BELIEVE ME part 2

 

 Image

Author             : Dordor

Main Cast        : Bae Suzy Miss a

Cho Kyuhyun SUJU

Shim changmin

Erick

Andy lee

Bae young jae

And other

Genre              : Sad, Romance, Family

Terserah kalian deh nentuinnya.

Lenght             : –

Happy Reading

ATHOR POV ALL

Flass Back (ini masih lanjutan flas back suzy teringat akan ayahnya)

Suatu jamuan menandakan suatu peristiwa,suatu malam pembukaan, dengan puluhan hal yang bisa salah. Namun demikian dia belum pernah merasakan kebahagiaan itu. Impian semasa kecilnya untuk bisa dekat dengan ayahnya, agar ayahnya membutuhkannya, menginginkanya, telah menjadi kenyataan. Suzy belajar menerima kenyataan, bahwa apa yang diinginkan ayahnya tak berhubungan dengan hal yang pribadi. Arti dirinya bagi ayahnya, tergantun seberapa besar peran suzy pada perusahaan. Itulah yanga menjadi tolak ukur Bae Soo Jae menilai seseorang. Suzy telah mampu mengisi kekosongan yang di tinggalka ibunya. Dia menjadi pendamping ayahnya. Tapi karena Bae suzy sangat cerdas, dia tak hanya berhenti samapi di situ. Dia ikut menghadiri pertemuan bisnis bersama ayahnya di berbagai pesawat dan ruang VVIP hotel mancanegara, pabrik, kedutaan besar dan juga istana. Dia menyaksikan ayahnya menggunakan kekuasaanya, menabur miliaran dolar atas perintahnya. Membeli dan menjual, menghancurkan dan membangun. Dia juga melihat ayahnya menumpahkan rezeki bagi karyawan-karyawannya, tapi ayahnya juga menahan rezeki bagi lawan-lawannya. Suatu dunia yang memukau, penuh dengan orang-orang yang menarik, dan Bae Soo Jae adalah dewa bagi mereka.

Selagi mengamati ruang perjamuan, suzy melihat ayanya berbincang-bincang dengan kyuhyun, seorang perdana mentri dan seorang senator dari california. Ayahnya melihat suzy dan melambaikan tangannya memanggil suzy. Selagi berjalan menuju ayahnya, suzy teringat kejadian tiga tahun sebelumnya, ketika semua ini di mulai.

Flassback 3 tahun sebelumnya

Suzy terbang pulang ketika hari kelulusannya. Pulang, pada waktu itu adalah pulang ke apartemen mereka yang ada hongkong. Kyuhyun pada saat itu ada di sana bersama ayahnya. Dia sudah menduga namja itu ada disana bersama ayahnya. Dia membawa bayangan namja itu dalam hatinya. Setiap kali merasa gundah, kesepian dan terpukul, dia akan mengeluarkan bayangan namja itu untuk menghangatkan hatinya.

Kedua lelaki itu bangkit begitu ia melangkahkan kakinya keruangan perpustakaan, dimana mereka membicarakan perusahaaan. Ayahnya berkata ringan, “kamu sudah pulang suzy?”

“Ya.”

“Sekolah sudah selesai?”

“Ya.”

“Bagus.”

Itulah seluruh sambutan ayahnya atas kelulusan dan kepulangannya. Kyuhyun menghampirinya sambil tersenyum. Namja itu terlihat sanagt senang melihatnya dan berkata, “Kamu tampak luarbiasa suzy. Bagai mana acara wisudanya? Tuan Bae sebenarnya ingin sekali menghadirinya tapi dia tak bisa meninggalkan pekerjaanya.”

Namja itu mengcapkan semua kata-kata yang seharusnya di ucapkan ayanya.

Suzy kesal pada dirinya karena merasa sakit hati. Ayahnya bukannya tak mencintainya, dia berusaha meyakinkan diri, tapi semata-mata seluruh pengabdiannya tercurah pada satu dunia, dunia yang mana ia tak ikut ambil bagian. Seorang anak lelaki akan secara sendirinya di tarik pada dunia itu, tapi seorang anak perempuan bagaikan mahluk asing baginya. Dia tak ikut dalam rencana perusahaan.

“Aku mengganggu sepertinya,” suzy bersiap melangkahkan kakinya meningalkan ruangan itu.

“Tunggu dulu,” kata kyuhyu lalu menoleh pada Bae Soo Jae, “suzy pulang tepat pada waktunya. Dia bisa membantu pada jamuan sabtu malam.”

Bae Soo Jae menoleh pada suzy, mengamatinya secara cermat seolah sedang menilai untuk pertama kalinya. Gadis itu mirip dengan dirinya, namum memiliki keanggunan dari istrinya. Sangat cantik, dan sangt anggun, tidak kalah dari ibunya. Mata Bae Soo Jae mulai berbinar penuh minat. Tak pernah terlintas dalam pikirannya anak perempuannya merupakan aset yang potensial bagi BS kingdom. “Kamu punya pakaian resmi?”

Suzy memandang terperangah pada ayahnya.

“Aku…….”

“ah sudahlah, tak perlu pusing. Pergi dan belilah kau tau bagaimana melaksanakan sebuah perjamuan?”

Suzy menelan ludah dan berkata, “Tentu.” Bukankah itu salah satu keuntungan dari pendidikan di sekolah putri di inggris? Mereka mengajarkan segala tatakrama dan pergaulan. “tentu aku tau caranya mengadakan perjamuan.”

“Bagus. Aku mengudang perjamuan pada sekelompok dari Saudi Arabia. Jumlahnya sekitar..” Bae Soo Jae menoleh pada kyuhyun.

Kyuhyun menoleh pada suzy dan tersenyum, “sekitar empat puluh. Kurang lebih segitu.”

“Serahkan semuanya padaku.” Kata suzy penuh keyakinan.

Suzy memerintahkan pada kepala juru masak untuk menyediakan koktil kepiting, disusul kacang putih dan daging cincang untuk masing-masing orang, disajikan dengan anggur tua. Celakanya, hidangan daging cincang itu mengandung babi dan tamu dari Arab itu tidak makan kerang-kerangan, apalagi daging babi. Para tamu itupun tidak minum-minuman berarkohol. Para tamu itu hanya memandangi makanan yang terhidang dan tak menjamah secuilpun. Suzy duduk diseberang ayahnya di ujung meja panjang, dengan hati kecut dan merasa terpukul.

Cho kyuhyunlah yang menyelamatkan malam itu. Dia menghilang keruang kerja sebentar dan berbicara di telepon. Kemudia dia kembali keruang makan dan menghibur para tamu denga cerita menarik, sambil para pelayan memebrsikan meja.

Dalam waktu yang terasa amat singkat, segerombol mobil jasa makanan berdatangan dan seolah-olah dengan ketukan ajaib, muncul berbagai jenis hidangan dimeja. Daging kuskus dan kambing bakar, nasi dan ayam,ikan panggang,disusul manisan dan keju, juga buah-buahan segar. Setiap orang menikmati hidangan itu, kecuali suzy. Dia begitu kesal hingga tak mampu menelan secuil pun. Setiap kali dia mengangkat wajahnya menatap kyuhyun, namja itu sedang memperhatikannya dengan mata yang memancarkan persekongkolan. Suzy tak bisa menjelaskan kenapa, tapi ia malu sekali bahwa tak haya menyaksikan dia kehilangan muka, tapi namja itu menjadi penyelamat pula. Dan ketika malam itu akhirnya usai, dan para tamu pulang dengan hati yang senang,  Suzy, Bae Soo Jae, dan Kyuhyun berbincang-bincang diruang duduk. Kyuhyun menuangg segelas brendi.

Suzy menarik nafas panjang dan berpaling pada ayahnya, “aku minta maaf tentang jamuan makan malam tadi. Seandainya tak ada kyuhyun op..”

“Aku yakin kamu pasti akan lebih baik lain kali,” kata ayahnya datar.

Ayahnya memang benar. Sejak saat itu, tak peduli jamuan untuk lima atau lima ratus orang, suzy meneliti tamunya satu-persatu. Dia mencari tau makanan kesukaan dan ketidak sukaan mereka, minuman  yang mereka gemari, dan hiburan yang mereka senangi. Dia menyipkan daftar dengan data-data orang-orang. mereka kagum dengan merek anggur, wiski yang tersaji atau cerutu kegemaran mereka tersaji di depan mereka, dan yang lebih mereka sukai, suzy ternyata mampu dan tahu sepenuhnya tentang pekerjaan mereka.

Kyuhyun meghadiri sebagian besar jamua-jamuan itu, dan dia selalu di temani wanita-wanita cantik. Suzy membenci mereka. suzy berusaha meniru mereka. Jika kyuhyun memebawa wanita dengan rambut disanggul, suzy mengikuti tatanan rambut seperti itu. Dia berusaha berpakaian menurut gaya teman-teman wanita kyuhyun, bertingkah laku seperti mereka. Tapi uasahanya itu tak sedikitpun menarik perhatian namja itu. Namja itu bahkan seperti tak melihat, dan dalam keputus asaan itu, suzy memutuskan untuk tampil apa adanya seperti dirinya sendiri.

……………………..

Pagi hari pada ulang tahunnya yang kedua puluh, suzy turun untuk sarapan, ayahnya berkata, “tolong pesankan tiket teater dan juga makan malam setelah acara teater.”

Hati suzy meluap-luap kegirangan, dia ingat, pikirnya.

Kemudian ayahnya menambahkan, “Kami berdua belas, dalam rangka memperbaharui kontrak yang ada di tokyo.”

Ayahnya kemudian tak berkata apapun tentang ulang tahunnya, dan sibuk dengan email yang di terimanya. Setidaknya begitulah pikirannya sampai jam enam sore, ketika seikat bunga datang menghampirinya. Awalnya, dia sanagta yakin itu berasal dari ayahnya, hingga dia membuka kartu yang tertera dengan tulisan, “hari yang indah, untuk seorang wanita yangcantik”, kartu itu bertanda tangan kyuhyun.

Ayahnya meninggalkan rumah jam tujuh malan dan melihat seikat bunga itu dan berkata acuh tak acuh, “dari pacarmu, rupanya.”

Suzy sempat tergoda untuk mengatakan, “itu hadiah ulang tahunku,” namun di urungkannya. Tapi apa gunanya? Benar-benar keterlaluan, jika kita harus mengingatkan orang yang kita cintai tentang hai ulang tahun kita.

Suzy melihat ayahnya pergi, bertanya-tanya apa yang akan dilakukannya malam itu. Umur dua puluh tahun merupakan sebuah tonggak penting. Menyiaratkan kedewasaan, memiliki kebebasan dan menjadi seorang wanita. Yeah, hari ini adalah hari bersejaran, namun dia tak merasakan ada perbedaan dari tahun sebelumnya, atau tahun-tahun sebelumnya. Mengapa dia lupa? Apakah dia akan ingat jika dirinya seorang anak lelaki?

Kepala pelayan muncul untuk menayakan makan malam, dan suzy sedang tidak merasa lapar. Dia merasa kesepian dan terpencil. Dia sadar, dia merasa iba pada dirinyasendiri. Bukan hanya menangisi karena tak ada perayaan untuk ulang tahunnya sekarang, namun juga menangisi setiap ulang tahunnya yang  selalu sepi yang sudah berlalu sebelumnya, juga menagis karena kepedihan tumbuh seorang diri tanpa seorang ibu atau ayah atau seorang yang peduli.

Pada pukul sepuluh malam, dengan hanya menggunakan gaun tidur, suzy duduk sendirian dalam kegelapan ruang tamu rumahnya yang ada di seoul. Tiba-tiba ada suara yang mengagetkan, “selamat ulang tahu.”

Lampu-lampu tiba-tiba menyala dan cho kyuhyun berdiri disana. Dia menghampirinya dan berkata mengejek, “ini bukan perayaan namanya. Berapa kali seorang gadis mereyakan ulang tahun yang kedua puluh?”

“kukira kamu sedang makan malam bersama ayahku malam ini,” kata suzy gugup.

“Memang. Kata ayahmu kamu sendirian dirumah. Ayo cepat berpakaian, kita pergi makan malam.”

Suzy tak mau di kasihani, dia meggelengkan kepalanya. “Tidak oppa, aku..aku tak lapar.”

“Aku lapar, dan aku tak suka makan sendirian. Aku memberimu waktu lima menit untukmu berganti pakaian, atau kalau tidak aku akan mengangkutmu dengan pakaian seperti itu.”

Kyuhyun membawanya kedaerah Hongdae, menyantap hamburger dan kentang goreng dan juga beberapa kaleng bir. Mereka berbincang-bincang, dan kali ini  suzy lebih merasa santai di banding ketika mereka makan malam saat perayaan ulang tahunnya yang dulu ketika dia masih sekolah di inggris. Seluruh perhatian kyuhyun tercurah padanya, dan dia mengerti kenapa para yeoja tertarik pada namja itu. Bukan hanya karena ketampanannya yang luar biasa, tapi kenyataan dia sangat menyukai wanita, dia mengerti cara memperlakukan wanita dengan sangat baik. Dia bisa membuat suzy merasa istimewa. Tidak heran, pikir suzy, para wanita jatuh cinta padanya.

Kyuhyun menceritakan masa kecilnya di  daerah Danchon, korea utara. Dia membuat ceritanya itu seolah-olah itu begitu indah, penuh petualngan dan kegembiraan, “Aku lari dari rumah,” dia berkata, “ karena ada keinginan tak terbendung dalam diriku melihat semuanya dan melakukan segalanya. Aku ingin menjadi setiap orang yang kulihat. Aku tak cukup bagi diriku sendiri, kamu mengerti hal itu?”

Oh, suzy sangat mengerti.

“kemudian aku kabur ke jaeju, lalu bekerja di taman ria dan di pantai, pada musim panas aku membawa wisatawan berkeliling,”

“Meski begitu kamu meninggalkan utara?”

Kyuhyun menatapnya dan tertawa, “karena perasaan lapar dalam diriku, aku ingin menguasai dunia.”

Dia tak menceritakan jika perasaan lapar itu masih ada hingga saat ini.

………………………….

Sejak saat itu, suzy menjadi tenaga andalan bagi ayahnya. Tugasnya membuat ayahnya merasa nyaman, sehingga ayahnya bisa fokus pada hal-halyang sangat penting yaitu persahaan ayahnya. Danhal-hal kecil sepenhnya menjadi tanggung jawab suzy. Dia menganggkata dan memecat pelayan, membuka dan menutup pintu sesuai kebutuhan ayahnya, dan menyelenggarakan jamuan baginya.

Lebih dari itu, suzy menjadi mata dan telinga bagi ayahnya. Ayahnya selalu menanyakan kesannya setelah bertemu seseorang atu bertanya kenapa mengambila tindakan seperti itu, setiap ayahnya selesai mengadakan pertemuan. Suzy menyaksikan ayahnya mengambil keputusan yang memengaruhi kehidupan ribuan orang dan menyangkut ratusan juta dollar. Dia mendengar kepala-kepala memohon atau meminta dengan sangat agar ayahnya membuka atau menutup sebuah pabrik.

Setiap pertemuan seperti itu berakhir, suzy selalu berkata, “sulit di percaya, sepertinya…sepertinya kamu sedang mengatur sebuah negara.”

Ayahnya tertawa dan berkata, “Penghasilan BS Kingdom, lebih besar dari penghasilah tiga perempat negara-negara  sedunia.”

………………………………

Akhir-akhir ini suzy sering khawatir pada ayahnya. Tampaknya dia sedang memikirkan dan mencemaskan seseuatu, tapi  suzy tak bisa menebak itu apa. Ketika suzy bertanya, ayahnya hanya menjawab, “Bukan masalah besar, hanya masalah kecil yang perlu kupikirkan jalan keluarnya. Akan kuberitahukan kelak padamu.”

Sikapnya juga tertutup. Suzy tak di ijinkan lagi melihat dokumen-dokumen. Ketika ayanya berkata, “aku akan berangkat ke swiss besok. Untuk melakukan pendakian sebentar.”

Suzy merasa senang. Dia tahu ayahnya butuh selingan. Dia agak kurus dan pucat, dan tampak murung.

“Biar ku urus pemesanan tempat dan sebagainya.”

“tidak usah, semuanya sudah beres.”

Itupun bukan kebiasaan ayahnya. Biasanya dia yang melakukan itu. Dia berangkat ke esokan harinya ke swiss. Itulah terakhir kali suzy melihat ayahnya.

Flasback end (sekarang balik ke hari suzy menagis karena ayahnya meninggal)

……………………..

Suzy berbaring dalam kegelapan kamar tidurnya, mengingat-ingat masa lalu. Ada suatu ketidak nyataan tentang kematian ayahnya, mungkin karena dia selamanya penuh semangat hidup.

Ayahnya keturunan keluarga Bae yang terakhir, selain tentu saja dirinya. Apa yang terjadi pada perusahaan sekarang. Ayahnya adalah satu-satunya pemegang saham penuh perusahaan. Dia bertanya-tanya kepada siapa ayahnya meninggalkan saham-saham itu?

Suzy mendapatkan jawabanya sore berikutnya. Pengacara keluarganya datang dan membacakan hal itu. “saya membawa salinana wasiat ayah anda. Saya sebenarnya merasa berat mengganggu kesedihan anda saat ini, tapi saya kira sebaiknya anda segera mengetahuinya. Anda satu-satunya ahli waris ayah anda, itu berati perusahaan sepenuhnya milik anda.”

Pengacara itu ragu-ragu sebentar lalu berkat, “boleh saya terus terang, nona Bae? Ayah anda masih cukup muda sebenarnya. Saya yakin dia belum berharap mati dalam waktu dekat. Pada waktunya, saya yakin dia menetapkan wasiat lain, menunjuk seseorang untuk mengambil alih perusahaan. Dia mungkin belum mebulatkan pikirannya.” Lalu pengacara itu mengangkat bahu. “Ah itu semua hanya teoritis.  Yang penting sekarang, wewenang pengendalian perusahaan ada di tangan anda. Anda harus memutuskan apa yang anda perbuat pada perusahaan, kepada siapa anda akan memberikannya.” Lelaki itu mengamati suzy sebentar dan melanjutkan. “sejauhini belum ada seorang wanita dalam jajaran direksi BS Kingdom. Tapi, yeah, sekarang anda menggantikan kedudukan ayah anda. Hari jumat ada rapat dewan direksi di New York. Anda bisa datang kesana?”

Ayahnya mengharapka hal itu darinya.

Begitupula Young Jae tua.

“saya akan hadir disana,” sahut suzy.

……………………..

Kantor pusat BS Kingdom yang ada di new york, menempati tanah seluas enampuluh are. Terdapat gedung kantor yang bertingkat dua belas dengan gaya modren. Bangunan ini tampak mencolok di banding bagunan di banding bangunan lain seperti bangunan penelitian, pabrik, laboratorium percobaan, devisi perencanaan dan relkereta api. Itulah pusat otak kerja BS kingdom yang terbentang luas.

lobi penerimaan tamu Bs kingdom sangat modren. Disa ada resepsionis yang menunggu di balik kaca, dan mereka yang dipersilahkan masuk harus diantar oleh seorang petugas untuk masuk kedalam gedung. Didalam gedung itu ada sederatan lift dan satu lift ekspres khusu untuk presiden direktur.

Pada pagi ini lift itu, di isi oleh dewan direksi yang membawa mereka keruangan direksi yang maha besar dan megah. Ada sekitar lima orang dewan direksi disitu, Sim Andy lee, lee min woo, Erick mun,  dan Sim Changmin. Mereka adalah  sepupu  suzy dari pihak ibu yang di beri sedikit saham oleh kakek suzy dalam perusahaan. Cho yuhyun lah satu-satunya orang yang ada di ruangan itu yang bukan keluarga.

Dalam wasiat ayahnya yang dibacakan pengacara, saham tak bisa di jual tanpa persetujuan semua pemegang saham.

Di sebuah meja panjang tersedia makanan dan minuman yang sangat lezat, namun tak satu orangpun yang menaruh minat. Mereka tegang dan gelisah, masing-masing sibuk dengan pikirannya masing-masing.

Kate robert, wanita amerika berusia empat puluhan yang cekatan  masuk dalam ruangan dan berkata, “Mobil miss Bae, sudah tiba.”

Kate robert mengamati ruangan itu dengan seksama, memastikan semuanya sudah tertata rapi dan sempurna. Dia sudah bertugas selama limabelas tahun menjadi sekretasis bae soo jae. Kenyataan bahwa atasannya baru meninggal bukan berti itu alasannya untuk menurunkan standar atasannya itu dan standar dirinya sendiri. Dia mengangguk puasdan mengndurkan diri.

Sementara itu bae suzy, sudah ada di bawah di depn pintu masuk BS kingdom, melangkahkan kakinya keluar dari limusin yang membawanya dari bandara. Dia mengenakan setelan kerja warna hitam dengan kaus putih. Dia tak menyukai make-up. Dia tampak lebih muda dari usianya yang dua puluh dua tahun, pucat dan rapuh.

Sekelompok wartawan menantikan kedatangannya. Begitu dia melangkahkan kakinya kedalam gedung, para wartawan koran, Tv, radio dan majalah langsung mengkerumuninya dengan menyodorkan kamera, mikrofon dan alat perekam lainnya.

“Saya dari majalah New Bouis miss, maukaha anda menegeluarkan pernyataan? Siapa yang akan mengelola perusahaan menggantikan ayah anda..”

“tolong menoleh kemari sebentar miss Bae. Maukah anda memberi senyuman manis untuk pembaca kami?”

“Daily news, bukankah ayah anda seorang pendaki ulung? Apa mereka sudah menemukan menemukan…”

Seoul News,dapatkah anda menjelaskan sedikit tentang keuangan perusahaan?”

“kami dari, Journal Times. Kami berencana membuat tulisan tentang BS Kingdom..”

Suzy berusaha melangkah kelobi, menerobos gerombolan wartawan itu dengan susah payah di bantu oleh empat orang petugas keamanan.

“Satu gambar lagi miss Bae..”

Suzy akhirnya sampai dalam lift dan meutup pintunya. Dia menarik nafas dalam-dalam dan mengigil. Ayahnya sudah mati. Kenapa mereka tak membiarkannya tanpa gangguan?

Beberapa saat kemudian suzy melangkah keruang direksi. Shim Changmin yang pertama menyambutnyua. Dengan senyum hangat dia menghampiri suzy dan memeluknya, “Aku turut berduka cita suzy. Kami semua terkejut. Aku dan jesica berusaha menghubungimu, tapi…”

“Aku tau oppa. Terimakasih.”

Andy lee menghampirinya, “sayang apa yang bisa aku lakukan. Kamu tidak apa-apa?”

“ya, baik-baik saja. Terimakasih oppa.” Lalu dia menoleh, “Hai erick oppa.”

“Bae suzy. Aku dan Victoria ikut hancur. Kalau ada yang bisa…”

“terimakasih.”

Min woo melangkah kedepan suzy dan berkata canggung, “aku dan Hyori, ikut prihatin dengan apa yang terjadi yang menimpa ayahmu.”

Suzy mengangguk dan dengan kepala yang tegak, dia berkata, “terimakasih Minwo oppa.”

Dia tak ingin disini. Di kelilingi orang-orang yang mengingatkannya akan ayahnya. Dia ingin kabur, ingin sendiri.

Kyuhyun berdiri agak dibelakang dan mengamati suzy dengan teliti, dan berkata dalam hati, ‘jika mereka tak berhenti sekarang yeoja ini akan ambruk’. Dia sengaja menghampiri kelompok itu, mengulurkan tangannya dan berkata, “Hai, suzy.”

“Hai, kyu oppa.” Dia melihat namja itu terakhir kali ketika datang kerumahnya, meeritahukan kabar kematian ayahnya. Rasanya seperti bertahun-tahun yang lalu. Padahal baru beberapa hari yang lalu, tepatnya seminggu yang lalu.

Kyuhyun menyadari, betapa suzy berusaha keras bersikap tenang. Dia berkata, “Karena semua sudah hadir disini, kenapa kita tidak mulai?” lalu menatap suzy dan meyakinkan. “Tidak akan lama.”

Suzy melontarkan senyum terimakasih padanya. Para dewan direksi itu menempati kursi yang biasa menjadi tempat duduk mereka, lalu kyhyun membimbing suzy menuju tempat duduk presiden direktur. Kursu ayahku, suzy beguman dalam hati.

Changmin berkata, “karena kita tak punya seorang pe..” dia terhenyak dan menoleh pada erick, “ bagaiman kalau kamu yang memimpin?”

“Baik,” erick mengangguk lalu menekan tombol yang ada di depan mejanya. Tidak lama kemudian Kate robert masuk lagi sambil membawa buku catatan, lalu dia menutup pintu kembali dan kemudian mengambil kursi untukduduk, siap dengan catatannya.

Erick berkata, “saya kiradalam keadaan seperti ini, kita tak perlu resmi-resmian. Kita semua terpukul..” lalu menatap suzy dengan tatapan penyesalan, “yang terpenting BS kingdom menunjukkan ketegaran kepada masyarakat luas.”

“dan juga kita sudah cukup di hantam kalangan pers belakangan ini,” geram changmin.

Suzy menoleh padanya dan bertanya, “Kenapa?”

Kyuhyun menjelaskan, “perusahaan sedang mengalami masalah yang berat akhir-akhir ini suzy. Kita terlibat dalam sejumlah perkara hukum yang berat. Pihak pemerintah sedang menylidiki kita, pihak bank terus-menerus berusaha menekan kita. Dan masalahnya, tidak satupun dari keadaan itu baik untuk kita. Masyarakat membeli bat karena percaya pada perusahaan pembuatnya. Jika kita kehilangan kepercayaan itu, kita kehilangan pelanggan.”

Andy lee menambahkan, “tidak ada masalah yang tidak bisa di kendalikan. Yang terpenting adalah menata ulang kembali perusahaan.”

“bagaimana caranya?” suzy bertanya.

Min woo menjawab, “dengan menjaul saham kita kepada masyarakat.”

Changmin menambahkan, “dengan begitu kita bisa menutup utang-utang kita dan masih punya cukup uang….” dia tak melanjutkan kata-katanya

Suzy memandang erick, “kau setuju dengan gagasan itu?”

“kita semua setuju dengan itu.” Jawab erick.

Suzy bersandar pada kursinya, memeras pikirannya. Kyuhyun berdiri dari kursinya dan mengampiri suzy dengan kertas-kertas, lalu memberikanny pada suzy, “aku sudah menyiapkan dokumen-dokumennya. Kamu tinggal menandatanganinya.”

Suzy melirik pada kertas-kertas yang ada di hadapannya, “apa yang terjadi jika aku menandatangani kertas-kertas ini?””

Chngmin angkat suara, “kita punya lebih dari selusin perusahaan pialang. Mereka akan membentuk team yang akan ejamin saham-saham yang kita akan jual. Mereka akan menjamin saham yang kita jual sesuai dengan kesepakatan kita. Untuk saham sebesar milik kita, yang akan membeli adalah lembaga keuangan atau perusahaan perseorangan.”

“maksudmu seperti lembaga perbankan dan perusahaan asuransi?” tanya suzy.

“benar.”

“Dan mereka akan menempatkan orang-orang mereka dalam dewan direksi?”

“biasanya begitu.”

Suzy menghela nafasdan berkata, “pada akhirnya mereka akan mengendalikan BS Kingdon.”

“kita akan tetap duduk dalam dewan direksi.” Min woo buru-buru menambahkan.

Suzy menoleh pada changmin, “kau berkata, salah satu team perusahaan pialang sudah siap melelang kan?”

Changmin mengangguk.

“kenapa mereka belum bertindak juga hingga saat ini?”

Changmin memandang suzy bingung, “maksud mu?”

“kalau semua sudah setuju hal ini, bahwa melepas saham keluaraga ke pihak luar akan jadi langkah terbaik dalam menyelamatkan perusahaan, mengapa mereka tidak melakukan hal ini sejak dulu?”

Ada suatu keheningan menegangkan. Minwoo berkata, “harus ada kesepakatan dari setiap orang sepupu. Setiap orang harus setuju.”

“siapa yang tida setuju?” tanya suzy.

Keheningan itu semakin mencekam sekarang.

Akhirnya kyuhyun membuka suara, “Ayahmu. Bae soo jae.”

Suzy mendadak menyadari  apa yang mengganggu pikirannya sejak memasuki ruangan ini. Mereka menyatakan keprihatinannya, bela sungkawannya, keterkejutannya akan kematian ayahnya, namun ada ketegangan dalam ruangan itu, suatu rasa yang aneh sekali, bahwa kata yang ada dalampikiran mereka adalah kemenangan. Mereka sudah menyiapkan berkas-berkas untuknya, semua sudah siap. Kau hanya tinggal menandatanganinya. Tapi, Kalau kelau keinginan mereka memang tepat, kenapa ayhnya tidak setuju? Dia mengajukan pertanyaan itu dengan terus terang.

“Paman selalu mempunyai gagasan tersediri,” andy menjelaskan. “ayahmu bisa sangat keras keala.”

Seperti bae young jae tua, pikir suzy. Jangan memasukkan rubah kedalam kadang ayam kita. Suatu saat dia bisa merasa lapar. Dan ayahnya tak bersedia menjaul saham perusahaan, dia pasti punya alasannya.

“percayalah sepupu,” minwo menambahkan. “leih baik kamu serahkan semuanyapada kami. Kamu tidak mengerti akn halini.”

“kenapa harus pusing memikirkan erusahaan ini?” minwoo menambahkan. “jika kau menjual saham yang kau miliki, kau bisa memiliki uang yang sangat banyak, leih dari yang bisa kau hamburkan. Kau bisa pergi kemana saja dan menghamburkan kekayaanmu.”

Perkataan minwoo masuk akal juga. Kenapa ia harus memusingkan diri? Di tinggal menandatangani kertas-kertas yang  didepannya itu, lalu pergi.

Changmin mulai terlihat tak sabaran lagi, “suzy kau hanya membuang-buang waktu. Kau hanya tinggal menandatanganinya saja. Kau tak punya pilihan lain.”

Pada saat itulah suzy menyadari dia punya pilihan, sama seperti ayahnya mempunyai pilihan. Dia bisa saja mengambil tindakkan pergi dari sini dan menyerahkan semua ini pada mereka, atau tetap bertahan di sini, dan mencari tahu kenapa mereka tak sabaran ingin menual saham perusahaan, kenapa mereka menkannya. Sebab ia merasakan tekanan itu begitu kuat, sampai-sampai seperti desakan fisik. Setiap orang-orang yang di dalam ruangan ini menginginkan dirinya bersedia menandatangani kertas-kertas itu.

Dia memandang ke arah kyuhyu, menduga-duga apa yang sedang di pikirkan namja itu. Namun, raut wajahnya tak menunjukkan apa-apa. Dia juga melihat ke arah Kate robert. Dia sudah sangat lama menjadi sekretaris ayahnya, suzy sangat menyesal tak sempat berbincang-bincang dulu dengannya untuk meminta pendapatnya dan wanita itu sekrang menatapnya menunggu pendapatnya.

“aku tak bersedia menandatanganinya,” kata suzy tegas. “tidak sekarang.”

Sejenak ada kesunyian penuh keheranan. Kemudia andy lee berkata, “aku tak mengerti apa yang kau pikirkan, suzy,” wajahnya berubah pucat pasi. “tentu saja kau harus, semuanya sudah di atur!”

Erick berkata geram, “aku setuju dengan andy. Kau harus menandatanganinya.”

Mereka semua kompak menyerang suzy dengan kata-kata penuh kemarahan dan kebingungan.

“kenapa kamu tidak mau menandatanganinya?” tuntut min woo.

Suzy tak mungkin mengatakan, karena appaku tak ingin menandatanganinya. Karena kalian menyudutkanku.suzy merasakan ada sesuatu yang tidak beres, da dia berjanji akan menemukannya. Lalu kemudian dia berkata, “aku butuh sedikit waktu untuk memikirkannya.” Para sepupunya yang jauh lebih tua itu saling berpandangan.

“berapa lama?” tanya min woo.

“aku belum bisa memutuskannya. Aku perlu memikirka dengan matang, segala sesutau akibat dari masalah ini.”

Andy lee benar-benar marah, “persetan, kita tidak bisa….”

Kyuhyun memotong dengan nada tegas, “ saya kira suzy benar.” Sekarang semua orang menatap padanya, “dia harus mendapatkan kesempatan untuk berfikir dan mempelajari dengan jelas masalah-masalah yang sedang di hadapi perusahaan. Kemudian dia bisa memutuskan tindakan yang akan dia ambil dengan baik.”

Mereka mendengarkan dan mencerna kata-kata kyuhyun dengan baik.

“Aku setuju dengan pendapatmu.” Changmin menambahkan.

Erick berkata dengan pahit, “sepupu-sepupu sekalian, tidak peduli kita setuju atau tidak, toh pada akhirnya suzy yang memutuskan.”

Min woo menatap suzy dan berkata, “sepupu, kami perlu keputusan secepatnya.”

“aku akan memberikan keputusan itu,” suzy berjanji.

Mereka memandang padanya, dan sibuk dengan pikiran-pikiran mereka sendiri.

Sehrusnya dia juga ikut mati bersama ayahnya, seperti itulah kira-kira pikiran mereka.

……………………….

Suzy terpana memandang ruangan ayahnya. Dia sudah sering datang kesini tapi hanya sebagai tamu. Kekuasaan ada di tangan ayahnya dan sekarang kekuasaan itu ada di tangannya. Dia mengamati semua ruangan itu. Sangat megah dengan desain yang luarbiasa mengagumkan dan sangat besar. Semua terbuat dari bahan terbaik dan desain kelas satu. Ruangan kerja itu sangat besar, di lengkapi perapian, kamar mandi super wah, meja dari kayu terbaik, kursi, sofa. Ada deretan telepon yang langsung terhubung dengan semua kantor cabang di seluruh dunia yang dilengkapi pengaman, interkom, komputer dan peralatan lain. Di belakang kursi ayahnya ada lukisan besar Bae Young Jae tua.

Ruangan itu meliputi, ruang sauna besar,ruang senam dengan peralatan lengkap, ruang pangkas rambut, ruang makan yang mampu menampung seratus orang, jika ada pejamuan dan di lengkapi bendera-bendera kecil dari negara tamu bersangkutan. Masih ada ruang makan pribadi ayahnya, ruangan untuk obat-obat yang sepertinya digunaka untuk menyimpan obat-obat baru dalam tahap di amati sebelum siap di luncurkan, ruangan untuk menyimpan barang-barang pribadi ayahnya, perpustakaan kecil dan tentu saja kamar mandi. Namun suzy tidak menemukannya satupun barang-barang pribadi ayahnya dalam kantor itu, dan dia bersyukur akan hal itu. Sepertinya Kate robert yang melakukannya.

“Ada dua juru masak yang bertugas pada siang dan satu orang pada malam hari. Jika adan ingin menjamu lebih dari lima belas orang anda harus memberitahu paling tidak dua jam sebelumnya.” Kate robert mebuyarkan lamunan suzy yang sedang mengamati ruangan ayahnya.

Suzy sekarang duduk di kursi ayahnya, di balik meja kerja ayahnya. Ada begitu banyak kertas-kertas, dokumen-dokumen, buku-buku, catatan-catatan, laporan-laporan yang bertupuk di depannya, dan dia tidak tau harus berbuat apa. Pikirannya kembali melayang pada ayahnya dan rasa pilu akibat kehilang kembali menyeruak dari hatinya. Dia merindukan ayahnya. Ayahnya begitu pintar dan cakap, dia tau harus berbuat apa. Betapa ia membutuhkannya saat ini.

Suzy sempat menemui changmin, sesaat sebelum sepupunya itu berangkat ke jepang.

“Tak perlu buru-buru, jangan mau di desak-desak.” Kata changmin menasehati. Suzy merasa terharu karena changmin memahami perasaanya.

“oppa, apa menurutmu aku harus setuju perusahaan di jual ke pada orang luar?”

Dia tersenyum dan berkata canggung, “sepertinya aku berpendapat begitu, tapi dalam hal ini aku juga punya kepentingan pribadi. Kami hanya sepupumu dari pihak ibumu dan mendapatkan saham di perusahaan karena kakekmu dari pihak ayahmu sangat menyukai ibumu sebagai menantu makanya dia bersedia memberikan sahamnya pada kami asal ibumu bersedia menjadi menantunya. Yeah, meskipun tanpa melakukan itu ibu bersedia menikahi ayahmu karena dia mencintainya.  Dan peraturan perusahaan melarang menjual saham kepihak luar terkecuali semua pemegang saham setuju. Intinya, saham kami tak berarti apa-apa bagi kami kecuali kami bisa menjualnya. Kini semua itu tergantung padamu.”

Suzy kembali teringat percakapan singkatnya dengan changmin ketika dia duduk sendirian di ruang kerja ayahnya. Kate robert sudah meninggalkan ruangan itu dan kembali melakukan pekerjaanya. Dia hampir tak mampu menahan diri untuk menelepon changmin dan berkata, “aku berubah pikiran.” Lalu keluar dari rauangan ini. dia merasa tak mampu.

Dia memandangi deretan telepon yang ada di meja itu, dan salah satunya bertuliskan CHO KYU-HYUN. Suzy menimbang-nimbang sebentar lalu menekan tobol itu.

…………….

Kyuhyun duduk dihadapan suzy mengamatinya. Dia tau apa yang dipikirkan namja itu, sama seperti yang dipikrkan orang lain padanya. Bahwa dia tak seharusnya berada di situ.

“Kau seperi menyiram minyak ke api  pada pertemuan pagi ini,” kata kyuhyun.

“aku minta maaf jika membuat semua orang marah dengan keputusanku.”

Kyuhyun terkekeh, “Marah? Aku rasa itu bukan kata yang tepat untuk menggambarkan keadaan tadi pagi. Kau membuat setiap orang begitu terkejut setengah mati. Semua orang berfikir sudah tidak ada masalah lagi. Mereka siap memberikan pengumuman pada pers.” Dia terdiam sebentar untuk mengamati suzy. “Apa yang membuatmu memutuskan untuk tidak menandatanganinya suzy-ah.”

Bagaimana dia bisa menjelaskannya pada kyuhyun. Dia tak mungkin mengatakan, hatinya menolak melakukan itu, karena dorongan naluri. Kyuhyun akan menertawakannya. Namun, ayahnya menolak melakukan itu dan dia berjanji akan mencari tahu alasan ayahnya bertindak begitu.

Seperti bisa membaca isi kepala suzy, kyuhyun berkata, “kakek buyutmu membagun perusahaan ini sebagai usaha keluarga, untuk menghindari pihak luar. Tapi waktu itu hanya perusahaan kecil, sekarang sudah banyak perubahan. Kita mengendalikan salah satu perusahaan obat terbesar di dunia. Siapapun yang duduk di kursi ayahmu harus membuat suatu keputusan akhir.  Suatu tanggung jawab yang luarbiasa berat.”

Suzy memandang kearah kyuhun dan berfikir, apakah maksud dari perkataan kyuhyun adalah untuk menyuruhnya mengundurkan diri, “apakah kau bersedia membantuku?” tanya suzy.

“kau tahu aku selalu siap.”

Suzy menarik nafas lega, dia tau betapa ia sangat tergantung pada namja itu.

“sekarang langkah pertama yang perlu kita lakukan, mengelilingi kompleks perusahaan ini,” kata kyuhyun. “kamu tahu struktur fisik perusahaan ini?”

“tidak banyak.”

Suzy berbohong. Dia sudah sangat banyak menghadiri pertemuan ayahnya untuk mendapat wawasan tentang pertemuan yang di lakukan oleh ayahnya dengan rekan bisnisnya, jadi dia sudah cukup mengerti struktur bagunan dan pengetahuan tentang fungsinya dan kegiatan BS kingdom. Tapi dia ingin menghabiskan lebih banya waktu dengan kyuhyun dan mendengarnya dari sudut pandang kyuhyun.

“kita tak hanya memproduksi obat-obatan suzy-ah.  Kita juga membuat bahan kimia, pewangi, minyak wangi, vitamin, penyemprot rambut, peptisida, kosmetik dan peralatan bio-elektronik. Kita juga punya devisi makanan dan nitrat hewani.” suzy sudah tau itu semua, tapi membiarka kyuhyun berbicara lebih lanjut. “kita memproduksi sendiri majalah untuk diberikan kepada dokter. Kita juga memproduksi plester, zat-zat pelindung dan bahan peledak plastik.”

Suzy mendapat kesan, kyuhyun sangat menikmai ceritanya. Ada nada bangga dalam setiap perkataannya. Entah kenapa, hal itu mengingatkannya pada ayahnya.

“BS Kingdong memiliki pabrik-pabrik dan perusahaan induk di lebih dari seratus negara. Setiap perusahaan yang ada di eropa dan amerika melapor ke sini kemudia yang ada di asia termasuk australia melapor ke kantor pusat yang di seoul lalu di teruskan ke sini. Tapi ayahmu lebih suka berada di kantor pusat yang ada di seoul.” Dia berhenti sejenak, seolah menyakinkan jika suzy dapat memahaminya. “kakek byutmu itu–Bae Young Jae– memulai usaha dengan seekor kuda dan sebuah tabung percobaan. Usaha itu sudah berubah menjadi enampuluh pabrik di seluruh dunia, sepuluh pusat penelitian dan suatu armada yang terdiri dari ribuan tenaga penjual.” Suzy tahu, mereka adalah marketing yang mendatangi para dokter dan rumah sakit. “Tahun lalu, di korea saja mereka menghasilkan delapan belas millyar dollar amerika dari obat-obatan –kita memang memegang bagian penting dari pasaran itu.

Meski demikian, BS Kingdong mengalami kesulitan dengan pihak bank. Ada sesuatu yang tidak beres. Kata suzy dalam hati

Kyuhyun membawa suzy berkeliling pabrik dan laboratorium dan juga pusat penelitian. Diamenjelaskan semua fungsi bangunan itu dengan sabar dan juga menunjukkannya. Dia melihat begitu banya orang-orang bertampang serius dan sibuk dengan pekerjaan mereka di ruang penelitian tanpa memedulika mereka.

“lebih dari tiga ratus ilmuan bekerja disini.” Kyuhyun menjelaskan. “dan sebilan puluh persen dariereka bergelar doktor.” Kemudian mereka melanjutakan berjalan dari atu devisi ke devisi lain.

Butuh enam hari penuh untuk  mengelilingi bangunan inti dan ketika selesai, suzy merasa penat. Kepalanya berdenyut-denyut menyaksikan keluasannya, dia menyadri dia baru baru menyelesaikan satu pabrik dan masih ada puluhan pabrik lain di senatro belahan dunia.

“untuk memasarkan suatu obat baru, kita membutuhkan waktu antara lima sampai sepuluh tahun. Dan dari seribu ramuan yang di uji, kita biasanya hanya mendapat dua produk.”

Dan, “..dan hanya di pengendalian mutu saja ada tiga ratus lebih karyawan.”

Dan, “..secara keseluruhan, BS Kingdom bertanggung jawab kepada lebih dari setengah juta karyawan.”

Dan, “..pendapatan keseluruhan kita tahun lalu adalah..”

Fakta dan angka-angka itu sangat menabjubkan. Suzy mendengarkan dengan seksama, berusaha mencerna angka-angka hebat yang berusaha diberitahukan kyuhyun padanya. Suzy tahu, perusahaan mereka sangat besar. Namu dia begitu takjun begitu kata “besar” di terjemahkan dalam bentuk uang dan orang yang sangat mengagumkan.

Malam ini, begitu suzy berbaring di atas tempat tidurnya –oh dia sudah kembali ke korea. Sama seperti ayahnya dia lebih suka tingal di negara itu dari pada negara lain– tiba-tiba perkataan para sepupunya kembali terngiang dikepalanya. Perasaan tidak mampu tiba-tiba melandanya.

“mereka benar, aku tidak mampu.” Gumannya pada dirinya sendiri. “aku akan mengundurkan diri dan membiarkan mereka bertindak sesuai kemauan mereka sendiri pada perusahaan. Aku tak mampu berada di sini.”

Begitu dia memutuskan itu, dia merasa lega dan tidak lama kemudian dia terlelap.

Keesokan harinya, adalah hari jumat, awal dari awal pekan. Dia memanggil kyuhyun untuk memberitahukan keputusannya.

“maaf mr. Cho harus terbang ke rusia tadi malam, “ Kate robert memberi tahu suzy. “Dia berpesan agar memberi tahu anda, bahwa dia akan pulang hari selasa. Mungkin ada yang isa membantu anda?”

Setelah menimbang beberapa saat, “tolong hubungkan denga Shim Changmin.”

“Baik lah miss Bae.” Suzy membalas senyum wanita asli amerika yang mengikutinya ke korea seperti sebelumnya yang selalu mendampingi ayahnya.

Sekitar sepuluh menit kemudian, telepon atas nama kate robert berbunyi, lalu suzy menken salah satu tombol dan kemudia terdengar suara wanita itu, “maaf miss bae, Shim changmin tidak ada di kantornya.”

“tinggalkan pesan untuk mengubungi saya. Tinggalkan juga pesan utuk dewan direksi yang lain.”

Dia kan mengumumkan, bahwa dia akan mengundurkan diri. Bahwa mereka bisa menjual saham mereka. Bahwa mereka bebas melakukan apapun pada perusahaan sesuai kehendak mereka.

………………

Suzy memasuki rumah dan langsung menuju kamarnya yang ada di lantai atas, kemudian berhenti. Kamar tidur ayahnya ada palingujung. Dia membalikkan tubuhnya dan berjalan kearah kamar tidur ayanya. Dia membuka pintu perlahan-lahan, pikirannya menyadari kenyataan, namun dalam hatinya ada seprti perasaan yang aneh yang membuatnya setengah berharap akan menemukan sosok ayahnya disana dan mendengar suaranya.

Tentu saja ruangan itu kosong. Tidak ada yang berubah sejak terakhir kali dia melihatnya. Dia melangkah masuk dan mendekati tempat tidur lalu membaringkan tubuhnya. Dia akan tidur disitu malam itu.

Matanya menangkap meja kerja ayahnya yang ada di depan jendela kaca besar yang dibatasi lemari besar berisi buku dengan tempat tidur. Di samping meja itu ada kursi kulit yang nyaman, lalu dia mendekati kursi itu lalu duduk dan mengusap lengannya. Di kursi inilah kyuhun selalu duduk jika melakukan perbincangan serius dengan ayahnya.

Dia memikirkan kyuhyun dan berharap namja itu sekrang ada disampingnya menemaninya. Dia teringat padam malam ketika namja itu mengantarnya ke sekolah setelah makan malam mereka yang pertama dulu, dan bagai mana ia kembali kekamarnya dan menuliskan, “Mrs. Cho kyuhyun” berulang-ulang. Tanpa berfikir panjang suzy pergi kemeja ayahnya dan mengambil kertas dan bulpoin dan menuliskan, “Mrs. Cho kyuhyn”. Dia memandang tulisan itu dan tersenyum, “akuingin tahu, berapa banya wanita sinting yang melakukan hal bodoh seperti yang kulakukan ini.” katanya mengejek dirinya.

Dia berusaha menjauhkan pikirannya dari cho kyuhun, namun bayangan namja itu tetap  bergeming dan berkeliaran di kepalanya. Memberi perasaan nyaman.  Dan tentu saja perasaan rindu dan uga perasaan ingin memiliki namja itu. Kemudian suzy memjamkan matanya untuk mengalihkan pikirannya dari cho kyuhyun ke hal lain, karena jika tidak dia akan semakin merindukan namja itu dan hal itu sedikit menyiksa.

Suzy bertanya-tanya, siapa yang akan menadi presiden direktur BS Kingdong berikutnya. Dewan direksi bisa memutuskannya. Dia berusaha memikirkan dari sudut pandang ayahnya, dan nama yang muncul adalah Cho kyu-hyun. Yang lain memang cakap dala bidangnya, tapi hanya cho kyuhun lah satu-satunya orang yang memiliki wawasan secara keseluruhan jalannya perusahaan. Dia cemerlang dan cerdas. Tentu saja, namu yang jadi masalah, cho kyuhyun bukan anggota keluarga, dia bukan keturunan keluarga Bae maupun keluarga Park marga dari pihak ibunya. Dia juga tidak menikah dengan kedua keluarga itu.

Suzy membuka matanya begitu tersadar, bukanya mengalihakan pikirannya dia malah semakin memikirkan cho kyuhyun. Kemudian memutuskan untuk melihat-lihat ruang perpusatakaan ayahnya dan menemukan tas surat ayahnya di atas meja kecil yang ada di sudut ruangan. Dia sempat ragu, sebenarnya tidak ada gunanya lagi untuk melihat surat itu. Dia bisa memberikannya pada changmin, yang memang sepupunya yang paling dekat dengannya. Namun, siapa tahu di sana ada barang pribadi ayahnya…hal itu menggelitik rasa ingin tahunya.

Dia lalu mengambil tas itu dan membawanya ke meja kerja ayahnya. Dia membuka resleting tas itu secara perlahan. Di dalam tas itu ada sebuah amplop coklat besar. Dia membuka amplop itu dan mengeluarkan isinya, terdapat kertas-kertas berisi tulisan komputer dan di jepit dengan penjepit kertas. Bagian depan kertas itu terdapat tulisan berbahsa inggris:

MR. BAE SOO JAE

RAHASIA

TIDAK ADA SALINANNYA

Sepertinya semacam laporan. Namun, tidak ada keterangannya sehingga dia tidak tau siapa yang membuatnya. Dia membaca sekilas, kemudian lebih teliti, lalu berhenti. Dia tak bisa mempercayai apa yang dibacanya. Dia membawa kertas-kertas itu kekursi yang biasa diduduki kyuhyun setelah menyalakan lampu ruangan, karena tadi suzy hanya mengandalkan cahaya remang-remang dari ruang tidur. Dia memulai lagi membaca dari halaman pertama.

Kali ini dia membaca setiap kata dengan serius dan tiba-tiba ada rasa ngeri dalam dirinya.

Berkas-berkas itu sebuah dokumen yang mengejutkan. Sebuah laporan tentang penyelidikan tentang peristiwa yang terjad selama setahun terakhir ini.

Di chili sebuah pabrik meledak yang menyebabkan, yang menyebabkan berton-ton bahan beracun menyembur sejauh sepuluh mil persegi. Puluhan terbunuh, ratusan orang di larikan kerumah sakit. Semua ternak dan hewan terbunuh, tumbuh-yumbuhan dan air tercemar. Seluruh wilayah harus ditutup. Tuntutan kepada BS Kingdom ratusan juta dollar. Dan yang mengejutkan adalah, ternyata ledaka itu di sengaja

Laporan itu menyatakan, “penyelidikan pemerintah chili terhadap ledakan itu hanya sepintas lalu. Para pejabat menunjukkan sikap, BS Kingdom adalah perusahaan kaya, dan korban adalah masyarakat miskin, jadi biarkan mereka menganti rugi. Staf penyelidik kami tidak ragu menyatakan, ledakan itu merupakan tindakan sabotase oleh seorang atau sekelompok tak di kenal, menggunakan bahan peledak plastik. Karena sikap pejabat setempat yang begitu bermusuhan, rasanya tidak mungkin mengali barang bukti.”

Suzy ingat betul akan kejadian itu. Surata kabar, majalah dan berita televisi terus-terus mengabarkan itu, lengkap dengan kondisi-kondisi para korban. Pers seluruh dunia menyerang BS Kingdom, karena menganggap perusahaan lalai dan tak memikirkan penderitaan orang banyak. Kejadian itu sangat merusak citra perusahaan.

Lalu suzy kembali membaca. Dan kejadian berikutnya adalah, laporan sejumlah penelitian yng dilakukan perusahaan selama beberapa tahun. Ada sekitar empat penelitian dan jumlah biaya yang dihabiskan sangat banya dan jka digabungkan mencapai lebih dari limapuluh juta dollar lebih. Dan salah satu perusahaan obat pesai telah mengajukan hak paten terhadap obat tersebut tepat sesaat sebelum BS Kingdom mengajukannya, dengan rumus dan bahan yang sama persis.

Hasil laporan itu mengatakan, “jika hanya satu kejadian saja, kami bisa menarik kesimpulan jika ini hanya sebuah kebetulan. Dengan banyaknya perusahaan yang berkecimpung di bidang ini, tidak menutup kemungkinan beberpa perusahaan bisa mengerjakan produk yang serupa. Tapi empat kejadia dalam selang beberapa bulan memaksa kami menarik kesimpulan, bahwa ada orang di lingkungan BS Kingdom yang membocorkan atau menjual bahan-bahan dan rumus peneletian ke perusahaan pesaing. Mengingat sifat kerasasiaan dari percobaan-percobaan itu dan percobaan-percobaan itu di lakukan di laboratorium yang berjauhan dan pengamanan maksimum, penyelidikan kami menduga bahwa, orang yang berda di balik semua ini adalah orang yang memiliki keleluasaan di jajaran kerahasiaan perusahaan. Karena itu kami berkesimpulan, siapapun orang yang melakukannya pasitlah salalah satu dari eksekutif tertinggi di BS Kingdom.”

Masih ada lagi.

Sejumlah besar kemasan obat-obat beracun mengalami kesalahan label dan di ditribusikan. Sebelum barang-barang  di tarik, sudah menimbulkan kematian dan menambah publikasi buruk bagi perusahaan. Tadak seorangpun bisa menjelasakan bagai mana label-label itu salah.

Sebuar racun bakteri yang mematikan hilang dari laboratorium yang di jaga ketat. Dalam satu jam, seseorang telah membocorkan berita ini ke media dan menambahkan cerita-cerita mengerika.

Jam sudah menunjukkan jam dua belas malam lebih, dan suzy masih terbenam dalam dokumen-dokumen yang di peganganya. Satu hal yang jelas sekrang, ada seseorang yang berusaha merusak dan menghancurka BS Kingdom.

orang yang melakukannya pasitlah salalah satu dari eksekutif tertinggi di BS Kingdom. Pada halama perakhir ada tilisan tangan di bagian bawah kertas itu, tulisan tangan ayahnya yang rapi dan tegas, “Tekanan tambahan padaku untuk menjual perusahaan di jual pada umum? Bajingan itu harus di jebak.”

Dia kembali teringat pada ayahnya. Kecemasan yang sangat jelas dan juga tiba-tiba tertutup dan melarangnya melihat-lihat dokumennya. Suzy kembali melihat halama pertama “TIDAK ADA SALINAN”.

Suzy sangat yakin laporan itu di buat oleh orang di luar perusahaan, jadi tidak ada yang tau kecuali ayahnya sendiri dan tentu saja dia sendiri. Si tersangka tidak tau jika dia sedang di curigai. Apakah ayahnya sudah mengethui siapa orangnya? Apakah ayahnya sudah meminta pertanggung jawaban sebelum kecelakaan itu? Suzy tak tahu jawabannya. Namun satu hal yang dia ketahui, ada penghianat di sekitarnya.

orang yang melakukannya pasitlah salalah satu dari eksekutif tertinggi di BS Kingdom

orang luar tak mungkin melakukan perusakan sehebat itu. Karena itu ayahnya menolak gagasan agar perusahaan di jual kepda umum? Apakah dia mencari penghianat terlebih dahulu? Begitu dijual, tidak mungkin melakukan penyelidikan secara rahasia, karena setiaplangkah yang diambil harus dilaporkan pada sekelompok orang asing.

Suzy teringat dengan pertemuan direksi, dan bagaimana mereka mendesaknya untuk menjual perusahaan. Semuanya.

Suzy mendadak merasakan espian yang mengerika di runagn itu. Dering telepon yang berbunyi membuatnya terlonjak laget, dia meraihnya dan mengangkatnya. “Halo.”

“Suzy-ah, ini kyuhyun. Aku baru saja menerima pesanmu.”

Ada perasaan gembira yang tiba-tiba meruak dari hatinya mendengar suara kyuhyun. Lalu tiba-tiba teringat pada tujuannya menelepon. Dia ingin memberitahu kyuhyun bahwa dia ingin mengndurkan diri dan siap menandatangani kertas-kertas itu. Namun, dalam beberapa jam saja dia berubah pikiran. Suzy melempar pandangannya pada perpustakaan yang pintunya terbuka, dan dengan cahaya dari ruang kerja ayahnya dia bisa meliha lukisan Bae Young Jae tua yang terpajang seolah mengawasinya. Dia mendirikan perusahaan ini dengan susah payah dan memperjuangkannya. Ayahnya mengubag perusahaan itu menjadi raksasa dan mengabdikan hidupnya intuk itu.

“oppa,” kata suzy, “aku menginginkan rapat direksi hari selasa. Jam dua. Pastikan semua hadir.”

“Hari selasa, jam dua?” kyuhyun mengulangi. “ada hal lain?”

“Tidak, itu saja. Terimakasih.”

Suzy mengembalikan gagang telepon secra perlahan. Siapun dia, dia kan menghadapina.

Setelah membaca laporan itu, dia merasa sangat menceritakannya denga seseorang. Sementara ia memutuska, lebih baik ia menyimpannya di tempat yang aman. Di sebuah lemari besi yang ada di perpustakaan. Dia akan menyimpannya disana.

Setelah merasa aman, tiba-tiba dia merasa lapar dan memutuskan turun kebawah untuk membuatkan rameyeon. Setelah selesai dia kembali keperpustakaan dan mengambil laporan itu.

Dan laporan itu lenyap.

…………

Suzy ingin sekali mempercayai Shim Changmin dan cho kyuhyun, namun dia belum siap. Masih terlalu cepat. Lalu dia menhubungi Kate robert.

“Ya, miss Bae?”

Suzy ragu-ragu, bagaimana harus memulainya. Kate telah bertahun-tahun menjadi sekretaris ayahnya. Dia mestinya tahu tentang lika-liku perusahaan ini, tentang perasaan ayahnya, recana-rencanya. Kate robert bisa menjadi sekutu yang kuat.

“Ayah saya punya semacam lapran rahasia untuknya, kate. Kamu tahu tentang hal itu?” kate adalah orang amerika dan melarang suzy memanggilnya dengan embel-embel kesopanan, dia meminta suzy langsung memanggil namanya saja.

“dia tak pernah membicarakannya dengan saya miss bae.” Kata kate dengan sedikit ragu karena mencoba mengingat-ingat.

Suzy mencoba lagi, “jika ayah saya menginginkan suatu penyelidikan yang sangat rahasia, dia akan pergi kemana?”

Kali ini tak ada keraguan, “devisi keamanan kita.”

Hal terakhir yang akan dilakukan ayahku, pikir suzy.

“Baiklah, terimakasih kate.” Kata suzy mengahiri sambungan telepon.

Tak ada yang bisa di ajak bicara, pikir suzy.

……….

Dua bulan sejak  laporan itu hilang suzy kembali mengadakan pertemuan dewan direksi kembali. Tidak berbeda jauh seperti pertemuan yang terakhir, yaitu beberapa hari setelah dia menegtehui ada penghianat di sekitanya, para dewan direksi terus mendesaknya untuk menjual saham dan sangat marak ketika suzy memutuskan untuk menjalankan perusahaan meneruska ayahnya menjadi seorang presiden direktur. Pertemuan kali ini juga sama. Para dewan direksi masih terlihat marah. Namun kali ini berbeda karena, karen tekanan yang di dapat suzy berpulu-puluh kali lipat, karena keadaan perusahaan yang semakin kacau dan tak terkendali. Tentu saja di ambang kehancuran. Dia menjadi. Dia sangat stress dan hampir menyerah, namun dia tak mau kalah, paling tidak sampai si penghianat ketemu.

Rapat kali ini berbeda bukan hanya karena tekanan yang di dapat suzy, namun juga karena para dewan direksi membawa senjata baru untuk memaksanya mengundurkan diri, yaitu seorang perwakilan dari pihak bank.

Suzy memandang sekeliling ruangan, mengamati wajah-wajah penuh ketegangan dan kemarahan.

“Bs kingdom membutuhkan presiden direktur yang berpengalaman suzy. Terlebih lagi sekarang. Demi kepentinganmu dan orang lain. Aku minta kau mengundurkan diri sekarang.” Changmin memulai denga nada yang masuk akal dan pengertian.

Minwo menambahkan dengan manis, “kau gadis ang menarik dan sangat cantik sepupu, seluruh dunia adalah milikmu. Kenapa kau mau menhabiskan waktu menjdi budak dari hal yang membosankan seperti perusahaan, padahal kamu bisa bersenang-senang, keluar, bepergi…”

“aku sudah bosan bepergian,” kata suzy memotong denga tegas.

“perusahaan sudah mengalami cukup kesulitan saat ini. jika kau tak cepat bertindak, aku khawatir semuanya akna terlambat.” Erick menambahkan.

Suzy merasa seperti di kepung. Diserang secara bertubi-tubi. Mendengarkan mereka, mengkaji mereka, meneliti mereka. salah seorang dari mereka berusaha untuk menghancurkannya.

“meskipun kami ingin membantu anda nona Bae, saya khawatir pertanggung jawaban kami terhadap para pemegang saham harus lebih kami utamakan.” Kata jang Young gung, untusah dari pihak bank.

Pernyataan seperti ini yang dikatakan para bangkir pada janda dan anak yatim piatu. Tapi sekarang dia siap menghadapi mereka semua.

“…karena itu para dewan direksi perusahaann kami menugaskan saya untuk menarik semua pinjaman dari BS Kingdom.”

“bukankah saya di beritahu bahwa saya di beri waktu selama seratus hari?” tanya suzy.

“sayang sekali keadaan makin memburuk. Saya kira saya juga harus memberitahu, pihak bank lain yang menjalin kerja sama dengan anada mengambil keputusan yang sama.”

Jika pihak bank menolak membantunya, tidak ada lagi jalan untuk mempertahankan perusahaan sebagai perusahaan keluarga. Dan suzy yakin ini lah yang di inginkan para sepupunya agar dia menyerah. Karena satu pun dari mereka tak ada yang membantunya dan lebih emilih diam menonton.

“Saya minta maaf jika saya membawa kabar buruk, nona bae. Tapi saya pikir saya harus menyampaikannya secara pribadi.”

“Anda tentu tahu, jika BS kingdom masih perusahaan yang kuat dan hebat.”

Jang Young gung menganggukkan kepalnya sekali. “Tentu saja, ini perusahaan besar.”

“Meski demikian, anda tak mau memberi kelonggaran untuk kami?”

“Pihak bank berpendapat, bahwa masalah anda dapat di atasi, tapi..” jang young gung memnadang suzy sejenak dn ragu-ragu.

“Menurut anda saya tak mampu mengelolanya, dan tak ada orang lain yang di jajaran direksi yang mampu?” kata suzy melanjutkan perkataan jang young gung.

“saya khwatir begitulah kenyataanya.”

“Bagaimana jika orang lain menjadi presiden direktur?” tanya suzy.

Jang Young Gung menatap suzy bingung. Tak hanya dia para dewan direksi juga menatap suzy tak percaya.

Jang Young gung menggelengkan kepala, “kami sudah membicarakan hal ini. kami sudah mengamati semua anggota direksi anda dan mempelajari kemungkinn itu. Saya minta maaf pada semua dewan direksi karena harus mengucapkan ini, kami rasa tidak ada satu orangpun dari anggota dewan direksi perusahaan anda sekarang ini yang memiliki kemampuan menyeluruh untun…”

Suzy memnadang kyuhyun sesaat sebelum memotong perkataan jang young gung. Dan semua yang ada di ruangan itu terkejut mendengar perkataan suzy.

Suzy berkata, “saya terpikirkan akan Cho kyuhyun.”

TBC

Sekali lagi maaf ya lama tak mempost ff. Aku lagi sibuk nie, di rumah habis ada hajatan, jd lg byk tamu dan tentu saja karena repot dan sangat rame jd tak ada mood buat nulis (aslinya saya cari-cari lasan saja, alias byk alasan, hehehe).  Selain itu aku juga mengelola satu blog lg, gak ada hubungannya dgn ff dan korea sih, tp krn br buat jd lg sibuk jg mikirin ide mau post apa di blog itu (lagi2 cari2 alasan).

Ini ff sebenarnya mau tak buat two shoot aja, tapi kl Cuma dua chapter nanti momen kyunzynya kurang dan kalu tak paksain msk chapter ini takutnya kepanjangan dan beresiko menimbulkan kebosanan saaat membaca, padahal di genrenya sdh ku tulis ada romancenya. Jd stlh pertimabagn yg cukup lama, aku memutuskan menambah 1 chapter lagi deh, nanti isinya byk momen mereka, sdh aku ketik sih tapi br 5 halam, tapi aku usahain paling lambat selasa sdh selesai.

Oh ya jika ada yang menunggu it’s okay because i love u (kl ada aja sih), sebenarnya sdh selesai satu chapter tp karena menurutku terlalu di paksakan ceritanya aku jd tak PD buat ngepostnya, jd aku edit dl br tak post. Mungin setelah yang ini sdh end br tak lanjutkan itu.

Aduh panjang sekali ya curhatnya, maklum lah jika saya sdh berbicara susah untuk berhentinya.

Terakhir terimakasih sdh mau mampir dan mau membaca karya abal-abalku yg penuh kenistaan ini. hehe

Advertisements

28 thoughts on “BELIEVE ME part 2

  1. cerita’a bisa gitu yh,kya novel*detail bgt. Aq aja baca’a serius, soal’a jarang2 baca ff yg tntang pkerjaan berat gitu.
    Bagus bget thor 🙂

  2. Anyeong, aku rider baru di sini 🙂
    wah, aku terkesan sama ceritanya. Bingung menebak siapa penghianatnya, nggak tau kenapa malah kepikiran kyuhyun haha
    kalok itu bener, oh kasian suzy nya huhu ;(
    next thor..

  3. baguuus bnget thor ffnya…benar2 detil jd mudah ngbayanginnya…
    siapa penghianatnya…kyuhyunkah? andweee

    lanjuuut thor..hwaiting

  4. Kya jarang bnget loh crita ff bisa rinci banget kya gini, kaya baca novel, jujur dech crita ff ini asyik bnget penuh ketegangan.
    Authornya daebaaak…..

  5. waduh rumit saya bigung, tapi top deh sama analisisnya suzy
    perusahaan bakal dilimpahkan ke siap? kyuhyun??
    siapa penghianatnya? bukan kyu kan?

  6. ternyata akar permasalahannya dari dalam perusahaan juga, semoga suzy ga salah pilih.
    aku curiga sama sepupu sepupunya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s