IT’S OKAY, BECAUSE I LOVE YOU part 7

kyunzy 1a

 

Author                  : Dordor

Main Cast            : Bae Suzy Miss a

Cho Kyuhyun SUJU

Kang Jiyoung KARA

And other

Genre                   : Sad, Romance, Family

 

Warning!!!!! Ini tulisan benar-benar lebay, jd di harapkan jangan jijik mebacanya ya.

Ya sudah, selamat mebaca.

……………………………………………..

 

“yeboseo?”

“……”

“ne, onnie. Ada apa?”

“…….”

“besok malam? Hmm, sepertinya aku tak ada acara. Memang ada apa onnie?”

“……..”

“oh, ne. Aku bisa. Jam delapan malam kan? Aku akan datang. Ke rumah atau apartemen kalian?”

“…….”

“baik lah, ke apartemen ya. Tidak usah di jemput, aku datang sendiri aja.”

“……”

“ne, sampai jumpa besaok onnie.”

Suzy menghela nafas panjang, setelah memutuskan telepon dengan ahra, noonanya kyuhyun. Dia punya firasata buruk atas undangan ahra ke apartemen mereka. Dia memang tau sekretasis cho, sekretaris kebanggaan appanya sekaligus kakak perempuan kekasihnya, tapi mereka tak pernah dekat atau haya sekedar berbica sebelumnya paling hanya sekedar menyapa, jadi pasti ada maksud lain dari ajakan ahra ke apartemennya, bukannya mengajak bertemu di cafe atu restoran seperti yang orang pada umumnya lakukan jika bertemu orang yang tidak terlalu dekat, tapi toh dia akan datang juga.

“Telepon dari siapa? Kenapa wajahmu jadi mendung begitu?” suzy sedikit terkejut melihat jiyoung sudah berdiri di sampingnya. Maklum tadi jiyoung pergi sebentar ke pasar karena di telepon ibunya mengantar sesuatu dan tiba-tiba saja sudah disampingnya, apa anak ini berjalan melayang? Kenapa tidak ada suaranya? Pikir suzy, “yak, ekpresi seperti apa itu? Kenapa seperti melihat hantu.” Protes jiyoung tidak terima dengan ekspresi suzy ketika melihatnya.

“Kenapa kamu suka tiba-tiba muncul sih? Kalau datang ke rumah orang itu ya, mbok ketuk pintu dulu. Apa kamu tak pernah di ajari sopan santun?” Kata suzy masih jengkel dengan kedatangn jiyoung yang berpotensi mengancam keselamatan jantungnya.

“ya, apa kamu lupa ini rumahku?” kata jiyoung sebal dan suzy langsung tersenyum bodoh menyadari kebodohannya. “sudah jangan mengalihkan pembicaraan. Tadi itu telepon dari siapa?”

“oh, ahra onnie.” Jawab suzy. “noonanya kyu oppa.” Suzy buru-buru menambahkan, begitu melihat kerutan di kening jiyoung.

“oh, lalu kenapa ekspresimu begitu setelah dia meneleponmu, apa dia menyuruhmu memutuskah hubungan dengan kyuhyun sunbae?”

“ani, dia mengundangku makan malam di apartemen mereka.” kata suzy.

“lalu? Apa masalahnya jika begitu?”

“aku memang pernah bertemu ahra onnnie beberapa kali di kantor appa, tapi aku tidak mengenal ahra onnie. Jadi aku merasa sedikit cemas.”

“kamu seperti mau ketemu calon mertua saja,” kata jiyoung asal sambil berjalan kedepan tv lalu menyalakannya dan duduk. “tapi bisa juga di bilang camer, karena kedua orang tua kyuhyun subae sudah meninggal ya.”

“ais, kau sama sekali tak membantu,”kata suzy sambil mengikuti jiyoung dan duduk di sebelahnya.

“gak usah di pikirkan, dia kan sekretaris appamu, jadi dia tak akan berani melakukan apa-apa padamu. Mana ada yang berani macam-macam dengan anaknya bos?”

“yeah, kamu benar.” Kata suzy berusaha yakin. Namun, dalam hati suzy tidak yakin dengan perkataan jiyoung. Cho ahra akan melakukan apa saja untuk membalas dendamnya.

……………..

Cho ahra adalah gadis yang cantik dan sangat cerdas. Dia memiliki perawakan yang lumayan tinggi untuk ukuran perempuan asia, kulit putih, mata sedikit sipit dan hidung yang agak mancung. Dia membentuk rambutnya model bob modren dan di beri warna coklat gelap yang memebuat penapilannya semakin berkelas dan modren, layaknya wanita muda dengan karir bagus dan kecerdasan luar biasa.

Kesan pertama ketika melihat dia adalah, wanita muda, cantik, pekerja keras denga kecerdasan luar biasa. Dan juga sangat modren. Tipe wanita yang akan dikejar-kejar perusahaan beken untuk bersedia bekerja di perusahaan mereka, dan akan rela memberikan gaji sangat tinggi dan bonus sangat besar.

Namun untuk mendapatkan itu semua bukan hal yang mudah bagi cho ahara. Dia perlu kerja keras dan motivasi yang sangat kuat agar cho ahra yang lugu dan polos menjadi cho ahra yang kuat dan tangguh. Untuk itu semua perlu pengorbanan yang sangat besar bahkan dia harus mengobankan jiwanya. Untuk mencapi itu semua dia perlu memunuh cho ahra yang lugu agar cho ahra yang tangguh bisa lahir. Setiap jiwa yang lahir ada satu jiwa yang matai, itu adalah salah satu prinsip hidupnya.

Dia tak mau bernasip sama seperti kedua orang tuanya dan adik laki-lakinya. Mati meyedihkan. Karena terlalu lemah dan pasrah pada nasib, akhirnya mereka rela di injak-injak dan haknya di rampas. Bakhan meninggalnya pun sangat menyedihkan. Satu karena sakit, satu karena di dorong dan satunya karena depresi. Cukup keluarganya yang seperti itu, dia tak mau mengalami nasip seperti itu. Sejak kematian ayahnya dia berjanji akan mengambil apa yang sudah menjadi hak keluarganya dan akan melakukan apapun untuk itu, termasuk jika harus melewati neraka sekalipun. Dia juga akan membalas semua perlakuan yang di terima orang tuanya, bahkan membalaskan berjuta-juta kali lebih sakit dari apa yang dirasakan keluarganya dulu. Apapun akan dilakukan, bahkanjika itu harus menorbankan dirinya, lagi pula, bukankah cho ahra yang dulu sudah mati?

Namun, keberuntungan sepertinya masih berpihak padanya. Adik angkatnya ternyata adalah anak orang cukup mampu di korea, jadi dia bisa memanfaatkan latar belakang keluarga kyuhyun untuk memberikan citra yang baik dalam latar belakangnya. Tetu saja, menjadi putri seorang pengusaha cukup sukses di kota itu, dia dengan mudah mendapatkan pendidikan dan akses untuk bergaul dengan kalangan elit di korean. Dia juga bahkan di bantu adik angkatnya itu untuk melakukan ajang balas dendam. Dan keberuntungan lagi-lagi datang karena putri tunggal bae young jae adalah adik kelas cho kyuhyun. Sepertinya takdir memang mendukungnya melaksanakan niatnya. Dan selama ini semuanya berjalan lancar, karena sejak kedua orang tua kyuhyun meninggal, mereka berdua semakin dekat dan semakin leluasa membahas acara balas dendam mereka. Namun itu hanya pada awalnya. Sekarang adik tirinya itu sudah mulai berhati lemah hanya karena putri bae young jae, yaitu bae suzy.

Kyuhyun memang belum menentang sepenuhnya acara balas dendamnya, hanya dia berkata tak boleh menyentuh gadis itu. Yang benar saja, pikir ahra. Dia tidak bodoh, dia tau young jae sangat mencintai putrinya itu melebihi apapun, bahkan melebihi istrinya sediri yang juga sangat di cintainya.

Dia mengambil alih perusahaan hanya mau mengambil haknya, tapi balas dendamnya yang sesungguhnya adalah putri tunggal bae young jae. Jadi jika kyuhun, sudah mulai luluh dengan gadis itu, maka dia harus cepat bertindak sebelum kyuhyun benar-benar menolak semua rencana awal mereka karena alasan konyol, yaitu jatuh cinta pada gadis itu. Tidak! Itu tidak boleh.

Kyuhyun memang hanya bocah SMA biasa yang cuek, namun jika di butuhkan, adik tirinya itu bisa benar-benar berbahaya. Cho kyuhyun adalah namja yang sangat luar biasa pintar dan cerdik dan juga luar biasa berbahaya. Dia bisa mendapatkan apa saja yang dia inginkan dengan mudah jika dia sudah menginginkannya. Lihat saja ide cerdiknya. Untuk menghancurkan perusahaan sebesar milik bae young jae sangat sulit, mengingat perusahaan itu termasuk perusahaan terbesar di dunia yang otomatis memiliki dana dan kepercayaan kuat dari masyarakat, bank dan para investor dan juga perusahaan yang pemilik sahamnya seratus persen keluarga bae. Tapi hanya dalam waktu dua tahun, mereka berhasil dengan ide cho kyuhyun.

“Kita hanya perlu merusak obat yang baru mereka luncurkan dengan memasukkan bahan tertentu yang merusak kulit namu tidak terlalu berbahaya. Dengan begitu, masyarakat di seluruh dunia akan protes dan memboikot perusahaan. Hal itu bisa membuat bank menjadi ketakutan dan akan menolak pinjaman perusahaan dan akan menarik semua dana mereka, karena mereka takut akan gulung tikar dan tak mampu membayar utang. Perusahaan akan kelimpungan mencari uang untuk ganti rugi dan untang yang secara otomatis perusahaan akan melelang saham mereka. disitu lah kesempatan kita untuk mengambl alih saham.”

“lalu bagai mana cara kita merusaknya? Karyawan mereka sangat setia.”

“Noona,makanya kamu jangan hanya fokus padaluarnya saja, mereka semua itu hanya pajangannya saja. Yang penting itu isinya. Kamu juga harus mempelajari setiap karyawan. Kalau noona mau mengendalikan dunia, noona harus cari sekutu. Dan sekutu terbaik adalah orang dalam.”

“iya, lalu siapa orangnya?”

“Aku sudah mengamati, mr. Lee adalah karyawan yang sudah cukup lama bekerja dan sangat di percaya. Dia menjadi pengawas pabrik dan laboratorium, namu setelah ku amati, dia sering menyelundupkan obat dan menjualnya secara pribadi. Dia jugaterlibat hutang pada negara karena sudah tiga bulan tak membayar pajak memngingat istri dan anaknya yang suka berfoya-foya. Kita bisa memanfaatkan keadaannya itu. Cukup hanya menggertak sedikit,” kata kyuhyun dengan senyum manisnya. Ahra sedikit terkejut dengan kemampuan kyuhyun. Selama ini dia tak menyangka kyuhyun  sudah mempelajari musuhnya dengan sangat baik bahkan ke hal terkecil sekalipun. Dan saat itu kyuhyun baru kelas satu SMA.

Karena itu, sebelum kyuhyun benar-benar goyah, dia harus menyelesaikannya semuanya malam ini. Agak berbahaya jika kyuhyun balik menyerangnya.

Ahra sebenarnya agak takut jika kyuhyun benar-benar mengamuk jika tau apa yang akan dilakukannya, karena itu kali ini dia tak mengatakan apapun pada kyuhyun. Dia akan mengurus kyuhun belakangan setelah semuanya sudah selesai. Dia bersedia menanggung kemarahan kyuhyun seumur hidup.

Teng tong teng tong

Ahra tersadar dari lamunan panjangnya, lalu bergegas ke pintu.

“Suzy-si kamu sudah datang. Terima kasih sudah mau menerima ajakan makan malamku.” Kata ahra sambil memeluk suzy.

“ne, sama-sama onnie. Aku juga senang onnie mau mengundangku.”

“kajja kita masuk.” Kata ahra samil menarik suzy masuk dengan riang.

Suzy mengamati apatemen ahra. Masih sama seperti dulu ketika terahir kali kyuhyun mengajaknya. Sebenarnya itu adalah apatemen ahra, dia lebih suka tinggal di apartemen dari pada di rumah, namun kyuhyun sebaliknya. Meski begitu kyuhyun terkadang tinggal di apartemen ahra. Ngomong-ngomong soal kyuhun, suzy jadi merindukan namja itu. Apa dia ada di di apartemen ini?

“kyuhyun tidak tahu aku mengajak kamu makan malam ke sini, tapi katanya malam ini dia tidur disini.” Kata ahra melihat suzy seperti mencari sesuatu. “aku hanya ingin berbicara berdua saja denganmu. Ingin lebih mengenal calon adik iparku. Tidak masalah kan?” Suzy hanya memberikan senyuman sebagai jawaban.

…………………….

“jadi bagai mana pertemuan pertamamu dengan kyuhyun?” tanya ahra sambil membawa jus untuk suzy sementara untuk dirinya sendiri dia membawa bir kaleng setelah mereka makan malam. Kini mereka duduk di ruang tamu ahra.

“terimakasih onnie,” kata suzy mengulurkan tangannya untuk menerima jus pemberian ahra. “dia panitia ospek saat aku jadi murid baru.”

“lalu kamu langsung jatuh cinta pada pandangan pertama? Wah, aku kira kisah seperti itu hanya ada di tv saja.”

Suzy meminum jusanya, “saat pertama melihat senyumnya, entah kenapa aku langsung tergila-gila padanya. Aku langsung menulis surat cinta sekaligus surat benci padanya, agar bisa menarik perhatiannya.” kata suzy sambil tersenyum mengingat hal konyol yang dilakukannya.

Ahra menatap suzy dengan pandangan yang sulit diartikan sambil meminum birnya, “dan sepertinya kamu berhasil.”

“Entalah aku tidak yakin.. sebenarnya, tanpa  melakukan itu, aku yakin kyu oppa akan mendekatiku.” Kata suzy dengan nada yang aneh.

“maksudmu?” ahra menangkap nada aneh dalam suzra suzy, “kamu yakin kyuhyun akan jatuh cinta padamu.”

“ani, aku tidak yakin dia mencintaiku. Namun, aku yakin dia akan mendekatiku.” Kata suzy masih dengan nada yang sama. “Aku kan cantik dan putri tunggal seorang bae young Jae, siapa yang tak menginginkanku?” kata suzy dengan nada bercanda, membuat ahra ikut terkekeh.

“kamu terlalu percaya diri, bae suzy. Tapi kamu memang benar.”

“aku selalu begitu.”

“Apa yang akan kamu lakukan, jika orang yang kamu cintai justru ingin menghancurkanmu?”

“Aku akan selalu mendukungnya. Aku mencintainya, jadi aku hanya bisa bahagia jika orang yang kucintai bahagia, meskipun taruhannya adalah hidupku. Ah, aku sebenarnya membenci diriku yang seperti ini.”

Ahra kembali terkekeh.

“baiklah, aku akan ingat kata-katamu.” Kata ahra dengan senyuman di wajahnya yang dibalas dengan senyuman oleh suzy.

“onnie..” kata suzy, setelah mereka terdiam cukup lama. “apa kamu menyayangi kyuhyun oppa?”

“wae, kenapa kamu tiba-tiba ertanya begitu?”

“ahni, aku hanya penasaran saja. Sepertinya kyu oppa sangat menyayangimu.” Kata suzy.

“benarkah?” tanya ahra penasaran.

“he-em,” suzy menganggukkan kepalnya. “dia pernah bilang padaku, dia sangat menyayangi dan mengagumi noonanya. Buat dia noonanya adalah segala-galanya, dia bahkan rela melakukan apapun untuk mu asalkan unnie bahagia…”suzy nenatap ahra, mengamati ekspresinya, “..aku bahkan sempat iri denganmu onnie.”

Ahra tertawa geli mendengar penuturan suzy, “aku adalah noonanya, tentu saja dia menyayangiku. Apa yang perlu di cemburui? Kamu ini ada-ada saja.”

“hehe..benar juga.” Kata suzy mebenarkan, “hanya saja aku tetap merasa tidak adil. Aku sangat mencintai kyu oppa dan rela melakukan apa saja untuknya. Tapi..buat kyu oppa noonyalah yang paling penting dan akan melakukan apa saja buat noonanya.”

“aku sedikit iri padamu onnie..” kata suzy.

Ahra menatap suzy dan berkata, “itu sebelum dia bertemu denganmu. Sekarang buat dia kamu adalah yang terpenting.” Kata ahra tulus. “Kamu hanya tak menyadarinya, dia selalu melindungimu.”

“Benarkah? Aku senang mendengarnya. Lalu apa onnie juga sangat menyayangi kyu oppa?” tanya suzy masih penasaran

“tentu saja.. aku sangat menyayanginya.”

“aku lega mendengarnya..”kata suzy sambil meneguk tegukan terakhir dari jusnya. “aku harap onnie lebih memperhatikan kyuhyun oppa lagi. Dia terlihat kuat di luar, sesungguhnya dia sangat rapuh. Dia sangat menyayangi onnie, dan mau melakukan apa saja asal onnie bahagia. Aku harap onnie juga begitu sama dia.”ahra memandang suzy bingung.

“aku tak tau apa yang terjadi kelak, tapi sepertinya aku tak bisa lagi menghibur oppa bila dia sedih. Tapi aku sekarang bisa tenang karena ada onnie bersamanya. Aku percaya onnie akan menjaganya dengan baik.”

“apa maksudmu?” tanya ahra memndang suzy semakin bingung.

“onnie tau apa maksudku.” Kata suzy sambil tersenyum.

………………………………………

Suzy terbangun dengan kepala berat. Dia sedikit terkejut melihat dimana dia terbangun dan detik kemudian dia tersadar. Dalam keadaan terbaring dia memandang sosok di sampingnya yang terbaring bersamanya. Seorang namja. Namja itu tertidur sangat lelap dan masih belum terganggu dengan sinar matahari yang mengintip lewat jendela apartemen. Suzy mengamati namja itu secara perlahan dan mencoba merekam setiap inci namja itu dalam memorinya. Lalu menyimpannya di tepat paling istimewa di hatinya, yang mana jika dia merindukan namja itu dia bisa mengeluarkannya.

“akhirnya kau bisa tau wajahmu saat tertidur,” katanya lembut dan sangat pelan. Dia hanya memandang namja itu tanpa berani menyentuh, meskipun seluruh sel tubuhnya sudah berontak ingin menyentuh wajah polos itu. “sangat polos dan manis.” Katanya sambil tersenyum. Namu tak lama kemudian senyum itu di hiasi air mata yang mengalir dari mata indah itu.

“gomawo, atas semuanya oppa. Meskipun singkat, tapi aku sangat menikmatinya..” katanya masih terisak pelan. “tapi semuanya sudah berakhir. Apa yang kamu inginkan sudah kuberikan, utangku untukmu sudah lunas, aku sudah bisa membencimu oppa..sekarnga waktunya aku kembali..selamat tinggal oppa.” Kata suzy akhirnya.

Suzy lalu menghapus airmatanya. Dia bangkit dari tempat tidur itu lalu memunguti pakaiannya dan buru-bru meninggalkan tempat itu. Saat keluar kamar dia sempat mencari sanga pemilik apartemen, namun dia tak menemukannya. Dia lalu memutuskan untuk mengirim pesan.

­“noona, semalam aku tau semuanya perbuatanmu..kalian sudah mendapatkan apa yang kalian inginkan, bisakah sekarang kalian tinggalkan keluargaku?

Ambil saja yang kalian mau, aku tak mengiginkannya.

Suzy menarik nafas dan kembali memasukkan ponselnya kesakunya dan meninggalkan apartemen itu.

Belum sampai kakinya melangkah ke halte dekat apartemen ahra, handphonenya berdering.

“jiyoungi..ada a..” belum sempat suzy menyelesaikan salam pembukanya, wajahnya langsung pucat dan tangannya bergetar. Dia tau hal ini akan terjadi dan dia sudah memepersiapkan hatinya, tapi tetap saja dia tak siap. Tanpa mendengar kelanjuta dari kalimat jiyoung dia langsung berlari dan menghentikan taxi.

“Seoul hospita..”kata suzy pada supir taksi itu.

…………………………………….

“suzy-ah kamu dari mana saja?” tanya jiyoung begitu melihat suzy turun dari taksi. Dia memang sengaja menunggu suzy di loby rumah sakit. Dia juga khawatir dengan sahabatnya itu. “aku menghubungimu dari semalam kenapa tidak kamu angkat.”

Suzy memang melihat banya misscall dari jiyoug, tapi dia berfikir ibunya hanya panik karena dia tak pulang semalam lalu menelepon jiyoung dan sahabatnya itu panik. Dia tidak berfikir jika..

“bagaiman keadaan appa?”

“kritis, dia baru selesai di operasi setengah jam yang lalu..sekarang masih di ICU..belum sadar..”

Suzy langsung terduduk lemas di tanah, dia benar-benar ketakutan. Dia tidak berfikir akan semenakutkan ini ketika dia masuk dalam permainan kyuhyun.

“otteke jiyoung-ah..”katnya terisak., “ottokke…ini..ini semua salahku.”

“suzy-ah, jangan begini..appamu pasti baik-baik saja..”jiyoung berusaha membantu suzy untuk berdiri.  “dia orang baik.”

“tapi aku takut jiyoung-ah..ini semua salah ku.” Katanya menangis histeris.

“semua sudah terjadi..sebaiknya kita temui ajhuma dulu..dia sanagt terguncang.” Suzy langsung menatap jiyoung, meminta penjelasan.

“dia pingsan..sangat syok,” kata jiyoung menjelaskan. “kajja..kita harus melihat kondisnya.” Lalu suzy mengangguk dan pasrah ketika jyoung menariknya.

……………………

“aku akan meningkalakan kalian..” kata jiyoung begitu mengantar suzy ke ruangan tempat ibunya di rawat. “Aku akan menunggu diluar sambil menunggu perkembangan ajhusi. Tidak usah cemas, aku dan ummaku ada di luar.” Kata jiyong lalu meninggalkan ruangan itu. Suzy tak merespon, dia hanya menatap ibuna yang sedang terbaring lemah.

“umma..” rengeknya begitu jiyoung meninggalkannya. “umma mianhae..”katanya sambil mendekati ranjang ibunya.

Suzy menatap wajah pucat ibunya yang terbaring. Dia tau ibunya akan seperti ini. ibunya sangata mencintai ayahnya dan terlebih lagi masalah perusahaan yang menekan mereka. dia juga tau ahra sudah melakukan rencana terakhirnya yang membuat kedua orang tuanya semakin syok. “uma..mianhae.” hanya kata itu yang mampu di ucapkannya.

Hampir dua jam suzy berdiri memandangi wajah ibunya dan terus menerus meminta maaf, namun wanita itu tak kunjung membuka matanya. Dia masih saja tertidur ketika jiyoung masuk.

“suzy-ah..kamu harus sarapan.” Kata jiyoung dari balik pintu sambil membawa nasi kotak.

“jiyoung-ah..kenapa umma belum juga membuka matanya.” Tanya suzy was-was. “kenapa dia terus saja tidur.”

“ah..aku lupa..ibumu tadi sempat mengamuk dan terus berteriak histeris, sepertinya dokter menyuntikkan obat penenang.” Jawab jiyoung. “sudah kamu makan dulu, nanti ajhuma juga akan sadar” kata jiyoung sambil menyodorkan nasi kotak itu pada suzy.

“bagai mana keadaan appaku?”

“belum ada perkembangan. Tapi tak usah khawatir, ummaku disana menunggunya, dia akn memberi tahu jika terjadi sesuatu.” Kata jiyoung berusaha tersenyum.

“kamu tau, aku malu bertemu dengan appaku..”kata suzy menunduk, air matanya kembali mengalir. “aku tak tau harus berbicara apa padanya..”

“kamu juga pasti akan membenciku jiyoung-ah.” lanjutnya

Jiyoung menepuk bahu suzy halus, “aku tak tau detail masalahnya..tapi kalau boleh jujur aku memang kecewa dan sangat marah padamu. Aku tak tau apa yang ada di pikiranmu mau melakukan itu pada keluargamu demi namja sialan itu. Tapi apa gunanya aku marah padamu? itu tak akan menyelesaikan masalah. Yang perlu kamu lakukan sekarang adalah memperbaiki semuanya.” Suzy mentap jiyoung tak percaya, dan dia tak berusa menahan tangisnya lagi karena dia tau itu akan sia-sia.

“mianhae jiyoung-ah..joungmal mianhae..”kata suzy memeluk jiyoung. “dan gomawo…”

“sudah tak usah minta maaf, kamu tak melakukan kesalahan padaku.” Kata jiyou membalas pelukan suzy. “sekarang yang pertama yang harus kamu lakukan adalah, kamu makan lalu minta maaf pada ajhusi. Aku selalu membantumu..dan hari ini aku bolos sekolah spesial menemanimu.”

………………

Suzy POV

“Jadi apa sebenarnya yang terjadi?” tanya jiyoung begitu kami duduk di taman rumah sakit ini. Aku tak bernapsu makan dan jiyoung memaksaku lalu akhirnya dia punya ide untuk cerita sambil makan di taman rumah sakit ini. “aku tak terlalu jelas.” Lanjutnya.

“apa yang kamu tau?” tanyaku sambil menyuapkan makananku.

“hmm..aku hanya dengar dari pelayan di rumahmu, jika ada seorang wanita datang kerumah kalian tengah malam. Dia membawa rekaman vidio dan juga surat-surat lalu pergi. Ayahmu langsung pingsan begitu melihat vidio itu dan ibumu panik lalu berusaha mengejar wanita itu dan berteriak histeris..karena panik lalu salah satu dari mereka aku lupa namanya meneleponku menayakan keberadaanmu, katanya kamu tak mengangkat ponselmu.” Aku hanya memakan makananku tanpa selera. “setelah aku dan ibuku membawa ayah dan ibumu kerumah sakit, aku baru mendapat penjelasan dari ibumu.” Jiyoung menatapku dengan tatapan tidak enak.

“lanjutkan saja..”kataku

“kata ajhuma..dia sekretasis cho. Dia membawa vidio tentang kamu dan adiknya. Selain itu dia membawa surat-surat kepelikannya atas saham perusahaan ayahmu dan menyuruh ayahmu untuk segera angkat kaki dari perusahaan dan juga menyuruh ayahmu mendidik putrinya agar tak menggoda adik laki-lakinya.”

Ada ribuan palu yang menghantam jantungku sektika, rasanya sangat sakit. Bahkan makanan yang aku telan meninggalkan rasa sakit dalam tenggorokanku. Sakitnya luar biasa. Ayahku mendidikku sangat baik. Tapi karena kelakuan bodohku, ayahku mendapat penghinaan besar itu. Baiklah..ini semua sudah cukup! Itu sudah menjadi alasan yang sangat kuat buatku untuk membenci mereka.

“Apa yang di vidio itu benar..maksudku..maks..” nada suara jiyoung benar-benar terdengar dia merasa sungkan.

Aku menatapnya jiyoung, “sekarang aku suda jatuh miskin, dan itu semua karena aku..apa kamu masih mau berteman denganku? Aku sudah tak bisa membelikanmu makanan enak dan memberimu tumpangan gratis..”kataku berusaha sedikit bercanda.

“ya..kenapa kamu berbicara begitu. Aku kan sudah janji, jika kamu jadi melarat, kamu bisa tinggal di rumahku. Aku bisa memberimu makan ramen, yeah mentraktir teman yang sedang kesusahan sepertinya menarik juga,” kata jiyoung denga nada bercanda. Aku hanya terkekeh mendengarnya.

“soal vidio itu benar..” kataku. Jiyoung langsung terdiam mendengarku. “ kamu juga tahu kyu oppa berniat balas dendam terhadap keluargaku. Lalu aku berjanji membantunya. Aku yang menyarankan tentang vidio itu, namun dia menolak mentah-mentah ideku, bahkan dia mengamuk besar saat itu.” Aku terdiam sebentar, jiyoung juga terdiam menunggu kelanjutan ceritaku. “kamu tau mendengar dia marah seperti itu, aku sangat senang. Paling tidak dia juga mencintaiku, cintaku tak bertepuk seblah tangan. Tapi aku lupa soal noonanya, dia menjebakku dan kyuhun oppa. Aku tau kyuhun oppa tak tahu-menahu soal vidio itu. Tapi aku sudah mencium gelagat noonanya, namun aku membiarkan saja. Aku ingin cepat mengahiri ini semua, karena jika dibiarkan terlalu lama akan semakin menyakitkan. Aku suda berjanji membantunya jadi aku harus menyelesaikannya. Jika sudah selesai aku bisa membencinya dan menghentikannya.”

Lama kami terdiam. Aku tau jiyoung sedang berusaha mencerna kata-kataku. Dia mungkin saja sedang syok dan tak menyangka aku akan berbuat seperti itu, namun dia tak berkomentar apa-apa atu menyalahkanku.

“kamu bisa membenciku..aku memang pantas mendapatkannya.”kataku akhirnya.

Dia menarik nafas dalam sebelum membuka suara, “aku tak tau jenis cinta apa cintamu pada kyuhyun sunabae. Aku tak pernah mendengar kisah cinta seperti itu. Yang kumengerti kamu sangat mencintai namja itu dan cintamu itu tak sehat, tapi aku tak mau mengomentari itu dan sok paling benar.” Katanya sambil menatap lurus kedepan. “sebenarnya aku juga ingin membencimu dan marah padamu, tapi aku tak punya hak, karena kamu tak melakukan apa-apa padaku. Kamu sahabatku jadi aku menerima kamu apapun adanya. Bukankah itu arti sahabat,” katanya menoleh padaku sambil tersenyum.

“aku tak akan menghakimi mu, karena itu bukan tugasku. Kau tahu itu bagian dari Tuhan. Aku juga tak akan menyalahkanmu dan juga tak akan berusaha mengerti keadaanmu, karena aku tak akan mengerti. Aku hanya akan menganggap yang kamu lakukan itu semua masa lalu. Jika kamu perlu bantua aku dan ummaku akan selalu bersedia membantumu. Tapi jika kamu melakukan satu kesalahan yang sama lagi. Aku mungkin tak akan menganggapmu lagi.”

“intinya, aku akan tetap menjadi sahabatmu jika kamu mau memperbaiki semua kesalahanmu” lanjutnya.

Air mataku mengalir lagi. Aku benar-benar bersyukur punya jiyoung sebagai sahabatku. Aku bersyukur Tuhan memberiku sahabat yang luar biasa. Jika dalam keadaan biasa aku mungkin tak akan pernah tau jika sahabtku ini orang yang benar-benar bijak. Biasanya dia akan terlihat acuh-tak acuh pada keadaan. Yang ada di pikrannya adalah makanan. Paling tidak dalam kebodohanku ini aku bisa mensyukuri satu hal. Sahabat sejati.

“cepat habiskan makanamu, ajhuma mungkin sebentar lagi akan siuman. Kamu juga harus melihat keadaan ajhusi, dia sudah bisa di besuk meskipun hanya satu orang dan menggunakan seragam aneh.” Aku hanya mengangguka sambil terisak. “atau kalu tidak, aku akan memakan habis makananmu. Kamu tau kan aku paling tidak bisa menahan diri terhadap makanan. Butuh kekuatan besar untuk menahan diri dari godaan itu sejak tadi, jangan samapai pertahananku jebol.” Kata jiyoung mentap makananku penuh gairah.

Aku langsung buru-buru memasukkan makan itu kemulutku. Melihat tingkahku jiyoung kemudian tertawa. Aku pun ikut tertawa beramanya.

………………..

“Suzy-ah..jiyoung-ah..kalian dari mana saja?” aku mendengar nada khawatir dari suara ummanya jiyoung. “aku mencari kalian dari tadi.”

“wae umma..?” tanya jiyoung. “kami dari taman, aku menemani suzy makan.”

“eh, itu..” ajhuma mentapku cemas. “appamu sudah siuman, namun keadaanya masih sangat kritis..dia ingin bertemu denganmu.” Tiba-tiba perasaan takut akan kehilangan menyergapku. Entah kenapa aku mendengar itu sebagai sebuah permintaan terakhir sebelum pergi untuk selamnya. Bulu romaku merinding. “kajja, temui dia, di dalam sudah ada ummamu menunggu.”

Aku menggeleng kuat. Aku tak ingin menemui appa. Aku takut jika dia melihatku dia hanya ingin memberi salam perbisahan. Jika aku tak menemuinya dia mungkin akan berthan karena menungguku.

“wae, suzy..kenapa kamu tak mau menemui ajhusi..”tanya jiyoung bingung. “bukankah kamu bilang ingin minta maaf dan memperbaiki semuanya?”

“ani, jiyoung, aku takut..”kataku ketakutan. “entah kenapa aku merasa jika aku menemui appa, dia akan meninggalkanku?” kataku menatapnya.

“ya, suzy apa yang kau bicarakan, jangan berbicara aneh-aneh.” Kata jiyoung sedikit kesal. “kajja, kau harus menemui ajhusi.”

“ne, suzy-ah..appamu sangat ingin bertemu kamu. Dia memanggil-manggil kamu dan menyuruh kami mencarimu.” Kata ajhuma menampali.

“andew..”kataku makin histeris. “aku tak mau jiyoung-ah..aku takut.” Isakku. “aku tak siap.”

“suzy-ah, hidup dan mati itu sudah takdir, tak bisa di tolak..”kata jiyoung mulai kehabisan kesabaran. “kalau ajhusi memang harus meninggal, dia akan meninggal tanpa atau setelah melihatmu. Jangan bersifat kekanakan. Aku tak mau kau menyesal seperti ku.” Aku menatap jiyoung.

“aku tak mau kau menyesak sepertiku.”

Jiyoung memang pernah mengalami hal seperti ini. ketika kami di sekolah dasar kami melakukan study tour dan ayah jiyoung mengalami kecelakaan. Sebelum meninggal ayahnya ingin bertemu jiyoung. Aku dan jiyoung langsung pulang saat itu juga di jemput supir pribadiku yang dikirim appa. Selama perjalanan jiyoung sudah menelepon appanya agar menunggunya dan ayahnua juga berjanji akan menunggunya, namu pas ketika kami sampai di loby rumah sakit, ayhnya meninggal tanpa mengucapkan salam perpisahaan padanya. Padahal hanya lima ah tidah dua menit lagi kami sampai di ruangannya.

“kajja..”aku kembali mentap jiyoung. Lalu aku mengangguk dan berjalan menuju ruangan appa di rawat.

Aku membuka pintu perlahan setelah aku memakai baju steril warna hijau ini. aku meliha umma sedang berdiri di samping appa. Dia terisak sambil mencium tangan appa yang di gemgam di tangan kanannya, sementara tangan kirinya mengelus pipi appa dengan perasaan sayang. Benar-benar pemandangan yang menyakitkan. Aku ingin berlari dari ruangan ini.

“suzy-ah..”aku melihat appa memanggilku. Suaranya memang lebih terdengar seprti erangan yang sangat lemah, namun aku bisa mebaca dari gerak bibir dan pandangan matanya. Pandangan yang sangat rindu akan putrinya yang durhaka. Aku mendekati appa di sisi ranjang satunya yang kosong. Umma tidak mengubris kedatanganku, dia masih tetap fokus memandang appa.

“mianhae app..”isakku begitu aku sampai di samping ranjangnya. “mianhae..ini semua salahku..”air mataku terus saja mengalir. Aku tau aku anak yang sangat cengeng dan mudah menangis tapi aku baru sadar ternyata air mataku sangat banyak.

“mianhae..” isakku lagi.

Aku melihat appa menggleng, dia menggenggam tanganku penuh kasih sayang. Bagaimana dia masih sangat menyayangiku setelah perbuatanku padanya. Lalu aku mentap matanya lagu begitu merasakan tanganku di goyang-goyang lemah seolah meminta perhatianku. Lalu aku menundukkan tubuhku kearah wajahnya  keran dia ingin bicara.

“bae suzy..putri kecil appa..” katanya terbata-bata. “kamu tau..appa..sangat menyayangimu…ap..apapun yang terjadi..appa tetam menyayangimu..”katanya dengan susah payah. Aku ingin menyelanya namun ku urungkan karena sepertinya dia ingin menyelesaikan kalimatana dengan segera.

“apapun yang,,terjadi..jangan pernah menyalahkan dirimu..hiduplah dengan baik, appa selalu..bangga padamu..dan..mencintaimu..selamnya..”

Hanya itu. Ya, hanya itu kalimat yang du ucapkan ayahku. Tak ada penjelasan lebih lanjut tak ada pelukan seperti yang biasa kami lakukan jika kami berkumpul atupun kalimat canda tawa. Hanya itu kalimat terakhir dari ayahku. Tidak ada kalimat perpisahan. Aku mentap tubuh ayahku yang kaku dan mengutuki mesin menyebalkan yang berbunyi kencang dan mengganggu telingaku.

Pikiranku kosong. Benar-benar kosong. Aku bahkan tak sadar jika jika jiyoung sedang menopang tubuhku yang seperti tak memiliki tulang. Aku juga tak sadar jika ibuku sudah di papah keluar oleh ibunya jiyoung. Dan sejak kapan para dokter dan perawat berhamburan masuk ruangan ini? bukankah tidakboleh banyak orang disini? Dan, hey..kenapa mereka melepas selang-selang yang ada di tubuh appaku.

Ya..apa mereka sudah gila? mereka ingin membunuh appaku? Dan YAA..KENAPA KALIAN MENUTUP TUBUH AYAHKU DENGAN KAINPUTIHH!!

Aku ingin berteriak, aku ingin mencakar semua orang yang sekarang mebereskan selang-selang itu dan mulai mendorong tubuh appaku keluar. Aku ingin melakukan sesutu. Tapi kenapa tubuhku kaku? Kenapa tak bisa gerak? Kemana semua tulang-tulangku. Kemana suaraku!

“suzy-ah..bicaralah, jangan begini?” aku mendengar nada suara jiyoung. Suranya sangat kawatir dan dia menagis. “jebal..suzy-ah..jangan begini. Kamu menakutkan?” isak jiyoung sambil mengoyang-goyangkan tubuhku yang masih berdiri kaku di pelukaannya.

“bae suzy!” teriak jiyoung frustasi. “sadarlah..kamu bersikap begini juga ajhusi tak bisa hidup lagi!”

Apa?!

Aku menatap jiyoung tak percaya? Tidak bisa hidup lagi katanya?

Tidak!

Tidak!

Tidak!

Aku belum minta maaf. Dia tak boleh pergi. Aku bahkan belum melakukan apa-apa. Aku berjanji akan memperbaiki segalanya. Aku berjanji akan mengabdikan hidupku untuk appa. Menebus semuanya. Aku selalu yakin aku punya waktu untuk melakukan itu.

Suzyy!!

Itu yang terakhir aku dengar. Teriakan panik dari jiyoung sebelum semuanya benar-benar gelap.

 

TBC

Untuk part ini aku minta maaf jika di postnya agak lama. Sebenarnya suda siap dari minggu lalu. Namun aku merasa ini agak di paksakan dan berlebihan atau lebay, jd aku malu untuk mempostnya. Dan niatnya mau di perbaiki dulu. Namun, kerena ide tak kunjung muncul akhirnya aku biarkan begitu saja apa adanya. Terlalu lama juga gak di post, dari pada nantinya basi.hehehe

Maafya jika ada yang menunggu dan ternyata hasilnya sangat mengecewakan. Yah harap maklum lah.

Aku sih berharap ada yang kasih ide, saran atau kritk buat next partnya (benar-benar penulis tak bertanggung jwab, masa minta ide ke pembaca..hehehehe). Biar ngepostnya tak terlalu lama dan tak terlalu mengecewakan. Tapi aku akan berusaha lebih baiklah.

Jika banyak kesalah penulian, aku juga minta maaf.

Terakhir terimakasih sudah mau meluangkan waktu untuk membaca karya yang sanagat aneh ini.

Advertisements

34 thoughts on “IT’S OKAY, BECAUSE I LOVE YOU part 7

  1. Ceritanya seru dan keren koq thor. Yap untungnya di post jg. Gk gaje koq msh nyambung. Feelnya bnr2 dapet, gk nyangka ahra noona tega ngejebak suzy, tp min agk kurang diceritain bukannya kyu gk setuju utk tidur sama suzy? Utk cerita selanjutnya thor ceritain aja gmn kehidupan suzy dan perasaan bersalah kyu ke suzy. ^^. Mian cuma ksh ide secara umum. Tapi suka bgd sama ff thor yg ini, jalan ceritanya keren, seru dan menarik. Di tunggu lanjutanya. Semoga cpt dpt inspirasi.^^
    Keep hwaiting thor. Berharap akhrnya bsa bhagia. Suzy maupun kyu, biar awal sedih tp akhrnya bhagia.^^
    😀

    • hehehehehehe
      terimakasih byk ya..
      nanti pasti jelaskan semua kok, kenpa kyu bisa tidur ama suzy..
      part berikutnya bakalan ceritai rasa bersalah kyu dan kehidupan suzy kok..terimakasih buat sarannya ya, jd semangat lg n nulis..hehehehe

  2. yg jd prtanyaan sy…..bgaimana kyuhyun n suzy bs mlakukan tu?apa suzy dberi obat tidur ato apa ma ahra…..?

  3. Ngga kok thor gk lebay malah q sempet nangis pas baca scene takhr suzy ama appanya 😥
    tpi q msh bgung,it suzy ama kyu “gitu” beneran ato cuma tidur biasa trus drekam 😮
    mga aja “gitu” bneran jadikan suzy bsa hamil anaknya kyu tpi kyu nya gk tw kalo suzy hamil krn suzy uda pindah k tempat lain ,dan bru ktemu pas anaknya udah gdhe :p
    *ideku sinetron bget y thor* wkwkwk

    • hahaha
      ia nanti di part berikutya aku jelaskan sejelas-jelasnya..
      idenya boleh juga tu..hehehe
      makasih ya sdh mau baca n kasih ide lagi..

  4. jjr ak sebel bgt sm suzy yg babo…cinta dy telalu buta….sangking butanya dy smp g mikir akibat dr perbuatan dy….eeerrrrrr sebel…semoga aj nyokapnya g ngebenci suzy…makin tmbh terpuruk aj kalo it terjadi..kyu km hrs tanggung jawab…next min…

  5. ceritanya nyesek banget. Feelnya dapet. Sukses buat aku nangis. Tega banget ahra..
    Dinanti kelanjutannya thor..

  6. Huah
    keterlaluan jg si thor..emang ada ya orang yg kaya gtu ?
    Hahahahahay
    ya udah lah,next part thor

  7. ya ampun chingu,, q sedih ,, pas baca yg kalimat ini:
    “bae suzy..putri kecil appa..” katanya terbata-bata.
    “kamu tau..appa..sangat menyayangimu…ap..apapun
    yang terjadi..appa tetam menyayangimu..”katanya
    dengan susah payah. Aku ingin menyelanya namun
    ku urungkan karena sepertinya dia ingin
    menyelesaikan kalimatana dengan segera.
    “apapun yang,,terjadi..jangan pernah menyalahkan
    dirimu..hiduplah dengan baik, appa selalu..bangga
    padamu..dan..mencintaimu..selamnya..”

    q jd teringat ortu nih,, ^^
    lanjut baca

  8. keren thor, daebak
    part ini bikin brebes mili kaya sungai
    sumpah emng sebel sama rencana suzy buat video itu, tpi qw tambah benci sama ahra. di jahat banget, bahkan sama kyu pun di bersikap licik
    kyu jga sama saja

  9. Gila sakit banget dan aku hampir nangis yeth/? Kece, gatau kenapa ff ini keren banget ya walaupun sih bahasanya kurang lengkap karena typo hihi~ tpp itu wajar aku juga sering merasakannya kok’-‘)/

  10. huhfff.. suzi yg salah disini q rasa..ngp demi cinta mpe rela mmbuat appa’a mpe meninggl..-_- kasian

  11. Gak tau mau ngomong/koment apa, ini terlalu menyakitkan 😦 heh…
    Kayaknya nunna kyu salh paham pd appa suzy..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s