa dengan tenang mengejar karirku tanpa perlu pusing mendengarkan rengekan ibuku tentang menikah. Dengan kamu menikah denganku karimu sebagain desan interior juga semakin cemerlang. Coba banyangkan, berapa banyak klien yang akan kamu dapatkan mulai dari klien-kilenku, rekan-rekan bisnis JW Law Firm saat aku membawamu ke acra-acara perjamuan kantor. Kita akan sama-sama untung.”

“Tapi yang kita bicarkan itu pernikahan cho kyuhyun-shi..itu bukan main-main..”

“Coba pikirkan keuntungan yang akan kita terima. Lagi pula apa alasan yang akan kamu katakan pada eomma dan keluargaku tentang pembatalan pernikahan ini secara tiba-tiba, padahal besok mereka akan mulai mencari tenda seperti yang kamu katakan.”

“Itulah yang ingin aku bicarakan denganmu. Bagaimana cara kita menjelaskan ini semua.”

“Anggap saja kamu sedang membantuku. Eommaku pasti sudah memberitahukan pada penghuni JW Law Firm tentang kabar pernikahan. Dan mereka akan curiga jika aku katakan aku tiba-tiba putus dengan kekasihku. Aku tidak bisa membayang bagaiman reaksi eommaku dan keluarga besarku saat tiba-tiba aku berkata hubungan kita sudah berakhir. Mereka sangat menyukaimu, dan eommaku pasti akan sangat terpukul sekali,” kyuhyun mengubah cara pendekatannya. Dia tahu meyakikan suzy lebih baik dengan menggunakan perasaan dari pada keuntungan.

“Seharusnya kamu sudah memikirkan kemungkinan ini sebelumnya,” ujar suzy lemah. Dia mulai masuk perangkap kyuhun dan tidak tega jika harus membayangkan ekspresi sedih eomma kyuhyun. Dia menyukai ibu dan keluarga kyuhyun. Kehangatan keluarga yang sudah lama tidak dirasakannya.

“Maaf aku tidak berfikir sejauh ini,” ujar kyuhyun lemah. “Aku tidak menyangka jika akhirnya topik beralih kearah pernikahan. Jika pernikahan tidak di singgung, aku pikir tidak sulit mengatakan pada eommaku jika hubungan kita sudah berakhir. Tapi sekarang berbeda. Melihat semangat eommaku menyiapkan pernikahan ini, aku tidak tahu bagaimana caranya mengetakannya ini semua sudah berakhir tanpa membuat eommaku sangat kecewa. Jadi kumohon, bantulah aku.”

Suzy mendesah, dia tahu itu juga salahnya. Harusnya dia bisa lebih mengendalikan mulutnya dan tidak membiarkan mereka mendapatkan apa yang mereka mau. Dia yang membuat kyuhyun terlibat dalam kesulitan ini, “Baiklah, ku menang..apa rencanamu?”

Kyuhyun tersenyum senang dan puas, “yang pertma yang kita lakukan adalah, kamu harus pindah dari tokomu ke rumahku.”

“Tidak!” ujar suzy tegas

“Tidak?”

“Ya, tidak! Meskipun aku setuju dengan rencana pernikahan konyolmu ini aku tidak akan pindak ke rumahmu. Aku akan tetap tinggal di toko.”

“Kenapa kamu keras kepala sekali? Tidak baik bagimu tinggal di toko itu sendirian, seorang yeoja.”

“Aku sudah tinggal disana selama sebertahun-tahun dan sejauh ini aku baik-baik saja.”

“Oh ayolah..kita tahu toko itu tidak layak untuk di tinggali. Showernya bahkan tidak ada. Dan kita tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Dan memikirkanmu sendirian disana membuatku tidak tenang,” aku kyuhyun jujur membuat suzy terkesiap. Cho kyuhyun khaawatir padanya? “aku tahu kamu yaoja mandiri, tapi bagaiman jika terjadi sesuatu denganmu? Daerah pertokoan itu kosong pada malam hari. Tidak ada yang bisa menolongmu.”

“Aku berterimakasih dengan kekhawatiranmu, tapi aku tidak menerima bantuan dari siapapun, tidak juga kamu.”

“Tapi aku calon suamimu. Dan aku berhak menyuruhmu pindah.” Kyuhyun memang sudah bertekad membawa suzy keluar dari toko itu. Cho kyuhyun adalah orang yang egois,dia sebenarnya tidak memikirkan keselamatan suzy, dia memikirkan dirinya sendiri. Dia tidak bisa tidur tenang jika membayangkan suzy selama ini tidur disana membuat dia tidak tenang dan marah. Dia tidak suka itu.

“Ini hanya pernikahan sandiwara. Itu tidak memberimu hak untuk mengatur-atur apa yang harus aku lakukan.”

“Aku tidak mencoba mengatur-aturmu. Aku hanya memikirkan keselamatnmu. Apa susahnya sih kamu pindah dari toko itu ke rumahku yang jauh lebih nyaman. Aku punya beberapa kamar kosong. Memiliki kamar madi, dapur dan yang pasti lebih aman.”

“Apa kata orang nanti, jika sepasang yang belum menikah tinggal satu rumah.”

“Oh, ayolah..sejak kapan kamu peduli dengan kata orang. kamu itu orang yang keras kepala,” ujar kyuhyun jengkel dengan keras kepalanya suzy.   “Ini sudah tahun 2013, yang mana bukan hal aneh lagi di korea jika sepasang manusia yang belum menikah tinggal satu rumah. Lagi pula kita tidak berbuat apa-apa. Dan tokomu itu tidak ada pengamannya. Yang seharunya kamu pikirkan itu keselamatanmu, bukan apa kata orang-orang.”

Suzy sedikit terharu dengan perhatian cho kyuhyun. Bagaimana namja itu khawatir dengan keselamatannya. Kyuhyun memang benar dia bukan tipikal orang yang memikirkan pendapat orang lain. Dia juga percaya cho kyuhyun tidak akan melakukan sesuatu yang tidak semestinya padanya, tapi justru itu yang membuat suzy khawatir, kepercayaan terhadap cho kyuhyun.

Kakeknya sudah sering dulu mengingatkannya untuk tidak terlalu percaya pada orang yang baru di kenal dan sejauh ini dia selalu menaatinya, tapi dengan cho kyuhun dia sangat percaya pada namja itu sejak pertama bertemu, ini membuatnya cemas. Semalam saat suzy tidur di kamar tamu cho  kyuhyun, suzy merasa sangat tenang dan damai, bukan hanya karena dia tidur di kasur yang empuk dan kamar yang hangat, tapi karena dia juga merasa sangat nyaman mengetahui kyuhyun tidur dengannya hanya di batasi tembok yang memisahkan kamar kyuhyun dan tempat suzy tidur. Dia merasa nyaman saat mengetahui namja itu ada di dekatnya, tapi itu justru membuatnya ketakutan. Dia takut jika dia mengharapkan lebih dari cho kyuhyun, dia takut berharap lebih karena cho kyuhyun hanya menganggapnya rekan bisnis. Yang akan sama-sama untung.

“jadi bagaiman? Berapa lama yang kamu butuhkan untuk memberskan barang-barang pribadi? Aku hanya sempat hari ini, karena besok aku sudah mulai sibuk,” ujar kyuhyun membuayarkan lamunan suzy.

“Tidak! Aku tidak akan pindah dari tokoku apapun yang terjadi. Jika kamu ingin perjanjian ini tetap berlangsung kamu harus menerima keputusanku,” ujar suzy tegas tidak mau di bantah.

“Baikalah kalau itu maumu,” ujar kyuhyun akhirnya. “Kalau begitu lebih baik kita kerumahku dulu, dan membantuku membereskan barang-barang pribadiku,” ujar kyuhyun mulai berjalan keluar restoran setelah meletakkan beberapa lembar uang di meja.

“Eh buat apa kamu membereskan barang-barang pribadimu?” tanya suzy ikut membuntuti kyuhyun di belakang.

“Kamu kan tidak mau pindah ke rumahku? Jadi akau yang akan pindak ke tokomu,”

“Eh..”

“Apakah sofa bed mu cukup untuk kita berdua? Atau aku perlu membeli semacam kasur lipat?” tanya kyuhyun sambil masuk kedalam mobinya.

Suzy hanya melongo, tidak bisa berkomentar.

“Eng..biasanya kamu bangun jam berapa ke pemandian umum? Karena aku jam tujuh sudah harus di kantor aku pikir kita harus bangun lebih pagi dari kamu biasanya pergi kesana,” kata kyuhyun dan mulai menyalakan mobilnya. “Dan kalau bisa lemari pakaianmu kamu kosongkan sebagian, aku perlu meletakkan pakaianku.”

“Ah sarapan..kita sarapan dimana? Karena biasanya aku hanya melihatmu makan siang ditaman, jadi aku tidak tahu kamu sarapan dimana. Aku terbiasa sarapan.”

“Arasso..arsoo..kamu menang. Aku yang akan pindah ke rumahmu,” ujar suzy akhirnya. Dia tidak bisa membayangkan seorang cho kyuhyun tinggal di tokonya bersamanya. Dia sendiri saja tinggal disana sudah sangat sesak, apalagi di tambah satu orang lagi dan orang itu adalah cho kyuhyun.

“Aku tidak mau memaksa dan mengatur-atur hidupmu bae suzy, jadi kamu tidak perlu pindah biarkan saja aku yang pindah,”kata kyuhyun menatap suzy serius.

“Aniya..kamu tidak memaksaku. Aku sendiri yang mau,”ujar suzy frustasi. Memang percuma melawan cho kyuhyun, dia tidak akan pernah bisa menang.

“Baiklah, lebih baik kita sekarang ke tokomu. Aku memberimu waktu sejam untuk mengemasi barang-barang yang kamu perlukan. Rumahku sudah lengkap, jadi kamu tidak perlu membawa barang-barang yang tidak berguna. Masih banyak yang harus kita bicarakan, aku hanya punya waktu hari ini, besok aku akan sibuk,” kat kyuhyun puas lalu menyalakan mobilnya menuju toko suzy.

Sementara suzy, dia hanya menarik nafasnya pasrah. Dia tidak tahu apa yang akan terjadi berikutnya. Dan entah bagaiman namja bernama cho kyuhyun ini selalu berhasil memaksakan keinginannya padanya tapan repot-repot di salahkan, dan entah bagaiman meskipun suzy tidak menyukainya namja itu berhasil memaksanya denga suka rela.

“Huh..”guman suzy pasrah.

TBC

Advertisements

26 thoughts on “Would You Be My Girlfriend?? Part 6

  1. next thor, lagi lagi suzy ga bisa menghindari/melawan perkataan kyu -_-
    jiyong crita mulu #padahal qw ga paham maksud dr setiap crita jiyoung ke suzy 🙂 v
    ga kebayang kalo kyu ikutan tidur/tinggal di toko suzy #mauTidurDimana???sofa??
    hehehehe

  2. haahaha bagusss thorrr walaupun kyuhyun terkesam maksa tp kan niatnya baik hheheheh
    lanjut yaa thorrr 🙂

  3. bwahahahah OMG cho kyuhyuuuun emang paling bisa yaaaa…
    poor suzy selalu saja ga bisa menang dri kyu kekekek
    scene kyu tau suzy tidur disofa…trus lhat kamar mandi suzy itu ngjleb bnget thor..aku ikut merasakan harga diri suzy yg terkoyak huakakak lebeh

    jiyoung cerewet bnget mpe aku ikutan pusing bacanya hehehe tp cerita dia tentang kisah eunji inspiratif…

    asyiiik kyuzy tinggal serumah…sangat2 ditunggu sweet momentnya thor..
    part 7nya sangat dinanti..hwaiting
    love u full author..

  4. wahhh si kyu tipe orng pemaksa y tpi suka bnget thor dtnggu nexny thor 😉 author yg sequel BELIEVE ME ny sngat dtnggu thor 😉

  5. Min,aku kan tadi iseng nyari lanjutan part 7 nya,terus nemu yang dinote fb. Tapi pas dibaca gak jelas ada yang kepotong,yah maklum aku bacanya bukan dilepy cz gak ada modem*plak malah curhat. Iya jadi kapan nih part 7 nya gak sabar bneran,seru sih. Hehe>aku koq jadi maksa y wkwk 😀

    • hahahaha
      part 7nya bsk mlm aja ya aku post di blog ini…
      tp kl mau km bs buka part 8 yg di fb..aku kasih linnk part 7nya yg bs di buka lewat hp kok.. 🙂
      cm kl di fb mgkin ada kata2 yg km bingung ntar yg niatnya tak perbaiki di wp ini..hehehehehe

  6. kyuhyun mmng pandai membuat suzy tidak berkutik,, dan menyutui usulnya haha ^^
    lanjut lg chinggi,, seru abis ,, ceritanya

  7. Astaga sifat kyu bener” keras kepala…suzy siap” ngalah trus nih 😀
    Sebenrnya kamu suka kan kyu sm suzy, cepetan gih ngaku ntar ada tokoh namja baru yg muncul suka sm suzy br deh tau rasa haha

  8. jiyoung kalo ngomong keliling dunia dulu eh ujung2nya cuma ngomongin korea *if u know what i mean* sumpahh cereweeetttt bangettttt. kkkkkkkk~

  9. Mian.. Saking penasaran’a smlm aku gak smpt comment di part sebelum’a.
    *walau akhir’a ketiduran*
    Kyu itu memang namja yang egois. Selalu memaksakan kehendak’a.
    Hehh.. Semoga hubungan mereka berubah menjadi cinta yang murni.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s