I’M NOT FOR YOU

Image

Author                  : dordor

Cast                       : Bae suzy

Kim myungso

Park Jiyeon

Genre                   : ?

Lenght                  : one shot

 

“Suzy-ah, saranghae…” kata myungso oppa. Aku tidak kaget dengan perkataannya. Aku tau sejak dulu kalau myungso oppa mencintaiku. Dan ini bukan kali pertama dia menyatakannya. Mungkin ini sudah yang kesepuluh atau lebih, aku tak pernah menghitung. Namun, jawabanku masih sama.

“Mianhae oppa, aku belum bisa menerimamu. Aku merasa kita lebih pantas jadi sahabat dan selamanya akan begitu.”

“Tapi suzy-ah, aku tak bisa menganggapmu hanya sekedar sahabat. Aku…”

“Tapi aku juga tak bisa menganggapmu lebih dari sahabat oppa,” kataku memotong ucapan myungso oppa. “Aku menyukaimu sebagai dongsaeng dengan oppanya, bukan antara yeoja dengan namja oppa.”

“aku tau kamu namja yang sangat baik oppa. Kamu juga tampan. aku yakin banyak yeoja yang jauh lebih baik di luar sana yang mau jadi kekasihmu. Bukan aku.”

“Tapi hanya kamu yang aku mau su…”

“Karena kamu tak pernah mau mencoba oppa, kamu gak mau move on. Kamu hanya terpokus pada satu titik saja, padahal di sana ada hal yang jauh lebih indah. Ini bukan kali pertama kita membahas ini oppa, sudah sangat sering dan jawabanku masih sama dan aku yakin akan terus sama.”

Myungso oppa hanya diam. Aku tau aku sangat kejam terhadap myungso oppa, tapi aku harus jujur bukan? Perasaan tak pernah bisa di paksakan. Dan ingat ini bukan kali pertama, sudah yang kesekian kalinya jadi aku harus sedikit kasar agar myungso oppa mengerti.

“Kita sudah berteman sejak kecil oppa dan kita selalu bersama-sama, mungkin karena itu oppa berfikir mencintaiku, itu bukan cinta oppa..”

“Aku sempat berfikir seperi itu suzy-ah, tapi semakin hari aku semakin sadar aku mencintaimu dan aku yakin kamu juga begitu, kamu hanya belum menyadarinya.”

“Ani oppa, aku sangat sadar akan perasaanku. Aku menyukai minho oppa bukan kamu oppa, dan karena kamu selalu mengekoriku membuat namja-namja lain tak bisa mendekatiku termasuk minho oppa. Mereka lebih memilih menghindar sebelum kamu pukuli. Jadi aku mohon oppa berhentilah mengekoriku, aku tak mencintaimu, aku mencintai minho oppa.”

“Aku minta maaf jika aku kasar oppa. Aku sudah lelah dengan sikap protektifmu itu, aku tak peduli jika itu permintaan ommaku sendiri. Aku ingin bebas menikmati masa mudaku, aku bebas mendekati namja yang aku suka.”

“Tidak!tidak!tidak! aku tidak akan menyerah. Aku akan berhenti jika kamu sudah benar-benar menyadari perasaanmu. Dan orang yang kamu cintai itu adalah aku kim myungso, sahabatmu sejak kecil bukan coi minho atau pun yang lainya.”

“Terserah kamu saja oppa, aku tak peduli. Aku suda lelah berbicara denganmu, kamu sangat keras kepala. baiklah aku juga akan menunggu sampai kamu lelah.”

………………………..

Aku membuka lokerku berniat mengganti seragamku dengan seragam cheerleader ku. Aku memang kapten pemandu sorak sekolahku dan karena ini lah aku bisa berkenalan dengan coi minho yang menjadi gebetanku sekarang. Dia kapten tim  bola basket sekolahku. Dia pria yang sangat tampan dan cool berbeda dari kim myungso sahabatku.

Myungso sebenarnya juga adalah namja yang sangat tampan dan banyak yeoja yang menggilainya. Kami bersahabat sejak kecil, mungkin juga sejak dari orok karena orang tua kami adalah teman sejak SMA sampai sekarang dan aku juga heran kenapa mereka mesih betah aja bersahabat samapai sekarang. Jadi singkat cerita aku berteman dengannya sejak kecil dan orang tuaku juga sangat percaya dengannya dan berkata kim myungso adalah namja yang baik. Karena myungso yang lahir lebih dulu tiga bulan dariku aku wajib memanggilnya dengan embel-embel oppa.

Aku tak tau apa yang di lakukan myungso oppa sampai orang tuaku sangat percaya padanya, padahal aslinya dia sangat menyebalkan. Dia itu preman di sekolahku dan semua murid sangat takut sama dia yang membuatku mendapat perlakuan istimewa di sekolah karena takut di hajar kim myungso. Itu memang sesuatu yang sangat menguntungkan tapi juga merugikan, karena tidak ada namja yang berani mendekatiku. Siapa yang berani  kalau myungso oppa mengenalkanku sebagai calon istrinya ke semua orang. dan sudah ada banyak korbanya yang masuk rumah sakit karena nekat. Dan aku heran bagaimana ia bisa selalu lolos dari kantor polisi alias bebas. Dan itu yang di katakan ommaku sebagi pria yang baik?

“Yak, bae suzy. Kamu lama sekali, Dari mana saja kamu? Kita seharusnya latihanya mulai dari lima belas menit lagi. Sebentar lagi pertandingan basket antar sekolah dan kita harus banyak latihan dan harus disiplin.  Kenapa kamu baru datang sekarang?” kata miss park palatih kami dengan marah seolah-olah ingin memakanku. Latihan memang tak bisa mulai tanpa aku, karena aku yang melakukan gerakan-gerakan inti.

“Maaf saem, tadi aku harus menemui myungso dulu. Dia memintaku menemuinya,”

“Oh kamu menemui myungso? Apa urusannya sudah selesai? Kalau belum kamu selelsaikan dulu saja. Latihan bisa menunggu.” Kata miss park dengan nada yang berubah seratus delapan puluh derajat. Tuh kan bahkan guru saja takut sama dia.

“Tidak kok miss, aku sudah selesai, kita bisa latihan.”

“Kamu yakin?” tanya miss park meyakinkan dengan nada agak takut.

“Ne.”

“Baiklah, sekrang kitamulai latihannya”. Kata miss park memberi intruksi. Dan aku pun langsung mengambil posisi.

“Apa myungso menyatakan cinta lagi padamu?” tanya ji eun sahabatku yang juga anggota chear setelah selesai latihan. Aku hanya menganggukkan kepalaku. “apa kamu benar-benar tak ada perasaan padanya?” aku langsung menatap ji eun tajam.

“calm beib, aku hanya heran aja.”

“heran kenapa?”

“myungso kan tampan, kaya dan juga sangat perhatian sama kamu. Apa kamu benar-benar tak ada perasaan padanya? Aku tau kamu menyukai minho…tapi kalau aku pribadi lebih suka myungso dari pada pria es batu itu.”

“pria es batu?!” aku mendelik tajam ke arah ji eun.

“apa lagi namanya kalu bukan es batu. Bicara saja pake acara hemat, belum lagi tatapannya datar gitu. Aku heran apa bagusnya dia.”

“yak! Kalau kamu suka myungso, kamu tak usah menjelek-jelekkan minho oppa.” Kataku sebal sama ji eun. Dia mengaku sahabatku tapi menjelek-jelekkan kesukaanku. Errr…

“jujur salah, bohong salah. Dasar manusia.” Kata ji eun geleng-geleng. Dasar orang gak jelas, tadi ngomong apa sekarang bicara apa.

“sebenarnya apasih kelebihan minho dari pada myungso?” tanya ji eun sepertinya masih penasaran.

“kenapa kamu penasaran banget sih? Kamu suka myunso oppa ya?” tanyaku menyelidik. Aku tak perlu jawaban dari mulutnya, karena pipi merahnya sudah menjawab. “kamu bisa ambil myungso oppa kalo kamu mau.”

“aku cukup tau diri suzy-ah, di hati myugso hanya ada kamu. Selamanya. Dan aku hanya berharap myungso oppa mendapatkan kebahagiaannya. Tapi aku penasaran kenapa kamu tak menyukai myungso oppa? Apa yang kurang sih darinya? Bahkan banyak yeoja yang mengantri untuknya.”

“aku juga tak tau apa yang kurang darinya. Mungki  hanya kami sudah terlalu lama bersamanya, hingga aku hanya menganggapnya oppaku, tidak bisa lebih dari itu.”

“aku hanya berharap kamu tidak menyesal nantinya. Mungkin karena terlalu lama bersamanya hingga kamu tak meyadari perasaanmu yang sesungguhnya. Biasanya kita akan merasa kehilangan jika ada yang hilang.”

“aku tau. Dan aku tak akan menyesal kelak.” Kataku dengan mantap.

………………………

“suzy-ah!!!” aku langsung menoleh ke sumber suara.

“Wae ji eun? Kenapa kamu teriak-teriak pagi-pagi begini?”

“Ayo ikut aku.” Ji eun langsung menarik tanganku tanpa meminta persetujuanku. Dan dia membawaku ke arah gudang sekolah yang ada di paling ujung sekolah.

“kenapa kamu mem…” ji eun langsung meletakkan telunjuknya ke bibirku, menyuruhku diam.

“ssttt…lihat itu,” katanya sambil menunjuk ke arah kananku.

DEG!

Rasanya jantungku berhenti berdetak. Aku melihat pemandangan yang tak ingin aku lihat sama sekali seumur hidupku. Coi minho berciuman dengan jung soo jung! Berciuman!

Aku yakin aku akan jatuh karena lemas jika ji eun tak segera menahan bahuku. Air mataku meleleh begitu saja.

“maaf suzy-ah. Tadi aku melihat minho menyatakan perasaannya pada kristal dan entah kenapa aku tiba-tiba berfikir kamu harus tau. Kalu aku tau reaksimu begini aku tak akan menunjukkannya.”

“tidak apa-apa,lebih cepat aku tau lebih bagus,” kataku. Lalu aku memutar tubuhku meninggalkan tempat itu. Aku tak ingin melihat adegan itu lebih lama lagi. Aku butuh udara, aku butuh mendinginkan kepalaku. Dan aku melangkahkan kakiku tanpa perintah dari otakku.

“Suzy-ah, gwenchana?” tanya ji eun mengikutiku dari belakang.

“aku hanya ingin sendiri ji eun-ah. Aku rasa aku tak ingin ikut pelajaran hari ini, jadi tolong buatkan aku alasan.” Kataku terus melangkah tanpa menunggu jawaban dari ji eun.

Ternyata kakiku melangkah ke belakang sekolah. Di sini ada pohon besar yang mudah di panjat dan nyaman untuk tidur-tiduran. Tempat ini sepi dan tidak ada yang berani datang kesini selain myungoso jika malas ikut pelajaran. Tidak ada yang berni menggangu myungso, ingat! Dan sudah satu minggu ini dia tidak masuk. Aku juga tidak tau, mungkin dia sudah berhenti mengharapkanku setelah kejadian tiga minggu lalu. Sejak pernyataan cintanya itu dia tak pernah mengekoriku lagi dan sejak seminggu yang lalu dia tak masuk sekolah. Dan aku malu untuk mencarinya di rumahnya.

Entah kenapa di saat seperti ini aku merindukan myungso. Bisanya tidak ada yang berani membuatku menangis, karena siapapun yang menggangguku sudah di pastikan akan di hajar habis-habisn olehnya. Dan sekarang aku menangis dan tidak ada yang membelaku. Aku merindukan myungso.

Aku juga tdak tau kenapa aku menangis. Tidak!tidak! aku tidak cemburu dengan adegan yang tadi kulihat, aku hanya sedikit kecewa. Aku tiba-tiba teringat dengan myungso ketika melihat itu dan aku merindukannya. Setelah melihat adegan itu aku sadar aku sama sekali tidak cemburu, tapi aku malah membayangkan myungso dan semakin merindukannya tapi sekarang dia bersembunyi entah kemana. Aku malu pada diriku sendiri dan aku baru sadar jika aku menyukainya dan tak bisa tanpanya. Dan dia menghilang.

Lalu apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus menemuinya di rumahnya dan mengatakan perasaannya?

………………………………………
di saat ku mulai mengharapkanmu
dan ku mohon maafkan aku

Toktok!toktok!

Hari ini aku mmberanikan diri untuk menemuinya dirumahnya setelah pulang sekolah. Aku sudah tidak tahan lagi, aku benar-benar merindukannya. Aku mengaku kalah! Dan aku akan membuang semua gengsiku untuk menemuinya sebagai permintaan maafku.

“Eh ada suzy? Sudah sangat lama tidak mampir ya?” kata omma myungso yang membukakan pintu.

Aku mengingat-ingat, memang sudah  hampir tiga tahu aku tak pernah mengunjungi rumah myungso oppa meskipun Cuma di depan rumahku, sejak myungso menyatakan cintanya untuk yang pertama kali, ketika kami tingkat satu SMA dan sekarang tinggal sebulan lagi sebelum kami lulus dari SMA.

“ayo masuk, di sini kan sudah seperti rumahmu sendiri. Kamu pasti cari myungso karena seminggu ini dia tak masuk sekolah” lanjut omma myungso.

“Ne, ajhuma. Apa myungso oppa sakit?”

“Bukan. Dia pergi ke Jaeju menjemput Jiyeon.” Kata omma myungso sambil berjalan masuk kerumah dan aku mengikutinya di belakang

“jiyeon?” sepertinya nama itu tak asing bagiku.

“Ne. Park Jiyeon. Kamu ingat kan ketika kecil kalian selalu bertiga, tapi jiyeon dan keluarganya harus pindah ke jaeju karena ayahnya harus pindah kerja. Orangtuanya juga sahabat ku dan orang tuamu.” Aku hanya mengaguk.

Ah ya, dulu ada jiyeon juga yang lahirnya sama denganku namum ibunya meninggal karena melahirkannya. Dulu aku dan myungso sampai menangis karena jiyeon harus pindah, tapi myungso tidak terlalu parah dia masih bisa menghiburku. Jadi appanya sudah meninggal dua minggu lalu.

“jadi myungso oppa masih di jaeju sekarang?”

“Tidak, dia sudah dalam perjalanan, mungkin sepuluh menit lagi sudah sampai,” omma myungso melanjutkan kegiatan memasknya yang tadi tertuda karena kedatanganku, sementara aku memilih duduk di meja makan.

“Apa jiyeon akan tinggal di rumah ajhuma?” tanyaku penasaran. Ada nada sedikit resah dalam suaraku. Seharusnya kan aku senang teman lama muncul lagi, tapi entah kenpa aku merasa tidak senang. Apa lagi aku sangat menyukai jiyeon karena dia sangat cantik dan kami selalu menggunakan barang yang mirip.

“Ne, karena setelah myungso lulus sekolah mereka akan bertunangan.”

“NE! Bertunangan?!” tanyaku kaget, andwe..andwe..kenapa jadi begini.

“Kenapa suzy-ah? Kamu tidak suka? Tanya omma myungso dengan nada menggoda. “kata myungso kamu tak menyukainya dan kamu sudah punya namja yang kamu sukai, makanya dia menerima pertunangan ini. apa kamu mulai berubah pikiran?” omma myungso masih menggodaku.

“mak..maksudku bukan begitu. Bukankah itu terlalu cepat? Myungsokan masih muda.” Kataku mencari alasan.

“tidak juga. Aku dan appa myungso, orang tuamu dan orang tua jiyeon sudah bersahabat sejak SMA dan bertekat menjodohkan ana-anak kita, terserah siapa saja yang saling menyukai. Awalnya ajhuma ingin kamu yang manikah dengan myungso, tapi karena kata myungso kamu sudah punya namja yang disukai, kami menawarkan jiyeon, awalnya dia sangat menolak tapi karena appanya memaksa jadi dia bersedia. Sekarang kan jiyeon sebatang kara, jadi kami hanya mempercepat prosesnya agar dia tak sendirian lagi. Dan myungso juga sudah setuju, jadi ajhuma rasa tak kecepatan.”

Aku sekarang mengutuki kebodohanku. Sekarang dia mulai menjauh di saat aku benar-benar menyukinya. Oh Tuhan, maafkan lah semua kebodohan dan kesombonganku. Aku benar-benar tak tau harus berkata apa dan berbuat apa.

Aku ingin pamit pulang ketika aku mendengar suara familiar itu di telingaku.

“Omma.. aku dan jiyeon sudah pulang. Su…” omongan myungso terhenti begitu tatapan kami bertemu. Aku bisa melihat di matanya dia belum melupakanku, dia masih tetap mencintaiku.

“oh kalian sudah pulang. Kamu pasti sanagat lelah jiyeon-ah, ayo sini tante sudaha masak banyak untukmu,” kata omma myungso sambil melepas celemeknya.

“apa kabar ajhuma…” kata jiyeon sambil memeluk omma myungso. Gadis yang sangat cantik dia bahkan jauh lebih cantik di bandingkan ketika masih kecil. Di sekolah aku sangat percaya diri sebagai gadis yang paling cantik, tapi entah kenapa berhadapan dengan gadis ini, membuatku tak percaya diri.

“Baik, ini suzy. Kamu masih ingat kan dengannya.”

“Suzy..bae suzy, yang cengeng itu?” katanya dengan mata yang berbinar-binar dan senyum yang hangat ang bisa menular pada siapa pun yang melihatnya. “kamu sangat cantik suzy-ah. Aku tak nyangka kamu akan jadi secantik ini. dulu sewaktu kecil kamu sangat mudah menangis dan myungso akan selalu mengiburmu” aku hanya tersenyum lalu membalas pelukan jiyeon.  “myungso banyak bercerita tentang kamu.”

“Benarkah? Apa yang dia katakan, pasti yang jelek-jelek saja.” Kataku mencoba mneguasai keadaan.

“Ani, dia bilang kamu sangat cantik tapi dari yang kulihat sekarang kamu bahkan sepuluh kali lebih cantik dari yang dikatakannya.”

“baiklah, nanti kalian bisa melanjutkan nostalgianya. Lebih baik, kalian antar jiyeon ke kamar lalu turun untuk makan,” kata omma myungso mengitrupsi kami.

“ajhuma, bisakah suzy malam ini tidur bersamaku?”

“tanyakan saja pada orangnya.” Lalu jiyeon memandangku dengan tatapan memohon dan aku menganggukkan kepalaku sebagai jawaban.

“jinja. Asik malam ini kita bercerita sampai puas,” katanya antusias, sulit sekali menolak aura ceria gadis ini.

“Dasar wanita, tukang gosip,” kata myungso lalu berajak kekamarnya. Namun aku sempat menangkap matanya yang memandang dengan tatapan yang sulit diartikan kerahku.

“Kajja, suzy-ah, kamu antar aku kekamarku.”

……………………………….

sudah dua minggu sejak kedatangan jiyeon, dan aku tak pernah berbicara lagi dengan myungso, kami tak bisa berbicara berdua karena jiyeon selalu membuntutiku kemanapun kecuali di sekolah. Sementara di sekolah kami sudah mulai sibuk mengurusi persiapan ujian kelulusan yang tinggal seminggu lagi jadi kami tak pernah bertemu di sekolah. Dan di rumah kami juga sibuk mengurusi pertunangan myungso dan jiyeon, yang entah kenapa ommaku sangat antusias, seolah yang akan bertunangan adalah anaknya.

Sebenarnya aku sudah tidak tahan ingin membicarakan masalah perasaanku pada myungso. Tapi aku tak bisa mengatakannya. Aku tak bisa mengatakannya karena jiyeon juga sepertinya sangat menyukai myungso. Aku masih ingat pembicaraan kami ketika dia menginap di kamarku sehari setelah kedatangaannya.

“suzy apa kamu sudah punya namjacingu?” tanya jiyeon

“Ne? Kenapa kamu tiba-tiba bertanya begitu.” Aku agak kaget dengan pertanyaannya yang tiba-tiba.

“Aku hanya penasaran aja. Gadis secantik kamu seharusnya sudah punya pacar kan?” katanya sambil berbaring ke arahku. Memang kami sedang tidur-tiduran di tempat tidurku.

“Cara bicaramu seperti aku bicara sama ajhuma-ajhuma.” Kataku meledek jiyeon. Naun jiyeon tak memeperdulikan ledekannku.

“Aku hanya mau mestikan aja sebelum aku bertunangan dengan myungso, apa kamu menyukainya atau tidak?” kata jiyeon sedikit lebih serius. “kalau kamu juga menyukai myungso aku akan menolak pertunangan ini.” lanjutnya. Aku bingung harus berkata apa.

“apa kamu tak menyukai pertunangan ini? apa kamu tak menyukai myungso?” tanyaku sedikit berharap.

“Ani! Aku sangat menyukai myungso sejak kita masih kecil dan aku dulu sering cemburu melihat perhatian myungso padamu.” Akunya jujur yang membuat hatiku semakin kacau. “bahkan aku akan melakukan apapun agar mendapatkan myungso meskipun dia sudah memiliki yeoja. Tapi jika yeoja itu kamu aku akan mengalah.” Aku benar-benar terharu dan semakin menyukai gadis ini. kata-katanya memang ampuh membuat simpati sesorang tapi aku juga bisa mendengar nada tulus dari setiap kata yang diaucapkan.

“kenapa jika aku kamu akan mengalah?” tanyaku penasaran. “bukannya kamu bilang kamu suka cemburu melihat perhatian myungsopadaku.”

“sejak kecil aku sudah menganggapmu sebagai adikku karena kamu itu sangat cengeng,” ada nada bercanda dalamsuaranya dan aku pura-pura merenggut. “ibuku meninggal karena melahirkan aku dan ibumulh yang menyusui dan merawat aku. Dia memperlakukan aku seperti putri kandungnya, makanya kita dulu sering menggunakan barang yang mirip dan aku tak tau cara membalasnya keceluali melalui kamu. Dan meskipun kamu cengeng kalau ada yang menggangguku kamu akan membantuku meskipun pada akhirnya aku yang membantumu., karena yang kamu bisa hanya menangis” nada ceria benar-benar terdengn jelas dalam suaranya membuat aku tak bisa menahan diri untuk tersenyum.

“Jadi kalau aku bilang aku menyukai myungso kamu akan melepasnya?” tanyaku penasaran

“Tentu saja. Sekarang juga aku akan menemui ajhuma dan ajhusi untuk membatalkannya.” Aku benar-benar terharu mendengar perkataannya. Kalau dia bisa kenapa aku tak bisa. Mungkin yang di perlukan myungso adalah gadis ceria, baik dan sangat mencintainya. Bukan gadis manja dan egois seperti aku.  “Jadi apa kamu menyukai myungso.”

“Ani. Aku tak mencintai myungso. Buatku dia hanya sebagai sahabat dan oppa saja dan selamanya akan begitu.” Kataku mantap, meskipun hatiku rasanya tersayat-sayat. Rasanya perih.

“Baiklah kalau begitu aku bisa tenang. Sebenarnya beberapa hari ini aku agak gelisah memikirkan ini. aku takut merusak hubungan kalian, karena kaliankan sangat dekat. Dan myungso sangat bersemangat jika membicarakan tentangmu. Mulai sekarang aku bisa tidur dengan tenang.”

Aku hanya menatapnya sambil tersenyum. Ya, dia memang bisa tidur tenang tapi tidak denganku, mulai malam ini aku akan tidur dengan luka yang menganga.

“jiyeo, aku boleh bertanya?”

“Tentu saja. Kamu mau bertanya apa?”

“seberapa besar kamu menyukai myungso? Dan apa yang akan kamu lakukan jika myungso menolak menikahimu?” dia terlihat berfikir.

“hmm seberapa besara aku menyukai myungso? Aku juga tak tau pasti, karena sangat besar hingga aku tak bisa mengukurnya. Dan apa yang aku lakukan jika dia tak mau menikah denganku? Aku juga tidak tau apa yang harus aku lakukan, tapi apapun yang bisa kulakukan akan aku lakukan agar myungso mau menyukaiku dan menikah denganku. Aku mungkin sangat sedih karena kehilangan ayahku, tapi aku bisa gila jika kehilangan myungso.”

Aku hanya tersenyum menatap jiyeon. Akhirnya aku benar-benar membuat keputusan. Myungso memang lebih pantas dengan orang yang sangat mencintainya.

Dan disinilah aku sekarang. Di pohon belakang sekolah tempat myungso biasanya jika menghindari pelajaran. Tempat keramat kim myungso. Setelah seminggu lebih tak pernah berbicara akhirnya aku menemukannya di sini.

“Kim myungso!” panggilku agak keras supaya dia terbangun. “Yak kim myungso, irona!” kataku sambil menggoncang-goncang tubuhnya hingga terbangun, dan berhasil.

“Yak, Bae suzy! Apa yang kau lakukan disini? Jangan bilang kamu bolos mata pelajaran?” katanya agak kaget melihatku. Tentu saja dia kaget, meskipun aku bersahabat dengan myungso biang keributan sekolah aku adalah murid alim di sekolah dan sangat haram hukumnya bagiku untuk bolos pelajaran. Tapi jika tak begini aku tak akan bisa berbicara dengannya, karena myungso juga seolah menghindar dariku.

“Aku ingin bicara denganmu!” kataku langsung. Aku tak ingin dia mengalihkan topik.

“Apa yang mau kau bicarakan?” katanya akhirnya lalu turun dari pohon dan duduk di bawah pohon yang ku ikuti duduk di sebelahnya.

“Mengenai pertunanganmu dan juga mengenai jiyeon,” kataku setelah akhirnya menimbang-nimbang apa yang ingin aku ucapkan.

“kenapa dengan itu?” katanya memandang lurus kedepan dan juga dengan suara dingin.

“Aku ingin jujur padamu.” Kataku sambil menatap kearahnya, namun dia memandang kearah lain. “Aku mengaku kalah.”

“Kalah?”

“Hm kalah. Setelah dua minggu kamu menghilang aku mulai merasa ada yang hilang dan baru sadar itu apa setelah melihat minho dan kristal berciumana. Dan saat kamu pulang membawa jiyeon, sebenarnya aku mau mengaku namun yang aku terima adalah kabar yang tak mengenakkan. Tapi..”

Dia langsung menoleh dan menatapku intens. Aku bisa melihat tatapan tak percaya, bahagia dari tatapannya. Ingin sekali aku memeluknya dan berteriak aku mencintainya, namun wajah jiyeon langsung muncul di kepalaku.

“Tapi..” katanya menunggu kelanjutan kalimatnya.

“Aku tak mau merusak kebahagiaan kalian.” Kataku.

“kebahagiaan? Kebahagiaan siapa? Aku sama sekali tak menyukai jiyeon. Dan kamu sangat tau siapa yang aku sukai. Kajja, kita katakan pada orang tua kita jika kita saling menyukai dan membatalkan pertunanganku dengan jiyeon.” Katanya bangkit berdiri dan menarik tanganku. Namun aku menahannya, lalu dia menoleh dan menatapku dengan tatapan bertanya.

“Aku belum selesai bicara..” kataku.

“Apa lagi yang perlu dibicarakan? Kita saling mencintai, oarng tua kita pasti setuju.” Katanya.

“Lalu bagaimana dengan jiyeon? Dia sangat mencintaimu.”

“Jiyeon? Sejak awal aku tak menyetujui pertunangan ini, aku tak menyukainya. Aku hanya mencintaimu suzya-ah. Yang aku mau hanya kamu.” Katanya dengan nada penuh penekanan di setiap kalimatnya.

“Ani, aku sangat peduli dengan perasaannya.” Kataku sambil menggelengkan kepalaku. “mungkin Tuhan tak mengijikan kita bersama, karena perasaan kita seolah tak pernah bertemu. Dia sangat mencintaimu dan Aku menyesal telah membuatmu menangis dan biarkan memilih yang lain. Tapi jangan pernah kau dustai takdirmu pasti itu terbaik untukmu.”

“Apa yang kau bicarakan? Aku tak mengerti.” Katanya seperti sedang menahan amarah.

“mungkin ini hukuman buatku karena aku sangat kejam padamu, sehingga aku tak pernah mendapatkan cintaku.”

“yak, suzy-ah..apa yang kau bicarakan. Aku semakin bingung.” Aku bisa mendengar nada frustasi dalam suaranya. Dia juga menggoyang-goyangkan bahuku. Aku mencoba sekuat tenaga menahan air mataku.

“Aku bukan gadis yang baik buatmu. Aku adalah yeoja bodoh dan egois sementara kamu adalah namja luar biasa. Kamu pantas mendapatkan yang jauh lebih baik dariku. Dan..park jiyeon dia adalah yeoja yang paling tepat.” Kataku dengan suara yang bergetar.

“Sudah kubilang aku tak menyukainya. Kamu…”

“Sstt..jiyeon sangat..sangat..sangat mencintaimu. Dia bahkan rela melakukan apapun untuk mendapatkanmu kecuali gadis itu aku, dia akan mengalah. Melihat ketulusannya aku hatiku luluh. Dan entah kenapa aku sangat yakin dia adalah kebahagiaanmu yang sesungguhnya.”

“Ya…ta..”

“Jiyeon adalah gadis yang sangat ceria dan sanagat manis. Dia sudah begitu menderita selama ini, dan dia masih bisa tersenyum karena ada kamu oppa…dia juga bilang dia akan merelakan satu-satunya sumber kebahagiaannya dan yang terpenting baginya untukku, lalu kenapa aku tak bisa seperti itu padanya, aku juga ingin melakukan hal yang sama untukknya. Dia juga lebih bersinar jika tersenyum, dan aku tak mau merebut senyum indahnya itu.”

“Lalu aku yang menjadi korban, begitu maksudmu?” luka dihatiku seperti di siram air jeruk nipis ketika myungso oppa mengatakan itu.

“Ani. Aku juga tak mau membuat semua ini tambah rumit. Orang tuamu dan orang tuaku sibuk mempersiapkan pertunanganmu dengan jiyeon bukan dengan aku.”

“itu bukan alasan suzy-ah…”

“Bukankah kamu pernah bilang kamu akan berhenti merecokiku tentang pernyataan cintamu jika aku sudah menyadri perasaanku yang sesungguhnya? Bahwa kamu adalah namja yang ku cintai bukan yang lain. Nah sekarang aku sudah sadar, kamu bisa berhenti.”

“bukan begitu maksudku.”

“Kamu adalah seorang pria. Dan sebagai pria sejati kamu harus menepati janjimu.” Sulit mengatakan kalimat seperti itu disaat kamu berjuang kerasa menahan air matamu agar tidak tumpah dan disaat bersamaan juga, hatimu berdenyut-denyut karena nyeri. “maafkan lah semua keegoisanku yang membuatmu menderita. Aku tak mau kamu lebih menderita lagi oppa.”

“Jadi janganlah lagi kau mengingatku kembali, aku bukanlah untukmu. Meskipun ku memohon dan meminta hatimu jangan pernah tinggalkan dirinya untuk dirimu.” Kataku akhirnya lalu aku melepaskan tanganku dari gemgamannya dan berjalan meninggalkan myungso.

END

New ff gj lagi nie. Nie ff 100% terinspirasi dari lagu ROSSA yang ‘Aku Bukan Untukkmu’. Itu adalah lagu paling aku suka dari Rosa. Entah kenapa pas mendengar lagu itu lagi  aku pengen buat dalam bentuk ff. Meskipun maksudnya tidak sama dengan yang di lagu, aku berharap ada mirip-mirip lah, walau hanya setitik. Hehe. Dan sekali lagi, terima kasih da baca.

Advertisements

40 thoughts on “I’M NOT FOR YOU

  1. oh yh ampun thor, nie jg lagu kesukaan qu klo lagi galau..
    Tp ngliat orang yg trsakiti lebih nyesek lagi.. Daebak,, tp kasian bgt 🙂

  2. saat suzy uda mulai suka myungsoo, malah mereka gk bsa bersatu. kasihan suzy gk jd sama minho maupun myungsoo. ayo min buat sequel, kasihan suzy gk ada pasanganya.
    😀
    ff nya benar2 seru min, feelnya dapet bgt. ^^

  3. Masih ngegantung thor.
    Blum ada kjelasan kalo Myungsoo akhirnya mnikah sama jiyeon ato tdk.
    Jujur aku gak terima kalo myungsoo sama jiyeon. Myungsoo cuman buat suzy. #Maksaaaa# plaaaaaaaakkkk

  4. Yaa ampun thor, engakau tega sekali terhadap suzy u,u
    Kenapa harus sad ending sih ? Lagi galau yaa ? *kepo
    Sequel dong !

  5. Thor minta sequel nya dong ._. MyungZy harus bersatu pokoknya #maksa keren FF nya ._. Tapi gantung ._.v

  6. Ahh Suzy terlambat sadarnya sih, posisi suzy serba gaenak dan poor myungsoo yg jadi korbannya:D
    Huhu SadEnd:”( thor bikin yg HappyEnd dongg:D daebak thor~

  7. Thor seneng banget sih ma sad ending, hikz bikin nyesek,
    pling gx suka sad ending.

    Tpi ff nya bagus kox thor, feel nya kerasa.

  8. Thor -__- kenapa harus gitu endingnya? Kenapa ga happy ending aja , myungsoo sama suzy gitu hiks

  9. knp jd begini, jd binggung juga , disi lain suzy sadar mencintai myungsoo tp disisi lain dia tidk mau menyakiti sahabatnya yg begitu mencintai myungsoo

  10. liat update ff author ada sequel ff im not for u..ternyata aku blom baca awalnya hehehe telat

    haduh thor super galau ini mah..kasian semuanya…
    *lgsung baca sequelnya

  11. waduhhh thor knapa sad ending lagi..
    waktu eomma myung bilang jiyeon mau dijodohkan sama myung labgsung nyesss kna bnget sama ulu hatinya aduhhhh gak tahan apa lagi sama endingnya tapi keren bner, ini keren thor
    feel nya krasa bngett daebakk!!!!
    di tunggu ff lainnya

  12. annyeong thor, reader baru nih *bow* aku izin mau baca ff yang castnya myungzy aja ya thor ^^ maklum squid sejati~ kkk *kabur* ff nya keren semua thor, walaupun typo ada. wkwkwk. ditunggu karya mu yang lain thor ^^)9

  13. annyeong aku new reader disini hehe 😀 oia aku kira ini bakalan happy ending ternyata engga yahh . okehh aku tunggu ff myungzy lainnya yaa thor 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s