IT’S OKAY, BECAUSE I LOVE YOU part 8

 kyunzy 1a

Author                  : Dordor

Main Cast            : Bae Suzy Miss a

                                  Cho Kyuhyun SUJU

                                  Kang Jiyoung KARA

                                  And other

Genre                   : Sad, Romance, Family

Warning!!!!! Ini tulisan benar-benar lebay, jd di harapkan jangan jijik mebacanya ya.

Ya sudah, selamat mebaca ya..

…………………………………………………………………………………………………………..

Suzy merasa kepalanya pusing begitu ia bangun. Ia melihat dirinya terbangun di kamarnya sendiri. Jiyoung langsung melompat melihatnya sadar.

“kamu sudah bangun!”

Suzy meringis menyentuh dahinya karena merasa pusing begitu ia mencoba untuk duduk. Ia ingat sekarang. Ayahnya sudah di kuburkan tadi sore, dan dia pingsan lagi untuk yang kesekian kalinya. Ayah dan ibunya melihat vidio ketika dia melakukan sesuatu yang tidak senonoh dengan kyuhyun yang di bawakan ahra. Lalu ayahnya kena serangan jantung melihat vidio itu dan mendengar perkataan ahra ibunya berteriak histeris dan berusaha mencakar wanita itu. Lalu suzy  tersadar. “mana umma?”

Jiyoung memandang suzy prihatin. “Di ruang keluarga. Tapi jika aku jadi kamu, lebih baik biarkan dia sendiri. Ia sangat terpukul. Kau sih kenapa mesti..” jiyoung menghentikan kalimatnya. Ia malu dan tak tega melanjutkannya. Ia masih tak habis pikir bagaimana suzy bisa melakukan itu bersama pria itu sebelum menikah.

Suzy tak mempedulikan ucapan sahabatnya itu dan berlari keruang keluarga. Di lihatnya ibunya duduk di kursi tempat biasanya ayahnya duduk. Ia diam saja, terpaku menatapa lantai didepannya. Suzy meneteskan air mata.

“umma..”

Ibunya mengangkat wajah dan melirik anak gadisnya sebentar. Suzy rela jika saat itu ibunya memukulinya samapi puas dan melampiaskan semua amarahnya, tapi ekpresi ibunya seperti seorang macan yang kehilangan taringnya. Bahunya lunglai, dia kembali metap lantai.

“barusan ada telepon dari bank. Kita harus mengosongkan rumah ini dalam wantu tiga hari,” katanya datar.

“kenapa umma..?”

“kau masih bertanya kenapa?” tanya ibunya perlahan.

Suzy menangis, dia berjalan perlahan mendekati ibunya dan berlutut di kaki ibunya.

“mianhaeo umma..mianhae..mianhae..”

Ummanya diam saja. Tentu ia memaafkan anaknya, semarah apapun dia, gadis itu tetaplah darah dagingnya. Dan apapu kesalahan gadis itu, sudah menjadi tugasnya menanggung semua itu.

Kini ia hanya bingung, bagaimana dengan masa depan mereka. Sejak lahir dia sudah menjadi seorang putri dan tak pernah melakukan apa-apa. Selama ini suaminyalah yang bertanggung jawab untuk semuanya setelah menikah dan dia tak mengerti sedikitpun tentang mencari nafka, lagi pula dia sudah terlalu tua untuk mulai bekerja dan putrinya tidak jauh berbeda, lagipula gadis itu masih sangat muda.

……………………………..

Sejak kematian ayahnya, suzy tak pernah mendengar kabar kyuhyun lagi apalagi bertemu. Suzy  memutuskan keluar dari sekolah dan memulai semuanya dari awal bersama ibunya. Namun terkadang suzy tak bisa memungkiri dia merindukan kyuhyun. Namun ia tahu ia sedang menghadapi masalah yang lebih besar dari masalah kerinduan itu. Yaitu masalah ibunya.

Setelah telepon dari pihak bank itu, keesokan harinya mereka pindah kerumah jiyoung. Sahabatnya itu, lagi-lagi bersedia di repotkan, mereka bahkan membantu suzy dan ibunya membereskan barang-barang mereka. suzy merasa tidak enak hati, harus merepotkan keluarga jiyoung sebegitu banyak. Namun, jiyoung dan ibunya memaksa membantu.

“dulu, tuan bae yang membantu melunasi biaya pengobatan ayahnya jiyoung dan mencarikan dokter terbaik untukknya.” Kata ibu jiyoung ketika suzy mengatakan  isi hatinya. “kami berhutang banyak padanya. Dia juga yang membayar hutang-hutang kami karena uang kami habis untuk pengobatan ayah jiyoung dan memberikan pinjaman modal untukku bisa berjualan. Dan dia juga membantu membayar uang pembangunan sekolah jiyoung. Jadi kalau di runtut satu-satu, seumur hidup kami bahkan tak mampu membayar utang kami pada kalia. Jadi hanya bantuan kecil begini tak ada artinya.”

Lagi-lagi suzy bersyukur punya ayah seperti itu, karena kebaikannya mereka tak perlu tidur di jalanan.

“lebih baik kamu fokus mengurus ibumu dulu.” Kata ibunya jiyoung menambahkan. Benar! Suzy teringat masalah ibuna.

Masalah maninggalnya ayahnya, masalah perusahaan dan masalah rumah . sejak saat itu sikap ibunya menjadi aneh. Sehari-hari hanya diam, jika ditanya tak menjawab. Tapi anehnya, jika di ajak makan ia makan. Jika di kasih majalah ia pun mau membaca majalah itu, walaupun dia tak mengganti halamanya. Suzy akhirnya memutuskan membawa ibunya ke dokter.

“ibu anda mengalami depresi. Dan dari apa yang anda ceritakan, masalah kematian ayah anada adalah penyebabnya.”

Suzy terdiam. Ia tau penyebabnya lebih dari itu. Ibunya kecewa pada dirinya. Suzy merasa sangat sedih, kalau saja ia tak ingat ibunya membutuhkannya, ia mungkin akan bunuh diri.

“apa bisa di sembuhkan dok?”

Dokter itu terdiam sejenak, seolah sedang memikirkan jawaban yang terbaik agar bisa terdengar baik di depan gadis cantik berwajah kuyu itu. “mungkin bisa dengan obat.”

“apa bisa sembuh total?”

“Namanya juga obat, tak bisa mengharapkan kesembuhan seratus persen. Ini hanya salah satu usaha.”

“apa umma saya terkena alzaimer dok? Saya dengar oarang terkena penyakit itu gejalanya seperti yang di alami umma saya?”

“bukan. kalau alzaimer lain lagi. Seperti yang anda katakan, ibu anada masih bisa melakukan kegiatan sehari-hari, seperti membaca, makan, mandi dan sebagainya seperti biasa. Ia hanya kesulitan melakukan komunikasi. Dia seperti sedang berusa melupkan kejadian yang sangat menyakitkan.”

“Apa suatu saat bisa sembuh?”

“mungkin bisa jika suatau saat dia sudah bisa melupakan kesedihannya. Tapi yang penting ibu anda masih hidup. Anda harus lebih memberinya perhatian, lebih menyayanginya, lebih merawatnya sepenuh hati.”

Dokter lalu memberinya resep, dan suzy sangat kaget malihat harganya waktu menebusnya. Obat itu sangat mahal. Utung dia masih punya tabungan. Ayahnya memang sengaja menyimpankanya sedikit uang untuk berjaga-jaga atas namanya tanpa ada sangkut pautnya dengan perusahaan. Hanya sekedar berjaga-jaga, begitu kata ayahnya kala itu. Dan tak apa-apa jika uang itu habis, yang penting ibunya bisa sembuh seperti semula. Setelah itu, ia baru bisa memikirkan dirinya.

……………………..

“noona apa yang kau lakukan?!”

“buka pintunya!”

“buka pintunya!”

Kyuhyun menggedor-gedor pintu kamarnya di apartemen kakaknya sekuat tenaga. Tapi pintu itu terlalu kuat dan kokoh. Ia pun mulai menghantamkan tubuhnya ke pintu itu.

Bugh!

Bugh!

Bugh!

Ahra memandang cemas pintu itu. Dia sengaja mengunci pintu itu begitu suzy keluar dari kamar seminggu yang lalu. Dia sengaja melakukan itu. Dia tau begitu terbangun kyuhyun akan menyadari keanehan yang terjadi dan akan mengamuk besar padanya. Dia akan merusak semua rencana yang selama bertahun-tahun dengan susah paya dia rancang. Dia tak akan membiarkan kyuhyun keluar dari kamar sampai dia memastika semua sudah berjalan sesuai rencananya. dan sudah sangat terlambat jika kyuhyun ingin mengembalikan seperti semula. Sejauh ini semua brjalan lancar, dia hanya butuh beberapa hari lagi untuk mengurung kyuhyun.

Ahra lalu melangkahkan kakinya kekamarnya dan membaringkan tubuhnya di kasur. Dia memandang langit-langit kamarnya dengan tatapan kosong. Sembilan puluh delapan persen rencananya sudah berjalan lancar, dan seharusnya dia mersa senang. Namun entah kenapa dia malah merasa kosong ada ruang hampa yang sangat besar di hatinya. Ingatannya kembali melayang pada malam ketika dia makan malam dengan suzy. Dia memang sudah dengan sengaja mencampurkan obat tidur di jus yang dia berika pada gadis itu, agar gadis itu tertidur.

Setelah yakin suzy tertidur dia lalu menhubungi kyuhyun, menyuruh namja itu datang ke apartemennya. Dia beralasan tak bisa tidur dan butuh teman bicara, dan seperti biasa adiknya itu akan langsung datang dengan sangat cepat. Mereka berdua lalu minum bir  di balkon apatemennya. Tapi kali itu berbeda, dia menambahkan obat penambah gairah atau obat kyuhyun pada minuman kyuhyun dengan dosis yang cukup membuatnya tersiksa  jika tidak disalurkan secepatnya apalagi di tambah bir yang mereka minum membuat adaikya itu akan semakin lupa diri dan ingin segera menyalurkan hasratnya.  Begitu melihat gerak-gerik adiknya yang sudah mulai menunjukkan gejala, arha buru-buru memberitahu kyuhyun jika suzy ada di kamar kyuhyun ketiduran dan meminta kyuhyun untuk mengantarnya pulang. Begitu kyuhyun memasuki kamarnya, ahra tau akan apa yang terjadi. Seorang pria yang penuh napsu berada di kamar berdua dengan gadis yang di cintainya.

Setelah menunggu hampir dua jam, tanpa melihat dengan sigap ahra mengambil kamera yang sebelumya dia siapkan untuk merekan kegiatan mereka dan buru-buru pergi kerumah gadis itu. Dia harus pergi secepatnya sebelum kyuhyun sadar. Semua benar-benar berjalan sesuai rencanaya.

Semntara itu kyuhyun terduduk lemas di kamarnya. Ia sudah tak makan beberapa hari. Tak ada lagi tenaganya untuk mendobrak pintu. Ia tahu, pintu memang sulit di dobrak. Ia melakukan itu untuk protes atas di kurungnya ia di kamar. Ia bukan anak kecil.

Hatinya sangat khawatir memikirkan suzy. Bagaimana kabar yeoja itu. Terakhir yang dia ingat dia melihat gadi itu tertidur di ranjangnya yang jarang ia tiduri. Dia ingin membangunkan gadis itu, namun entah kenapa begitu kulitnya menyentuh kulit itu, rasanya sepertinya kulit gadis itu membakar kulitnya.  Ada dorongan yang kuat dari tubuhnya untuk menyentuh gadi itu lebih. Dia ingin memeluknya, ingin mendekapnya, ingin memilikinya seutuhnya. Jiwanya seperti terbakar oleh napsunya yang semakin membara. Pikiranya menolak sekuat tenaga tapi tubuhnya tak mampu menolak dan akhirnya logikanya kalah oleh napsu kelelakiannya begitu kulit mereka kembali bersentuhan.

Setelah terbangun keesokan harinya, dia melihat gadis itu sudah tak ada. Dia sudah meninggalkannya. dia lalu buru-buru menggunakan pakaiannya dan berlari menuju pintu. Dia sangat terkejut mengethui pintu terkunci. Dia lalu tersadar ini semua perbuatan noonnya. Dia dan suzy di jebak noonanya.

Seandainya ia tak menyetujui niat gadis itu untuk membantunya balas dendam. Seandainya ia tak bertemu gadis itu. Seandainya ia tak membantu kakaknya balas dendam. Seandainya …seandainya..

Mungkin hidupnya akan lebih baik dari ini.

Benarkah?

Kyuhyun dengan sangat yakin akan memilih, seandainya ia hidup kembali, ia akan memilih untuk mencintai yeoja itu lagi.

Ya, kyuhyun mengakui hatinya sudah terikat kuat dengan suzy. Takkan ada yang menggantikan cintanya pada yeoja itu. Ia takakan pernah mencampakkan suzy untuk balas dendam seperti rencananya semula. Ia memang menyadri belakangan ini jika ia mencintai yeoja itu, tapi dia benar-benar menyadari besarnya cintanya setelah noonanya menjebaknya seperti ini.

Tapi yang paling penting sekarang mencari jalan keluar dari kamar ini. untuk menemui yeoja itu. Ia memandang berkeliling mencari alat untuk mendobrak. Sayang sekali jendela kamarnya di tutupi teralis besi dan apartemen itu berada di lantai empat belas.

……………………………………..

Suzy menyabuni ibunya, memandikannya dan menyuapinya.

Ia agak kecewa karena obat yang di konsumsi ibunya tidak membuahkan hasil. Ibunya bukannya sembuh malah semakin parah. Mandi saja sudah tidak bisa, apalagi hal-hal yang lain. Ibunya duduk termenung sepanjang hari di kursi ruang tamu jiyoung. Hanya jika disodori makanan, dia makan. Di sodori minuman dia minum. Jika ia lapar namun belum di berikan makanan, dia akan beranjak ke meja makan  dan makan apa yang ada di sana. Tapi hanya itu yang bisa dilakukan ibunya sejauh ini.

Suzy berusaha bersikap biasa. Ia tahu, semakin sedih dirinya, akan semakin kacau pikirannya. Seperti saat ini, saat memakaikan baju ibunya. Ia berbicara pada ibunya, seolah ibunya masih sehat seperti dulu.

Suzy sudah selesai memakaikan baju ibunya. Dia juga sudah selesai menyisir rambut ibunya. Ibuya tetap diam. Dada suzy sesak melihatnya. Tapi ia tak memperlihatkannya. Lebih baik ia menyibukkan diri. Dia sedang sibuk membereskan pakaian kotor ibunya ketika pintu kamar di ketuk.

Ia tersenyum cerah. Ia tau itu jiyoung.

“masuk aja jiyoungi! Pintunya tak di kunci.”

Jiyoung baru pulang dari sekolah, ia bahkan belum mengganti seragamnya. Ia mengamati suzy yang sedang sibuk dengan barang-barang ibunya yang berantakan di lantai.

“bagai mana sekolah? Apa menyenangkan?”

“seperti biasa sangat membosankan. Apalagi setelah kamu tidak ada.” Suzy hanya tersenyum memandang jiyoung. “apa kamu yakin tak mau melanjutkan sekolahmu lagi?”

“aku akan melanjutkannya lagi tahun depan, aku akan mengulangnya dari awal.”

“kenapa? Kenapa harus mengulangnya lagi. Kamu masih bisa melanjutkannya, aku yakin pihak sekolah bisa menerimanya. Dulu ayahmukan donatur terbesar di sekolah, jadi sekolah pasti memberimu keringanan.” Jelas jiyoung panjang lebar.

Suzy senang jiyoung sudah kembali menjadi orang yang sangat cerewet seperti dulu. Bukan jiyoung selalu khawatir tentang keadaannya.

“aku perlu menata hidupku dari awal lagi jiyoung-ah.”

“apa kamu takut bertemu dia?” suzy terdiam dia sudah memikirkannya berulang kali. Apa yang harus dilakukannya jika bertemu kyuhyun. Marah? Senang? Atau apa..”kamu tak usah khawatir tentang itu. Aku melihat noonanya kyuhyun mengurus surat kepindahannya tiga hari yang lalu. Sepertinya setelah berhasil mereka berniat memulai hidup baru.”

“pindah?”  tanya suzy. “jadi setelah balas dendamnya semua selesai, dia memang berniat mencampakkan aku begitu saja. Bahkan mengucapkan belasungkawa saja tidak. Baiklah kalu begitu, aku akan menepati janjiku untuk tidak menemui dia lagi seumur hidupku.” Kata suzy, ada sedikit nada sinis dalam suaranya.

“tenang aja jiyoung ah, bukan karena dia aku memutuskan keluar dari sekolah.” Kata suzy menatap jiyoung. “aku mendengar ada dokter yang sangat ahli tentang penyakit ummaku di jepang. Aku berniat membawa ummaku berobat kesana.”

“suzy-ah, kamu serius..?”

“Ne.. aku baru tau ternyata tabungan yang di siapkan ayahku ternyata cukup untuk aku hidup beberapa tahun kedepan, mungkin jika harus membayar pengobatan umma, aku bisa bertahan hidup paling tidak setahun kedepan. Umma juga punya rumah di negara itu, warisan dari orang tuanya jadi tak ikut di sita bank. Jadi untuk hidup berikutnya mungkin aku bisa mencari pekerjaan.”

“kamu melakukan itu bukan karena karena merasa tidak enak merepotkan orang kan?” tanya jiyoung curiga.

“ahni, aku hanya ingin melakukan pengobatan terbaik buat umma,” kata suzy tersenyum. “aku mana mungkin melepaskan kesempatan merepotkanmu,” kata suzy bercanda. “begitu umma sudah sembuh, aku akan kembali ke sini lagi, dan saat itu kamu harus siap-siap menampungku kembali.” Jiyoung hanya tertawa menanggapi sahabatnya itu.

“ngomong-ngomong, beberapa hari ini pipimu semakin bengkak aja,” kata jiyoung mengikuti suzy ke dapur.

“molla, napsu makanku juga semakin meningkat beberapa hari ini,” kata suzy mengaduk-aduk kulkas untuk mencari makanan.

“kamu sedang ngapain?” tanya jiyoung lagi.

“mencari makanan.”

“kamu belum makan dari siang? Ini kan sudah jam lima sore?”

“aku sudah makan tiga kali setelah makan siang, tapi entah kenapa aku masih merasa lapar.” Kata suzy masih sibuk di kulkas, kemudian tersenyum begitu melihat ada ayam potong dan langsung memasang tampang imut ke arah jiyoung.

“wae? Kamu ingin aku menggorengnya?” tanya jiyoung seolah mengerti maksud suzy, “tunggu sebentar aku mengganti seragamku.”

“kenpa kamu jadi rakus begini?” tanya jiyoung gak percaya pada suzy. Tentu saja dia heran, sekarang suzy sedang memakan potongan ketiga dari ayam yang tadi di gorengnya.

Suzy hanya mengangkat bahu, “Mungkin tinggal terlalu lama denganmu membuatku ketularan kamu.” Dia juga sebenarnya heran pada dirinya sendiri, karena napsu makannya ang tiba-tiba sangat tinggi melebihi jiyoung.

Suzy tiba-tiba menghentikan kegiatan mengunyah. Dia memandang potongan ayam goreng yang sedang di pegangnya. Jiyoung mentapnya heran.

“ayamnya rasanya aneh.” Kata suzy. “apa kamu menggorengnya kurang matang?” jiyoung mengambil potongan ayam goreng yang sudah dingin itu dari tangan suzy.

“tidak, ini sudah matang.” Jawab jiyoung yakin.

“enggak, rasanya aneh,” kata suzy berkeras. “apa mungkin itu ayamnya sudah basi?”

“umma baru membelinya tadi pagi di pasar dan aku melihat di potong,” jawab jiyoung, lalu dia mencoba ayam itu. “ini enak, tidak ada yang aneh. Mungkin karena kamu makan terlalu banyak.” Kata jiyoung sambil menghabiskan ayam goreng itu.

Tiba-tiba penciuman suzy mencium sesuatu yang aneh. Entah kenapa dia bisa mencium dengan jelas bau ayam goreng yang sekarang dimakan jiyoung dan itu membuatnya ingin muntah dan dia buru-buru lari ke wastafel. Jiyoung yang melihat suzy ikut panik dan mengurut-urut pundak suzy. Setelah merasa tidak akan muntah lagi, suzy mengangkat wajahnya dan menatap jiyoung.

“ya, suzy. Wajahmu pucat! Apa kamu sakit?” tanya jiyoung panik. “kita harus kerumah sakit. Ini pasti karena kamu kelelahan mengurusi ajhuma. kamu juga harus memperhatikan kesehatanmu.”

“gwencana. Ini paling hanya masuk angin, istirahat saja sudah cukup.”

“ani kita harus ke dokter, aku tak mau terjadi hal yang lebih serius. Kamu tidak boleh hanya memikirkanmu, jika terjadi sesuatu padamu bagaiman dengan ajhuma?” paksa jiyoung. Mendengar ibunya di sebut-sebut, suzy hanya pasrah ketika jiyoung menyeretnya ke klinik dekat rumahnya.

…………………….

Suzy memandang kosong pada kertas yang ada di tangannya. Sekarang mereka sudah ada di ruang tamu jiyoung setelah pulang dari klinik. Dia kembali menatap kertas itu, berharap dia salah membacanya, namun harapannya sia-sia saja. Kemudian dia menatap pada ibunya yang sedang duduk di depannya, menatap kosong lantai di depannya. “selamat anda hamil..sepuluh hari.” Suzy teringat kta-kata dokter d klinik tadi.

“Suzy-ah ini minum dulu,” jiyoung datang membawakannya segelas air hangat. Dia memandang sahabatnya itu prihatin, dia juga tak tau berbuat apa.

“jiyoung apa yang harus aku lakukan?” tanya suzy lemah begitu jiyoung duduk di sebelahnya. Jiyoung hanya diam. Dia juga tak tau harus berbuat apa. “aku tau dosaku sangat besar, tapi kenapa Tuhan harus menghukumku dengan cara begini. Aku memang pernah punya niat begini, tapi aku tak pernah berharap itu jadi kenyataan.” Isak suzy. Air matanya kembali mengalir sangat deras. Jiyoung hanya mampu memeluk bahu sahabatnya itu dan menepuk-nepuk bahunya. Hanya itu cara yang terpikir olehnya untuk menenangkan sahabatnya itu.

“Apa aku harus menemuinya dan meminta pertanggung jawaban? Tapi bagaiman jika dia menolak dan berkata bukankah ini memang rencanaku? Tapi dimana aku harus mencarinya? Kamu bilang mereka sudah pindah.” Jiyoung ikut menangis bersama suzy.

“lalu bagaimana dengan umma? Mengurus umma saja aku sudah kewalahan dan sekarang aku harus mengur bayi dalam perutku.” Rancau suzy. “apa yang harus aku lakukan? Bagai mana nanti hidup kami? Bagaimana cara aku memberi makan. Jika aku harus membesarkan dia, apa yang harus aku berikan? Jiyoung-ah, apa yang harus aku lakukan?”

“kamu gak boleh begini, kamu harus kuat..ingat sekarang kamu punya nyawa satu yang harus kamu pikirkan lagi. Bukankah kamu berjanji kamu akan memperbaiki semuanya?” kata jiyoung lembut, masih memeluk suzy.

“tapi apa yang harus aku lakukan? Bagaimana aku mengurus umma jika aku hamil? Lalu setelah anak ini lahir bagaimana aku meberinya makan? Apa yang harus aku katakan pada orang-orang jika mereka mengetahuiku hamil tanpa suami.” Suzy semakin histeris.

“Yak! Apa kamu pernah memikirkan akibatnya sebelum kamu melakukan itu dulu?!” kata jiyoung marah, dia melepaskan pelukannya dari suzy. Suzy langsung terdiam. “setiap tindakan itu pasti ada akibatnya, dan dulu apa kamu memikirkan akibatnya padamu. kenapa kamu begitu bodoh mau melakukan itu semua dulu, dan lihat sekarang kamu harus menanggung akibatnya dan kamu mengeluh. Kalau kamu berbuat kamu harus bertanggung jawab.” Kata jiyoung masih dengan nada tinggi.

“kamu sudah berjanji akan memperbaiki semuanya pada appamu.” Kata jiyoung melunak. “jadi kamu harus kuat, kamu bisa. Kamu tak boleh lemah karena kamu bertanggung jawab atas dua nyawa. Paling tidak kamu tak sendirian, masih ada akau dan ummaku.”

“kamu benar, aku yang berbuat dan aku harus menanggung akibatnya.” Kata suzy sambil mengelus perutnya.

“bukankah kamu bilang, kamu akan ke jepang untuk pengobatan ibumu?” tanya jyoung. Suzy lalu menatap jiyou kemudian ibunya yang masih saja menatap kosong pada lantai di depannya seolah mereka tak ada. “aku rasa memulai hidup baru disana tidak buruk. Kamu perlu suasan baru untuk menenangkan dirimu kurasa.”

“benar. Aku akan memulai hidup baru di jepang. Ketika semuanya membaik aku akan kembali lagi kesini.”

“aku akan menunggu dan kita akan sama-sama kuliah lagi.” Kata jiyoung.

Suzy mengangguk.

Flassback end

…………………………………

Suzy berbaring di tempat tidurnya dengan pikiran kalut. Dia memutar tubuhnya untuk mentap jam yang ada di dinding sebelah kirinya. Jam satu pagi, tapi dia belum juga mengantuk. Suzy sulit menebak dia tak bisa tidur karena biasanya dia jam segini masih bekerja atau karena kejadian tadi sore.

Tapi biasanya dia tak pernah masalah dengan tidur, jika melihat bantal biasanya dia langsung terlelap. Justru masalahnya adalah bangun tidur.

Pikirannya masih melayang pada kejadian tadi sore, pertemuannya kembali pada namja yang dulu sangat di cintainya itu, bahkan mungkin hingga saat ini. karena cintanya yang sangat mengebu-gebu dan mendesak pada namja itu membuatnya buta hingga menghantarkannya dari kehidupan seorang putri kerajaan ke dalam kehidupan seorang rakyat jelata yang sangat hina. Lima tahun sudah mereka tak bertemu dan lima tahun dia berusaha menata hidupnya kembali, dia belum berhasil. Dia bahkan baru berjalan satu langkah dan namja itu tiba-tiba muncul begitu saja, meluluh lantahkan apa yang sudah dengan susah payah dia bangun selama ini.

Dia masih tak habis pikir bagaima ia bisa mencintai pria itu sebegitu besar hingga dia kehilangan semuanya tanpa sisa, ah tidak juga namja itu meninggalkan banya hal padanya. Rasa sakit, luka, penyesalan, persaan bersalah,penderitaan dan masih banyak lagi.

Masih tergambar jelas di ingatannya bagaimana ayahnya meninggal. Bagaimana ibunya depresi atas kepergian ayahnya hingga seperti yang kehilangan jiwa dan membangun dunianya sendiri. Dia harus menghabiskan tabungannya untuk membiayai pengobatan ibunya. Seminggu setelah mereka tiba di jepang, ibunya tiba-tiba mengamuk tak terkendali. Doktermenganjurkan agar ibunya melakukan operasi otak, karena ada kerusakan otak yang dialaminya akibat guncangan yang dialaminya. Operasi itu memakan biaya besar, belum lagi tabunganya dalam bentuk won dan mata uang negaranya itu sangat murah di jepang. Operasi itu cukup menguras tabungannya.

Operasi itu memang berhasil membuat ibunya tak mengamuk lagi, tapi tak menyembuhkan. Ibunya justru semakin menyedihkan, seperti mayat hidup yang menyedihkan. Tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Setelah bebarapa bulan akhirnya suzy menghentikan bat-obat ibunya yang harganya selangit itu. Obat-obatan itu tak berguna sama seperti operasi itu. Tabungannya juga semakin menipis, sementara dia dan ibunya perlu makanan, belum lagi perutnya yang semakin membunncit. Dan itu membuatnya tak bisa mencari pekerjaan, dikota dengan biaya hidup termahal di dunia itu. Siapa yang mau mempekerjakan wanita muda yang tak memiliki ijasah SMA dan sedang hamil pula di kota tokyo.

Dia sudah tak mengharapkan ibunya sembuh seperti semula lagi, yang penting baginya ibunya tetap bernafas dan ada disampingya. Itu saja sudah cukup baginya, jika tidak dia tidak punya alasan untuk bernafas lagi.

Ketika suzy melahirkan, dia sebenarnya ingin kembali ke korea karena dia negara ini dia sebatang kara dan tak ada yang bisa dilakukan, belum lagi kehidupan di sana sangat mahal. Paling tidak jika di korea dia tau harus berbuat apa dan masih ada jiyoung dan ibunya. Tapi melihat kondisi ibunya yang semakin memprihatinkan membuat dia tak bisa membawa ibunya kembali. Dan terpaksa meneruskan sekolahnya disana karena dia perlu menata masa depannya juga. Setelah dua tahun tinggal di jepang, kondisi ibunya benar-benar menyedihkan.

Badannya sangat kurus, matanya terbuka tapi tatapannya kosong. Jika melihat kondisi ibunya akan sulit di percaya ibunya dulu adalah wanita yang sanga cantik dan modis. Jenis wanita yang akan membuat wanita manapun iri menatap wajah dan tubunya yang memiliki bentuk pas pada tempatnya. Tapi melihat kondisi ibunya saat itu,suzy  tau waktunya sudah dekat dan dia harus belajar menerima. Dan benar saja,seminggu kemudian ibunya meninggal. Dan saat itu dia kembali terpuruk, untung ada jiyoung yang datang dari korea mendampinginya begitu ibunya meninggal dan mengingatkan suzy jika dia masih punya satu alasan lagi untuk hidup yaitu putrinya jihyun. Dan setelah itu dia kembali kekorea bersama jiyoung. Dengan sisa tabungannya terakhir dia membeli rumah kecil di dekat rumah jiyoung. Memulai hidup baru.

Benar-benar baru. Hidup baru, alasan baru untuk hidup, tempat tinggal baru, dunia baru dan terakhir bae suzy yang baru.

Dia bukan lagi bae suzy yang naif dan polos yang mau dibutakan oleh cinta. Dia berbeda, dia tidak terlalu memikirkan penampilan lagi, tidak lagi memakai barang-barang yang harus modis, tidak lagi manja, bukan lagi gadis pemalu yang polos. Dia menjadi pribadi yang keras dan tangguh. Bukan lagi gadis polos yang akan tergila-gila dan mengagung-agungkan  cinta. dia tak mau melakukan kesalahan untuk kedua kalinya. Hanya orang tolol yang mau terperosok kedalam lubang yang sama. Dia sekarang lebih realistis, bukan naif.

Tidak lagi orang yang melakukan apapun demi cinta , tapi orang yang akan melakukan apapun untuk bertahan hidup. Ah, dia salah. Dia tetaplah orang yang melakukan segala cara untuk cinta. tapi bukan cinta seperti yang dulu. Ini cinta yang berbeda, jenis cinta yang jauh lebih rasional, cinta yang masuk akal yaitu Bae Ji-hyun. Putrinya. Untuk melihat senyun cantik gadis kecil itu.

Dan disaat dia sudah berhasil membuat rancangan masa depannya yang indah bersama putrinya dan baru melakukan langkah pertama dari rencana itu, pria itu muncul.

Oh, apakah takdir sedang mempermainkannya?

Jika ia, suzy sadar. Takdir itu memang kejam.

Dia menatap jihyun yang tertidur pulas di sisi kanannya dan sesekali tersenyum, sepertinya gadis kecil itu sedang bermimpi indah. Disisi jihyun satunya ada neneknya yang tertidur pulas juga. Sebenarnya bukan nenek kandungnya hanya mantan pelayan ibunya ketika masih muda yang setia. Mereka bertemu sewaktu mereka di jepang dulu menjaga rumah warisan ibunya. Wanita itu memaksa ikut saat suzy hendak kembali kekorea, dia tak minta di gaji asalkan dia diberi makan. Salah satu alasannya kembali korea dia ingin menghabiskan sisa hidupnya di tanah kelahirannya itu.

Dia kembali menatap jihyun dan mendekap erat tubuh putrinya itu, berharap kekalutannya sedikit berkurang. Bukankah selama ini putrinya itu menjadi obat paling mujarab baginya?

Suzy yakin, jika dia kehilangan putrinya itu, dia sangat yakin jika dia akan mati saat itu juga.

Dan perasaan takut itu benar-benar menyeruak di hatinya.

TBC

 

Saya minta maaf jika banyak kesalahan penulisan (pdhal aku sdh berusa nulis pelan-pelan spy g byk kesalahn, tp hasilnya tetap sangat byk) dan jalan cerita yang aneh dan tidak nyambung atau mengecewakan. Tapi inilah yang mampu dipikirkan oleh kepalaku dan tidak tau harus membuat ide seperti apa lagi.

Jujur rencana awalnya ff ini aku buat Cuma 5/6 part aja dan ternyata jauh melebihi target. Dan benar-benar terkejut ternyata sudah part 8 aja. Jadi maaf jika boring membacanya ya.

dan kalau ada yang bingung bisa ditanyakan, aku pst menjawanya.

Terimakasih bagi yang sudah mau meluangkan waktunya untuk membaca. Benar-benar trimakasih banyak.

Advertisements

27 thoughts on “IT’S OKAY, BECAUSE I LOVE YOU part 8

  1. Ceritanya bagus koq thor, gak ngebosenin. Yap gk terasa uda part 8. Feelnya dapet bgt. Kasihan suzy, tp msh berharap thor walaupun awalnya hubungan suzy dan kyuhyun gak bahagia, karna balas dendam semoga di bagian akhir bisa happy ending. Thor, di tambah pihak ketiga yg tolongin suzy. Di part ini kehidupan suzy benar2 nyesek. Ff ini benar2 daebak dari ceritanya yg seru sampe feelnya bnr2 kebwa ke reader. Di tunggu lanjutannya. Semangat y thor buat ffnya. ^^
    😀

    • semoga aja ya,,kita sama2 berdoa aja biar semuanya bahagia..hehehehe
      ia idenya tak tampung, masukin org ke tiga ya..kira2 siapa ya, ada ide gak? aku galu milih yg mn, terlalu byk pilihan (sambil garuk2 kepala)..
      hehehe

  2. Myungsoo aja thor yg jdi pihak ketiga, hehe. Ya berdoa biar authornya ksh akhr cerita yg happy ending. Hehehe.
    😀

  3. Nyesek banget bacanya thor tapi aku suka banget dan gak ngebosenin kok malah ni ff aku tungu” banget.
    Ahra jahat banget pengan aku tabok tu eonni. Kyuhyun juga knpa gk cari suzy. Ne aku setuju kalo ada myungsoo. Untng suzy gk kya eommanya yg depresi gitu.

  4. 1 kata DAEBAK..!! g nyangka kalo bakal se miris ini ceritanya….keren suzy udh mulai bangkit…dan realistis sm hidup..meski hidupny menyedihkan tp dy g putus asa..semoga dy menemukan orang yg bnr2 peduli sm dy..bs nerima apa adanya…myungsoo boleh jg tu min..jd galau mw milih mn nantiny..kekekek..next min.

    • ah trimakasih byk pujiannya..kekekeke

      ya, mari kita sama-sama berharap semoga suzy bisa menemukan orang yg seperti itu (#dasar authornya gak jelas)
      hehehehe

  5. ya ampuuun miris bnget hidupnya suzy..
    chapt ini sukses buat aku nangis lho thor..
    aku mau kyuzy happy end…tp kyu harus dibikin susah buat dapetin suzy lg ya thor…dibuat menderita dulu..dibuat jungkir balik buat dapetin suzy lg..bru aku rela suzy kembali ma kyu hihihi sadiisss

    ditunggu lanjutannya…hwaiting!

  6. kehidupan suzy bnar2 miris ya..
    smpe sesak bcanya…!!!
    pensran gmna next part nya jgan lma2 thor….

  7. DAEBAK Thor ……….
    satu kata juga buat bae suzy TANGGUH, Untung suzy punya sahabat seperti jiyoung dan ummanya. ga bayang gmn perjuangan suzy buat ummanya, selama hamil dan sekarang buat jihyun anaknya. dan kmn kyuhyun -_- i HATE Him
    udah ya thor mo baca next part

  8. Authornim.. mian baru komen lagi di part ini.. huaa.. kebablasan thor, sumpah baca part2 seblmnya bikin mewek abis smpe lupa buat komen krn terlalu penasaran sm kelanjutannya.. daebak banget deh ceritanya.. suzy~a yg kuat yaa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s