FF one shot ‘COFFEE’

images

Author             : Dordor

Main Cast        : Bae Suzy Miss a

Cho Kyuhyun SUJU

And other

Genre              : ??????

Coffee.

Suzy POV (all)

Satu kata yang semua orang mengetahuinya. Tak perlu sekolah tinggi, tak perlu orang jenius atau tak perlu peramal untuk tau apa itu kopi dan seperti apa itu kopi. Tak mengenal ras, warna kulit, negara dan umur untuk tau apa itu kopi. Yang kamu perlukan, hanya kemampuan bicara. Begitu kamu bisa bicara, kamu pasti tau apa itu kopi.

Kopi itu hitam dan pahit.

Tentu saja! Semua orang tau, begitu mendengar kopi dua kata yang akan terlintas. Pahit dan hitam. Sebuah identitas yang tak bisa di tanggalkan.

Namun, yang membuatku bertanya-tanya. Semua orang tau kopi itu hitam dan pahit, tapi kenapa begitu banyak orang di belahan dunia ini sangat tergila-gila dengan kopi? Bukankah hitam itu suram dan pahit itu sangat tidak enak atau menyiksa? Jadi bukankah kopi itu suram dan menyiksa? Tapi kenapa banyak yang menyukai?

Oh, jangan tanya aku. Karena aku juga tidak tau. Karena aku tak suka kopi. Aku tak suka kepahitan. Bukan, bukan aku tak pernah minum kopi. Aku bahkan sangat sering minum kopi hanya saja aku tak pernah mampu mengatasi rasa pahit kopi.

Aku juga sering bertanya-tanya dalam hati, apa yang orang suka dari rasa pahit? Apakah penggila kopi juga sudah terbiasa dengan rasa kopi? Atau mereka sudah mati rasa terhadap kepahitan? Sekali lagi aku tak tau. Dan aku juga masih mencari tau bagaimana menikmati kopi tanpa terganggu akan rasa pahitnya.

……………

Namaku Bae Suzy. Panggil saja suzy. Aku lahir 10 oktober 1990, jadi aku sekarang umur 22 tahun. Seharusnya menjadi masa-masa yang menyenangkan bukan? Kata orang masa paling indah itu masa muda, namun tidak denganku. Tidak dengan seorang Bae Suzy. Aku tidak pernah mengenal masa indah. Dalam hidupku itu hanya ada dua kata hitam dan pahit. Sama seperti kopi. Meskipun sudah sangat lama dengan itu, tapi aku masih tetap belum bisa menikmatinya, masih tetap sama hitam dan pahit.

Aku terlahir di seoul 22 tahun yang lalu –kalu perkiraan orang-orang benar dan tidak tau lahir dimana dan oleh siapa. Yang aku tau dari pengawas panti tempat aku di asuh, aku di temukan di tempat sampah dekat panti sewaktu pemilik panti hendak membuang sampah.

Aku di temukan dalam balutan kain yang dibungkus dalam kardus. Hanya itu. Tanpa identitas, tanpa pesan seperti yang di filim-film yang mana jika si ibu membuang anaknya dia akan meninggalkan pesan dalam surat atau paling tidak satu benda atau sehelai baju. Namun aku tidak, aku hanya di temukan dalam balutan kain usang tanpa pakaian dan masih merah. Dan aku di letakkan dalam tempat sampah bukan di depan panti.

Aku hidup di panti itu kurang lebih 12 tahun sebelum aku melarikan diri dari panti jahanam itu. Mungkin kalian berfikir aku kasar atau tak tau trimakasih pada panti yang sudah memberi aku kehidupan. Oh, kalau kalian tinggal di panti itu kalian pasti akan mengutuk panti itu seribukali lebih karas dari padaku.

PANTI CAHAYA BUNDA

Tidak seperti namanya yang inda. Panti itu sangat busuk. Sewaktu kecil mereka akan merawatmu dengan baik agar ada yang bersedia ‘mengadopsimu’ –baca membelimu. Ya itu hanya judulnya saja panti namu itu adalah tempat jual-beli bayi. Ya, mereka memang merawatku dengan sangat baik sampai berumur tiga tahun. Namun, karena hingga umur tiga tahun aku belum di ‘adopsi’ mereka mulai mengabaikanku. Dulu mereka akan membeliku susu, memberi makan,memandikanku dan memakaikanku baju bagus, namun itu tak berguna menutupi kekuranganku. Aku memang bayi yang sangat kurus, mata hampir keluar, rambut hanya satu dua dan merah dan gigi agak maju. Hal itu membuat tak ada yang bersedia ‘mengadopsiku’ meskipun dengan harga murah atau gratis.

Sejak saat itu, aku tak pernah minum susu lagi, aku hanya makan sisa-sia anak lain dan bajuku adalah kainlap yang sudah tidak dipakai. Mandi? Ah aku bahkan ragu aku pernah di mandikan. Petugas panti hanya kasihan jika membuangku. Sebagai ganti biaya perawatanku aku harus mengabdi menjadi pembantu duah puluh empat jam sehari, dengan upah makanan sisa, air minum, kain lap tak dipakai lagi, kamar lemari tak terpakai lagi.

Namun, aku bertumbuh. Memasuki umur sepuluh tahun aku mulai tumbh menjadi gadi remaja yang cantik, namu sudah terlalu besar untuk di ‘adopsi’ karena aku terlalu besar mereka takut aku akan membocorkan tindakan ilegal mereka suatu saat. Petugas panti tidak mau rugi, mereka merasa sudah sangat baik dengan bersedia menampungku sehingga aku perlu membalas budi dan biaya hidup. Mereka mempersiapkan aku untuk di jual ke tempat lokalisasi dan sudah beberapa kali menyiapka kencan butaku dengan pria hidung belang namun gagal karena aku melarikan diri dari mereka meskipun selalu berhasil. Akibatnya aku selalu mendapat hadiah pukulan di seluruh tubuhku yang kadang membuatku hingga tak mampu berdiri bahkan hingga aku pingsan dan butuh beberapa minggu memulihkan fisikku.

Tapi aku tak menyerah, hingga dua tahun kemudian aku berhasil lolos dari mereka dan bisa kabur ke seoul.

Aku berfikir setelah aku ter bebas dari panti aku akan hidup lebih baik. Ternyata aku 100% salah. Aku bahkan semakin menderita. Bagaimana aku seorang gadis berumur 12 tahun bisa bertahan hidup di seoul seorang diri tanpa uang sepeserpun dan kota ini sangat besar berbeda dengan gwangju. Aku bahkan sudah tak makan selama dua hari sejak kabur dari panti. Aku mulai merasa sesak dan keringat dingin dan tiba-tiba aku merasa gelap.

……………………..

Aku membuka mataku.

Hal pertama yang kurasakan adalah silau. Secara perlahan aku membuka mataku dan aku melihat sebuah tembok yang sudah sangat tua dan jelek, dan setelah lama mengamati aku baru menydari itu lagit-lagit sebuat bagungunan. Aku menduga itu gedung kosong yang belum selesai di bangun dan dibiarkan begitu saja.

“Kamu sudah bagun?”

Suara itu? Suara itu adalah suara paling indah dan paling menenangkan yang pernah kudengar. Aku reflek menoleh kearah suara itu yang sepertinya di sebelah kananku.

Dia sedang duduk bersila dan kedua tangannya menopang dagunya. Hal pertama yang terlintas di kepalaku, apa aku sedang di surga? Beginikah rupa seorang malaikat?

“Tidak! Kamu ada di bumi dan ini gedung kosong yang menjadi sarangku. Apa maksudmu aku? Apa wajahku seperti malaikat?”

Aku merasa mukaku memanas. Sepertinya yang di pikiranku tanpa sadar aku utarakan. Tunggu! Jika ini tak di surga? Lalu aku dimana dan dia siapa? Aku langsung bangun hendak bertanya, namun tiba-tiba rasa pusing yang amat menderaku yang membuat aku terhyung dan mengaduh.

“Lalu ka….Aduhh”

“Calm beybe…kamu masih lemah. Kamu bisa bertanya pelan-pelan.” Dia langsung memegang bahuku agar aku tak jatuh dan setelah aku sudah duduk dengan benar, aku melihat sekeliling. Ruangan ini sangat luas, namun sangat jelek, kumuh, pengap dan seram. Dan aku hanya tidur dilantai beralaskan kardus tanpa alas kepala. setelah mataku berkeliling mengamati tempat ini mataku kembali tertuju pada mahluk menawan di depanku. Penampilannya sebenarnya sangat kumuh dan kucel khas anak jalanan, namun penampilannya itu tak mampu mengurangi ketampanan pria itu. Seolah-olah penampilannya itu memang yang sedang tren saat ini bukan karena dia anak jalanan.

“Kamu siapa? Kenapa aku disini? Ini dimana? Bagaimana aku bisa sampai disini? Apa yang kamu inginkan?” tanyaku berapi-api.

Dia terkekeh pelan sebelum menjawab.

“Kamu sangat lucu…” pernyataanya membuatku mengerutkan dahi, lucu? Apa aku sedang melawak, “aku akan menjawab semua pertanyaanmu, tapi lain kali satu-satu ya…” aku hanya diam menunggu jawabannya.

“Aku kyuhun. Cho kyuhyun. Kau disi karena aku menemukanmu pingsan di depan gedung ini lalu aku membawamu kesini menunggumu sampai siuman. Ini gedung kosong tempat aku tidur semacam daerah kekuasaanku. Kamu kesini aku gendong dan aku tak ingin apa-apa selain kenalan. Sudah jelas ada lagi yang ingin kamu tanyakan?” aku hanya diam tak tau harus menjawab apa.

“kamu diam berati aku anggap tidak ada lagi. Sekarang akuyang tanya dan kamu harus menjawabnya.” Karena aku masih diam dia lalu melajutkan.

“Siapa namamu?”

“Suzy. Bae suzy.”

“dimana rumahmu?”

“aku tak punya rumah.”

“Tak punya rumah? Tidak mungkin. Apa kamu kabur dari rumahmu.”

“aku memang tidak punya rumah, tapi aku benar kbur dari panti asuhan tempat aku di rawat.”

“kabur dari panti asuha?” aku mengangguk. “jadi kamu anak yatim piatu?” aku kembali mengangguk. “kenapa?”

“ceritanya panjang..”

“kita punya banyak waktu. Aku bisa menunggu.” Aku agak sebal sama namja satu ini, sepertinya dia tipe pemaksa. Aku tidak terlalu suka menceritakan kehidupanku pada orang lain, karena aku tipe tertutup dan biasanya aku tak bisa dipaksa karena aku juga sangat keras kepala. tapi entah kenapa aku dengan mudah menceritakan semuanya pada nama yang baru aku kenal. Sepertinya dia punya kekuatan mengintimidasi yang membuat seseorang langsung menurut. Padahal bisa sajakan dia sindikat penjual gadis-gadis muda. Penampilannya kan seperti preman walaupun wajahnya menawan.

“Benarkah? Ada kisah seperti itu? Wah hidupmu seperti di drama-drama saja.” Katanya antusias, dia benar-benar gila. Bagaimana bisa dia berkomentar dengan wajah tersenyum dan berbinar-binar mendengan penderitaan orang lain.

“Berarti sekarang umurmu duabelas tahun dan aku tujuh belas tahu. Berarti kita beda lima tahun. Karena aku yatim piatu, kamu juga, bagaiman kalau mulai sekarang kita jadi keluarga saja.”

Mendengar kata keluarga semangatku langsung meningkat. Rasanya aku ingin menangis karena sangat gembira. Keluarga. Satu kata yang sangat aku idam-idamkan namun tak pernah mengampiri aku meskipun aku sudah berusaha keras meraihnya. Dan sekarang namja di depanku ini menawarkan aku keluarga. Tentu saja aku tak akan menolak. Tidak akan, bahkan aku akan melakukan apa saja agar mendapatkannya.

“Berarti mulai sekarang kamu oppaku dan aku dongsaengmu?” tanya aku antusias dan penuh semangat sangking bahagianya.

“Ani..”

Semangatku yang tinggi langsung jatuh ke titik nol. Apa dia sedang mempermainkan aku? Aku hendak bertanya maksudnya, namun mendengar kelanjutan kalimatnya membuatku menganga.

“Aku suamimu dan kamu menjadi istriku.”

“a..a..apa? suami? Istri?”

“Ne. Waktu keluar gedung dan melihatmu pingsan, entah kenapa aku sangat yakin kamu adalah pasangan hidupku kelak yang dikirim Tuhan. Aku sangat yakin kamu adalah tujuan hidupku kelak.” Katanya sangat percaya diri. Dak aku sangat yakin namja ini sudah sinting.

“Ta..tapi kita kan masih sangat muda, mana mungkin sudah menikah? Kita bahkan baru kenal sekarang. Aku belum mau punya anak, apalagi dari orang tak dikenal” dia tertawa keras.

“kita kan sudah kenalan. Aku hanya menikahimu bukan mengawinimu. Kita akan membuat anak jika kamu sudah dewasa, kecuali jika kamu sudah siap sekarang,” katanya dengan nada jahil, lalu berubah serius, “itu hanya status, aku juga tak akan membiarkanmu hidup sengsara jika menjadi istriku. Aku melakukan itu hanya mengikatmu agar kamu tak lari dengan pria lain. Jika ada pria lain mendekatimu kamu hanya perlu bilang jika kamu sudah menikah dan mereka tak akan berani mendekatimu. Aku akan menikahimu secara resmi sesudah kamu dewasa dan kita sudah bisa hidup layak.”

“tapi kita tak bisa menikah jika tak ada cincin.”

“Aku sudah menyiapkannya.” Lalu dia mengeluarkan sepasang cincin plastik warna hitam dari kantong celanya. Aku tak tau sejak kapan dia menyiapkannya.

“Aku membelinya seminggu yang lalu. Aku tak tau kenapa aku ingin membelinya, tapi ternyata karena aku akan bertemu istriku.”

“Lalu pendetanya?”

“Tidak perlu. Kita kan mengikat janji pada tuhan, bukan pada pendeta. Bagaimana? Apa kamu keberatan menikah denganku?” aku menggeleng. “jadi kamu bersedia?” aku mengangguk. Dia tersenyun dan aku bersumpah, senyumnya saat itu adalah salah satu senyum terbaiknya.

“Baiklah, mana tanganmu” katanya sambil tangan kananya terulur menunggu tanganku, lalu aku mengulurkan tanganku dan dia menggemgamnya.

“Apakah kamu cho kyuhyun bersedia menerima Bae suzy sebagai istrimu. Baik susah maupun senang, baik suka maupun duka sampai maut memisahkan kalian berdua?” katanya. “Ya, saya bersedia” jawabnya lagi.

“Apakah kamu bae suzy bersedia menerima cho kyuhyun sebagai istrimu. Baik susah maupun senang, baik suka maupun duka sampai maut memisahkan kalian berdua?” katanya lagi.

“Ya, saya bersedia.” Jawabku sambil tersenyum senang.

“Baiklah. Mulai sekarang kalian resmi menjadi sepasang suami istri yang sah dihadapn Tuhan. Dan apa yang sudah di persatukan Tuhan tak dapat diceraikan manusia…sekarang saatnya tukar cincin.” Katanya menirukan pendeta, lalu setelah tukar cincin perutku berbunyi sangat kras.

KRYUKKK

Aku baru ingit kalau aku belum makan sama sekali sejak dua hari lalu. Aku dan kyu oppa –aku biasa memanggilnya, bertatapan lalu tertawa.

“maaf, sangkin inginnya menikah denganmu aku sampai lupa menawarimu makan. Kamu pasti sudah sangat lapar,” aku hanya mengangguk malu. “ini aku sudah membelikan kamu tadi makanan dan vitamin. Aku tau kamu pingsan pasti karena belum makan.”

Mungkin untuk pertama kali itu aku bisa merasakan kopi itu tidak hanya pahit namun juga menghangatkan. Rasa dingin yang ku derita selama ini terasa sedikit terobati dari hangatnya kopi yang kuminum meskipun aku belum bisa mengabaikan rasa pahit itu. Dan sejak saat itu aku bertekat akan menemukan cara minum kopi yang nikmat, seperti orang lain. Kopi menghangatkan tubuh, keluarga menghangatkan hati.

……………………….

Sejak saat itu mulai terbiasa tersenyum, karena selalu ada kyu oppa yang menemaniku dan mengiburku. Aku merasa sangat bahagia dan aku juga merasakan kyu oppa merasakan hal yang sama.

Sejak saat itu juga dimana ada kyu oppa di situ ada aku atau dimana ada aku di situ ada ktu oppa. Kami seperti magnet yang saling menarik satu sama lain, tidak bisa di pisahkan.

Oh ya aku lupa cerit tentang kyu oppa.

Kyu oppa juga yatim piatu seperti aku, namun kyu oppa lebih beruntung karena dia yatim piatu bukan karena orangtuanya membuangnya namun karena kedua orang tuanya meninggal dalam sebuah kecelakaan pesawat, saat itu umur kyu oppa tujuh tahun.

Kyu oppa bukan dari keluarga kaya raya namu cukup mampu. Saat itu orang tua kyu oppa hendak membuka restoran di pulau jeuju dengan modal pinjaman dari bank dengan jaminan rumah mereka. saat restoran dalam pembangunan dan orangtua kyu oppa hendak mengontrol pembangunan sekalian liburan, pesawat yang mereka tungpangi mengalami kecelakaan karena ada badai. Saat itu sebenarnya kyu oppa hendak ikut, namun karena ada panggilan mendadak dari sekolah kyu oppa tak jadi ikut.

Karena kyu oppa masih kecil, maka kyu oppa harus di rawat oleh dinas sosial karena kyu oppa tak punya saudara yang lain. Sementara pihak bank meminta kembali semua dana yang mereka berikan karena orang tua kyu oppa sudah meninggal dan karena uangnya sudah habis untuk pembangunan restoran yang masih berjalan terpaksa rumah dan semua kekayaan kyu oppa diambil semua oleh bank dan penderitaan kyu oppa dimulai.

Kyu oppa tak suka hidup di dalam dinas sosial sehingga dia lari dan memilih hidup sebagai seorang pengamen dan preman jalanan dan hidup sembarangan.

Namu sejak kami menikah waktu itu, kyu oppa mulai berubah dan bertanggung jawab. Dia tak membiarkan aku kerja, namun selalu di ajak menemaninya. Katanya dia tak bisa jika tak melihatku satu menit saja. Dia mulai berjualan makanan di lampu merah, mengantar susu dan koran pagi hari, mengantar galon, memcici piring di restoran jika malam. Dia akan melakukan pekerjaan apapun yang bisa dilakukan, hingga kami bisa menyewa rooftop untuk kami tinggali.

Meskipun kyu oppa sudah melakukan banyak pekerjaan, kyu oppa merasa penghasilannya masih kurang meskipun aku tak keberatan dengan hidup kami saat ini asalakan ada kyu oppa. Tapi menurut kyu oppa dia ingin memberiku hidup yang layak dan enak dia tak tega melihatku hidup serba kekurangan. Hingga suatu saat tepatnya setelah dua tahun pertemuan kami, dia ingin mencoba peruntungan lain ang membuatku agak sedikit khawatir.

“suzya-ah, aku ingin mencoba ikut audi pencarian bakat?”

“Audisi pencarian bakat?” tanyaku memastikan.

“Ne, sebentar lagi akan ada audisi. Ini aku dapat formulir pendaftarannya.” Aku melihat formulir pendaftaran yang di tunjukkan kyu oppa. Dan tiba-tiba saja aku tak selera lagi menghabiskan makan malamku, tidak seperti kyu oppa yang sepertinya lahap sekali. “Bagaimana menurutmu, apa aku akan lolos?”

“Tentu saja oppa pasti lolos. Oppa kan sangat hebat dalam bernyanyi, meskipun tak ada ekspresi sama sekali.” Kataku berusaha antusia, meskipun terselip dihatiku sedikit rasa was-was.

“yak, kamu tu yang tak ada ekspresi,” kata kyu oppa dengan nada yang dibuat-buat marah.

“Tapi apa oppa yakin akan ikut acar beginian?”

“Wae? Kamu tak yakin dengan kemampuan menyanyiku?”

“Ani, kemampuan menyanyimu tak perlu diragukan lagi oppa. Hanya saja, dunia seperti ini kan saingannya berat dan tidak sehat. Lagian waktu oppa benar-benar tidak ada nanti.”

Kyu oppa menghentikan makannya. Sepertinya dia tau apa yang menjadi kegelisahan hatiku.

“Mungkin ini kedengaran gombal,meskipun kita menikah belum resmi, tapi buatku kamu sudah resmi menjadi istriku. Kamu adalah tujuan hidupku, alasan aku bernafas, semua cita-citaku dan pusat hidupku. Aku melakukan ini hanya ngin memberi kamu hidup yang layak, tidak serba kekurangan seperti ini. aku ingin kamu seperti wanita lain, yang bebas memilih baju apapun, bedak merek apapun dan makan apapun tanpa memikirkan harus berhemat agar besok bisa makan.”

“Aku sudah cukup bahagia hidup seperti ini, asal oppa selalu ada di sisiku. Aku tidak suka hal-hal yang seperti oppa sebutkan.”

“Tapi aku merasa gagal jika belum bisa memberikan itu untukmu chagia.”

“Yang pentingkan pendapatku dan aku tidak merasa oppa gagal, menurutku oppa sangat hebat.”

“karena sekarang kita masih muda dan belum resmi menikah. Banak impian yangin aku bangun bersamamu suzya-ah yang tak bisa kita capai jika hidup kita begini-begini saja..,” aku ingin menyela namun kyu oppa masih melanjutkan omomgannya sehingga aku dian.

“…aku ingin menikahimu secara resmi jika kamu sudah dewasa dan kita punya uang. Aku ingin punya banyak anak darimu, dan aku tak mau anak kita hidup susuh seperti kita. Aku tau kamu tak keberatan hidup susah, tapi bagaiman tentang anak-anak kita. Kita akan gagal sebagai orang tua jika kita tak bisa memebri hidup ang cukup..” aku hanya diam, membenarkan perkataan kyu oppa yang tak pernah terpikir olehku, namu agak sedikit malu dan gembira yang meluap-luap mendengar perkataan kyu oppa. Ternyata dia sudah memikirkan sejauh itu tentang masa depan kamu. “..aku tau kamu masih 14 tahun dan masih belum terpikir ke situ, tapi aku seorang pria. Aku ingin punya harga diri di depan wanitaku ketika aku melamarnya.”

Air mataku langsung melelh mendengar perkataan kyu oppa dan langsung memeluknya yang memang duduk disisi kananku. Aku tau kyu oppa mencintaiku tapi aku baru sadar seberapa besar dia mencintaiku. Aku mencoba menerima keputusan kyu oppa meskipun ada perasaan tidak rela dihatiku. Aku juga tidak tau kenapa.

“Lagian belum tentu aku di terima,”

“Aku yakin oppa akan di terima. Aku hanya takut oppa akan melupakanku, di sana kan banya gadis-gadis cntik”

“tidak akan. Aku tak akan pernah melupakanmu, kamu harus yakin itu.” Tapi aku tak yakin.

Tepat seperti yang aku katakan kyu oppa di terima di uadisi itu, dan setelah hampir tiga bulan acar itu berlangsung kyu oppa keluar sebagai pemenang dan langsung di tawari beberapa agensi. Setelah lama berfikir kyu oppa akhirnya bergabung dengan SM entertaiment sebagai penyanyi solo tepat di ulang tahunnya yang keduapuluh. Setelah siangnya tanda tangan kontrak, malamnya aku dan kyu oppa merayakan ulang tahun kyu oppa di restoran mewah dengan menyewa private room. Malam itu kami makan malam mewah dan romantis. Aku benar-benar menikmati malam itu. Untuk pertma kalinya aku bisa menikmati makanan di restoran, mewah lagi, dengan menu yang aku tidak tau karena yang memesan kyu oppa. Malam itu kyu oppa juga bermain piano sambil menyanyi untukku.

Dan untuk pertama kali juga aku bisa merasakan kopi itu juga ternyata bisa terasa manis. Mudah saja, hanya perlu menambahkan gula.

………………………………

Dua minggu setelah makan malam itu, kyu oppa resmi bergabung dengan SM entertaiment. Sebelum debut, dia perlu di training dulu selama kurang lebih setahun, karena menurut managementnya kyu oppa memang hebat dalam bernyanyi tapi tidak dalam hal lainnya. Kelebihannya hanya karena dia pintar menyanyi dan tampan, jadi juga perlu di latih akting, dance, bahasa, cara menjawab pertanya,komunikasi dan masih banyak lagi dan itu bererti kami akan sangat sulit bertemu karena kyu oppa juga harus tinggal di apartement yang disediakan perusahaan.

Selama di training kyu oppa rajin memberi kabar, paling tidak sehari sekali dan jika tidak ada latihan akan menyempatkan diri menemuiku di tempat kerja. Oh ya, sekarang aku sudah kerja di coffe shop untuk membuang kejenuhan dan kali ini kyu oppa tak bisa melarang aku untuk kerja, karena aku memang tak ada kegiatan, jadi untuk mengurangi rasa rindu aku perlu kesibukan. Aku bekerja di coffe shop karena kyu oppa sangat suka kopi, aku ingin lebih ahli membuat kopi agar aku bisa memebuat kopi ter enak untuk kyu oppa.

Satu tahun setelah di training kyu oppa resmi mengeluarkan album, dan tak usah di tebak album kyu oppa sangat sukses besar. Merajai semua chart music, hal itu membuat kyu oppa artis roki paling panas saat ini. dan kyu oppa semakin sibuk dan semakinjarang memebri kabar, tapi dia juga selalu menyempatkan diri jika dia menghubungiku. Namun karena dia sangat terkenal saat ini, banyak orang yang ingin tau tentang dia dan gerak-geriknya selalu diawasi. Hal itu membuat dia tak bisa menemuiku karena di larang perusahaan, takut menimbulkan skandal, hal itu taak baik buat karir oppa yang sedang bersinar. Oh tentu saja perusahaan tau tentang hubungan kami dan tidak melarang asalkan tak tercium media.

Kyu oppa memang menepati janjinya untuk memberiku materi yang berlimpah, namu aku tak terlalu senang bahkan itu membuat aku semakin sedih. Seprti sekarang ini dia memberiku apartement untuk tinggal juga mobil. Tapi aku tak butuh itu semua, aku butuh kyu oppa, aku rindu bau badanya, aku rindu di peluknya, aku rindu jari tangannya, aku rindu tatapannya aku rindu semuanya.

Pernah suatu hari sangkin aku tak tahan lagi menahan rindu ini aku mendatang fans signnya yang berpur-pura fans berat yang minta tanda tangan. Kyu oppa cukup terkejut melihatu, dan aku juga bisa melihat kerinduan yang sama seperti yang kurasakan di matanya, tapi bisa berbuat apa-apa. Kami harus berpu-pura tak mengenal dan aku harus segera berlalu setelah dia menandatangani cd album yang dia berikan padaku.

Hatiku benar-benar sakit. Dan aku langsung berlari kekamar mandi untuk menangis. Aku ingin cho kyuhyunku kembali, aku ingin kyu oppa, aku ingin kyu oppa seperti dulu, kyu oppa yang punya tatapan menghipnotis, kyu oppa yang elalu mengespresikan perasaannya bukan kyu oppa yang terkenal, bukan kyu oppa yang hanya menyimpan perasaannya. Setelah aku tenang, aku keluar dari bilik kamar mandi mencuci muka lalu melangkah pulang. Aku harus menerima kyu oppa bagaimanapun keadaanya, toh yang menderita di sini bukan hanya aku tapi juga kyu oppa.

Sekali lagi aku gagal. Aku pikir setelah menambahkan gula rasa pahit itu akan hilang. Ternyata aku salah, rasa pahit itu ada setelah rasa manis itu lewat, bahkan rasa pahit itu semakin pahit saja. Apakah rasa manis tak bisa berdamai dengan rasa pahit?

…………………

Aku meminum tanpa gula karena aku lupa menaruk gula dimana, ternyata rasanya lebih pahit dari sebelum aku minum kopi dengan gula, seperti minum obat, bukankah setelah meminum kopi dengan gula harusnya aku bisa mengsugesti kopi itu bisa manis, tapi ini kenapa rasanya lebih pahit dari sebelumnya?. Namun aku masih bisa menahannya. Ya aku masih mampu. Hanya kali ini saja, bsok aku akan kembali menggukan gula.

Setelah aku keluar dari kamar mandi kyu oppa meneleponku dan meminta maaf. Dan aku berkata tak apa-apa, aku mengerti dan bisa menerima. Aku berbohong. Aku tidak baik-baik saja, aku hancur, aku tak mengerti, aku tak bisa menerima. Dai bilang aku harus mampu menahannya sedikit lebih lama lagi, samapai dia merasa cukup. Aku bilang aku akan menunggu. Dia bilang rasa sakitanya akan lebih dari yang sekarang dan aku harus kuat. Dan aku bilang aku mengerti dan akan kuat, aku akan bertahan dan yakin pasti mampu. Dan lagi aku bohong, aku tak yakin mampu.

Ternyata tak menunggu lama, peringatan kyu oppa sudah tiba, bahkan sebelum aku sempat bersiap-siap.

“cho kyuhyun seorang artis dari SM manegement, tertangkap kamera fans sedang makan siang bersama Victoria f(X) teman satu managementnya. Mereka terlihat menikmati makan siang dan sesekali tertawa, namun menyadari ada fans yang mengamati, mereka langsung menjaga jarak dan buru-buru meninggalkan restoran tersebut lalu memisahkan diri. Hal ini menyebabka spekulasi apakah mereka menjalin sebuah hubungan. Dan sapmai saat ini management dari mereka belum meberika konfirmasi mengenai kebenaran berita itu. Banyak fans dari kedua artis yang sedang bersinar ini yang menolak hubungan mereka, namun tidak sedikat juga yang mendukung mereka”

Tanganku gemetar memegang tabloit harian yang sedang aku baca. Seperti biasa sebelum kerja aku akan sarapan sambil mencari-cari berita tentang kyu oppa, dan membaca artikel diatas dadaku rasanya seperti menyempit, aku kesulitan bernafas. Aku sesak. Ada apa denganku? Bukankah mereka hanya makan siang? Kenapa aku harus cemburu. Aku juga sering pergi makan siang dengan junho oppa teman sekerjaku.

Tapi kenapa mereka hanya berdua? Kenapa mereka harus menghindar begitu ada yang melihat. Bukankah dengan begitu mereka menguatka pekulasi ada sesuatu di antara mereka?

Tidak, tidak. Aku bisa bertahan, bukankah kemarin kyu oppa sudah memberi peringatan?bukankah kyu oppa menyuruhku menunggu, menyuruhku menahan sedikit lebih lama, tapi harus berapa lama. Tidak tahukah ini sangat menyakitkan?

Rasa sakit itu lebih sakit dari sebelumnya ketika aku tak bisa menghubungi kyu oppa selama seminggu. Ponselnya tidak aktif dan dia tidak ada di apartemen yang di sediakan kantornya. Aku nekat mendatangi kantor managementnya namun dia tak ingin di temui oleh siapapu termasuk aku. Sakitnya bahkan berkali-kali lipat.

Aku hampir menyerah, ketika hari ketujuh dia tak bisa dihubungi. Setelah pulang kerja aku pulang ke apartemen seperti biasa. Aku berdiri mematung melihat ada sesorang duduk di ruang tamu sambil memejamkan matanya. Tak perlu berfikir lagi untuk tau siapa dia, orang yang paling aku rindukan, orang yang kucari-cari, keluarga satu-satuku, cho kyuhyun oppa. Aku tak tahu, karena rindu yang sangat besar atau karena hatiku yang berkecamuk karena marah, aku hanya berdiri, memandanginya dan dia membuka matanya. Melihat matanya yang sangat lelah, hatiku langsung lulu, kenapa namja ini selalu mampu dengan mudah mengontrol perasaanku.

“Aku merindukanmu…” katanya dengan nada serak, lelah dan kerinduan yang amat sangat. “sangat merindukanmu..” aku masih hanya diam mematung. Lalu dia berdiri menghampiriku dan langsung memelukku.

“Aku merindukanmu…sangat rindu, sampai aku hampir mati. Apa kamu tidak merindukanku?” tangisku pecah, aku membalas pelukan kyu oppa.

“dasar jahat..” kataku sambil memeluknya erat. Aku merasa dia juga memelukku sangat erat.

“maaf..maafka aku. Maafkan aku telah menyakitimu, padahal aku berjanji akan membahagiakanmu malah membuatmu terluka. Itu semua bukan kemauanku. Peruahaan sengaja ingin membuat skandal agar sebelum meluncurkan album keduaku dan juga album baru f(x). Katanya strategi pemasaran, tapi di hatiku hanya ada kamu, tidak ada tempat buat yang lain.” Aku hanya mengangguk tanda menegrti.

“Tapi kenapa ponsel oppa tidak aktif an tidak bisa di temui? Apa oppa tak mau menemuiku lagi?”

Dia melepas pelukannya dan menatap mataku.

“perusahaan yang melakukannya, agar aku makin sering masuk berita. Aku ingin berlari memelukmu ketika kamu mencariku ke kantor, tapi di situ banyak wartawan, aku tak mau hidupmu di ganggu mereka,sangat melelahkan tau. Makanya aku kabur dari perusahaan untuk menemuimu secara diam-diam.”

“oppa datang kesini secara diam-diam?” tanyaku tak percaya.

“Ne, jika perusahaan tau, aku pasti tidak di ijinkan dan aku tak bisa menunggu lebih lama untuk menemuimu, aku sudah tidak mampu. Jadi malam ini aku milikmu. Hanya aku dan kamu.” Aku langsung tersenyum senang lalu memeluk kyu oppa.

“malam ini aku ingin merasakan masakanmu dan tidur dipelukmu,” aku tersipu malu mendengar perkataan kyu oppa.

“Suzya-ah..”

“Ne, oppa?”

“mungkin aku belum pernah mengatakan ini secara langsung, tapi aku ingun kamu tau, kalau aku sangat mencintaimu. Saranghae suzy-ah.” Aku mengangguk sebagai jawaban aku tau dan aku juga sama.

“nado, oppa. Saranghae.”

……………………..

Mungkin orang berfikir setelah malam itu hubungan kami semakin baik-baik saja, tidak, hubungan kami semakinparah.

Gosip tentang kyu oppa yang pacaran dengan vicktoria f(x) memang menghilang begitu saja. Namun sejak saat itu kyu oppa semakin sering di gosipkan terlibat hubungan dengan artis wanita lain dan entah kenapa aku tetap tak bisa terbiasa tapi paling tidak aku tidak terlalu resah. Berbeda halnya ketika dia di gosipkan dengan gadis cantik magnae SNSD seohyun. Entah kenapa gosip yang satu ini aku tak bisa mengabaikan.

Dia sangat cantik, kyu oppa sangat tampan. Pasangan yang sempurna. Bahkan managementnya sering menjodoh-jodohkan mereka meskipun mereka tau kyu oppa sudah punya kekasih, mereka tidak percaya kyu oppa punya pacar karena tak pernah menunjukkannya. Dan kyu oppa menjawab dia tidak ingin memamerkan aku karena aku hanya miliknya, dan tak rela ada orang lain yang memandang.

Selain mereka sangat cocok, aku juga bisa melihat dalam setiap tatapan gadis itu, dia selalu memuja kyu oppa. Dia menyukai kyu oppa dan aku merasa meskipun gadis itu terlihat lembut, tapi dia akn menggunakan segala cara untuk mendapatkan kyu oppa.

Dan lagi-lagi feelingku benar. Gadis itu sering menggunakan barang-barang yang mirip dengan yang di gunakan kyu oppa untuk memancing skandal. Dia juga secara terang-terangan mengatakan kyu oppa adalah tipe pria idealnya. Perusahaan juga mendukung dengan sering membuat mereka berduet. Dan persahaan juga mengumumkan mereka dalam sebuah hubungan.

Dan saat itu juga duniaku terbalik.

Apalagi dua hari sebelum pengumuman resmi dari perusahaan mereka, gadis itu dtang menemuiku dan memintaku meninggalkan kyu oppa. Menurutnya aku tak pantas dengan kyu oppa. Aku hanya sebagai penghalang karirnya dan juga impian besarnya sebagai penyanyi. Jadi orang yang di perlukan kyu oppa orang seperti dia yang bisa memebuat kyu oppa semakin bersinar, bukan orang sepertiku.

Kali ini, aku meyerah. Aku mengibarkan bendera putih. Ternyata minum kopi itu sangat pahit dan pahitnya susah dihlangkan, aku menyerah aku tak mau meminumnya lagi.

“oppa aku ingin kita putus. Aku sudah tak tahan lagi” kataku di telepon begitu kyu oppa mengangkat teleponku.

“Apa?! Apa aku salah dengar?” tanya kyu oppa panik.

“Aku ingin kita putus, aku sudah sangat lelah.”

“yak! Apa kamu sudah  gila? Kamu dimana sekarang sepertinya kamu perlu menjernihkan pikiranmu.” Kata kyu oppa marah, terdengar jelas suara kyu oppa yang putus asa.

“Tidak usah oppa, setengah jam lagi kan kamu akan ada syuting,”

“aku tidak peduli, itu bisa di undur. Kita perlu bicara, kamu dimana di tempat kerjamu atau di apartement.”

“tidak usah oppa, sepuluh menit lagi keretaku berangkat. Kamu kan sedang syuting. Bukankah karirmu lebih penting. Lagi pula kamu sudah menemukan penggantiku yang jauh lebih baik?”

“stasiun? Kau sudah gila? Kau mau meninggalkanku. Yak! Tunggu aku disana jangan coba-coba melangkah atu langkah pun. Aku kan sudah bilang itu semua palsu yang paling aku butuhan kan kamu, ini semua aku lakukan untukmu.”

“untukku? Benarkah? Bukankah selama ini karir oppa yang lebih penting. Apa oppa pernah memikirkan perasaanku sebentar saja? Selaama empat tahun oppa menjadi artis, Jika aku ingin bertemu, oppa selalu beralasan sibuk syuting tapi punya waktu membuat skandal. Dan apakah oppa tau wanita itu datang menemuiku dan menyuruhku menjauhimu. Perkataanya benar aku tak pantas denganmu oppa. Sekarang kita berbeda, kau bukan lagi cho kyunku yang dulu. Yang selalu membawaku kemanapun, yang tak bisa hidup tanpa melihatku dua menit saja. Kamu orang yang berbeda oppa. Dan aku tak bisa menunggu meskipun setahun lagi.”

“yak, apa yang kamu bicarakan. Aku sudah di jalan, tunggu aku, kita perlu bicara!”

“terlam…”

ARGHHHHHHHH

“oppa kenapa?” tiba-tiba jantungku berhenti berdetak. Tuhan apa yang terjadi.

“andew…andew..” aku langsung berbalik arah keluar dari stasiun dan mencegat taksi.

……………………

“Sebuah  kecelakaan maut terjadi. Sebuah Van hitam tergelincir setelah roda bagian depan pecah, kemudian terbalik menghantam sisi kanan jalan dan mengakibatkan cho kyuhyun (25) artis solo SM ent yang sedang bersinar  cedera dan terluka parah. kecelakaan naas ini terjadi pada sore hari (jam 15.55 WKS)  di duga saat hendak menuju stasiun. Kyuhyun mendapat cedera parah dan hampir merenggut nyawa. Karenanya  dia di istirahatkan total dari kegiatannya selama 5 bulan. Dan akibat kecelakaan ini  jugalah Kyuhyun  yang dijadwalkan tampil sebagai pemain basket dalam film Attack on pin up boys terpaksa absen, dan peran tersebut di estafetkan kepada artis lain.”

Itu berita yang di tulis sdua tahun lalu. Dua hari setelah kecelakaan kyu oppa. Dan sejak saat itu aku juga tak pernah bertemu dengannya lagi. Setelah mengetahui rumah sakit jyu oppa di rawat aku langsung berlari kesana, tapi seohyun melarangku menemuinya karena ada banyak wartawan dan fans. Karena publik taunya dia yang menjadi kekasih kyu oppa bukan aku. Aku hanya bisa mengamatinya dari jauh tanpa bisa mendekatinya. Aku tau itu hukuman atas perbuatanku.

Aku benar-benar mengutuki diriku. Seharusnya aku tak minta putus, seharusnya aku tak usah meneleponnya. Seharusnya aku tak usah cemburu. Seharusnya aku bersabar, seharusnya aku melarang dia jadi artis, seharusnya aku menolak ‘menikahinya’, seharusnya kami tak bertemu, seharusnya aku tak kabur ke seoul, seharusnya…seharusnya…

Aku memang menemui kyu oppa malam pasca kecelakaan dan juga malam-malam berikutnya setelah dia siuman dari komanya –aku hanya bisa menemuinya malam ketika orang-orang tertidur terutama wartawan dan fans. Dan seminggu setelah dia koma, dia terbangun dan memandangku dengan tatapan aneh.

“kyu oppa? Kamu sudah sadar? Dokter..dokter..aku akan panggil dokter…” kataku semangat dan hendak keluar ruanga ketika suaranya menghentikan langkahku.

“kamu…nugu?” aku berbalik menatapnya.

“maafkan aku oppa, aku tau ini semua salahku. Tapi bisakah oppa tidak berpura-pura tidak mengenalku? Aku janji akan menebus semuanya,”

“tapi kamu siapa? Dan aku..aku..siapa?” aku ternganga. Andwe, kyu oppa tidak….

“Amnesia. Karena kecelakaan yang parah, membuat benturan yang hebat di kepalanya memebuat beberapa saraf di kepalanya rusak hingga ada gangguan memori. Sepertinya pasien juga di pengaruhi oleh tingkat stress yang tinggi sebelum kecelakaan.” Aku, seohun dan managernya mendengarkan penjelaan dokter, setelah memeriksa kyu oppa.

“Apa ingatanya bisa pulih kembali?” tanya seohyun.

“Bisa. Tapi mungkin agak lama. Pernah juga ada kasus setelah empat uluh tahun baru memorinya bisa kembali dan bisa juga tidak akan kembali selamanya. Jadi seohyun-shi anda harus bersabar terhadap kekasih anda, mungkin dengan mengingatkan kenangan-kenangan yang punya arti penting mungkin akan merangsang ingatannya kembali, namun jangan terlalu di paksakan.”

‘Jadi seohyun-shi anda harus bersabar terhadap kekasih anda’ hatiku terluka lagi. Dokter bukan dia kekasihnya, tapi aku. Aku? Apa aku juga masih bisa di sebut kekasihnya? Bukankah aku sudah memutuskan hubungan kami? Bukankah karena aku dia jadi seperti ini. aku sudah tak tahan lagi untuk tidak tahan lagi, aku langsung berlari keluar mencari toilet untuk menangis.

Aku mengingat semua kenangan kami. Ketika pertama kali bertemu, ketika dia memintaku ‘menikah’ denganya, ketika dia bekerja keras untuk membelikan aku makanan, ketika dia ingin menjadi seorang artis untukku, ketika dia harus kabur agar bisa bertemu denganku, ketika dia terpaksa melakukan semua dunia keartisannya yang tak di sukinya demi uang dan lagi-lagi untuk ku, ketuka dia harus kecelakaan hanya untuk menahanku. Oh Tuhan! Kenapa aku baru sadar sekarang.

Aku baru sadar, semua yang dilakukannya hanya untukku. Dia benar-benar tak punya obsesi atau impin. Dia yang selalu berjuang untukku, dia selalu menahan perasaannya untukku, dia selalu memberi yang terbaik untukku. Sementara aku? Apa yang sudah kulakukan untuknya? Tidak ada.

Dia hanya memintaku bersabar selama lima tahun, sampai kontraknya dengan managementa habis. Dia hanya memintaku bersabar, tapi kenapa aku tak bisa? Kenapa aku tak pernah percaya padanya?kenapa aku hanya memikirkan perasaanku? Tapi kenapa aku tak pernah sekalipun memikirkan peraaannya.

Rasanya sekarang aku ingin mati, bisakah aku saja yang menggantikannya?

Tapi aku bertekad, meskipun seluruh dunia tau seohyun adalah kekasihnya. Aku tidak peduli, aku akan berjuang untuknya. Selama ini dia hanya berjuang sendiri, kini giliranku. Meskipun pada akhirnya dia tak akan pernah mengingatku, paling tidak aku tak akan menyesal karena tak melakukan apapun, paling tidak aku pernah berjuang untuknya.

Setelah aku menguatkan tekadku, aku keluar dari kamar mandi dan agak sedikit kaget karena seohyun menungguku di luar sambil bersandar

“Kamu kan sudah mendengar perkataan dokter. Kyu oppa lupa semuanya, dia juga tak mengingat kamu. Kamu bukan siapa-siapa lagi buat kyu oppa. Dan yang menjadi kekasih kyu oppa sekarang adalah aku, aku punya bukti kuat untuk itu. Jadi mulai sekarang aku melarangmu ada dalam jarak sepuluh meterdari kyu oppa.”

Rasanya aku ingin mencakar wajah cantik di depanku ini. Dia memang punya wajah cantik dan lembut tapi itu hanya topeng, karena di dalamnya yang sebenarnya adalah nenek sihir. Tapi aku tak akan berbuat bodoh lagi, mencakar wajahnya hanya akan mempersulit keadaanku, tapi jangan harap aku akan mau jauh-jauh dari kekasihku. Dia milikku bukan milik orang lain. Dan aku tak mau termakan omongan penyir ini lagi.

“ingatan kyu oppa memang hilang, tapi tidak dengan hatinya. Hatinya masih tetap di situ, tidak hilang. Dan satu-satunya orang yang dibiarkan kyu oppa menguasainya adalah aku bukan kamu. Meskipun sekrang kamu bisa melarangku bertemunya, tapi aku yakin jika hati kyu opp akan menuntunnya untuk bertemu denganku. Karena hati tak pernah buta”

Aku bisa melihat wajahnya merah padam menahan marah. Aku memang wanita bodoh tak berpendidikan, tapi aku bukan wanita lemah lagi karena selama ini ada kyu oppa yang membelaku.

“Aku pastikan itu tak akan pernah terjadi” jawabnya dengan nada geram lalu berbalik meninggalkan toilet menju ruang rawat kyu oppa.

………………………………

Sejak pertemuan itu aku tak di ijinkan masuk atau sekedar melihat kyu oppa. Penyihir itu membuktikan ucapannya agar membuat jarak anatara aku dan kyu oppa. Dia menyewa jasa bodyguard untuk mejaga kamar inap kyu oppa dengan alasan takut ada fans gila dan dia memberikan fotoku sebagai fan gila yang paling di hindari. Termasuk meyakinkan kyu oppa.

Aku memang tak bis berbuat apa-apa tentang itu. Kyu oppa tak pernah sekalipun mengenalkan aku sebagai kekasihnya. Managemennnya memang tau kyu oppa py kekasih tapi mereka tak mengenalnya dan nenek sihir itu berhasil meyakinkan mereka jika aku adalah fans gila yang mengaku-ngaku kekasihnya. Setiap hari aku hanya bisa secara sembunyi-sembunyi melihat aktifitas kyu oppa setelah aku pulang kerja.

Selama lima bulan aku mengintip dari jauh apa yang dilakukan kyu oppa. Mulai latihan menggerakkan otot-ototnya, melihat dia duduk-duduk di taman, melihat wanita gila itu berusaha menempelnya, meskipun aku bisa melihat tatapan tak nyaman kyu oppa. Semua apa yang dilakukan yu oppa aku selalu mengabadikan dalam kamerakau lalu mencetaknya dan menempelnya di buku harian dan memberi note di setiap foto.

Setelah lima bulan di rawat di rumah sakit, kyu oppa bisa pulang dan dua minggu kemudian dia sudah melakukan aktifitanya. Meskipun dia amnesia, semua fansnya menerimanya dengan baik kembali di dunia hiburan. Dan kyu oppa memulai lagi dari nol.

Aku senang kyu oppa bisa keluar dari rumah sakit, karena dia sudah sembuh dan juga bisa melakukan aktifitasnya, tapi aku sedih juga. Aku akan semakin sulit melihat kyu oppa, aku hanya bisa melihatnya di tv yang mana dia juga tidak muncul setiap hari.

Terkadang aku ingin menyerah karena aku tak bisa menemuinya. Kalau begini terus bagaimana caranya dia mengingatku? Namun junho oppa dan fei unni sahabatku selalu meyakinkan dan menguatkan aku. Aku senang masih ada yang mendukungku.

Tuhan memang tak pernah menutup mata dengan umatnya. Setelah beberapa bulan aku bisa bertemu dengan kyu oppa. Keberuntunga itu datang ketika kyu oppa mampir ke coffe shop tempat aku kerja untuk beli kopi. Dia datang dengan hem putih lengan panjang yang dingulung sampai siku dan celana warna krem. Saat melihatnya hati ku meluap-laup sangking girangnya dan membuat aku hanya bengong menatapnya.

“Permisi..nona..nona..”katanya sambil melambai-lambaikan tangannya di depanku. Aku langsung tersadar.

“Eh,maaf…maaf…” kataku sambil menundukkan kepalaku, “Tadi anda pesan apa?”

“Esspreso”katanya. Lalu aku membuat pesanannya, tapi aku bisa merasakan dia masih menatapku kearahku, seolah olah memastikan sesuatu.

“ini pesanannya, ada lagi?”

“Tidak. Totalnya berapa?” katanya sambil membuka dompetnya. “Eh tunggu dulu, kenapa kamu memberiku gula kotak? Bukankah espresso tanpa gula?”

“itu gratis, aku adalah fansmu,” kataku menjawab kebingungannya. “aku hanya berfikir, anda suka minum espreso dengan gula jika musim hujan begini?” jawabku asal.

“Apa kita salng mengenal? Pacarku saja tidak tau mengenai hal ini?” tanyanya penuh selidik.

“menurutmu apa kita saling mengenal?” matanya menyipit memandang aku. Seperti meyakinkan sesuatu. Setelah agak lama dia berkata

“Aku tak yakin, tapi sepertinya tidak,” aku sedikit kecewa mendengarnya. Tapi paling tidak aku sudah berbicara padanya itu sudah kemajuan pesat. Jika dia memang tak bisa mengingatku, aku akan membuat dia jatuh cinta lagi denganku

“kalau gitu anggap saja aku fans yang terlalu memperhatikanmu” kataku akhirnya. Aku masih ingin berbicara lebih lama dengannya tapi ada pelanggan yang mengantri di belakangnya. “bisakah anda menggeser sedikit, ada pelanggan yang antri”

“oh bailkah, aku cari tempat duduk dulu,”

Aku mengamati dia duduk tidak jauh dari ku. Aku senang dia mencari tempat tidak jauh dariku agar aku bisa memandangnya. Sekali-sekali aku juga mendapatinya curi-curi pandang denganku.

Dan sejak saat itu juga dia hampir setiap hari mampir ke tempat aku bekerja saat dia punya waktu luang. Kadang ketika cafe sepi dia memintaku menemaninya mengobrol atau hanya sekedar dia hanya melihatku bekerja. Tidak hanya itu dia bahkan terkadang mengajakku makan siang atau mengajakku makan malam sepulang aku bekerja. Bisa di katakan kami mulai sering berkencan. Mengenai nenek sihir itu? Jangan tanya aku tidak tau dan tak mau tau.

Kami tak hanya sekedar jalan-jalan, aku juga mengajaknya ketempat-tempat kami sering berkencan dulu atau ketempat-tempat kenangan kami dulu, dan dia bilang dia menyukai tempat-tempat itu. Dan aku harus menelan kekecewaan karena dia tak mengingat apapun. Dan malam ini kami bertemu di sebuah coffe shop yang dulu sering di datanginya sebelum dia jadi artis, sebuah coffee shop kecil.

“kamu tau kenapa aku sangat suka minum kopi?” tanyanya ketika kami sedang asik berbicara. Aku hanya menggeleng. Jujur sampai sekarang aku tak tanu dan menyesal tak pernah bertanya dulu, apa yang dia sukai dari kopi?

“kopi itu seperti kenyataan. Pahit. Kenyataan itu pahit.” Aku hanya diam menunggu kelanjutannnya.

“espreso itu adalah kopi yang asli. Hitam kental dan sangat pahit karena tak ada warna atau bumbu lain. Kamu bisa menambahkannya gula agar terasa lebih manis atu menambahkan susu atau cream seperti capucino agar lebih berwarna atau apapun agar dia terasa nikmat diminum. tapi jangan terlalu berlebihan, karena manis yang berlebihan itu juga tidak enak membuat kamu enek. Meskipun kamu menambahkan apapun rasa pahit kopi setelah dimum akan tetap ada.

Begitu juga kenyataan. Kehidupan itu dasarnya gelap dan pahit, makanya setiap bayi yang terlahir selalu menangis. Tapi kamu bisa menambahkan warna dan bumbu dalam kehidupanmu agar terasa nikmat dan berwarna tapi jangan berlebihan agar kamu tidak mabuk akan kenyataan. Dan pada akhir kenyataan itu akan tetap ada kepahitan yang tersisa yaitu kenyataan.”

“Aku baru tau jika kamu sangat suka berfilosifi.” Kataku kagum

“mungkin masih banyak yang belum kamu tau tentang aku, aku hanya ingin memberi tahumu tapi terkadang aku tak tau apa yang belum kamu ketahui jika kamu tak bertanya”

“Lalu kenapa tiba-tiba kamu mengatakannya padaku,”

“Aku Cuma mau bilang sepahit apapun kehidupanmu, kamu bisa menikmatinya jika kamu mau menambahkan bumbu. Karena pada dasarnya semua kenyataan itu sama pahitnya dan sama hitamnya, yang berbeda adalah setiap orang memasukkan bumbu dan warna yang berbeda dengan kadar yang berbeda, sehingga ada yang nikmat ada yang tetap pahit, ada yang gagal dan ada yang serakah sehingga terlalu manis yang berakibat fatal bagi kesehatan hidupnya.”

“Apa jadi menurutmu aku termasuk yang mana?”

“Aku tidak tau. Hanya kamu yang tau seperti apa yang pas menurutmu, karena aku termasuk orang egois yang hanya memikirkan diriku. Aku hanya ingin hidupku memiliki bumbu yang pas. Aku ingin kamu, karena dengan memasukkan kamu dalam hidupku baru rasanya pas.”

Aku tak tau cara mengungkapkannya. Rasanya aku benar-benar bahagia, aku juga merasa dengan dia mask dalam hidupku baru terasa pas.

“Tapi bagaimana dengan seohyun? Bukankah kalian…?”

“Aku sudah bilang, hanya kamu yang bisa buat aku pas bukan yang lain. Lagi pula sejak awal bukankah kamu adalah itriku?”

Aku benar-benar ternganga tak percaya, bagai mana bisa…

“ba..ba..” dia melihat jam tangannya.

“selamat ulang tahun bae suzy,” katanya disaat bersamaa ada sebuah tart dengan angka 22 muncul di depanku. Aku menatapnya dengan pandangan bertanya, “kamu make a wish dan tiup lilin dulu baru aku jelaskan semuanya,” katanya sambil tersenyum lalu menyanyikan lagu selamat ulang tahun.

“Dan sekarang jelaskan.” Kataku setelah tiup lulun dan potong kue.

“Aku sering melihatmu di rumah sakit ketika aku di rawat, dan aku agak heran bagaimana bisa aku punya fan sangat setia karena seteiap hari kamu muncul dan seohyun bilang kamu fans gila, tapi menurutku tidak karena kamu tidak pernah menganggu dan tatapan kamu juga bukan tatapan kagum atau kasihan tapi tatapan rindu yang sangat dalam dan aku mulai memperthatikan kamu. Aku juga yang menyuruh orang memberimu makanan atau minuman atau menyelimutimu jka akmu tertidur.

Aku semakin yakn kamu bukan sekedar fans, karena kamu tak ikut yang lain berteriak-teriak dan berusaha meraihku. Kamu anya melihatku dari jauh dengan tatapan yang berbeda. Dan wajahmu sulit kuhilangkan dari kepalaku, kamu selalu muncul. Dalam hatiku etiap tak melihatmu aku selalu merasa ada yang kurang dan aku merasa pas jika kamu muncul, namun ada rasa mendesak lain ingin menggapimu dan memelukmu. Hingga suatu hari aku melihatmu tertabrak mobil, entah kenapa aku reflek berteriak dan hatiku sangat sakit. Aku berteriak saat itu dan langsung meloncat dari mobil yang sedang posisi jalan dan aku tertabrak mobil meskipun tak parah hanya lecet, tapi sakit kepalaku membuatku pingsan.

Stelah aku sadar aku sudah dirumah sakit dan aku ingat semuanya, aku ingat kamu. Aku ingin langung lari kekamu tapi aku butuh memulihkan diri sebentar. Setelah satu minggu dan aku sudah benar-benar fit aku menemuimu da tempat kerjamu dan lega melihatmu baik-baik saja. Dan tiba-tiba muncul ide di kepalaku memberi tahumu semunya saat ulang tahunmu saja.”

“Oppa kamu jahat sekali…kamu tau aku sanangat tersiksa, kenapa kamu tak mengatakanny saja,” katku pura-pura marah namun gagal, karena aku sangat senang.

“itu karena kamu pura-pura tak mengenalku, padahal aku sudah coba bertanya.”

“Sekarang aku sudah punya uang, punya karir. Jadi, apakah kamu mau jadi istriku?” katanya sambil memberikan aku sebuah cincin. Kali ini cincin berlian. Bukan cincin plastik.

“Bukankah aku sudah menjadi istrimu?” kyu oppa tersenyum senang sambil memandang mataku.

Dan aku? Tak usah di tanya, aku sangat sangat sangat sangat sanaga sanga senang.

Benar kata kyu oppa kehidupan itu seperti kopi yang pahit. Kita tak perlu takut untuk mecobanya. Tinggal kamu perlu mencari bumbu  agar tidak pahit dan warna agar tidak hitam, tapi harus pas.

END

*******

Hmm ini ff sudah lama aku tulis, tapi tak selesai-selesai. Waktu nulis ff idenya lancar bgt, namu karena kesibukan mendadak, misalnya ada tamu, telpon, ada yang panggil, kebelet boker dll jdnya selalu terputus nulisnya, dan biasanya jika lagi ada ide trus ada yang ganggu, maka idenya biasanya sudah hilang atau berubah. Jadilah ff ini dari atas ampe bawah gak nyambung blas,

Dan seperti biasa jika aku nulis, aku agak malas baca ulang, jadilah ni ff gak nyambung plus byk kesalahan tulisan.

Mohon maaf ya jika sangat kecewa.

 

Advertisements

27 thoughts on “FF one shot ‘COFFEE’

  1. nyambung koq thor, cerita dan kata2nya jg bagus. ^^. dikirain kyu beneran hilang ingatan, ternyata pura2. feelnya dapet banget thor. untungnya happy ending. ^^. di tunggu ff lainnya.
    :-D.

  2. Alurnya pas, rapi n daebak tentunya.
    Emosinya dapet banget. Sedih, senang, terharu. Semua jadi satu.
    Akhirnya Kyuhyun suzy bersatu lagi.
    Tapi msih bingung sama kelanjutannya. Bagaimana dengan seohyun n manajement kyuhyun?
    Kan blum ada kpastian kalo mereka menerima suzy sebagai istri n kekasih kyuhyun.
    Sequel dong thor??? 🙂

  3. waaaa keren bgt ff mu authornim.kkkk.feelnya dapet bgt sampe speachless mu blg apa…d tunggu karya slanjutnya…

  4. Kereeeen…. Critanya.
    Alurnya pas banget, kata”nya jg bagus, n feel kerasa,
    suka deh ma critanya.

  5. Nice…
    Terharu….
    So sweet…
    Crita cinta yg biasa terjadi tapi, dikemas dg sebuah filosofi yang bgus bget.:-D good luck….and tq

  6. Baru baca nih ff author ini, kok aku baru nemu sekarang ya? Author sembunyiin dimana sih? Hehe bercanda
    Daebak Thor! Jinja Daebak! *tarik 4 temen disebelah* 10 jempol tangan deh buat author.. 🙂
    Thanks ya author.. Indah banget, dan pahitnya kopi jadi terasa banget habis baca ini *lho?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s