IT’S OKAY, BECAUSE I LOVE YOU part 13-END

catsBR

Author                  : Dordor

Main Cast            : Bae Suzy Miss a

                                  Cho Kyuhyun SUJU

                                  Kang Jiyoung KARA

                                 Kim myungso infinite

                                  And other

Genre                   : Sad, Romance, Family

Warning!!! Cerita ini agak garing dan lebay, jd aku sarankan kalau tidak mau muntah sebaiknya tutup hidung!!hehehehe.. Maaf jika byk typo bertebaran dan penulisan tak sesuai EYD yg membuat tak nyaman. Sebelumnya terimakasih sdh mau membaca FF aneh ini…

Happy Reading..!!

====================================================================

Part 13

Sepanjang perjalanan pulang dari sokcho ke seoul, suzy dan kyuhyun hanya terdiam tanpa ada yang mau membuka pembicaraan. Biasanya jihyun yang mengoceh panjang lebar pada suzy maupun kyuhyun dan berhubung sekarang jihyun sedang tertidur –sepertinya dia sangat suka tidur di mobil, maka tidak ada lagi suara yang terdengar.

“Ghamsahamida, sudah mengajakku dan jihyun jala-jalan. Aku berharap ini terakhir kali kita bertemu,” kata suzy sebelum turun dari mobil kyuhyun begitu mereka tiba di depan rumahnya.

“Aku pikir kamu perlu bantuan untuk membawa barang-barangmu masuk,” ujar kyuhyun keluar dari mobilnya dan membawa barang-barang suzy. Suzy tidak menjawab dan terus saja berjalan sambil menggendong jihyun.

“Myungso?” tanya suzy ragu melihat seseorang sedang duduk di depan pintu rumahnya sambil memejamkan matanya. “Apa yang kamu lakukan di situ?” tanya suzy begitu yakin orang itu adalah myungso.

“Ehh..,”myungso mengurungkan niat bicaranya dan menatap ke belakang suzy. Suzy ikut menoleh dan  melihat kyuhyun berjalan di belakangnya dengan tangan penuh kantong belanjaan.

“Oh..kami habis dari Sokcho, jihyun ingin melihat pantai. Kenapa kamu di sini jam segini? Ini sudah sangat malam.”

“Aku menunggumu.”

“Menungguku? Kenapa tidak menunggu di dalam saja?”

“Ne..Ini suda malam, aku enggak mau mengganggu halmoni, jadi aku menunggu di luar saja.” Ujar myungso kaku.

“Ooh. Memang apa yang ingin kamu bicarakan? Kenapa tidak menunggu besok saja di kampus?”

Di tanya seperti itu membuat myungso bingung mau menjawab apa. Tidak ada yang ingin dia bicarakan, dia hanya tidak bisa tenang sebelum melihat suzy.

“Ahh..itu..aku..”ujar myungso gugup.

Menyadari kyuhyun yang masih mengamati mereka, suzy akhirnya berujar, “lebih baik kita masuk dulu saja. Kita bisa bicara di dalam.”

“Oh baiklah,” ujar myungso senang.

————-

“Baiklah apa yang ingin kamu bicarakan? Pasti itu sangat penting, sampai kamu mau menungguku hingga selarut ini,” ujar suzy sambil duduk di depan myungso. Dia sudah selesai menidurkan jihyun dan juga mengangkut semua barang-barangnya dari mobil kyuhyun. Lebih tepatnya barang-barang yang di belikan kyuhyun untuk jihyun.

Myungso tidak kunjung menjawab dan malah menatap ke arah pintu dengan pandangan tidak suka dan juga tidak nyaman. Suzy ikut menoleh dan melihat kyuhyun yang sedang berdiri sambil bersandar dengan melipat kedua tanganya di dada sambil mengawasi mereka berdua.

“Mianhae kyuhyun sunbae, jika aku tidak sopan. Tapi jika sunbae sudah tidak memiliki urusan lagi lebih baik sunbae pulang,” kata suzy dingin.

Kyuhyun tersentak. Dia bingung harus menjawab apa. Sejak kejadian sore tadi, hubungannya dengan suzy kembali dingin.

“A..aku..”

Omongan kyuhyun langsung di potong suzy, “Ini sudah malam dan jihyun sudah tidur, jadi sunbae sudah tidak ada gunanya lagi disini. Lagi pula kehadiran sunbae membuat tamuku merasa tidak nyaman. Aku juga merasa tidak nyaman,” ujar suzy dingin.

Kyuhyun tidak bisa berbicara, mulutnya kaku. Hatinya juga sangat sakit dengan perlakuan suzy padanya. Apakah dia sudah benar-benar tidak ada kesempatan? Bukankah setiap orang berbuat salah selalu ada kesempatan kedua? Kenapa dia tidak?

“Baiklah, kalau begitu aku pulang,” kata kyuhyun akhirnya, lalu meninggalkan rumah suzy.

Setelah kepergian kyuhyun, myungso dan suzy hanya terdiam. Keduanya tidak ada yang ingin memulai pembicaraan terlebih dahulu. Myungso bisa melihat dengan jelas, meski suzy berkata begitu tapi itu bertolak belakang dengan hatinya dan itu membuatnya bingung harus berbicara apa.

“Kim myungso,” kata suzy pelan.

“Ne?”

“Hari ini aku sangat lelah dan ingin beristirahat. Bisakah kita bicaranya besok saja?” myungso bisa dengan jelas suara suzy yang bergetar seolah menahan tangis.

Myungso menarik nafas panjang, “Sebenarnya tidak ada hal yang sangat penting yang ingin aku bicarakan padamu. Aku hanya khawatirkarena dua hari ini ponselmu tidak bisa di hubungi, tapi sepertinya kamu baik-baik saja.”

Suzy hanya mengulum senyum sebagai jawaban.

“Kalau begitu aku pamit dulu, kamu istirahatlah, tidak usah mengantarku,” ujar myungso melihat suzy yang bangkit berdiri mengikutinya. “Anyeong,” ujar myungso sebelum membuka pintu.

Sebelum membuka pintu, myungso menimbang-nimbang sebentar sebelum berbalik lagi, “Suzy-ah..”

“Ne..?”tanya suzy bingung.

“Bisakah kita berbicara besok?”

Suzy mengangguk, “Baiklah, karena aku besok kuliah sampai setengah tiga, sebaiknya kita bicara setelah aku pulang kerja dari cafenya sulli.”

“Baiklah..aku akan menjemputmu jam tujuh di cafenya sulli. Sudah istirahat sana..jaljalyo..”kata myungso sebelum benar-benar menghilang di balik pintu rumah suzy.

——————-

Begitu myungso menutup pintu rumahnya, suzy melangkahkan kakinya dengan perlahan ke kamarnya. Dengan gerakan pelan dia berbaring di samping jihyun. Malam ini dia kembali kesulitan tidur dan pikirannya melayang entah kenpa. Tanpa ia sadari air matanya suda membasahi pipinya.

“Tuhan apa yang harus aku lalukan?”

Ujar suzy pelan lalu menutup matanya untuk menenangkan diri, tapi air matanya justru semakin deras,

“Kenapa rasanya sakit sekali,”gumannya sangat pelan sambil meremas dadanya sangat kuat. “Ottoke.”

———————

Karena semalam terlalu banya berfikir, akhirnya suzy kesulitan untuk tidur dan berakibat dia bangun kesiangan. Dia melirik jam di kamarnya. Setengah sebelas. Untung dia hari ini kuliah jam setengah satu siang jadi tidak terlambat.

Suzy mulai mengumpulkan kesadarannya saat sayup-sayup dia mendengar suara cempreng jiyoung dan jihyun. Sepertinya jihyun sedang bercerita tentang acara liburannya pada jiyoung. Suzy tersenyum mendengar nada gembira jihyun.

“Jincjha!” pekik jiyoung kencang. Membuat suzy berfikir, apa suara jiyoung itu memang tidak bisa pelan ya?. “Kyuhyun ajhushi bilang begitu?”

“Ne, ajhuma. sekarang aku punya Appa, ajhuma harus menemaniku menemui Ki Soo. Sekarang dia tidak bisa meledekku lagi, karena aku sudah punya appa. Bahkan appaku jauh lebih tampan dari appanya.”

“Wahh, cukkhae jihyunie, akhirnya kamupunya appa,” jerit jiyoung tak kalah antusias dari jihyun. Suzy bisa menebak, pati kedua bocah beda generasi itu sekarang loncat-loncat. “Kamu pasti senang sekali.”

“Ne..Aku senang sekali, appa juga membelikanku banyak mainan. Nanti jiyoung ajhuma boleh pinjam tapi tidak boleh di bawa pulang.”

“Eiss, dasar pelit… meski sudah punya appa kenapa pelitnya tidak berubah,” dumel jiyoung.

“Apa yang kamu lakukan jam segini di rumahku?” tanya suzy begitu keluar dari kamar. Dia melihat jihyun dan jiyoung duduk di depan TV sambil memainkan semacam menyusun beberapa kotak membentuk sesuatu dan sepertinya yang mereka buat adalah ruma-rumahan.

“Eoh, kamu sudah bangun? Ibu macam apa kamu, masa anaknya lebih dulu bangun dari ibunya,” kritik jiyoung begitu melihat suzy yang melangkah ke dapur.

“Aku bertanya kenapa kamu malah mengkritikku?” ujar suzy setelah meneguk segelas air dan langsung masuk kamar mandi untuk mencuci mukanya.

“Aku sedang malas mendengar eommaku mengomel terus. Dari pada kupingku panas lebih baik aku menemani jihyun sarapan,” ujar jiyoung agak keras, supaya suzy mendengarnya.

“Jangan bilang kamu yang menghabiskan sarapan jihyun?” semprot suzy begitu ia keluar dari kamar mandi.

“A..aniyo..jihyun sendiri yang tidak mau menghabiskannya. Membuang-buang makanan itu dosa, jadi aku menghabisaknnya.” Jawab jiyoung pura-pura sibuk dengan permainan di depannya.

“Ck..sudah tidak usah ngeles, dari wajahmu sudah terlihat jelas,” ujar suzy sambil duduk di samping jihyun. “Jihyun-ah. Kamu sedang membuat apa?” tany suzy pada jihyun.

“Aku mamu membuat rumah-rumahan.”

“Mana ponselku?” ujar suzy tajam pada jiyoung.

“Ini. ponsel jelek begitu aja di cariin, aku tidak mungkin mencurinya.”

“Buktinya kemarin kamu mencurinya saat di kantin kan?”

“Ya..ya..aku tidak mencurinya..aku hanya..hanya..mengambilnya secara diam-diam.”

“Apa bedanya? Mencuri itu kan mengambil milik orang lain secar diam-diam. Aku tidak tahu selama ini aku berteman dengan seorang pencuri.”

“Yak! Aku bukan pencuri,”protes jiyoung tidak terima. “Aku hanya membantumu.”

“Jiyoung ajhuma mencuri itu dosa,” ujar jihyun tiba-tiba ikut campur, “Dan kalau kita berbuat dosa, kita harus berani mengakui semua kesalahan kita, agar Tuhan mau memaafkan kita,” nasehat jihyun seperti seorang pendeta yang sedang menasehati seorang pencuri agar bertobat.

“Ais..aku sudah bilang aku tidak mencuri, kenapa kalian tidak mau percaya,” ujar jiyoung mau nenangis karena kembali di ceramahi oleh bocah empat tahun. “Dan kau! Kenpa..”

“Nanti Tuhan sedih kalau ajhuma berbohong. Tidak mau mengaku itukan berarti berbohong,” kata jihyun lagi melanjutkan ceramahnya. “Ajhuma mengambil ponsel eomma diam-diam dan baru mengembalikannya setelah eomma meminta, tapi tetap tidak mau mengaku.”

“Oh Tuhan..Oh Tuhan..apa dosaku,” dumel jiyoung, membuat suzy yang dari tadi terkikik sampai mukanya merah menahan tawa.

“Aku kecewa punya ajhuma yang tidak mau mengakui kesalahannya,” ujar jiyoung membuat matanya semakin melotot dan suzy sudah tidak mampu menahan tawanya. “Eomma juga, kenapa menertawakan orang yang berbuat dosa!” omel jihyun melihat suzy yang terus saja tertawa.

Suzy kontan saja terdiam dan gantian jiyoung yang terkikik.

“Sepertinya aku melahirkan seorang pendeta,” bisik suzy pelan saat jihyun masih saja menceramahi kedua orang dewasa itu tentang dosa yang mereka perbuat.

“Suzy, sepertinya kamu harus kerumah sakit untuk tes DNA, siapa tahu waktu melahirkan dulu anakmu tertukar,” tambah jiyoung masih berbisik.

*****

“Aku sepertinya mau melamar kerja coffeshopnya sulli juga,” ujar jiyong pada suzy yang duduk di depannya.

Sekarang mereka sedang di kantin kampus. Sebenarnya mereka ada kuliah, tapi anak dosen mereka kecelakaan sehingga kuliah di batalkan. Suzy dan jiyoung akhirnya memutuskan nongkrong di kantin sambil menunggu waktunya untuk suzy kerja.

“Wae? Restoran tempatmu bekerja memang kenapa?”

“Gwenchana, hanya saja disana gajinya sedikit tapi kerjanya sangat melelahkan.”

“Tapi kan kamu dapat jatah makan gratis sepuasnya.”

“Tapi tempatnya sulli juga kan dapat. Lagi pula sulli yang menawariku.”

“Bilang saja kamu ingin dekat-dekat denganku,” cibir suzy sambil meminum jusnya. Tiba-tiba dia menyipitkan matanya dan menatap jiyoung. “Jiyoungie..”

“Waee…?”

“Jangan-jangan kamu menyukaiku, makanya kamu selalu mengikutiku..Aiss kenpa kamu memukul keplaku sih!”

“Itu karena bicaramu sangat sembarangan.”

“Lalu kenpa kamu tiba-tiba pindah?”

“Tempat sulli kan jam kerjanya lebih pendek dan gajinya sedikt lebih banyak dari tempat kerjaku sekarang.”

“Lalu mulai kapan kamu pindah?”

“Mingggu depan sepertinya..wah pasti menyenangkan bekerja dengan teman-teman lama.”

“Ck..oh ya bagaimana kencanmu dengan joon?”

“Biasa aja, dia hanya menemaniku makan saja. Lalu kamu bagai mana liburanmu.”

 “Menyenangkan.”

“Hanya itu saja? Tidak ada yang lain?” tanya jiyoung tidak puas.

“Apa maksudmu yang lain.”

“Ya kan kalian berlibur bertiga, sudah seperti keluarga kecil begitu. Masa tidak terjadi sesuatu,” goda jiyoung.

“Tidak terjadi sesuatu. Berbicara saja kami tidak banyak.”

“Apa kamu masih marah dengannya? Kamu belum bisa memaafkannya?”

“Kenapa kamu tiba-tiba membicarakannya sih? Bukannya biasanya kamu kurang suka aku dekat-dekat dengan kyuhyun sunbae?” tanya suzy curiga. Dari kemarin dia sudah tidak sadar menanyakan itu, kenapa jiyoung seolah-olah ingin menjodohkannya dengan kyuhyun.

“Aniyo, aku tidak pernah membencinya. Aku hanya khawatir jika bertemu dengannya, kamu akan terluka.”

“Lalu apa kamu pikir sekarang aku sudah tidak terluka jika bertemu dengannya?”

Jiyoung menarik nafas dalam, kadang berbicara dengan suzy memang membutuhkan kesabaran ekstra.

“Aku hanya berfikir, jika luka di biarkan terlalu lama, akan infeksi dan membusuk,” kata jiyoung hati-hati.

Suzy terdiam, dia mencoba mencerna omongan jiyoung. Meski jiyoung ini terlalu cuek dan kekanakan, namun jika dia tiba-tiba bersikap dewasa biasanya itu sesuatu yang harus di dengarkan, dan pasti sangat penting.

“Jika seseorang itu terluka, sebaiknya langsung di obati bukannya menghindar karena takut sakit. Kalau tidak, sakitnya akan lebih parah dan infeksi. Kamu tahu akibatnya akan sangat fatal jadinya. Dan aku pikir lukamu yang dulunya akan mudah sembuh, sekarang sudah bernanah dan akan semakin sulit sembuh.”

“Lalu sekarang apa yang harus ku lakukan? Lukaku ini sangat sakit. Bahkan hanya melihatnya saja, rasanya sangat perih.”

“Kamu harus mengeluarkan nanahnya, lalu memberikan obat. Karena jika nanah itu tidak di keluarkan, infeksimu akan semakin parah.” Kata jiyoung mengamatai suzy dengan serius. “Sangat sakit memang, tapi jika kamu biarkan juga rasa sakitnya tidak akan hilang. Bahkan terkena angin saja, akan sangat sakit. Meskipun sakit, tapi kalau kamu berani mengeluarkan nanahmu, lukamu akan cepat sembuh dan mengering. Hanya itu satu-satunya cara.”

Suzy masih terdiam, mencerna perkataan jiyoung yang menurutnya sedikit membingungkan. Jiyoung ini suka sekali menggunakan perumpamaan yang membuat suzy suka bingung..dan sekarang pake istilah nanah pula.

“Jangan pernah takut akan terluka lagi. Terkadang untuk menyembuhkan penyakit dokter harus membuat luka baru. Saat kamu terkena tomor atau kangker atau penyakit, dokter harus melukai tubuhmu dulu, untuk mengambil sarang penyakitmu. Tapi setelah itu akan sembuh.”

“Kamu benar. Tapi aku tidak akan bisa menghilangkan bekasnya. Di hatiku, akan membekas luka yang pernah ku alami. Jadi jangan berharap lebih padaku.”

“Kamu trauma?” tebak jiyoung. Suzy terdiam. Llu tiba-tiba jiyoung tertawa.

“Kamu kenapa malah tertawa?”

“Sebagai sahabat yang baik aku memberimu satu tips lagi. Kalau aku di suruh memilih menahan rasa sakit selamanya atau memiliki bekas luka? Tentu aku akan menjawab lebih baik aku memiliki bekas luka, karena bekas luka tidak akan sakit. Lagi pula..setelah waktu berlalu saat aku melihat kembali bekas luka itu atau ada yang bertanya, aku akan dengan bangga mengatakan jika di masa lalu aku pernah mengalami petualangan yang menarik dan jika itu memalukan, orang-orang akan tertawa mendengarnya. Saat aku terluka karena tidak hati-hati saat berjalan dan meninggalkan bekas, setiap melihat bekas itu aku pasti akan mengingatkan diriku untuk lebih hati-hati lagi, tapi itu tidak akan membuatku trauma untuk berjalan.”

Karena suzy masih terdiam, jiyoung melanjutkan, “Kadang aku merasa aku ini sangat bijak,” katanya pamer. “Jadi lebih baik kamu menyelesaikan masalahmu dengan kyuhyun sunbae, aku lelah melihatmu yang seperti ini. Aku rindu bae suzy yang cerewet, centil dan ceria, bukan bae suzy yang kuno dan pelit.”

Suzy terkekeh mendengar bercandaan jiyoung, rasanya dia juga ingin mengikuti saran jiyoung tapi dia selalu meresa takut. Seolah mengerti pikiran suzy, jiyoung menambahkan,

“Kamu tidak usah takut. Ada Jihyun, aku dan halmoni yang selalu ada di sampingmu. Bukankah kami cukup sebagai obat penghilang rasa sakit dan penenang untukmu?”

“Apa kyuhyun sunbae menyogokmu dengan banyak makanan?” tanya suzy curiga.

“Darimana kamu tahu?” tanya jiyoung penasaran.

“Huh..sudah kuduga. Apa yang membuatmu tiba-tiba berbaik hati padanya kalau kamu tidak di sogok.”

“Hehehehe…seenarnya ini sudah lama ingin aku katakan, tapi selalu lupa. Sepertinya kamu harus berbicara dengan Ahra eonnie, aku pikir di antara kalian ada salah paham. Hmm..lebih tepatnya Ahara eonnie yang salah paham.”

“Ahra eonni?” tanya suzy bingung. Sudah lama dia tidak mendengar kabar kakak perempuan kyuhyun itu. “Kamu pernah bertemu dengannya?”

“Ne..saat kamu masih di Jepang. Dia menyesal dengan semuanya. Dia baru menyesal setelah melihat kyuhyun sunbae koma..dia pikir dia akan bahagia, tapi ternyata dia salah. Saat itu aku ingin menjelaskan semuanya, tapi aku pikir lebih baik kamu yang menjelaskannya.”

“Kyuhyun sunbae koma? Kapan? Dan kenapa? Kenpa kamu enggak pernah mengatakannya?” tanya suzy bingung.

Jiyoung menarik nafas panjang, “Maaf baru mengaatkan sekarang..dulu setiap aku menyinggung kyuhyu sunbae, kamu selalu tidak mau mendegar dan saat itu keadaanmu sedang tidak stabil. Saat dulu  Noonanya mengurus kepindahan kyuhyun sunbae ke Amerika, ternyata bukan karena dia mau meninggalkanmu begitu saja.” Jiyoung terdiam sebentar, dia takut suzy akan sedih lagi jika mengingat saat ayahnya meninggal. “Beberapa hari setelah ajhusi meninggal, ternyata kyuhyun sunbae masuk rumah sakit karena mencoba bunuh diri dengan cara mengiris tangannya.” Suzy menahan nafas, dia mulai merasa dadanya sesak. Ternyata bukan cuma dia yang terluka saat itu.

“Dia marah saat noonanya mengurungnya di kamar dan tidak mengijinkannya menemuimu, lalu dia pikir dengan mengiris tangannya noonanya akan membuka kamarnya. Sayang Cho ahra baru sadar saat kyuhyun sunbae hampir kehabisan darah, dan dokter bilang karena sudah berhari-hari tidak makan di tambah kehabisan banyak darah dan juga stress kyuhyun sunbae akhirnya koma. Saat itu ahra noona pikir dengan pengobatan di Amerika, kyuhyun sunbae akan lebih cepat sembuh, tapi ternyata baru tiga bulan baru sadar. Dan karena  koma beberapa bulan, kyuhyun sunbae butuh beberapa bulan juga untuk memulihkan kondisinya meskipun pada awalnya dia menolak karena ingin menemuimu. Tapi karena di paksa noonanya akhirnya dia baru kembali ke korea setelah fisiknya benar-benar sembuh.”

Suzy terpaku, tidak tahu harus berbuat apa lagi. Ternyata namja seperti cho kyuhyun juga bisa berfikiran pendek dan melakukan hal nekat.

“Sejujurnya saat pertama dia datang padaku dan mencarimu..kalau aku boleh jujur, keadaan kalian tidak jauh berbeda.”

“Kamu bilang Ahra eonni salah paham padaku, memangnya salah paham apa?”

“Eh..sebenarnya Ahara noona bukan kakak kandung kyuhyun sunbae..”

“Ne?! Apa maksudmu..bagai..”kata suzy kaget.

“Ceritanya panjang..lebih baik kamu dengar sendiri dari mereka..yang aku tahu, dia sepupumu yang selama ini di cari appamu..dan dia berfikir, ajhusi sengaja membunuh ibunya..”

Mulut suzy menganga. Dia tidak mengerti. Kenapa tiba-tiba begini. Bagaimana..bagaimana bisa ternyata dia adalah sepupunya yang selama ini dia dan keluarganya cari. Jangan bilang selama ini..

“Ne..sepertinya karena itu dia ingin balas dendam dengan keluargamu. Dan kyuhyun sunbae hanyalah adik angkatnya.” Kata jiyoung seolah mengerti maksud ekspresi suzy.

“Jadi selama ini sebenarnya masalah internal keluarga kami..dan kyuhyun sunbae kebetulan terjebak di tengah-tengah,” kata suzy dengan nada lemah.

“Ottokhe jiyoung-ah..kenpa jadi begini? Pasti ahra eonnie sangat membenci keluargaku..Appa kan tidak sengaja mendorong Gomo..”

“Makanya kalian perlu berbicara..sudah kubilang semuanya salah paham. Ajhushikan tidak pernah jahat pada mereka, yang melakukan ini semuakan Haramonimu.”

“Ne, aku harus bica dengannya. Tapi dimana aku harus mencarinya?”

“Kamu bisa bertanya pada kyuhyun sunbae.” Jawab jiyoung enteng.

“Ne?!” tanya suzy kaget. “Tapi..kemarin aku sudah mengatakan hal menyakitinya..”

“Aku yakin dia sudah memaafkanmu dan senang kamu pergi mencarinya..”

******

“Sulli-ah..mianhae, hari ini aku ijin tidak masuk lagi..” ujar suzy di telepon.

“Gwenchana, jiyoung sudah meminta ijin tadi, agar minggu ini kamu di beri libur dan dia berjanji menggantikanmu sementara.”

“Ne? Jiyoung bilang begitu? Ya, aku hanya ijin hari ini..bukan seminggu.”

“Kata jiyoung kamu sedang melakukan sesuatu yang sangat penting, jadi kamu tidak usah sungkan..ya sudah aku sedang sibuk..fighting suzy-ah..” ujar sulli sambil memutuskan sambungan telepon.

“Ya..aku belum selesai bicara, kenapa sudah di putus,” dumel suzy sebal dengan tindakan sepihak itu.

“Bae suzy, kenapa tiba-tiba memintaku bertemu sekarang?” suzy mendongakkan keplanya begitu mendengar seseorang berbicara. “Bukankah kamu bilang harus bekerja dan baru bisa bicara nanti malam?”

“Oh, myungso kamu sudah datang. Mian, nanti malam aku ada urusan, apa sekarang kamu sedang sibuk?”

“Aniyo, aku malah senang kamu memintaku bertemu. Biasanya aku yang memaksamu untuk bertemu.”

Suzy hanya terkekeh, “Sebaiknya kamu memesan makanan dulu.”

Sekarang mereka memang sedang berda di cafe dekat apartemen myungso, yang membuat namja itu semakin bingung. Baru kali ini suzy meneleponnya terlebih dahulu dan mengajaknya bertemu.

“Apa ada yang mau kamu katakan?” tanya myungso setelah selesai memesan makanannya.

“Aniyo, kamu yang ingin berbicara padaku kan? Karena nanti malam aku tidak bisa. Kamu tidak keberatan kalau sekarang aja,kan?” jawab suzy santai.

“Eh..oh..itu..” ujar myungso bingung. Dia tidak siap jika tiba-tiba begini, maklum sebenarnya nanti malam dia mau mengatakan perasaannya pada suzy, dan tadi dia sedang sibuk mencari-cari restoran romantis untuk mereka bertemu nanti malam.

“Kenapa kamu jadi gugup begitu?”

“Oh..itu..aku tidak siap jika tiba-tiba begini.” Ujar myungso semakin gugup.

“Memang apa yang kamu ingin bicarakan sampai kamu tidak siap? Bukankah sama aja sekarang atau nanti malam.”

Myungso yang hendak menjawab, tidak jadi karena pelayan tiba-tiba mengantarkan pesanan mereka.

“Memangnya nanti malam kamu ngapain?” tanya myungso akhirnya.

“Oh..aku mau menyelesaikan luka di masa lalu. Terlalu banyak yang salah paham.”

“Apa kamu mau menemui namja itu?” tanya myungso mentap tajam suzy “Ayah jihyun..”tambah myungso begitu melihat raut bingung suzy.

“Oh, cho kyuhyun sunbae maksudmu? Ne aku ingin bertemu dengannya. Kata jiyoung, aku harus berani terluka sekali lagi, agar aku bisa sembuh.” Jawab suzy sambil meminum jus yang dia pesan.

“Apa kamu masih mencintainya?” melihat ekpresi suzy, myungso sudah tahu jawabannya meskipun, yeoja itu tidak menjawab. “Bisakah kau tidak pergi menemuinya?”

“Ne?” tanya suzy kaget.

“Aku bertanya, bisakah kamu tidak menemuinya? Bisakah kamu berada disisiku saja? Kamu tidak perlu melupakannya, yang penting kamu berada disiku, aku tidak akan keberatan…”

“Myungso..”

“Aku tidak akan pernah menyakitimu sepertinya. Aku berjanji akan membahagiakanmu..apa yang kamu lihat dari namja itu?!”

“Kim myungso,” kata suzy agak takut, karena myungso tiba-tiba seperti orang yang berteriak di depannya. “Mianhae..”

“apa yang kamu lihat darinya? Kenapa kamu hanya melihatnya? Kenapa kamu tidak mau melihatku? Apa yang di miliki namja itu, tidak kumiliki.”

“Mianhae..”

“Jika kamu menyesal, jangan temui dia, tetaplah disini, eoh,” ujar myungso seperti orang mau menangis.

“Apa yang kamu lihat dariku? Kamu adalah namja yang sempurna, banyak yeoja yang jauh lebih baik dariku di luar sana yang mau mengantri padamu.”

“Aku tidak peduli dengan mereka, aku hanya mau kamu.”

“Mianhae, myungso-ah..tapi aku tidak bisa. Aku ini wanita yang pemuh luka dan sudah bernanah. Jika aku berada di dekatmu, nanah dari lukaku akan mengenaimu dan mengakibatkan luka baru padamu. Pada akhirnya kita hanya orang-orang yang penuh luka.”

“Apa jika pada namja itu, kamu tidak akan menularkan lukamu?”

“Aku tidak tahu. Aku hanya ingin menyelesaikan masalah kami di masa lalu yang belum selesai, meskipun ingin tapi aku tidak beniat berada di sisinya. Aku hanya ingin semua luka ini cepat sembuh.”

“Apa jika kamu sudah sembuh, kamu mau berada disisiku?”

“Mianhe..”ujar suzy menyesal.

“Arrayo..dari awal aku tahu akan berakhir begini. Aku hanya ingin mencoba, sampai saat terahir. Lebih baik kamu pergi sekarng, kejarlah kebahagiaanmu.”

“Myungso..”

“Pergilah..sekarang aku rasanya mau menangis karena patah hati. Dan aku tidak ingin seorangpun melihatnya, itu memalukan tahu. Jadi pergilah..”

“Kim myungso mianhae dan gomawo, kamu adalah namja yang sangat baik. aku yakin kamu pasti bahagia..”ujar suzy sebelum meninggalkan myungso. Namja itu hanya mengangguk.

———

Kyuhyun sedang meringkuk di bawah selimutnya. Dia mengintip sekilas pada jendela kamarnya, dan sudah gelap dan itu berarti seharian lebih dia hanya di tempat tidurnya tanpa elakukan aktifitas apapun. dan seolah mengerti jika dia sedang dalam mood yang aik, perut dan tenggoroannyapu tidak berdemo untuk meminta di isi. Seolah setiap sel dalam tubuhnya sedang malas melakukan sesuatu. Bahkan hanya untuk bergerak.

Bahkan saat bel rumahnya berbunyi, dia tidak berniat membukakan pintu dan membiarkan sang tamu menyerah dan pergi begitu saja. Dia memang tinggal sendiri dan biasanya hanya ada seorang ajhuma yang datang dua hari sekali untuk membersihkan rumah dan setelah tugasnya selesai dia akn pulang. Jadi jida dia sedang tidak berniat menerima tahu, dia hanya bisa membiarkan sang tamu menyerah.

Tapi entah bagaimana, tamunya kali ini sepertinya tidak ingin menyerah padahal sudah lima belas menit berlalu sejak bel pertama berbunyi. Kalau tidak merasa terganggu, dia pasti tidak akan mau menggerakkan tubuhnya menuju pintu rumahnya. Tanpa melihat kamera, dia menekan speaker interkomnya dan bertanya,

“Nuguseo?”

“Nuguseo?”tanyanya lagi saat tak mendengar jawaban.

“Nuguseo?” ulangnya lagi sambil melihat layar interkonya, dan berjanji jika hanya orang iseng dia pasti akan membunuh orang itu. Namun tidak melihat siapa-siap. Dia baru saja memutuskan jika itu adalah salah satu anak-anak iseng dan berniat kembali kekamarnya saat tiba-tiba orang itu muncul di layar dan bersuara..

“Su..sunbae, ini aku. Bae suzy,” kata suzy ragu.

Kyuhyun tepaku. Sangkin kagetnya dia sampai lupa mau melakukan apa. Bagaimana mungkin orang yang selalu memenuhi pikirannya, orang yang selalu menghiasi mimpi-mimpinya dan orang membuat moodnya hari ini jadi buruk ada di depan rumahnya.

Ada di depan rumahnya?

Bae Suzy!

Seolah tersadar, kyuhyun buru-buru membuka pintu dan langsung berlari ke pagar rumahnya dan langsung membuka pintu.

Ternyata suzy benar-benar berdiri di depan rumahnya!

Jadi dia tidak bermimipi!

“Su..suzya-ah..ada apa kamu datang mencariku?” ujarnya begitu ia tersadar dari kekagetannya.

“Apakah aku mengganggu?” tanya suzy masih dengan ragu. Dia lalu mengamati penampilan yang sedikit berantakan. Pakaian namja itu belum berganti sejak terakhir kali mereka bertemu. Rambutnya acak-acakan khas orang baru bangun tidur dan wajahnya –meskipun masih tetap tampan, terlihat sekali ada bekas selimut atau bantal atau apapun itu.

“Ah..karena kecapekan, begitu sampai rumah aku langsung tidaur tanpa sempat mengganti baju dan baru bangun sekarang,”ujar kyuhyun menyadari arah tatapan suzy. “Lebih baik kita bicara di dalam saja,”kata kyuhyun lagi untuk mengurangi rasa canggungnya.

Suzy hanya mengangguk dan mengikuti namja itu masuk ke dalam rumah.

—–

“Ada apa kamu mencariku? Tumben sekali,” kata kyuhyun begitu mereka sudah ada di ruang tamunya dan sekarang mereka sudah duduk di sofa.

Suzy menarik nafas, seolah menghilangkan rasa gugupnya “Apa kamu sudah makan?”tanyanya santai, yang lagi-lagi membuat kyuhyun terpaku.

Suzy berbicara santai padanya? Tidak lagi dengan nada kaku? Bukankah tadi malam yeoja ini…

“Aku bodoh sekali,seharusnya aku sudah tahu. Tadikan kamu bilang kamu tidur seharian, pasti kamu belum makan,”kata suzy lagi panjang lebar. Kyuhyun benar-benar merasa seperti bermimpi. Apa gara-gara perkataan suzy tadi malam, dia jadi gila dan mulai berhalusinasi?. “hmm, aku juga belum makan malam..”

“Bagaimana kalau oppa pergi mandi sementara aku menyiapakan makan malam,” ujar suzy lagi dan kali ini di tambah senyum manis di bibirnya.

Kyuhyun semakin yakin jika dia bermimpi. Suzy tersenyum padanya dan memanggilnya ‘oppa’.

“Su..suzy-ah..”ujar kyuhyun ragu.

“wae..apa tidak boleh? Masakanku sudah jauh berubah sejak terakhir kali aku memasak untukmu..”ujar suzy dengan nada merajuk.

“A..aniya..bukan begitu,”ujar kyuhyun buru-buru. “Baiklah, aku akan mandi dan kamu menyiapkan makan malam. Tapi..Akhir-akhir ini aku jarang masak, mungkin persedian bahan segarku hanya sedikit,”kyuhyun memutuskan, jika dia memang bermimpi biarkan saja. Dia rela tidak bangun selamanya, asalkan dia bisa melihat lagi, bae suzy yang ceria, manja dan bae suzy yang tersenyum manis padanya.

“Gwenchana..tadi sebelum datang kesini, aku belanja dulu,”kata suzy sambil menunjukkan kantung belanjaan yang ada di tangannya. Sangikin sibuknya terkaget-kaget, kyuhyun sampai tidak menyadi suzy membawa beberapa kantung plastik di tangannya. “Meskipun masakannku sudah jauh lebih baik, tapi aku hanya bisa memasak sedikit masakan. Oppa tidak keberatankan kalau aku masak Bulgogi dan Bimbab?”

Kyuhyun langsung buru-buru menggeleng, “Aku suka semua makanan, apalagi jika kamu yang memasak. kamu belum lupa kan, masakanmu yang gosongpun aku habiskan.”

Suzy terkekeh mengingat saat pertama kali dia memasak dan kyuhyun menghabiskan semuanya, meskipun suzy sendiri tidak bisa menelan satu sendokpun. Padahal itu hasil masakannya.

“Baiklah, kalu begitu oppa mandi dulu, aku akan menyiapkan semuanya,”uajr suzy lalu mulai melangkah ke dapur kyuhyun.

Dan namja itupun dengan langkah riang langsung meraih handuk dan berjalan kekamar mandi. Sesaat sebelum menutup pintu, dia berseru, “Suzy-ah..ini bukan mimpi kan?” suzy yang mulai sibuk dengan belanjaannya mendongak lalu tersenyum setelah mengert maksud kyuhyun. “Saat aku keluar dari kamar mandi kamu masih di sini kan?” suzy mengangguk menyakinkan. Setelah puas dengan jawabannya, kyuhyun lalu masuk ke kamar mandi.

———-

“Otte..mashitta?” tanya suzy, harap-harap cemas saat kyuhyun mencicipi masakannya. Meskipun sangat yakin masakannya tidak buruk-buruk amat, namun dia tetap deg-degan menunggu reaksi kyuhyun. Cho kyuhyun kan sangat suka mengkritiknya dulu.

Kyuhyun mengangguk, “Jincjha mashita..”ujarnya senag dan angsung melahap semua makanan yang ada di meja dengan rakus. Dia baru sadar ternyata dia sangat lapar. Dia sampai heran kenapa tadi dia tidak merasakannya?

Melihat kyuhyun yang makan dengan lahap, suzy menarik nafas lega dan tersenyum senang.

“Wae..kenpa kamu tidak makan? Bukannya kamu bilang kamu belum makan?” tanya kyuhyun menyadari suzy hanya melihat dia yang sedang makan.

“Melihatmu makannya sangat rakus, membuat aku sudah kenyang,” jawab suzy apa adanya.

“Tapi kamu harus tetap makan, lihat badanmu itu sangat kurus dan layu..bagaimana kamu bisa berteman dengan jiyoung dengan badan seperti ini,”kata kyuhyun mulai mengomentari penampilan suzy. Melihat sikap suzy malam ini, membuat dia merasa rileks seperti saat mereka pacaran dulu.

Suzy mempautkan bibirnya sebal, huh, sifat mengkritiknya keluar lagi, batinya.

“Ayo cepat makan. Kamu itu harus meniru jiyoung, makannya banyak,”tambah kyuhyun sambil menyendokka banyak nasi dan lauk ke piring suzy.

“Jiyoung saja yang terlalu gendut,”ujarnya sebal. “Lagi pula aku ini terlalu sibuk, jadi makan sebanyak apapun badanku akn tetap begini.”

“Mian…”ujar kyuhyun tiba-tiba. Persaan bersalah itu kembali lagi saat mendengar perkataan suzy. Seandainya saja dulu, dia bisa menghentikan semua ini pasti suzy akan tetap menjadi seorang putri kerajaan dan tidak perlu bekerja keras. “Mianhae..ini semua salahku. Seharusnya..”

“Aniyo..ini semua salahku,”potong suzy tiba-tiba, sambil menunduk. “Saat itu kamu bahkan tidak melakukan apa-apa. Semua yang terjadi itu pernuatan Ahra eonni, kamu bahkan mencoba menghentikan Ahra eonni meskipun terlambat.”

“Tapi dia Noonaku, seharusnya aku bisa lebih berusaha dan tidak membiarkan oarng yang ku cintai terluka. Sebagai namja aku mesara gagal”

Suzy menggeleng, “Aku tahu kamu sudah berusaha. Kamu bahkan menolak saat aku menawarkan diri, dan kamu juga di jebak oleh Ahra eonni. Seharusnya aku yang minta maaf, karena sudah melibatkanmu dalam masah keluarga kami.”

Kyuhyun menatap suzy bingung.

“Aku sudah tahu kalau kamu bukan adik kandung Arha eonnie. Dan Ahra eonni adalah sepupuku,” suzy mencoba menatap kyuhyun, dia sangat yakin sekarang matanya sangat merah. “sebenarnya ini masalah interen keluarga kami yang salah paham, ahni, ini memang kesalahan Haramoni yang memperlakukan Gomo dengan tidak baik…dan kebetulan kamu terjebak di tengah-tengan lalu ikut menjadi tersangka..”

Kyuhyun kaget. Bagaiman suzy tahu? Apa Cho Ahra menemuinya..

“Jiyoung yang memberitahuku. Katanya saat aku di jepang, Ahara eonni datang menemuinya dan meminta maaf padaku..”

“Ahara noona menemuinya?” tanya kyuhyun kaget.

“Ne..tujuanku kesini, selain minta maaf, aku ingin menanyakan keberadaannya. Aku ingin minta maaf atas nama Haramoni dan menjelaskan salah paham ini.” suzy menarik nafas. Jiyoung benar. Rasanya memang sangat melegakan jika dia menghadapi masalahnya, ukannya menghindar. Seharusnya sejak dulu dia melakukan ini. “Haramoni memang berusaha menyingkirkan Gomo karena dia anak dari perselingku dengan Haraboji. Tapi appaku sangat menyayangi gomo. Appa sama sekali tidak tahu-menahu seoal perbuatan Haramoni. Dan saat Gomo jatuh, Appa sangat menyesal dan terkena serangan jantung karena merasa bersalah. Kita juga sudah mencari keberadaan Ahara tapi dia menghilang secara misterius. Bahkan sampai appa meninggal, dia masih tetap mencari Keberadaan Ahra eonni. Ternyata selama ini dia ada di depan kita, namun kami tidak menyadarinya,”kata suzy sambil menangis. Hatinya masih tersa sakit memang saat mengingat kejadian itu. Tapi dia mencoba mempercayai perkataan jiyoung. Dia tidak boleh takut lagi terluka. Terkadang untuk menyembuhkan rasa sakit, kita harus membuat luka baru.

Kuhyun juga kaget. Dia memang tida terlalu mengerti tentang latar belakang keluarga angkatnya itu. Namun, dari apa yang dia dengar dari keluarga angkatnya itu, bahwa mereka memang di perlakukan sangat tidak adil, bahkan lebih rendah dari binatang. Ternyata kita memang tidak boleh mengambil kesimpulan jika kita tidak mendengarkan penjelasannya.

“Jadi bolehkah, aku tahu dimana Ahra eonni? Aku ingin meminta maaf padanya. Dibandingkan apa yang ku alami, yang di alami eonni pasti jauh lebih sakit..”ujar suzy masih dengan air mata di pipinya.

“Untuk apa kamu meminta maaf? Bukankah seharusnya yang meminta maaf? Dia yang menghancurkan hidupmu?”tanya kyuhyun bingung.

“Aniyo..aku memang pantas mendapatkannya. Gara-gara Appa, dia kehilangan Gomo dan ajhusi. Aku juga kehilangan Appa dan Eommaku, jadi akupikir kami impas. Tapi, aku bisa hidup dengan berkecukupan dan mewah, sementara dia hidup tak layak, bahkan aku dengar dongsaengnya meninggal karena mereka tidak punya uang untuk berobat. Jadi kami masih belum impas,”ujar suzy tulus.

Kyuhyun merasa bodoh. Entah apa yang ada di otaknya dulu samapi dia pernah punya niatan untuk membuat yeoja ini menderita. Seandainyapun dia tidak mencintai Suzy, sudah seharusnya yeoja sebaik dia tidak di biarkan terluka. Bagaimana dia tidak keberatan menanggung dosa yang sudah di perbuat oleh keluarganya? Bahkan pada orang yang membuatnya menderita begini dia masih ingin meminta maaf. Dia tidak yakin suzy ini, manusia tau malaikat.

“Aku tidak tahu sekarng noona ada dimana.”

“Kamu tidak tahu?”

“Ne..sejak terakhir bertemu di Amerika, kami tidak pernah bertemu lagi. Makanya aku sedikit kaget, saat kamu bilang dia menemui jiyoung. Saat itu aku masih marah, soal penjebakan itu dan tak inin melihatnya sampai aku tidak marah lagi,” ujar kyuhyun sedih. Dia memang sangat murka saat itu dan memaki-maki noonanya dan berjanji tidak akan sudi lagi melihat mukanya. Dia memang sudah memperingatkan Ahara untuk tidak mempergunakan suzy dalam rencana balas dendamnya.

“Kalian tidak berhubungan lagi?”

Kyuhyun mengangguk. “Nona terkadang mengirimiku kabar lewat email, tapi aku tidak pernah membalasnya. Yang terakhir ku tahu, katanya dia mau melakukan kegiatan sosial di negara tertinggal, tapi aku tidak tahu negara mana. Dia berharap dengan begitu rasa bersalahnya akan berkurang, karena dia belum berani bertemu denganmu.”

Suzy menarik nafas panjang. Dia bingung harus berbuat apa. Ternyata kejadian lima tahun lalu tidak hanya meninggalkan luka padanya, tapi juga pada mereka semua yang terlibat. Dia pikir Cho Ahra dan kyuhyun akan bahagia dan hanya dia yang akan terluka. Ternyata memang benar kata orang, balas dendam itu hanya akan menghasilkan luka bagi mereka semua.

“Kamu bisa mengatakan semua yang ingin kamu katakan padanya nanti lewat email. Aku yakin noona akan membacanya.” Ujar kyuhyun melihat raut sedih suzy.

Suzy tersenyum, “Ah, oppa benar. Aku bisa mengatakan semuanya lewat email,”ujar suzy riang lalu mulai menikamati makan malamnya. Melihat suzy kyuhyun juga ikut mengahbiskan makan malamnya.

“Bolehkah aku bertanyalagi?”tanya kyuhyun begitu menghabiskan makan malamnya.

Suzy yang hendak memberisi meja makan, berhenti. “Apa?”

“Se..sebenarnya, dari tadi aku bertanya-tanya,” kyuhyun menatap suzy ragu. Apakah sebaiknya dia bertanya atau tidak..

“Tentang sikapku yang tiba-tiba berubah?” tanya suzy menebak arah pikiran kyuhyun. Kyuhyun yang kaget hanya menggaruk tengkuknya, “Wae..apa tidak boleh..oppa tidak menyukainya?” ujar suzy sedikit merajuk.

”a..aniyo..cuahae..jincha cuahae,”ujar kyuhyun meyakinkan melihat suzy yang masih memayunkan wajahnya. “Aku hanya takut ini semua mimpi,”tambahnya dengan nada serius.

“Aku pikir, kamu lebih suka dengan sifatku yang dulu. Tadi jiyoung bilang, dia ingi aku seperti suzy yang ceria dan sedikit manja. aku pikir oppa juga begitu. Tapi kalau oppa tidak suka, aku tidak akan melakukannya lagi,”

“Ani..ani..aku suka. Bahkan aku selalu bermimpi kamu akan kembali seperti dulu. Aku hanya heran, bukankah baru tadi malam kamu bilang….”kyuhyun tidak berani melanjutkan, takut suzy tib-tiba berubah lagi.

“Makanya aku datang untuk minta maaf. Aku tahu kata-kataku memang sangat kasar. Setiap melihatmu, aku selalu ingat kejadian lima tahun lalu dan itu membuat hatiku sakit. Tapi saat tak melihatmu, hatiku juga sakit. Lalu jiyoung bilang, lukaku sudah bernanah, bahkan kena anginpun akan sakit, maknya aku selalu merasa sakit saat melihatmu. Dia juga bilang, satu-satunya cara untuk menglangkan rasa sakitnya, ya harus di obati. Caranya, nanahnya harus dipencet keluarkan semua baru di bekas nanh itu bisa di berikan anti biotik agar cepat sembuh. Sakitnya memang akan luar biasa, tapi setelah itu akan cepat sembuh.

Intinya, aku harus menghadapi rasa sakit seperti apapun, agar lukaku cepat sembuh. Aku harus mengeluarkan semua nanah masa laluku sampai bersih, sakit memang. Tapi ada jihyun yang menjadi obat penghilang rasa sakit dan penenang untukku. Jadi aku datang ke mari untuk di berikan anti biotik.”

“Jadi apakah aku obat untuk lukamu”tanya kyuhyun tidak bisa menutupi rasa senangnya. “Bukan yang menyebabkab kamu terluka?” ujar kyuhyun meyakinkan?

Suzy tersenyum, “Ne, kamu anti biotikku. Dan yang membuat aku terluka adalah diriku sendiri.”

*****

“Yak!!jihyun-ah..apa yang kamu lakukan?!” teriak jiyoung begitu melihat jihyun berkacak penggang di depan anak perempuan seusianya yang sedang menangis. “Apa yang kamu lakukan pa Ki Soo?”

“Aniyo..dia yang meledekku karena aku tidak punya appa..lalu aku bilang aku sudah punya appa..” kata jihyun membela diri.

“Lalu Kenapa dia menangis?”

“Aku bilang appaku lebih tampan dari appanya, lalu appaku juga punya mobil bagus, rumahnya besar..terus dia menangis,” ujar jihyun masih dengan nada bangga, akhirnya bisa mengalahkan Ki Soo.

“Aniyo..appaku lebih kelen…pokonya appaku lebih-lebih cegalanya dali appamu,” ujar ki Soo di sela-sela tangisnya.

“Aniyo..appaku jauh lebih keren! Appamu perutnya besar seperti ajhusi-ajhsui tua,” batah jihyun, membuat jiyoung tertawa dan Ki Soo menangis semakin kencang.

“Gojitmal..Kamu gak punya appa. Aku gak pelnah liat appamu. Pasti appamu lebih jelek,” jawa Ki Soo masih sambil menangis.

“Aniyo..appanya jihyun memang lebih tampan dari appamu. Pokoknya appa jihyun lebih segala-galnya dari appamu,”tambah jiyoung membantu jihyun, membuat jihyun semakin membusungkan dadanya. Jiyoung memang suka bersifat seperti anak umur empat tahun yang suka pamer. “Aku sering  melihat appanya.”

“HUAAAAA!!!”Ki soo menangis semakin kencang yang membuat jiyoung kaget karena sonatak semua mata seolah menuduhnya membuat anak orang.

“A..aniyo..itu bukan aku..”ujar jiyoung sambil melambai-lambaikan kedua tangannya pada setiap orang yang melihatnya. “Di..dia yang melakukannya,”kali ini dia menimpahkan kesalahan pada jihyun. Namun tak satupun yang percaya jika pelakunya adalah jihyun. Habisnya muka bocah itu polos sekali. “Jihyunie..lari..”Ujar jiyoung yang melihat ayah Ki Soo datang sambil membawa parang. Maklum ayah Ki Soo adalah penjual daging di pasar dekat tempat ibu jiyoung berjualan.

“Huh..huh..huh..yak. jihyunie, kamu yang membautanya menangis kenapa semua orang menuduhku?” protes jiyoung begitu dia merasa aman dari kejaran appa Ki soo.

“Aku tidak membuatnya menangis..ajhuma yang membentaknya..”ujar jihyun tidak mau disalahkan.

“Yak..kamu duluan yang membuatnya menangis, aku hanya membelamu dan ini balsan yang aku terima?” omel jiyoung tidak terima.

“Ajhuma akan aku laporkan pada appaku, kalau jiyoung ajhuma suka memarahiku,”ancam jihyun membuat jiyoung melotot. “Sebelum pergi appa kan melarang ajhuma memarahiku,”kata jiyoung santai.

“Aiss…semenjak dia punya appa, kenapa sikapnya jadi semakin menyebalkan begini ya..”gerutu jiyoung pelan. “Yakk..bae suzy cepatlah pulang bulan madu, aku tidak tahan lagi jika harus menjaga anakmu yang semakin menyebalkan ini lebih lama lagi.”

“Ajhuma pali!! Aku lapar!” teriak jiyoung yang sudah berjalan saat melihat jiyoung nasih belum bergerak. “Aku mau makan Es cream dan minum Coffe,” tambahnya bak putri kerajaan yang memerintah pada pelayan.

“Ye..Mama.”

END

 

Ya akhirnya kelar juga…..

Maaf ya ff ini benar-benar maksa abis…tp berhubung aku pengen nyelesain cepat jd tak paksain bgt…sungguh ini ff sejak part 9 feelnya emang aku sdh gak dapat, jd kl baca mulai part 10 past agak aneh bgt (thor sejak part 1 jg sudah aneh.. tp Author br ngerasa aneh sejak part 10 kok #dengan muka melotot maksa…hehehehe). jd maaf jg kl alurnya benar2 di paksain n di cptin (emang sengaja, kl gak gt ff ini gak bakal tamat2 kyk sinetron)

Sebenarnya awal cerita ini, tdk seperti ini.. awalnya itu mamanya suzy itu gak meninggal tp koma dan ternyata ortu suzy itu dulu py masa lalu mirip dgn Kyuzy, tp yg sbg kyu itu mamahnya. Lalu mamanya itu bakal bilang “Gak papa suzy,krn km memang anak appamu dan ini balasan atas apa yg aku lakukan pd appamu” (kekekeke…sama gak jelasnya). trus kyu itu sifatnya lebih dominan, bukannya pengalah..tp krn ff ini emang melow jadi susah deh buat dia dominan gt..tp berhubung emang ide awalnya semakin mengabur, ya beginilah..karakter yg tetap cm jiyoung aja ( dia orgnya selengek an, tp bijak saat di butuhkan), yg lain sdh berubah total..aku baca ulang ffku aja ampe malu sendiri, jd ini benar2 gak tak baca ulang  (jd maaf kl alurnya gak nyambung dan byk Typo). Tp krn utang terpaksa tak post deh..

Setelah nyelesain ff ini, terus happy Togahter, kyknya aku bakalan post ff one shot gt aja deh..takutnya kl chapter, ntar di tengah jln feelnya ilang susah buat lanjutin (kyk ff ini contohnya), kl pun chapter paling shor chapter deh..

Oh ya buat happy to gather, entah bagaimana aku nyimpannya, pas di buka lagi tulisannya kotak-kotak begitu (apa kena Virus kali ya?..ada yg tahu gak benarinnya?..plz.plz bgt kl ada kasih tahu dong, soale agak malas kl hrs nulis ulang, capek TT)jd gak bs tak post..aku mau nyelesain ini dl baru nulis ulang HT. lg pula dua minggu ini pulsa modemku habis, dan berhubung lg libur gak dapat jajan, alhasil ini OL jg nyolong-nyolong py sepupu..kekeke..tp aku masih tetap berusaha ngepost HappyTogahter kok..

Berhubung ff ini sdh selesai, kalian blh kritik sepuasnya..aku tahu kok ini cerita paling ancur yg pernah ada..

Dan sekali lagi terimaksih buat yg sdh mampir apalagi mau meninggalkan comet..maaf jika comentnya tdk di balas tp saya baca kok… 

Advertisements

30 thoughts on “IT’S OKAY, BECAUSE I LOVE YOU part 13-END

  1. Ternyata uda end juga. Ceritanya gak di paksa koq thor. Benar2 bgus dan seru. Karakter jiyoung lucu kyk anak2. Akhirnya cerita akhirnya gak sedih tp di awal cerita uda cukup sedih. Ceritanya keren thor. Ditunggu ff lainnya berharap ff lainnya cast namja myungsoo. Di ff ini kasihan myungsoo.
    😀

  2. wkwkkwkwkwkw sumpah ga kebayang gimana konyolnya jihyun sama dayangnya “jiyoung” 🙂 v ngebuly ki soo wkwkkwkwkw
    cie yg udh balikan langsung haneymoon aja kkkkkkkkk
    ditungu ff yang lain thor
    myungsoo oppa fighting!!

  3. Huaa udah slesei ya thor…hahahaha
    yeah akhirnya happy ending…yg Happy together di tunggu ya thor

  4. yahhhhh…..poor myung……
    ya udh lah myung sm ak ja dec……
    akhirnya kyuzy happy end jg…..bln madu pula….huffff
    hug myung…..T.T rsanya gk rela coz ak MyungZy shipper….
    tp keren kok….^,^)”)

  5. Kreeennn kok thor tpi kyaknya msih agak ngegantung.
    Suzy lom ktemu ma Ahra n moment romantisnya KyuZy pas mreka dah baikan lgi jga gak ada. Sharusnya banyakin moment Kyuzy pas mreka dah baikan biar impas gtu. Kan dri awal sdih2 mulu thor. Bkin sequel oneshoot dong thor. Yg nyeritain keluarga kcil Kyuzy stelah mreka mnikah. Pasti seru tuh. Ne… Ne???? Pliiisssss

  6. horeee happy end..gomawo thor..
    klo mpe sad end aku aku pasti akan nangis kejer

    awwww yg lg bulan madu senangnyaaa mau dong thor dibikinin sekuel kisah bulan madu kyuzy…pengen baca yg romantip jgn sad mulu

    scene akhir jihyun n jiyoung bikin ngakak…hahaha gokil tuh berdua kelakuannya..

  7. yah bagus kok thor, aku suka ending’a, wlwpun kurang feel tapi bagus. Dikira suzy sama myungsoo*yh wlwpun kemungkinan tipis,pasti akhir’a kyuhyun jg. Oke,d’tunggu ffmu yg lain

  8. udh end ternyata… Happy ending juga.
    Tapi thour moment romantisnya kok ngk ada sih? Bikin sequel dong untuk keluarga kecil mereka

  9. Cerita bagus kok thor walau ak gak ngikutin dari part 1, ff selanjutnya ditunggu y pengenny sih myungsoo ama suzy ‘_^ gomawo thor (:

  10. aku suka kok thor sm ceritanya…walaupun gak baca dr awal tp feelnya dpt ^^
    konfliknya jg terselesaikan dgn baik, mungkin slh satu alasanya krn nasehat jiyoung tanpa sadar kata”nya itu membantu bgt thor hehe
    kasian myungpa 😦 gak tega liat cowk ganteng sedih 😀 ditunggy ff suzy lainnya thor…

  11. Hahaha..
    akhirnya happy ending..
    harusnya dari awal suzy mau ngadepin lukanyaa..
    si myung kesian bgt yaak

  12. Alsannya sdrhana krna salah komunikasi tpi ngebuat tokoh ddlem cerita kehilangan semuanya, ngajarin bt kita klo qt hrus brfikir dgn akal sehat bkan krna dgn alasan cinta bsa brbuat bodoh kyk gini.. Suzy ngebuktiin kslahan masa muda yg buat dia engk bsa maafin dirinya sndri smpai kppun. Daebak author :’)

  13. Hhuuh aku pngn sequel thor :” ceritaaa nya bagusss bngt .. Feel nya jg dapet ko .. Cuma pasti seru kalo dilanjutin dikit lg ..msalnya ada adik baru jihyun dan blablabla … Heheh . Bercanda ko . Intinya ff nya puas deh ;;)

  14. Anyeong,,,,,, i’m new reader… Mian .̸∕̴Ɩκ̣̇υ̲̣̥ baca dulu ƗƗɐƗƗ℮ƗƗɐ˚°◦◦°˚ƗƗɐƗƗ℮ƗƗɐ
    Abis .̸∕̴Ɩκ̣̇υ̲̣̥ penasaran ma kyuzy couple
    ƗƗɐƗƗ℮ƗƗɐ˚°◦◦°˚ƗƗɐƗƗ℮ƗƗɐ
    Mian ne…. ;;) #puppyeyes
    .̸∕̴Ɩκ̣̇υ̲̣̥ akan meninggalkan jejakku jika .̸∕̴Ɩκ̣̇υ̲̣̥ baca2 fic2 mu └åƍi
    😀

  15. ff ini membri kita pelajarn bhwa blas dendam bukan menyelsaikan smua mslh namun hanya akn memberi luka yg tak kunjung hilang..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s