Would You Be My Girlfriend?? Part 2

cats

genre : romance

Author : Ririn/ Dordor (sama aja..ririn itu namaku n dordor itu julukan krn aku mirip dora..kekeke)

cast : Bae Suzy  ( miss A )

        Cho Kyuhyun (SuJu)

        Kristal f(x)

       Coi Minho (shine)

       Kanng Jiyoung (Kara)

       And Other

Length :–

 

Semuat cast milik mereka sendiri, cerita is mine..

 

Happy reading deh buat semua ^^

=================

 

Part 2

 

“suzy fighting!” teriak kristal dari meja resepsionisnya begitu suzy melangkahkan kakinya, menuju ruangan kyuhyun setelah menanyakannya pada kristal.

“gomawo, “ balas suzy dengan senyum manis sambil melangkahkan kakinya ke tangga yang tak jauh dari meja kristal. “doakan aku ya..”

“pasti.”

Suzy menaiki tangga menuju ruangan cho kyuhyun. Dia sedikit mengamati ruang kantor ini. otaknya sebagai desain interior langsung bekerja begitu melihat keadaan bangunan ini, begitu banyak yang harus di bereskan. Suzy juga melihat tempat resepsionisnya terlalu tua dan membosankan, dan setelah memasuki lebih dalam gedung ini, ternyata di dalam jauh lebih parah.

“banyak yan harus di rombak ini,” guman suzy sambil mengamati sekeliling.

Gedung JW law firm jika di lihat dari luar adalah bagunan yang cukup mewah dan besar yang terdiri dari tiga lantai. Namun, begitu masuk kedalam gedung, kesan tua dan membosankan tak bisa di hindari. Sepertinya sejak pertama kali di bangun belum pernah di tata ulang kembali menyesuaikan mode. Mereka seperti tak memiliki uang untuk hal-hal seperti itu, padahal semua orang tau JW Law Firm adalah kantor pengacara terbesar dan terbaik di seoul. Seluruh pengacara terbaik di korea selatan berkumpul di tempat itu.

Suzy berhenti mengamati bangunan itu begitu berhenti di depan sebuah ruangan yang dia yakini sebagai ruangan cho kyuhyun, jika petunjuk kristal benar.

“Oso oseo!” suzy mendengar suara yang menyuruhnya masuk itu begitu ia mengetuk pintu.

Begitu memasuki ruangan kyuhyun, suzy langsung menahan nafasnya karena syok. Bukan karena terpesona akan ketampanan cho kyuhyun –ya,meskipun suzy harus mengakui namja itu luar biasa tampan, tapi dia menahan nafas karena mengamati ruangan cho kyuhyun.

Ruangan itu di dominasi warna coklat dan merah, yang memberi kesan tua dan kuno, tapi bukan hanya itu yang memuat suzy kaget, tapi karena ruangan itu sangat-sangat berantakan. Hampir semua ruangan di penuhi buku-buku dan kertas-kertas berserakan bahkan dia sampai ragu untuk melangkah.

“silahkan duduk,” ujar kyuhyun menunjuk kursi yang ada di depannya dengan sedikit mengalihkan matanya dari kertas yang dia baca ke arah suzy.

Suzy menatap kyuhyun ragu, “saya harus duduk dimana?”

Kyuhyun benar-benar mengalihkan matanya dari kertas yang dia baca dan melihat kearah kursi yang tadi dia tunjuk, “Oh, mianheyo..kalau aku sedang menangani kasus berat ruanganku memang selalu berantakan. Kamu bisa menggeser sedikit buku-buku itu, tapi jangan mengubah posisinya. Nanti aku aka kesulitan mencarinya lagi.” Ujar kyuhyun.

Suzy menarik nafas panjang sebelum melangkah kearah yang di tunjuk kyuhyun, lalu mengangkat tumpukan kertas-kertas itu ke atas meja lalu dia menduduki tempat yang kosong, “kalau begini tak masalah bukan?” tanyanya.

“tidak masalah. Sekali lagi mianheyo, karena harus melihat keadaan ruanganku ini. Aku tau sebagai desain interior kamu tak tahan melihatnya. Biasanya aku memang tak pernah mengajak klienku bertemu di ruanganku.” Ujarnya.

“jadi aku yang pertama?” tanya suzy masih belum bisa menghilangkan rasa ngerinya terhadap ruang kerja kyuhyun.

“begitulah.”

“bagaimana jika klienmu ada yang mengajak ingin bertemu di kantor?” tanya suzy penasaran.

“kantor ini memiliki banyak ruangan yang kosong yang bisa di pergunakan sebagai ruang pertemuan. Dan berhentilah mencari tahu tentang keadaan kantorku. Sekarang ceritakan masalahmu,” kata kyuhyun duduk bersandar di kursinya sambil mengamati wajah suzy. Cantik. Itu yang terpikir oleh otaknya sebelum dia sempat berfikir.

“engg..begini..ah..aku harus mulai dari mana ya?” kata suzy sedikit bingung.

“dari yang pertama,” ujar kyuhyun mencoba memberi saran. Dia kembali mengamati wajah suzy dan entah kenapa dia merasa wajah bingung suzy adalah hal yang sangat menarik membuat dia lagi-lagi mengutuki pikirannya yang mulai tak benar.

“dari yang pertama ya..aku rasa kamu sudah mendengarnya sedikit dari kristal”kata suzy. “kamu taukan kantorku? Ruko kecil yang berada dua toko dari gedung ini. Namanya Soo Galery, aku baru membukanya setahun yang lalu. Aku punya klien, tuan Park. Dia memintaku mendesain ulang seluruh ruangan dan gedung kantornya, dan aku sudah mengerjakan tugasku dengan sangat baik sesuai dengan perjanjian di awal. Tapi, setelah aku mengirim tagihannya dia tak mau membayar sepeserpun padahal aku sudah memintanya secara beik-baik dan dia selalu mencari-cari alasan untuk menunda..” suzy menganghentikan ceritanya sejenak untuk melihat reaksi kyuhyun dan dia melihat namja itu masih serius mengamatinya.

“Aku sudah cukup bersabar selama tiga bulan ini. Tapi..tapi aku tak bisa bersabar lebih lama lagi, karena aku butuh uang untuk hidup dan membayar tagihan-tagiahanku. Kamu taulah, aku baru merintis usahaku itu, dan tuan park itu adalah klien pertamaku jadi aku menghabiskan semua uang yang kumiliki untuk mengerjakan kantornya. Karena dia tak membayar hasil kerjaku, aku jadi kesulitan keuangan, jadi..jadi tujuanku kesini..aku ingin meminta bantuanmu agar dia mau membayar utangnya. Begitu dia membayar uangku, aku akan membayarmu.” Kata suzy mengakhiri ceritanya.

“aku perlu mempelajarinya dulu, jadi aku membutuhkan sedikit waktu.” Ujar kyuhyun. “apa kamu membawa bukti-bukti kerja sama kalian, semacam surat perjanjian?”

“eoh, tentu saja. Aku masih menyimpannya secara lengkap,” ujar suzy sambil mencari sesuatu di tasnya lalu memberikan beberapa kertas pada kyuhyun.

“baiklah, aku akan mengurus si tuan park ini segera. Namun karena kita akan memaksanya dengan jalur hukum, kita harus melewati beberapa prosedur-prosedur standar dan itu membutuhkan waktu.” Kata kyuhyun stelah menerima kertas-kertas dari suzy.

“Waktu? Masalahnya aku sudah tak punya waktu lagi. Aku benar-benar terdesak.” Kata suzy akhirnya. Dia memutuskan akan membuang gengsinya dan mengatakan secara terus terang bagaimana kondisi keuangannya sekarang. kyuhyun menatap suzy dengan dahi berkerut dan kalau suzy tak salah mengartikan, dia melihat namja itu sedikit tersenyum aneh padanya.

“well, nona bae aku tak bisa berbuat apa-apa tentang itu. Kasus yang kutangani bukan hanya ini, kurasa aku tak perlu mengingatkan jika aku ini adalah pengacara yang cukup sukses dan laris,” kata kyuhyun.

“kamu baru saja melakukannya,”

kyuhyun terkekeh, “aku pasti bisa memenangkan kasusumu ini, tapi waktu adalah sesuatu yang tak bisa di tawar.”

“Jadi intinya, kamu bisa membantuku atau tidak?” tanya suzy mulai tak sabar.

“akan aku usahan, tapi seperti yang aku bilang sabtu kemarin, aku punya syarat untukmu.”

“ah benar juga. Aku bertanya-tanya, apa syarat yang akan kau berikan.”

“jika kamu menerima syaratku, aku akan membantumu secara gratis dan bahkan aku bisa mempromosikan kamu pada klien dan tema-temanku. Tenang saja, syarat dariku pasti menguntungkanmu.” Uja rkyuhyun.

“Kedengarannya sangat menarik. Nah kalau kau tak keberatan bisa kau katakan apa syaratnya sehingga kau sangat berbaik hati begitu?”

“aku ingin memintamu menjadi Yeojacinguku,” kata kyuhyun santai sambil mengamati perubahan raut wajah suzy.

“Maaf, apa aku salah dengar?” tanya suzy kaget. “sepertinya aku mendengar anda menyatakan cinta padaku?”

Kyuhyun kembali terkekeh, “kamu tak salah dengar, hanya salah mengerti. Aku tak menyatakan cinta, hanya memintamu sebagai yeojacinguku. Tak sungguh-sungguh, hanya bohongan dan hanya satu bulan saja.”

“apa kamu kamu sedang mabuk? Kalau kamu tak mau membantuku, tak usah membuat alasan yang tak masuk akal.” Kata suzy menahan amarahnya. “lebih baik aku pergi sekarang.”

“aku mohon..” Suzy langsung menghentikan niatnya yang hendak berdiri. Dia merasa seolah dia orang jahat yang tak mau menolong yang kesusahan begitu melihat tatapan memohon kyuhyun.

“aku pikir aku sudah gila, karena aku mau berbicara padamu. katakan, kenapa aku harus membantumu?”

“kita akan sama-sama untung. Aku akan membatumu menyelesaikan kasusmu, kamu akan aku kenalkan pada tema-teman dan klienku tentangmu. Hanya satu bulan, tidak lebih.”

“kenapa harus aku?” tanya suzy lagi.

“karena kamu sedang terdesak dan membutuhkan bantuanku,”

“oh, sialan! Jadi kamu memanfaatkan kemalanganku?” kata suzy marah. Dia sudah tak bisa menahan emosinya lagi.

“oh, ayolah. Kita sama-sama saling mebutuhkan. Apa salahnya saling membantu?”

“lalu kenapa kamu harus membutuhkan seorang kekasih?”

“ibuku ingin aku menikah secepatnya dan selalu berusaha menjodohkanku.”

“dan kenapa kamu tak bersedia di jodohkan? Kamu dapat istri jadi tak perlu bingung mencari pacar bohongan dan ibumu senang?” kata suzy tak bisa menyembunyikan nada sinisnya.

“Aku masih muda dan banyak yang belum kuraih. Aku masih ingin meraih posisi yang jauh dari yang kuperoleh sekarang ini.” jawab kyuhyun.

“dan sebuah keluarga, akan menghalangimu meraih mimpimu?” sambung suzy.

“begitulah,” ujarkyuhyun.

“Gojitmal!” kata suzy sengit membuatkyuhyun kaget. “kamu takut pada sebuah komitmen, kamu takut jatuh cinta, kamu pernah kecewa dengan cinta bukan? atu kamu takut menjadi pria lemah, karena menurutmu sebuah keluarga harus membuatmu kompromi dan kamu membenci kompromi” kata suzy terus terang.

“ka..kamu..” kata kyuhyun mau marah.

“kelihatanya kita berbeda prinsip tuan cho. Bagiku suatu hubungan asmara itu seperti pernikahan, itu sebuah ikatan yang suci dan sakral dan itu juga membawa rejeki kita. Aku tak bisa bermain-main dalam sebuah hubungan. Jadi sepertinya aku akan cari pengacara lain saja dan kamu juga cari wanita lain saja.”

“kamu tak akan ada ruginya, jadi akumohon..” kata kyuhyun lagi membuat tak hanya suzy tapi juga dirinya kaget dengannya. Cho kyuhyun adalah namja dingin dan sedikit egois. Dia tak pernah memohon dan meminta maaf, tapi kepada suzy? Dia menghilangkan semua imagenya yang selama ini dengan sengaja ia bangun. “aku tak pernah memohon sebelumnya pada siapapun, apa kamu tak bersedia membantuku meskipun aku sudah merendahkan diriku?”

Suzy hanya diam bingung menentukan sikapnya.

“aku sudah terlanjur berbohong pada eommaku, jika aku sudah memiliki kekasih dan berjanji mengajaknya makan malam sabtu ini di rumah eommaku. Aku sudah bilang padanya jika aku baru menjalin hubungan dan eommaku tak akan menyinggung soal pernikahan. Dia berjanji tak akan memaksaku lagi menikah asalakn aku menunjukkan kekasihku itu. Aku hanya memintamu menjadi kekasihku selama sebulan dan mengenalkanmu pada eommaku dan dia pasti tak akan memaksaku menikah. Dan saat dia memaksa menikah aku akan bilang kita putus dan butuh waktu melupakan kesedihanku sebelum aku siap menikah lagi.”

“tapi aku tak suka berbohong. Apalagi pada orang tua.”

“anggap saja kita tak berbohong. Kita akan menjadi kekasih sungguhan selama sebulan, setelah itu kita putus. Jadi kita tak perlu berbohong.”

“tidak-tidak, aku tetap tak suka ide itu. Aku di besarkan dalam keluarga yang sangat menjunjung tinggi sebuah norma dan mensakralkan hubungan. Aku tak bisa berbuat begitu.”kata suzy tegas lalu menarik paksa kertas yang tadi dia berikan pada kyuhyun. “lebih baik aku pergi sekarang sebelum aku terbujuk kata-kata manismu itu.”

—–

Suzy memasuki tokonya dengan perasaan dongkol bercampur sedikit emosi. Seharusnya dia tak menuruti saran kristal dan meminta bantuan pada namja bernama cho kyuhyun itu.

“hah! Pengacara terkenal? Apa karena dia pengacara terekenal dan tampan lalu dia berfikir aku akan langsung bersorak-sorak menerima tawarannya?” guman suzy penuh emosi pada dirinya sendiri lalu menghempaskan diri di sofabed berwarna hijau yang ada di kantornya. “dia pikir aku yeoja macam apa, hah?!”

“dasar, nappeun namja! Berani sekali dia!” maki suzy lagi masih belum bisa menahan emosinya. “Aku bisa menyelesaikan masalahku tanpa batuannya..,”

Kring..kring..kring..(anggap aja bunyi lonceng yang biasa di gantung di pintu)

Suzy menghentikan makiannya begitu mendengar bunyi lonceng di pintunya, pertanda akan ada orang yang masuk.

“Bae suzy!” teriak tamu tak di undang itu.

“ah, jiyoung-ah ada apa?” tanya suzy malas. Dia sedang tak mengharapkan temannya yang sangat cerewet ini datang mengganggu harinya yang sudah buruk. Jiyoung memiliki restoran cina yang sangat ramai persis di depan kantor JW Law Firm. Suzy mengenal jiyoung, sama seperti saat ia mengenal kristal yaitu saat makan siang di taman.

“itu yang mau aku tanyakan padamu?” kata jiyoung langsung duduk di samping suzy.

“memang ada apa denganku?” taya suzy bingung.

“aku sedang sibuk bekerja di restoran, yeah kamu tahu hari ini restoran sangat ramai. Yaeah aku tau kamu belum tau karena kamu belum mampir hari ini ke sana,” ujar jiyoung memulai ceritanya yang pasti akan sangat panjang dan lama itu. “aku sibuk kesana-kemari mengantar pesanan dan melayani tamu. Mereka tak mau beristirat untuk memberiku waktu bernafas, mereka terus saja berteriak memanggilku. Aku harus memasang senyum manis dan tak boleh menunjukkan isi hatiku, kau tau itu sangat menjengkelkan, dan..”

“bisa langsung ke intinya? Aku sangat lelah hari ini, lain kali kita bisa mendiskusikan tentang keluh kesalmu..”potong suzy akhirnya mengabaikan kekesalan jiyoung. Dia tau kalu tidak di begitukan, jiyoung akan bercerita kesana kemari dan akan menunggu lama inti yang akan di bicarakannya.

“Aku sedang menuju ke intinya,” ujar jiyoung sedikit tersinggung, tapi suzy mengabaikannya karena dia sendiri sedang kesal. “lalu di tengah kesibukan itu aku menerima telepon pesanan makanan dan mereka minta delivery, dan itu semakin membuatku marah. Apa mereka tak tau jika hari ini aku sedang sangat sibuk? Tapi aku tak bisa menolak mereka, pelanggan adalah raja.”

“Lebih singkat lagi, jiyoung-ah,” potong suzy lagi. Dia tau dia tak sopan dan tak pernah berbuat begitu. Tapi siapa yang peduli sopan santun saat kamu sedang ingin marah.

“Ara..ara..”ujar jiyoung akhirnya. “jadi yang meneleponku itu adalah salah satu karyawan JW Law firm dan aku melihatmu keluar dari ruangan si namja es batu Cho kyuhyun dengan wajah kesal. Selama perjalanan pulang dari sana hingga kembali kerestoran itu membuatku bertanya-tanya. Dari pada aku mati penasaran, aku meninggalkan restoran datang ke sini dan memutuskan untuk bertanya langsung.”

“oh, itu. Aku membutuhkan bantuannya.”

“lalu? Dia menolak?” tanya ji young.

“tidak! Dia hanya mengajukan sebuah syarat?”

“apakah syaratnya sangat sulit dan tak bisa kau lakukan? Atau syaratnya merugikanmu?”

“Tidak juga, sih. Sebenarnya itu menguntungkanku.”

“lalu apa sayaratnya?”

“dia membuatuhkan bantuanku, er..”

“lalu dimana masalahnya?”

“eh?” tanya suzy bingung.

“kau membutuhkan bantuannya, dia membutuhkan bantuanmu. Kalian bisa saling membantu, lalu apa masalahnya?”

“Tapi..”suzy bingung mau bicara apa, jiyoung benar juga, tapi dia juga tak mungkin menerima tawaran kyuhyun.

“dengar ya cingu, karena aku sedang sibuk aku tak bisa mendengarkan curhatmu hari ini,” ujar jiyoung membuat suzy bingung, siapa tadi yang bertanya dan ingin tau?, “tapi dari yang pernah di ajarkan eommaku, jika kita membutuhkan bantuan orang lain, kita juga harus bersedia membantu orang lain. Ya, sudah aku sedang sibuk, aku pergi. Annyeong,” ujar jiyoung langsung meningglkan toko suzy.

“Huhhh..”suzy menghela nafas dan memejamkan matanya.

 

*****

Sekarang hari kamis dan itu berarti sudah empat hari dari pertemuan suzy dan kyuhyun. Suzy tak pernah melihat batang hidung namja itu lagi dan itu membuat suzy sedikit lega. Biasanya dia selalu melihat kyuhyun melewati depan tokonya saat namja itu mau berangkat kerja, saat jam makan siang atau saat mau pulang. Maklum namja itu sering memparkir mobilnya di dekat toko suzy. Dan itu adalah salah satu pemandangan yang menghibur saat suzy merasa bosan. Dan tiga hari ini jujur membuat suzy sedikit, mungkin agak kehilangan.

Kringg…kring..

Suzy menghentikan lamunannya saat suzy mendengar bunyi telepon kantornya berdering. Dengan malas dia berjalan mendekati telepon itu dan mengangkatnya.

“Yeoboseo..” katanya ramah.

“Soo galery?” tanya orang di seberang.

“Ye, saya bicara dengan siapa?”

“ini cho kyuhyun, masih ingat denganku?”

“Ada apa anda menelepon? Sudah aku bilang aku..”

“aku mohon, aku benar-benar membutuhkan bantuanmu. Aku janji hanya satu bulan. Aku jamin aku tak akan membuatmu rugi.”

Suzy menarik nafasnya dalam mendengar nada memo honkyuhyun, dia paling tidak tega menolak jika ada orang yang memohon padanya dan itu adalah kelemahan suzy. Dia juga teringat perkataan jiyoung tempo hari dan juga surat tagihan untuknya yang baru datang kemarin, sementara dia sudah tak memiliki uang sama sekali.

“Baiklah, aku bersedia membantumu tapi hanya satu bulan tidak lebih.”

“Aku pastikan begitu. Lalu dimana kita harus bertemu sekarang?” tanya kyuhyun.

“bertemu? Untuk apa?”

“kita perlu membicarakan banyak hal, misalnya masalah makan malam dengan eommaku sabtu ini dan juga tentang kasusmu dengan sibrengsek Park itu. Aku yakin kamu sudah tak sabar ingin menerima uangmu kan?”

“ah, kau benar juga?”

“bagai mana jika aku datang ke kantormu, sekalian meyerahkan berkas-berkas dan aku juga punya batasan-batasan yang aka kita bicarakan,” kata suzy.

“baiklah, aku akan menunggumu.”

——

“seperti yang aku bicarakan sebelumnya, aku pasti memenangkan kasusmu ini. Tapi aku membutuh sedikit waktu untuk melakukan prosedur-prosedur standard dan belum lagi jika dia berkeras menolak..,” kata kyuhyun pada suzy begitu mereka bertemu di kantor kyuhyun. Keadaan kantor kyuhyun belum banyak berubah, masih saja sama seperti kemarin. dan mereka memutuskan mulai membahas yang pertama yaitu kasus hukum suzy.

“tapi aku sudah bilang padamu aku..”

“aku tau kamu tak punya waktu, makanya aku membahas ini,” potong kyuhyun tegas. “aku sudah membicarakan kamu pada Tua JW, atasanku. Melihat tatapan jijikmu melihat kantor ini, aku yakin kamu sudah tak tahan ingin membenahinya,” ujar kyuhyun.

“yeah kamu benar. Rasanya seperti aku menahan besi dari tarikan maghnet yang sangat kuat. Sangat sulit, jika kamu tau,” aku suzy jujur. “kantor ini benar-benar menyedihkan, terutama ruangan ini. Aku bingung bagaimana manusia bisa bekerja di tempat seperti ini. Aku rasa aku ingin membuat ruanganmu ini lebih modren dan rapi. Karena kamu namja aku yakin kamu tak terlalu suka warna terang, jadi aku pikir warna coklat dan putih akan cocok untuk ruanganmu. Terlihat manis, elegan dan cerah tapi tetap maskulin. Uh, sofanya mungkin aku akan ganti menjadi warna krem,” ujar suzy menunjuk sofa yang penuh dengan berkas-berkas di belakangnya, “dan aku akan membuat rak-rak mengelilingi tembok agar kamu punya tempat meletakkan kertas-keras ini, jadi ruanganmu akan tetap rapi tapi kamu tetap tak akan bingun meletakkan kertas-kertas ini,” suzy terdiam begitu tersadar dia berbicara terlalu banyak. Dia memang sangat mencintai pekerjaannya dan suka lupa diri jika membicarakannya.

Kyuhyun terkekeh mendengar jawaban panjang lebar suzy. “aku setuju padamu, kantor ini memang sudah terlihat sangat kuno. Tapi berhubung aku lebih banyak menghabiskan waktuku di lapangan dan di ruang sidang, jadi aku masih bisa bertaha hidup.”

“Jadi apa inti dari pembicaraan kita? Aku masih menunggu,”kata suzy akhirnya menutupi kecanggungannya.

“kamu benar-benar tak sabaran ya, padahal kamu yang berbicara kesana-kemari” komentar kyuhyun membuat suzy sedkit malu.

“aku sudah bilang, aku tak punya waktu.”

“Baiklah-baiklah…aku merekomendasikanmu pada JW sajangnim, dan dia setuju untuk merobak kantor ini. Dia juga tekjub dengan hasil kerjamu. Jadi sambil menunggu kasus itu selesai, kamu bisa mengerjakan kantor ini dan tenang saja uang mukanya akan di berika begitu tanda tangan kontarak,” kata kyuhyun dengan senyum hangatnya begitu melihat ekspresi syok suzy yang menurut kyuhyun sangat menggemaskan.

“bagaimana..bagaimana kamu melakukannya?” tanya suzy masih tak percaya dengan pendengarannya. Selain takjub dengan perkataan kyuhyun, yeoja itu juga takjub dengan senyum hangat kyuhyun.

Cho kyuhyun, tersenyum adalah hal yang langka, dan sekarang namja itu tersenyum hangat padanya! Cho kyuhyun si si pria es batu yang dingin dengan aura setan yang tak kalah dingin!

Suzy yakin, yeoja manapun di seoul akan rela menukarnya dengan apapun agar bisa berada di posisi suzy sekarang.

“Mudah saja. Aku menemui JW sajangnim dan dia memang berencana mendekor ulang kantor ini dan karena aku adalah anak buah kesayangannya dia menerima rekomendasi dariku dan setelah melihat hasil kerjamu dia semakin tak sabar mempekerjakanmu.” Kata kyuhyun masih dengan nada santai.

“Darimana dia tau hasil karyaku?” tanya suzy setelah bisa mengatasi keterkejutannya tadi.

“Setelah kamu meninggalkan kantorku, sajangnim mengajakku makan siang dan ternyata aku baru sadar kami makan di restoran di dekat kantor si brengsek park itu dan harus ku akui wajahnya memang sangat menyebalkan,”

“Kau sengaja mengajaknya kesana?”

Kyuhyun terkekeh, “aku juga perlu mempelajari kasus yang akan aku tangani,”

“Bagaimana kamu begitu percaya diri aku akan berubah pikiran?” tanya suzy penasaran. Entah kenapa dia selalu merasa takjub pada namja di depannya itu.

“Kamu ini sangat cerewet sekali ternyata ya?” ejek kyuhyun.

“Aku mudah penasaran, dan tolong jangan alihkan pembicaraan,” kata suzy dengan nada penasaran yang sulit di sembunyikan.

“Kamu belum lupa jika aku ini pengacara yang selalu memenangkan kasuskukan?” kata kyuhyun membuat suzy mendengus sebal. “selain karena aku memang cerdas aku memiliki insting yang sangat tajam.”

“kamu seperti binatang saja punya insting yang tajam,” sindir suzy.

“aku anggap itu pujian,”

“lalu?”

“lalu apa lagi? Aku yakin kamu pasti bersedia membantuku jadi aku pasti membantumu, lagi pula jika kamu tak membantuku aku juga akan tetap membantumu, aku sudah berjanji. Kita kan bertetangga, jadi sudah seharusnya saling bantu.” Suzy terdiam mendengar jawaban kyuhyun, bingung harus berkometar apa. “Baiklah berhenti mambahas masalah itu, karena sudah kita bereskan dan setelah keluar dari ruangan ini nanti kamu temui kristal dan suruh dia mengantarmu keruangan JW sajangnim untuk tanda tangan kontrak. Nah sekarang kita membahas tentang masalah makan malam sabtu ini.”

“baiklah, apa yang harus kita bahas?” tanya suzy.

“Aku akan menjemputmu hari sabtu di rumahmu jam lima. Kita hanya makan malam bertiga bersama eommaku.”

“oke tak masalah, tapi lebih baik kamu menjemputku di toko saja,” jawab suzy.

“oke itu bukan masalah. Lalu kita baru pacaran selama satu minggu dan..”

“aku mau kamu menyatakan cinta secara resmi, bukankah kau bilang kita akan menjadi sepasang kekasih sungguhan?”kyuhyun mengumpat dalam hati mendengar perkataaan suzy. Dia paling tidak suka menyatakan perasaannya dan yeoja di depannya ini seolah ingin mempermainkannya.

“Bagaimana aku harus mengatakannya?” katanya akhirnya, tau percuma mendebat suzy, karena yeoja ini bisa sangat keras kepala. Dan sialnya dia membuatuhkan bantuannya.

“Di tempat yang romantis dan harus ada mawar merah,” kata suzy puas melihat ekspresi frustasi kyuhyun. Seolah itu hiburan yang sangat menarik.

“Baiklah, kau menang. Aku akan menjemputmu nanti sepulang kerja.”

“oke..aku tak sabar menunggumu chagi” goda suzy pada kyuhyun dan langsung beranjak dari ruangan kyuhyun meninggalkan namja itu yang terpaku dengan wajah syok. Suzy tak bisa menahan tawanya, dan begitu berada di luar ruangan kyuhyun, suzy masih bisa mendengar umpatan frustasi namja itu.

 

TBC

 

maaf typo masih bertebaran di sana-sini…

thx sdh mau mampir…

 

Advertisements

21 thoughts on “Would You Be My Girlfriend?? Part 2

  1. akhirnyasetelah perdebatan panjang kyu lah yg menang dan suzy mengalah kkkkkkkk emang susah kalo ngomong sama kyu 🙂 tapi ga nyangka kyu ampe segitunya mujuk suzy eh ternyt udh mantengin suzy dari dulu #nahkanKetauan kkkkkk
    kira2 pernytaan cinta seperti apa yg bakal kyu tampilkan wkkwkwkwkwkw apa akan romantis seperti yg suzy mau? next thor

  2. kecepetan suzy nerima kyunya ~
    cobaa ada masalah lebih compleksnya dikit gitu thor,kaya misalnya nyelametin nyawanya suji :p
    hehe

  3. setelah perdebatan yang panjang akhirnya mereka deal juga..
    kkkk~ gak sabar baca yg ary eommanya kyuppa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s