HAPPY TOGETHER part 4

cats

Author                  : Dordor

Main Cast            : Bae Suzy Miss a

                                  Kim myungso Infinite

                                  Lee ji eun

                                 Jang Wooyoung 2PM

                                Park jiyeon T-Ara

                                  And other

Genre                   :  Romance, Family, school, friendship, sad,dll

————————————————————————————————————————

Happy Reading..

Author POV

Part 4

Tadi malam adalah malam yang paling membahagiaakn bagi suzy. Sepanjang malam setelah myungso mengantarnya pulang, dia tak bisa berhenti tersenyum seperti orang gila. untung saja ji eun sudah tidur saat dia pulang, kalau enggak sepupunya itu akan meledekanya sepanjang malam. suzy merasa keberadaannya di korea sangat tepat, seolah memang di sinilah seharusnya dia berada.

Seperti biasa setelah bangun pagi, suzy akan turun ke bawah untuk membantu bibi ji-young di dapur membuat sarapan. Saat di dapur dia melihat bibinya itu sedang menta meja makan.

“Anyeong Imo (bibi dari pihak ibu).” sapa suzy begitu riang berada di dekat bibinya dan mulai ikut menata meja.

“Eh, pagi suzy. Kamu sudah bangun,” kata bibinya membalas sapaan suzy lalu berbalik ke dapur untuk mengambil makanan yang masih belum di tata di meja. “Bagai mana tadi malam, apa menyenangkan? Kamu pulang malam sekali. Aku dengar dari ji eun kamu pergi berkencan,” Ujar bibinya begitu sudah muncul dari dapur.

“Menyenangkan,” ujar suzy sedikit malu,pipinya merona merah dan membuat bibinya tersenyum geli melihat kelakuan keponakannya itu.

“oh, bauslah kalau begitu, aku senang kamu sudah mempunyai hal yang membuatmu betah di sini,” kata bibinya dan kembali sibuk di dapur. “gundhe…kamu harus hati-hati, sama haraboji. Kalau dia tau kamu bisa di marahi.”

“apa yang tak boleh di ketahui haraboji?” reflek suzy dan bibinya menoleh kebelakang begitu mendengar suara berat itu dan ternyata kakek sudah ada di belakang duduk di kursi rodanya dan ji eun di belakangnya mendorong kursi rodanya.

“Aniyo!” sahut suzy dan bibinya bersamaan membuat kakeknya malah semakin curiga.

“Ehh..itu. sepertinya suzy ingin shoping hari ini dan dia takut Appa akan marak kalau tau,” jawab bibi ji-young sembarangan.

“Aigoo…punya cucu perempuan itu memang menyusahkan. Ji eun saja sudah membuat kepalaku sakit dan sekarang tambah lagi..”

“haraboji, kenapa kamu membawa-bawa namaku.” Protes ji eun tak terima.

“sudah kamu tak usah berisik! Lebih baik kau dorong aku ke meja makan saja. Hidup bersama tiga wanita ternyata hanya akan memperpendek umurku saja.”

*****

Drrrttt..drrrtttt

Suzy meraih ponselnya yang tergeletak di tempat tidurnya begitu merasakan bergetar. Ada pesan masuk. Dari kim myungsoo.

Annyeong, bagaimana tidurmu semalam? Apakah nyenyak?

Bagaimana kalau hari ini aku memintamu menemaniku makan siang lagi..

Suzy tersenyum membacanya dan buru-buru membalasnya.

Coahyo, siang ini jam satu.

Ok, tak masalah. Aku akan menjemputmu nanti, balas myungso.

DOR! Teriak ji eun tiba-tiba membuat suz terlonjak kaget.

“Ji eun kamu hampir membunhku!” omel suzy sangkit kagetnya.

“Hayo, sedang apa di kamar sedirian sambil senyum-senyum begitu?” tanya ji eun samabil berusaha mengintip ponsel suzy. “pesan dari myungsoo oppa ya?” tebak ji eun membuat pipi suzy langsung merona.

“Ne..dia mengajakku makan siang,”

“jincha!wahh daebak!! Kamu harus dandan yang cantik, agar dia makin terpesona padamu,” kata ji eun histeris dan langsung menyeret suzy ke kamarnya dan mengeluarkan koleksi baju terbaiknya. “aku rasa aku punya koleksi baju yang bagus untukmu.”

“tapikan ukuran baju kita tak sama,” ujar suzy sedikit protes. Bagaimanpun ini hanya ajakan makan siang bukan makan malam jadi tak perlu berlebihan, pikirnya.

“Arayo. Tapi aku punya koleksi beberapa baju yang kurasa ukurannya cocok untukmu.” Ujar ji eun santai.

“untuk apa kau memebeli pakaian jika kamu gak bisa memakainya?” tanya suzy heran.

“ Aku membelinya hanya karena aku suka melihatnya dan ingin membelinya.  Aku tak rela jika orang lain memilikinya. Kamu tau penyakit shopingku, sudah masuk tahap memprihatinkan. Ini kamu coba dulu.” Kata ji eun memberikan pakaian yang tadi ia pegang pada suzy.

“ini hanya makan siang, kurasa kita tak perlu berlebihan,”

“Apa kau blang, berlebihan?” tanya ji eun tak percaya seolah suzy beru saja mengatakan hal yang tabu. “Yak, kau mau kencan dengan kim myungso, kim myungso! Jadi kamu harus terlihat sempurna, ya meskipun kamu sudah sempurna. Tapi kita perlu menonjolkan pesonamu lagi,” kata ji eun berapi-api.

“Menonjolkan..apa..?” tanya suzy sedikit ragu.

“sudah kamu tak usah banyak tanya, serahkan semua padaku,” ujar ji eun sambil mendorong pakasa suzy masuk ke kamar mandinya untuk mengganti pakaiannya. Dan suzy terpakasa menurut, karena menentang ji eun akan sia-sia saja. Meskipun yeoja itu bertampang sangat imut tapi dia sangat keras kepala.

………………………

Jam dua belas kurang, suzy sudah siap dengan dress warna hitam dengan renda biru muda di lehernya,lengkap dengan tas biru muda yang senada dengan warna rendanya. Dia juga memakai sepatu yang sedanda dengan tasnya. Rambutnya di hiasi bando warna hitam dengan dengan hiasan kristal-kristal yang terlihat elegan. Penampilannya yang menurut ji eun sangat sempurna itu, membuat suzy sedikit risih. Suzy memang tak pernah berpenampilan benar-benar feminim seperti itu, meskipun dia tak bisa di kategorikan gadis tomboi.

“Apa kamu yakin ini tak berlebihan?” tanya suzy masih sedikit ragu. Dia sedikit takut kalau kim myungso menganggapnya terlalu bersemangat, meskipun kenyataannya memang begitu.

“Tidak sama sekali!” kata ji eun tegas. “Aku yakin, dia tak akan mampu mengalihakan matanya sedetik pun dari wajahmu,” tambah ji eun.

“well, kalau begitu aku harus memaksanya untuk tidak menyetir, bisa bahaya nanti,” kata suzy mencoba bercanda. Ji eun ikut terkekeh.

“aku pikir itu ide yang bagus,”timpal ji eun.

Suzy melirik jamnya, jam satu kuarng sepuluh menit.

“aku akan menunggunya di bawah, sepertinya dia tidak lama lagi akan datang.”

 Dan benar saja, baru saja suzy menginjakkan kaki di ruang tamu, terdengar suara bel.

“Biar aku saja ang membukakan pintunya, Imo!” teriak suzy yang melihat bibinya hendak melangkah ke pintu rumah. Melihat suzy yang melangkah bersemangat membuat bibinya curigan dan menatap ji eun yag tadi mengekori suzy dan yeoja itu hanya tersenyum penuh makna membuat bibinya mengerti lalu mereka berdua mengikuti suzy dari belakang.

“Jadi itu namja yang membuat suzy tersenyum terus?” tanya bibinya pada ji eun saat melihat suzy membuka pinta dan disana berdiri namja tampan.

“Ye,”jawab ji eun masih memandangi pasangan di depannya.

“Tampan juga, eh tapi sepertinya aku pernah melihatya” ujar bibinya lagi.

“tentu saja itu kan kim myungso!”

“Kim myungso? Temannya wooyoung dan yang dulu kamu taksir tapi kamu di tolak?” tanya bibi ji-young tak percaya.

“Ck, Imo menyebalkan,”kata ji eun langsung berdiri tegak dan menatap bibinya. “Aku tak pernah di tolak tapi aku mundur sebelum berjuang,” tambahnya lagi sambil melongos pergi, karena kedua mahluk yang mereka intip tadi sudah menghilang dari pandangannya.

“Itu sama aja! Kamu kan mundur karena dia tak tertarik denganmu, kalah sebelum berjuang!” ujar bibi ji-young gak mau kalah.

“Aniyo..lagi pula aku sudah punya gebetan baru. Dia jauh lebih baik dari si pria es batu kim myungso,” kata ji eun sambil menjulurkan lidahnya.

“Siapa lagi yang kali ini kamu taksir? Tapi tenang aja, mana ada yang mau sama yeoja jelek sepertimu.”

“Yak! Berani sekali kamu mengatakan cucuk jelek!” bentak kakek yang tiba-tiba muncul entah dari mana membuat bibi ji-young kagen dan ji eun tertawa puas.

*****

“Jadi apa yang akan kita lakukan hari ini?” tanya myungso pada suzy begitu mereka duduk di mobil myungso. Suzy tersenyum kikuk dan menoleh malu-malu ke arah myungso, dan namja itu membalasnya dengan tersenyum manis.

“Jangan tanya aku, aku baru dua minggu tinggal disini.”

Mendengar jawaban suzy, myungsopun merasa tertarik dan bertanya, “Karena kamu mengatakannya maka aku akan bertanya. Aku sudah berteman dengan wooyoung cukup lama dan beberapa kali main kerumahnya, tapi aku belum pernah melihatmu sebelumnya. Jadi selama ini kemana saja kamu bersembunyi?”

Suzy tersenyum mendengar pertanyaan myungso, “Aku baru dua minggu tinggal di negara ini..sebelumnya aku tinggal di amerika.”

“Oh, benarkah?” tanya myungso terpana.

“Ne, jadi maafkan aku jika aku jadi teman yang membosankan karena aku tak tahu tempat-tempat yang bagus di Kota ini,” kata suzy dengan nada menyesal.

Myungso menggeleng kuat, “apa kamu meledekku? Seharusnya aku yang disalahkan karena aku tak tau kamu beru tinggal di negara ini. baiklah, sudah menjadi tugasku membuat kencan kita kali ini menjadi menyenangkan,” katanya samabil menyalakan mesin mobilnya.

Suzy merasakan wajahnya sangat panas dan jantungnya memompa darahnya dengan kecepatan super untuk memenuhi suplay darahnya mendengar kata ‘kencan’ keluar dari mulut myungso.

Sebelum menjalankan mobilnya myungso menyempatkan diri tersenyum pada suzy dan mengacak-acak rambutnya.

Jadilah satu harian itu mereka menghabiskan waktu hanya berduaan mengunjungi beberapa tempat, mulai dri namsan tower, teddy bear museum sampai lotte world. Baru kali ini suzy benar-benar merasakan yang namanya kencn dengan orang yang dia sukai. Dulu sharon selalu merecokinya tentang kencan yang berdebar-debar, wajah memanas,ribuan kupu-kupu berterbangan di kepla dan hal-hal yang dulu di anggap suzy konyol tapi sekarang dia akhirnya merasakannya. Ternyata rasanya sangat membahagiakan. Dada suzy berbung-bunga. Suzy tak bisa menyembunyikan senyumnya, sangat indah. Dan dia ingin terus seperti itu.

*****

Hari-hari pun berlalu seperti itu. Suzy menjalani hidupnya seperti biasa. Senin sampai sabtu dia akan bersekolah. Dua kali dalam seminggu dia dan ji eun akan les musik di rumah dengan guru privat, mereka tak di ijinkan kakeknya les di tempat kursus karena tak mau sendirian. Dan setiap hari sabtu dia dan ji eun akan datang melihat wooyoung dkk manggung, namja itu terpaksa mengijinkan kedua sepupunya itu ikut karena tak tahan mendengar rengekan dua yeoja yang bergelar sepupunya itu. Dan setiap hari myungso juga menghubunginya dan terkadang dia datang menjemput suzy di sekolah lalu mengajaknya makan siang bersama. Dia juga masih berhubungan dengan mrs. Will dan sharom melalui email atu chating paling tidak tiga hari sekali. Suzy merasa sangat bahgia sekarang. Dia sangat mencintai kehidupannya yang sekarang.

Malam ini tepat tiga bulan suzy tinggal di korea. Dia bersama keluarganya berencana makan malam di sebuah restoran mewah, karena ulang tahun kakek –berkeras tidak mau di rayakan besar-besaran, karena masih berduka akan meninggalnya ibu suzy yang notabene anak kesayangannya. Maka dia pun berdandan sangat cantik malam ini, memakai gaun yang baru di belinya sehari sebelumnya yang kembar dengan ji eun –lagi-lagi sepupunya itu memaksa mereka untuk memakai barang yang sama agar terlihat kompak- dan bibi jiyoung mendandani kedua keponakannya itu.

“Ckck, sejak kapan ji eun jadi pengikutmu!” komentar wooyoung begitu suzy dan ji eun muncul di ruang tamu dengan dandanan dan pakaian yang sama persis. “Ji eun-ah, kamu pakai pakaian yang model apapu kamu tak akan bisa seperti suzy, kamu tetap terlihat seperti upik abu,” tambahnya lagi.

“Ck, sudah tak usah ribut, ayo sekarang berangkat, aku sudah lapar,” relai kakek sebelum kedua cucunya itu kembali adu mulut.

Mobil mereka berhenti di depan sebuah restoran mewah. Begitu mereka keluar dari mobil para pegawai langsung mengantar mereka ke meja privat yang sebelumnya mereka pesan. Dari perlakuan karyawan restoran itu, suzy menyimpulkan kalau keluarganya adalah salah satu member restoran itu.

“Haraboji,Imo.. aku mau ijin ke toilet dulu, ne..”pamit suzy saat mereka sedang menunggu pesanan mereka.

“Aku juga!” sahut Ji eun.

“Ckckck..sampai kapan kamu akan mengekori suzy begitu?” komentar wooyoung.

“Waeo? Kamu cemburu!”

“Ne..tapi jangan lama-lama. Sebentar lagi makanannya datang.” Jawab kakeknya mengabaikan perdebatan ji eun dan wooyoung.

—–

“Suzy..”

Suz yang hendak masuk toilet mengurungkan niatnya dan menoleh kearah sumber suara.

“Myungso oppa? Apa yang kamu lakukan di sini?” tanya suzy senang saat tahu melihat myungsolah yang memanggilnya. ‘pertanyaan bodoh’, umpat suzy dalam hati.

“Aku habis dari toilet,”jawab myungso polos sambil menunjuk ke arah toilet, membuat suzy malu.

“Mak..maksudku, ngapain oppa di restoran ini?” katanya gugup. Meskipun sudah sering keluar bareng, tapi tetap saja suzy masih merasa gugup setiap bertemu myungso.

“Untuk makan,”jawab myungso masih dengan nada yang sama. Lalu dia tersenyum geli melihat suzy yang salah tingkah. “hehe..aku dan keluargaku sedang makan malam.”

“Oh..”ujar suzy sambil mengangguk mengerti, lupa pada tujuan awalnya ang mau ke toilet.

“Kamu sendiri, ada acara apa disini? sendirian aja? Biasanya kamu selalu bersama ji eun atau wooyoung..”

“OH, hari ini Haraboji ulang tahun, jadi kami merayakannya dengan makan malam. aku dan ji eun, mau ke toilet..dia sudah duluan masuk,” tunjuk suzy ke dalam toilet perempuan saat teringat tujuan awalnya berdiri di situ.

“Benarkah? Kenapa kamu tidak bilang Haraboji sedang ulang tahun ..Ya sudah cepatlah masuk, aku menunggumu disini,” ujar myungso.

“Menungguku? Untuk apa?” tanya suzy bingung.

“Tentu saja untuk mengucapkan selamat ulang tahun pada haraboji..Aku tidak tahu tempat duduknya, jadi lebih baik kita pergi bersama. Sudah cepatlah masuk,” kata myungso lagi.

“Oppa yakin menunggu disini? Di depan toilet wanita?” tanya suzy ragu. Namja sekeren myungso bisa turun pasaran jika berdiri di depan toilet.

“Wae? Kamu ingin aku menunggu di dalam?”

“Ais..kau selalu bercanda,” kata suzy. “Ya, sudah, aku tidak akan lama..”tambahnya dan langsung buru-buru masuk.

Belum ada dua menit suzy masuk dia sudah keluar lagi dengan muka panik.

“kok cepat sekali..eh kenapa wajahmu panik begitu?” ujar myungso khawatir.

“Op..oppa..itu..itu,”kata suzy terpatah-patah sangkin paniknya.

“Tarik nafas dulu,” kata myungso memberi saran, dia juga jadi ikut panik. “Wae..apa ada hantu di dalam?” tanyanya ragu. Tentu saja ragu, orang bule kan tidak terlalu percaya begitu-begituan, meski suzy asli korea, dia kan lahir dan besar di amerika.

“Aniyo..ini tentang ji eun..oppa kamu harus menolongnya.” Myungso jadi makin panik, takut terjadi hal buruk pada Ji eun.

“Ji eun kenapa? Apa..”belum selesai dia berbicara tangannya sudah di tarik suzy masuk kedalam toilet wanita. “Ya..aku ini namja, haram hukumnya masuk kesini,” protes myungso panik. Tiba-tiba adegan yang ada di film-film saat namja salah masuk toilet dan di gepukin para yeoja menari-nari di keplanya.

“Toiletnya kosong kok. Hanya ada Ji eun dan Jiyeon,” jawab suzy masih menyeret paksa myungso.

“Jiyeon?” tanya myungso bingung, dan tiba-tiba dia mengerti maksud suzy. Apa lagi yang terjadi jika ji eun dan jiyeon bertemu. “Ais..kenapa lagi sih mereka?” gerutu myungso, langsung berjalan tanpa di seret suzy.

“YAK! Park Jiyeon!” bentaknya, begitu melihat jiyeon dan Jieun saling menjambak.

Mendengar bentakan myungso, jiyeon dan jieun sonatk berhenti dan menoleh kearah myungso.

“O..oppa..”kata jiyeon gugup melihat tatapan marah myungso. “Ini bukan salahku, dia yang duluan memulai,”katanya membela diri.

“Aniyo..dia yang duluan memulai. Aku sedang mencuci tangan, saat tiba-tiba dia menjambak rambutku,”ji eun tak mau kalah. Suzy yang tadi ada di sebelah myungso beralih ke samping jieun dan mulai merapikan rambut sepupunya itu.

“Siapa suaruh kamu menghinaku duluan!”

“Kamu yang duluan menghina tinggi badanku! Dan mengataiku yeoja murahan. Lagian aku tidak menghina, aku mengatakan kenyataan!”

“Yak!! Kamu gak punya hak berkata begitu!” maki jiyeon, bersiap menjambak jieun lagi kalau tidak ditahan myungso.

“Wae..memang benar eommamu se..”

“Sudah berhenti!” bentak myungso saat melihat kedua yeoja itu siap mengibarkan bendera perang lagi.

“Ji eun-ah, sudah lah,” kata suzy mencoba menenangkan Jieun.

“Cieh..menjijikkan,” kata jiyeon melihat suzy dan jieun.

“Neo..bukankah sudah kukatakan, kalau kamu berantam lagi, akan aku laporkan sama ajhusi!” kata myungso pada jiyeon.

Jiyeon langsung pucat mendengar perkataan myungso. “O…oppa. jebal jangan bilang pada appaku. Aku janji tidak mengulangi lagi,” ujar jiyeon dengan nada memohon.

“Ck..kamu sudah sering mengatakannya,” ujar myungso dengan muka bosan. “Suzy-ah..aku urus yeoja ini dulu, nanti aku akan menghubungimu ne,”kata myungso lembut pada suzy dan di beri anggukan oleh suzy. “Kajja..”ujar myungso menarik paksa tangan jiyon tanpa memperdulikan rontaan yeoja itu.

“Cepat rapikan penampilanmu. Nanti kalau haraboji dan wooyoung oppa melihatnya, kamu akan di marahi,” ujar suzy pada jieun begitu myungosa dan jiyeon menghilang.

“Ne..gomawo,”ujar jieun dan mulai merapikan penampilannya.

“Untung aku bawa tasku dan jiyong ajhuma meitipkan peralatan make-upnya tadi,” ujar suzy sambil mengaduk-aduk tas kecilnya dan mulai mendandani ulang jieun. “Kamu kenapa suka sekali berantam dengan jiyeon?” tanya suzy heran.

“Dia itu, selalu iri denganku. Sepertinya, dia itu kurang kasih sayang di rumah dan melampiaskannya jadi orang menyebalkan. Dari dulu aku selalu satu sekolah dengannya, haraboji dan appanya itu selalu bersaing jadi donatur terbesar di sekolah.”

“Hanya itu?”

“Karena appanya donatur terbesar, dia bisa bersikap semena-mena dengan murid yang lain, tapi tidak denganku. Aku selalu melawannya dan dia semakin marah denganku, dan berakhir kami yeah, kamu tahu sendiri lah..”

Suzy geleng-geleng..

“Aku dengar, negara asia itu orangnya ramah-ramah dan bersahabat, jadi aku pikir tidak akan ada saling membully. Ternyata anak sekolah dimanapun sama aja ya? Status sosial selalu bisa membuat orang semena-mena. Hem..sudah rapi, kajja, pasti haraboji sudah menunggu kita dari tadi.”

——

“Kalian dari mana aja sih? Apa kalian mencari toiletnya sampai ke Amerika?” omel wooyoung begitu suzy dan jieun datang. Tentu saja dia sebal, dia sudah kelaparan dan karena dua yeoja itu belum muncul kakeknya melarangnya makan duluan sebelum kedua cucu kesayangannya itu datang.

“Mian..aku mencret,”jawab jieun asal.

“Aiss..dasar menjijikkan,” kata wooyoung jijk, napsu makannya langsung hilang seketika. “Dan kamu membiarkan suzy menunggumu sambil kebauan?”

“Aniyo..aku tadi menunggu di luar bersama myungso oppa,” kata suzy sambil tersenyum manis.

“Myungso? Kim myungso?” tanya bibi jiyoung antusias.

“Ehem..ehem..”suara deheman kakek menghentikan niat Imonya  yang ingin mengintrogasi suzy. “Kapan kita makan.”

“Haraboji, myungso oppa juga menitip salam, dia mengucapkan Saengil cukka. Dia ada urusan mendadak tadi, jadi tidak sempat mampir.”

“Ehem..Ne..”ujar kakek dingin. Jieun dan wooyoung hanya geleng-gelng melihat tingkah kakek.

“Bersikap jadi kakek mertua yang galak eoh,”ledek jieun.

——–

“Wae..?” tanya ji eun heran saat melihat wajah bingung suzy. “Siapa yang menelepon kenapa wajahmu jadi begitu?”

“Myungso oppa, mau mengajakku pulang bareng..”jawab suzy ragu lalu menatap kearah kakeknya.

“Oh, kamu takut meminta ijin? Tidak apa-apa haraboji pasti mengijinkannya.” Ujar jieun menenangkan.

“Kamu yakin?” tanya suzy ragu yang di beri anggukan semangat oleh jieun.

Mereka memang sudah selesai makan malam dan sedang di loby restoran  menunggu wooyoung mengambil mobil.

“Haraboji…”kata suzy ragu, membuat sang kakek dan bibiinya juga ikut menoleh. “Engg..aku pulang bersama myungso oppa boleh tidak?” ujarnya ragu.

“Kim myungso? Tentu saja..sana..sana kamu tidak usah pulang bersama kita,”ujar bibinya riang tidak memperdulikan wajah kesal kakek karena di dahului. “kamu tidak usah memperdulikan Haraboji..dia tidak akan keberatan.”

“Gomawo, Imo..”kata suzy senang.

“Pulangnya jangan terlalu cepat ya..”tambah bibinya lagi.

“Yak! Dia meminta ijin padaku, kenapa kamu yang menjawab?” kata kakeknya tidak terima.

“Ais Ahboji, kamu seperti tidak pernah muda saja. kajja, wooyoung sudah datang,” ujar bibinya dan langsung menyeret sang kakek yang masih protes.

“Suzy-ah fighting!”ujar jieun sebelum masuk kedalam mobil. Suzy  lalu membalas lambaian keluarga barunya itu saat mereka hendak berlalu.

Sekarang dia sendirian di loby restoran menunggu myungso. Sedang asik dengan pikirannya sendiri suzy merasa ada seseorang yang berdiri di sampingnya sedang berbicara di telepon. Karena sedang bosan, suzy akhirnya mengamati orang itu. Pria itu kira-kira berumur empat puluhan atau limapuluhan awal suzy bingung menebak, namun yang pasti menurut suzy meski sudah berumur, dia masih tetap memiliki pesona masa mudanya.

Ajhusi ini pasti sangat tampan saat muda. Lihat saja badannya tinggi tegap dan wajahnya sepertinya familiar..apa dia seorang artis ya? Ujar suzy dalam hati sambil bertanya-tanya.

Merasa sedang di lihati, pria tadi mengakhiri sambungan teleponnya dan menatap balik suzy. Merasa tertangkap basah, suzy kaget dan salah tingkah, lalu membungkuk dan memberi salam.

“Anyeong haseo,” ujar suzy sopab sambil membungkuk dan memberikan senyum terbaiknya. Orang itu membungkuk dan juga membalas senyum suzy. Dan entah kenapa suzy kembali merasa familiar dengan senyum itu, dan saat menatap mata hitam pria itu dia juga merasa tidak asing. Tapi dia sangat yakin jika mereka belum pernah bertemu. “ajhusi sedang menunggu sesorang?” tanyanya lagi.

“Ah, bukan seseorang, tapi menunggu petugas Valey membawa mobilku,”jawabnya tak kalah ramah, membuat suzy langsung menyukainya. “Kamu sendiri?”

“Ah, aku sedang menunggu temanku mengambil mobilnya,”jawab suzy malu-malu.

“Pasti kekasihmu ya?” tanya pria itu melihat wajah suzy yang tersipu malu.

“A..aniyo,”ujar suzy buru-buru. “Masih belum..”akunya malu-malu.

“Belum? Berarti akan kan? Apa kalian akan berkencan..” ujar orang itu menggoda suzy, membuat suzy semakin malu. Suzy hendak membantah lagi, kalau petugas valey tiba-tiba muncul dan menghapiri pria paruh baya itu.

“Saya sepertinya harus dulua..Aku doakan semoga oarang itu cepat-cepat meresmikan hubungan kalian,”katanya kemudian membuka pintu mobilnya. Dan tepat sebelum orang itu berlalu dia menurunkan kacanya, “Agashi..apakah kita pernah bertemu sebelumnya? sepertinya aku pernah melihatmu..”

Suzy kaget karena orang itu ternyata merasakan hal yang sama seperti dia. Padahal dia sangat yakin mereka belum pernah bertemu.

“Ah..sepertinya orang itu tidak sabaran sekali,”kata pria itu lagi saat mobil di belakangnya terus membunyikan klaksonnya. “Ini kartu namaku, lain kali jika ada waktu..bagaiman jika kita mengobrol.”kata orang itu memberikan kartu namanya yang di terima suzy dengan ragu. Kemudian orang itu pergi setelah memberi salam pada suzy. Sebenarnya suzy bukan orang yang mudah berbicara pada orang asing. Ibunya mengajarkannya untuk tidak berbicara pada orang asing, tapi dia tidak bisa menahan diri saat ini. lagipula ini korea, yang mana orang-orangnya memang ramah katanya dalam hati.

Suzy masih terpaku di tempatnya saat mendengar klason mobil mengganggu kegiatnnya, dia menoleh dan mendapati myungso melambai ke arahnya. Dia langsung memasukkannya kartunama itu begitu saja kedalam tasnya.

“Oh..oppa..”katanya lalu langsung masuk kedalam mobil myungso.

“Bgaiman makan malamnya?” tanya suzy basa basi.

“Sangat membosankan,” jawab myungso santai. “Habisnya tidak ada kamu disana, jadi pikiranku hanya di isi dengan kamu..jadi aku bosan..”

“Aiss..kamu ini gombal sekali oppa..”meski begitu, suzy tetap merasa tersipu. Ah gadis yang sedang jatuh cinta itu membingungkan, di bohongi saja senang, kata suzy dalam hati.

“sungguh..dari awal aku memang tidak mau ikut makan malam ini, tapi karena jiyeon memaksa eommanya agar eommaku memaksaku ikut, jadi aku gak bisa berbuat apa-apa, dan karena jiyeon membuat kekacauan aku jadi punya alasan untuk kabur.”

“Jadi kiita mau kemana?” tanya suzy akhirnya.

“Aku juga bingung,”jawab myungso masih konsentrasi pada jalanan. “Bagaimana kalau kamu menemaniku makan malam?”

“Makan malam? lagi?” tanya suzy bingung, bukannya mereka baru keluar dari restoran, kenapa malah makan malamlagi.

“Sudah kubilang acara makan malamnya membosankan, jadi karena bosan aku juga tidak sempat makan.” Suzy tambah bingung, bukannya biasanya orang jika bosan lebih memilih makan untuk menghilangkan bosan. Namja aneh.

“wae? Kamu tidak mau?” tanya myungso lagi.

“Aniyo..hanya saja, setiap oppa mengjakku keluar malam, pasti hanya untuk menemanimu makan.”

Myungso terkekeh mendengar perkataan suzy, lalu mulai memikirkan tempat makan yang ingin dia kunjungi.

*****

“Haraboji yakin mau ikut kita nonton?” tanya ji eun ragu sambil mendorong kursi roda kakeknya. Hari ini jieun dan suzy rencananya mau pergi jalan-jalan ke mall kemudian nonton. Tapi ternyata kakeknya mendengar rencana mereka dan memaksa ikut, tak hanya itu dia juga memaksa wooyong ikut menemaninya. Katanyasih biar pas, dua yeoja, dua namja..membuat wooyoung yang ingin menikmati tidur panjangnya di hari minggu terpaksa batal.

“wae..apa aku tidak pantas menonton?” protes kakenya tidak terima. Sebenarnya sang kakek sebal karena sering di tinggal sendirin di rumah. Suzy kalau tidak keluar bersama myungso pasti pergi berdua bersama jieun, jieun jg kalau tidak membuntuti suzy ya dia membuntuti wooyong..semantara wooyong, dia lebih suka mengabiskan dirinya di garasi bersama teman-teman bandnya.

“aniyo..bukan begitu maksudku..tapi inikan acara anak muda, nanti orang kira haraboji kakek-kakek genit..”ujar jieun asal. Dia juga sebal dengan adanya kakeknya. sebenarnya setelah dari mall dia berniat mengajak suzy untuk ke garasi wooyoung, tentu saja untuk melihat Gi-kwang.

“Aiss..dasar anak kurang ajar..bagaimana bisa kamu menyamakan kekekmu sendiri dengan kakek-kakek genit,” ujar kakeknya galak dan ingin menjitak jieun kalau dia tak buru-buru mengindar ke samping wooyoung.

“Aiss..haraboji semakin tua semakin galak saja,”omel jieun lagi tapi semakin menjauh dari kakeknya, yang akhirnya sekarang suzy yang mendorong kursi roda kakeknya.

“Ya..jieun-ah..haraboji tampan begini bagaimana kamu bisa mengatakannya pria genit,” kata suzy mencoba mengibur kakenya. Dan tentu saja membuat sang kakek tersipu malu. “Oppa lebih baik kamu pesan tiket, aku sama haraboji menunggu di restoran itu saja,”kata suzy melihat antrian panjang di loket penjualan tiket.

“Kajja..”ujar jieun langsung menarik tangan wooyoung. Dia masih gak mau dekat-dekat dengan kakeknya.

“baiklah, kalau begitu sekalian pesankan aku makan siang..”kata wooyong menurut. “Gara-gara kalian berisik sekali aku sampai tidak sempat makan siang,”gerutunya, saat ingat dia paksa bangun oleh jieun dan suzy dan di tarik paksa tanpa sempat mengisi perutnya sedikitpun. Lalu mulai mengantri tiket.

“Haraboji mau pesan apa?” tanya suzy mengamati menu yang ada di letakkan di atas meja kasir satu persatu.

“Daging saus pedas sama orange jus,”

“Tapi kakek tidak boleh makan yang pedas-pedas,”omel suzy pada kakeknya. Dia masih ingat saat bibinya marah-marah karena kakeknya memakan sambal secara diam-diam.

“Ais, sekali-sekali tidak apa-apa..”ujar kakeknya seperti anak kecil yang sedang makan sembunyi-sembunyi, membuat suzy gak bisa menahan tawa.

“Arraso, tapi gak boleh banyak-banyak ya,”ujarnya mengalah. Pasti sulit mengindari makanan kesukaan.

Setelah selsai memesan makanan untuk mereka berempat, suzy mulai sibuk mencari tempat untuk mereka dan tiba-tiba matanya mengkap sosok pria yang kemari dia temui di lobi restoran.

“Anyeong ajhusi..”ujar suzy sambil membungkuk hormat saat melihat orang itu juga menatapnya. Tapi kalau suzy tak salah lihat, senyum di wajah pria itu langsung hilang saat melihat kakeknya.

“Suzy-ah..lebih baik kita pulang saja sekarang,”ujar kakenya tiba-tiba membuat suzy bingung. Bukannya tadi kakeknya memaksa ikut, kenapa tiba-tiba minta pulang. “Kepalaku tiba-tiba pusing,” tambah kakeknya lagi.

“Appo? Apa kita perlu kerumah sakit?” tanya suzy panik, karena wajah kakeknya tiba-tiba pucat.

“aniyo..aku hanya perlu istirahat saja..kajja kita pulang sekarang,” ujar kakeknya panik.

“Arraso..ah ajhusi aku pulang duluan ya..haraboji sepertinya sakit..”kata suzy buru-buru saat pria yang belum suzy tahu namanya itu, sudah berdiri di dekatnya.

“Haraboji?” tanya orang itu kaget. “Ka..”

“Palli..suzy-ah,”ujar kakeknya seolah menarik tangan suzy memotong omongan pria itu.

Suzy masih bingung dengan keadaan itu, terpakasa mendorong kursi roda kakeknya dengan cepat. Dia masih sempat melihat pria itu menatap aneh terhadapnya. Dan suzy kembali merasa seperti mengenal mata itu. Ah yang terpenting saat ini adalah kakek, hal itu tidak terlalu penting, katanya dalam hati.

Suzy sudah meninggalkan restoran itu dengan buru-buru, tapi orang itu masih berdiri di tempatnya memikirkan sesuatu. Seolah mendapat pencerahan, tiba-tiba dia menatap kepergian suzy lagi.

“Jangan-janangan dia..”ujar orang itu masih ragu dengan kesimpulannya.

TBC

 

Akhirnya bisa post ff ini juga…hem, ini aku tulis ulang dengan cara kebut-kebutan..ah maaf ya kl ff ini semakin datar aja, habisnya masih bingung gmn cr masukin konfiknya gt…dan buat yg protes momennya MyungZy terlalu cpt, emang sengaja..ini FF lbh ke konflik keluarga dr pd percintaan, jd myungso itu nanti akan seperti seseorg yg selalu menemani suzy gt lah..pd ngertikan? aku jg bingung menjelaskan..hehehe (authornya LOLA)

Ni  ff gak bakal sepanjang IOBILU kok, dan krn aku memang sedang nganggur jd aku bisa publis ff lbh cpt dr biasanya…

Thx ya yg sdh mau baca..dan maaf kl byk typo, pd hal aku sdh berusaha meng edit lo..tp krn aku emang teledor, tetap aja byk yg ketinggala…^^

 

Advertisements

23 thoughts on “HAPPY TOGETHER part 4

  1. Aaaaaaaaahhhh akhirnya publis jga.
    Kreeennn kok thor… Seneng bnget deh liat myungzy jdi dkat gtu. Ayo dong myungsoo cpetan nembak suzy. Hihiiiii
    Bdw… Itu ahjussi ada hbungan apa sma haraboji suzy? Pnasaran bnget. Next thor. 🙂

  2. Apa hubunganya haraboji.y sma ahjussi2 itu
    apa jgn2 itu appany suzy, tp haraboji.y itu kaya.y gk skt bnrn tp cma mw ngehindarr

  3. Akhirnya keluar jg part 4nyaaa…
    Tetep seru kok thor Ћϱћϱћϱ (ړײ)
    Suka deh, harabeojinya gaul bgt lg Ћϱћϱћϱ (ړײ) lucu baca kelakuannya..
    Ditunggu part selanjutnya thor

  4. Ha ha ha ternyata jiun ma jiyoen msih jha jambak2 klau ktemu. Kel harboji emang ceria2. Oy ada hub pa yea suzy ma ajhusi tue, kyak’y antara suzy n ajhusi tue da filing yg mengikat gtu, trus saat suzy bersama harboji ktemu ma ajhusi tue, haborji beci gtu.akhir’y ngajak suzy plang,pura2 sakit lagi. Jd pnasaran thorrr lanjutin donk part’y gk sbar nie mo lhat lnjutan’y jngan lma2 yeahhhh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s