YOUR HAPPYNESS THE MOST IMPORTANT

Image

Author             : Dordor

Main Cast        : Bae Suzy Miss a

Kim Myungso INFINITE

Lee JI Eun

Genre              : Sad, Romance.

Lenght             : One shot

Hai i’m back!! Maaf ya aku baru bisa post ff ini dulu. Soale IBIY nya masih dalam penegtikan. Aku mau buat sedikit agak panjang, jadih butuh sedikit waktu lagi. Jadi aku kasih ini dulu sambil nunggu, biar gak bosan. Ni ff da lama aku tulis, karena terispirasi dari ff yang pernah aku baca, alur ceritanya mirip tapi kata-katanya aku sendiri yang buat. Jadi aku putuskan untu memposting ini. aku berharap ada yang suka.

Jadi selamat membaca ya.

……………………………………………………………………………………….

Author Pov

“Jangan tidur larut malam,” Kata namja itu.

Lalu, namja itu memberinya kecupan di kening, kembali kembali masuk ke dalam mobil dan dalam sejap telah menghilang. Ternyata namja itu  tengah terburu-buru. Lalu kenapa tadi mengajak kencan ? Bukan kah malah membuat dirinya semakin terlambat saja ?

Dia sudah menunggu hampir dua jam tadi kafe tempat mereka janjian dan berniat pulang saja saat melihat seseorang yang berjalan kearahnya. Ia memberikan senyum termanisnya. Mendadak perasaan sakit yang baru saja muncul dihatinya hilang entah kemana. Mungkin saja dia yang bodoh,hanya dengan melihat pria itu saja luka seperti apapun akan lansung sembuh. Ia kembali makan dengan tenang.

Sepertinya pria yang didepannya ini sedang terburu-buru. Dia makan dengan cepat dan hanya melontarkan pertanyaan basa-basi. Padah dia masih ingin menikmati makan malam lebih lama lagi. Menikmati waktu berdu bersama namja itu.

“sudah selesai makan?” ia mengangguk dan tersenyum, “sebainya kita sekarang pulang.”

Dan sekarang setelah mengantarkannya pulang namja itu langsung melesat menghilang.

Ia menggeleng, mencoba membuang semua firasat buruk. Tapi tetap saja, ia tau bahwa ia tengah berusaha mengorek lukanya sendiri. Dengan langkah gontai, ia masuk ke rumahnya. Ia ingin malam ini cepat berlalu. Kencan yang menyedihkan

………………………

Chagi, aku tak bisa menjemputmu hari ini. kamu bisa berangkat sendirikan?

Sebuah pesan masuk keponsel suzy. Dia meraih tas kuliahnya yang ada disopa sampingnya dan langsung keluar rumah menuju halte bus. Dia memang sebelumnya sedang menunggu namja cingunya menjemputnya. Kebiasaan mereka selama setahun ini sejak menjalin hubungan.

“Suzy-ah!” Ji eun sahabatnya memanggilnya dari jauh sambil berlari-lari mendekatinya, “kamu tidak berangkat mbersama myungso?”

“Dia ada urusan mendadak.”kata suzy sambil mengulumkan senyumnya.

“Bagai mana kencanmu semalam?”

Suzy berusah memberikan senyum manisnya, “Lancar.”

Namun sepertinya Ji eun menyadarinya. Dia bisa melihat senyum pahit yang diberikan suzy dan merasa iba pada sahabatnya itu.

“Apa dia datang terlambat lagi? Kali ini berapa jam kamu menunggunya?”

Hati suzy terluka lagi. Perih. Dia ingin menangis saat ini.

“Tidak terlalu lama. Dia langsung datang sebelum aku sempat berfikir untuk meninggalkan tempat itu.” Ada sedikit nada getir dalam suaranya.

“Dasar pria brengsek!” umpat Ji eun. “Pasti dia menemui wanita selingkuhannya itu lagi,” umpat Ji Eun kesal.

Suzy tak mendengarkan lagi perkataan Ji eun. Dia tak mau memikirkan apa yang membuat myungso datang terlambat dan harus pulang terburu-buru. Dia tida mau memikirkannya.

“Apa kamu tidak tau jika jika myungso mejalin sering menghabiskan waktu dengan Jiyeon. Dia pasti juga punya janji kencan dengannya.” Kata Ji eun geram.

“Mereka hanya teman satu kelopok dalam proyek dari dosennya.” Kata suzy dengan nada sabar. “wajah jelekmu semakin jelek saja asaat kamu bersungut-sungut begitu. Kajja, lebih baik kita kekelasa saja.”

Langkah suzy terhenti begitu mendengar suara familiar di belakangnya dan taklama kemudian dia merasakan rangkulan yang sangat disukainyadibahunya.

“Pagi chagi. Kamu sudah sarapan?” tanya myungso manja. Suzy membalas dengan gelengan.

“Karena tadi aku harus mengejar bus, aku harus berangkat lebih pagi. Aku belum sempat sarapan.”

“Mianhe chagi, tadi aku ada urusan sebentar jadi tak bisa menjemputmu.” Suzy hanya memberikan sebuah senyum sebagai jawaban bahwa dia tidak apa-apa. “Kajj, kita makan dulu, aku juga belum makan,” myungso langsung menarik tangan suzy manja kekantin.

Suzy tidak peduli dengan gerutuan Ji eun, dia juga mengabaikan tatapan sebal sahabatnya itu. Sekarang myungso ada disebelahnya.

……………………..

Suzy berbaring lemah ditempat tidurnya. Rasanya hari ini dia tak punya tenaga untuk melakukan apapun. Dia merasa seperti ada Dementor mahluk yang ditakuti harry potter disekelilingnya, yang menghisap kebahagiaan. Yang tersisa hanya kekosongan.

Dia memejamkan matanya dan mengingat perkataan Ji eun lewat telepon sejam yang lalu.

“Suzy-ah apa kamu tau aku sekarang ada dimana?”

“Aku tidak tau dan mengapa harus tau.”

“Aku sedang ada di mall untuk berkencang bersama Wooyoung oppa dan sekarang kami mau nenonton film,” jawab ji eun meskipun suzy tidak tertarik.

“Apa kamu mau pamer?  Karena harini aku gagal lagi kencan dengan myungso oppa?Aku sudah biasa melakukannya dengan myungso oppa. Jadi percuma saja”

“Aigo, bukan itu maksudku dan berhentilah bernada sinis. Aku hanya mau bilang apa kamu tau siapa yang kulihat sekarang?”

Suzy mulai merasakan perasaan tidak enak dihatinya. Dia tidak mau berfikiran buruk, namun dia juga tidak bisa menepisnya. Dia menghentikan aktifitasnya menyendok makan malam kemulutnya dan menunggu kelanjutan kalimat Ji eun.

“Aku melihat Myungso, menggandeng seorng perempuan dengan mesra.”

“Mungkin itu adik perempuannya. Dia memang bilang tadi hari ini dia mau mengantar adiknya kesuatu tempat makanya dia membatlkan kencan kami.” Suzy berusaha mencari alasan. Bukan! Bukan untuk membela myungso di mata Ji eun, tapi lebih memberi alasan pada hatinya agar tak terluka lagi.

“Suzy kamu tidak lupa kan, kalau aku adalah sahabat myungso dari kecil dan kami juga tetangga. Aku juga yang menegnalkan kalian yang membuatku menyesalinya. Jadi aku sangat mengenal Myung Ji.” Suzy terdiam, dia tak bisa mencari alasan lagi. Dan luka baru lagi. “Aku juga bisa membedakan antara myung ji dan Jiyeon.”

“Mungkin sehabis mengantar Myung ji, dia bertemu dengan Jiyeon untuk mengerjan tugas proyek mereka.”

“Tapi mereka pergi kebioskop sambil bergandengan tangan, layaknya sepasang kekasih yang bahagia,” Ji eun kesal sendiri dengan kebodohan sahabatnya itu.

“Tidak ada yang salah dengan bergandengan tangan. Asalkan dia bahagia. Lagian, Kamu jangan marah-marah begitu, nanti kencanmu berantakan karena wooyoung oppa melihat tampang jelekmu itu.”

Suzy mendengar tarikan nafas panjang Ji eun diseberang sebelum melanjutkan, “Terserah kamu saja. Aku tidak tau hatimu terbuat dari apa, yang pasti aku yang melihatnya saja emosi. Aku sudah akan meninju muka myungso dan menjambak rambut wanita murahan itu kalu tidak ditahan oleh woo oppa. Dia menyuruhku untuk tidak ikut campur dalam urusan percintaan kalian.”

“Wooyoung oppa benar,” kata suzy yang sepertinya membuat Jiyoung sebal.

“Tapi aku tak bisa menahan mulutku untuk memberi tahumu. Aku hanya ingin kau tau dan segera meng akhiri hubungan kalian. Aku tak mau terluka terlalu lama suzy-ah.” Suzy hanya diam. “Baiklah aku tutup dulu, sepertinya filimnya akan mulai. Pikirkanlah baik-baik.”

Suzy melemparkam ponselnya begitu saja di ranjang begitu ia mengakhiri sambungan telepon dengan Ji eun. Luka-luka yang selama ini diobatinya sendiri kembai terluka, bahkan sekarang sudah menimbulkan lobang besar dihatinya. Rasa sakit yang coba ditahannya keluar begitu saja, sangat sakit.

…………………………

Suzy memandang wajah tanpan myungso yang ada dipangkuannya. Hari ini hari minggu, dan myungso datang kerumahnya. Dia memandangi secara perlahan wajah tanpa itu dan berusaha mengingat-ingat setiap inci wajah itu. Dengan mata terpejam seperti ini membuat pria itu terlihat tenang dan damai. Suzy sangat suka melihat myungso terpejam seperti ini, walau dia harus mengakui myungso paling tampan jika dia bisa melihat bola matanya. Mata yang selalu terlihat tersenyum.

Suzy mulai mengelus pipi myungso. Tiba-tiba dia teringat perkataan Jie Eun tadi malam. Itu bukan kali pertaman Jieun mengadukan kelakuan myungso, bahkan dia juga pernah melihat sendiri myungso yang bergandengan mesra dengan Jiyeon dan bertingkah manja, seperti yang biasa dia lakukan padanya. Namun dia memilih pura-pura tak melihat yang lagi-lagi membuat Ji eun frustasi.

Bukan hanya perkataan Ji eun semalam yang membuat luka dihatinya semakin sakit. Suzy  bisa aja pura-pura tak mendengar perkataan Jieun dan mencari-cari alasan lain untuk hatinya. Namun ada alasan lain. Alasan itu adalah Park Jiyeon. Wanita cantik dan seksi yang membuat semua wanitairi.

Kemarin siang, sebelum myungso membatalakan janji kencan mereka, wanita itu datang menemuinya.

“Aku Park Ji yeon.” Dia memperkenalkan diri begitu suzy membuka pintu. Suzy  diajarkan orang tuaku tata krama sejak kecil dengan baik lalu dia mempraktekkanya dengan mempersilahkan jiyeon mausuk.

“Tidak usah aku hanya sebentar,” katanya menolak tawaraku sambil menyunggingkan senyuman dibibirnya. Suzy hanya menunggu dalam diam, dia tau apa yang akan dikatakan wanita didepannya itu.

“Aku ingin kau memutuskan hubunganmu dengan myngo oppa,” mati rasa itulah mungkin yang dirasakan suzy saat ini. begitu banyak persaan yang keluar dari hatinya hingga ia tidak tau apa yang sedang dirasakannya. Dan rasa yang sangat sakit luar biasa itu keluar, membuat dia tak bisa merasakan apapun lagi.

“Aku sangat mencintai myungso oppa, dan aku yakin oppa juga begitu. Dia belum mau mengakuinya karena kamu masih menahnnya. Dia lebih bahagia bersamaku dari pada bersamamu, karena dia lebih banyak menghabiskan waktu bersamaku. Jadi lepaskanlah myungso oppa biar dia bisa datang padaku. Bukan kah kamu ingin melihat dia bahagia?”

Setalah mengatakan itu Jiyeon pergi begitu saja, meninggalkan suzy yang berdiri mematung. Begitu punggung jiyeon menghilang, suzy langsung terduduk ditantai karena tak punya tenaga lagi untuk berdiri. Dia memagang dadanya dan meremasnya. Sakit. Luarbiasa sakit.

Suzy menitikkan airmatanya mengingat kejadian itu kembali. Merasakan ada yang membasahi wajahnya myungso reflek membuka matanya dan langsung bangkit utuk duduk menghadap suzy.

“Kau menangis.” Bukan pertanyaan. Suzy hanya diam. “Kenapa kau menangis?” tanya myungso.

“Enggak apa-apa oppa,” sahut suzy menghindari tatapan myungso.

“Kita harus bicara suzyah,” kata myungso menarik wajah suzy untuk memandangnya.

Suzy menatapmyungso dengan dalm. Ini saatnya. Ya, mereka memang perlu bicara. Hal ini tak boleh dibiarkan berlarut-larut.

“kau tau semuanya kan?” tanya myungso hati-hati. “ Tau tentang aku adan Jiyeon” lanjutnya.

“hm aku tau semuanya,” ucapku sambil berusa sekuat tenaga menahan rasa sakit itu. Aku harus kuat, aku kuat. Suzy mengulangi mantaranya berkali-kali dalam hatinya.

“Lalu, kenapa kamu tidak pernah mara?!” kini suara myungso terdengar lebih keras. Dia seolah mengeluarkan semua apa selama ini ada dihatinya.

“Marah karena apa?” tanya suzy balik pada myungso.

Myungso memandang marah pada suzy, merasa sedang dipermainkan untuk mengulang-ulang kesalah yang diperbuatnya. Membuat dia menjadi seperti seorang pendosa besar. Meskipun kenyataannya memang begitu. Namun dia tetap menjawab suzy.

“Karena aku menjalin hubungan dengan Jiyeon di belakngmu.”

“Kenapa aku harus marah? Untk apa aku harus marah?” myungso memandanh suzy dengan bingungung dan meminta suzy menjaelaskan.

“Aku mencintaimu. Sangat. Dan aku ingin kau selalu bahagia,” Suzy menarik nafasnya sebelum melanjutkan. “Bukan kah dalam memcintai seseorang yang terpenting adalah kebahagiaan orang yang dicintainya?” kali ini suzy tak mampu lagi menahan air matanya.

“Selama ini aku melihat kamu sangat bahagia bersama Jiyeon. Aku tak mungkin merusak kebahagiaanmu. Kemarin jiyeon mengatakan dia juga sangat mencintaimu. Aku sangat mencintaimu oppa dan menginginkanmu. Tapi jika kebahagianmu buak aku, aku tidak bisa memaksa karena kebahagianmulah yang terpenting.” Suzy menarik nafasnya dalam-dalam sebelum melanjutkan.

“Kau bebas oppa, aku melepaskanmu karena aku sudah lelah. Kamu tak perlu mencari-cari alasan lagi untukku atau bersembunyi-sembunyi dariku untuk menemui jiyeon. Pergilah cari kebagiaanmu, karena itu bukan aku.” Suzy menghapus air matanya lalu meninggalkan myungso yang duduk mematung disofa menuju kamarnya lalu menguncinya. Dia ingin melepaskan semuanya. Semuanya.

………

Myungso duduk mematung di sofa ruang tamu suzy. Dia sangat kaget samapi dia hanya bisa bengong, dia bahkan tak bisa mengatakan sesuatu atau menghentikan suzy. Dia membiarkan wanita yang dicintainya itu pergi melepaskanya.

Bukan ini yang diharapkannya. Dia sangat mencintai suzy dan mendekati Jiyeon hanya untuk membuat suzy cemburu. Suzy tak pernah marah padanya, suzy selalu memafkanya dan dia bosan dengan hubungan yang datar begitu. Dia ingin warna baru, dia hanya ingin menambahkan bumbu baru dalam hubungan mereka, bukan membuang bahan utamanya. Tapi dia tidak mencegahnya dia membiarkannya beitu saja.

Toh ini semua kesalahnya. Dia seharusnya tidak terbuai dengan sara semu yang di berikan Jiyeon. Rasa baru yang di berikan jiyeon, nikmat tapi hanya sebentar. Ya, ini salahnya dan dia harus menerima akibatnya.

………………………..

Suzy mendengar suara pintu depanditutup. Dia tai pasti myungso meningalkan rumahnya. Meninggalkannya untuk selamanya.

Suzy meringkuk dibawah selimutnya. Badannya bergetar. Myungso bahkan tak menahanya, tidak mencegahnya dan pergi begitu saja. Mungkin ini yang terbaik untuk mereka. Dia harus kuat. Ini semua demi kebahgiaan myungso. Bukankah pada akhirnya luka akan sembuh secara perlahan? Mungkin membutuhkan waktu dan proses tapi suzy yakin luka yang menganga dihatinya pasti akan mengering. Dia hanya perlu menunggu saja.

The End

Advertisements

36 thoughts on “YOUR HAPPYNESS THE MOST IMPORTANT

  1. kasian banget suzy nya. Myungsoo kemakan sendiri sama permainannya..
    Ditunggu ff lainnya thor. Klo bisa main cast nya myungzy couple ya..

    • seepp..
      yg part 4 nanti aku post kl gak sabtu/minggu, soale laptoku br di balikin temanku di situ, ni pake punya adekku..
      jd sebagai gantinya aku post yg OS dulu aja y..

  2. Duhh sad lagi u,u
    Sequel dong, buat myung ngejelasin knpa dia pcran sm jiyeon !
    Jebbaaal 😀

    • oke deh entar aku buat sequelnya deh..
      aku akan mejelaskan semuanya dan tak usahakan happy end, tp aku gak janji dlm wktu dekat ya..
      msh py beberap tanggungan ff..

  3. aigoo myungsoo pabo, seharusnya di menerima suzy apa adanya. bukannya malah pura2 sama jiyeon hanya untuk liat suzy marah/cemburu sama dia >.<?
    dan myebelinnya lagi dia langsung pulang aigoo katanya cinta tpi kok lngsung nerima keputusan suzy 😦

    • keliatan mirip bgt y?
      sebenarnya ini ff yg pertama aku buat setelah aku baca ff itu…
      itu adalah ff yg paling aku suka mknya pengen bbiki ff model begitu, tp sepertinya ffnya mempengaruhiku terlalu kuat…hehehehe
      awalnya aku jg gak berani post, krn aku pikir jg mirip bgt… tp akhirnya tak post juga…
      kl ini termasuk plagiat, aku bakal hapus dan minta maaf ama penulisnya…
      termasuk plagiat g?

  4. Kalau memang Myungsoo menganggap hub.nya sama Jiyeon cuma permainan untuk membuat Suzy cemburu, kenapa dia nggak menjelaskannya sama Suzy dan baikan lagi?
    Menurutku, (mungkin) memang cinta Myungsoo nggak sebesar cinta Suzy.. Kasian Suzy.. jadi sakit hati juga nih baca ini 😦
    Thanks author… bagaimanapun ini tetap menghibur pastinyaaaa (dalam hati bilang : senyum.. senyum ini cuma ff, kenapa manyun terus)

  5. endingnya nanggung thor,myungppa sebenernya kan masih suka suzy,bikin sequelnya yah?hhehe ,fellnya dapet bgt.,fighting!

  6. kasihan suzy… Astaga myung kenapa kyk gt??buat ff myungzy lg thorr! Buat yg happy ending yaa, yg itu ganttung._.v

  7. Kasian suzynya, kenapa jga myungsoo duain suzy hanya untuk bikin suzy cemburu, bkan bersyukur dapat cwek yg pengertian, eh malah di sakitin

  8. Yaampunn suzy tegar bangett , padahal myungsoo udh jahat gituu , kasian suzy nyaa , lagi jugaa myungsoo kenapaa tega bgt sihh ? Aishh bacanyaa aja sampe nangis ginii thor 😦

  9. sad ending. suzy terlalu sabar. kalau cinta pertahankan dong, kalau cemburu marah dong, jangan diam aja. jadix hubungan flat flat aj g ada warnanya

  10. suzynya sabar banget ya.
    udah tau myung selingkuh, tapi tetep aja positif thinking.
    myung juga seharusnya gak gitu, gimanapun suatu hubungan gak seharusnya kayak gitu.
    kan bisa diomongin baik2 apa kekurangan dari pasangan.
    tapi aku salut sama suzy “Aku sangat mencintaimu oppa dan menginginkanmu. Tapi jika kebahagianmu bukan aku, aku tidak bisa memaksa karena kebahagianmulah yang terpenting”. Emang cinta gak harus memiliki ya. asalkan pasangan kita bahagia, dengan siapapun itu. kita juga ikut bahagia.
    Terharu banget aku. 😥
    ceritanya bagus banget.
    😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s