IT’S OKAY, BECAUSE I LOVE YOU part 6

kyunzy 1a

Author                  : Dordor

Main Cast            : Bae Suzy Miss a

Cho Kyuhyun SUJU

Kang Jiyoung KARA

And other

Genre                   : Sad, Romance, Family

Suzy POV

Mungkin bagi siapapun yang mendengarku,mereka akan berkata jika aku sudah tidak waras. Ya, aku memang sudah gila. Gila karena cinta.

Aku membenci hidupku yang seperti ini dan aku juga benci diriku yang seperti ini, jatuh cinta pada orang yang akan menghancurkanku dan keluargaku. Seandainya aku orang waras kalau aku tak bisa menghancurkan mereka juga, paling tidak aku bisa menghentikan mereka atau sekedar menghindari mereka. Harusnya aku bisa melindungi orang tuaku, orang terakhir yang menerimaku meskipun dunia menolakku. Tapi apa yang kulakukan, tidak hanya menghancurkan perusahhan ayahku tapi aku berniat menyerahkan diriku seutuhnya?

Aku tau jika kyuhun hanya menghancurkan keluargaku lewat perusahaanya, ayahku tidak akan menderita. Ayahku bukanlah orang yang tergila-gila akan uang, dia hanya beruntung terlahir dari keluarga kaya dan punya bakat bisnis. Dia lebih mencintai keluarga di atas segala-galanya.

Aku masih ingat betapa menderitanya appaku ketika dia tau saudara perempuannya yang selama ini dia cari muncul dihadapannya dengan keadaan memprihatikan dan karena dia tak sengaja mendorongnya, kaka perempuannya itu kemudian meninggal. Appa sempat masuk rumah sakit saat itu karena jantungnya kumat dan harus dirawat di ICU  belum lagi ketika dia mendengar suami kakaknya itu juga meninggal membuat kesehatan appa semakin memburuk. Kami semua berusaha menghiburnya dengan mengatakan jika kakaknya itu masih punya anak dan appa harus sehat untuk menemukan anaknya itu yang tiba-tiba menghilang. Appa juga sangat sedih waktu nenek meninggal setahun lalu betuh waktu beberapa bulan agar appa semangat lagi.

Jadi aku tau, jika kyuhyun benar-benar ingin menghancurkan appaku, yang perlu dilakukannya adalah menghancurkan putrinya. Karena aku tau hanya penderitaan putrinyalah yang mampu membuat appa menderita. Dan karena aku sudah memtuskan aku akan membatu kyuhyun balas dendam aku akan menyerahkan diri. Ludah yang sudah di telan tak akan bisa di jilat lagi bukan?

“kyu oppa, aku ingin memberikan sesuatu yang berharga padamu,” kataku begitu kyuhyun oppa duduk di hadapanku.

Kyuhyun oppa menoleh dan menatapku dengan senyum menggantung di bibirnya.

“Apa?”

Aku bersumpah, ini adalah pose kyuhyun oppa yang paling tak ingin ku lupakannya seumur hidupku. Kyuhyun oppa begitu tampan, menarik dan melebihi semua artis yang di puja orang. apakah itu cuma perasaanku saja, aku tak peduli.

“Kau bilang, kau ingin menghancurkan appa bukan cuma membuatnya jatuh miskin, tapi juga benar-benar menghancurkan hatinya sampai benar-baner hancur berkeping-keping. Aku tau caranya…..” kataku memberi jeda dalam kalimatku. Aku ingin melihat reaksinya, dan dia menungguku melanjutkannya, “….Aku akan menyerahkan diriku, tubuhku,hartaku yang paling berharga, seutuhnya untukmu.”

Aku bisa melihat dia kaget mendengar parkataanku. Mungkin sangkin kagetnya dia bahka menatapku dengan tatapan kaget dengan mulut terbuka.

“Kau bisa meniduriku lalu mengambil foto kita dan kirim ke ayahku. Jika kau beruntung aku bisa hamil, lalu kamu bisa meninggalkanku begitu saja..melihat putrinya seperti itu pasi ayahku akan benar-benar hancur…” katakumelanjutkan,

“Hentikan!” katanya pelan namun sangat tegas.

“ah atau kalau aku tak hamil aku akan berkata jika aku hamil dan pura-pura keguguran, aku rasa dengan begitu appa juga akan sangat mnderit.” kataku pura-pura tak mendengar.

BRAKK!!

“HENTIKAN! KUBILANG!” aku langsung terdiam mendengar suara kyuhyun oppa. Aku bisa melihat tatapan penuh amarah di matanya. Aku tak tau kenapa dia marah, bukankah ini yang dia inginkan?

………………………………………

Author POV

BRAKK!!

“HENTIKAN! KUBILANG!”

Suzy langsung terdian dan menatap kaget kearah kyuhyun. Dia tak menyangka namja itu akan semarah itu padanya. Dengan sedikit takut dia melihat kearah kyuhyun, yang sekarang benar-benar murka. Yeoja itu juga bisa melihat tangan kyuhyu yang mengepal diatas meja dan menatap tajam kearahnya.

“kamu sudah kelawatan suzy-ah. Apa kamu sudah gila, eoh?” kata kyuhun penuh penekanan. Dia sudah tak pedulu sekarang seluruh penghuni kafe melihat mereka. “ Selama ini aku membiarkan kamu karena aku pikir kamu tak serius, kamu hanya emosi, kamu hanya tak tau besikap bagaimana, atu kamu sedang menyusun rencana menghentikanku tapi kamu suda kelewatan batas. Menidurimu,eoh? Apa kamu begitu murahan sampai kamu mau melakukan itu…aku mau menghancurkan appamu, BUAKN KAMU!”

Air mata suzy menglir begitu saja tanpa disadarinya, dia begitu senang mengetahui kyuhyun tak berniat menyakitinya dan mengetahui rencana gilanya itu membuat kyuhyun marah membuatnya semakin yakin jika selama ini hubungan mereka memang sungguh-sungguh dari hati manja itu. Tapi disaat bersamaan dia juga merasakan sakit luar biasa, menyakiti appanya juga berarti menyakitinya bukan?

“Apa bedanya? Bukankah jika kamu ingin menghancurkan appaku kamu juga akan mengnacurkan aku. Bisakah kamu menghancurkan appaku tanpa menyakitiku? Tidak bisa. Karena hatiku berasal dari hati appaku, jika ia sakit secara otomatis juga hatiku sakit.” Kata suzy dengan suara bergetar.

“Lalu kenapa kamu mebiarkan aku melakukan ini selama ini, jika kamu akan merasa sakit. Bahkan kamu mau mejadi alat balas dendam?” tanua kyuhyun belum bisamenghilangkan nada marah dalam suaranya.

“Apapun yang ku pilih hatiku sama-sama hancur. Hatiku memang berasal dari ayahku, tapi hatiku sepenuhnya sudah keserahkan padamu. jika kamu hancur hatiku juga hancur. Jadi buatku, jalan manapu yang kupilih semuanya adalah neraka, lalu kenapa aku tak mempercepat prosesnya saja?” kyuhyun hanya terdiam tak tau harus bereaksi apa pada perkataan suzy.

“Bukankah rencana awalmu begitu? Menghancurkan perusahaan Bae Young Jae melalui putri kesayangannya. Ah aku beritahu kamu satu kunci menghancurkan appaku, dia tak akan menderita jika kehilangan perusahaan, dia akan benar-benar mnderita jika putrinya benar-benar menderita,” kata suzy dengan kata-kata yang dia usahakan terdengar santai setelah bisa menguasai emosinya. Dia membicarakan itu dengan nada solah-olah dia sedang bergosip tentang teman dari kelas sebelah.

“Apa sebenarnya yang kau inginkan? Kenapa seolah-olah kau yang lebih bersemangat dengan semua ini?” tanya kyuhyun masih tak percaya dengan melihat yeoja didepannya itu. “Apa kamu begitu ingin melihat appamu menderita? Apa kamu begitu suka disakiti?!”

“Aku sudah lelah oppa..” air mata kembali lolos dari mata indah suzy, membuat kyuhyun ingin segera memeluk dan menenangka yeoja ini, namun hati dan pikirannya sedang tak bekerja secara bersamaan sehingga yang dilakukan hanya duduk mematung. “Aku ingin seger mengahirinya.”

“Jika oppa tak segera menyelesaikannya, aku tak yakin masih mampu bertahan. Kehancuran perusahaan sudah membuat appaku sangat lelah karena tak bisa tidur, setiap hari dia hanya berkutat dengan kertas-kertas sialan itu dan juga harus terbang dari satu negara ke negara lain. Belum lagi kecaman publik dan pers pada appaku. Appaku memang tak terlalu peduli dengan uang tapi dia merasa bertanggung jawab dengan nasib ribuan karyawannya belum lagi rasa bersalahnya pada konsumen yang menjadi korban. Appaku bahkan tak bisa makan dan tidur memikirkan hal itu…”

“..Jadi oppa cepatlah selesaikan balas dendammu. Aku merelakan diriku karena dengan ini kau bisa melihat ayahku benar-benar menderita dan semua ini bisa kita hentikan.”

“Kalau begitu kenapa kau tak hentkan saja akau, kenapa kau malah menghancurkan appamu sendiri.” Mendengar pertanyaan kyuhyu membut suzy tersenyum memandang kyuhyun.

“Aku tak tau apa yang dilakukan appaku padamu sehingga kau begitu ingin menghancurkannya. Kamu adalah orang yang paling aku cintai di dunia ini, jika ada orang yang membuatmu menderita bukankah mereka memang harus dihukum? Sebagai orang yang sangat mencintaimu aku akan selalu mendukungmu asalkan aku bisa selalu ada di dekatmu. Dan ternyata jika itu appaku, dia juga harus dihukum karena telah menyakiti orang yang kucintai dan sebagai anaknya aku juga akan mendukungnya, aku juga akan merasakan rasa sakit yang akan dirasakan appaku bahkan rasa sakitnya mungkin akan lebih. Dihancurkan oleh orang yang kita cintai memang sakit. Tapi rasa sakit yang kita dapat karena kita menghancurkan orang yang paling penting bagi kita untuk orang yang paling kita cintai lalu kemudian ditinggalkan orang yang kita cintai itu jauh lebih sakit. Dan seumur hidupku aku akan menanggung rasa sakit itu.”

…………………………………

Kyuhyun POV

Aku hanya duduk diam mematung di tempatku, meskipun suzy sudah pergi dari sejam yang lalu. Setelah mengungkapkan semua yang dihatinya itu dia pamit pergi dan menyuruhku untuk memikirkan perkataannya.

Dasar gadis bodoh!

Bagai mana ada gadis yang begitu bodoh di dunia ini. Menidurinya katanya? Aku memang sempat memikirkan rencana itu tapi tak pernah berniat melakukannya. Dan dia mengatakan itu seolah-olah dia sedang memberikan permen pada anak kecil. Bagai mana bisa dia mengatakan hal begitu dengan mudah, membuatku tak bida menahan amaraku.

Apa sih yang dilihat yeoja itu dariku? Kenapa dia bisa memberikan cinta yang sangat besar pada orang sepertiku. Membuatku terlihat seperti orang bodoh. Ketika dia bilang bersedia menjadi alat balas dendam saja aku sudah kaget, dan sekarang dia menyuruhku menidurinya? Rasanya aku benar-benar marah. Apa dia tidak tau jika dia sakit aku juga sakit?

Apa dia pikir aku benar-benar pria bejat yang seperti itu? Yeah aku memang pria brengsek. Tapi  meskipun aku akan menghancurkan appanya aku tak berniat menghancurkannya. Oke, pada awalnya aku memang berniat menghancurkanya, tapi ingat pada awalnya! Aku tak memperkirakan jika aku terperangkap dalam jebakanku sendiri. Aku tidak tau sejak kapan gadis itu benar-benar mencuri hatiku, aku benar-benar tergila-gila padanya. Sebenarnya akau sudah berniat untuk menghentikan rencanya bahkan sebelum dia tau dan berniat mengakhiri hubungan kami secara baik-baik, tapi yeoja itu malah tau lebih dulu dan membuat penawaran gila.  Apa Tuhan menghukumku dengan cara begini?

Dan dalam hubungan ini aku benra-benar sungguh-sungguh, aku benar-benar menjalani hubungan ini bukan seperti perjanjian awal kami. Dan aku sedang membujuk noona untuk menghentikan niatnya yang membuat noona marah dan malah mempercepat rencanya. Itu membuatku dalam persimpangan juga.

Aku tak bisa membiarkan Suzy menderita tapi aku juga tak bisa menghentikan noona. Aku tau bagaimana perasaan noona, sedalam apa luka yang di tinggalkan keluarga ibunya padanya. Aku tau semua itu, dan aku juga sangat menyayanginya dan juga berhutang budi yang sangat besar padanya, dan aku juga sangat menyayangi orangtua Ahra noona melebihi orang tuaku dan sudah berjanji akan membalas orang yang membuat mereka sperti itu. Jadi aku merasa aku benar-benar tak berguna. Jika ada jalan lain yang bisa kutempuh akan kulakukan, asalkan mereka tak perlu merasa sakit.  Tapi hanya ada dua jalan dan dua-duanya menuju kejurang yang sangat dalam.

Baiklah, aku juga akan mempercepat semua ini, agar luka yang ada bisa segera di obati dan  akan lebih cepat sembuh. Jika ini dibiarka berlarut-larut luka yang tadinya mudah sembuh akan infeksi dan menimbulkan penyakit baru yang sulit di sembuhkan bahkan kematian.

Tapi jangan harap aku akan melakukan sesuai rencanamu bae suzy! Aku tak akan membat lukamu lebih besar lagi. Bahkan jika bisa, biar aku saja yang menanggung semua rasa sakit ini tak perlu dia juga ikut merasakannya.

………………………………………..

Author POV

“Jiyoung-ah, kamu dimana? Apa kau ada dirumah atau di pasar”

“………..”

“oh kamu di pasar, kalau begitu aku akan kesana menyusulmu.”

“………..”

“Ahni, tidak terjadi apa-apa. Aku hanya sedang bosan di rumah, ingin mencari udara segar.”

“…………”

“Kamu ceramahnya nanti saja kalau aku sudah sampai disana, kan kamu bisa lebih puas. Ini aku sedah dekat kok. Anyeong, aku tutup ya.”

…………………………………….

“Ajhuma, apa kabar? Jiyoung ada?” tanya suzy pada ibu jiyeon begitu dia tiba di pasar tempat ibu jiyeon bejualan.

“Oh, suzy sudah datang. Dia sedang beli makanan, katanya kamu mau datang jadi dia membali makanan untuk kaian. Kata jiyoung kamu langsung kerumah saja, nanti dia kan menyusulmu”

“Oh gitu ya ajhuma. Dasar jiyoung, harusnya dia bilang dari tadi, tau gitukan aku tak usah bolak balik kesini,” dengus suzy sebal. Rumah jiyoung ada di dekat pintu masuk pasar, jika mau kepasar pasti melewati rumahnya dulu. “Dia pasti mengerjaiku lagi.” Ibu jiyoung hanya tersenyum, dia memang sudah terbiasa melihat kedua sahabat itu saling mengerjai.

“Oh suzy, aku dengar tentang perusahaan appamu, apa dia baik-baik saja?” tanya ibu jiyoung sedikit khwatir. “Aigoo, kasihan sekali dia.”

“ne, ajhuma. Appa baik-baik saja. Ajhuma tak usah khawatir.” Kata suzy berusaha tersenyum meyakinkan, namun dia tidak yakin dengan perkataannya.

“Ah benar. Appamu adalah orang yang baik, dia pasti bisa melaluinya,” kata ibu jiyoung sambil mengangguk-angguk. “Sudah sana, kamu susul jiyoung aja. Kamu harus makan yang banyak, kamu terlihat lebih kurus sekarang, aku sudah menyuruh jiyoung membeli makanan kesukaanmu. Aigo, bagaimana bisa pipimu yang besar ini mulai kempes begini, pasti kamu menghadapi hari yang berat.” Kata ibu jiyoung sambil mengelus pipi suzy prihatin. Suzy mendengsu sebal, jiyoung sama ibunya sama aja, sukanya meledek orang.

“Ajhuma, kamu mau meledekku atau memujiku sih?” kata suzy pura-pura merajuk yang di balas tawaan oleh ibu jiyoung. “Ya, sudah ajuma, aku pergi dulu ya.”

Setelah sampai di rumah jiyougn, suzy langsung duduk diruang tamu sambil nonton tv karena jiyou ternyata belum pulang. Memang terlihat tak sopan jika pemilik rumah tak ada, kita langsung masuk dan nonton tv. Tapi suzy sudah terbiasa melakukan itu, rumah jiyoung sudah dia anggap rumahnya sendiri begitu juga sebaliknya karena mereka bersahabat sudah lebih dari sepuluh tahun, jadi suzy tak pernah sungkan lagi dirumah jiyoung.

Baru lima menit dia menyalakan TV sudah langsung dimatikannya lagi. Hampir semua stasiun tv sekarang membahas tentang perusahaan dan produk gagal dari perusahaan keluarganya membuat suzy gerah. Bingung mau melakukan apa, suzy berniat tidur di depan tv sambil menunggu jiyoung. Baru beberapa detik menutup mata, suara cempreng yang dinanti-nati suzy sudah terdengar.

“Yak, bae suzy kau dimana?” belum sempat suzy menjawab, jiyoung sudah muncul didepan matanya. “Yak, adapan dengan pipi bakpaomu? Kemana mereka bersembunyi?” tanya jiyoung sambil mengamati pipi suzy.

“Yak, temanmu baru datang dan yang pertama kau tanya adalah itu, dasar meyebalkan. Anak sama ibu sama aja.”komentar suzy sebal.

“Wae, ibuku berkata begitu juga padamu?” tanya jiyou sambil tertawa yang membuat suzy ingin menjahit mulut lebar jiyoung.

“Kata ajhuma kamu membeli makanan kesukaanku, mana?”

“Nah itu masalahnya, makanya aku lama datang kerumah. Omma bilang, aku harus membeli makanan yang paling kamu suka dan seingatku kamu kan menyukai semua makanan. Aku berputar-putar keliling pasar mencari makanan yang palinggg di sukai suzy, tapi aku tak menemukannya. Semuanya di sukai suzy dengan presentase sama besar.” Dengan nada meyakinkan sambil mengangguk-anggukan kepalanya seolah-olah berfikir keras. “Jadi aku pulang dengan tangan kosong.” Katanya dengan senyum bangga seolah dia melakukan perbuatan yang sangat mulia.

“Yak, itu kan kamu!” kata suzy sebal. Dia tau jiyoung mengada-ada, mana mungkin dia bisa melewatka makanan begitu saja. Dia pasti sudah pergi membeli makanan namun karena tak tahan akhirnya  dimakan sendiri oleh jiyoung di jalan. ERRR, “Kamu pasti memakan semuanya sendirkan. Seperti aku tak tau saja isi keplamau. Makanya badanmu itu seperti raksasa, kerjamu makan aja sih.”

“Heheh, mianhae suzy aku tak tahan dengan baunya. Gimana kalau kita masak ramen saja, kamu juga suka makan ramen kan?” kata jiyoung sambil menyikut-nyikut suzy pelan. Mendengar kata ramen suzy langsung semangat.

“ramen? Tentu saja, tapi kamu yang masak ya.”

“Tentu saja aku yang masak, memang kamu bisa masak? Melihat kompor saja aku tak yakin kamu pernah.” Taka jiyoung sabil berjalan kedapur untuk memasak ramen yang di ikuti suzy dari belakang.

“Tentu saja aku pernah memasak. Jika aku kencan dengan kyu oppa, dia lebih suka kita kencan dirumah dan menyuruhku untu memasak untuk kta makan.” Kata suzy semangat, membuat jiyoung menatapnya tak percaya. “awalnya sih aku seal, tapi melihat dia memakan masakanku membuat merasa puas san sangat senang.”

“jincha? Kyuhyun sunbae mampu menyuruhmu memasak?” tanya jiyoung tak percaya. Tentu saja jiyoung kaget, setaunya suzy paling anti yang namanya menyentuh dapur dan hal-hal yang berhubungan dengan pekerjan rumah, dia kan dilayani selusin lebih pelayan dirumahnya. Dalam hati jiyoung berjanji jika bertemu kyuhyun dia akan memberi dia penghargaan. “Jika bertemu kyuhyun sunbae, aku harus bertanya apa dia merasa mual setelah makan masakannmu. Siapa tau dia keracunan?” membuat suzy memanyunkan bibirnya.

“Ayalnya sih gosong dan rasanya aneh, tapi kyu oppa memakan semua masakanku. Dan sekarang kata kyu oppa masakanku sudah lumayan, meskipun tampilannya aneh.” Kata suzy semangat. “ah, jiyoung-ah, apa kapan-kapan kamu mau aku masakkan?” tanya suzy semangat.

“Tidak! Terimaksih, cukup kyuhyun sunbae saja yang kamu racuni, aku masih ingin menikmati hidup sangat lama. Aku tak mau umurku makin pendek karena makan masakanmu.” Kata jiyoung ngeri membayangkan masakan suzy.

“eiss,belum juga dirasakan,” kata suzy semakin mayun. “oh, tak hanya memasak, aku juga berkebun, memebrrsihkan rumah bersama kyu oppa dan ternyata hal itu sangat menyenangkan.”

“Uaaah, kyuhyun sunbae memang daebak. Seorang bae suzy bisa melakukan apa yang sebelumnya tak pernah terpikir dilakukan, ternyata bisa dilakukan karena kyuhyun sunbae. Aku salut dengannya.” Kata jiyoung penuh kekaguman. Suzy langsung terdiam dan tersenyum pahit.

“Kyuhyun oppa memang begitu, dia mampu memebuatku melakukan sesuatu yang sebelumnya tak terpikir akan kulakukan,” kata suzy sambil menerwang. “termasuk menyakiti appaku” kata suzy dalam hati.

“Ada apa dengan suara itu, kenapa terdengar menyedihkan?” tanya jiyoung yang sekarang sibuk dengan ramennya. Dan di balas senyuma oleh suzy.

“Jiyoung-ah, apa kamu benar-benar menyukai joon?” tanya suzy ketika dia dan jiyou sudah duduk menikamati ramen mereka.

“Tentu saja, aku sangat menyukainya. Mungkin sepertikamu menyukai kyuhyun sunbae. Ngomong-ngomong soal kyuhun sunbae, meskipun pada awalnya aku tak terlalu menyukaimu dekat dengannya karena kamu jadi berubah aneh, tapi setelah kuperhatikan akhir-akhir ini dia terlihat sangat menyukaimu dan sepertinya dia baik, jadi aku pikir aku tak menentang hubungan kalian lagi. Aku pikir jika itu joon aku juga mungkin akan melakukan hal yang sama. Tapi tetap aku tak terlalu menyukainya, jadi jangan paksa aku menyukainya.” Kata jiyoung sambil makan ramennya. “tapi kenapa kamu tiba-tiba bertanya begitu?” tanya jiyoung menatap suzy curiga.

“Ani, aku hanya mau bertanya. Jika kamu sangat menyukai joon , apa kamu akan melakukan segala hal untuk membuatnya senang, meskipun kamu tak menyukai hal itu?” jiyoung terlihat berfikir sebelum menjawab.

“Aku tak tau apa maksudmu, tapi aku akan melakukan hal apapun agar joon oppa senangi. Sejauh ini apa yang di sukai joon oppa aku menyakainya. Jadi aku tak tau apa yang harus aku lakukan, nanti saja jika aku sudah mengalami hal itu, aku akan memberitahumu.” Suzy hanya tersenyum mendengar jawaban jiyoung.

“Kamu hari ini kamu aneh banget sih? Ada apa denganmu, apa kyuhyun sunbae menyuruhmu melakukan hal-hal yang tidak kamu suka?” tanya jiyoung curiga.

“Aniyo, aku yang ingin melakukannya, meskipun kyu oppa marah padaku agar tak melakukannya. Tapi aku ingin melakukannya.”

“Yak, suzy-ah, apa yang kau katakan? Membuatku bingung saja. Sudah kubilang sejak kamu pacaran dengan kyuhyun sunbae kamu jadi aneh, lihat cara bicaramu sekarang. Bicaramu terdengar mengerikan, membuatku merinding.” Kata jiyoung jengkel dengan suzy yang berubah jadi sangat serius. Jiyou adalah orang yang santai, dia tak suka segala sesuatu berubah jadi sangat serius.

“Makanya makan saja ramenmu. Di kepalmukan isinya hanya makan dan joon, tidak ada tempat untuk berfikir, jadi tak usah di pikirkan,” kata suzy sambil memakan ramennya, atau kalau tidak aku saja yang makan punyamu,” kat suzy pura-pura merebut makanan jiyoung yang langsung disambar jiyou jauh-jauh dari suzy dan mekannya buru-buru. Suzy hanya terkekeh melihat tingkah sahabatnya itu.

“Jiyoung-ah, jika perusahaan appaku bangkrut dan kami jatuh miskin apa kamu masih mau berteman denganku?”

“Hm, akan kupirkan nanti,” kata jiyoung beranjak kedapur sambil membawa piring kotornya dan piring suzy ke dapur.

“Yak, aku dan appaku kan sudah sangat baik sama kamu, kenapa harus di pikirkan dulu? Nanti lagi,” sungut suzy sambil menjitak kepla jiyoung.

“ya, apa kamu tak tau aku berteman denganmu karena kamu kaya dan sering menterkatirku makan enak dan tumpangn gratis.” Kata jiyoung sambil tersenyum menggoda suzy yang membuat suzy memayunkan bibirnya. “kalau kamu jatuh miskin berarti aku tak bisa makan enak lagi dong,” kini dia terlihat sedang berfikir.

“Eis, isi kepalmu makanan aja. Baiklah, aku sekarang tau jika kamu tidak tulus berteman denganku” kata suzy pura-pura merajuk.

“Aigoo, lihat dia baru makan ramen buatanku saja pipinya sudah kembali lagi. Apa di rumahmu sdah tak ada makanan dan sekrang kalian sudah jadi miskin? Kalau begitu kalian bisa inggal di rumahku saja. Kalau hanya ramen sih aku tak kebertan.” Kata jiyoung.

“Jinca? Jadi kalau aku tinggal di rumahmu, aku akan bisa makan ramen terus?”

“Apa perusahaan appamu benar-benar sudah tak ada harapan, hingga kamu pesimis begitu?” tanya jiyoung, kali ini ada nada khawtir dalam suaranya. Suzy menatap jiyoung dan mengangguk.

“Bukan Cuma perusahhan, keadaan ayahku juga sudah sangat memprihatinkan. Dan tak lama lagi kami akan jadi gelandangan,” kata suzy menerawang jauh melewati jendela rumah jiyoung, “dan itu semua salahku.” Kata suzy sangat pelan hingga jiyoung hanya mendengar gumanan tak jelas suzy.

“apa yang kau katakan? Bukan hanya kamu yang tak jelas, suaramu juga sekarang ikutan tak jelas.”

“Aniyo, aku kan datang kesini karena suntuk di rumah. Kenapa kita malah membahas hal-hal yang bikin aku tambah suntuk.” Kata suzy akhirnya

“kan kamu yang mulai duluan.”

“Baiklah kalau begitu, sekarang kamu harus menghiburku. Kamu harus balas budi atas kebaikanku selama ini.” sambil metap jiyoung pura-pura galak.

“cih, aku sudah memasakkanmu ramen, dan sekarang aku harus mengiburmu? Shiro! Emang kamu pikir aku wanita penghibur”

“ya, katanya kamu sahabat, meskipun berteman denganku tak iklas paling tidak kamu harus pura-pura iklas dengan menghiburku.” Kat suzy mencoba merengek pada jiyoung. “aku akan mentraktirmu nati,” mendengar kata traktir otak jiyoung langsung bekerja.

“Jinja? Kamu akan mentraktirku.” Kata jiyoung memastikan yang di jawab anggukan oleh suzy. “Baiklah, kamu tak beleh menarik kata-katamu, yang penting kamu tertawa bukan,” kata jiyoung dengan tatapan jahilnya. Melihat adanya bahaya, suzy langsung waspada.

“Aniyo, aniyo..tak jadi, sekarang aku sudah senang. Aku tak perlu di hibur lagi.” Kata suzy mencegah jiyoung, namun terlambat tangan jiyong sudah mulai bergerak, yang terakhir terpikir oleh suzy adalah lari, namu lagi-lagi gagal.

WKWKWKWKWKWKWKWK!!

Tawa mebahana suzy terdengar memenuhi rumah jiyoung begitu, jiyoung menggelitikinya.

“Am..hahahaha…ampun…..hahahaha….ampun..jiyoung-ah..hahahaha…”

Sementara jiyoung terus saja menggelitiki sahabatnya itu. Dia senang bisa melihat sahabat baiknya itu bisa tertawa lepas. Jiyoung tau ada sesuatu yang di sembunyikan suzy yang menjadi beban suzy selama ini dan dia juga tau bukan tentang perusahaan appanya, namu ada hal lain yang di khawatirkan yoja itu.

Jiyoung memang bersikap seolah-olah dia tak tau bagaiman keadaan sahabatnya itu, tapi bukan bererti dia tak peduli. Dia mengenal suzy bukan lagi kemarin, namun sudah sepuluh tahun lebih jadi dia tau jika sahabatnya itu menyembunyikan sesuatu. Dia juga sengaja tak bertanya karena suzy tak mau bercerita, bukankah berarti suzy belum siap meceritakannya? Jadi dia biarkan saja suzy hingga siap dan pura-pura tak tau, agar paling tidak jika bertemu dengannya suzy bisa merasa lebih rileks.

Yang dibutuhkan suzy sekarang adalah tempat diman dia bisa benar-benar rileks. Orang yang tak ada hubungan dengan permasalahannya, agar dia bisa sedikit bernafas. Jiyong tak perlu bertanya, karena dia tau jika dia bertanya itu akan menambah beban bagi suzy.

TBC

Untuk part ini aku berusaha agak keras, karena tak ada ide sama sekali. Tapi karena sudah terlalu lama tak di post jadi aku berusaha mencari-cari ide, dan jadilah part ini. maaf jika kesannya agak memaksa dan tidak nyambung plus banyak kesalahan penulisan. Maklum aku memang agak malas memerikasa ulang tulisanku.

Aku sebenarnya ingin membuat lebih panjang lagi, saat penulisan awal ada sedikit ide mau seperti apa alurnya aka kubuat, tapi semakin kebelakang ternyata idenya semakin mengabur dan akhirnya menghilang,  jadi berhenti lah  sampai disini. Sebenarnya juga mau bikin TBCnya agak dramatis gitu, tapi ini benar-benar Cuma bisa nulis sampai disini saja, sudah mentok bgt. Dan sebenarnya juga belum pengen dibuat TBC.

Oke sampai disini dulu, aku mau mencari ide untuk next partnya lagi, semoga lebih baik dari yang ini.

Ok deh, semoga pada suka. Trimaksih sudah membaca.

Advertisements

37 thoughts on “IT’S OKAY, BECAUSE I LOVE YOU part 6

  1. kya’a bkal pnjang nie thor,,
    min,mw nnya. Kmu nulis ff nie masih sekolah,klas brp?
    #mianhe nanya2,mw tw ja 🙂
    soal’a ff mu bgus

  2. gak memaksa koq thor, ceritanya bagus dan keren, salut sama thor yg uda buat walau gk ada ide. jeongmal gomawoyo. suka bgd sama ff ini, jd mau cpt atau lama di postnya pasti di tungguin. jadi makin penasaran kyu punya rencana apa sama suzy? walaupun suzy terpuruk ada jiyoung sahabat suzy. thor biarin aja cerita tragis di awal tp di akhirnya bahagia.^^. ini jg uda panjang koq thor. gomawoyo. di tunggu lanjutanya.
    keep fighting.
    😀

    • wah terimakasih kl begitu…
      di tunggu aja ya apa rencana kyu berikutnya saya akan berusaha lebih baik..
      nanti aku usahain jg biar bisa happy end..
      hehehe
      sekali lg thx da mau mapir

  3. Wow, kenapa Suzy rela sampai seperti itu, jangan sampai kejadian ya thor, kasian Suzy nya…hiks hiks…

  4. Kereen..
    Suzy mau ngelakuin apa aja untuk org yg dicintainya..
    Lanjutin kak..
    Jangan lama”..

  5. Mian baru coment di part ini 🙂
    Kasian suzy, ngga bisa memilih antara cinta n keluarganya 😦
    Makin terharu, next min :’)

    • iya gak papa..
      sdh mau meluangkan wktu saja aku sdh senang kok
      krn aku jg merasa ff ku tak terlalu bagus jd aku tak berharap apa2 kok..
      ok di tunggu aja ya..

  6. kasian suzy, bener2 kayak buahsimalakama 😥
    ga bisa memilih. ais kyu hentikan noonamu dan rencanamu
    qw pikir appa suzy ga jahat, mungkin dia telat aja nemuin eomma ahra, nyatanya appa suzy empet nyari sodaranya itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s